Gabriel Milito
Pelengkap Armada Barca
Masuknya Thierry Henry, Yaya Toure, dan Eric Abidal bisa dipastikan bakal membuat sisi ofensif Barcelona semakin mengkilap. Namun, tetap saja ini masih perlu ditopang dengan pasokan pemain anyar di lini belakang.
Gabriel Milito, perkokoh lini belakang Barcelona.
Maklum, belakangan ini defensa menjadi titik lemah Los Azulgranas. Situasi ini dipertegas dengan rencana pembelian Gabriel Milito dari Real Zaragoza. Barca “terpaksa” mencari alternatif pada diri Gabi setelah Christian Chivu menolak pinangan mereka.
“Chivu jelas-jelas ingin bertahan di Italia. Jadi, tak ada alasan untuk meneruskan pendekatan padanya,” ujar Txiki Begiristain, Direktur Olahraga Barca. “Kami hanya ingin mendatangkan pemain yang benar-benar bertekad untuk bermain di sini.
“Milito adalah pemain yang tengah kami dekati. Kami akan terus berusaha agar bisa segera menutup kesepakatan. Saya harap segalanya bakal berjalan dengan lancar,” tambah Begiristain lagi.
Menurut kubu Camp Nou, alasan Zaragoza untuk berlama-lama dalam bursa transfer ini adalah karena harga yang belum cocok. Intinya Los Manos hanya ingin melepas sang palang pintu asal Argentina ini dengan harga 22 juta euro (271,1 miliar rupiah), tunai.
Sebaliknya Barca cuma bersedia mengeluarkan dana segar maksimal 16 juta euro. Ini dirinci dalam pendapatan bersih sebanyak empat juta setiap musim untuk durasi kontrak empat tahun. Ditambah bonus dua juta jika Barca mendapat trofi selama dibela Milito.
Tawar-menawar sempat dilakoni Begiristain. Uang 11 juta euro ditambah paket Thiago Motta dan Santi Ezquerro sebagai bonus adalah negosiasi berikut alih-alih plafon 16 juta euro tunai di atas tadi ditolak Zaragoza.
Kuartet Idaman
Hingga Minggu (8/7) pagi, Zaragoza masih bergeming di angka 22 juta. Begiristain pun tak memiliki pilihan selain menaikkan tawaran. Kabar terakhir pada Minggu malam, Barca siap menambah uang tunai. Ini menjadikan angka tawaran menjadi 18 juta euro tunai.
“Kini, bola ada di tangan Zaragoza. Kita hanya bisa menunggu,” ujar Begiristain lagi, yang datang ke La Romareda bersama Wakil Presiden Ferran Soriano. Keesokan harinya, Presiden Joan Laporta menyusul dan berbincang empat mata dengan Presiden Zaragoza, Agapito Iglesias, untuk memastikan kelancaran transaksi.
Sebegitu nafsukah Barca? Meski kalah tenar dari Chivu, bukan berarti kualitas Milito juga ikut kalah. Yang ada, dengan pengalaman empat musim mengawal pertahanan Zaragoza, kualitas Milito justru lebih terjamin ketimbang Chivu.
Jika Milito jadi datang, Rijkaard tak perlu pusing lagi bermain dengan rotasi komposisi. Kejadian ini berlangsung sepanjang musim lalu di mana Oleguer Presas, Rafael Marquez, dan Lilian Thuram secara bergantian terus diputar guna menemani Carles Puyol.
Bersama Milito, secara otomatis Puyol akan mendapat tandem paten. Sementara itu, Gianluca Zambrotta dan Abidal atau Sylvinho akan mengapit dari sisi kanan dan kiri. Kuartet seperti ini jelas menjadi idaman Rijkaard dalam upaya merebut kembali gelar Primera, yang musim kemarin lepas ke tangan Madrid. (Sapto Haryo Rajasa/Foto: AFP)
Atleti Dikejar Deadline
Atletico Madrid semakin terpojok dalam usaha mendapatkan Ricardo Quaresma. Selain karena jarak tiga juta euro yang memisahkan tawaran Atleti (22 juta euro) dengan pihak FC Porto (25 juta euro), juga lantaran deadline UEFA untuk memasukkan daftar pemain menjelang kompetisi 07/08 yang telah bergulir.
