Search blog.co.uk

Posts archive for: 4 May, 2007
  • Suara-suara dari Leg 2 Semifinal Liga Champion

    Milan The Rainmaster

    Hujan yang mengguyur kota Milan sejak sore ternyata membawa peruntungan tersendiri bagi Il Diavolo Rosso. Padahal, kondisi cuaca seperti ini diasumsikan lebih cocok bagi kubu Manchester United, yang terbiasa dengan iklim khas Britania: mendung, hujan, dan minim sinar matahari.

    Howard Nurse, salah satu editor di situs sepakbola BBC, memprediksi bahwa lapangan yang basah dan licin akan menjadi makanan empuk bagi Ryan Giggs dkk.

    “Saya meramalkan malam penuh kejayaan Eropa buat Manchester United,” sebut Nurse beberapa saat jelang kick-off. “Kondisi lapangan yang basah akan cocok dengan passing game cepat ala United. Para penyerang akan mendapat banyak peluang dan memaksa Dida, kiper Milan, melakukan kesalahan.”

    Toh, yang terjadi justru sebaliknya. Pola Red Devils mandek dan speed Ronaldo dkk. sirna. Justru tuan rumah yang leluasa mengatur tempo serta mendikte irama permainan.

    Yang menarik, derasnya siraman air dari langit justru ditanggapi positif Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani. “Wow, ini hujan yang amat deras. Serasa seperti sedang berada di kota Manchester saja,” komentar Galliani beberapa saat sebelum laga. “Tapi lapangan yang basah adalah lapangan yang membawa keberuntungan.“

    Kini terbukti siapa yang paling pantas dijuluki The Rainmaster! (bry)

    Dilarang Ngomong Inggris!

    Pendukung sering menjadi pemain ke-12, pun dalam jumlah sedikit ketika ikut bertandang ke kandang lawan. United praktis sulit merasakannya saat hadir di Italia.

    Meski suporter Milan tidak mendapat masalah saat datang ke Old Trafford, United mendapat peringatan bisa memperoleh masalah. Uniknya problem yang ditakutkan bukan dari Milan, melainkan dari Roma.

    Bila menoleh ke belakang, musim ini pendukung Setan Merah sudah dua kali terlibat masalah di rumah lawan. Setelah terjadi di kandang Lille, fan United berkelahi sebelum dan saat pertandingan perempatfinal pertama di Olimpico, rumah Roma, yang dimenangi Il Lupo 2-1.

    Sebelum laga, Independent Manchester United Supporters Association (IMUSA) mengatakan ada kemungkinan beberapa pendukung fanatik yang biasa disebut ultras dari Roma akan ke utara untuk menimbulkan kericuhan sebagai balas dendam atas duel di Roma, bisa juga atas kekalahan 1-7 saat bertandang ke Manchester.

    Sebagai pencegahan, IMUSA memperingatkan suporter United agar tidak mengenakan atribut merah. Bahkan, imbauan bertingkah laku sampai dikeluarkan, seperti tidak berbicara English. Sayang, peringatan ini sedikit terlambat. Lima ribu pendukung sudah telanjur bertolak ke Milano. (chrs)

    Kaka
    Top Scorer Virtual

    Melihat dua gol Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka pada semifinal 1st leg di Old Trafford kontra Manchester United, Gennaro Gattuso begitu yakin rekan setimnya tersebut bakal menjadi penentu kelolosan AC Milan ke Athena.

    “Jika Kaka mampu kembali memporak-porandakan United seperti di pertemuan pertama, saya jamin kami akan menang,” ujar Gattuso, seperti dikutip situs resmi Uefa.

    Omongan Gatusso terbukti. Prediksinya mengena tepat sasaran. Kaka betul-betul menghancurkan United, baik dalam skor akhir maupun sektor moral bertanding. Lewat gol pembuka pada menit ke-11, keperkasaan Setan Merah memang langsung luluh.

    Bagi Kaka pribadi, ini golnya yang ke-10 dalam musim 06/07. Dengan gagah berani, penyerang Brasil kelahiran Brasilia, 22 April 1982 itu, nangkring di tangga top scorer sementara Liga Champion musim ini.

    Dia unggul empat gol atas Peter Crouch (Liverpool), Fernando Morientes (Valencia), Didier Drogba (Chelsea), dan Ruud van Nistelrooy (Real Madrid). So, bisa dibilang secara virtual gelar pencetak gol terbanyak kali ini sudah digenggam eks pemain Sao Paulo itu.

    Pasalnya Drogba dan Morientes tak mungkin lagi mengejar defisit tersebut. Praktis satu-satunya pemain yang bisa melewati torehan gol Kaka adalah Crouch, mengingat The Reds masih akan merumput melawan Milan di laga final.

    Jika ditotal jumlah gol per musim, Kaka hanya kalah tajam dari Van Nistelrooy, yang menjadi top scorer LC 02/03 dengan 12 gol. Sejak format berubah pada musim 91/92, rekor gol terbanyak Ruutje belum terusik.

    Sementara itu, untuk kategori pemain Milan tertajam di LC sepanjang masa, Kaka tinggal membutuhkan tambahan sembilan gol agar bisa menggeser nama Andriy Shevchenko dari tangga teratas. Selama berseragam Milan, Sheva sukses mengumpulkan 29 gol.

    Ia unggul atas nama-nama beken dan mapan semisal Filippo Inzaghi, Hernan Crespo, atau Clerence Seedorf. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Kaka sudah mengoleksi total 21 gol buat I Rossonerri. Melihat tren bagus seperti ini, bukan tak mungkin Sheva bakal ia depak. Tapi, tentu dengan catatan Kaka tak keburu hijrah ke luar dari San Siro. (shr)

    Pelatih Liverpool, Rafael Benitez, enggan sesumbar walau tim asuhannya berhasil mempecundangi Chelsea di semifinal II Liga Champion sekaligus merebut satu tiket ke partai final. Sebaliknya, ia justru memuji penampilan The Blues walau sebelumnya sempat “diejek” sang arsitek tim, Jose Mourinho.

    “Saya sungguh menikmati kemenangan ini. Atmosfer di stadion sungguh fantastis dan tim saya berhasil menampilkan permainan luar biasa. Para pemain mengetahui bagaimana cara mengalahkan Chelsea dan mereka bermain dengan semangat menggebu,” ujar Benitez.

    “Namun, penampilan Chelsea juga fantastis. Mereka berhasil melakukan tekanan sehingga barisan pertahanan kami harus bekerja ekstra keras,” imbuhnya.

    Secara khusus, Benitez mengacungkan jempol terhadap performa striker Chelsea, Didier Drogba.

    “Drogba pemain yang sulit ditangani. Namun, Chelsea juga masih memiliki sederet pemain menyerang lain yang bertalenta, yang kerap membuat kami sulit mengontrol mereka,” ungkap pria kelahiran 16 April 1960 itu.

    Sementara itu, kapten tim Liverpool, Steven Gerrard, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mourinho, yang telah membangkitkan semangat rekan-rekannya.

    “Mourinho yang memberikan masukan bagi kami. Setiap hari kami membaca pernyataannya di media massa. Meski Mourinho pelatih hebat, terkadang ia membuat kami tertawa,” tutur Gerrard. (wta)

    Jose Mourinho
    Chelsea Tetap Lebih Baik

    Tersingkirnya Chelsea di semifinal Liga Champion ternyata tidak mampu mengubah pendirian pelatih Jose Mourinho. Arsitek tim asal Portugal ini tetap bersikeras bahwa skuad arahannya masih lebih baik ketimbang sang rival, Liverpool.

    “Liverpool memang tampil lebih baik di menit-menit awal. Namun, saya melihat tim berbaju biru yang bermain untuk menang di pertandingan,” ucap Mourinho. “Kami pantas berlaga di partai final. Chelsea adalah tim yang lebih baik di first leg dan second leg serta babak perpanjangan waktu,” lanjut pelatih yang membawa FC Porto menjuarai Liga Champion tiga musim silam itu.

    Mourinho juga menyesal pertandingan harus diakhiri dengan babak adu penalti.

    “Adu penalti adalah bagian dari permainan dan Liverpool lebih kuat di bagian tersebut. Chelsea telah menunjukkan kemauan yang lebih besar untuk menang, tetapi pada akhirnya Liverpool yang melaju ke final. Selamat untuk mereka. Saya bangga terhadap pemain-pemain saya dan senang bisa berbagi masa-masa menyulitkan ini bersama mereka. Saya tahu seluruh suporter merasa kecewa tetapi tetap memberi dukungan kepada kami,” ujar Mourinho. (wta)

  • Milan vs Man. United 3-0 (Agregat 5-3)

    Perbedaan dengan Gattuso

    All English final batal mentas di final Liga Champion. Itu terjadi setelah Manchester United disingkirkan AC Milan dengan skor agregat 3-5. Di pertandingan kedua semifinal, Rabu (2/5), I Rossoneri menang telak 3-0.

    Gol-gol Milan memang dibuat Kaka, Clarence Seedorf, dan Alberto Gilardino. Tapi, Gennaro “Ringhio” Gattuso juga layak disebut sebagai penentu kemenangan.

    Milan merasakan perbedaan ketika Gattuso hadir di tengah lapangan. Di semifinal pertama, I Rossoneri kalah 2-3 karena Ringhio cedera. Ketika Gattuso ditarik keluar, tim asuhan Carlo Ancelotti padahal sedang memimpin 2-1.

    Di semifinal kedua, Gattuso sembuh dari cedera dan kembali mendarahi lini tengah Milan. Ia berkali-kali menghentikan laju Wayne Rooney-Cristiano Ronaldo sehingga mendapatkan standing ovation dari 60.000 tifosi I Rossoneri.

    Kontribusi Ringhio makin signifikan di babak kedua ketika United berbalik menggempur gawang I Rossoneri sementara pemain-pemain Milan mulai kelelahan. Walaupun berkali-kali membuat pelanggaran di luar kotak penalti, yang dilakukan Gattuso terbukti efektif mematikan Ronaldo.

    Saking bersemangatnya, Gattuso sampai mendapatkan kartu kuning di saat-saat terakhir. Ringhio nyaris menyerang Paul Scholes. Ia marah karena pemain-pemain Man. United terus bermain kendati Kaka sedang terkapar cedera.

    Hampir Mukjizat

    Di akhir pertandingan, Gattuso juga sangat emosional ketika merayakan kemenangan bersama tifosi di Curva Sud San Siro. “Mempertimbangkan semua masalah kami musim ini, hampir sebuah mukjizat kami melangkah sampai ke final,” ujar Gattuso seperti dikutip situs Channel4.

    “UEFA menghukum kami karena kasus calciopoli, tapi pada akhirnya mereka sendiri yang memuji sepakbola yang kami mainkan,” imbuh pemain berusia 29 tahun ini.

    Di partai final, Milan akan bertemu Liverpool, sebuah ulangan laga yang sama musim 2004/05. Ketika itu, I Rossoneri membuang keunggulan 3-0 di babak pertama dan akhirnya kalah 2-3 dalam drama adu tendangan penalti.

