Search blog.co.uk

Posts archive for: 7 May, 2007
  • Sekilas berita bola

    Geser Ruudtje, Rooney-Ronaldo Sejajar Cole-Yorke

    Jakarta - Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo menjadi kunci sukses Manchester United musim ini. Dapat disejajarkan dengan Andy Cole dan Dwight Yorke, Ruud van Nistelrooy pun tergantikan.

    Keputusan Sir Alex Ferguson melepas van Nistelrooy ke Real Madrid di awal musim ini sempat mengundang tanda tanya. Bagaimana tidak, bomber asal Belanda itu adalah terbukti mematikan di depan gawang lawan. Buktinya adalah 150 gol yang telah dicetaknya dalam 219 laga bersama "Setan Merah".

    Namun ternyata keputusan Fergie melepas Meneer Ruudtje tidaklah keliru. Kepergian itu justru memicu lahirnya duet maut dari sosok belia Rooney dan Ronaldo. Skenario regenerasi itulah yang kini membawa MU sukses menggondol gelar Premiershipnya sejak 2002/03 silam.

    Dari 83 gol yang dicetak Red Devils di Liga Inggris musim ini, duet Rooney dan Ronaldo berkontribusi dengan melahirkan 31 gol diantara keduanya --Rooney 14 gol dan Ronaldo 17 gol. Nama terakhir bahkan masih berpeluang menjadi topskor, walau masih minus dua gol dari Didier Drogba yang jadi topskor sementara.

    Jelas saja, kesuburan dua pemain itu membuat Old Trafford tidak bakal merindukan produktivitas Ruudtje dalam menjebol gawang lawan. Dan itu pun sudah diyakini Fergie sejak awal.

    "Saya selalu mengagumi kemampuan mencetak gol dia (Nistelrooy) dan saya pikir semua orang pasti mengira-ngira bagaimana kami akan bertahan tanpa golnya. Tapi saya cukup yakin kami akan mampu menebar ancaman di depan gawang lawan," tukas manajer asal Skotlandia itu dilansir The Sun, Senin (7/5/2007).

    Kepercayaan itu memang dijawab tuntas oleh Rooney dan Ronaldo. Secara total, duet bintang muda Inggris-Portugal itu sudah melahirkan 46 gol --masing-masing mencetak 23 gol-- di seluruh kompetisi yang diikuti MU musim ini.

    Tak pelak, sang manajer pun menyejajarkan keduanya dengan duet Dwight Yorke dan Andy Cole. "Striker kembar" itu mencetak total 53 gol saat membantu MU meraih Treble 1998/99.

    Walau disejajarkan, Rooney-Ronaldo sedikit lebih unggul dari pendahulunya itu. Alasannya, duet yang ada sekarang bukanlah duet dua orang striker yang memang bertugas mencetak gol. Jangan lupa, walaupun subur di depan gawang lawan, Ronaldo tetap seorang winger, bukan penyerang murni.

    "Performa Rooney dan Ronaldo sangat luar biasa. Mereka bisa melahirkan gol diantara keduanya walau tanpa kondisi yang sama seperti Yorke dan Cole," pungkas Fergie.

    Namun duet masa kini itu bukan tanpa cela. Yang paling nyata adalah ketidakmampuan mereka membawa MU menggondol tiga gelar dalam semusim, berbeda seperti pendahulunya.

    9 Mei, Bukan Final tapi Pesta

    Jakarta - 9 mei mendatang harusnya jadi final ideal antara Chelsea kontra Manchester United. Tapi Stamford Bridge justru akan menjadi tempat digelarnya pesta juara The Red Devils.

    Saat Liga Ingris memasuki pekan ke-32, di Minggu pertama April lalu, siapa yang bakal meraih gelar juara musim ini masih tanda tanya besar. Tumbangnya MU di kandang Portsmouth sementara Chelsea menang 1-0 atas Watford membuat selisih poin yang sebelumnya konstan di angka enam terpangkas menjadi tiga.

    Tak mengherankan pula kalau banyak pihak yang menyebut laga pekan ke-37 antara Chelsea dengan MU akan menjadi semacam final untuk menentukan siapa kampiun Premiership musim ini.

    Tapi kondisi tersebut berubah dalam cepat dalam dua pekan terakhir. Saat The Red Devils terus meraih kemenangan, The Blues malah dua kali tertahan (atas Newcastle United dan Bolton Wanderers) yang membuat jarak keduanya kembali melebar.

    Puncaknya terjadi di pekan ke-36 sepanjang Sabtu dan Minggu ini. Keberhasilan MU mengungguli saudara sekotanya Manchester City, tak diikuti Chelsea yang justru ditahan imbang tetangga London-nya, Arsenal. Selisih tujuh poin dengan dua partai tersisa, lepaslah gelar juara yang dua tahun terakhir terparkir di Stamford Bridge.

    Alhasil partai "final" yang sedianya akan digelar di Stamford Bridge, Rabu (9/5/2007) mendatang menjadi kehilangan greget kalau tak mau dibilang tinggal formalitas saja. Memang masih ada gengsi besar yang dipertaruhkan, namun mengingat masih ada final lain di partai puncak Piala FA 19 Mei mendatang asumsi laga tersebut bakal kurang menggigit cukup beralasan.

    Chelsea mungkin akan ngotot memenangi laga tersebut untuk menghindarkan mereka dari malu dan kekecewaan lain. Namun apapun hasil akhir usai 90 menit pertandingan, kenyatan pahit harus ditelan The Blues karena kandang kebanggaan mereka justru akan menjadi tempat digelarnya pesta juara MU. John Terry cs dipaksa ikhlas melihat lapangan yang menjadi rumah mereka "dikotori" selebrasi juara MU.

    MU pastinya sudah berpesta sejak peluit akhir pertandingan Arsenal vs Chelsea di bunyikan, namun secara resmi selebrasi MU baru akan digelar Rabu mendatang saat mereka secara resmi diserahi tropi juara Liga Inggris di atas lapangan. Ya, Ryan Giggs cs akan melakukan victory lap sambil mengangkat tinggi-tinggi tropi juara dalam kondisi badan basah bermandi campagne, dan semua itu terjadi di Stamford Bridge.

