Benayoun Melenggang ke Anfield
London - Satu lagi pemain incaran Liverpool bakal terjaring ke Anfield. Gelandang internasional Israel Yossi Benayoun tak lama lagi diperkirakan jadi anggota baru The Reds.
Meminang Benayoun sebenarnya sudah cukup lama dilakukan Liverpool, hampir sekitar satu bulan. Namun selama ini mereka tidak mencapai kecocokan harga dengan West Ham selaku pemilik pemain tersebut.
Kesepakatan itu tercapai juga, namun kedua pihak untuk sementara merahasiakan nilai fee tersebut.Demikian dikatakan agen Benayoun, Ronen Katzav, seperti dikutip AFP, Rabu (11/7/2007) dinihari WIB.
"Proses kepindahan ini bisa selesai dalam 48 jam ke depan. Semua orang pasti senang bermain untuk Liverpool. West Ham akan selalu ada di hatinya, tapi dia ingin naik level," ungkap Katzav.
Deal Liverpool dan The Hammers terjadi tak lama setelah kedua klub sepakat membisniskan Craig Bellamy. Striker Wales itu dilepas ke Upton Park dengan harga 7,5 juta poundsterling.
Setelah merintis karirnya di dua klub Israel, Hapeol Be'er Sheva dan Maccabi Haifa, pada 2002 Benayoun mulai berkarir ke luar negeri. Ia bermain selama dua musim di Spanyol bersama Racing Santander sebelum digaet West Ham di tahun 2005.
Gelandang berusia 27 tahun itu menjadi pemain bintang ketiga yang dibeli Liverpool pada bursa transfer musim panas ini setelah Andriy Voronin dan Fernando Torres, keduanya berposisi penyerang. (a2s/din)
Camoranesi Sudah, Nedved Belum
Turin - Kesepakatan perpanjangan kontrak antara Juventus dan Mauro Camoranesi akhirnya tercapai. Juventini kini tinggal berharap hal serupa terjadi untuk Pavel Nedved.
Camoranesi dipastikan menyudahi ancamannya meninggalkan "Si Nyonya Tua" karena keinginannya naik gaji terpenuhi dalam kesepakatan kontrak baru mereka.
Disebutkan agennya dan dilansir Channel4, Rabu (11/7/2007) dinihari WIB, Camoranesi telah terikat sampai 30 Juni 2010, atau satu tahun lebih lama dari agreement sebelumnya, dan digaji 1,9 juta poundsterling per musim.
Pria kelahiran Argentina berusia 30 tahun itu, yang memilih memperkuat timnas Italia sejak 2003 itu, bergabung dengan Juventus pada 2002 dan hingga kini telah membela klub raksasa Turin itu sebanyak 206 kali dan mencetak 21 gol.
Dengan beresnya urusan Camoranesi berarti tinggal Nedved yang belum selesai. Sama seperti kebanyakan bintang Juve, ia masih ingin melanjutkan karirnya di Delle Alpi asal ada penyesuaian gaji.
Berbeda dengan Camoranesi yang mengancam hengkang, bintang Republik Ceko berusia 34 tahun itu mengisyaratkan pensiun apabila bayarannya tidak dinaikkan oleh direksi Juve.
Sebetulnya ada rumor bahwa Nedved akan hijrah ke Inter jika tuntutannya tidak dipenuhi. Namun rumor itu tidak terbukti karena ia tetap tidak berada di San Siro setelah kontraknya habis minggu lalu.
Sebelum Camoranesi Juve telah berhasil mempertahankan dua bintangnya yang lain, yakni David Trezeguet dan Gianluigi Buffon. Kepada keduanya masing-masing diberi kontrak baru sampai 2011 dan 2012.
Jo Bonfrere
Indonesia Punya Tradisi Bagus
Nama Jo Bonfrere sempat melejit ketika mengantar Nigeria meraih medali emas Olimpiade 1996. Di Asia, pelatih asal Belanda ini juga tidak asing karena pernah menangani Qatar, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan. Pada Piala Asia 2004, sosok yang kini berusia 61 tahun ini membawa Korsel ke perempatfinal, tapi dihentikan Iran dengan skor 4-3.
Jo Bonfrere, menyebut Australia sebagai tim terkuat di Piala Asia 2007.