    “Ini partai final. Jadi semua ditentukan oleh pertarungan selama 90 menit. Boleh jadi permainan tim atau momen individual dari seorang pemain yang akan menentukan hasil akhirnya,” kata Gilardino di Football Italia. (Dwi Widijatmiko)

    Data-Fakta
    MILAN vs MAN. UNITED 3-0 (Agregat 5-3)
    Waktu: Rabu, 2 Mei 2007
    Tempat: Giuseppe Meazza, Milano
    Wasit: Frank de Bleeckere (Blg)
    Pencetak Gol: 1-0 Kaka 11’, 2-0 Seedorf 30’, 3-0 Gilardino 78’
    Kartu Kuning: Ambrosini 75’, Gattuso 81’ (Mi); Ronaldo 84’ (Ma)
    Kartu Merah: -
    Tembakan ke gawang: 7-2
    Tembakan melebar: 5-6
    Pelanggaran: 11-21
    Sepak pojok: 4-5
    Off-Side: 1-2
    Penguasaan bola (menit): 28’40”-32’13”
    Penguasaan bola (%): 47-53

    MILAN (4-3-1-2) 1-Dida; 44-Oddom, 13-Nesta, 4-Kaladze, 18-Jankulovski; 8-Gattuso (2-Cafu 84’), 21-Pirlo, 23-Ambrosini; 10-Seedorf; 22-Kaka (19-Favalli 86’), 9-Inzaghi (11-Gilardino 67’) Cadangan: 16-Kalac, 25-Bonera, 32-Brocchi, 27-Serginho. Pelatih: Carlo Ancelotti.
    MAN. UNITED (4-3-3) 1-Van der Sar; 22-O`Shea (9-Saha 77’), 6-Brown, 15-Vidic, 4-Heinze; 24-Fletcher, 18-Scholes, 16-Carrick; 7-Ronaldo, 8-Rooney, 11-Giggs Cadangan: 29-Kuszczak, 5-Ferdinand, 23-Richardson, 33-Eagles, 14-Smith, 20-Solskjaer. Pelatih: Sir Alex Ferguson (Sko)

  • Liverpool vs Chelsea 1-0 (agregat 1-1, adu penalti 4-1)

    Kehebatan The Special One

    Saat pertama kali Jose Mourinho menjejakkan kaki di London sebagai pelatih baru Chelsea pada medio 2004, ia mengklaim dirinya sebagai sosok istimewa, the special one. Kini, setelah dirinya dua kali kalah dari Liverpool di semifinal Liga Champion (2005 dan 2007), julukan itu pantas diberikan pada Liverpudlian.

    Ya, kelolosan Liverpool menuju final LC di Athena pada 23 Mei mendatang memang salah satunya karena atmosfer Anfield yang mencekam dan membuat para pemain Chelsea selalu di bawah tekanan pada Selasa (1/5).

    Mengantungi keunggulan 1-0 hasil first leg sepekan sebelumnya, skuad The Roman Emperor seharusnya berada di atas angin. Eh, alih-alih mencetak satu gol tambahan yang bakal menyulitkan The Reds, Chelsea justru gagal membentuk permainan terbaik mereka dan terpancing bermain keras.

    John Obi Mikel dan Joe Cole cukup beruntung tidak mendapatkan kartu kuning ketika menekel Boudewijn Zenden dan Steven Gerrard di babak pertama. Namun, pelanggaran pada Gerrard di sayap kiri The Reds pada menit ke-22 justru menjadi awal lahirnya gol tuan rumah.

    Stevie G. melepas umpan datar dari titik pelanggaran pada bek tengah Daniel Agger, yang tak terjaga, dan bola pun langsung diarahkan Agger ke pojok kanan bawah gawang Chelsea tanpa tertahan kiper Petr Cech.

    Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga laga berjalan 90 menit penuh dan dua babak extra time berakhir.

    Memakan Korban Jiwa

    Liverpool sebenarnya sempat mencetak gol tambahan di menit ke-100 ketika Dirk Kuyt menceploskan bola rebound hasil tendangan Xabi Alonso. Namun, penyerang asal Belanda itu dianggap sudah berada dalam posisi off-side ketika Xabi melepas tembakan.

    Skor sementara dengan agregat 1-1 ini dituntaskan lewat adu tendangan penalti. Zenden, Xabi, Gerrard, dan Kuyt berhasil menunaikan tugasnya dengan baik sebagai algojo di titik putih, sementara tendangan dua pemain Chelsea, Arjen Robben dan Geremi Njitap, berhasil diblok kiper Jose Reina.

    Kedudukan akhir di adu penalti ini menjadi 4-1 karena memang hanya Frank Lampard yang berhasil memperdaya Reina. Semua ini terjadi lantaran kiprah dukungan mengagumkan dari sekitar 40 ribu suporter Liverpool, yang disebut pelatih Rafael Benitez sebagai “the real special one”.

    Well, kekalahan Chelsea di Anfield ternyata tidak hanya berimbas pada penonton semasa berada di stadion saja. Salah satu dari delapan wakil presiden kehormatan The Blues, Phillip Carter, tewas sepulang dari Anfield.

    Helikopter pria berkekayaan 92 juta pound (sekitar Rp 1,6 triliun) itu jatuh di hutan Cambridgeshire ketika bertolak dari Bandara John Lennon (Liverpool) menuju London. Carter dan putranya, Andrew, ditemukan bersama dua awak helikopter dalam keadaan tak bernyawa pada Rabu (2/5) pagi.

    Kecelakaan helikopter serupa pernah terjadi pada 1996 menimpa wakil presiden Chelsea lain, Matthew Harding. Saat itu Harding bersama empat penumpang lain tewas setelah menonton The Blues kalah 1-2 di Bolton pada putaran ketiga Piala Liga. (Darojatun)

    Data-Fakta
    Semifinal I
    LIVERPOOL vs CHELSEA 1-0 (Adu Penalti: 4-1/ Agregat 1-1)
    Waktu: 1 Mei 2007
    Stadion: Anfield
    Wasit: Manuel Mejuto Gonzalez (Spa)
    Gol: 1-0 Agger 22' (Adu Penalti: Kuyt, Gerrard, Xabi Alonso, Zenden; Lampard)
    Kartu Kuning: Agger 62', Zenden 118'; Ashley Cole 28'
    Kartu Merah: -
    Tembakan ke Gawang: 6-4
    Tembakan Melebar: 7-6
    Pelanggaran: 32-21
    Sepak pojok: 5-6
    Off-side: 3-5
    Penguasaan Bola (Menit): 38’6”-32’16”
    Penguasaan Bola (%): 54%-46%

    LIVERPOOL (4-4-2) 25-Reina; 3-Finnan, 23-Carragher, 5-Agger, 6-Riise; 16-Pennant (14-Xabi Alonso 78'), 8-Gerrard, 20-Mascherano (9-Fowler 118'), 32-Zenden; 18-Kuyt, 15-Crouch (17-Bellamy 106') Cadangan: 30-Padelli, 2-Arbeloa, 4-Hyypia, 11-Mark Gonzalez. Pelatih: Rafael Benitez (Spa).
    CHELSEA (4-3-2-1) 1-Cech; 20-Ferreira, 5-Essien, 26-Terry, 3-A. Cole; 12-Obi Mikel, 4-Makelele (14-Geremi 118'), 8-Lampard; 10-J. Cole (16-Robben 98'), 21-Kalou (24-Wright-Phillips 107'); 11-Drogba. Cadangan: 23-Cudicini, 9-Boulahrouz, 18-Bridge, 19-Diarra. Pelatih: Jose Mourinho (Por).

  • Putri Saya Berubah Sekali

    Seorang ibu berkata pada saya, “Saya heran melihat putri saya. Dia sekarang suka bohong. Omongannya nggak bisa dipegang. Semua yang dia mau mesti dituruti. Kalau tidak, dia ngambek. Bisa-bisa sehari-an ia mengunci pintu kamar, nggak keluar rumah. Padahal dulu dia nggak gitu, lho. Dia berubah setelah sering chatting sama si Anu ...”

    Ibu ini seorang guru. Karena ingin mendidik sendiri kedua putrinya, dia meninggalkan profesinya. Sekarang kedua putrinya sudah berusia 16 dan 19 tahun. Si adik yang SMU kelas satu baik-baik saja—penurut dan nggak neko-neko. Beberapa bulan lalu si sulung kenalan dengan seseorang di dunia maya. Dia betah chatting berjam-jam dengan orang itu. Mengetahui putrinya jatuh cinta pada bayangan, si ibu marah-marah.

    Apalagi sang putri menghabiskan waktu di depan komputer sampai pukul empat pagi. Karuan saja, jaringan internet diputus, yang membuat putri ini tidak keluar kamar seharian. Besoknya dia pergi tanpa pamit sampai malam.“ Bagaimana lagi saya harus bersikap padanya?” tanya sang Ibu. “Saya sudah jelaskan sama dia, kalau laki-laki itu orang baik-baik, dia nggak akan habiskan waktumu sampai jam empat pagi. Pasti dia tahu diri! Tapi putri saya nggak peduli. Baginya, cowok itu paling mengerti dia, paling baik sedunia, dst.”

    Seorang anak adalah produk suatu keluarga. Demikian juga putri ibu ini. Biasanya kalau tidak ada pemicu, kehidupan sebuah keluarga terlihat baik dan harmonis. Kuat tidaknya relasi sebuah keluarga terlihat saat muncul masalah. Keluarga yang intim akan bisa melewatinya dan mendapatkan makna dari masalah yang mereka hadapi. Masalah-masalah yang muncul dalam keluarga sebaiknya tidak disikapi dengan marah atau reaktif. Seorang remaja membutuhkan pengertian (understanding) orang-orang di sekitarnya. Kita perlu mengerti alasan remaja kita jadi pembohong atau tidak bisa me-nepati janji. Sebenarnya dia tidak mau seperti itu. Dia tahu bahwa bohong itu tidak baik dan akan membuat luka orangtuanya. Tapi waktu itu (karena kita berondong dengan kata-kata), mungkin dia tidak punya pernyataan lain. Bohong adalah bentuk defence-nya.

    Hal kedua yang dibutuhkan adalah penerimaan (acceptence). Artinya, bagaimanapun perilakunya, dia adalah anak papa dan mamanya. Itulah adanya dia, baik dia salah atau benar, menyenangkan atau menyebalkan, bohong atau jujur, dst. Mengerti bukan berarti menerima atau menyetujui peri lakunya. Pasti ada alasan mengapa dia suka chatting dengan cowok itu. Dalam kasus ini, ternyata selama ini sang ibu cukup keras mendidik anaknya. Putrinya bercerita bahwa sampai dia kelas 1 SMU, mamanya masih memukulnya. Sejak itu hubungan sang putri dengan ibunya memburuk. “Saya sampai bilang ke Mama: jangan sekali-kali menyentuh saya lagi!” kata putrinya.

    Dalam percakapan lebih lanjut ketahuan bahwa putri ini sebenarnya membutuhkan teman curhat. Apalagi ternyata, di kampus dia tidak punya teman akrab. Ngobrol dengan ibunya memunculkan nasihat dari sang ibu dan ujungnya adalah pertengkaran. Hubungan putri ini dengan ayahnya juga kurang harmonis. Menurutnya, ayahnya hanya sesekali berbicara dengan dia. Kalau dia membutuhkan izin ayahnya, hampir selalu disertai bentakan.Tidak heran putri ini lebih suka menghabiskan waktu dengan teman chatting-nya. Lantas apa pun keberatan orangtuanya tidak masuk dalam hatinya. Ini yang disebut latar belakang. Mungkin kalau kita bertanya pada ibu atau ayahnya, kita akan menemukan hal berbeda. Tetapi untuk mengerti sang putri, kita harus bisa memahami isi hati dan perasaannya dari sudut pandang dia.

    Yang terakhir, barulah kita menyatakan setuju-tidaknya kita atas kegiatannya itu. Orangtua bisa mengatakan tidak setuju putrinya chatting sampai pagi, tetapi tidak dengan nada menghakimi. Saya katakan pada ibu ini. “Memang sih Bu, nggak baik di depan komputer sampai pagi. Tetapi ada baiknya Ibu menahan diri dari sikap konfrontasi. Usahakan dulu memperbaiki hubungan yang buruk selama ini. Saya yakin, kalau Ibu bisa menjadi teman curhat bagi putri Ibu, mengerti dan menerima dia, ini tidak akan berlangsung lama.”