Kebetulan Atletico ikut ambil bagian di ajang Piala Intertoto, yang menjadi kualifikasi bayangan menuju Piala UEFA. Mengingat babak III, di mana mereka menunggu pemenang Maccabi Haifa melawan Gloria, mentas 21 dan 28 Juli, maka Jumat pekan ini daftar nama Atleti sudah kudu masuk.
Jika ini belum cukup, Atleti tambah dibuat pening karena ternyata Liverpool juga menjajaki ikatan kerja dengan Quaresma. The Reds kabarnya menawar sayap kanan bertalenta ekstra asal Portugal itu dengan banderol 20 juta euro.
Meskipun secara nominal Atleti diunggulkan ketimbang Reds, bukan tak mungkin Quaresma bakal memilih Anfield sebagai destinasi berikut. Kondisi ini terjadi pada Fernando Torres, yang menolak angka lebih besar untuk menjadi Liverpudlian.
“Kami masih terus berusaha untuk mendapatkan Quaresma,” ujar Miguel Angel Gil Marin, General Manager Atletico, pada A Bola. “Namun, jika pihak Portugal terus membuat kami berada dalam posisi yang sulit, kami akan mengambil alternatif lain.”
Muncullah kembali nama Juan Roman Riquelme. Gelandang flamboyan yang tengah membela Argentina di Copa America ini masih berada di persimpangan. Kubu Villarreal jelas-jelas ingin melepas sang spesialis sepakan bebas ini karena berbagai alasan.
Mulai ketidakcocokan dengan pelatih Manuel Pellegrini sampai gaji besar yang tak lagi sanggup dibayar oleh The Yellow Submarines. Sementara itu, pihak Boca Juniors, yang tengah meminjamnya, juga tak mampu menebus plafon 10 juta euro yang diminta Villarreal.
Jika hanya sebatas 10 juta, uang terbukti bukan menjadi isu bagi Atleti. Artinya, jika Porto masih bermain tarik ulur tanpa kejelasan, boleh jadi Riquelme sebagai pilihan yang lebih bijak. Apalagi misi Javier Aguirre selaku el entrenador adalah membawa Atleti berprestasi di Eropa.
Riquelme telah membuktikan dirinya mumpuni untuk mengemban misi seperti ini sewaktu membawa Villarreal ke semifinal Liga Champion dua musim lalu. (shr)
Carlitos Menuju United
Gol Carlos Tevez untuk West Ham ke gawang Manchester United di Old Trafford pada akhir musim lalu ternyata tidak hanya menyelamatkan Hammers dari ancaman turun divisi. Kini Carlitos malah ramai diberitakan disukai kubu United.
Carlos Tevez telah berjanji untuk memperkuat Red Devils.
Agen Tevez, Kia Joorabchian, mengatakan bahwa sang pemain telah menyetujui tawaran Red Devils dan siap menjalani tes medik pekan ini. Perkembangan itu merupakan lanjutan dari pernyataan pemilik West Ham, Eggert Magnusson, yang akhirnya rela melepas striker asal Argentina tersebut.
Semula Magnusson berniat menunggu datangnya tawaran tertinggi bagi Hammers menyangkut Carlitos, tapi pemain berumur 23 tahun tersebut kadung mengumbar komentar pada The People.
“Pada Kia saya telah menitipkan janji pada Alex Ferguson bahwa saya akan bermain untuk Mancester United musim depan. Bila saya telah mengucapkan janji, saya tidak akan mencabutnya,” papar Carlitos di tengah-tengah partisipasinya pada Copa America 2007.
Keengganan Tevez bertahan di West Ham lantaran Magnusson dan para stafnya tidak bersedia membeli sang pemain secara penuh dari lembaga yang dipimpin Joorabchian. Hingga kini kepemilikan Tevez masih menjadi hak bersama antara Hammers dan Media Sports Investments (MSI).
Fergie sendiri bermaksud mendatangkan Carlitos secara permanen ke Old Trafford dengan bayaran penuh seperti halnya saat Javier Mascherano, juga milik MSI, dibeli Liverpool dari West Ham pada Januari lalu.
Bellamy ke Hammers
Baik West Ham maupun United masih menutup diri untuk mengungkap banderol Tevez. Namun, kedua pihak membenarkan bahwa tidak ada pemain lain yang akan dilibatkan sebagai alat tukar tambahan.