    Pahit buat Chelsea, manis untuk MU. Bagi Alex Ferguson dan pasukannya, tak ada yang lebih menyenangkan selain menggelar pesta kemenangan justru di kandang musuh bebuyutannya. Apalagi ini juga akan menjadi pembalasan setimpal setelah musim lalu di tempat yang sama MU justru datang mengantar gelar juara karena ditaklukkan 0-3.

    Satu-satunya yang harus dilakukan The Blues kini adalah menghindari kekalahan di partai tersebut. Soalnya selain memberi dua kemenangan sekaligus buat "Setan Merah", tumbang di kandang atas MU jelas seperti mencoreng wajah sendiri. (din/ian)

    Piala FA, Pembuktian Akhir MU-Chelsea Musim ini

    Jakarta - Piala FA mungkin cuma turnamen kelas dua di Inggris. Tapi musim ini nilainya melonjak tinggi karena menjadi penentu siapa yang lebih baik di Inggris: Manchester United atau Chelsea.

    Demikianlah fakta yang tak terhindarkan setelah Liga Inggris menyelesaikan pekan ke-36 sepanjang Sabtu (5/5/2007) hingga Minggu (6/5/2007) semalam. Kemenangan 1-0 MU atas Manchester City, disusul kegagalan Chelsea menuai poin maksimal saat bertandang ke Arsenal, membuat perebutan gelar juara Premier League berakhir dengan "Setan Merah" menjadi juara.

    Tapi persaingan untuk menentukan siapa yang lebih superior di Inggris musim ini belum berakhir. Final Piala FA yang akan digelar 19 Mei mendatang menjadi the real final antara dua klub tersebut.

    Bisa disebut demikian lantaran saat ini The Red Devils dan The Blues dalam posisi imbang 1-1. Poin satu Chelsea didapat dari Piala Carling yang direbut bulan Februari silam, sedangkan nilai MU tentu saja dari gelar juara Liga Inggris yang baru dipastikan beberapa jam lalu.

    Chelsea dan MU memang masih akan berhadapan di Liga Inggris midweek ini di Stamford Bridge. Namun dengan kepastian gelar juara di tangan, sangat mungkin semangat Ryan Giggs cs menghadapi laga tersebut tak sepenuh hati lagi. Tinggallah Piala FA menjadi duel sengit musim ini.

    Buat Chelsea laga final di Wembley nanti mungkin punya gengsi yang lebih tinggi. Soalnya meski kini skornya masih 1-1 tapi prestise Premier League tentu lebih besar ketimbang Piala Liga yang mereka menangi.

    Apalagi sebelumnya mereka memasang target wah dengan meraih quadruple. Setelah kegagalan beruntun di Liga Champions dan Liga Inggris, Jose Mourinho tentu tak mau justru menderita treble kegagalan.

    Kondisi MU juga tak jauh beda. Setelah tekad mengulang kisah delapan tahun silam saat meraih treble pupus di tangan AC Milan, dua gelar musim ini tentu bisa menjadi obat mujarab menghapus kekecewaan. Apalagi sejak musim 2003-2004 Fergie babes cuma meraih satu gelar tiap tahun -- kecuali musim 2004-2005 yang dilalui tanpa satu gelar pun diraih.

    Dengan kondisi seperti itu, Piala FA jelas punya nilai lebih tinggi. Akankah Chelsea mempertahankan dominasinya dalam dua musim terakhir, atau MU yang bakal menyalip setelah sempat tertinggal 0-1? Jawabnya tentu masih harus ditunggu hingga 19 Mei mendatang.

    Mourinho di Lini Depan Pasukannya

    Jakarta - Melihat kegagalan Chelsea mengalahkan Arsenal tadi malam tidak seperti menyaksikan sebuah tim besar yang jadi pecundang -- berkat pemimpin perang bernama Jose Mourinho.

    Di Emirates Stadium, Minggu (6/5/2007), Mourinho menggerak-gerakkan pulpen ke pahanya ketika Khalid Boulahrouz menjatuhkan Julio Baptista di kotak penalti dan wasit menunjuk ke titik putih. Mourinho tahu hukuman penalti buat Arsenal seperti hukuman mati di pengadilan.

    Pada saat itu kondisi Chelsea laksana sekelompok kecil prajurit Sparta menghadapi pasukan Persia pimpinan Raja Xerxes: tak punya kesempatan menang. Dalam keadaan wajib menang, Chelsea malah tertinggal dan kalah jumlah pemain.

    Tapi Chelsea miliki Mourinho, seperti Sparta mempunyai Raja Leonidas (dalam film 300), yang dengan suara lantang tak henti-hentinya membangkitkan semangat sekitar 300 prajurit elitnya agar tidak gentar menghadapi ratusan ribu pasukan Persia.

    Mungkin seperti itu pula yang dilakukan Mourinho di ruang ganti saat turun minum. Apapun retorika yang disampaikannya, anak-anak buahnya terbukti bertarung habis-habisan di sepanjang babak kedua.

    Secercah harapan muncul tatkala Michael Essien -- prajurit paling tak kenal lelah di kubu The Blues tadi malam -- mencetak gol balasan. Gol itu belum menyelamatkan pasukannya, tapi cukup berarti untuk meninggikan keberanian untuk terus bertarung.

    Tiga kali Chelsea melakukan shot on goal berbahaya, tapi selalu dipatahkan Jens Lehmann. Beruntung pula mereka tidak kebobolan lagi oleh sundulan William Gallas dan tembakan Alexander Hleb.

    Keberuntungan akhirnya tidak berpihak. Leonidas dan pasukannya ditumpas Xerxes. Mourinho dan skuadnya pun gagal menaklukkan Arsenal, dan harus menyerahkan titel Premiership kepada Manchester United.

    Namun tugas Mourinho tidak berhenti di situ. Ia tidak membiarkan prajurit-prajuritnya yang gagah berani itu merasakan kepedihan. Ia menyuruh stafnya untuk merangkul para pemainnya dan tidak lesu. Salomon Kalou, misalnya, hanya punya waktu beberapa detik untuk duduk loyo di lapangan sebelum dibangkitkan oleh ofisial Chelsea.

    Sementara Mourinho menunjukkan bagaimana seorang prajurit harus menyikapi kekalahan yang diderita dari sebuah perlawanan hebat. Ia memerintahkan timnya berkumpul dan membalas dukungan suporternya. Kalah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sesuatu yang baru.