    BAGAIMANA MEMELIHARA HUBUNGAN DENGAN ANAK REMAJA?

    1 Orangtua dapat menoleransi paradoks seorang remaja.

    Anak remaja itu mudah berjanji, mudah berkata iya tetapi tidak dilakukan; gampang berubah-ubah. Mereka membutuhkan pengertian dari orangtua, bukan pertentangan yang keras.

    2 Orangtua punya rasa humor.

    Menggunakan/mencari kesempatan untuk menyampaikan hal-hal penting disertai rasa humor. Hal ini akan lebih mudah diterima oleh anak.

    3 Orangtua belajar fleksibel, mampu menyesuaikan diri dengan anak remaja. Mereka butuh teman ngobrol dan tempat curhat.

    Kalau kita punya anak menjelang remaja, yakinkan diri kita bahwa anak kita pu-nya perasaan TERHUBUNG dengan orangtuanya, dia tahu bahwa kita MENERIMA dia, dan dia tahu bahwa kita MEMEDULIKAN dia. Jika anak-anak kita tidak punya ketiga hal ini, orangtua mesti awas, karena akan memicu masalah beberapa tahun ke depan.

    (Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha mendirikan Layanan Konseling Keluarga dan Karier (LK3) Lembaga konseling Kristen ini menyelenggarakan kursus konseling tatap muka dan lewat internet. Juga melayani konseling pribadi dan mental healthcare. Orang bijak peduli konseling.)

  • MENEGUR TEMAN

    Bagaimana jika rekan kerja kita kebablasan menyampaikan humor padahal sedang bertatap muka dengan tamu? Menegurnya secara langsung tidaklah bijak. Teguran langsung di hadapan rekan kerja yang lain pasti akan menyinggung harga dirinya. Ia akan malu atau malah melawan jika kita spontan menegur di hadapan rekan-rekan sekerja. Kita dapat mengingatkan agar ia dapat mengontrol diri. Jangan sampai hal itu menjadi trade mark setiap kali ia berhadapan dengan orang lain.

    Ada beberapa orang yang tidak tahan jika tidak melucu. Hal itu perlu disyukuri karena kehadirannya membawa suasana yang cukup menyenangkan sehingga mengurangi stres kerja. Mungkin yang perlu dikurangi orang tersebut adalah kata-kata atau kalimat yang kurang pantas didengar. Sekali lagi, apa pun humor yang ingin kita lontarkan, kita perlu memikirkan si pendengar. Jadi, sesuatu yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah sejauh mana orang yang akan kita ceritakan humor tersebut dapat menangkap maksud dari humor itu.

    (Indayati Oetomo - Direktur Internasional John Robert Powers)

  • Sulit Cari Pekerjaan

    Pertanyaan:

    Shalom Bahana, Saya seorang bapak (39 th) satu anak yang saat ini dalam kesulitan pekerjaan alias menganggur. Saya punya sertifi-kat satpam. Mohon saran. Terima kasih. (Andi, 08180261xxxx)

    Jawaban:

    Shalom Pak Andi, Memang hari-hari terakhir ini tidak mudah untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak boleh menyerah dan putus asa dengan keadaan yang ada. Yesus berkata bahwa jikalau kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita.

    Yang harus Anda lakukan adalah melakukan bagian Anda, dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya yaitu memberkati Anda. Mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya artinya kita mencari pemerintahan Kristus di mana Kristus memerintah kita dengan prin-sipprinsip Kerajaan Allah. Prinsip tersebut adalah kita berdoa mencari kehendak Tuhan atas hidup kita, merenungkan firman Tuhan siang dan malam sesuai Mazmur 1:1-3, supaya apa saja yang kita lakukan berhasil, bertindak sesuai firman Tuhan.

    Jadi, kita tidak boleh pasrah pada nasib dan menunggu lapangan pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Bagaimana caranya? Apa saja yang Anda lakukan yang sesuai de-ngan persyaratan prinsip Tuhan di atas. Jika kita melakukan bagian kita, Tuhan tidak mungkin tidak akan memberkati kita. Jadi, jangan putus asa. Tuhan berkati.

    (Konsultasi oleh: Ir. Eddy Leo, M.Th. - Abbalove Ministries)

    Etika Humor di Tempat Kerja

    Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Demikian sepenggal kalimat dalam sebuah iklan di televisi. Kesuksesan seorang profesional kadang kala karena ia mampu meninggalkan kesan mena-rik di hati banyak orang.

    Apa saja kesan menarik ketika kita bertemu dengan orang lain? Penampilan, cara berbicara, dan tentu saja humor. Orang yang memiliki selera humor adalah orang yang menarik.

  • Tips Berinvestasi Emas

    Pertanyaan:

    Salam sejahtera Mas Eko, Saya mau tanya: baguskah bila kita membeli emas untuk investasi? Dino - Batam.

    Jawaban:

    Hai Dino, Ada banyak sekali jenis investasi. Dan, salah satunya adalah emas. Terus terang saya sangat kagum dengan investasi jenis ini. Jarang sekali mengakibatkan kerugian bagi pemiliknya. Apalagi bila investasinya untuk jangka panjang. Bahkan kalau kita mau jujur, emas sebagai investasi dan harta sudah dikenal sejak dahulu. Bahkan sejak zaman sebelum Yesus Kristus.

    Ingat kan bagaimana kekayaan orang-orang kaya di Alkitab selalu diukur dengan banyaknya emas? Dan, bagaimana kedudukan emas dalam persembahan para orang Majus? Hal itu membuktikan bahwa emas memang jenis investasi yang bagus. Tapi Mas Dino, saran saya, kalau mau investasi belilah emas dalam bentuk batangan atau koin. Sebab emas jenis ini kalau dijual kembali selalu mengikuti harga pasar dan tidak dikurangi ongkos pengerjaan dan model. Oh ya, karena Anda mengatakan tujuan dari membeli emas adalah untuk investasi, taatilah itu. Sebab suatu investasi biasanya bersifat jangka panjang. Khusus emas, Anda biasanya baru merasakan manfaatnya secara maksimal setelah menginvestasikannya selama minimal 2 tahun.

    (Konslutasi oleh: Eko Endarto, RFA - www.perencanakeuangan.com)

  • Aku Ingin Mengakhiri Hidup!

    Pertanyaan:

    Shalom Pak Daniel, Aku Melly, 19 tahun. Sekarang aku bingung nggak tahu harus bagaimana.. Orangtuaku sudah berpisah, sementara aku harus tinggal di rumah tanteku dengan berbagai aturan yang sangat mengekang.Aku butuh kebebasan, tetapi tidak pernah aku dapat. Aku merasa tersiksa. Aku butuh orang yang aku sayangi, tetapi tidak pernah aku dapat. Aku butuh orang yang dapat membimbing aku! Aku benci dengan diri sendiri dan ingin mengakhiri hidup aku!

    Jawaban:

    Shalom Melly, Pertama-tama, Melly, ampunilah orangtuamu dan tantemu. Apa pun yang sudah terjadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Harapkan dari Tuhan orangtuamu bisa berubah.

    Sementara ini, carilah keluarga yang bisa menerima Melly apa adanya. Temukan orang-orang di sekitar Melly yang dapat membantu engkau dipulihkan. Melly mesti tahu bahwa tidak semua orangtua sekejam orangtuamu. Masih ada orangtua yang baik... Tetapi, kalau sampai tidak ada keluarga yang bisa menerima Melly, kami siap menampung. Dan, untuk masa depanmu, jangan takut membentuk keluarga. Kalau kamu menikah nanti, bentuklah rumah tangga yang baik, ok? Tuhan Yesus menyertaimu.

    Refleksi:

    Kasus yang dialami Melly merupakan peringatan bagi kita semua. Betapa hancurnya hidup seorang manusia kalau sumber hidupnya yang adalah papa dan mamanya bercerai. Sangat-sangat hancur! Saya telah menghubungi dan berbicara langsung dengan Melly. Dia berkali-kali mengatakan mau mati, percuma hidup karena masing-masing mereka (orangtuanya) mencari jalan sendiri.

    Dampak perceraian ini sangat repot untuk kita tangani.Sudah begitu, ia sekarang tinggal bersama tantenya yang tidak sayang juga. Anak umur 19 tahun harus menanggung beban seberat itu. Betapa kejamnya kita ini!Oleh karena itu, saya sarankan kepada anak-anak muda, kalau mau menikah pikirkan baik-baik. Sebab pernikahan itu berlangsung seumur hidup dan ada anak-anak yang harus dipertanggungjawabkan. Kalaupun kita berbuat salah sebagai orangtua, masih ada jalan keluar untuk bisa dipulihkan. Bukan dengan bercerai!Dalam kasus seperti yang dialami Melly, kita harus tangani dulu anaknya.

    Maka dari itu, gereja—kalau saya katakan gereja, tidak harus organisasi—kita sebagai keluarga-keluarga, ayo mulai ambil bagian. Kalau kita berkata menjadi keluarga yang diberkati Tuhan, nilainya adalah selamatkan anak-anak seperti ini. Itu sebabnya saya sudah siap untuk menampung Melly kalau dia tidak ada tempat. Saya juga mengimbau keluarga-keluarga lain untuk membuka pintu hati dan pintu rumah Anda. Kalau kita mau membuka mata dan membuka telinga, di sekitar kita ada orang-orang yang hancur seperti Melly ini. Dan, itulah tanggung jawab gereja untuk generasi sekarang ini. Mari kita selamatkan generasi ini.

    (Daniel Alexander - Pendidik, Pembidik)

  • Menikah, Merasa Hanya Jadi Pelayan

    Shalom Bahana, Saya seorang istri, umur 22 dan suami 31 tahun. Kami dikaruniai seorang putri. Kami juga melayani di gereja. Tetapi kenapa saat dekat dengan Tuhan, suami saya semakin jauh dari saya? Dia lebih cinta keluarganya. Saya hanya dijadikan bak pelayan. Pernah terpikir untuk cerai tetapi saya ingat pu-tri kami. Tolong beri jalan keluar. (Eny, 0812597xxxx)

    Jawab:

    Seharusnya justru semakin dekat Tuhan, hubungan Anda semakin harmonis. Coba cek apa yang menjadikan hubungan kurang harmonis:

    1 Kurang komunikasi.

    Mungkin secara tidak sadar, kalian lebih memerhatikan anak dan juga pelayanan di gereja, tanpa menjaga keseimbangan bicara hati ke hati. Saya pribadi bersama suami sangat sibuk pelayanan dan sekarang kami sedang menyelesaikan kuliah lanjutan. Tapi, justru di tengah kesibukan, kami harus pandai-pandai mengatur waktu berkomunikasi.

    2 Kurang keterbukaan.

    Komunikasi yang berkualitas adalah komunikasi dengan keterbukaan. Suami lebih dekat dengan keluarganya, mungkin karena dia merasa bisa lebih terbuka dengan keluarganya. Coba introspeksi diri, apakah suami cukup terbuka dengan Anda dan juga sebaliknya ? Jika tidak, apa Anda sudah menunjukkan sikap mendukung, menghargai, dan menundukkan diri pada suami (Ef. 5:22-24)?

    3 Kasih mulai tawar.

    Dalam kasih, tidak ada yang berat (1 Yoh. 5:3). Anda mengeluhkan menjadi istri bak pelayan. Ubahlah cara berpikir Anda. Wanita diciptakan menjadi penolong yang sepadan bagi pasangannya (Kej. 2:18). Salah satu peranan istri adalah bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga: “Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya” (Ams. 31:27). Mintalah kasih agape tercurah untuk memampukan Anda melakukan tugas keseharian dengan kasih.

