Arab Kenal Sepakbola dari Indonesia

Jakarta - Arab Saudi saat ini menjadi salah satu satu kekuatan sepakbola tim di Asia. Namun nama Indonesia tetap masuk dalam sejarah persepakbolaan Arab Saudi.

Prestasi Arab Saudi di ajang sepakbola memang tidak usah diragukan lagi. Di Piala Asia mereka tiga kali merasakan juara pada tahun 1984, 1988 dan 1996. Sedangkan di pentas dunia mereka selalu lolos ke putaran final sejak Piala Dunia 1994.

Tentu saja berbeda dengan Indonesia yang saat ini masih mencoba berbicara di pentas Asia. Namun Ketua kontingen tim Arab Saudi di Piala Asia, Nawaf bin Faisal bin Fahd bin Abdul Aziz mengungkapkan bahwa mereka mengenai sepakbola dari Indonesia.

"Ada catatan sejarah penting buat Arab Saudi. Masyarakat Arab Saudi itu kenal sepakbola dari Indonesia pada tahun 1950 dari orang-orang Indonesia yang ada di sana. Saat itulah kami baru kenal bola," kata Nawaf di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2007).

Tak heran jika Arab Saudi ingin membina hubungan baik dengan sepakbola Indonesia. Saat menemui wakil Presiden Jusuf Kala, Nawaf pun mengungkapkan bahwa mereka mencapai kesepakatan untuk melakukan pertandingan antara tim Arab Saudi dengan Indonesia yang akan digelar di Arab Saudi.

"Itu merupakan undangan dari kami untuk melakukan pertandingan persahabatan di Arab Saudi. Sedangkan waktunya akan dibicarakan sesuai kesepakatan selanjutnya," ungkap Nawaf yang juga merupakan wakil menteri olahraga Arab Saudi. (key/a2s)

JK Kembali Semangati Ponaryo Cs

Jakarta - Semangat akan terus diberikan bagi Tim Merah Putih. Wakil Presiden Jusuf Kala (JK) akan datang pada saat latihan dan berniat menyaksikan Indonesia melawan Korea Selatan.

Rencana JK untuk menyaksikan latihan Ponaryo Astaman cs berlatih di lapangan latihan PSSI di Senayan, Selasa (17/7/2007). Hal itu dibenarkan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid setelah menemui JK usai menerima kedatangan kontingen Arab Saudi.

"Iya betul bapak sudah konfirm akan hal itu, Besok sore," kata Nurdin Halid di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2007).

Bahkan kabarnya JK berniat menonton pertandingan saat Tim Merah Putih menghadapi Korea Selatan, Rabu (18/7/2007). Konon menurut perhitungan mereka Indonesia bisa menang atas Korea sehingga JK juga ingin memberikan semangat.

Sedangkan undangan dari timnas Arab Saudi guna melakukan pertandingan melawan Arab Saudi belum dapat ditentukan mengenai waktunya. "Ok kita nanti cari waktunya, kalau bisa pas musim haji," ungkap Ketua Umum PSSI ini.

SBY Soroti Sikap Publik GBK

Jakarta - Lagu kebangsaan merupakan salah satu simbol negara. Lagu negara manapun yang diperdengarkan sudah seharusnya dihormati, termasuk oleh penonton Stadion GBK, Jakarta.

Peringatan tersebut disampaikan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) sebagai koreksi atas apa yang terjadi hari Sabtu (14/7/2007) lalu di GBK saat Indonesia bertanding melawan Arab Saudi di ajang Piala Asia.

Dalam pertandingan tersebut dari arah penonton terlihat sikap kurang patut ketika lagu kebangsaan Arab dan Indonesia dikumandangkan.

"Ketika lagu kebangsaan dikumandangkan, tegaklah berdiri dengan tertib. Hormatilah lagu-lagu itu, karena dimuliakan," kata presiden di sela peresmian pabrik PT Sanbe Caprisarmindo Laboratoris, Padalarang, Jawa Barat, Senin (16/7/2007).

Namun demikian Presiden SBY menghargai perilaku tertib yang diperlihatkan penonton baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan meski timnas Indonesia mengalami kekalahan.

"Cegah jangan sampai ada teriakan-teriakan yang tidak perlu. Pertahankan, tetap menjadi tuan rumah yang tertib," ujar Kepala Negara.

JK & Arab Tak Singgung Soal Wasit

Jakarta - Arab Saudi memuji prestasi Indonesia. Namun tidak ada komentar dari mereka mengenai kinerja wasit yang memimpin pertandingan kedua tim pada Sabtu lalu di Piala Asia.

Kinerja wasit wasit Al Badwawi Ali Hamad Madhad Saif dari Uni Emirat Arab sempat menjadi sorotan karena dinilai kurang mencerminkan sportivitas dan menjunjung tinggi fair-play saat memimpin duel Indonesia vs Arab yang dimenangi Arab 2-1.

Namun Ketua kontingen tim Arab Saudi di Piala Asia, Nawaf bin Faisal bin Fahd bin Abdul Aziz, mengungkapkan tidak bisa memberikan komentar atas pendapat tersebut. Saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kala (JK) juga tidak disinggung soal wasit.

"JK orang yang sangat memperhatikan olahraga khususnya sepakbola. Jadi beliau juga mengerti permainan itu ada yang menang dan kalah. Tapi dia tak menyinggung hal itu," kata Nawaf kepada wartawan di Istana Presiden, Jl. Medan Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2007).

"Saya sebagai ketua kontingen tak bisa menilai kinerja wasit namun ada tim yang akan menilai kinerja wasit tersebut. Yang pasti tak seorang pun tidak bebas dari kesalahan," ujar Nawaf yang juga wakil menteri olahraga Arab Saudi itu.

Meski demikian ia memuji kemajuan yang telah dicapai Indonesia. "Sebenarnya Indonesia tidak kalah seratus persen. Ini harus jadi catatan penting. Kemenangan pertama Indonesia dilihat dari manajemen acara penyelengaraan Piala Asia yang bagus," pujinya.