    Maka Kapten John Terry pun tidak berlama-lama berdiam diri merenungi kegagalannya mengangkat tropi juara seperti dua musim terakhir. Ia segera membuka kaosnya dan melemparkannya ke arah pendukung The Blues, lalu bersama-sama timnya mendekati suporternya.

    Mourinho tampak sibuk bergerak. Bahasa non-verbalnya menunjukkan betapa Chelsea dan fansnya tidak boleh sedih atas kegagalan tersebut. Ia terus mengangkat kepalanya lebih tinggi, sebagai simbol bahwa kebanggaan tidak boleh dihilangkan oleh kekalahan.

    Ucapan-ucapan Mourinho pun tidak sedikitpun menggambarkan kegagalan. MU tidak dinilainya lebih baik daripada mereka. "Masalahnya adalah, tim dengan jumlah poin lebih banyak adalah pemenang," tukasnya.

    Selebihnya ia menghamburkan kata-kata pujian pada pasukannya. "Harus saya katakan, barangkali saya lebih bangga sekarang ketimbang waktu kami jadi juara."

    Di penghujung perjuangan Mourinho berada di garis terdepan Chelsea, bukan sekadar menjadi orang di balik layar. Ia tahu kapan waktunya membalas Frank Lampard cs yang selalu berada di belakang dirinya sewaktu diterpa isu bakal didepak Roman Abramovich.

    "Sepanjang musim ini pemain-pemainku menjadi pahlawan atas segalanya. Mereka sungguh brilian. Ini adalah sebuah pertandingan yang akan selalu diingat dan menunjukkan betapa besar Chelsea sebagai sebuah klub," demikian Mourinho.

  • HASRAT UNTUK BERUBAH

    Terukir di sebuah makam
    di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M

    Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
    Aku bermimpi ingin merubah dunia
    Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
    Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah

    Maka cita-cita itu pun agak kupersempit
    Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku
    Namun tampaknya
    Hasrat itu pun tiada hasilnya

    Ketika usiaku semakin senja
    Dengan semangatku yang masih tersisa
    Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
    Orang-orang yang paling dekat denganku...

    Tetapi celakanya
    Mereka pun tidak mau diubah !

    Dan kini
    Sementara aku berbaring saat ajal menjelang
    Tiba-tiba kusadari ......

    Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku
    Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
    Mungkin aku bisa mengubah keluargaku

    Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
    Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku

    Kemudian siapa tahu
    Aku bahkan bisa mengubah dunia

    Ah ….
    Penyesalan menjelang ajal tiada guna

    Tapi penyesalanku ini
    Bisa menjadi pelajaran berharga bagimu
    Yang membaca
    Dan menerapkannya dalam kehidupan

    Ubahlah dirimu sendiri dulu teman ….
    Dan dunia akan berubah …

  • 14 TIPE NEGATIF KARYAWAN

    1. SI PENINDAS

    Karyawan tipe ini punya hobi "menindas" teman sekerjanya. Tak jarang, ia menjadi tiran, memerintah karyawan lain seenaknya. "Terserah kamu, mau cara saya apa cara mereka," begitu biasanya mereka bilang. "Kerjakan sekarang, tak perlu mendebat lagi. Saya tunggu 2 jam lagi, ya," begitu katanya seraya pergi.

    SOLUSI : Jangan mau diperlakukan seperti itu. Jelaskan pada pengawas Anda betapa sikapnya itu sangat mempengaruhi kinerja Anda. Jelaskan secara spesifik apa saja yang sudah Anda alami akibat ulah Si Penindas. Sementara kepada Si Penindas, jangan segan menolak atau mendebat "perintah"-nya.

    2. SI DETAIL

    Ingatkah Anda saat SMA dulu, ketika Anda menyelesaikan tugas menulis paper dari guru Anda dan merasa paper itu sebagai mahakarya Anda ? Coba ingat-ingat, apakah guru Anda memperhatikan detail atau kesalahan kecil yang Anda buat, misalnya ejaan, pemakaian tanda baca dan sebagainya ? Nah, jika ya, guru Anda termasuk jenis si Detail.

    Kalimat favorit yang biasa diucapkan Si Detail adalah, "Saya harus menceknya lagi. Sepertinya ada yang ketinggalan." Ia disebut Si Detail, karena memang sangat memperhatikan detail dari suatu tugas. Tak jarang, ia terlalu berlebihan dalam memperhatikan detail, sehingga malah mengurangi efektivitas.

    SOLUSI : Biasakan ia untuk mengevaluasi semua tugas-tugasnya. Bagaimanapun, ia adalah seorang pencari informasi yang handal. Ia sangat jeli pada hal-hal kecil yang seringkali luput dari perhatian orang lain. Yang perlu dilakuan adalah sedikit mengerem nafsunya pada detail, agar ia tak kebablasan menjadi negatif. Dengan begitu, ia akan melihat konteks masalah yang lebih besar. Tanyakan padanya, apa isu utama suatu proyek, tujuan keseluruhan, problem utama, atau keuntungan utama dari suatu proyek.

    3. SI PERFEKSIONIS

    Jika ada sesuatu yang tidak sempurna, karyawan tipe ini pasti akan uring-uringan. Standar kinerjanya biasanya memang tidak realistis, tidak seperti karyawan lain. Bahkan, prestasi karyawan lain yang sudah luarbiasa, bagi dia sepertinya tak berarti apa-apa. Ucapan favoritnya adalah, "Saya pasti bisa lebih baik.":

    SOLUSI : Tak perlu menganggap serius omongan Si Perfeksionis. Tindakan dan sikap mereka hanya menunjukkan ketidakmampuan mereka, bukan ketidakmampuan Anda. Cobalah bekerja dengan mereka, sehingga mereka dapat membuat perkiraan yang realistis.

    4. SI GUNUNG ES

    Perubahan, sekecil apapun, dapat membuat Si Gunung Es kesal. Si satu ini memang tak suka perubahan. Ia suka status-quo. Jadi, jangan pernah mencoba mengutak-atik atau mengubah segala sesuatu jika tak ingin bencana datang. Kenapa bisa demikian ? Kemungkinan, saat masih kecil, Gunung Es mendapat kesan bahwa perubahan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, bahkan membuatnya trauma. Bisa saja ia menerima perubahan pada orang lain, namun tak pernah ia mencoba melakukannya untuk dirinya. Gunung Es juga akan berusaha mati-matian mencegah terjadinya perubahan, jika ia anggap perubahan itu bakal mengancamnya. "Saya lebih suka seperti dulu," begitu ia biasa berujar.