    4 Kurang rileks.

    Kepenatan dan kerutinan dalam rumah tangga membuat Anda bosan dan jenuh. Diskusikan dan rancanglah liburan di mana Anda dapat betul-betul rileks bersama suami. Berdoa dan mintalah agar anggur baru boleh tercurah dalam hidup pernikahan Anda. Ambillah tindakan pro-aktif, jangan mengasihani diri sendiri. Ke-hidupan pernikahan ibarat taman yang harus dipelihara agar tertata baik. Ikutilah seminar rohani yang dapat memperkuat hubungan dengan suami Anda. Kami berdoa terjadi pemulihan dalam rumah tangga Anda. Tuhan memberkati.

    (Konsultasi oleh: Hanny & Agnes Layantara - Gembala GBI Happy Family Surabaya)

  • Darlene Zschech - Pengalaman "Dicium" Tuhan

    Salah satu album terbaru Hillsong, Kiss of Heaven merupakan karya yang “sangat Darlene”. Album ini adalah hasil impiannya sejak lama. Darlene melukiskan Kiss of Heaven sebagai keadaan ketika Tuhan menyentuh bumi, selayaknya ketika Tuhan mencium dahi Darlene. Liriknya mengungkapkan bahwa Tuhan mencari seseorang untuk menerima kasih-Nya. Dia menunggu dan berharap untuk melihat tangan kita terangkat untuk meraih berkat-Nya. Karena Tuhan ingin menolong kita meraih mimpi dan harap-an. Dia akan menampakkan kasih-Nya melalui hasil kerja kita kepada dunia yang haus akan cinta.

    Album ini diilhami oleh pengalaman Darlene meraih mimpinya sejak ia kanak-kanak. Sedari usia yang sangat muda, Darlene telah mengarang lagu sederhana. Ia berkhayal, suatu saat dapat menyajikan karya musiknya kepada orang lain. Mimpinya belum menjadi kenyataan sampai Darlene menyerahkan hidupnya ke tangan Tuhan Yesus ketika berumur 15 tahun. Sejak saat itu hidupnya diubahkan. Darlene mendapat banyak “pelajaran” dari-Nya. Pelajaran itu memberikan inspirasi bagi Darlene untuk menulis lagu. Tuhan telah membuat mimpinya menjadi kenyataan.

    Kesuksesannya terbukti dari hasil penjualan ke-15 albumnya yang mendapatkan 30 penghargaan gold dan platinum di dunia internasional. Selain menjadi worship leader, ia berkeliling dunia sebagai pembicara seminar worship. Lebih dari itu, komit-men Darlene untuk memperlengkapi orang-orang yang terluka mengangkatnya sebagai duta Compassion International. Dengan melakukan kunjungan (mission trip) untuk men-support anak-anak kurang mampu di seluruh dunia. Di Australia, Darlene memimpin Mercy Ministries. Pelayanan yang bertujuan menolong perempuan bermasalah, misalnya kehamilan tak diharapkan dan penganiayaan. Inilah perwujudan nyata dari Kiss of Heaven.

    Glenn Alinskie - Tiga-Empat Kali Ke Gereja

    Bagi seorang Ralph Glenn Alinskie, hanya butuh waktu satu tahun untuk mengorbitkan namanya. Baginya Indonesia bukan negara yang asing kendati banyak menghabiskan waktu di Singapura. “Di Singapura 14 tahun, tapi aku sering bolak balik Jakarta. Jadi kerja di Jakarta, nggak terlalu canggung,” ucap pemeran utama di sinetron Buku Harian Nayla.

    Cowok kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1988 tersebut mengaku waktunya banyak tersita untuk pekerjaan dan jarang punya waktu ke gereja. Padahal dulu ketika ia di Singapura ia terbilang aktif mengikuti berbagai kegiatan di gereja. “Aku memang tipe yang religius sekali. Tiap minggu bisa 3 sampai 4 kali ke gereja. Ngikutin banyak acara mulai dari youth sampai KKR. Setidak-tidaknya aku ambil bagian. Tapi begitu di Jakarta jadi sangat berkurang,” akunya.

    Atas keyakinannya pada Tuhan jualah ia mengaku dengan rendah hati, tanpa kesombongan bahwa apa yang diperolehnya semata-mata berkat Tuhan. “Niat, kerja keras, dan doa, inilah hasilnya, blessing!”ujarnya yakin.

    Sammy Kerispatih - Kulit Hitam Bersuara Emas

    Kian popular dan menuai sukses dengan lagu Mengenangmu membuat Sammy vokalis grup band Kerispatih tersebut ingat ketidakpeduliannya terhadap suaranya. Sejak kecil ia mengaku selalu menolak untuk menyanyi. “Dari kecil saya bukan yang suka menyanyi.

    Di kampus dan lewat Kerispatih-lah saya menyadari talenta menyanyi,” ujar cowok bernama lengkap Hendra Samuel. Ketika tinggal di negara Paman Sam ia melihat dan orang kulit hitam tengah bernyanyi. Kendati bersuara sangat bagus orang kulit hitam itu hanya dapat menjadi pengamen. “Saya baru dapat menghargai suara ini sebagai anugerah waktu di Amerika lihat orang kulit hitam bertiga sedang ngamen.

    Suaranya sangat bagus!”Berangkat dari itulah kelahiran 8 September 1982 tersebut disadarkan bahwa suaranya jangan di sia-siakan. “Suara mereka oke tapi hanya jadi pengamen, saya bisa nyanyi kenapa nggak serius. Sejak itu, saya lebih bisa menghargai suara yang diberikan Tuhan sebagai anugerah,” cerita penikmat kopi yang ditemui usai latihan di studio bilangan Pondok Indah.

  • Lebih Baik

    Pernah dengar kisah ini? Seorang guru bertanya kepada murid-muridnya siapa yang meruntuhkan tembok Yerikho. Dengan ketakutan seorang murid menjawab, “Bukan saya, Pak!” Ketika mendengar jawaban muridnya, sang guru memanggil orangtuanya untuk datang. Di kantornya, guru itu kembali menceritakan peristiwa di kelas kepada ayahnya. Ayah sang anak segera saja berkata kepada guru itu, “Pak, jika memang anak saya yang meruntuhkan tembok Yerikho, saya mau bertanggung jawab. Berapa pun biaya perbaikannya, pasti saya ganti!”

    Kisah di atas masih membuat saya tertawa saat saya menulis kolom Sentuhan Akhir ini. Selesai diwawancarai oleh Wahyu dari Radio Sangkakala Surabaya untuk Profil Penulis, saya dipinjami Jimmy, manajer siaran radio itu, sebuah buku berisi penemuan-penemuan yang menarik terbitan Arena. Salah satunya adalah penemuan trolley alias kereta dorong. Anda pasti pernah memakainya di super market. Penemunya ternyata bernama Sylvan N. Goldman. Kereta dorong pertamanya dibuat seperti kursi lipat sehingga jika tidak digunakan bisa disimpan dengan praktis dan ringkas.

    4 Juni 1937, kereta dorong pertama di dunia itu diluncurkan. Namun, tanggapan masyarakat sungguh menyedihkan. Pelanggan tokonya justru merasa tersinggung karena dianggap memiliki tangan yang lemah sehingga untuk membawa keranjang belanjaan saja tidak kuat dan harus digantikan dengan trolley. Goldman tidak kehilangan akal, ia pun menyewa para pembelanja palsu untuk menggunakan kereta dorong ciptaannya. Orang-orang yang melihatnya mulai tertarik untuk mencoba. Ketika merasakan enaknya memakai kereta itu, orangorang mulai memakainya. Akhirnya, Goldman menjadi orang yang kaya raya karena penemuannya dipakai di seluruh dunia.

    Butir-butir mutiara apa yang bisa kita temukan dari kisah penemuan kereta dorong di atas? Pertama, dunia itu selalu berubah. Jika kita tidak bisa beradaptasi, kita akan musnah. Ingat, dinosaurus hanya makan makanan tertentu, sehingga ketika makanannya langka, mereka punah. Sebaliknya, semut itu pemakan segala, sehingga meski tubuhnya jauh lebih kecil ketimbang dinosaurus, dia masih eksis hingga kini.

    Kedua, kita perlu memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Prinsip ini akan membuat kita mencoba untuk menemukan cara-cara yang bisa membuat hidup lebih nyaman. Penemuan kereta dorong itu tentu saja membuat belanja kita jadi lebih menyenangkan.Ketiga, agar bisa kreatif, kita perlu memiliki pikiran yang terbuka terhadap hal-hal baru. Ingat, apa saja yang belum pernah kita pikirkan, pakai atau gunakan merupakan hal baru meskipun hal itu mungkin sudah lama dipergunakan orang lain.

    Itulah sebabnya mengapa tren yang terjadi di luar negeri sering kali kita bawa pulang ke tanah air. Goldman mau membuka pikirannya dan melihat bahwa kursi lipat itu bisa juga diterapkan di kereta dorong. Artinya, kereta dorong yang bisa dilipat mengambil ide dari kursi lipat. Garpu yang kita pakai untuk makan sebenarnya berasal dari garpu yang digunakan untuk mengangkat jerami, hanya ukurannya dibuat lebih kecil.

    Berdasarkan ketiga hal di atas, jika kita mau mem-buka diri untuk terus belajar, kita tidak akan pernah mandeg. Hanya orang mati yang tidak mau berubah. Meskipun demikian, perubahan yang terbaik adalah perubahan dari diri sendiri. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna” (Roma 12:2). Mari berubah menjadi orang yang lebih baik.

    (Xavier Quentin PranataPenulis, pengajar tinggal di Surabaya.)

  • Gratis

    Saat saya bertemu hamba-hamba TUHAN senior, lalu cerita kekayaan, saya jadi malu hati karena mereka tidak ada sedikit pun rasa malu membanggakan materi. Kita dipanggil untuk menyangkal diri dan memikul salib. Sekarang ini sepertinya orang tidak mau memikul salib karena ada teologia yang mengajarkan semua beres seperti lewat jalan tol. Sebagai hamba TUHAN, gembala sidang, tentu salibnya lebih berat dari yang lain.

    Penyangkalan dirinya lebih banyak dari yang lain karena posisinya. Masyarakat kita masih berpikir over estimate terhadap pendeta ataupun gembala. Mereka mau mengatur cara berpakaian, cara makan, khotbah semua mau diatur. Pendeta mana pun dengan permintaan seperti itu akan jadi stres, sehingga tidak bisa menjadi sahabat bagi majelis dan jemaat. Dari situ saya gambarkan orang yang paling kesepian di gereja adalah pendeta.

    DUKUNGAN KELUARGA

    Kalau pendeta punya pergumulan, beban doa, masalah, dia harus mengadu kepada siapa? Pendeta sebagai orang yang menghadapi tekanan dan pergumulan, apakah juga mendapat dukungan dari jemaat, majelis, dan terlebih dari keluarga sendiri? Ketika terjadi ketegangan, ketidak-cocokan di tengah keluarga, anak tidak mengerti situasi yang dihadapi, pendeta dalam situasi seperti itu harus berbuat apa? Itulah yang saya lihat sebagai ketegangan-ketegangan yang sering dialami oleh hamba TUHAN.

    Sekarang ini jemaat harus berani mengubah persepsi bahwa hamba Tuhan juga manusia. Dia butuh sahabat dan dukungan. Memang, ada yang memberi dukungan, sayangnya mereka mendukung program, bukan pribadinya. Mereka berdoa untuk proyek, tetapi lupa berdoa bagi pendetanya. Ketika pelayanannya begitu sibuk, untuk recovery dari situ apa? Pendeta dituntut selalu tampil sempurna, sementara dukungan untuk jadi sempurna tidak ada. Bagaimana mengatasi ketegangan itu?

