Search blog.co.uk

Posts archive for: 5 May, 2007
  • Anak Rimba Pun Bisa Menulis Buku

    "Aku ingin kanti-kanti rimba segelo tokang baco tuliy hitung yoi, biak
    piado nang nipu lagi (Aku ingin semua teman rimba bisa baca tulis dan
    hitung, supaya tidak ada lagi yang menipu mereka)," ujar Jujur, salah
    seorang anak rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas yang usianya
    diperkirakan 17 tahun.

    Jujur adalah salah satu dari lima anak rimba yang menuliskan 10 kisah
    anak rimba atau Suku Anak Dalam yang dibukukan Komunitas Konservasi
    Indonesia (KKI) Warsi.

    Buku berjudul Kisah-kisah Anak Rimba setebal 80 halaman, lengkap
    dengan gambar-gambar berwarna, itu diluncurkan secara resmi, Rabu
    (2/5), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

    Awalnya, anak-anak itu hanya ingin belajar membaca dan menulis agar
    komunitas mereka tidak lagi diremehkan sebagai orang "kubu" alias
    terbelakang. Meski fasilitas di hutan sangat minim, mereka tekun
    belajar agar tidak lagi direndahkan oleh orang "terang" (di luar rimba).

    Bahkan, Jujur bukan hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga
    sudah terlatih untuk menjadi guru bagi anak-anak rimba. Semua
    dilakukan karena tidak mau lagi anak rimba dianggap bodoh, tidak
    beradab, dan kudisan.

    "Saya yakin, kalau anak rimba mau belajar, kami akan lebih dihormati.
    Saya berharap selalu ada anak rimba yang menjadi guru di hutan kami,"
    ujar Jujur.

    Kini, Jujur dan teman-temannya patut berbangga, sekalipun tidak
    mengenyam pendidikan formal seperti anak-anak Indonesia lainnya,
    mereka dapat mencapai kemampuan baca, tulis, dan hitung yang setaraf.
    Mereka bahkan telah menghasilkan sebuah buku cerita.

    "Saking semangatnya, aku menulis dua cerita sekaligus hanya dalam
    semalam. Suatu saat nanti, aku akan punya buku yang berisikan hasil
    karya saya sendiri," kata Jujur.

    Belajar keras

    Jujur dan 226 orang komunitas Suku Anak Dalam lainnya secara bertahap
    sejak tahun 2000 mendapatkan pendidikan alternatif, gagasan KKI Warsi.
    Sebanyak 27 di antaranya adalah perempuan. Mereka tidak belajar di
    dalam kelas, tetapi di atas kayu-kayu kecil, beratap terpal tanpa
    dinding, di bawah pohon rindang di dalam hutan Bukit Duabelas.

    Mereka juga tidak mengenakan seragam sekolah. Ada sebagian yang masih
    mengenakan cawat untuk laki-laki dan kain kemben untuk anak perempuan.

    Waktu belajarnya pun disesuaikan dengan kemauan dan ketersediaan waktu
    mereka. Ketika pagi hari membantu orangtua mengumpulkan makanan,
    sekolah baru akan dimulai setelahnya. Saat belajar, mereka juga tidak
    selalu duduk manis. Kadang lesehan atau bahkan sambil tiduran.

    Kemauan keras dan hasrat yang kuat untuk belajar membuat mereka betah
    belajar sampai malam meski hanya ditemani cahaya lilin. "Kami lebih
    senang belajar seperti ini. Kalau di gedung sekolah, kami kesulitan.
    Lokasinya terlalu jauh," tutur Ejam, anak rimba yang usianya
    diperkirakan 17 tahun.

    Dari seluruh siswa, ada 44 orang yang kemudian dididik menjadi calon
    guru. Dari jumlah itu, yang masih aktif tinggal enam orang. Lainnya
    mulai pasif membantu teman-temannya karena telah berkeluarga.

    Ferry Apriadi, fasilitator pendidikan bagi orang rimba, mengatakan,
    untuk melatih kemampuan mereka membaca, ia menghabiskan dua pekan
    penuh setiap bulan. Untuk latihan, ia kerap datang dengan membawa
    koran dan buku.

    Sebuah modul khusus pun dibuat Warsi untuk memudahkan kegiatan
    belajar-mengajar. Modul berwarna ini bagi anak-anak rimba cukup
    menarik, penuh gambar dan angka atau huruf dalam ukuran lebih besar
    sehingga mudah dipahami.

    Anak-anak rimba juga dilatih menulis surat kepada staf Warsi. Banyak
    hal yang mereka tulis dan sampaikan. Dengan kemampuan baca tulis yang
    semakin baik inilah muncul ide untuk mendokumentasikan cerita-cerita
    dongeng yang berkembang di tengah orang rimba. Anak-anak rimba pun
    tertarik dan mulai menuliskan cerita yang pernah mereka dengar semasa
    kecil.

    Kisah di hutan

    Cerita-cerita yang dimuat di dalam buku yang diluncurkan di Pendopo
    Kantor Gubernur Jambi, kemarin, merupakan kisah-kisah yang membuat
    mereka selalu terkenang. Bahkan, cerita kuno itu kerap terbawa dalam
    mimpi anak rimba.

    Pada masa kecilnya, Jujur selalu mendapat cerita-cerita menarik dari
    mamak (ibu) pada malam hari sebelum tidur. Sambil rebah berderetan di
    atas jalinan bambu, Jujur dan 13 saudaranya bisa mendapat tiga sampai
    empat cerita dalam semalam.

    Kalau ceritanya agak menakutkan, seperti "Hantu Benor" atau "Manusia
    Jadi Gejoh (gajah)", Jujur dan saudara-saudaranya sering tidak berani
    tidur. Terpaksalah si mamak memberi cerita lain yang lucu-lucu atau
    yang berakhir bahagia. Satu per satu mereka akhirnya tertidur.

    Hingga besar, Jujur selalu ingat kisah "Hantu Benor". "Cerita ini
    paling berkesan buat saya, makanya saya mau tuliskan supaya bisa
    dibaca semua orang," tuturnya.

    Sebenarnya, cerita "Hantu Benor" sederhana saja, yaitu tentang hantu
    berbadan besar yang sering mengambili benor (sejenis umbi-umbian yang
    tumbuh di Taman Nasional Bukit Duabelas) pada malam hari. Ia hanya
    akan menunjukkan wujudnya kepada orang-orang yang mengambili benor di
    luar kebun miliknya.

    Wujud hantu yang besar itu membuat orang rimba ketakutan dan lari
    terbirit-birit, tetapi selalu terkejar juga oleh hantu.

    Dari cerita ini, mamak menasihati anak-anaknya supaya jangan mencuri
    di kebun orang lain karena nanti bisa mendapat musibah. Segala
    pekerjaan yang dilakukan memang tergantung niatnya. Bila niat baik,
    kebaikan pula yang akan didapatkan.

    Sedangkan Ejam paling terkesan dengan cerita "Biawak Jadi Menantu
    Raja". Ini cerita tentang seorang putri yang menikah dengan biawak.
    Seperti kisah-kisah yang berakhir bahagia, biawak berubah menjadi
    manusia atas pertolongan istrinya. Dari situ, anak-anak rimba
    diingatkan untuk jangan putus asa menghadapi persoalan. Mereka harus
    terus berusaha.

    Meliana Tansri, penulis cerita anak yang sempat membaca buku tersebut
    satu minggu sebelum acara peluncuran, mengaku menangis terharu.
    "Mereka bisa membaca dan menulis tanpa mengenyam pendidikan formal,
    bahkan kini telah menghasilkan sebuah karya yang dibukukan. Dunia kita
    sudah makin terbuka," tuturnya.

    Nilai-nilai budaya di negeri ini, menurut dia, berada dalam kondisi
    yang semakin rapuh. Anak-anak kecil cenderung lebih menggemari
    film-film kartun ketimbang membaca cerita-cerita rakyat yang memiliki
    nilai dan pesan moral.

    Di sisi lain, banyak cerita lokal yang belum didokumentasikan, seperti
    kisah-kisah anak rimba ini. Maka, upaya anak-anak rimba itu patut
    dihargai....