    SOLUSI : Cara terbaik adalah mencoba melibatkan orang-orang semacam ini dalam setiap perubahan yang akan dilakukan. Jika mereka menjadi bagian dari perubahan, penolakan mereka akan berkurang pula. Anda juga sebaiknya mengenalkan perubahan tersebut sedikit demi sedikit, sehingga mereka akan terbiasa. Jangan melakukan perubahan mendadak.

    5. SI PERAJUK

    Karyawan jenis ini tak jarang menolak tugas yang dibebankan padanya, jika ia merasa tugas itu bukan bagian dari tugasnya. Biasanya, langkah itu ia tempuh sebagai akibat perlakuan yang ia terima. Ucapan favoritnya adalah: "Wah, tugas itu tidak termasuk job deskripsi saya."

    SOLUSI : Cobalah cari kesempatan bagi Si Perajuk untuk mendapat pelatihan. Seringkali, sikap ini muncul karena ia merasa kariernya mentok, sehingga tak lagi antusias bekerja. Akibatnya, yang ia lakukan adalah, kalau bisa mengerjakan tugas sesedikit mungkin.

    6. SI PENYEBAR GOSIP

    Tipe satu ini sangat suka menyebarkan isu maupun gosip yang belum jelas kebenarannya. Ia akan merasa menjadi orang penting saat cerita yang ia sampaikan dan ia besar-besarkan diterima semua orang, atau membuat orang-orang di seklitarnya bereaksi. Seringkali, ia melakukanini karena ia merasa tak diterima lingkungan atau susah masuk ke lingkungannya tersebut. Sebagai kompensasinya, ia pun menyebarkan gosip. Ucapan favoritnya adalah: "Eh, mau tahu enggak gosip terbaru tentang bos ?" Biasanya, topik yang sangat ia suka adalah gosip tentang atasan, reorganisasi atau PHK, gaji teman sekerja, kesejahteraan karyawan, percintaan antar-karyawan..

    SOLUSI : Cara terbaik adalah dengan memberikan informasi akurat kepada karyawan. Jika ini Anda lakukan, mereka tak bakal lagi tertarik pada omongan Si Penyebar Gosip

    7. SI PESIMIS

    Seorang pesimis menganggap kantor atau bahkan dunia sebagai tempat yang tidak nyaman. Ia berharap semua bisa ia lakukan tanpa kendala. Sebetulnya, ia tak pernah bahagia dengan apa yang terjadi. Apapun yang dikerjakan orang lain, ia merasa tak akan menciptakan perubahan baginya. Ucapan yang sering ia lontarkan adalah: "Wah, kayaknya saya enggak sanggup."

    SOLUSI : Tak mudah memang mengubah sikap Si Pesimis. Jadi, sebagai langkah awal, fokuskan agar ia mau melakukan beberapa kebiasaaan positif untuk membuang sifat negatif yang ia miliki. Dengan banyak latihan dan dorongan, kebiasaan baru yang positif akan menggantikan kebiasaan pesimis yang merugikannya.

    8. SI TAK PUNYA KOMITMEN

    Karyawan tipe ini tak pernah melakukan pekerjaan dengan serius, sehingga membuat pekerjaan teman sekerjanya menjadi jauh lebih sulit. Baginya, kerja menempati prioritas nomor sekian, bukan sesuatu yang penting. Fokusnya pada pekerjaan hanya bagaimana caranya agar ia mendapat sedikit tugas, sehingga ia bisa punya banyak waktu untuk urusan pribadi atau hobinya. Mereka tak menganggap penting suatu tugas. Ucapan favorit mereka: "Ah, kerjaan, kan bisa menunggu."

    SOLUSI : Si Tak Punya Komitmen ini harus punya standar dan target yang jelas. Ia juga butuh pengawasan, untuk melihat sejauh mana ia melakukan tugas-tugasnya.
    9. SI TUKANG JEGAL

    Apakah Anda punya saran atau cara lain untuk menyelesaikan tugastugas yang menumpuk ? Jika Anda punya, biasanya semua usulan Anda itu akan dijegal oleh Si Tukang Jegal. Ya, tugas atau misi utama Si Tukang Jegal adalah untuk tidak setuju dengan pendapat apapun dan siapapun. Yang penting ngeyel. Ia ingin dirinyalah yang benar, tak peduli bagiamana caranya. Anda tak bakal mendapat feedback positif darinya, kecuali selalu disalahkan. Komentarnya yang sering muncul adalah: "Ah, usulannya enggak oke."

    SOLUSI : Si Tukang Jegal memang doyan memberi feedback negatif, tetapi tak pernah spesifik. Coba tanyakan, apa alasannya tidak setuju dengan usulan Anda, pasti ia tak akan bisa menunjukkan atau memberikan alasan. Yang harus Anda lakukan adalah tegas dan jangan menyerah. Ia pasti akan kesulitan memberi alasan atau menjelaskan kritiknya, karena memang ia mengritik tanpa alasan, kok. Jika Anda tanyakan soal detail, ia pasti akan bertele-tele dan mencari-cari kesalahan Anda yang lain. Anda juga harus yakin dan menyiapkan usulan sedetail mungkin, supaya ia tak punya cukup alasan untuk mengritik Anda. Namun, cobalah tunjukkan pula bahwa Anda menghargai pendapatnya dan ingin mengetahui apa yang sebetulnya ia inginkan. Sampaikan ini sesopan mungkin. Lama-lama, ia pasti akan mikir-mikir juga mengritik Anda, karena Anda selalu memintanya memberikan alasan dari kritik itu.

    10. SI BOCAH

    Tingkahnya memang masih seperti anak-anak yang tak beroleh mainan yang ia inginkan. Ngambek, menarik diri, dan akhirnya menangis. Ia juga rentan menghadapi tekanan. Ucapan favoritnya adalah: "Tak seorang pun menyukai saya."

    SOLUSI : Orang tipe ini butuh lingkungan yang mendukung dan dorongan yang terus-menerus. Anda juga harus menurunkan tingkat stres dan tekanan yang ia terima.