"Yang kedua, publik Indonesia yang datang ke pertandingan sangat tertib. Yang ketiga, tim Indonesia bermain cukup solid dan baik. Secara teknis ada peningkatan dari sebelumnya dan saya berharap dapat berprestasi di masa yang akan datang," lanjutnya. (key/a2s)

Timnas Waspadai Crossing Lawan

Jakarta - Umpan lambung silang masih menjadi masalah yang harus dipecahkan Ivan Kolev. Sebagai awal pelatih asal Bulgaria itu menekankan kepada skuadnya untuk lebih waspada.

Fakta di dua pertandingan awal Indonesia menjadi bukti tersendiri. Tiga gol yang bersarang ke gawang Yandri Pitoy hampir selalu diawali dari umpan silang tim lawan.

Alhasil Kolev pun sedikit mengkonsentrasikan lini pertahanannya untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Charis Yulianto cs banyak ditempa untuk mengatasi bola-bola atas.

"Kami berlatih serius untuk mengatasi umpan silang Korea Selatan," ujar Kolev di lapangan ABC, kompleks Senayan, Jakarta, Senin (16/7/2007) pagi.

Namun demikian bukan hanya mengantisipasi bola-bola atas saja yang mendominasi porsi latihan Ponaryo Astaman cs. Mengatasi permainan cepat juga disuguhkan Kolev untuk skuadnya itu.

Akan tetapi Kolev belum memutuskan akan menggunakan strategi seperti apa untuk menghadapi Korsel, Rabu (18/7) besok. "Kami masih akan melihat video pertandingan untuk memutuskan menggunakan strategi yang tepat," ujarnya.

Argentina Masih Seret Piala

Maracaibo - Sampai sekarang Argentina adalah nama besar di dunia sepakbola dan selalu masuk daftar tim favorit juara pada setiap turnamen yang diikuti. Tapi sudah lama mereka tidak juara.

Kekalahan 0-3 dari Brasil di final Copa Amerika, Senin (16/7/2007), membuat Argentina harus meneruskan penantian panjangnya akan sebuah tropi turnamen besar.

Tahun lalu, misalnya, Tim Tango terhenti di babak perempatfinal Piala Dunia oleh tuan rumah Jerman. Ketika itu Roberto Ayala dkk kalah lewat adu penalti.

Dua tahun sebelum itu Argentina harus puas menjadi runner up di ajang Copa Amerika 2004. Bertemu pula dengan musuh besarnya Brasil, mereka juga menjadi pecundang dari proses adu tendangan penalti.

Dengan demikian Argentina telah melewati 10 turnamen besar terakhir (Piala Dunia dan Copa Amerika) tanpa sekalipun menjadi juara. Piala terakhir yang mereka angka adalah Copa Amerika 1993, yang berarti 14 tahun silam, saat mengalahkan Meksiko di final.

Meski demikian Argentina masih bisa berbangga karena tetap menyandang rekor sebagai tim yang paling sering menjuarai turnamen antarnegara Amerika Selatan. Bersama Uruguay mereka telah memenangi Copa sebanyak 14 kali. Adapun Brasil baru delapan kali.

Daftar juara Copa Amerika (10 terakhir):
(tahun-juara-runner up)

1987 Uruguay Chile
1989 Brasil Uruguay
1991 Argentina Brasil
1993 Argentina Meksiko
1995 Uruguay Brasil
1997 Brasil Bolivia
1999 Brasil Uruguay
2001 Kolombia Mexico
2004 Brasil Argentina
2007 Brasil Argentina

Daftar pemenang
14 - Argentina, Uruguay
8 - Brasil
2 - Peru, Paraguay
1 - Kolombia, Bolivia

Gelar Copa untuk Suporter

Maracaibo - Suporter pastinya memiliki peran atas kesuksesan Brasil menjuarai Copa America 2007. Pelatih Carlos Dunga pun mendedikasikan titel pertamanya ini untuk pemain ke-12 mereka.

Ya, teriakan semangat dari awal turnamen hingga juara dari pendukung Samba memang kerap terdengar. Tarian-tarian khas Brasil pun mengiringi Robinho cs berlaga baik suka maupun duka.

Dan akhirnya semuanya terbayar. Di final, Senin (16/7/2007) pagi WIB, setelah berjalan terseok-seok di babak sebelumnya, Brasil dengan digdaya mempecundangi Argentina tiga gol tanpa balas.

Dunga pun senang dengan raihan ini. Namun, meski para pemainnya yang secara nyata memberi kontribusi penting atas gelar pertamanya sebagai pelatih itu, Dunga menilai para suporter memiliki faktor penting atas kesuksesan timnya.

"Kami datang ke sini untuk menyelamatkan harga diri fans Brasil, para pekerja meninggalkan rumah pagi-pagi buta dan kembali tengah malam dan kepuasan hanya mereka dapatkan jika Brasil menang," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.

Dan pastinya pujian setinggi langit diberikan untuk para pemain. Soalnya Robinho cs dinilai telah memberikan semuanya meski berlaga di antara semua keterbatasan, dan salah satunya adalah ekonomi.

"Mereka adalah pemenang, mereka datang dari keluarga yang secara finansial tidak begitu baik, dan tidak seorang pun memberi mereka segalanya, mereka sudah bekerja keras untuk hal ini dan karenanya, mereka pantas menerimanya," pungkas Dunga.

Posisi Kaka-Dinho Terancam

Ronaldinho, posisinya di timnas tak bisa dijamin (AFP/Lluis Gene)
Maracaibo - Siapapun tahu kualitas permainan Kaka dan Ronaldinho di atas rata-rata. Namun untuk bisa mempertahankan posisi di skuad 'Samba', tak ada jaminan bagi keduanya.