  • Persyaratan pendidikan sarjana untuk calon presiden

    Jakarta, Kompas - Persyaratan pendidikan sarjana untuk calon presiden
    yang ada dalam draf awal Rancangan Undang-Undang Pemilihan Presiden
    yang dibuat Departemen Dalam Negeri telah dihapus. Aturan syarat
    pendidikan capres itu dikembalikan ke UU Nomor 23 Tahun 2003, yaitu
    pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas.

    Kepala Pusat Penerangan Depdagri Saut Situmorang, Rabu (2/5),
    mengungkapkan, tidak ada masalah lagi dalam persyaratan capres.
    "Ketika konsultasi publik, Paket RUU Bidang Politik sudah menerima
    berbagai masukan dari masyarakat. Masukan itu sudah kami sambut dan
    dimasukkan untuk penyempurnaan draf," kata Saut.

    Syarat pendidikan sarjana untuk capres sempat menjadi perdebatan di
    masyarakat. Namun, akhirnya syarat itu dihapuskan, baik dalam draf RUU
    Pemilu DPR, DPD, dan DPRD maupun draf RUU Pemilu Presiden dan Wakil
    Presiden.

    Pansus bisa dibentuk

    Secara terpisah, anggota Komisi II DPR Saifullah Ma'shum (Fraksi
    Kebangkitan Bangsa, Jawa Timur V) berpendapat, akan lebih baik jika
    pemerintah bisa menyerahkan RUU bidang politik secepatnya, tidak harus
    menunggu seluruh RUU terselesaikan.

    "Semakin cepat RUU disampaikan kepada DPR, fraksi-fraksi bisa segera
    menyiapkan daftar inventarisasi masalah (DIM)," katanya.

    Di sisi lain, fraksi di DPR pun sebaiknya bisa segera menyiapkan
    materi dan anggotanya yang akan ditugaskan dalam panitia khusus
    (pansus). Bahkan, bila perlu, organisasi dan kepemimpinan pansus bisa
    segera dibentuk terlebih dulu sambil menunggu materi dari pemerintah.

    Menurut Saifullah, empat RUU bidang politik bisa dikategorikan menjadi
    dua, yakni RUU yang masuk kategori "berat", yaitu RUU pemilu anggota
    lembaga legislatif serta RUU susunan dan kedudukan anggota lembaga
    legislatif. Sedangkan RUU yang termasuk kategori "ringan" adalah RUU
    partai politik serta RUU pemilu presiden-wakil presiden.

    Untuk menyiasati percepatan proses pembahasan dan penyelesaian di DPR,
    perlu dibentuk dua pansus yang masing-masing membahas RUU kategori
    "berat" dan "ringan". (dik)

  • Pelajar SD Tuding Tukul Tak Bermoral

    SURABAYA, RABU - Polah Tukul, pelawak yang menjadi pemandu program Empat
    Mata di Trans 7 itu, boleh saja digemari banyak orang, tapi tidak
    rupanya bagi puluhan pelajar SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya.

    Saat merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di sekolahnya, Rabu
    (2/9), puluhan pelajar tersebut melayangkan protes terhadap aksi tukul
    yang dinilai tidak bermutu.
    "Cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri-red) yang dilakukan Tukul
    itu tidak bermutu, tidak bermoral, karena bukan muhrim," ujar Fahrizal,
    pelajar kelas 5 SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya dalam orasinya
    lantang.

    Adegan itu, katanya, disengaja untuk menciptakan "virus" baru untuk
    ditanamkan kepada masyarakat. Bahkan bintang tamunya mengenakan pakaian
    yang tak layak dipertontonkan. "Kalau seperti itu, nanti kita akan
    matikan televisinya. Setuju....," ucapnya, bersemangat, yang dijawab
    puluhan kawannya dengan teriakan, "Setuju...."

    Dalam aksi tersebut, puluhan pelajar itu membentangkan poster yang
    antara lain bertuliskan "Cipika-Cipiki Yang Bukan Muhrim... Nggak-lah",
    "4 Mata atau 1000 Mata Boleh Asal Jaga Akhlak", "Sensor Adegan Perusak
    Moral" serta "Media-ku Kami Butuh Acara Mendidik," dan sebagainya.

    Selain itu, para pelajar juga melakukan gerakan teatrikal berupa adegan
    peradilan class action dengan majelis hakim "hati nurani" dan masyarakat
    yang menggugat tayangan "Banyak Mata" secara class action.

    Secara terpisah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, M
    Sholihin SAg, menuturkan, Tukul Arwana memang telah menjadi ikon, sampai
    akhirnya jam tayang yang semula akhir pekan menjadi setiap hari Senin
    hingga Jumat.

    "Alasannya, rating tayangan itu tinggi. Bahkan jam tayang yang semula
    pukul 22.30 WIB diajukan menjadi 21.30 WIB, tapi mereka tak
    memperhitungkan bila anak-anak dan remaja pun menonton," tegasnya.

    Ia menambahkan, anak didiknya tidak menolak acara Empat Mata, asalkan
    Tukul sebagai "wong ndeso" sebaiknya tidak merusak acaranya dengan
    cipika-cipiki, busana bintang tamu yang "mengumbar" aurat, dan bahasa
    yang tak senonoh.

    Dalam peringatan Hardiknas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa
    Timur menggelar seminar yang memprotes sinetron remaja di seluruh
    stasiun televisi yang dinilai merusak moral remaja.

    "Banyak sinetron yang berlatarbelakang sekolah dan remaja, tapi mata
    acaranya justru mengajarkan percintaan, perkelahian, dan gaya hidup
    hura-hura. Karena itu, kami minta pengelola media bersikap bijak," ucap
    Ketua IMM Jatim, Sholikul Huda.

  • Atari Pangkas 20% Karyawan

    Jakarta, Atari akan mengurangi 20 persen karyawannya. Jumlah tersebut sudah mencakup 26 persen tenaga administrasi di perusahaan game tersebut.

    Pemangkasan diharapkan sudah terealisasi paling lambat Juli 2007. Pada bulan April Atari telah kehilangan Bruno Bonnell, CEO dan direktur perusahaan induk Infogrames Entertainment dan digantikan oleh Patrick Leleu.

    Pengurangan karyawan ini diharapkan dapat menghasilkan efisiensi antara US$ 800 ribu sampai US$ 1,1 juta pada tahun fiskal 2008.

    CEO dan presiden Atari David Pierce berharap, langkah reorganisasi tersebut dapat mengurangi biaya-biaya perusahaan.

    "Kami berharap langkah reorganisasi yang dilakukan hari ini dapat terus mengurangi biaya-biaya umum dan administratif di perusahaan. Langkah ini, meski sulit, adalah langkah awal yang penting dalam rencana reorganisasi Atari," paparnya seperti dikutip detikINET, Jumat (4/5/2007) dari CnetNews.com.(nks/nks)

  • Tujuh Perusahaan Tambang Besar Terjerat Kasus Hukum

    Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat Pertambangan
    Indonesia (MPI) mencatat setidaknya ada sebanyak tujuh
    perusahaan tambang besar yang tengah terjerat kasus
    hukum.

    Ketua MPI, Herman Afif Kusumo, di Jakarta, Kamis,
    menilai kasus-kasus hukum itu telah menyebabkan
    kerugian bagi sektor pertambangan dan proses
    penanganannya telah berlangsung secara tidak adil.

    "Kami menilai proses hukum di sektor pertambangan yang
    berlangsung sekarang ini telah dilakukan secara
    berlebihan. Kami merasa didzalimi," katanya.

    Ketujuh perusahaan adalah PT Newmont Minahasa Raya
    yang menambang emas di Sulut, PT Suryacipta Rezeki di
    Kepri dengan komoditas pasir darat, satu perusahaan
    tambang batu besi di Kepri, dan PT Karimun Granit juga
    di Kepri dengan komoditas granit.

    Selain itu, PT Tambang Timah di Bangka Belitung berupa
    tambang timah, PT Koba Tin di Bangka Belitung dengan
    komoditas timah, dan PT Inco di Sultra berupa tambang
    nikel.

    Menurut dia, ketujuh perusahaan dijerat dengan
    pelanggaran pasal yang sama, yakni pencemaran
    lingkungan, penambangan ilegal, dan hutan lindung.