    11. SI PEKERJA KERAS

    Karyawan jenis ini biasanya datang paling awal dan pulang paling akhir. Ia akan mengerjakan tugas apapun yang ia terima. Namun, ia juga akan mengeluh, meski mungkin pada dirinya sendiri, tentang beban kerja yang begitu menumpuk, rekan kerja yang tak mau bekerjasama, atau juga persoalan dengan atasan. Si Rela Berkorban ini biasanya memiliki kehidupan pribadi yang kurang menyenangkan, dan mencari kompensasi dengan bekerja keras. Yang seringkali membuatnya kesal adalah jika kerja kerasnya tak mendapat apresiasi. Jika ini yang terjadi, biasanya ia akan mengeluh: "Saya sudah berkoran untuk perusahaan ini, tapi tak seorang pun yang mau peduli."

    SOLUSI : Anda harus terus-menerus memberi feedback positif kepada karyawan tipe ini. Misalnya, dengan memberi pujian atas kontribusi dan kerja keras yang telah ia tunjukkan. Si Rela Berkorban sangat menyukai pujian yang disampaikan di depan umum atau teman sekerjanya. Cara lain, jangan ragu untuk selalu mengirimkan email berisi pujian atas kerja kerasnya.
    12. SI GAMANG

    Ia sangat gampang jengkel pada kelemahan yang ia miliki, yang biasanya kemudian akan merembet keluar. Dia sering menemukan kekurangan pada kinerjanya, perkembangan kariernya, status ekonomi, dan sebagainya. Kenapa ? Pasalnya, ia yaris tak punya konsep diri yang jelas. Yang sering ia katakan pada dirinya adalah: "Duh, kok aku bodoh banget sih!" atau "Hei, apa yang kamu lakukan, bodoh !" Ya, pangkal persoalannya terletak pada persepsinya pada dirinya sendiri.

    SOLUSI : Usahakan untuk membangun harga dirinya. Ia butuh dorongan untuk memperkuat rasa percaya dirinya. Mintalah temanteman lain untuk juga memberikan dorongan. Beri contoh bagaimana Anda, misalnya, dulu juga mengalami saat-saat sulit seperti yang ia alami, namun kemudian bisa Anda atasi.
    13. SI PELEMPAR KESALAHAN

    Biasanya, karyawan tipe ini tak pernah bisa menerima tanggungjawab atau kesalahan, dan menimpakannya kepada orang lain, apalagi di saat ia sedang dalam berada dalam mood negatif. Tampaknya, ia justru kelihatan lebih nyaman melihat orang lain berada dalam masalah.

    SOLUSI : Si Pelempar Kesalahan akan menghentikan kebiasaannya jika Anda memberikannya contoh nyata, bahwa kesalahan dan kekurangan yang ia buat adalah pangkal persoalan. Anda harus jelas dan tahu betul posisi Anda, sehingga ia tak punya peluang untuk menimpakan kesalahannya pada Anda.

    14. SI SENSITIF

    Ini dia, si sangat sensitif. Sedikit saja ucapan atau tindakan yang Anda lakukan terhadapnya salah, sudah cukup untuk merontokkan hatinya. Dan jika perasaan bersalah itu menumpuk, ia pun akan bertingkah negatif.. Ia selalu salah menanggapi ucapan atau tindakan yang ditujukan padanya. Misalnya, seorang rekannya berkomentar, "Kok udah mau pulang," setiap kali ia lewat pintu keluar. Dian merasa tak enak, dan merasa ada yang salah pada dirinya, sehingga semua rekannya mengatakan hal itu. Ia merasa semua temannya menganggapnya selalu pulang lebih awal dari rekan yang lain. Padahal, maksud teman-temannya cuma bercanda. Tapi, bagi ia, itu ucapan mereka itu sangat menusuk hatinya. "Semua orang sepertinya tak menyukai saya.".

    SOLUSI : Jika Anda ingin menyampaikan saran atau kritik kepada Si Sensitif, sampaikan secara jelas dan to the point, tak perlu berbasa-basi. Katakan dengan pelan, dan jangan pernah menyinggung segala hal tentang dirinya. Yakinkan bahwa ia tak salah tangkap. Ini akan mengurangi perasaan bersalahnya

    Mereka yang menganggap ketidak-benaran sebagai kebenaran, dan kebenaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.

    Mereka yang mengetahui kebenaran sebagai kebenaran dan ketidak-benaran sebagai ketidak-benaran, maka mereka yang mempunyai pikiran benar seperti itu, akan dapat menyelami kebenaran.

    HUMOR:DD:p:D:):>>:lalala:

    Guna Lampu dan Batu
    Seorang sopir yang kebetulan lewat bertanya kepada seorang petani perihal lampu yang diletakkan di pinggir jalan.
    "Kenapa lampu itu di taruh di dekat jalan?"
    "Supaya tidak ada yang menabrak tumpukan batu itu," jawab petani itu.
    "Lalu apa gunanya tumpukan batu itu?"
    "Untuk meletakkan lampu itu."

  • Hak Reproduksi dan Ketidakadilan Gender

    Oleh Dr. TONO HADI S., Sp.O.G.(K)., M.Kes., M.H.Kes.

    HAK reproduksi adalah hak setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk memutuskan mengenai jumlah anak, jarak antara anak-anak, serta menentukan waktu dan tempat kelahiran anak. Hak reproduksi ini berdasarkan pada pengakuan akan HAM yang diakui di dunia internasional.

    Hak reproduksi perempuan merupakan hak yang timbul karena memiliki fungsi reproduksi yang diberikan Tuhan, sehingga hak itu harus dijamin. Perempuan dijaga dari penyakit menular seksual dengan memberikan pengetahuan kesehatan dan pengobatan yang cukup. Perempuan harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan agar tidak menimbulkan pengguguran yang membahayakan jiwa dan kesehatan reproduksinya.

    Kematian ibu masih merupakan masalah di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyebab buruknya kesehatan reproduksi di Indonesia antara lain sosioekonomi dan pendidikan yang rendah, budaya yang tidak mendukung, khususnya yang berkaitan dengan ketidaksetaraan gender. Misalnya hubungan peran sosial laki-laki dan peran sosial perempuan dalam suatu masyarakat memengaruhi usia perkawinan dan pengendalian kelahiran yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Keberhasilan dapat dicapai secara maksimal bila semua faktor penyebab diperbaiki, tetapi hal ini tidak mungkin dilaksanakan jika faktor budaya yang berbasis gender sulit diubah.