    Kalau di gereja Katolik ada biara yang tersedia bagi pastor untuk istirahat beberapa bulan sehingga ia disegarkan kembali. Mungkin saja biaya dan waktu jadi kendala karena kalau pendeta istirahat ia harus pergi sekeluarga. Pengalaman saya, dukungan keluarga itulah yang utama. Saya berbahagia karena keluarga betul-betul menyertai. Mereka tahu emosi dan kekurangan saya, dan mereka sangat mendukung dan melindungi. Jadi, dukungan keluarga itu bisa jadi refreshing. Kalau dukungan orang luar kita tidak tahu, tulus atau basa-basi.

    KARAKTER & ETIKA HAMBA TUHAN

    Ada peribahasa “orang yang memfitnah sesama saudara seiman itu ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri”. Maksud saya, bisa jadi saudara kita itu jatuh, tetapi apakah kita senang dengan kejatuhannya? Saya prihatin hal seperti ini telah menjadi semacam infotainment dengan alasan beban doa. Sepertinya tidak ada beban rasa bersalah kalau kita menceritakan aib saudara kita itu ibarat kita makan mayatnya! Saya sendiri mengalami hal itu. Kita mencoba jujur, mengaku, tetapi 6 bulan kemudian pengakuan kita bisa dijadikan alat untuk memukul kita. Tadinya saya pikir mau meniru Alkitab, jujur dan mengaku, minta waktu untuk kontemplasi dan memperbaiki diri. Tetapi, ternyata pengalaman pribadi saya, kejujuran itu ternyata tidak ada harganya.

    Jadi, dalam penilaian saya, banyak orang percaya Yesus, menyembah Yesus, tetapi sedikit pun tidak memiliki karakter Yesus. Dalam Filipi disebutkan hendaklah kita sama seperti Dia. Kekristenan itu, sebenarnya perubahan yang paling besar adalah memiliki karakter Yesus. Kita kagum dengan Yesus, tetapi mengapa karakter Yesus tidak hidup dalam diri kita? Bangsa kita sudah kehilangan karakter. Gereja tidak menunjukkan karakter Yesus. Misalnya, di suatu gedung sudah ada gereja. Lalu ada kesempatan untuk bikin gereja, langsung disambar tanpa ada rasa malu. Kalau gereja kita jadi besar, tetapi air mata, sakit hati, dan kekecewaan hamba TUHAN lain juga banyak, apakah kita gembira hidup di atas ”mayat” saudara-saudara kita sendiri?

    Saya prihatin karena tidak ada kode etik dan etika sebagai hamba TUHAN. Saya dengar di depan gereja A dipasangi spanduk gereja lain. Masak kita mencari jemaat sampai tidak ada etikanya? Kita sewa orang untuk menyebarkan brosur. Dia tempelkan saja di mobil-mobil yang diparkir pada jam ibadah gereja lain. Orang semacam itu tidak punya etika. Jadi, harus ada etika sesama hamba TUHAN dan dalam mendirikan gereja. Etika hamba TUHAN itu harus dirumuskan dan ditegakkan. Dan, ini waktunya bagi PGI, PGPI, PGLII, atau apa saja untuk berunding dan merumuskan etika hamba TUHAN dan etika mendirikan gereja.

    (Abuna DR. K.A.M. Jusufroni adalah Imam Al-Kanisah Gereja Kemah Abraham, Jakarta.)

  • Cara Membaca Masalah Kita

    Masalah yang bertubi-tubi menimpa bangsa ini serta politisasi kepentingan oleh mereka yang mengatasnamakan rakyat atau kesejahteraannya kerap tidak menjernihkan cara pandang budi dan nurani kita pada masalah yang sebenarnya. Karena itu, saya bermimpi mengajak Anda duduk bersama untuk mencintai KeIndonesiaan yang bhinneka suku, adat, agama dan kearifan-kearifan lokalnya, yang tiap kali mau terus merajutnya menjadi kesatuan ika yang dinamis, secita, dan sesemangat para pendiri bangsa sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945.

    Artinya, konflik antara memperjuangkan nilai-nilai yang kita hayati selalu akan berhadap-hadapan dengan ujian “kepentingan” para penyusun ke-Indonesiaan yaitu kita semua baik sebagai individu maupun sebagai komunitas yang berproses jadi masyarakat warga dalam bernegara republik Indonesia.

    Artinya lagi, ukuran tata negara dan tata sosial bermasyarakat adalah kebhinnekaan yang menghayati ke-Tuhan-an yang maha Esa, religiositas yang toleran dan menghormati per-bedaan agamaagama, dan belajar berbeda menghormati sumbangan kekayaan kebhinnekaan itu bagi persatuan Indonesia.

    Untuk menguji keragaman kepentingan yang berbenturan dalam perjuangan politis yang santun, acuannya adalah ruang etis keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi pedoman etis ketika adu kepentingan bukannya kepentingan yang sedang berkuasa yang menang; bukan pula mayoritas suku atau agama yang menang; bukan pula pemilik saham dan kapital yang menang, tetapi kepentingan bersama rakyat banyaklah yang menjadi pedoman etis pemenangnya. Maka demi kepentingan itu negara diberi mandat oleh rakyat untuk mengelola dan menggarap tanah, air, bumi, dan laut yang menguasai hajat hidup orang banyak. Meskipun secara teknis prosedural dilakukan dalam sistem demokrasi perwakilan atau musyawarah perundingan.

    Sekali dua kali atau berkali-kali dikhianati maka perasaan ketidakadilanlah yang membuncah dan seperti api dalam sekam, akan meledak keluar. Juga bila negara berada dalam dilema, rakyatnya sendiri atau kontrak investasi yang selama ini diperpanjang tetapi tidak memberi sumbangan apa pun untuk masyarakat sekitar (kasus Freeport), tetaplah prinsip etika keadilan sosial menjadi batu ujiannya. Bila dilanggar maka kredibilitas dan legitimitas pemerintahan akan mengalami krisis kepercayaan dan krisis legitimasi.

    Analoginya, bila konstitusi saja bisa diamandemen, apalagi kontrak yang ditandatangani di periode tertentu oleh menteri tertentu, harus bisa ditinjau kembali demi pedoman etis sila keadilan sosial!

    Bagaimana suara rakyat harus didengar dan dari mana? Pertama-tama, karena krisis mempercayai wakil resmi birokrat atau pejabat yang sejak rezim Soeharto masih terus belum pulih, bahkan bertambah-tambah karena pubertas uang, kursi, dan tega memperkaya diri sendiri, maka dengarkanlah mereka lewat masyarakat adat, pemimpin-pemimpin nonformal atau yang dituakan dan dipercayai integritasnya oleh masyarakat etnik.

    Kedua, pendekatan manusiawi sehari-hari dengan mendengarkan denyut nadi dan rasa hati serta derita rakyat banyak tidak mungkin lewat pendekatan elitis setiap kali kerusuhan sosial muncul. Maksudnya, formalitas kehadiran para pejabat yang seakan-akan mendatangi, mendengarkan, tetapi sesudahnya tidak ada aksi nyata perubahan untuk soal ketidakadilan dan ketidakmerataan, hanya akan menumpuk kekecewaan serta apatisme pada segala macam formalisme dan temu tokoh yang memang hanya berhenti pada upacara formal damai-damai, tetapi rakyat tetap terlantar dan miskin.

    Maka dengarkanlah dan beri tanggapan lewat aksi nyata, sama seperti kepercayaan mereka pada misionaris, tokoh suku atau agama yang berkorban dan hidup untuk memihak mereka, dan bukannya dari kota memintari dan mengakali dengan janji lalu memberi luka tak tersembuhkan bernama frustrasi!Karena itulah, saya bermimpi untuk ikut menunjukkan cara membaca dan fokus masalah-masalah pokok berikut ini.

    Kesatu, masalah Freeport, Blok Cepu, dan pengelolaan kekayaan alam bangsa Indonesia adalah masalah ketidak-adilan dan ketidakmerataan sosial. Selama pokok masalah ini tidak dicari solusinya, selama pemihakan ada pada kapital dan tega mengorbankan rakyat, maka di sana pengerukan lebih dari 30 tahun emas kita tanpa terbukti wujud-wujudnya bagi kesejahteraan bangsa Papua dan bangsa Indonesia. Wujud kesejahteraan itu nyata dalam pemajuan pencerdasan pendidikan, bukannya manipulasi teknologi iklan yang kandas begitu kelaparan menjadi bencana, begitu demo membuahkan korban tewas dari saudara-saudari sebangsa, baik dari aparat maupun masyarakat.

    Kedua, rancangan apa pun yang berbentuk regulasi atau perundangan yang mengatur hidup bersama sebagai bangsa, acuan etis sosial tetaplah sila kebhinnekaan dalam keikaan, kerakyatan dalam musyawarah dan duduk bersama membicarakan nilai pemersatu dan itu adalah Pancasila. Bukan mayoritas suku, misalnya Jawa atau mayoritas penguasa bermodal atau pun mayoritas agama.

    Ketiga, manakala kepentingan harus berbenturan dengan nilai maka jalan keluar yang harus diambil adalah kepentingan bersama demi kesejahteraan bersama menjadi pedoman “exit”nya.

    (Dr. Mudji Sutrisno, SJ - Budayawan, pengajar STF Driyarkara dan Pasca Sarjana Filsafat Universitas Indonesia)

  • Taman

    Pada mulanya manusia dan taman. Setelah diciptakan, manusia langsung ditempatkan dalam Taman Eden “untuk mengusahakan dan memelihara taman” itu (Kej. 2:15). Itulah bentuk konkret mandat universal Allah, yakni manusia harus menaklukkan bumi dan berkuasa atasnya (Kej. 1:26, 28). Jika “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej. 1:1), selanjutnya “pada mulanya manusia dan taman.”Mengerjakan dan memelihara taman adalah pekerjaan pertama manusia sebelum kejatuhan. Sekaligus itu membantah kesimpulan yang tidak Alkitabiah bahwa bekerja adalah bagian dari kutuk dosa (bnd. Kej. 3:17-19). Manusia dan kerja adalah dua hal tak terpisah. Manusia adalah makhluk yang bekerja. Homo faber. Itulah sebuah jati diri manusia yang diciptakan pada mulanya dalam kondisi “amat baik” (Kej. 1:31).

    Sayang, perintah untuk menaklukkan bumi pernah dipakai di Barat sebagai pem-benaran untuk mengeksploitasi bumi yang akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan. Lynn White, Jr, ahli sejarah abad pertengahan, menuduh agama Kristen menyuburkan eksploi-tasi alam (The Historical Roots of Our Ecologic Crisis, 1967). Dalam sebuah cara pandang dualisme, manusia diposisikan berhadapan dengan alam. White menuduh agama Kristen sebagai agama yang paling antroposentris. Subordinasi alam dipa-hami dalam arti alam ada hanya untuk manusia.

    Dua tahun sebelumnya, Harvey Cox, teolog dari Har-vard, juga menuduh Alkitab sebagai melegitimasi eksploitasi alam (The Secular City: Secularization and Urbanization in Theological Perspective, rev., 19-21). Menurutnya, konsep PL tentang penciptaan menegaskan pemisahan alam dari Allah dan manusia dari alam. Pemisahan tajam itu membuat manusia kehilangan rasa hormatnya kepada alam.

    Tetapi, bukan begitu maksud Tuhan ketika memerintahkan manusia menguasai bumi. Penguasaan itu untuk kesejahteraan manusia sendiri. Tidak boleh ada penggundulan hutan, yang efeknya bencana longsor atau banjir bandang. Tidak boleh ada pengerukan pasir, yang efeknya merusak ekosistem. Tidak boleh meludah atau membuang sampah di sembarang tempat. Menggunduli hutan, mengeruk pasir, meludah, atau membuang sampah sekilas bukan wujud kuasa manusia atas bumi.