    "Pengenaan pasal-pasal itu seharusnya tidak perlu
    terjadi kalau instansi pemerintah dapat melakukan
    koordinasi dengan baik," katanya.

    Herman mengatakan standar pencemaran lingkungan untuk
    pembuangan limbah B3 yang menjadi dasar menjerat para
    pelaku sekarang ini masih dalam tahap negosiasi.

    Kriteria tailing sebagai limbah B3 masih dalam proses
    peninjauan dan kriteria perusakan lingkungan terkait
    aktivitas pertambangan juga belum ada aturannya.

    "Soal kegiatan penambangan ilegal juga masih menjadi
    masalah, karena ketujuh perusahaan telah memiliki izin
    yang sah," katanya.

    Mengenai soal hutan lindung, sebenarnya proses izin
    pinjam pakai Departemen Kehutanan merupakan proses
    administrasi yang bisa segera diselesaikan.

    "Kami melihat kasus hukum ini harusnya tidak masuk
    pidana, namun perdata karena lebih pada kebijakan
    korporasi dalam kerangka perjanjian pertambangan, "
    katanya.

    Herman menduga, kasus-kasus pertambangan tersebut
    merupakan akibat persaingan usaha dengan tujuan
    membangkrutkan perusahaan bersangkutan.

    "Kami tidak tahu adakah orang lain di belakang kasus
    ini," katanya.

    Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
    (Perhapi), Irwandy Arif, menambahkan kalau kasus hukum
    itu berlarut-larut, maka akan memberikan dampak
    negatif bagi investasi pertambangan.

    "Kasus-kasus ini semakin memperburuk iklim investasi
    di sektor pertambangan yang sejak reformasi lalu tidak
    ada investasi yang masuk," katanya. (*)

  • Bluetooth I-Tech Diproyeksi Laku 3.000 Unit per Bulan

    Jakarta, Distributor headset bluetooth I-Tech dari Singapura, KJC Technologies, menargetkan setiap bulannya dapat menjual 2.000 hingga 3.000 unit produk bluetooth keluaran I-Tech Dynamic.

    Business Development Director KJC Technologies, Kamen Ng, mengatakan pihaknya telah berhasil menjual 5.000 unit untuk semua tipe produk asal Hong Kong tersebut di Indonesia selama enam bulan terakhir.

    "Di Indonesia kami menawarkan lima tipe. Yang paling diminati adalah tipe Arrow X dan Clip II mini," kata Kamen di sela ICT Summit 2007, Jakarta Convention Centre, Jakarta, Jumat (4/5/2007).

    Ia mengklaim keunggulan produk yang dibanderol seharga Rp 450.000 itu terletak pada desainnya yang mungil dan ringan serta kemampuan untuk menghubungkan dua ponsel dalam satu headset.

    "Belum lagi kemampuannya meredam suara dari luar, sehingga pengguna dapat menikmati suara yang jernih," ujarnya berpromosi.

    Ketika ditanya kemungkinan menjual secara paket dengan operator seluler 3 mengingat produk tersebut di bawah payung Hutchison, Kamen menjelaskan, langkah tersebut belum dilakukan untuk saat ini.

    "Pasar telekomunikasi di Indonesia masih menjanjikan. Dan produk aksesori seperti ini memiliki segmen sendiri. Kita memiliki strategi pemasaran masing-masing," jelasnya.

    Menurut Kamen, memiliki jalur distribusi yang kuat adalah hal yang lebih penting. "Saat ini kita memiliki tiga distributor utama yang menjangkau Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Jayapura. Salah satunya Pentadata Smartindo," Kamen menandaskan.

  • Proyeksi Ambisius Nokia Siemens Network di Indonesia

    Jakarta, Nokia Siemens Network di Indonesia pada 2007 ini menargetkan pertumbuhan 20% dari tahun sebelumnya, di mana kedua raksasa infrastruktur telekomunikasi jaringan ini belum melebur alias merger. Bahkan kiprahnya tak hanya di situ, ada ambisi yang lebih besar lagi.

    "Kami juga menargetkan untuk dapat menghubungkan 250 juta pengguna telepon seluler di Indonesia," kata kata Dieter Klien, Head of Nokia Siemens Network Indonesia, di sela acara ICT Summit 2007, Jakarta Convention Centre, Jakarta, Jumat (4/5/2007).

    Target ambisius itu, menurutnya, searah dengan visi perusahaan secara global untuk bisa menghubungkan lima miliar manusia di 2015. "Kami dengan sangat senang mendukung segala aktivitas untuk memajukan pertumbuhan di dalam bidang telekomunikasi," ujarnya lagi.

    Dieter mengungkapkan pasar Indonesia sangat penting bagi kepentingan bisnis perusahaannya, karena tingkat konektivitas teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) di Indonesia masih sangat rendah jika dilihat dari jumlah penduduk yang mencapai 250 juta. "Penetrasinya pun terendah dibandingkan negara lain di kawasan Asia Pasifik," tambahnya.

    Oleh sebab itu, Dieter menganggap momentum ini merupakan saat yang tepat bagi Nokia Siemens Network untuk menampilkan portofolio produk termasuk solusi dan layanan yang mereka miliki, seperti, Internet to the Next Billions, Fit for Business, Integrated Subscriber Provisioning, Radio Network Evolution, IPTV, IP Multimedia Subsystem, Indonesia Developer Program, serta Peer to Peer Control.

    "Kami harap di 2007 ini bisnis kami tumbuh lebih besar dari 2006 lalu hingga 20%, terutama dengan menyediakan layanan berbasis 3G," tandas Dieter.

  • Gemar 'Counter Strike', Siswa Dikeluarkan

    Jakarta, Sebuah sekolah di Texas, Amerika Serikat, memutuskan untuk menskors kemudian mengeluarkan seorang siswanya. Hal ini karena ia sangat menggemari game Counter Strike.

    Namun bukan semata-mata menggemari, remaja 17 tahun itu bermain Counter Strike dengan peta lokasi yang menyerupai sekolahnya. Game tembak-menembak itu memang memungkinkan pengguna untuk membuat lokasi permainan sendiri.

    Awalnya, pemuda yang tidak disebutkan namanya itu diadukan oleh ibunya sendiri. Sehari setelah penembakan di Virginia Tech, sang ibu mengeluhkan kegemaran anaknya bermain game itu. "Ia memainkan game yang melibatkan pembunuhan dan berlangsung didalam arena animasi yang persis dengan Clements High School (tempat anak itu bersekolah-red.)," demikian dikutip detikINET dari TheRegister, Jumat (4/5/2007).

    Setelah diselidiki oleh pihak sekolah, terungkap bahwa remaja itu menyebarkan peta virtual sekolahnya itu lewat sebuah situs. Sang anak mengaku hal itu hanya permainan dan ia tak pernah bermaksud untuk melakukantindak kekerasan atau melukai siapapun di sekolah.

    Pihak sekolah pun memutuskan untuk menskors sang anak, dan setelah diizinkan ibunya pihak sekolah dan keamanan setempat pun menggeledah kamar sang anak. Mereka menemukan adanya lima pedang yang menghiasi kamar anak itu dan memutuskan untuk menyitanya.

    Pada akhirnya sekolah memutuskan untuk mengeluarkan anak itu karena memiliki kecenderungan pada kekerasan, kepemilikan senjata, dan hal-hal lain. Ia pun langsung ditransfer ke sekolah lain. (wsh/wsh)

  • Sony PSP Akhirnya Dilengkapi Kamera

    Jakarta, Sony PlayStation Portable (PSP) tak hanya bisa digunakan bermain game, konsol tersebut kini juga bisa dipakai sebagai alat untuk jeprat-jepret foto.

    Sony Computer Entertainment Europe akhirnya melengkapi konsol game besutannya, PlayStation Portable (PSP), dengan kamera. PSP Go!Cam, demikian konsol game tersebut dinamakan.

    Vnunet yang dikutip detikINET, Jumat (4/5/2007) melansir, Go!Cam hanya dilengkapi dengan kamera 1.3 megapixel. Konsol tersebut juga dilengkapi port USB mini pada bagian atas PSP-nya dan sebuah microphone built-in.

