Search blog.co.uk

Posts archive for: 10 July, 2007
  • Brasil 1970 Tim Terbaik Sepanjang Masa

    Jakarta - Ada banyak tim dengan raihan fantastis sepanjang sejarah sepakbola di seluruh dunia. Tapi jika dipilih siapa yang paling baik, Brasil 1970 berhak mendapatkannya.

    Anda boleh setuju, boleh juga tidak. Tapi setidaknya begitulah hasil polling yang digelar majalah World Soccer yang mereka klaim didapat dari para ahli sepakbola di seluruh dunia. Demikian Yahoosports, Selasa (10/7/2007).

    Di gelar di Meksiko, Brasil yang saat itu masih diperkuat Pele meraih gelar ketiganya dengan sangat meyakinkan. Setelah menundukkan Inggris, Cekoslovakia dan Rumania di fase grup, perjalanan Carlos Alberto cs berlanjut dengan mengatasi Peru (4-2) di perempatfinal, Uruguay (3-1) di semifinal dan ditutup dengan kemenangan telak 4-1 atas Italia di partai puncak.

    "Lebih dari sebuah tim. Brasil memenangi Piala Dunia 1970 dengan sangat baik dan menjadi mitos, sebuah tim yang pantas dianggap sebagai lambang terbaik dari permainan indah," begitu World Soccer mengibaratkan Brasil 1970.

    Berada di posisi dua klub terbaik sepanjang masa adalah Hungaria 1953 disusul Belanda dengan tottal football-nya di Piala Dunia 1974. AC Milan menjadi klub dengan posisi tertinggi dengan The Dream Team-nya tahun 1989-1990 dan berada di posisi empat.

    Selain tim terbaik, World Soccer juga melakukan polling soal pertandingan terbaik dan gol terbaik sepanjang masa.

    Untuk kategori pertama, laga Italia versus Jerman barat yang berkesudahan 4-3 untuk Azzurri di semifinal Piala Dunia 1970 berada di posisi teratas. Sementara posisi dua ditempati comeback gemilang Liverpool atas AC Milan di final Liga Champions 2005.

    Gol Maradona setelah melakukan Solo run sejauh 60 meter melewati enam pemain Inggris di semifinal Piala Dunia 1986 menjadi gol terbaik. Sementara tendangan voli fenomenal Marco van Basten ke gawang Uni Soviet di Piala Eropa 1988 berada di posisi dua, diikuti sepakan kaki kiri Zinedine Zidane ke gawang Bayer Leverkusen di Liga Champions 2002.

    Tim Terbaik
    1 Brazil 1970
    2 Hungary 1953
    3 Holland 1970
    4 Milan 1989-90
    5 Brazil 1958
    6 Real Madrid 1956-60
    7 7 Brazil 1982
    8 Barcelona 1991-94
    9 Italy 1934-38
    10 France 1998- 2000

    Pertandingan Terbaik
    1 Italy 4-3 West Germany (semifinal Piala Dunia 1970)
    2 Liverpool 3-3 Milan (final Liga Champions 2005)
    3 Real Madrid 7-3 Eintracht Frankfurt (Final Piala Champions 1960),
    4 West Germany 3-3 France (semifinal Piala Dunia 1982)
    5 Hungary 4-2 Uruguay (semifinal Piala Dunia 1954)
    6 France 1-1 Brazil, (perempatfinal Piala Dunia 1986)
    7 England 4-2 West Germany (final Piala Dunia 1966)
    8 Brazil 4-1 Italy (final Piala Dunia 1970)
    9 Benfica 5-3 Real Madrid (Final Piala Champion 1962)
    10 England 3-6 Hungary (pertandingan persahabatan 1953)

    Gol Terbaik
    1 Diego Maradona (Argentina vs Inggris, semifinal Piala Dunia 1986)
    2 Marco Van Basten (Belanda vs Uni Soviet, final Piala Eropa 1988)
    3 Zinedine Zidane (Real Madrid vs Bayer Leverkusen, final Liga Champions 2002)
    4 Saeed Owairan (Arab Saudi vs Belgia, babak pertama Piala Dunia 1994)
    5 Pele (Brasil vs Swedia, final Piala Dunia 1958)
    6 Archie Gemmill (Skotlandia vs Belanda, babak pertama Piala Dunia 1978)
    7 Carlos Alberto (Brasil vs Italia, final Piala Dunia 1970)
    8 Ferenc Puskas (Hungaria vs Inggris, pertandingan persahabatan 1953)
    9 Diego Maradona (Argentina vs Belgia, semifinal Piala Dunia 1986)
    10 Lionel Messi (Barcelona vs Getafe, semifinal leg pertama Piala Raja 2007)

  • Kanoute Minta Uang Lebih

    Sevilla - Sevilla boleh memegang ucapan Frederic Kanoute bahwa dirinya masih ingin membela Rojiblancos. Biar lebih menjamin, klub tersebut harus memberinya uang lebih.