Seperti diketahui Kaka dan Ronaldinho memilih absen di Copa America 2007. Bukan karena cedera, namun keduanya ingin berlibur dan beristirahat saat jeda kompetisi Eropa.

Dan pada kenyataannya hal ini ternyata menjadi bumerang bagi mereka. Posisi Kaka dan Dinho di timnas Brasil dinilai Carlos Dunga sangat mungkin terancam.

"Pastinya, pemain yang datang adalah pemain yang lebih unggul dari mereka yang tidak datang," ungkap Dunga usai membawa timnya menjuarai Copa Amerika denga mengalahkan Argentina 3-0 di final. "Dan pemain ini dipilih karena memang pantas dan memiliki kemampuan," lanjutnya.

Dunga sendiri mengaku puas dengan performa skuad yang ada sekarang ini. Bahkan kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu menyatakan akan berpikir ulang jika harus merombak tim ini.

"Jika pemain datang dan tampil bagus, bagaimana bisa saya mendepak mereka dari tim?" tekan dia.

Sedikit Lagi, Indonesia!

Jakarta - Kalau saja wasitnya tidak bermasalah, kalau saja Ismed Sofyan tidak melakukan pelanggaran, kalau saja tidak ada Saad Al Harthi, cerita tentang Indonesia mungkin tidak berakhir pahit.

Kalah oleh gol di menit terakhir memang terasa pedih sampai ke ulu hati, apalagi demi melihat Syamsul Bachri dkk jatuh bangun sudah jatuh bangun begitu rupa menghadapi tim sekuat Arab Saudi.

Rasa-rasanya kejadian hari Sabtu malam kemarin seperti tangan yang dicubit tapi seluruh anggota badan ikut terasa sakit. Menyaksikan Maman dkk menggelosor di tengah lapangan setelah peluit panjang berbunyi membuat semua orang Indonesia serasa ikut menderita.

Tapi sad ending itu sudah terjadi. Berandai-andai pun akan mirip dengan penyesalan yang tiada guna. Padahal semua yang telah dicapai pasukan Merah Putih sejauh ini masih sangat berguna, peluang pun tetap ada.

Dengan tiga poin di tangan, Indonesia bersama Bahrain hanya kalah satu angka dari pimpinan sementara Grup D, Arab Saudi. Korea, tim favorit selain Arab, malah berada di posisi terbawah dengan nilai satu, setelah tadi malam secara mengejutkan ditekuk Bahrain 1-2.

Untuk lolos ke babak perempatfinal, cara paling aman adalah menang atas Korea di laga terakhir grup hari rabu (18/7/2007) lusa. Memang ada skenario lain, yakni Bahrain kalah dari Arab, dan Indonesia hanya perlu mencari hasil seri melawan Korea.

Tapi Korea butuh menang, demikian pula Bahrain. Dan Korea pun dari segi reputasi dan prestasi levelnya masih di atas Indonesia. Artinya, Lee Chun-soo dkk tetap jadi momok yang amat berbahaya.

Sulitkah menghadang Taeguk Warriors? Tentu saja. Statistik pertemuan dengan tim Negeri Ginseng tidak mendukung Indonesia, yang entah kapan terakhir kali bisa menang dari langganan Piala Dunia sejak 1986 itu.

Tapi pertanyaan seperti itu seharusnya mudah dijawab dengan melihat hasil di dua pertandingan pertama. Bahrain mampu ditaklukkan, Arab juga nyaris ditahan sampai mimpi buruk injury time mendatangi gawang Yandri Pitoy.

Yang perlu digarisbawahi adalah Indonesia punya kualitas. Itu jelas. Arab, juara Asia tiga kali, tahu bagaimana perlawanan pasukan Ivan Kolev, plus kuatnya gelombang tekanan dari publik Senayan. Dan itu semua hampir berhasil. Betul-betul sudah dekat.

Jadi, ini sudah kepalang tanggung. Korea, betapapun besarnya nama mereka di Asia, tetap bisa dihentikan. Bahrain saja bisa, kenapa Indonesia tidak?

Ayo, maju terus!

SBY: Doakan Timnas

Jakarta - Kekalahan 2-1 dari Arab Saudi bukan alasan menjadi pesimistis terhadap peluang Indonesia di Piala Asia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengajak masyarakat mendoakan timnas.

Indonesia dipastikan lolos ke babak perempatfinal apabila berhasil mengalahkan tim kuat Korea Selatan pada pertandingan hidup-mati di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Rabu (17/7/2007) lusa.

"Rabu nanti tim Indonesia akan melawan Korsel. Saya harap kita memberi dukungan penuh dengan mendoakan secara khusyuk," kata SBY, Senin (16/7/2007), dalam sambutannya saat meresmikan pabrik PT Sanbe Caprisarmindo Laboratoris, Padalarang, Jawa Barat.

Kepala Negara optimistis Bambang Pamuskas dkk. mampu menandingi Korsel yang notabene langganan Piala Dunia. Kemampuan teknis mereka tidak kalah, itu pun masih ditunjang dengan semangat juang tinggi.

"Inilah pesan sponsor, meski saya tidak dibayar oleh PSSI," ujar SBY disambut tawa hadirin.

Termasuk kategori pohon apakah Anda ?

Cari tahu karakteristik Anda berdasarkan jenis pohon yang ada di dunia,

hanya berpatokan dengan tanggal kelahiran Anda. Selamat mencoba !