    Lensanya dapat diputar secara vertikal 180 derajat jika ingin digunakan sebagai kamera tradisional atau webcam. Tak ketinggalan memory stick berkapasitas 4GB sehingga penggunanya dapat menyimpan sekitar dua setengah jam video atau 40.000 buah foto.

    Stephane Hareau, PSP marketing manager Sony Computer Entertainment wilayah Eropa, menjuluki PSP Go!Cam sebagai sesuatu yang baru, menyenangkan dan kreatif.

    PSP Go!Cam juga dibundel dengan Go!Edit, sebuah paket software editing yang memungkinkan penggunanya menyimpan dan mengedit foto, video dan klip audio melalui PSP, serta menambahkan efek suara dan grafis. Go!Edit juga memungkinkan penggunanya meng-upload hasil kreasi mereka ke internet langsung dari PSP.

    PSP Go!Cam sendiri, menurut Sony, akan dilepas ke pasar mulai 16 Mei mendatang di kawasan Eropa dan dijual secara eceran dengan harga 34,99 poundsterling atau 49,99 poundsterling.(dwn/dwn)

  • Dopod Gratiskan Upgrade Windows Mobile 6

    Jakarta, Dopod International (Corp) Pte Ltd, penyedia PDA phone dan Smartphone, mengumumkan untuk menyediakan pelayanan upgrade sistem operasi secara gratis bagi pengguna produknya.

    Upgrade cuma-cuma yang diberikan perusahaan yaitu untuk migrasi dari sistem operasi yang saat ini digunakan yakni Windows Mobile 5 ke versi terbaru yang lebih baik, Windows Mobile 6 (WM 6).

    Sayangnya, pelayanan gratis ini tidak diberikan di seluruh jajaran produk Dopod tetapi hanya untuk beberapa produknya yang baru diluncurkan. Dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (4/5/2007), beberapa seri produk tersebut yaitu 838Pro, D810, P800W dan U1000.

    "Dengan melakukan upgrade dari Windows Mobile 5 ke Windows Mobile 6, para pengguna 838Pro, D810, P800W dan U1000 dapat menikmati kegunaan-kegunaan dan fitur dari perangkat tersebut lebih baik lagi," kata Jack Tong, CEO Dopod International Corp.

    Hal ini juga membuat para pengguna bisnis untuk dapat lebih baik dalam mengelola informasi bisnis mereka dengan berbasiskan Microsoft Exchange Server 2007, imbuh Jack.

  • Sejuta Pelajar Sumatera Belajar Internet

    Aceh, Sedikitnya satu juta pelajar di 10 propinsi di Sumatera akan berkesempatan belajar dan memahami Internet. Hal tersebut merupakan targat program e-Ducation for Tomorrow yang digelar PT Telkom Tbk.

    Program yang diresmikan Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Muhammad Nazar, pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei lalu, menyasar para pelajar di 10 kota besar di Sumatera.

    Sekolah-sekolah yang terlibat dalam program ini tersebar mulai dari Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Batam, Jambi, Bengkulu dan Bandar Lampung.

    Muhammad Nazar menjelaskan bahwa setelah konflik dan tsunami melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera, banyak infrastruktur dan sumber daya manusia yang musnah.

    Nazar memandang perlu dilakukannya rehabilitas dan upaya pemulihan secara menyeluruh. "Dukungan yang telah diberikan Telkom diharapkan akan dapat mempercepat usaha-usaha yang sedang dilakukan pemerintah daerah," kata Nazar.

    Program tersebut diperkuat dengan penandatanganan "Pencanangan Pelatihan Internet Satu Juta Siswa se-Sumatra tahun 2007" antara Telkom Divisi Regional I Sumatra, Community Development dan Gubernur Aceh. Telkom juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinisi NAD.

    Executive General Manager (EGM) Telkom Divre I Sumatra Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa sasaran yang ingin dicapai melalui program e-Ducation for Tomorrow ini adalah, mengenalkan manfat akses internet untuk kepentingan dunia pendidikan, membuat skema layanan internet untuk komunitas sekolah, membantu menyediakan fasilitas akses internet, dan meningatkan komunitas internet di dunia pendidikan.

    Saat peresmian, Telkom menyerahkan bantuan masing-masing dua perangkat komputer untuk 6 sekolah di Banda Aceh. (nks/nks)

  • Keyboard Termahal di Dunia Seharga Rp 14 Juta

    Jakarta, Harga keyboard di pasaran saat ini rata-rata mulai dari Rp 90 ribu hingga Rp 2 juta-an. Namun bagaimana dengan keyboard seharga Rp 14 juta?

    Keyboard semahal itu memang ada dan tentu bukan sembarang keyboard. Keyboard bernama Optimus Maximus ini mengintegrasikan sebuah LED (Light Emitting Diode) di setiap 114 tombol keyboard.

    LED merupakan perangkat semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan yang lebih tinggi. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai.

    Sang pengembangnya, Art Lebedev, dari Rusia, berencana memulai produksi keyboard ini pada 20 Mei mendatang dan membandrolnya dengan harga US$ 1.564 atau sekitar Rp 14 juta per unitnya (US$ 1 = Rp 9.008 sumber: detik.com). Harga ini menjadikan Optimus Maximus sebagai keyboard termahal di dunia.

    Art Lebedev memfokuskan diri untuk memproduksi 200 keyboard yang diharapkan akan tersedia menjelang 30 November tahun ini. Dan 200 keyboard akan menyusul pada produksi keduanya pada Desember kemudian, dilanjutkan dengan lebih dari 400 keyboard pada Januari 2008.

    Art Lebedev sendiri berjanji untuk mengumumkan spesifikasi rinci dari keyboard termahal tersebut pada 20 Mei mendatang. Demikian dikutip detikINET dari TG Daily, Jumat (4/5/2007).(lni/dwn)

  • Yahoo! Tawarkan Akses YM Berbasis Web

    San Francisco, Yahoo! baru-baru ini meluncurkan layanan Yahoo! Messenger (YM) berbasis Web. Pengguna Yahoo! kini bisa chatting dari komputer manapun yang terhubung ke Internet, tanpa harus men-download atau menginstal software YM.

    Layanan ini ditujukan untuk para pelancong, karyawan yang tidak diperbolehkan men-download software ke komputer perusahaan, pecinta cyber-cafe maupun mereka yang tidak mampu membeli komputer sendiri.

    Bahkan layanan ini memungkinkan pengguna Yahoo! Messenger berinteraksi dengan pengguna Windows Live Messenger Microsoft.

    "Ini (YM berbasis web) benar-benar memberikan implikasi yang luar biasa bagi mereka yang sedang bepergian," tutur senior wakil presiden komunikasi Yahoo!, Brad Garlinghouse kepada AFP, yang dikutip detikINET, Jumat (4/5/2007).

    Dituturkan Garlinghouse, konsumen saat ini sudah terbiasa dengan kehidupan yang bisa diakses tanpa henti. Statistika industri menunjukkan, hampir seperempat pengguna Internet di Amerika Serikat rajin online dari tempat lain ketimbang dari rumah atau tempat kerja.

    Yahoo Messenger berbasis Web ini kini sudah bisa diunduh melalui situs http://webmessenger.yahoo.com.

    Namun sayangnya layanan ini, untuk awalnya, baru diluncurkan di beberapa negara seperti Brazil, India, Malaysia, Philipina, Vietnam dan Amerika Serikat, menyusul beberapa negara lainnya pada akhir tahun ini.(dwn/dwn)

  • Bagaimana dengan minat baca di Indonesia?