    Gender adalah peran dan kedudukan seseorang yang dikonstruksikan oleh budaya karena seseorang lahir sebagai perempuan atau lahir sebagai laki-laki. Sudah menjadi pemahaman bahwa laki-laki itu akan menjadi kepala keluarga, pencari nafkah, menjadi orang yang menentukan bagi perempuan. Seseorang yang lahir sebagai perempuan, akan menjadi ibu rumah tangga, sebagai istri, sebagai orang yang dilindungi, orang yang lemah, irasional, dan emosional.

    Meskipun di hampir setiap budaya, ibu adalah sebuah peran yang sangat dihormati. Perhatian akan kesehatan perempuan kurang. Masih ada kebiasaan tradisional yang merugikan kesehatan perempuan secara umum, maupun kesehatan reproduksinya. Ketidaksetaraan dalam aspek pendidikan, pekerjaan, pengambilan keputusan, dan sumber daya merupakan pelanggaran pasal 48, 49, ayat (1 dan 2) UU No.39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

    Kehamilan merupakan kelebihan dan keunikan perempuan sekaligus merupakan beban kesehatan. Dalam kondisi kesetaraan perempuan dan laki-laki di mana tanggung jawab mengenai kehamilan menjadi tanggung jawab bersama, tetapi masih ada alasan biologis dan sosial yang menyebabkan kehamilan tersebut dibebankan kepada perempuan. Demikian pula beban harus ditanggung perempuan bila mengalami penyakit seksual menular.

    Pandangan gender menimbulkan subordinasi terhadap perempuan. Anggapan bahwa perempuan itu irasional atau emosional menyebabkan perempuan berada pada posisi yang tidak penting. Stereotipe ini selalu merugikan. Misalnya, penandaan yang berawal dari asumsi bahwa perempuan bersolek adalah dalam rangka memancing perhatian lawan jenisnya, maka setiap ada kasus kekerasan atau pelecehan seksual selalu dikaitkan dengan stereotipe ini. Bahkan jika ada pemerkosaan, masyarakat berkecenderungan menyalahkan korbannya (perempuan).

    Salah satu kekerasan terhadap kelamin tertentu yang disebabkan oleh anggapan gender dan ketidaksetaraan kekuatan yang ada dalam masyarakat. Misalnya pemerkosaan, tindakan pemukulan dan serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga, termasuk tindak kekerasan dalam bentuk penyiksaan terhadap anak-anak, penyunatan terhadap anak perempuan (genital mutilation), kekerasan dalam bentuk pelacuran oleh suatu mekanisme ekonomi yang merugikan perempuan, kekerasan dalam bentuk pornografi, dll.

    Stereotipe perempuan memelihara dan rajin serta tidak cocok untuk menjadi kepala rumah tangga, berakibat bahwa semua pekerjaan domestik untuk rumah tangga menjadi tanggung jawab perempuan. Konsekuensinya, banyak perempuan yang harus bekerja keras dan menjaga kebersihan rumah tangganya. Di kalangan keluarga miskin beban yang sangat berat ini harus ditanggung oleh perempuan sendiri. Terlebih-lebih jika si perempuan tersebut harus bekerja, maka ia memikul beban kerja ganda.

    Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender (gender inequalities) . Namun yang menjadi persoalan, ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, terutama terhadap kaum perempuan. Ketidakadilan gender, bagi kaum perempuan menjadi korban dari sistem.

    Melalui satu ilustrasi kasus di bawah ini, tidak adanya akses dan kontrol perempuan atas kekuasaan dan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan hak reproduksi telah mengakibatkan rusaknya alat reproduksi perempuan, terampasnya hak-hak reproduksi perempuan.

    Seorang gadis umur 17 tahun, mengalami perdarahan. Setelah dirawat di sebuah rumah sakit selama dua jam, dia meninggal dunia. Gadis tersebut merupakan korban aborsi yang dilakukan oleh seorang dukun. Usaha lain sebelum melakukan aborsi adalah minum jamu peluntur, pil kina, dan pil lainnya yang dibeli di apotek. Kemudian dia datang ke seorang dokter kandungan. Dokter menolak melakukan aborsi karena terikat sumpah dan hukum yang mengkriminalisasi aborsi.

    Si gadis minta tolong dukun paraji untuk menggugurkannya. Rupa-rupanya tidak berhasil, malah terjadi perdarahan. Ia masih sempat menyembunyikan ini semua kepada kedua orang tuanya, selama 4 hari berdiam di kamar dengan alasan sedang datang bulan. Ia tidak berani bercerita pada siapa-siapa apalagi pada ibu dan bapaknya. Cerita itu berakhir dengan amat tragis, gadis itu tidak tertolong.

    Kasus tersebut menggambarkan ketidakberdayaan si gadis. Ia memilih mekanisme defensif dan menganggapnya sebagai permasalahan dirinya sendiri. Ia menyembunyikan keadaannya karena malu dan merasa bersalah. Masyarakat akan menyalahkan karena dia tidak mengikuti apa yang disebut moral atau aturan sehingga ia memilih mati meskipun tidak sengaja.

    Aborsi merupakan dilema bagi perempuan, apa pun latar belakang penyebab kehamilannya dan apa pun status ekonominya. Untuk menuntut hak reproduksinya dia harus mendapat dukungan seperti bantuan dari komunitasnya atau dukungan emosional dan tanggung jawab bersama dari orang yang paling dekat (pacarnya). Dalam konteks ini, maka jelas bahwa persoalan hak reproduksi pada akhirnya adalah persoalan relasi antara laki-laki yang berbasis gender serta masyarakat dan negara sebagai perumus, penentu, dan penjaga nilai bagi realisasi hak reproduksi perempuan.

    Pada contoh kasus tersebut merupakan bentuk kekerasan yang berbasis gender yang memiliki alasan bermacam-macam seperti politik, keyakinan, agama, dan ideologi gender. Salah satu sumber kekerasan yang diyakini penyebab pada kasus tersebut adalah kekerasan dari laki-laki terhadap perempuan adalah ideologi gender, misalnya perempuan dikenal lemah lembut, emosional, cantik, dan keibuan. Sementara laki-laki dianggap lebih kuat, rasional, jantan, dan perkasa. Bentuk kekerasan ini merupakan dilanggarnya hak reproduksi akibat perbedaan gender.

    Perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Perbedaan ini dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksikan secara sosial dan budaya. Pada akhirnya perbedaan ini dianggap sebagai ketentuan Tuhan yang tidak bisa diubah dan dianggap sebagai perempuan.

    Kekerasan rumah tangga dalam berbagai bentuk sering terus berlangsung meskipun perempuan tersebut sedang mengandung. Konsekuensi paling merugikan bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan adalah dampak terhadap kondisi kesehatan mentalnya. Dampak ini terutama menonjol pada perempuan korban kekerasan seksual. Dalam tindak perkosaan, misalnya, yang diserang memang tubuh perempuan. Namun, yang dihancurkan adalah seluruh jati diri perempuan yaitu kesehatan fisik, mental psikologi, dan sosialnya.

    Kekerasan domestik biasanya merupakan kejadian yang kronis dalam kehidupan rumah tangga seorang perempuan. Cedera fisik dapat sembuh setelah diobati, tetapi cedera psikis mental (seperti insomnia, depresi, berbagai bentuk psikosomatik sakit perut yang kronis sampai dengan keinginan bunuh diri) akan selalu dapat terbuka kembali setiap saat. Dampak psikologis yang paling sulit dipulihkan adalah hilangnya kepercayaan kepada diri sendiri dan orang lain.

    Selain itu juga ada kecenderungan masyarakat untuk selalu menyalahkan korbannya. Hal ini dipengaruhi oleh nilai masyarakat yang selalu ingin tampak harmonis. Bahkan, walaupun kejadian dilaporkan, usaha untuk melindungi korban dan menghukum para pelaku kekerasan sering mengalami kegagalan. Kondisi tersebut terjadi karena kekerasan dalam rumah tangga, khususnya terhadap perempuan, tidak pernah dianggap sebagai masalah pelanggaran hak asasi manusia. Padahal kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya merupakan kejahatan terhadap individu dan masyarakat yang pelakunya seharusnya dapat dipidana, tetapi sulit ditangani (pihak luar) karena dianggap sebagai urusan internal rumah tangga.

    Oleh karena itu, perlu segera dilakukan upaya perbaikan secara menyeluruh. Dimulai dengan penyempurnaan pemahaman yang benar tentang masalah gender, dan hak asasi perempuan, kebijakan-kebijakan yang mendukung atau berpihak kepada hak asasi perempuan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. ***

    Penulis, dokter kandungan, pemerhati kesehatan perempuan

  • GEJALA STROKE

    Well ada postingan ok lg nih.....:>>:oops::roll:;):p:DD:D

    Sewaktu pesta barbeque,
    seorang teman terjatuh - dia meyakinkan
    semua orang yang datang kalau
    dia tidak apa-apa dan katanya hanya
    tersandung batu bata karena sepatu
    barunya (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).

    Mereka membantunya
    membersihkan diri dan mengambilkan piring
    makanan baru. Meskipun terlihat sedikit
    terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu.

    Malamnya, suami Ingrid
    menelpon memberitahukan semua orang bahwa
    istrinya telah dibawa ke rumah
    sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid
    meninggal).

    Dia mendapat serangan stroke pada
    pesta barbeque.
    Kalau saja mereka tahu
    bagaimana mengenali tanda-tanda stroke
    mungkin Ingrid masih bersama kita
    hari ini.

    Hanya membutuhkan satu
    menit untuk membaca ini.

    Seorang ahli syaraf
    mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong
    seorang korban stroke dalam waktu 3 jam
    sejak serangan tersebut, dia bisa
    membalikkan pengaruh stroke....
    secara total! Dia mengatakan bahwa
    triknya adalah mengenali dan
    mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam
    sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal
    yang sulit.

    MENGENALI
    STROKE

    Puji syukur kepada yang Maha Pencipta atas indera yang dapat
    mengingat TIGA hal berikut.

    Baca dan
    pelajarilah!

    Kadang-kadang gejala
    stroke sulit dikenali.
    Sayangnya,kurangnya
    kewaspadaan dapat mendatangkan
    bencana. Korban stroke dapat
    menderita kerusakan otak
    sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya
    pada saat kejadian, gagal mengenali
    gejala-gejala stroke.

    Sekarang banyak dokter mengatakan
    bahwa orang di sekitar korban dapat
    mengenali gejala stroke
    dengan menanyakan tiga pertanyaan
    sederhana ini:

    1. Minta orang tersebut untuk
    TERSENYUM.

    2. Minta orang tersebut untuk
    MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.

    3. Minta orang tersebut untuk
    MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA
    (yang masuk akal), contoh: "Hari
    ini cerah." Blablabla... .

    Bila orang tersebut tidak
    bisa melakukan apa yang kita minta diatas
    atau salah satunya segera
    bawa ke rumah sakit terdekat untuk
    mendapatkan
    pertolongan pertama
    selanjutnya.

    Seorang kardiolog berkata
    kalau setiap orang yang mendapatkan
    e-mail ini mengirimkannya kembali
    ke 10 orang, kau bisa bertaruh bahwa
    setidaknya satu nyawa akan
    diselamatkan

    Jadilah seorang sahabat dan
    bagikan artikel ini dengan sebanyak
    mungkin ke temanmu,
    kau bisa saja menyelamatkan nyawa mereka.

  • Pencapaian keberhasilan di dunia

    Dalam pencapaian keberhasilan dunia, orang banyak melupakan tujuan akhir kita di akhirat. Kita hanya terfokus di dunia dan lupa dengan akhirat. Ini banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana orang mendapatkan rejeki dengan cara yang tidak patut dan mendzalimi orang lain. Dalam buku SENTUHAN KALBU, disebutkan; bahwa kita ibaratkan seorang penyelam mutiara, yang ditugaskan oleh Sang Maha Pencipta untuk mencari mutiara didasar laut. Kita diberi perbekalan nafas berupa tabung oksigen yang bisa dipergunakan untuk jangka waktu yang ditentukan, dan kita sudah mempunyai komitmen untuk dapat mencari kerang mutiara sebanyak-banyaknya.

    Tapi apa yang terjadi, begitu kita sampai dipermukaan laut, kita sudah terlena dengan keindahan alam bawah laut, kita lupa dengan tugas utama kita yang sesungguhnya. Kita betah berlama-lama dengan keindahan laut, padahal jatah oksigen kita makin lama makin tipis, sehingga pada satu waktu dimana jatah oksogen kita sudah hampir habis, baru kita sadar akan tugas utama yang belum kita laksanakan.