    Wujud konkret menguasai bumi adalah memelihara taman. Mandat budaya untuk menguasai bumi adalah memeliharanya. Wujud ketaatan orang beriman kepada mandat budaya adalah perilaku ramah lingkungan. Iman yang terkait lingkungan. Ujian iman, apa pun agamanya, pada lingkungan. Kalau tidak, iman itu tidak membumi. Iman utopia. Maka, kebersihan harus menjadi bagian dari iman.Lingkungan rusak parah. Amuk alam di mana-mana. Alam meradang, memberontak, dan bencana di mana-mana. Terlalu naif untuk memandang bencana alam itu hanya sebagai fenomena. Pejabat kita memang berulang-ulang mencoba meyakinkan rakyat bahwa bencana alam adalah fenomena alam. Mereka sedang mengelak dari tang-gung jawab publik yang diembannya.

    Taman bagi lurah adalah wilayah kelurahannya. Bagi camat, wilayah kecamatannya. Bagi bupati, wilayah kebupatennya. Bagi walikota, wilayah kotanya. Bagi gubernur, wilayah provinsinya. Taman bagi presiden adalah wilayah negerinya. Kita semua masing-masing mempunyai taman yang perlu diusahakan dan dipelihara. Bisa rumah, kantor, jalan yang kita lalui. Di mana saja kita berada, lingkungan kita adalah taman yang harus diurus dan dipelihara.

    Pada penghargaan Oscar yang ke-79 di Hollywood, film dokumenter An Inconvenient Truth meraih penghargaan Oscar 2007 untuk kategori dokumenter penuh. Film itu mengangkat isu lingkungan sebagai isu moral, bukan isu politik. Di luar gereja, aktivis lingkungan giat berkampanye. Tetapi, gereja lamban memberi respons. Teologia lingkungan tidak berkembang.

    Tidak heran ada orang Kristen yang ikut merusak lingkungan, aktif maupun pasif. Model iman mereka tidak ramah lingkungan dan tak peduli lingkungan. Umat Kristiani semestinya memberi kontribusi memelihara lingkungan. Nurani mereka semestinya berontak melihat lingkungan yang dirusak dan kian rusak. Seandainya, mereka tidak lupa pada mulanya manusia dan taman.

    (Yonky Karman Ph.D - Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Cipanas)

  • Building Trust

    Kebenaran dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai.

    Kepercayaan semakin langka. Padahal semua orang menginginkan dan berusaha mendapatkannya, karena kepercayaan menjanjikan berbagai peluang. Jadilah banyak tindakan semu untuk membangun kepercayaan. Sikap artifisial yang dibuat-buat. Hasilnya? Hanya melelahkan dan itu tidak akan bertahan lama.

    SEBUAH KEPERCAYAAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN

    Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman. Abraham percaya kepada Allah, Allah lalu memperhitungkannya sebagai kebenaran. Dalam hal ini Allah tidak memaksa Abraham untuk percaya kepada-Nya, meskipun pada hakikatnya Ia adalah Allah yang mutlak untuk dipercayai. Karena kepercayaan tidak dapat dipaksakan, dalam kepercayaan tidak ada unsur tekanan, melainkan dimenangkan. Teladan ini menunjukkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah kepercayaan. Suatu hubungan yang kokoh dan harmonis dibangun dan dilandasi oleh sikap saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci suatu relasi dan kemitraan, baik dalam bisnis, karier, persahabatan, keluarga maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

    KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH DUA PIHAK

    Tidak ada satu pun yang dapat menjual barang yang namanya ”kepercayaan”. Karena kepercayaan tidak dapat diperjual-belikan melainkan dibangun dan dipelihara dengan baik. Suatu hubungan selalu melibatkan dua pihak, kepercayaan pun demikian. Sebuah pernikahan dibangun atas dasar komitmen saling percaya di antara suami dan istri. Persahabatan, kemitraan, network, kesepakatan bisnis, semua butuh kepercayaan dari masing-masing pihak. Ingatlah bahwa kepercayaan dibangun seumur hidup, namun bisa runtuh seketika. Jika kepercayaan luntur, hubungan pun menjadi hancur.

    5 ASPEK DASAR UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN

    Ada sebuah perumpamaan tentang dua orang yang hendak membangun rumahnya. Yang seorang membangun rumah di atas pasir yang mudah hanyut, yang lain mendirikan rumahnya di atas batu karang. Ketika hujan lebat turun, mudah ditebak rumah siapa yang akan rubuh.Saat ini banyak orang berusaha membangun kepercayaan dengan berbagai cara. Menawarkan berbagai janji, dengan teknik persuasi, penampilan atau performance yang meyakinkan. Sistem koneksi atau dengan cara-cara yang tidak sepatutnya seperti mencari muka, sikap asal bapa senang atau bahkan memanipulasi.

    Namun sampai kapan ini dapat bertahan? Karena semua akan teruji oleh waktu. Motivasi yang keliru dan janji yang muluk-muluk tidak akan sanggup bertahan lama. Ia seperti pasir yang segera hanyut ketika badai ujian tiba. Sedangkan rumah yang dibangun di atas batu-batu karang akan tetap kuat dan kokoh.Ada lima dasar untuk membangun kepercayaan :

    1 Integritas

    Integritas pribadi merupakan jaminan terutama untuk dipercayai orang lain. Jika kita kehilangan integritas, kita pun sulit meraih kepercayaan dari orang lain. Kejujuran selalu lebih berharga daripada kemunafikan yang paling memikat sekalipun. Orang akan menaruh respek pada sebuah kejujuran. Dan kita akan merasa sangat lega dan langgeng jika diterima dan dipercaya sebagaimana adanya kita.

    2 Kebajikan

    Kebajikan itu hakiki. Jika kita memi-liki sumbernya, maka kebajikan takkan habis-habisnya. Seumpama benih yang hidup, jika ditanam ia akan menumbuhkan kepercayaan. Kebajikan ditunjukkan melalui keteladanan hidup dan perbuatan baik.

    3 Waktu

    Pepatah mengatakan, waktu adalah penguji terbaik. Melewati kurun waktu, suatu hubungan akan semakin teruji. Kepercayaan dibangun seumur hidup, jadi pertahankanlah seumur hidup.

    4 Pertanggungjawaban

    Banyak orang ingin dipercaya, namun merasa takut dengan pertanggungjawaban. Mengapa? Karena mereka tidak menjadi diri sendiri apa adanya. Padahal integritas dan pertanggungjawaban bagaikan koin dengan dua sisi. Sekali kita berintegritas, otomatis kita pasti dapat memberi pertanggungjawaban.

    5 Bukti

    Bukti adalah konfirmasi dari sebuah kepercayaan. Apakah kita dapat membuktikan kompetensi yang kita miliki? Janji-janji yang ditepati? Ucapan dan tindakan yang selaras? Konfirmasi yang positif akan membangun dan semakin memperkuat sebuah kepercayaan.

    (Jakoeb Ezra, MBA - www.powercharacter.com)

  • Miliki Pikiran Kristus

    Pikiran manusiawi cenderung berorientasi pada nilai-nilai negatif, yang tidak-tidak, dan sia-sia. Padahal harus disadari bahwa pikiran memiliki peran besar dalam hidup manusia bahkan dapat menjadi sebuah kekuatan. Dengan pikiran, kita dapat bersukacita. Dengan pikiran pula kita dapat menangis.

    Ayub mengungkapkan kecenderungan cara berpikir manusiawi, “Sesungguhnya, kamu sekalian telah melihatnya sendiri; mengapa kamu berpikir yang tidak-tidak?” (Ayub 27:12).

    Dalam sebuah kesempatan Tuhan Yesus menempelak Petrus. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mat. 16:23).Kerap kali yang menjadi batu sandungan bagi kita adalah pikiran kita sendiri. Terbukti dalam ungkapan Yesus bahwa pikiran manusia atau pikiran duniawi selalu menjadi penyebab kegagalan.

    Ketika kita gagal memiliki pikiran Kristus, kita akan mengalami kegagalan rohani. Pikiran Kristus atau yang disebut hikmat surgawi harus menguasai hati dan pikiran kita. Mengapa? Sebab, dengan hikmat atau pikiran Kristus tersebut, kita akan menjalani hidup yang penuh kemenangan dalam pengalaman menikmati berkat-berkat surgawi.

    Rasul Paulus menyampaikan rahasia bagaimana supaya kita dapat memiliki pikiran surgawi. Ada 3 hal yang harus dilewati orang percaya untuk memiliki pikiran Kristus. Perhatikan Filipi 3:12-15: “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan; aku melupakan segala yang telah di belakangku dan mengarahkan diriku pada yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

    Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.” Ada tiga langkah untuk memiliki pikiran Kristus, yaitu:

    1 Ditangkap oleh Yesus Kristus.

    Maksudnya adalah perpindahan dalam kehidupan kita dari gelap kepada Terang. Pengalaman menjadi Kristen atau orang percaya adalah pengalaman ketika kita dipilih oleh Yesus. Melalui salib kita memperoleh jalan keselamatan dan pengampunan. Bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, juga bukan karena jasa kita. Tidak ada sedikit pun andil kita. Semua karena kasih dan anugerah-Nya. Akibat dari proses tersebut membuat kita berpindah dan berada dalam lingkungan anugerah. Sehingga apa yang kita lihat dan nikmati di tempat kita sekarang akan memberikan dampak positif pada pikiran kita.

    2 Melupakan segala yang di belakangku.

    Kalau pada bagian pertama semata-mata tindakan kasih Allah, sekarang merupakan tindakan respons kita. Kecenderungan kita selalu melihat ke belakang. Akibatnya, membuat kita tidak dapat melupakan kekecewaan atas kegagalan yang pernah kita alami. Kita hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Berhentilah melihat ke belakang!

    3 Berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah.

    Bergairah dan bersemangat dalam Tuhan. Kalau kita hidup dengan tujuan untuk Tuhan, DIA akan menjamin seluruh kehidupan kita. Ada hadiah atau berkat yang disediakan Allah bagi kita.Kedewasaan rohani seseorang dapat dilihat dari cara ia berpikir. Oleh karena itu milikilah pikiran Kristus. Yesus pasti memberkati dengan limpah.

    (Pdt. Lodewyk E. Saerang, S.Th.) Penulis adalah Pastor dan Ketua Forum Komunikasi Alumni Sekolah Alkitab Cipanas (FKASAC)

  • Rp 2,1 M Perminggu untuk Gerrard

    Steven Gerrard menjadi pesepakbola Inggris dengan gaji terbesar di Premiership. Dia dikabarkan baru meneken kontrak untuk mengakhiri karirnya di Liverpool dengan bayaran Rp 2,1 miliar seminggu.

    Diberitakan TheSun, Jumat (4/5/2007), Gerrard sepakat untuk membubuhkan tandatangannya di atas kontrak baru yang akan membuatnya bertahan di Anfield hingga pensiun. Tapi bukan kontrak berdursi panjang itu saja yang menjadi berita besar seputar deal sang kapten.

    Dengan kesepakatan baru tersebut gelandang 26 tahun itu kini juga menjadi pesepakbola Inggris dengan bayaran terbesar di Premiership. Pemilik nomor punggung delapan itu dikabarkan mendapat bayaran enam juta poundsterling pertahun atau 120 ribu poundsterling (sekitar Rp 2,1 miliar) perminggu.

    Jumlah yang diterima Gerrard masih kalah dari bayaran Thierry Henry (130 ribu poundsterling seminggu), Michael Ballack dan Andriy Shevchenko (masing-masing mendapat 121 ribu poundsterling). Namun anggota timnas Inggris itu unggul atas rekan senegaranya seperti Frank Lampard (118 ribu poundsterling), Wayne Rooney dan Rio Ferdinand (100 ribu poundsterling) serta John Terry yang "cuma" dibayar 76 ribu poundsterling sepekannya oleh Chelsea.