    Betul salah satu kelemahan lulusan-lulusan sekolah kita adalah lemah dalam
    presentation skill termasuk lemah dalam keterampilan bertutur-kata merangkai
    argumentasi. Keterampilan diatas sebenarnya sama pentingnya dengan
    keterampilan dalam menjawab soal-soal tertulis (apapun bentuknya),

    Sistem masyarakat telah membuat orang (bukan hanya pelajar) terjebak kedalam
    suasana dimana mereka jadi peserta pasif berkata dan berinteraksi, Seperti
    yang pernah dikatakan ibu Ratih, kebanyakan tipe sekolah kita sama sekali
    sangat kurang dalam mengadakan aktivitas dan yang memungkinkan setiap
    individu "tergiring" menampilkan diri memperagakan, mempamerkan, menyajikan
    dan mempresentasikan sesuatu didepan orang. Ini akibatnya mereka tidak punya
    rasa percaya diri karena kurang pengalaman dalam berpresentasi berdialog dan
    bertutur-kata dengan orang lain dalam acara resmi. Padahal ketika si pelajar
    lulus sekolah dan siap masuk bursa pasaran tenaga kerja maka keterampilan
    semacam ini sangat diperlukan. Orang yang hanya terampil menjawab soal-soal
    diatas kertas hanya cocok menangi kerja-kerja dibidang tertentu saja. Tapi
    sesungguhnya sangat jauh lebih banyak peluang kerja yang justeru memerlukan
    keterampilan berdialog, berargumentasi, berkomunikasi dan berpresentasi.

    Kaitan aktivitas baca buku dan kualitas dialog /presentasi sangat erat.
    Orang yang kurang membaca tidak akan bisa menyajikan presentasi yang menarik
    dan berbobot. Dia tidak akan terasah pula fikirannya dalam menjawab
    persoalan-persoalan yang diajukan oleh para pendengarnya. Jadi dalam
    kerangka seperti ini memang aktivitas membaca buku akan dengan sendirinya
    meningkat kalau aktivitas harian masyarakat banyak bersinggungan dengan
    keperluan mencari informasi. Bahasa presentasi berbeda dengan bahasa rumpi.
    Dalam merumpi diwarung kopi orang bisa seenaknya melempar kata apaun karena
    tidak ada beban moral, demam panggung dan tanggung-jawab. Di warung
    kopi tidak ada beda antara serius dan dusta, antara ngomongin orang dan
    berfikir untuk kemaslahatan. Masyarakat yang doyan merumpi tidak berarti
    masyarakat yang potensial jadi mahluk terampil tampil kedepan berdialog,
    berpidato dan memberi presentasi.

  • Menyedihkan, Indonesia Lebih Suka ke Situs Asing

    Jakarta, Alasan penyedia jasa Internet di Indonesia untuk menggenjot kuota bandwidth internasionalnya tak lain karena kebiasaan pengguna yang lebih suka berkunjung ke situs luar negeri ketimbang lokal.

    "Faktanya, dari jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini sebagian besar mengakses konten yang ada di luar negeri, dengan persentase lebih dari 65%," kata VP Public and Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia kepada detikINET melalui surat elektronik, Senin (30/4/2007).

    Dijelaskan, fakta tersebut merupakan salah satu yang terungkap dari beberapa fakta yang disampaikan pada forum Apricot di Bali pada 26 Februari 2007 lalu. Fakta lainnya, lanjut dia, menyebutkan penetrasi Internet di Indonesia masih terbilang sangat rendah, yaitu hanya 8,1%.

    "Dari sisi jumlah pengguna Internet, Indonesia sebenarnya menempati urutan ke-13 terbesar dunia, namun dengan jumlah penduduk sekitar 221,9 juta angka penetrasinya menjadi sangat kecil," tukas Eddy.

    Apalagi bila menyangkut penetrasi Internet broadband yang baru mencapai 0,1%, menurut Eddy, posisi Indonesia praktis merupakan salah satu yang terendah di dunia. Ia mengakui, keterbatasan bandwidth merupakan salah satu faktor yang menghambat ekspansi akses broadband di Indonesia.

    Tentu saja hal ini mendorong kebutuhan akan ketersediaan bandwidth internasional yang besar. Hal tersebut dipenuhi Telkom salah satunya dengan bergabung dalam Konsorsium Asia-America Gateway (AAG) yang memiliki jaringan kabel laut sepanjang 19.000 km dan didesain untuk kapasitas 1,92 Terabit per detik (Tbps).

    Bergabungnya Telkom dalam konsorsium itu diharapkan dapat menggenjot kuota bandwidth internasionalnya menjadi 30 gigabit per detik (Gbps) di akhir 2008, bahkan hingga 70 gigabit per detik (Gbps) di sekitar 2011. "Saya kira ini merupakan langkah kongkret Telkom untuk merealisasikan apa yang disampaikannya lewat forum Apricot di Bali belum lama ini," ucap Eddy.

    Ia mengatakan penambahan bandwidth internasional akan berdampak besar bagi peningkatan pelayanan kepada pelanggan akses data dan Internet Telkom, termasuk pengguna akses broadband Speedy. "Di sisi lain, harapan pelanggan Telkom untuk mendapatkan tarif akses data dan Internet yang terjangkau akan lebih mudah untuk diwujudkan," tandasnya. (rou/nks)

  • Bolivia Kembali Kuasai Migas

    la paz, Rabu - Presiden Bolivia Evo Morales, Selasa (1/5), di La Paz,
    mengumumkan negara kembali mengontrol semua bisnis asing, khususnya
    migas. Sebanyak 12 perusahaan asing telah bersedia menandatangani
    kontrak migas baru, Rabu (2/5).

    Kontrol yang paling menonjol adalah bisnis minyak dan gas yang selama
    ini dikuasai asing. Keturunan indian Quechua ini disebut berhasil
    menaklukkan para Goliat, julukan raksasa minyak asing yang ditakuti.

    Kontrol tersebut berlaku secara resmi sejak 1 Mei, atau setahun sejak
    Morales mendeklarasikan hal tersebut. Sebagian bisnis migas sudah
    dikuasai sebelum 1 Mei 2007.

    Ekonom AS peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001 Joseph E Stiglitz mendukung
    penuh tindakan Morales. Stiglitz sudah sejak lama mempertanyakan
    peruntukan hasil migas Bolivia yang selama ini dinikmati investor
    asing dengan kolaborasi yang rapi dengan politisi keturunan Spanyol.

    Dengan pengumuman Morales itu, perusahaan minyak negara Bolivia, YPFB
    (Yacimientos Petroliferos Fiscales Bolivianos, mirip Pertamina) akan
    mengontrol semua kekayaan alam dan gas. Presiden YPBF Guillermo
    Aruquipa mengatakan, negara sudah resmi menjadi pemilik semua kekayaan
    gas dan minyak.

    Sebanyak 12 perusahaan minyak asing juga langsung menandatangani
    kontrak baru, setelah pengumuman resmi nasionalisasi tersebut.
    Perusahaan yang menandatangani kontrak bisnis migas yang baru itu
    antara lain Repsol YPF SA (Spanyol-Argentina) oleh Presiden Repsol YPF
    Luis Garcia Sanchez dengan Presiden YPFB president Guillermo Aruquipa.

    Perwakilan perusahaan minyak asing lain yang telah bersedia
    menandatangani adalah Petrobras (Brasil), Total-Fina-Elf (Perancis
    Belgia), British Gas (Inggris).

    Dengan kontrak baru itu, semua perusahaan asing harus menyetor 82
    persen dari penerimaan (bukan total laba) ke YPBF dan hanya 18 persen
    untuk perusahaan asing sebagai operator eksplorasi minyak.

    Dengan kontrol negara tersebut, YPBF juga dengan leluasa mengontrol
    praktik penipuan keuangan yang umum dilakukan perusahaan asing, yang
    bertujuan mengelabui negara tempatnya beroperasi.

    Usaha migas asing di Indonesia jauh lebih enak, karena menerima 15
    persen dari total laba (penerimaan dikurangi biaya).

    Masih ada beberapa perusahaan asing yang masih berpikir-pikir untuk
    menandatangani kontrak migas baru. Exxon-Mobil (AS) mengatakan, sedang
    memonitor perkembangan secara saksama.

    Namun, Morales sudah menyatakan dengan jelas, "Kami masih terbuka
    untuk sebuah negosiasi, karena kami sebagai keturunan indian percaya
    dengan prinsip dialog," kata Morales.

    "Namun jika negosiasi tidak berjalan, kami memberi waktu enam bulan
    bagi mereka untuk berpikir atau meninggalkan negara ini. Kami tidak
    akan takut untuk mengambil hak kami," kata Morales. "Dominasi asing
    atas kekayaan kami sudah berakhir. Hormatilah harkat Bolivia," kata
    Morales. Kekayaan Bolivia dikuasai asing sejak dekade 1980-an, lewat
    program swastanisasi yang dicanangkan Bank Dunia dan IMF.