>>Tanggal Kelahiran

>>Jenis Pohon

23 Desember - 1 Januari

Apel

2 Januari - 11 Januari

Fir

12 Januari - 24 Januari

Elm

25 Januari - 3 Februari

Cypress

4 Februari - 8 Februari

Poplar

9 Februari - 18 Februari

Cedar

19 Februari - 28 Februari

Pinus / Pine

1 Maret - 10 Maret

Weeping Willow

11 Maret - 20 Maret

Lime

21 Maret

Oak

22 Maret - 31 Maret

Hazelnut

1 April - 10 April

Rowan

11 April - 20 April

Maple

21 April - 30 April

Walnut

1 Mei - 14 Mei

Poplar

15 Mei - 24 Mei

Chestnut

25 Mei - 3 Juni

Ash

4 Juni - 13 Juni

Hornbeam

14 Juni - 23 Juni

Fig

24 Juni

Birch

25 Juni - 4 Juli

Apel

5 Juli - 14 Juli

Fir

15 Juli - 25 Juli

Elm

26 Juli - 4 Agustus

Cypress

5 Agustus - 13 Agustus

Poplar

14 Agustus - 23 Agustus

Cedar

24 Agustus - 2 September

Pinu / Pine

3 September - 12 September

Weeping Willow

13 September - 22 September

Lime

23 September

Olive

24 September - 3 Oktober

Hazelnut

4 Oktober - 13 Oktober

Rowan

14 Oktober - 23 Oktober

Maple

24 Oktober - 11 November

Walnut

12 November - 21 November

Chestnut

22 November - 1 Desember

Ash

2 Desember - 11 Desember

Hornbeam

12 Desember - 21 Desember

Fig

22 Desember

Beech

APEL, Si Cinta

Penuh pesona dan daya tarik, menyenangkan, petualang, senstif, selalu

dalam cinta, suka dicintai dan mencintai, teman yang penyayang dan dapat

dipercaya, sangat dermawan, pemikiran teknis, hidup untuk hari ini, ahli

filsafat penuh imaginasi

FIR, Si Misterius

Citra rasa luar biasa, mulia, menyukai sesuatu yang indah, perasa,

keras kepala, egois, agak modis, sangat ambisius, berbakat, banyak

teman, banyak musuh, dapat diandalkan

ELM, Si Mulia

Mempunyai fisik yang menyenangkan, modis, tidak gampang memaafkan

kesalahan, periang, suka memimpin dan tidak menyukai dipimpin, teman

yang jujur dan setia, suka mengetahui semua karakter orang dan memberi

keputusan, dermawan, sense of humor yang baik, praktis

CYPRESS, Si Setia

Kuat, mudah beradaptasi, periang, optimis, memerlukan uang dan

pendidikan yang cukup, benci kesendirian, pecinta yang tidak pernah

puas, setia, pemarah, tidak dapat diatur, dan ceroboh

POPLAR, Si Tidak Pasti

Sangat dekoratif, tidak percaya diri, berani jika diperlukan,

memerlukan lingkungan yang berkeinginan baik dan menyenangkan, sangat

pemilih, sering sendiri, pendendam, bakat artistik, organizer yang baik,

cenderung berfilososfi, dapat diandalkan di berbagai situasi, memandang

hubungan dengan serius

CEDAR , Si Percaya Diri

Kecantikan yang langka, tahu bagaimana beradaptasi, menyukai kemewahan,

cenderung memandang rendah orang lain, percaya diri, tidak sabar,

mempunyai banyak bakat, pekerja keras, optimis, menunggu cinta sejati,

dapat membuat keputusan cepat.

PINE, Si Istimewa

Menyukai kawan yang sepaham, sangat sehat, tahu bagaimana hidup

menyenangkan, sangat aktif, alami, teman yang baik tetapi jarang

bersahabat, gampang jatuh cinta tetapi cepat pudar, dengan mudah

menyerah, praktis dan dapat dipercaya.

WEEPING WILLOW, Si Melankolis

Si Cantik yang penuh dengan ke - melankolis - an, aktraktif, menyukai

segala sesuatu yang indah dan bercitra rasa, suka berpetualang, pemimpi,

gelisah, pendorong semangat, jujur, dapat dipengaruhi tetapi tidak mudah

hidup dengannya, penuntut, intuisi baik, menderita dalam cinta tetapi

kadang menemukan pasangan yang tepat.

LIME, Si Peragu
Menerima hidup apa adanya, tidak menyukai perkelahian, tekanan dan

pekerjaan, cenderung malas dan mengganggur, berkorban demi teman, banyak

talenta tetapi tidak ada kemauan dalam mengembangkan, selalu mengeluh,

setia tetapi sangat pencemburu.

HAZELNUT, Si Luar Biasa

Mempesona, tidak penuntut, sangat pengertian, tahu bagaimana membuat

sebuah impresi, pejuang sosial yang aktif, terkenal, pecinta yang

mendorong semangat, teman yang jujur dan penuh dengan toleransi, rasa

keadilan yang tepat.

ROWAN, Si Sensitif

Penuh dengan pesona, periang, tidak egois, suka menarik perhatian,

menyukai kehidupan, pergerakan ketergantungan dan mandiri, citarasa

tinggi, artistik, penuh gelora dan emosional, teman bicara yang baik dan

tidak mudah memaafkan.

MAPLE, Si Pemikir Mandiri

Bukan orang biasa, penuh imaginasi dan keaslian, pemalu dan perasa,

ambisius, sombong, menyukai pengalaman baru, kadang gugup, kompleks,

ingatan baik, belajar dengan mudah, kehidupan cinta yang rumit.

WALNUT, Si Gelora

Aneh dan penuh dengan kontradiksi, sering egois, agresif, spontan,

ambisis yang tak terbatas, menimbulkan reaksi yang tak diharapkan, kaku,

rekan yang sulit dan tidak biasanya, tidak selalu disukai tapi sering

dipuja, strategi hebat, sangat pencemburu dan tanpa kompromi

CHESTNUST TREE, Si Jujur

Kecantikan yang sukar ditemui, mempunyai rasa keadilan yang cukup baik,

menarik, diplomatis, sensitif dalam kelompok, kadang-kadang bersikap

layaknya pemimpin, merasa tidak mengerti akan cinta, susah menemukan

pasangan

ASH TREE, si Ambisi

Daya tarik yang luar biasa, tidak perduli terhadap kritik, ambisius,

pintar, bertalenta, senang akan tantangan, kadang egois, dapat

dipercaya, kadang pikiran menguasai kata hati dan memandang tinggi arti

persahabatan.