Rencana kepindahan Carlitos ke Old Trafford ini juga didukung wacana mengenai pembelian Craig Bellamy dari Liverpool oleh West Ham. Meski pihak Hammers pada Ahad lalu masih menunggu kepastian penyelesaian dokumen transfer sebelum mengumumkan status Bellamy, bos The Reds, Rafa Benitez, yakin The Welshman bakal pindah.
Menurut Rafa, Bellamy akan kehilangan kesempatan bermain karena porsi terbesar striker di tim utama Liverpool akan menjadi milik Fernando Torres. Selain itu, Hammers pun tidak punya banyak pilihan lantaran sudah gagal mendatangkan Darren Bent, Mark Viduka, dan Djibril Cisse.
Bellamy pun terlihat optimistis untuk pindah ke Upton Park lantaran menyukai karakter kalem pelatih West Ham, Alan Curbishley. Nah, ganjalan yang mungkin masih bisa menggagalkan transfer striker bungkuk tersebut ternyata menyangkut deal kedua klub soal Yossi Benayoun.
Gelandang West Ham asal Israel tersebut diminati Benitez dan ingin bermain bagi Liverpool, tapi Curbs enggan melepas lantaran Hammers belum mendapatkan playmaker penggantinya. So, penyelesaian efek domino pertukaran dan jual-beli pemain ini masih perlu ditunggu. (Darojatun/Foto: AFP)
Eriksson Kejar Pienaar
Pelatih baru Manchester City, Sven-Goran Eriksson, dikenal amat mendewakan David Beckham dan Michael Owen selama dirinya melatih timnas Inggris. Peluang Becks dan Owen untuk bergabung ke City pun sontak menjadi terbuka lantaran bos besar baru klub tersebut, Thaksin Shinawatra, bersedia merogoh koceknya dalam-dalam.
Minggu (8/7), Eriksson langsung bereaksi menyikapi rumor tersebut. The Ice Man bahkan mengaku tidak tertarik untuk mengetahui apakah Becks bisa dipinjam dari LA Galaxi di 2007/08 atau tidak.
“Untuk membangun sebuah tim kokoh, kita tidak bisa menyandarkan diri pada pemain pinjaman yang hanya akan bermain beberapa bulan saja. Mengenai Michael Owen, saya tetap menilainya sebagai pemain produktif tapi jangan disalahartikan kata-kata ini sebagai pertanda ketertarikan Manchester City untuk membelinya,” sebut Eriksson pada Sky Sports.
Uniknya, pelatih asal Swedia itu terlihat lebih suka membantah rumor tentang pemain yang sudah pasti tidak tidak akan dibelinya tapi justru menolak mengorfirmasi peluang nama pemain yang tengah diincarnya. Ya, Eriksson tidak bersedia mengomentari ketertarikannya pada gelandang Dortmund, Steven Pienaar.
Pemain Afrika Selatan yang dibeli Dortmund dari Ajax pada awal musim 2006/07 tersebut juga sempat disebut-sebut akan bergabung ke Arsenal dan Liverpool. Penampilan buruk pemain berumur 25 tahun tersebut di Bundesliga akhirnya membuat para peminat mundur teratur.
Perwakilan Pienaar, Rob Moore, mengaku tahu bahwa Eriksson menyukai kliennya. Namun, kini pembicaraan baru sampai pada tahap negosiasi antara City dan Dortmund.
“Begitulah pelatih yang bagus, pasti mengetahui problem di balik mandeknya potensi seorang pemain bagus. Di Ajax, Steven bermain sangat bagus, tapi Dortmund memintanya beradaptasi dengan jenis sepakbola yang sama sekali berbeda,” ujar Moore.
Pienaar sendiri disebut Moore tertarik untuk mencoba berkarier di klub lain ketimbang bertahan di Dortmund. Target utama sang pemain adalah mendapatkan tempat utama di timnas pada Piala Dunia 2010. (toen)
Direktur Baru Chelsea
Setelah link superagen Pini Zahavi dengan Roman Abramovich, kubu Chelsea kini kembali membangun ikatan dengan sosok asal Israel. Pada Ahad lalu, The Blues mengumumkan masuknya nama Avram Grant sebagai direktur sepakbolanya.
Pria yang mengorbitkan bek Tal Ben Haim sebelum bergabung dengan Bolton dan Chelsea itu adalah bekas pelatih timnas Israel yang belakangan menjabat sebagai direktur teknik di Portsmouth. Kesediaan Avram meninggalkan The Pompey disebut-sebut News of the World tak lepas dari kedekatannya secara pribadi dengan Roman.