    Dengan waktu yang tersisa sedikit, kita terpaksa terburu-buru untuk mencari kerang mutiara. Dengan waktu yang sidikit itu, kita hanya mendapatkan kerang seadanya dengan kualitas seadanya dan bahkan ada yang tercecer karena keterburuan kita untuk mendapatkannya. Bisa dibayangkan dengan hasil yang seadanya, bahkan tidak memenuhi syarat, kita menghadap Sang Khalik. Sebagai Pemilik yang telah memberikan tugas kepada kita, tapi tidak kita kerjakanan dengan baik, maka kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang kita dapatkan. Kalau ibaratkan seorang yang mendapat tugas dari juragannya, dengan hasil yang minim, maka kita tentu akan dipecat dari karyawan dan mungkin malah tanpa pesangon.

  • Take It Or Lose It

    Saya dpt postingan lg dari email.....:p:D:o;D:))

    Dalam sebuah kelas pelatihan, saya mengambil selembar kertas polos kemudian menggunting-guntingnya menjadi beberapa bagian. Ada guntingan besar ada juga yang kecil. Tapi jumlahnya sengaja saya buat tak sama dengan jumlah peserta dalam kelas itu, dua puluh orang.
    Kemudian saya meminta kepada peserta untuk mengambil masing-masing satu guntingan kertas yang tersedia di meja depan. "Silahkan ambil satu!" demikian instruksi yang saya berikan.
    Dapat diduga, ada yang antusias maju dengan gerak cepat dan mengambil bagiannya, ada yang berjalan santai, ada juga yang meminta bantuan temannya untuk mengambilkan. Dua tiga orang bahkan terlihat bermalasan untuk mengambil, mereka berpikir toh semuanya kebagian guntingan kertas tersebut.
    Hasilnya?
    Empat orang terakhir tak mendapatkan guntingan kertas. Delapan orang pertama ke depan mendapatkan guntingan besar-besar, yang berjalan santai dan yang meminta diambilkan harus rela mendapatkan yang kecil.
    Lalu saya katakan kepada mereka, "inilah hidup. Anda ambil kesempatan yang tersedia atau Anda akan kehilangan kesempatan itu. Anda tak melakukannya, akan banyak orang lain yang melakukannya".
    Pagi ini di kereta saya mendapati seorang wanita hamil yang berdiri agak jauh. Saya sempat berpikir bahwa orang yang paling dekat lah yang `wajib' memberinya tempat duduk. Tapi sedetik kemudian saya bangun dan segera memanggil ibu itu untuk duduk. Ini perbuatan baik, jika saya tak mengambil kesempatan ini orang lainlah yang melakukannya. Dan belum tentu esok hari saya masih memiliki kesempatan seperti ini.
    Soal rezeki misalnya, saya percaya ia tak pernah datang sendiri menghampiri orang-orang yang lelap tertidur meski matahari sudah terik.
    "Bangun pagi, rezekinya dipatok ayam tuh!" Orang tua dulu sering berucap seperti itu. Dan entah kenapa hingga detik ini saya tak pernah bisa menyanggah ucapan orangtua perihal rezeki itu. Saya percaya bahwa orang-orang yang lebih cepat berupaya meraihnya lah yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Sementara mereka yang bersantai-santai atau bahkan bermalas-malasan, terdapat kemungkinan kehabisan rezeki.

    Contoh kecil, datanglah terlambat dari jam kantor Anda yang semestinya. Perusahaan tidak hanya akan mengurangi gaji Anda akibat keterlambatan Anda, bahkan kinerja Anda dianggap minus dan itu mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap Anda. Bisa jadi Anda tidak mendapatkan promosi tahun ini, sementara rekan Anda yang tak pernah terlambat lebih berpeluang.
    Saya sering mendengar teman saya berkomentar negatif tentang apa yang dikerjakan orang lain, "Ah, kalau cuma tulisan begini sih saya juga bisa melakukannya" atau "Saya bisa melakukan yang lebih baik dari orang itu". Kepadanya saya katakan, saya yakin Anda bisa melakukannya. Masalahnya, sejak tadi saya hanya melihat Anda terus berbicara dan tak melakukan apa pun. Sementara orang-orang di luar sana langsung berbuat tanpa perlu banyak bicara. Buktikan, jika Anda sanggup! Terus berbicara dan mengomentari hasil kerja orang lain tidak akan membuat Anda diakui keberadaannya. Hanya orang-orang yang berbuatlah yang diakui keberadaannya.
    Kepada peserta di kelas pelatihan tersebut saya jelaskan, simulasi tadi juga berlaku untuk urusan ibadah. Saya tidak berhak mengatakan bahwa orang yang lebih tepat waktu akan mendapatkan pahala lebih besar, karena itu hak Allah dan juga tergantung dengan kualitas ibadahnya itu sendiri. Tapi bukankah setiap orang tua akan lebih menyukai anaknya yang tanggap dan cepat menghampiri ketika dipanggil ketimbang anak lainnya yang menunda-nunda?

    Dalam merencanakan sesuatu, maka perlu kita memikirkannya dengan baik, kemudian menuliskannya dalam agenda kita dan terakhir mengucapkannya dalam ucapan kita. Begitu rencana yang telah kita pikirkan, kita tuliskan dan ucapkan maka dengan segera otak kita meng-install semua rencana yang telah kita susun. Sang otak akan bekerja siang malam tanpa henti dan tanpa instruksi dari kita untuk mempersiapkan rencana yang telah kita susun. Sekali program ini ter-instal, maka program akan tersimpan parmanen, tidak bisa di hapus, dan otak kita akan terus mengolah rencana-rencana yang telah kita buat. Otak ini hanya akan berhenti bekerja pada saat kita mengadapkan diri kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

    Untuk menghadap kepada Sang Khalik, maka kita akan melakukan "Zero Main Process", yang akan me-NOL-kan pikiran kita hanya untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita memohon kepada-Nya untuk dimudahkan dalam segala rencana kita bagaimana kita harus menghadapi orang yang akan kita temui, agar kita dimudahkan dalam penyampaian, dimudahkan dalam penerimaan, dan dimudahkan bagi orang untuk mengerti apa yang kita ucapkan dan kita inginkan.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.