    Tolak arbitrase internasional

    Presiden Bolivia ini juga sudah menutup pintu bagi penyelesaian
    sengketa dengan perusahaan asing melalui peran afiliasi Bank Dunia,
    International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

    "Tak pernah ada negara di dunia ini yang menang dengan keberadaan
    arbitrase internasional. Tidak pemerintah, tidak Negara dan tidak juga
    rakyat. Hanya perusahaan multinasional yang menang," kata Morales.

    Perusahaan asing mengkritik Morales yang mundur dari arbitrase
    internasional. Namun, Morales mengancam perusahaan asing secara halus.
    "Kami dengan niat baik, menolak tekanan hukum, kampanye lewat media
    dan tekanan lewat jalur diplomasi... yang jelas telah menolak
    kedaulatan negara lewat ancaman dan mencoba menggunakan arbitrase
    internasional, " kata Morales.

    Layak diikuti

    Mengomentari tindakan Bolivia, yang meniru Venezuela, Kepala Badan
    Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Kardaya Warnika mengatakan, meskipun
    sama-sama produsen minyak, kondisi Bolivia tidak bisa disamakan dengan
    Indonesia.

    Pengamat perminyakan Dr Kurtubi menilai, langkah yang dilakukan
    Bolivia menunjukkan kontrak kerja sama migas bukan hal yang tabu untuk
    diubah. "Kalau itu bisa memperbaiki penerimaan negara mengapa tidak
    dilakukan?" ujarnya.

    Menurut Kurtubi, ada klausul di dalam kontrak kerja sama yang
    menyatakan bahwa apa pun yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak,
    kedaulatan negara ada di atas semua itu.

    Kurtubi mengatakan, gelombang nasionalisasi atas usaha pertambangan di
    Amerika Latin saat ini perlu diikuti secara saksama karena yang mereka
    peroleh dari kekayaan alamnya masih sangat kurang dan dominasi
    perusahaan asing sangat kuat. "Sekalipun tidak persis sama, hal yang
    mereka alami memiliki kesamaan dengan yang kita alami," kata Kurtubi.

    "Inti dari apa yang terjadi di Amerika Latin adalah bagaimana agar
    negara memperoleh bagian yang lebih besar," kata Kurtubi. Di
    Indonesia, kata Kurtubi, dengan dasar kontrak bagi hasil (PSC) yang
    standar, upaya meningkatkan persentase perolehan negara terbuka lebar.
    "Bahkan untuk menguasai secara dominan seluruh tambang migas juga
    dimungkinkan karena dalam PSC standar ada kedaulatan negara di atas
    kontrak," kata Kurtubi.

    Menurut Kurtubi, ada kalimat di klausul PSC yang dengan jelas memberi
    hak hukum pada Indonesia. Alasannya, di dalam klausus itu tertulis
    bahwa pada setiap kontrak, tidak boleh ada pihak yang memiliki
    kesempatan membawa sengketa bisnis ke arbitrase internasional. "Setiap
    kontrak juga tidak boleh mencegah atau membatasi Pemerintah Indonesia
    untuk mengutamakan kepentingannya, " demikain isi klausul.

    Menurut Kurtubi, ini adalah pintu hukum yang sah dan kuat untuk
    Indonesia, dalam memaksimalkan kekayaan alam untuk kepentingan negara.
    Dengan klausul itu, Indonesia relatif aman dari kemungkinan dibawa ke
    arbitrase internasional.

  • Bolivia Kembali Kuasai Migas

    la paz, Rabu - Presiden Bolivia Evo Morales, Selasa (1/5), di La Paz,
    mengumumkan negara kembali mengontrol semua bisnis asing, khususnya
    migas. Sebanyak 12 perusahaan asing telah bersedia menandatangani
    kontrak migas baru, Rabu (2/5).

    Kontrol yang paling menonjol adalah bisnis minyak dan gas yang selama
    ini dikuasai asing. Keturunan indian Quechua ini disebut berhasil
    menaklukkan para Goliat, julukan raksasa minyak asing yang ditakuti.

    Kontrol tersebut berlaku secara resmi sejak 1 Mei, atau setahun sejak
    Morales mendeklarasikan hal tersebut. Sebagian bisnis migas sudah
    dikuasai sebelum 1 Mei 2007.

    Ekonom AS peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001 Joseph E Stiglitz mendukung
    penuh tindakan Morales. Stiglitz sudah sejak lama mempertanyakan
    peruntukan hasil migas Bolivia yang selama ini dinikmati investor
    asing dengan kolaborasi yang rapi dengan politisi keturunan Spanyol.

    Dengan pengumuman Morales itu, perusahaan minyak negara Bolivia, YPFB
    (Yacimientos Petroliferos Fiscales Bolivianos, mirip Pertamina) akan
    mengontrol semua kekayaan alam dan gas. Presiden YPBF Guillermo
    Aruquipa mengatakan, negara sudah resmi menjadi pemilik semua kekayaan
    gas dan minyak.

    Sebanyak 12 perusahaan minyak asing juga langsung menandatangani
    kontrak baru, setelah pengumuman resmi nasionalisasi tersebut.
    Perusahaan yang menandatangani kontrak bisnis migas yang baru itu
    antara lain Repsol YPF SA (Spanyol-Argentina) oleh Presiden Repsol YPF
    Luis Garcia Sanchez dengan Presiden YPFB president Guillermo Aruquipa.

    Perwakilan perusahaan minyak asing lain yang telah bersedia
    menandatangani adalah Petrobras (Brasil), Total-Fina-Elf (Perancis
    Belgia), British Gas (Inggris).

    Dengan kontrak baru itu, semua perusahaan asing harus menyetor 82
    persen dari penerimaan (bukan total laba) ke YPBF dan hanya 18 persen
    untuk perusahaan asing sebagai operator eksplorasi minyak.

    Dengan kontrol negara tersebut, YPBF juga dengan leluasa mengontrol
    praktik penipuan keuangan yang umum dilakukan perusahaan asing, yang
    bertujuan mengelabui negara tempatnya beroperasi.

    Usaha migas asing di Indonesia jauh lebih enak, karena menerima 15
    persen dari total laba (penerimaan dikurangi biaya).

    Masih ada beberapa perusahaan asing yang masih berpikir-pikir untuk
    menandatangani kontrak migas baru. Exxon-Mobil (AS) mengatakan, sedang
    memonitor perkembangan secara saksama.

    Namun, Morales sudah menyatakan dengan jelas, "Kami masih terbuka
    untuk sebuah negosiasi, karena kami sebagai keturunan indian percaya
    dengan prinsip dialog," kata Morales.

    "Namun jika negosiasi tidak berjalan, kami memberi waktu enam bulan
    bagi mereka untuk berpikir atau meninggalkan negara ini. Kami tidak
    akan takut untuk mengambil hak kami," kata Morales. "Dominasi asing
    atas kekayaan kami sudah berakhir. Hormatilah harkat Bolivia," kata
    Morales. Kekayaan Bolivia dikuasai asing sejak dekade 1980-an, lewat
    program swastanisasi yang dicanangkan Bank Dunia dan IMF.

    Tolak arbitrase internasional

    Presiden Bolivia ini juga sudah menutup pintu bagi penyelesaian
    sengketa dengan perusahaan asing melalui peran afiliasi Bank Dunia,
    International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

    "Tak pernah ada negara di dunia ini yang menang dengan keberadaan
    arbitrase internasional. Tidak pemerintah, tidak Negara dan tidak juga
    rakyat. Hanya perusahaan multinasional yang menang," kata Morales.

    Perusahaan asing mengkritik Morales yang mundur dari arbitrase
    internasional. Namun, Morales mengancam perusahaan asing secara halus.
    "Kami dengan niat baik, menolak tekanan hukum, kampanye lewat media
    dan tekanan lewat jalur diplomasi... yang jelas telah menolak
    kedaulatan negara lewat ancaman dan mencoba menggunakan arbitrase
    internasional, " kata Morales.