Kini ia melatih klub Dalian Shide. Ketika diwawancara oleh FIFA.com menyangkut Piala Asia 2007, Bonfrere menyebut Indonesia punya potensi untuk membuat kejutan karena punya tradisi bagus jika menghadapi tim besar.
Apa yang Anda ingat dari Piala Asia 2004 dan menurut Anda seberapa bagus Korea sekarang?
Meski kalah di perempatfinal, kami tidak bermain buruk di Piala Asia 2004. Kami menang atas Kuwait dan UEA untuk lolos ke babak kedua dan pertandingan melawan Iran sangat ketat hingga kalah tipis. Saya tidak tahu persis kekuatan Korea sekarang seperti saat menjadi pelatih, tapi yang saya lihat mereka harus bermain lebih baik di depan jika ingin menjadi juara.
Republik Korea menjadi juara Asia pada 1956 dan 1960 serta berpengalaman di Piala Dunia. Dengan fakta tersebut, apakah Anda berpikir mereka punya asal-usul untuk menjadi juara yang pertama kali dalam 47 tahun?
Ada beberapa kandidat juara termasuk Republik Korea. Tapi, hasil pertandingan di Asia akan sulit diprediksi karena jarak antara tim yang secara tradisi memiliki kekuatan dan para underdog selalu tipis.
Mereka berada satu grup dengan Arab Saudi, Bahrain, dan salah satu tuan rumah, Indonesia. Seberapa sulit bagi mereka untuk lolos ke delapan besar?
Well, tidak ada pertandingan yang mudah untuk semua tim, tapi Korea akan lebih sulit dengan kehadiran dua negara Asia Barat. Biasanya tim-tim seperti Arab Saudi dan Bahrain lebih bagus secara individual. Mereka bagus dalam menyerang dan membuat banyak peluang. Saya berharap Korea lebih bagus dalam mengorganisasi permainan sehingga pertandingan akan sangat menarik.
Jepang bisa merebut juara untuk ketiga kali secara beruntun, bagaimana peluang mereka?
Jepang akan mencuat dengan beberapa bintang yang bermain di Eropa, yang sempat gagal dalam beberapa kesempatan. Tapi, masih terlalu dini untuk memprediksi siapa yang akan juara.
Mereka berada segrup dengan Vietnam, Qatar, dan UEA. Akankah mereka merasa yakin untuk lolos ke perempatfinal?
Saya kira Jepang akan menjadi juara grup dengan Qatar dan UEA berebut posisi kedua. Jepang akan mendapat kesulitan saat menghadapi dua tim ini. Saya melihat kualitas mereka sekelas Arab Saudi.
Tiga kali juara, Iran berada di grup bersama Uzbekistan dan Cina. Apa pendapat Anda soal peluang mereka?
Iran tidak sekuat tiga tahun lalu. Mereka adalah tim transisi, dengan banyak pemain bagus mulai tua dan pemain-pemain muda tengah berusaha membuktikan diri. Mereka mungkin akan kesulitan.
Ali Daei sudah mundur, siapa yang akan menggantikannya untuk memimpin tim?
Pemain sepertai Ali Daei sangat spesial. Ia mencapai level yang sangat jarang diraih oleh pemain sebagai pemimpin tim yang memiliki kemampuan, visi, dan kualitas kepemimpinan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ali Karimi dan Mehdi Mahdavikia juga pemain yang brilian, tapi mereka akan sulit menggantikan peran Daei.
Apakah Anda melihat tim Cina tidak konsisten?
Tidak konsisten terjadi di setiap tim, tapi saya melihat terlalu banyak jumlah pertandingan yang dijalani tim-tim. Pemain Cina kesulitan untuk menjalaninya. Para pemain harus diberi lebih banyak waktu untuk istirahat secara mental dan fisik di antara pertandingan ke pertandingan.
Meski menghadapi Thailand, Irak, dan Oman, banyak yang yakin Australia akan lolos ke fase knock-out. Seberapa bagus mereka akan bermain?
Dengan basis para pemain yang tampil di Inggris, Australia tidak diragukan sebagai tim terkuat. Kekuatan mereka adalah mentalitas yang ditunjukkan kepada dunia sewaktu Piala Dunia terakhir, they never say die.