    Hingga kini belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Liverpool atau Gerrard soal kesepakatan tersebut. Namun kabarnya, berita menggembirakan buat fans The Kop ini bakal diumumkan pada malam sebelum final Liga Champions mendatang.

    Kontrak lama Gerrard sebenarnya baru akan berakhir 2009 mendatang. Namun duet pemilik baru Liverpool, Tom Hicks dan George Gillett sepertinya tak mau pemain yang sempat diisukan bakal berseragam Chelsea itu hengkang dari Anfield.

    Kontrak hingga pensiun dengan bayaran selangit itu terhitung pantas buat Gerrard. Selain memang oke di atas lapangan, pemain kelahiran 30 Mei 1980 itu sangat setia dengan Liverpool.

    Memulai karirnya dari tim junior tahun 1997, Gerrard kini sudah sembilan tahun membela The Reds dengan sumbangan sembilan tropi juara (masing-masing dua Piala FA, Piala Liga Inggris dan Charity/Community Shield, serta satu gelar Liga Champions, Super Eropa dan Piala UEFA).

  • Lagi, Ronaldo Raih Penghargaan

    Kebintangan Cristiano Ronaldo musim ini benar-benar mencapai puncaknya setelah penyerang Manchester United itu kembali terpilih sebagai Footballer of The Year.

    Adalah para wartawan yang tergabung dalam Football Writers Association (FWA) yang mendaulat penyerang 22 tahun itu sebagai pemenang.

    Dilansir Eurosport, Ronaldo mengungguli striker Chelsea Didier Drogba serta dua rekan setimnya, Ryan Giggs dan Paul Scholes.

    "Saya benar-benar bahagia dan bangga memenangkan penghargaan yang begitu penting ini, penghargaan ini benar-benar sebuah kehormatan," kata penyerang asal Portugal itu.

    Ronaldo menjadi pemain Portugal pertama yang meraih penghargaan tersebut. Adapun MU terakhir kali menyumbang pemain terbaik di tahun 2001 atas nama Teddy Sheringham.

    Penyerang berwajah ganteng itu sebelumnya sudah terpilih sebagai pemain terbaik serta pemain muda terbaik versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA). Dia pun dipilih fans sebagai pemain terbaik tahun ini.

  • Menaklukkan Sang Maut

    Pukul 07.00, sebuah sepeda motor seperti merangkak dari Laweyan di barat daya kota Solo. Begitu perlahan sehingga beberapa kendaraan melewatinya dengan membunyikan klakson. Sisa hujan semalam masih tampak pada bekas genangan air di sisi-sisi jalan. Apakah si pengendara enggan meninggalkan pagi yang basah, ataukah motor tuanya yang tidak bisa lagi diajak ngebut? Entahlah. “Jam berapa ya nanti sampai Jogja?” gumam Wahyudi (40), si pengendara, seorang diri. Motor itu bermerk Honda, bikinan tahun 1980-an, jadi masih bisa diajak ngebut 50-60 km/jam sebenarnya.

    Tetapi dengan kecepatan seperti itu sudah serasa terbang bagi Wahyudi. Dia hanya berani memacu 20-30 km/jam. “Setelah makan pagi di Gondang Klaten, saya coba lari 40. Tetapi rasanya sudah seperti pembalap, he-he-he,” ujarnya terkekeh di ruang tamu Divisi Marketing Majalah Bahana. Wahyudi butuh waktu 3 jam untuk bisa sampai ke Yogyakarta. “Mukjizat, saya sampai dengan selamat ke sini. Doakan juga bisa kembali dengan selamat,” cetusnya. Suara Wahyudi sengau, tak jelas intonasinya. Mirip orang menyeracau.

    DITABRAK BUS

    Setiap detik dalam kehidupan orang percaya adalah mukjizat. Demikian Wahyudi menghayati kehidupannya sekarang. Bisa bangun pagi bertemu istri dan anaknya adalah mukjizat. Dapat mengedarkan Majalah Bahana dan buku-buku rohani ke seantero kota Solo juga mukjizat. Masih bisa bernafas, apalagi. “Saya mendapat mukjizat luar biasa dari Tuhan. Ia sudah memberi saya banyak sekali.” Suara Wahyudi parau. Ia menengadah, menatap langit-langit kantor. Tahun 1987 hingga 1989, Wahyudi bekerja sebagai tenaga administrasi di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

    Saat koran Yogya Pos terbit di kota yang sama, Wahyudi pindah sebagai kepala staf composing di sana. Tetapi “nafas” Yogya Pos kelewat pendek. Wahyudi ber-tahan sampai tahun 1991 sebelum koran ini benar-benar mati. Tahun 1992, alumnus SMEAN II Yogyakarta itu mengadu untung ke ibukota. “Saya ke Jakarta coba kerja di (majalah) Tempo. Tetapi baru dua bulan saya dapat kecelakaan,” terang anggota Full Gospel Bussines Men’s Felowship International Solo, Chapter Manahan itu. Sebuah bus PPD menabrak motor yang dikendarai Wahyudi hingga remuk, pada 18 Agustus 1992. Tangan kiri patah, tempurung lutut kiri remuk. Wahyudi mengalami gegar otak berat yang menyebabkan dia koma. “Dokter bilang saya tidak ada harapan lagi. Gegar otak saya sangat parah, sehingga orangtua menyediakan peti mati dan bus untuk membawa mayat saya ke Yogya,” kata Wahyudi.

    Dalam keadaan koma Wahyudi dibawa keluarganya. Tetapi Tuhan berkeinginan lain. Setelah koma tiga bulan, Wahyudi yang kini tinggal di Gang Markisah I No.13 D, Karangasem RT 01/VIII, Laweyan, Solo itu berangsur sembuh. “Ini benar-benar mukjizat Tuhan,” kata Wahyudi.

    DEPRESI BERAT

    Begitu “bangkit” dari kematian, persoalan Wahyudi belum selesai. Ia teramat depresi dengan cacat permanen yang diperolehnya. Tempurung lutut yang remuk membuat kaki kirinya lebih pendek tujuh centimeter. Tangan kiri lumpuh dan tidak bisa digunakan. Suaranya menjadi sengau seperti baru terkena stroke berat. “Tangan kiri tidak berfungsi sama sekali. Kaki bisa, tapi untuk jongkok tidak bisa. Saya depresi berat. Saya pikir Tuhan terlalu berat mencobai saya. Tetapi berkat doa banyak orang, saya bisa keluar dari depresi itu,” kata Wahyudi sambil mengutip Mazmur 118:18 – 19. Mukjizat paling besar bagi Wahyudi adalah dirinya masih diizinkan hidup oleh Tuhan.

    Di Pleret Bantul Yogyakarta, di rumah orangtuanya, Wahyudi mengisi hari-hari dengan menulis. Rasa galau, namun juga keinginan untuk hidup sebagaimana orang normal lainnya ia tuangkan dalam tulisan-tulisan itu. “Habis mau bikin apa lagi. Dalam keadaan seperti itu saya hanya bisa menulis,” kata Wahyudi. Beberapa tulisan Wahyudi dimuat oleh majalah berbahasa Jawa Djaka Lodang yang terbit di Yogyakarta. “Honor pertama saya Rp15 ribu. Senangnya bukan main,” kenangnya.

    TIADA YANG MUSTAHIL

    Mustahil untuk manusia, tidak bagi Allah. Dalam kondisi tubuhnya yang serba terbatas, sebenarnya mustahil bagi Wahyudi mendapatkan jodoh. Tetapi jalan Tuhan susah ditebak. Seorang gadis membaca tulisannya. Mereka berkorespondensi. Suatu saat sang gadis minta ketemu. Gayung ber-sambut. Tiga bulan pacaran, mereka sepakat menikah. Maka Dra. Febe Tri Wuryan Taruni, dosen Bahasa Indonesia dan Kepala Administrasi ABA STIE Pignatelli Surakarta resmi menjadi istri Wahyudi pada 11 Februari 1998. Mereka diberkati di GBIS Nusukan, Solo.

    Perihal motor yang kini didesain khusus dengan dua roda di belakangnya? “Saya dikasih Megawati waktu dia masih jadi presiden. Saya senang sekali karena dengan motor ini saya bisa ke mana-mana mengantarkan Majalah Bahana dan renungan harian untuk pelanggan,” kata Wahyudi yang salah satu pelanggannya adalah wakil walikota Solo. Wahyudi menjadi Star Agent, program penjualan dengan bonus memikat, untuk menjual majalah Bahana, Renungan Malam, dan buku-buku rohani.Setelah empat tahun merindukan kehadiran seorang anak, tahun 1992 la-hir Theofillus Dian Gegana.

    Saat melahirkan, Wahyudi memangku istrinya. “Saya melihat sendiri proses kelahirannya. Begitu kepalanya keluar, saya deg-deg-an. Saya bersyukur sekali. Puji Tuhan, satu lagi mukjizat bagi kami,” kata jemaat GKJ Kerten, pepathan Karangasem, Solo itu yang selalu berdoa puasa setiap Selasa dan Kamis itu. Melihat Wahyudi berjalan, beringsut langkah demi langkah, barangkali kita segera dihinggapi rasa belas kasihan. Ia seperti menyeret bagian tubuh sebelah kirinya. Tetapi Wahyudi juga seperti menempelak kita. Dalam keadaannya yang cacat, ia bekerja keras untuk menghidupi istri dan anaknya. Sejak tahun 1995, Wahyudi terus menulis untuk majalah Djaka Lodang dan mengirim beragam buku rohani, majalah rohani, renungan harian ke berbagai persekutuan di Solo. “Saya senang, walaupun dalam keadaan begini, saya bisa bertemu banyak orang,” kata Wahyudi.

    BELAJAR DARI WAHYUDI

    Hari menjelang siang. Wahyudi pamit. Berdiri di samping motor roda tiganya, ia menginjak starter beberapa kali. Sesungguhnya bukan menginjak. Berat badan ditumpukan pada kaki kanan, lalu “ditekan”. Tiga jam lagi ia baru sampai ke Solo, hanya dengan sebelah tangan memegang setir. Mungkin kita berpikir Wahyudi pantas bersyukur atas setiap detik dalam hidupnya. Bukankah ia telah diberi Tuhan berbagai mukjizat?

    Tetapi ketidakpekaan dan keke-raskepalaan kita jualah yang membuat Allah mengirimkan seseorang seperti dia, lengkap dengan rasa tak berdaya, putus asa, minder, kepingin cepat-cepat lenyap dari bumi, tetapi juga kegigihan, pantang menyerah, dan rasa syukur atas apa yang ia dapatkan hari ini. Wahyudi telah keluar dari peristiwa tak terhindarkan, maka kita patut belajar padanya.

    (Alex Japalatu)

  • Michelle Heteria

    “Masih ada yang salah! Suara tenor satu masih ada yang salah!” teriak Michelle Heteria (39) ketika memimpin latihan Paduan Suara (PS) Nabirong. Kurang pemanasan ya?” tanya Michelle kepada salah satu anggota Paduan Suara (PS) Nabirong.

    Pemanasan yang dimaksud, bukan berupa olah tubuh tetapi warming-up untuk suara. Pemanasan selalu ditekankan Michelle pada anggota PS setiap kali akan memulai latihan. Pemanasan berguna untuk meningkatkan vokal anggota. Setiap lagu memiliki kekhasan yang memerlukan teknik tersendiri. Untuk menyuarakannya diperlukan persyaratan khusus yang dilatih terus-menerus, yang diawali dan ditunjang oleh pemanasan yang memadai.