HORNBEAM, Si Citarasa Tinggi

Sangat peduli terhadap kecantikan dan kondisi tubuhnya, citarasa

tinggi, cenderung egois, membuat hidup senyaman mungkin, memimpin dengan

rasional, displin tinggi, rekan yang emosional tetapi berkualitas,

memimpikan pasangan yang luar biasa, jarang menyukai perasaannya

sendiri, tidak yakin dengan keputusannya.

FIG TREE, Si Sensitif

Sangat kuat / tangguh, mandiri, tidak membiarkan kontrakdisi atau

alasan, menyukai kehidupan, keluarga, anak - anak dan binatang, rasa

humor tinggi, pintar

OAK, Si Sehat Alami

Berani, Mandiri, kuat / tangguh, kalem, tidak menyukai perubahan, orang

aktif.

BIRCH, Si Inspirasi

Menyukai kehidupan, atraktif, elegan, modis,bersahabat, menyukai hidup

alami dalam ketenangan, tidak terlalu berambisi, penuh dengan

imaginasi, mampu menciptakan suasana yang tenang.

OLIVE TREE, Si Bijaksana

Menyukai surya, perasaan yang teang dan hangat, sangat rasional, adil,

menghindari keagresifan dan keributan, sangat toleransi, periang, kalem,

rasa keadilan yang terbina baik, sensitif, bebas dari rasa cemburu, suka

membaca dan teman yang menyenangkan.

BEECH, Si Kreatif

Citarasa baik, peduli terhadap penampilannya, materialistis, si

organizer yang baik untuk kehidupan dan perjalanan kariernya, ekonomis,

pemimpin yang baik, rasional, menjaga kondisi tubuh dengan baik seperti

diet, olahraga dll.

Nah... Pada cocok gak sama karekter masing2?

Telah Pulang Kerahmatullah Komedian Taufik Savalas pada pukul 22:11 WIB di Purworejo, Jawa Tengah.Seperti yang keterangan yang di dapat keterangan Koresponden Lativi di Tempat Kejadian Perkara Desa Kredetan Bablan Puworejo, komedian Taufik Savalas menghembuskan nafasnya ketika keberangkatannya ke Purbolinggo dalam acara promosi salah satu prodak sabun. Taufik berangkat bersama lima rekanya bernamaa Suharsono (Craw), Chaerudin (Pengemudi), Andriano (Manager) dan Indah...Namun yang selamat dalam mobil yang ditumpanginya bernomor B 2089 QH Andriano sang Manager dan rekanya Indah....Saat perjalanan ke lokasi tersebut rombongan Taufik Savalas di hantam Truk Gandeng bernomor D 9832 AA, sayangnya sopir dan kenetnya kabur dan tidak bertanggung jawab...sampai pagi ini jenazah masih di di rumah sakit Saras Husada....rencanann ya jenazah akan di bawa ke Jakarta Pagi dengan pesawat penerbangan pertama

MODUS BARU PERAMPOKAN DI JALAN RAYA

Hallo Semua,

Saya ingin menyampaikan sebuah isu yang sangat serius yang perlu anda
perhatikan : Peristiwa itu terjadi pada tiga orang karyawan kami 2
minggu
yang lalu.
Para Perampok melamparkan telur-telur ke kendaraan anda, ini tujuannya
agar
kemudian anda memperlambat laju kendaraan

lalu anda meng-aktifkan wiper kaca mobil.

Ketika wiper on, anda tidak dapat melihat kedepan. Justru inilah yang
diharapkan oleh perampok tersebut. Mereka berdiri dengan jarak beberapa
meter,

ketika mobil anda berhenti (atau anda keluar dari mobil), mereka akan
menyerang anda dan merampas mobil anda. Bisa jadi nyawa anda terancam.

Jika peristiwa tersebut terjadi dengan anda, tetaplah melajukan
kendaraan
anda. Anda disarankan untuk sedikit membuka kaca jendela mobil,
kemudian
longokkan kepala anda keluar jendela untuk tetap bisa melihat kedepan,
tetap
sambil jalan sampai anda merasa aman.

Silahkan di forward kepada rekan-rekan yang anda kenal. Mudah-mudahan
hal
itu akan menyelamatkan seseorang.

Lucas Neill
Koreksi Kesalahan

Performa tak sepadan dengan ekpektasi. Ya, seperti itulah penampilan perdana Australia di Piala Asia, Ahad (8/7). Bertabur bintang dan berpredikat unggulan utama turnamen, Socceroos yang digadang-gadang bakal langsung tancap gas ternyata justru nyaris dipermalukan Oman di Stadion Rajamangala, Bangkok.

Lucas Neill, berjanji bakal mengoreksi kesalahan dan tampil lebih baik.

Kalau bukan karena gol balasan Tim Cahill di menit-menit terakhir, skuad Aussie pasti sudah jadi bahan olok-olok di seantero Asia.

Toh Lucas Neill tetap optimistis. Palang pintu kawakan kelahiran 9 Maret 1978 itu malah mensyukuri hasil 1-1 tersebut.

Pria berpostur 183 cm tersebut mengaku memetik hikmah dari gim pertama dan yakin timnya bakal memperbaiki diri di partai-partai berikut. Berikut penuturan stoper West Ham United itu kepada Reuters seusai mengikuti sesi latihan Selasa (10/7).

Australia mengawali Piala Asia dengan penampilan yang tidak meyakinkan.

Ya, memang. Tapi kami akan tampil lebih baik. Italia pun mengawali Piala Dunia tahun lalu dengan sangat buruk. Mereka terseok-seok di awal, tetapi nyatanya pada akhirnya mampu menjadi kampiun. Jadi bukan soal tim yang paling lekas melakukan start, tapi tim yang berada di garis akhir di partai final.

Bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapi Irak pada gim selanjutnya, Jumat (13/7)?

Pada intinya kami akan tampil lebih baik. Saat jumpa Oman kami terlalu banyak membuang bola dan melakukan kesalahan yang tak perlu. Namun, kami akan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut dan fokus pada partai besok. Kami bakal mencari kemenangan atau minimal hasil imbang. Semoga saja kami bisa melaju ke babak berikut.

Apa hikmah atau pelajaran yang didapat dari hasil imbang versus Oman?

Sejujurnya kami beruntung bisa mencuri satu poin dari partai tersebut. Namun, ada bagusnya juga kami mendapatkan hasil seperti itu karena mempertebal tekad semua pemain untuk tampil lebih prima dan lebih maksimal. Bagi kami itu seperti tamparan kencang di pipi. Saya rasa kebanyakan masyarakat Australia berpikir kami akan melangkah mudah di turnamen ini. Nyatanya tidak. Kami akhirnya berhasil keluar dari penjara, tapi yang paling penting adalah kami belajar sesuatu dari partai lalu.

Jadi Anda sudah siap melawan Irak?

Well, tentu begitu. Gim kedua ini adalah partai terpenting kami. Jika kami menang maka itu akan memberi tekanan kepada tim-tim lain. Terlebih lagi raihan tiga angka akan meletakkan satu kaki kami di babak berikut.

Apakah pelatih akan mengubah komposisi tim? Atau ada perubahan strategi barangkali?

Yang pasti kami tak akan seperti saat melawan Oman, ketinggalan 0-1 lebih dulu lantas balik mengejar. Tak boleh terlalu sering bermain seperti itu. So, kami harus memastikan bahwa kamilah yang mencetak gol pertama. Sesudah itu barangkali baru meniru taktik Oman, yaitu agak mundur serta memperlambat tempo dan membuat lawan yang terpaksa mencoba membongkar pertahanan kami. (Barry Manembu/Foto: AFP)

Mimpi-mimpi Saya

"Aku punya mimpi hari ini...." (Martin Luther King, Jr.)

Merenungi apa yang sudah saya capai sejauh ini, saya tertegun. Tuhan
luar biasa. Ia membuat apa yang saya impikan di tahun 2005 (: menjadi
guru dan penulis) tercapai. Menyaksikan tulisan-tulisan saya menjadi
berkat (walaupun masih amat sedikit); dan mengajar, juga bercanda, di
tengah murid-murid saya yang kecil-kecil, bahagia rasanya. Indah
rasanya hidup ini.

Sebelumnya, tahun 2004, saya pernah punya sebuah daftar mimpi-mimpi
yang ingin saya raih hingga saya berusia 40 tahun. Namun suatu ketika
saya membakarnya. Saya merasa tak sanggup mencapainya. Saya tidak
tahu apakah ada orang yang lebih gila (selain saya) untuk bermimpi
menciptakan lagu, membuat buku, menjadi guru, mendirikan sekolah,
mendirikan panti asuhan, mendirikan usaha penerbitan, sekaligus
menjadi sutradara/produser/ penulis skenario film. Itu belum termasuk
mimpi-mimpi yang saya tuliskan setelah saya berusia 40 tahun: kalau
tak salah masih ada beberapa mimpi lagi yang saya tuliskan berkaitan
dengan dunia pelayanan (rohani) dan bisnis.

Setelah membakarnya, impian itu perlahan-lahan mulai bergeser -- juga
berkurang. Antara tahun 2005-2006 saya membuat suatu pernyataan
sederhana berawal dari mimpi di dalam hidup ini: "Aku akan menjadi
guru dan penulis yang berkualitas. Aku terpanggil untuk mencerdaskan
orang lain dan memberi sentuhan rohani yang bermakna bagi orang
lain." Pernyataan itu saya sering ulang-ulangi selama beberapa bulan.
Sampai akhirnya saya tak tahu kapan, pernyataan itu tak terulang-
ulang lagi.

Kini, sambil melihat masa lalu dan mereka-reka masa depan, saya
hendak kembali menjadi orang yang berani bermimpi. Saya ingin belajar
berani menyatakan impian saya sekalipun dianggap sebelah mata oleh
orang lain -- bahkan oleh Anda. Saya tak malu sekalipun impian itu
gagal dan akhirnya mengundang cercaan. Bahkan cercaan akibat
dianggapnya mimpi-mimpi ini yang terlalu muluk pada diri saya sebelum
mimpi itu gagal atau berhasil, juga tak apa-apalah. Pun hidup hanya
sekali, cercaan rasanya juga perlu diterima, daripada selalu dipuja-
puji.

Pertama, saya bermimpi mengarang sebuah novel sejarah yang saya rasa
cukup tebal. Paling sedikit 500 halaman (ketikan satu setengah spasi
di halaman kertas kuarto). Saya akan memulainya akhir tahun ini.
Novel ini akan saya karang selama 2-3 tahun dan nantinya akan saya
ikutkan lagi di lomba penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta. Saya
telah kalah tahun ini, dan saya akan tetap berjuang untuk kesempatan
berikutnya (mungkin 3 tahun lagi). Kalah maneh yo wis, sak karepe
dewan juri.

Kedua, saya bermimpi pergi ke luar negeri untuk melanjutkan
pendidikan saya. Bidang yang hendak saya ambil adalah pendidikan dan
kepenulisan. Negara yang saya akan tuju adalah Prancis dan Amerika.
Saya tidak tahu kapan akan pergi ke salah satu negara ini (lalu ke
negara berikutnya), tapi firasat saya menyatakan dua atau tiga tahun
lagi sejak sekarang.

Ketiga, saya bermimpi bisa menerbitkan dua hingga tiga buah buku
setahun mulai tahun ini. Buku-buku ini sebagian besar adalah fiksi.