    Layak diikuti

    Mengomentari tindakan Bolivia, yang meniru Venezuela, Kepala Badan
    Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Kardaya Warnika mengatakan, meskipun
    sama-sama produsen minyak, kondisi Bolivia tidak bisa disamakan dengan
    Indonesia.

    Pengamat perminyakan Dr Kurtubi menilai, langkah yang dilakukan
    Bolivia menunjukkan kontrak kerja sama migas bukan hal yang tabu untuk
    diubah. "Kalau itu bisa memperbaiki penerimaan negara mengapa tidak
    dilakukan?" ujarnya.

    Menurut Kurtubi, ada klausul di dalam kontrak kerja sama yang
    menyatakan bahwa apa pun yang diperjanjikan oleh kedua belah pihak,
    kedaulatan negara ada di atas semua itu.

    Kurtubi mengatakan, gelombang nasionalisasi atas usaha pertambangan di
    Amerika Latin saat ini perlu diikuti secara saksama karena yang mereka
    peroleh dari kekayaan alamnya masih sangat kurang dan dominasi
    perusahaan asing sangat kuat. "Sekalipun tidak persis sama, hal yang
    mereka alami memiliki kesamaan dengan yang kita alami," kata Kurtubi.

    "Inti dari apa yang terjadi di Amerika Latin adalah bagaimana agar
    negara memperoleh bagian yang lebih besar," kata Kurtubi. Di
    Indonesia, kata Kurtubi, dengan dasar kontrak bagi hasil (PSC) yang
    standar, upaya meningkatkan persentase perolehan negara terbuka lebar.
    "Bahkan untuk menguasai secara dominan seluruh tambang migas juga
    dimungkinkan karena dalam PSC standar ada kedaulatan negara di atas
    kontrak," kata Kurtubi.

    Menurut Kurtubi, ada kalimat di klausul PSC yang dengan jelas memberi
    hak hukum pada Indonesia.

  • Bandwidth Telkom Capai 70 Gbps

    Jakarta, PT Telkom memutuskan untuk bergabung dalam Konsorsium Asia-America Gateway (AAG). Meski harus merogoh kocek US$ 40 juta untuk keanggotaannya, langkah strategis itu tetap diambil demi menggenjot kuota bandwidth internasional hingga 70 gigabit per detik (Gbps).

    VP Public and Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia menjelaskan, langkah strategis ini diambil Telkom demi mengatasi masalah keterbatasan bandwidth internasional di Indonesia. Menurutnya, secara langsung atau tidak, keterbatasan akses tersebut turut mempengaruhi daya saing Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia.

    "Kami harap masuknya Telkom dalam keanggotaan Konsorsium AAG benar-benar akan mampu membawa Indonesia terbebas dari masalah mendasar keterbatasan bandwidth," melalui keterangan tertulis yang disampaikannya dari Kuala Lumpur dan diterima detikINET, Sabtu (28/4/2007).

    AAG merupakan sebuah konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan dari 17 negara di Asia-Pasifik dan AS. PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk merupakan wakil dari Indonesia yang tergabung di antara raksasa telekomunikasi dunia lainnya, seperti AT&T Corp (AS), Bharti Airtel Ltd (India), StarHub Ltd (Singapura), Telekom Malaysia Bhd (Malaysia), Telstra Corp Ltd (Australia)

    Selain itu anggota AAG lainnya ialah CAT Telecom (Thailand), Authority of Info-communications Technology Industry (Brunei), Philippine Long Distance Telephone Company (Filipina), Reach Netwoks Hong Kong Limited (Hong Kong) dan Vietnam Posts and Telecommunications Group (Vietnam).

    1,92 terabit per detik

    Tujuan dari dibangunnya konsorsium AAG tak lain demi memenuhi pesatnya tuntutan pertumbuhan bandwidth di masa depan akibat aplikasi broadband yang revolusioner seperti Multimedia dan Internet.

    Keikutsertaan Telkom dalam konsorsium itu dituangkan dalam bentuk Construction & Maintenance Agreement (C&MA) dan Supply Contract AAG yang ditandatangani Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah serta para pimpinan anggota Konsorsium lainnya di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (27/4/2007).

    Dengan ikut bergabung, maka hingga akhir 2008 Telkom direncanakan bakal memiliki kuota bandwidth internasional sebesar 30 Gbps dalam konfigurasi AAG yang terbentang dari Mersing, Malaysia, hingga San Luis Obispo, Amerika Serikat. "Kami menargetkan dalam empat tahun ke depan kapasitas itu akan menjadi 60 Gbps hingga 70 Gbps," ujar Eddy.

    Selama ini, akses Telkom dari Indonesia ke jaringan internasional digelar melalui jalur Dumai-Melaka Cable System (DMCS) dengan kapasitas bandwidth 10 Gbps, Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) Cable System dengan kapasitas 10 Gbps, Radio Link Batam-Singapore dengan kapasitas 4 STM-1 serta Radio Link Batam-Pangerang (Malaysia) dengan kapasitas 4 STM-1.

    Sedangkan bersama Konsorsium AAG, sistem kabel laut yang digawangi bersama itu memiliki kapasitas tinggi, yang didesain mencapai 1,92 terabit per detik (Tbps).

    Konsorsium tersebut menghubungkan langsung jalur Asia dan Amerika Serikat dengan persinggahan (landings) di Malaysia, Singapore, Brunei, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Philippines, Guam, Hawaii dan daratan AS. Konsorsium AAG mengelola saluran jaringan yang membentang sepanjang 19.000 km dengan kapasitas awal sebesar 480 Gbps.

  • Menemui Mayat

    Tulisan ini dipicu oleh catatan saya tentang seorang asing yang
    berusaha memakai bahasa Indonesia dengan betul dan baik.

    Pada tahun 1977, saya mengikuti ceramah tentang struktur sosial di
    Luwu Selatan yang berlangsung di LEKNAS-LIPI, Jakarta. Pembicara
    seorang antropolog bernama Shelly Errington. Sehabis ceramah ia minta
    maaf atas bahasa Indonesianya yang jelek. Taufik Abdullah yang waktu
    itu direktur LEKNAS mengatakan bahwa penceramah berbahasa Indonesia
    dengan baik, bahkan lebih baik daripada kebanyakan ahli ilmu sosial
    dari kalangan bangsa Indonesia sendiri.

    Pada ceramahnya Errington beberapa kali terpeleset memakai akhiran
    -kan atau akhiran -i. Yang menarik, saban salah, ia melakukan koreksi.
    Itulah yang mengesankan.

    Dengan ingatan akan peristiwa itu, saya mengajak Anda memerhatikan dua
    kalimat dari berita sebuah koran tahun lalu. (1) Dari kamar hotel
    tersebut polisi menemukan sejumlah obat pereda rasa sakit milik
    almarhum. (2) Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir,
    menemui mantan Presiden Indonesia BJ Habibie di kediamannya.

    Dapatkah kata menemukan dalam kalimat (1) dan menemui dalam kalimat
    (2) saling dipertukarkan tanpa mengubah makna kalimat masing-masing?
    Jelas tidak. Seperti dikatakan oleh JS Badudu dalam Inilah Bahasa
    Indonesia yang Benar (1995, hlm 120), bentuk menemui diikuti oleh
    orang (dengan siapa kita bertemu), sedangkan bentuk menemukan diikuti
    oleh benda, bukan orang.

    Bagaimana dengan kalimat yang saya petik dari sebuah koran juga?
    "Polisi Filipina akhirnya menemukan dan menahan mantan senator
    Gregorio 'Gringo' Honasan." Honasan itu orang. Mengapa menemukan,
    bukan menemui Honasan? Merujuk kepada Badudu, kita menjawab bahwa
    meski penjahat itu orang, ia hanya dianggap benda.

    Saya melihat masih ada kemungkinan bahwa penjahat pun bisa menjadi
    obyek kata menemui. "Rohaniman A menemui perampok B di Lembaga
    Pemasyarakatan C." Maknanya: rohaniman A sudah tahu akan ke mana untuk
    bertemu dengan perampok B, dan ia ke sana bukan untuk menangkapnya.