Kelak Avram akan bertanggung jawab soal pemilihan dan pembelian pemain baru dan melaporkan semua hasil kerjanya pada CEO Peter Kenyon.
Jabatan direktur teknik ini sebelumnya dirangkap Frank Arnesen, yang kini bisa kembali fokus pada urusan pengembangan pemain junior dan sekaligus melebarkan sayapnya soal pengamatan pemain muda potensial di seluruh dunia.
Avram dijadwalkan langsung memimpin rombongan Chelsea dalam turnya ke AS pekan ini. Langkah cepat bergabungnya Avram dalam program yang telah disusun pelatih Jose Mourinho sejak tahun lalu tersebut diprediksi bakal menyulut bara sengketa baru di Chelsea.
Selama ini keputusan Mourinho soal kelayakan seorang pemain untuk dibeli Chelsea jarang ditolak Arnesen dan Kenyon. Kehadiran Avram jelas membuat otoritas Mourinho menjadi terbatas. (toen)
Juventus Paling Impresif
Gerbang calciomercato musim panas masih akan dibuka hingga 31 Agustus nanti. Namun, publik penggemar Serie A sudah berlomba menilai klub mana yang mempunyai pergerakan transfer paling spektakuler.
Dalam jajak pendapat di Yahoo!Sports, hampir separuh suara menyatakan pergerakan Juventus yang paling hebat. Pendapat itu tidak salah. Dengan melakukan renovasi total terhadap skuadnya, mercato Juve memang impresif.
Si Nyonya Tua sudah mendatangkan Zdenek Grygera, Hasan Salihamidzic, Domenico Criscito, Vincenzo Iaquinta, Cristian Molinaro, Antonio Nocerino, Sergio Almiron, dan Tiago Mendes. Pekan ini transfer masuk itu bertambah lagi.
Juventus dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan Deportivo La Coruna soal harga bek Jorge Andrade. La Vecchia Signora siap membayar 10 juta euro untuk pemain kelahiran Portugal itu. Juve beralih pada Andrade setelah negosiasi untuk Gabriel Milito (Real Zaragoza) macet.
Semua perekrutan dilakukan I Bianconeri untuk membenahi kualitas pasukannya. Jika mereka bertahan dengan skuad musim lalu yang bermain di Serie B, Juventus tidak akan bisa bersaing dengan tim-tim papan atas Serie A.
“Kami harus mengalahkan Inter musim depan. Itu sangat penting bagi kami,” kata Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, di Channel4. I Bianconeri masih sakit hati karena gelar scudetto “dirampas” Inter karena calciopoli.
Karena motivasi tersebut, Juventus jadi jorjoran di bursa transfer. Mereka menginginkan pemain kelas dunia ada di setiap posisi skuad asuhan Claudio Ranieri.
Demi Tim Impian
Sejauh ini, impian itu sudah lumayan mendekati kenyataan. Di posisi kiper, Juve punya Gianluigi Buffon, portiere nomor satu di Italia. Di lini belakang, persaingan mencari posisi akan terjadi antara Grygera, Criscito, dan Andrade.
Di sektor tengah, kehadiran Tiago dan Almiron bakal membuat centrocampo I Bianconeri sangat tangguh. Mereka dilengkapi sayap-sayap keren dalam diri Salihamidzic, Pavel Nedved, Mauro Camoranesi, serta Marco Marchionni.
Di lini depan, trio internasional Alessandro Del Piero, David Trezeguet, serta Iaquinta merupakan salah satu komposisi terbaik di Serie A. Boleh jadi 30-40 gol dengan mudah bakal disumbangkan ketiga attacante tersebut.
Tentu saja penilaian ini masih terlalu dini. Masih banyak yang bisa berubah sampai 31 Agustus. Citra Inter, misalnya, dapat melesat di mata publik apabila berhasil merekrut Cristian Chivu. I Nerazzurri bisa menjadi tim impian.
Begitu pula dengan Milan. Saat ini, I Rossoneri memang masih memprihatinkan karena praktis belum mendatangkan satu orang pun. Namun, bila janji merekrut seorang penyerang top bisa terwujud, “martabat” Milan dapat melonjak. (Dwi Widijatmiko)