Keempat, saya bermimpi menulis beberapa buah lagu. Saya tidak tahu
berapa buah lagu tepatnya -- tak ada target khusus. Saya amat suka
musik, dan tiada hari tanpa memetik gitar. Rasanya sayang kalau
kemampuan bermusik ini tidak dipakai untuk mencipta.

Kelima, dan terakhir, saya bermimpi untuk mendirikan sekolah dan
panti asuhan. Ini rasanya mimpi jangka panjang. Alasan utama
keberadaan mimpi ini adalah meningkatnya jumlah anak jalanan dari
tahun ke tahun. Selain itu, di desa-desa, pendidikan berkondisi amat
parah! Sekolah dan panti asuhan saya itu kalau bisa menjadi satu
kawasan. Di sana pendidikan dengan gratis diberikan, dan mata
pelajaran di luar kurikulum nasional yang ditambahkan di dalamnya
adalah "Semangat Hidup".

Demikianlah mimpi-mimpi saya. Saya bersyukur kalau apa yang saya
jalani di masa ini adalah penggenapan mimpi-mimpi saya di masa lalu.
Kepada Tuhan, yang telah menghadirkan mimpi-mimpi di benak saya (juga
yang telah menjadikan sebagian darinya menjadi kenyataan), saya
kembali bersujud sembah, untuk menyerahkan semuanya kepada-Nya.
Terpujilah nama-Nya. Ialah yang patut disanjung atas semua
keberhasilan yang mungkin akan tergapai -- juga telah tergapai --
berdasarkan mimpi-mimpi ini.

Haleluya.

~s.n~

***

Sumber Inspirasi (terima kasih):

1. Arie Saptaji, di website-nya
(http://www.geocitie s.com/denmasmart o), ada link pribadi "My Dreams",
yang berisi impian-impiannya. Saya membacanya lebih dari lima kali.

2. Andrea Hirata, yang kini sedang bermimpi untuk tinggal di desa
tertinggi di dunia, di dekat puncak Himalaya.

3. Film "Patch Adams" (dibintangi Robin Williams).

4. Film "Men of Honor" (dibintangi Robert De Niro dan Cuba Gooding,
Jr.).

5. Wawan Eko Yulianto, lewat blognya: http://berbagi-
mimpi.blogspot. com.

6. Gerry Candra, teman saya waktu SMP dulu, sang pemimpi yang pergi
ke Paris (http://www.friendst er.com/24534088).

============

Jagoan Kalah Dulu

Sempat kalah di pertandingan pertama fase grup, Brasil kini melangkah gagah ke partai final Copa America 2007. Pelatih Selecao, Carlos Dunga, merasa memang sudah sepantasnya Brasil melalui jalan yang terjal.

Menurut bekas gelandang Brasil tahun 1982-1998 yang mengoleksi 91 cap dan 6 gol ini, jagoan memang selalu kalah lebih dulu. “Untuk menjadi tim pemenang, Anda harus tahu rasanya menderita,” ucap Dunga kepada AFP.

Pria berusia 43 tahun ini merujuk pada aksi terakhir Selecao, yang nyaris tersingkir di semifinal. Brasil akhirnya menang 5-4 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.

Keberuntungan menemani Brasil ketika eksekusi penentuan Uruguay yang dilakukan Pablo Garcia gagal. Kiper Alexander Doni kemudian menjadi pahlawan dengan memblok penalti Diego Lugano. Portero Roma ini juga membendung eksekusi pertama Uruguay yang dilakukan Diego Forlan.

“Dalam momen yang paling sulit, Anda harus memiliki sikap, keberanian, dan bertarung sampai akhir,” ujar Dunga. Menurutnya, Brasil sudah menunjukkan karakter itu sejak kalah 0-2 dari Meksiko di laga pertama (27/6).

Itu juga sebuah momen yang sulit bagi Brasil karena mereka diragukan bakal mampu melangkah jauh. Nyatanya Selecao bisa bangkit dan bermain lebih meyakinkan.

Serupa di Final

Dunga sekarang meminta pasukannya mempertahankan sikap mereka di partai final, Minggu (15/7). Pasalnya, Brasil akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Pertandingan semifinal yang lain antara Meksiko dan Argentina berlangsung Rabu (11/7) atau Kamis (12/7) pagi WIB.

Entah Meksiko maupun Argentina yang akan dihadapi Brasil di final, mereka punya potensi untuk menghadirkan segudang kesulitan bagi Selecao. Meksiko pernah mengalahkan Brasil di fase grup, sedangkan Argentina disebut-sebut sebagai tim dengan permainan terbaik di turnamen ini.

Itu sebabnya Dunga tidak mau memilih salah satu di antara Meksiko atau Argentina. “Ini bukan pilihan. Kedua tim itu sama-sama kuat, berteknik tinggi, dan diisi kumpulan pemain dunia,” katanya di copaamerica.com.

Dalam 24 jam penantian kepastian siapa lawan Brasil, Dunga mengajak timnya merayakan kesuksesan lolos ke final. Ini adalah final kelima Selecao dalam enam edisi terakhir Copa America. Sebelumnya Brasil berhasil lolos ke pertandingan final tahun 1995, 1997, 1999, serta 2004. (Dwi Widijatmiko)

Nelson Acosta
Mundur karena Malu

Kekalahan 1-6 Cili dari Brasil di babak perempatfinal Copa America 2007 memang mengecewakan. Tapi, itu bukan alasan utama mengapa pelatih La Roja, Nelson Acosta, memutuskan mengundurkan diri, Selasa (10/7).

Acosta mundur lantaran malu karena tidak bisa mengontrol pemain. Sebelum laga perempatfinal, lima pemain Cili (Jorge Valdivia, Jorge Vargas, Pablo Contreras, Reinaldo Navia, dan Rodrigo Tello) membuat keributan di restoran hotel tempat La Roja bermarkas di kota Puerto Ordaz.