    Usai membawa Sevilla mempertahankan Piala UEFA bulan Mei lalu Kanoute langsung membuat komitmen untuk bertahan di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan. Itu reaksi dia terkait rumor beberapa klub Premiership ingin membawanya kembali ke Inggris.

    Namun mantan penyerang West Ham dan Tottenham Hotspur itu memunculkan syarat. Dilaporkan koran El Pais, Senin (9/7/2007), Kanoute menginginkan kenaikan gaji.

    "Saya harus bicara dengan klub karena saya ingin memperoleh uang lebih banyak. Saya senang di Sevilla, tapi saya ingin dinilai seperti teman-reman setimku yang lain," ungkap pria asal Mali itu.

    Kanoute musim lalu mengemas 21 gol untuk membantu Sevilla finis di urutan ketiga La Liga. Dalam klausul kontraknya Kanoute bisa otomatis bernegosiasi dengan klub lain apabila memberi penawaran kepada Sevilla seharga 15 juta euro.

  • Malouda Dibantu Drogba

    London - Pertemanan yang awet di antara Florent Malouda dan Didier Drogba membuat mereka berkumpul lagi. Adalah Drogba yang disebut Malouda mewujudkan reuni tersebut.

    Malouda per Senin (9/7/2007) malam WIB ini resmi menjadi pemain Chelsea. Ia dibeli dari Olympique Lyon seharga 20 juta euro, namun pihak The Blues masih merahasiakan nilai dan durasi kontrak pemain barunya itu.

    Dikatakan winger internasional Prancis itu, Drogba menggunakan pengaruhnya untuk mempersuasi direksi Chelsea untuk memboyong dirinya ke Stamfrod Bridge.

    "Didier sedikit menekan, bahkan banyak," ujarnya merujuk pada bintang Pantai Gading yang pernah bermain bersama dirinya di Guingamp, sebelum keduanya pindah ke klub yang lebih besar: Drogba ke Marseille, Malouda ke Lyon.

    Kemudian, lanjut Malouda dalam penuturannya kepada harian L'Equipe, presiden Lyon Jean-Michel Aulas memberinya lampu hijau untuk pindah. Dari sana pemain kidal itu merasa makin mantap untuk meninggalkan Stade de Gerland.

    Pemain Liga Prancis terbaik musim lalu itu mengaku punya beberapa alasan untuk pindah ke Chelsea, antara lain menyukai permainan tim tersebut, pelatih Jose Mourinho tampak serius menginginkan dirinya, dan tertarik untuk menjalani kehidupan di London.

    "Yang paling penting adalah saya merasa mereka sangat menginginkan saya. Saya juga merasa gaya permainan mereka cocok dengan karakter saya," tukas pria berusia 27 tahun itu, yang menyandang predikat pemain terbaik Liga Prancis musim lalu.

  • Laudrup Isi Posisi Schuster di Getafe

    Madrid - Kursi pelatih Getafe yang kosong setelah ditinggal Bernd Schuster langsung ada yang menduduki. Pemiliknya adalah mantan pemain sekaligus legenda Denmark, Michael Laudrup.

    Kabar Laudrup bakal berlabuh di Coliseum Alfonso Perez sebenarnya sudah berhembus beberapa waktu lalu, tepatnya saat Fabio Capello dipecat Real Madrid dan isu kepindahan Schuster ke Santiago Bernabeu makin santer terdengar.

    Berita tersebut ternyata bukan sekedar isu. Senin (9/7/2007) ini, klub berjuluk Los Azulones itu mengumumkan dalam situs resminya kalau Laudrup bakal menjadi bos Cosmin Contra cs dalam waktu dekat.

    Tak disebutkan berapa lama kakak Brian Laudrup itu diikat serta gaji yang yang dijanjikan Getafe. Dia rencananya baru akan diperkenalkan kepada fans dan media pekan depan.

    Setelah di antaranya sempat membela Juventus, Barcelona dan Real Madrid, Michael Laudrup memulai karir kepelatihannya sebagai asisten timnas Denmark dalam kurun 2000-2002.

    Prestasi sebagai pelatih baru didapat pria 43 tahun itu saat membesut Brondby tahun 2002 sampai 2006. Di klub raksasa Denmark, Laudrup meraih lima gelar juara yakni Piala Super Denmark, Piala Denmark, Denmark Superliga serta dua penghargaan pelatih terbaik Liga Denmark. (din/a2s)

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.