    Saya juga terpikir bahwa bentuk menemukan masih juga bisa diikuti oleh
    orang, meski bukan penjahat. "Akhirnya mereka menemukan Sipin, yang
    hilang kemarin, sedang nangkring di cabang kamboja di Pemakaman
    Sepruk." Alasan penggunaan bentuk menemukan: ia menunjukkan hasil
    pencarian yang makan waktu dan tak mudah. Di situ menemukan tak dapat
    digantikan dengan menemui sebab orang-orang yang mencari Sipin tak
    tahu sebelumnya bahwa ia ada di Pemakaman Sepruk. Kata menemui
    mengindikasikan bahwa orang yang ditemui sudah diketahui berada di
    mana, seperti misalnya seorang gadis yang minta sang pacar menemuinya
    di Kafe O.

    Seperti halnya orang yang hilang, orang mati juga termasuk harus
    dikecualikan dari pedoman bahwa bentuk menemui diikuti oleh orang,
    bukan benda.

    Setelah pembahasan sejauh ini, tentunya kita akan terkejut bahwa Kamus
    Besar Bahasa Indonesia Edisi III halaman 1170 menyodori kita contoh
    kalimat berbunyi: polisi menemui mayat itu di semak dekat kebun.

    Kita tunggu saja apakah contoh itu masih akan muncul dalam KBBI Edisi IV.

  • Edan, Warnet Lokal Sedia Film Porno untuk Anak SMP

    Pekanbaru, Sebuah warnet yang menyediakan film porno digerebek polisi. Operator warnet ditahan dan 3 siswa SMP yang sedang menonton film dewasa itu digelandang ke kantor polisi.

    Penggerebekan itu terjadi di sebuah warnet di Jalan Purwodadi, Pekanbaru, Riau, Jumat (27/4/2007) pukul 18.30 WIB.

    Menurut saksi mata yang ditemui detikcom, polisi berpakaian preman datang dengan menggunakan mobil Toyota Kijang berwarna abu-abu dengan nomor polisi BM 1335 AF.

    Saat dirazia, ditemukan 3 anak yang masih merupakan murid sebuah SMP ikut diboyong kepolisian bersama 12 unit komputer. Operator warnet bernama Haris ikut ditahan.

    Ketika detikcom mendatangi warnet tersebut, seorang ibu terlihat bingung. Sang ibu mengaku kehilangan 3 orang anaknya. Dia menyebut anaknya tadi sore diangkut polisi yang tidak mengenakan seragam. Ibu itu mengaku tidak tahu mengapa anaknya diangkut.

    Saat berbincang itu, pukul 22.30 WIB, datang mobil Toyota Kijang yang tadi disebut membawa polisi berpakaian preman. 2 Orang yang mengaku anggota Tim Buser Poltabes Pekanbaru turun bersama 3 anak yang tadi dibawa ke kantor polisi.

    Kedua orang yang berpakaian preman itu meminta maaf kepada ibu tadi, karena anaknya dibawa ke Mapoltabes. Tanpa menyebutkan identitas, kedua petugas itu mengatakan 3 anak itu hanya dijadikan saksi.

    Menurut penuturan kedua orang itu, sebelumnya Poltabes menerima laporan adanya film porno di warnet itu. Film porno itu tidak di-download dari internet, melainkan direkam dari VCD porno dan disimpan di hardisk komputer.

    Anehnya, penggerebekan ini tidak diketahui pejabat berwenang di Poltabes Pekanbaru. Ketika dikonfirmasi perihal penggerebekan itu, Kasatreskrim Poltabes Pekanbaru Kompol Trunoyudo membantah adanya razia.

    "Saya ini masih di kantor, dan tidak ada laporan anak buah saya menggerebek warnet yang menyediakan film porno," ujar Trunoyudo saat dihubungi detikcom melalui telepon pukul 22.00 WIB. Lho kok seperti tidak ada koordinasi sebelumnya?

  • YANG PENTING ANAK SAYA SEKOLAH

    KESEDIHAN terpancar kuat dari wajah Sucipto (50). TatapanŽnya kosong,
    suaranya lirih. Ia tak menyangka istri tercintaŽnya, Sugiyem (42) yang
    telah diŽnikahinya selama 29 tahun, perŽgi lebih dulu menghadap sang
    pencipta meninggalkannya.

    Kepergian Sugiyem, Rabu (25/4) lalu, akibat syok mengeŽtahui suaminya
    ditahan polisi karena dituduh menjadi pengŽgerak massa dan melakukan
    penjarahan, Jumat (20/4) pekan lalu. Warga dua desa, Kuala CeŽnaku dan
    Kuala Kulim memang terlibat sengkata lahan dengan dua perusahaan, PT
    Banyu BeŽning Utama (BBU) dan PT BerŽtuah Aneka Yasa (BAY).

    DPRD Inhu sudah mencoba menengahi sengketa ini dengan mengundang warga
    dan kedua perusahaan, Selasa (1/5) lalu. Tetapi, tidak ada kesepakatan.
    DPRD Inhu hanya memberikan rekomendasi agar 7.800 hektare lahan yang
    disengketakan diŽnyatakan status quo.

    Sehari sebelumnya, Sucipto yang juga ketua kelompok tani Subur Desa
    Kuala Mulya di keterangan terkait aksi pendu analatberatmilikPTB BU.Namun
    setelah pemanggilan itu, Sucipto tidak kunjung pulang. Ia malah di tahan
    polisi bersama dua warga lainnya, ramli dan juga surya.

    Menderigar suaminya ditahan Sugiyem pingsan. Apalagi selama ini Sugiyem
    memang menderita pemyakit jantung. Oleh pihak keluarga Sugiyem di bawa
    ke rumah sakit permata bunda jalan nara singa rengat.

    Keesokan harinya, Sabtu (21/4), R Anis, ketua adat Kecamatan Kuala
    Cenaku memberitahukan kalau istrinya sedang di rawat di rumah sakit. Ia
    pun memohon izin kePolres Inhu agar di perkenakan untuk menjenguk sang
    istri.

    Dengan kawalan polisi Sucipto menjenguk Sugiyem di rumah sakit. Ia tak
    kuasa menahan kesedihan melihat tubuh istriya terbaring lemas tak
    berdaya. Dengan suara yang terbata-bata Sugiyem menanyakan masalah
    penahanan sucipto. "Masalahnya sudah selesai," jawab sucipto berusaha
    menenangkan istrinya.

    Sucipto hanya diberi waktu sebentar menjenguk sang istri kemudian
    kembali lagi ke hotel prodeo. Akhimya, Senin (23/4) malam, sekitar pukul
    22.00 WIB, atas jaminan anak nya Sucipto diperboleh kan pulang oleh
    pihak kepoli sian,tapi wajib lapor setiap Se nin dan Karnis.

    Dua hari menemani istri di rumah sa kit, teryata Tuhan berkehendak lain
    Sugiyem menghembuskan nafasnya yang terakhir, meninggalkan sucipto dan
    tiga anaknya.

    Tak ada satu pesan pun yang di sampaikan Sugiyem. Namun Sucipto dan
    ketiga anaknya mendampingi Sigiyem pergi meninggalkan mereka.

    Kepergian istrinya yangbegitu cepat membuat Sucipto tak kuasa menahan
    sedih. ApaŽ lagi ketiga anaknya masih seŽ kolah. Yang bungsu
    Istiadianto, saat ini masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar"SuŽdah
    takdimya, walaupun berat harus dihadapi," ujamya lirih.
    Kini sebagai orangtua tungŽ gal Sucipto hanya bisa berharap anak-anaknya
    dapat menyele saikan pendidikan meski ibusudah tidak ada Apalagi masalah
    yang dihadapinya belurn selesai"Saya akan beruha sekuat tenaga bekerja
    yang penting anak saya seIesai seko-lahnya, " ujamya.

    Saat ini Sucipto lebih baŽ nyak menghabiskan hari-harinya di kebun
    Sedangkan si bungsu Iebih ban yak diasuh kakak ipar almarhurn Sugiyem
    Warsinah. Warsinah juga yang merawat anak-anak mereka ketika sucipto di
    tahan dan Sugiyemdi rawat di rumah sakit.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.