Mereka merusak peralatan restoran sekaligus mengganggu pengunjung yang lain karena merasa dilecehkan karyawan hotel. Acosta merasa bersalah karena ia yang memberikan waktu bebas kepada para pemainnya setelah La Roja meraih tiket lolos ke babak perempatfinal.

“Saya berhenti dari tim ini. Saya bertanggung jawab pada prestasi tim ini, di dalam maupun luar lapangan,” kata Acosta seperti dikutip situs EFE Online.

“Kami memang akan melakukan evaluasi pasca-Copa America 2007. Kami menghormati keputusan Acosta. Kami sekarang mendedikasikan waktu mencari siapa penggantinya,” ujar Presiden Asosiasi Nasional Pesepakbola Profesional Cili, Harold Mayne-Nicholls, kepada ESPN.

Arsitek Colo Colo, Claudio “Bichi” Borghi, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pelatih Cili yang baru. Acosta sendiri sesungguhnya sudah mengakar di Cili.

Ia pertama kali menjadi el entrenador La Roja antara tahun 1996-2001. Acosta membawa Cili lolos ke Piala Dunia 1998. Pria berusia 63 tahun ini kembali menangani Cili tahun 2005. Dia sempat mengundurkan diri tahun 2006, tapi kembali menjabat beberapa minggu kemudian. (wid)

Sepatu Emas
Siap Menetap di Brasil

Sejak perhelatan perdana Copa America 1916 silam, Uruguay dan Argentina tidak sebatas merajai gelar juara. Namun, koleksi masing-masing 14 trofi mereka ini juga mencakup predikat top scorer.

Argentina meloloskan total 17 top scorer, meski tujuh di antara berstatus pemilik sepatu emas bersama karena lebih dari satu pemain memiliki jumlah gol sama. Sementara itu, Uruguay sudah mewakilkan total 11 pemain tersubur, empat di antaranya berbagi gelar.

Nasib Brasil? Mungkin tujuh gelar juara yang baru mereka raih bisa menjawab minimnya koleksi sepatu emas Copa America milik Selecao di lemari kaca CBF (federasi sepakbola Brasil). Dalam 33 edisi awal saja, Brasil bahkan hanya sanggup mencetak enam top scorer (tiga gelar bersama).

Pada 1983, Roberto Dinamite menjadi pengumpul gol terbanyak Copa America. Ini bisa dikatakan sebagai pencapaian terbaik salah satu putra Brasil setelah era Pele pada 1959, yang juga nangkring di tangga teratas dalam daftar top scorer.

Kendati demikian, peruntungan Samba berubah drastis dalam dua dasawarsa ke belakang. Seiring dengan bertambahnya laju argo gelar juara, negeri yang menempati urutan kelima dalam hal luas wilayah dan populasi ini, secara perlahan tapi pasti juga mengalami surplus top scorer.

Indikasi konkret tampak pada tambahan empat gelar juara Brasil di 10 perhelatan terakhir berbanding lurus dengan masuknya lima penghuni Tim Kuning-Biru dalam kategori kaki dan kepala tersubur.

Setelah Dinamite, yang menyumbang tiga gol (1983), berikut menyusul nama-nama Bebeto (1989, 6 gol), Ronaldo (1997, 7), serta Rivaldo dan Ronaldo (1999, 5). Aristizabal (Kolombia) sempat mencuri golden shoe pada 2001 (6 gol), tapi kembali direbut Brasil pada 2004 lewat Adriano (7 gol).

Pada turnamen ke-42 yang digelar di Venezuela kali ini, tampaknya sepatu emas bakal kembali menetap di bumi Brasilia. Pasalnya menjelang partai puncak di Maracaibo, Ahad (15/7), Robinho tengah duduk nyaman di tampuk pimpinan klasemen top scorer berkat enam golnya.

Pesaing Robbo yang masih mungkin menyalip di tikungan terakhir antara lain Juan Riquelme (Argentina, 4 gol), dan Nery Castillo (Meksiko, 4), dan Diego Forlan (Uruguay, 3). Trio ini masih menyimpan satu laga (final dan perebutan tempat ketiga).

Namun, melihat aksinya yang sedang tajam-tajamnya, rasanya tak ada alasan untuk tidak menjagokan penyerang Real Madrid ini. (Sapto Haryo Rajasa)

NFA takes emergency enforcement action against South Florida firm, Forward Forex, Inc.

July 9, Chicago - National Futures Association (NFA) announced that it has taken an emergency enforcement action against Forward Forex, Inc. (Forward Forex), a Futures Commission Merchant and Forex Dealer Member, located in Hollywood, Florida. The Member Responsibility Action prohibits Forward Forex from soliciting, introducing, or accepting any additional customer accounts or customer funds, including foreign currency (forex) transactions. The action also prohibits Forward Forex from acting as a counterparty to any forex transactions. Additionally, the action prohibits Forward Forex from distributing promotional material, advertising, or maintaining any Web sites which promote Forward Forex.

The action, which is effective immediately, is deemed necessary to protect customers because Forward Forex and its employees are unwilling or unable to answer critical audit inquiries, including questions concerning customer complaints and financial transactions relevant to NFA's pending audit examination. During NFA's examination, NFA has repeatedly requested the presence and cooperation of Forward Forex's sole owner and chief executive officer (CEO) Onelio Murias. Forward Forex failed to make Murias available to answer questions necessary for NFA to complete its audit.

The action will remain in effect until Forward Forex has demonstrated that it is in complete compliance with all NFA requirements. Forward Forex may request a hearing before NFA's Hearing Committee.

NFA is the premier independent provider of innovative and efficient regulatory programs that safeguard the integrity of the derivatives markets.

You are receiving this message because you subscribed to the email subscription list on NFA's Web site. To cancel or change your subscription at any time, visit the Email Subscriptions page on our Web site at www.nfa.futures.org/news/subscribe.asp.