    WARNA SUARA

    Setiap orang memiliki warna suara sendiri. Warna suara ini kerap menjadi titik lemah sebuah PS. Seorang anggota PS yang memiliki suara tinggi belum tentu tepat bila ditempatkan di kelompok suara tenor — suara tinggi pria. Bisa saja orang yang warna suaranya tebal bisa tinggi suaranya karena wilayah suaranya luas. Tapi itu tidak jadi jaminan. Inilah yang mesti menjadi persyaratan utama seorang konduktor: menguasai teori dan menerapkannya dengan lugas. Sebelum mengelompokkan suara, konduktor melakukan tes suara terlebih dahulu. Setelah itu pelatihan diberikan secara intensif kurang lebih satu bulan. Memang bagi konduktor untuk mema-hami warna suara anggotanya diperlu-kan waktu cukup lama.

    Dalam mengelompokkan suara, apabila sudah mengetahui warna suara seseorang, mestinya sudah tidak terlalu sulit bagi sang konduktor. Tapi bukan berarti persoalan menjadi selesai. Karena dalam PS, untuk satu jenis suara saja pasti masih ada ketidakcocokan satu dengan yang lain. Tapi dengan pengalamannya lebih dari 10 tahun sebagai konduktor Michelle tahu apa yang mesti dia lakukan.

    Dalam menempatkan posisi seseorang dalam bernyanyi, postur tubuh bukan menjadi pertimbangan utama. Tetapi kesamaan warna suara yang harus dikedepankan. PS Nabirong misalkan. PS yang terdiri dari para pengacara itu menjadi tempat praktik sempurna bagi alumnus Koninklijk Conservatorium, Den Haag, Belanda. Ia menempatkan posisi berdiri dari anak didiknya secara selang-seling. Karena sesama pemilik suara bass, belum tentu memiliki kesamaan suara. Posisi yang demikian menyebabkan suara yang ditampilkan selaras. Ruhut Sitompul misalkan, posisinya berada di tengah, berbeda suara dengan Hotma Sitompul, tetapi keduanya bisa ber-dampingan di barisan depan. Bila tidak dibloking demikian, akan ada suara bass yang lebih menonjol, sehingga merusak harmonisasi suara.

    PARA PENGACARA

    Meski menangani para pengacara kon-dang, Michelle tidak segan menegur anggotanya. Tidak heran sikap tegasnya ini didukung peserta didiknya sendiri yang memiliki kerinduan bernyanyi kompak. Bahkan mereka kerap meminta Michelle, yang dipanggi “kakak” untuk tidak segan menunjuk peserta yang melakukan kesalahan. Meski telah melatih dan mengangkat nama PS Nabirong hingga dikenal dan dikagumi selama 4 tahun, toh ibu dua anak ini mengaku masih memiliki banyak kekurangan. Menurutnya ini hal yang wajar karena PS ini hanya memiliki satu jenis suara.

    PS yang gemar memakai baju hitam ini terdiri dari tenor 1 dan 2, lalu bass 1 dan 2. “Memang awalnya sulit, tapi dengan lagu-lagu baru yang dibawakan mereka mengerti perbedaan warna dengan lagu yang lainnya,” jelasnya. Selain melatih di PS Nabirong, jemaat GPIB Nazaret Jakarta ini juga rutin memberikan kursus menyanyi di STT Jakarta dan gereja-gereja. Ia bahkan berulang kali diminta memberikan pelatihan di gereja-gereja.

    (Grollus)

  • Abuna DR. K.A.M. Jusufroni

    Saat saya bertemu hamba-hamba TUHAN senior, lalu cerita kekayaan, saya jadi malu hati karena mereka tidak ada sedikit pun rasa malu membanggakan materi. Kita dipanggil untuk menyangkal diri dan memikul salib. Sekarang ini sepertinya orang tidak mau memikul salib karena ada teologia yang mengajarkan semua beres seperti lewat jalan tol. Sebagai hamba TUHAN, gembala sidang, tentu salibnya lebih berat dari yang lain. Penyangkalan dirinya lebih banyak dari yang lain karena posisinya. Masyarakat kita masih berpikir over estimate terhadap pendeta ataupun gembala. Mereka mau mengatur cara berpakaian, cara makan, khotbah semua mau diatur. Pendeta mana pun dengan permintaan seperti itu akan jadi stres, sehingga tidak bisa menjadi sahabat bagi majelis dan jemaat. Dari situ saya gambarkan orang yang paling kesepian di gereja adalah pendeta.

    DUKUNGAN KELUARGA

    Kalau pendeta punya pergumulan, beban doa, masalah, dia harus mengadu kepada siapa? Pendeta sebagai orang yang menghadapi tekanan dan pergumulan, apakah juga mendapat dukungan dari jemaat, majelis, dan terlebih dari keluarga sendiri? Ketika terjadi ketegangan, ketidakcocokan di tengah keluarga, anak tidak mengerti situasi yang dihadapi, pendeta dalam situasi seperti itu harus berbuat apa? Itulah yang saya lihat sebagai ketegangan-ketegangan yang sering dialami oleh hamba TUHAN.

    Sekarang ini jemaat harus berani mengubah persepsi bahwa hamba Tuhan juga manusia. Dia butuh sahabat dan dukungan. Memang, ada yang memberi dukungan, sayangnya mereka mendukung program, bukan pribadinya. Mereka berdoa untuk proyek, tetapi lupa berdoa bagi pendetanya. Ketika pelayanannya begitu sibuk, untuk recovery dari situ apa? Pendeta dituntut selalu tampil sempurna, sementara dukungan untuk jadi sempurna tidak ada. Bagaimana mengatasi ketegangan itu?

    Kalau di gereja Katolik ada biara yang tersedia bagi pastor untuk istirahat beberapa bulan sehingga ia disegarkan kembali. Mungkin saja biaya dan waktu jadi kendala karena kalau pendeta istirahat ia harus pergi sekeluarga. Pengalaman saya, dukungan keluarga itulah yang utama. Saya berbahagia karena keluarga betul-betul menyertai. Mereka tahu emosi dan kekurangan saya, dan mereka sangat mendukung dan melindungi. Jadi, dukungan keluarga itu bisa jadi refreshing. Kalau dukungan orang luar kita tidak tahu, tulus atau basa-basi.

    KARAKTER & ETIKA HAMBA TUHAN

    Ada peribahasa “orang yang memfitnah sesama saudara seiman itu ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri”. Maksud saya, bisa jadi saudara kita itu jatuh, tetapi apakah kita senang dengan kejatuhannya? Saya prihatin hal seperti ini telah menjadi semacam infotainment dengan alasan beban doa. Sepertinya tidak ada beban rasa bersalah kalau kita menceritakan aib saudara kita itu ibarat kita makan mayatnya! Saya sendiri mengalami hal itu. Kita mencoba jujur, mengaku, tetapi 6 bulan kemudian pengakuan kita bisa dijadikan alat untuk memukul kita. Tadinya saya pikir mau meniru Alkitab, jujur dan mengaku, minta waktu untuk kontemplasi dan memperbaiki diri. Tetapi, ternyata pengalaman pribadi saya, kejujuran itu ternyata tidak ada harganya.

    Jadi, dalam penilaian saya, banyak orang percaya Yesus, menyembah Yesus, tetapi sedikit pun tidak memiliki karakter Yesus. Dalam Filipi disebutkan hendaklah kita sama seperti Dia. Kekristenan itu, sebenarnya perubahan yang paling besar adalah memiliki karakter Yesus. Kita kagum dengan Yesus, tetapi mengapa karakter Yesus tidak hidup dalam diri kita? Bangsa kita sudah kehilangan karakter. Gereja tidak menunjukkan karakter Yesus. Misalnya, di suatu gedung sudah ada gereja. Lalu ada kesempatan untuk bikin gereja, langsung disambar tanpa ada rasa malu. Kalau gereja kita jadi besar, tetapi air mata, sakit hati, dan kekecewaan hamba TUHAN lain juga banyak, apakah kita gembira hidup di atas ”mayat” saudara-saudara kita sendiri?

    Saya prihatin karena tidak ada kode etik dan etika sebagai hamba TUHAN. Saya dengar di depan gereja A dipasangi spanduk gereja lain. Masak kita mencari jemaat sampai tidak ada etikanya? Kita sewa orang untuk menyebarkan brosur. Dia tempelkan saja di mobil-mobil yang diparkir pada jam ibadah gereja lain. Orang semacam itu tidak punya etika. Jadi, harus ada etika sesama hamba TUHAN dan dalam mendirikan gereja. Etika hamba TUHAN itu harus dirumuskan dan ditegakkan. Dan, ini waktunya bagi PGI, PGPI, PGLII, atau apa saja untuk berunding dan merumuskan etika hamba TUHAN dan etika mendirikan gereja.

    Abuna DR. K.A.M. Jusufroni adalah Imam Al-Kanisah Gereja Kemah Abraham, Jakarta.

  • Chelsea Olivia Wijaya

    Siapa yang tak kenal Chelsea? Namanya meroket lewat aktingnya. Ia memang tengah popular. Namun, tak banyak yang tahu betapa dengan keringat dan kerja keras ia menabur semuanya. Masih dengan kerja keras dan nyaris tanpa keluhan Chelsea terus menapaki kariernya di dunia kerja para seniman.

    USIA TUJUH TAHUN

    Saat anak seusianya masih begitu kental menikmati dunia anak yang ceria, ia dan sang ibu sudah harus menghitung waktu, lalu mengaturnya sedemikian rupa. Pada usia tujuh tahun, ia mulai menghiasi layar kaca. Kini, delapan tahun sudah ia hidup di jagat hiburan. Rasanya pantas ia menuai hasil yang gemilang meski belum genap berusia 15 tahun. “Aku masuk dunia hiburan usia tujuh tahun main sinetron. Sampai sekarang jalan tahun kedelapan,” ceritanya. “Awalnya lewat model dan setelah itu ditawari kasting.

    Dapat iklan baru deh lanjut ke sinetron. Tapi jarak antara iklan dengan sinetron itu tidak lama,” tambah bungsu dari tiga bersaudara yang semula hanya iseng-iseng saja. Apa yang didapatnya sekarang diluar dugaannya. Bagi seorang bocah, saat itu yang ada hanyalah senang dan senang saja bisa muncul di televisi. Dan seperti itulah polosnya pikiran seorang anak. “Sekarang aku sudah mikir dan serius. Kalau dulu itu memang pingin nyoba-nyoba aja. Pikirannya cuma asyik punya dunia baru dan masuk tv.”

    PENDIDIKAN

    Kesibukannya benar-benar memakan waktu. Bahkan pernah dari lokasi syuting ia harus langsung ke sekolah. Pun demikian, siswi kelas satu SMU 6 Jakarta ini mengaku tetap memprioritaskan sekolahnya. Sedapat mungkin Chelsea mengerjakan semuanya dengan baik. “Sibuk boleh aja, tapi sekolah tetap nomor satu. Jadi, aku berusaha sekolah dan karier bisa jalan dengan baik.” Seorang Chelsea hanya sedang berusaha menjalankan keduanya sebaik mungkin. Karenanya dengan bijak ia berujar, “Nggak ada yang mengganggu. Sekolah tidak mengganggu karier, karier juga tidak mengganggu sekolah.”

    Ditanya seberapa besar niatnya untuk menamatkan sekolah, bintang iklan jerawat ini mengaku besar sekali. Karenanya ia tak pernah meninggalkan sekolahnya lebih dari satu minggu. “Itu pun sebenar-nya karena sakit bukan karena yang lain. Aku sih bela-belain dari lokasi syuting langsung ke sekolah,” ceritanya memberi bukti. Usianya yang ter-bilang belia itu tentu membuatnya ingin menghabiskan banyak waktu bersama teman sebayanya. Inilah pengakuannya soal itu, “Namanya juga ABG, ya masih mau main-main, nonton, 3G-an sama teman-teman. Kadang teman sering bikin sirik dengan bilang kita lagi di mall nih. Tapi karena aku juga sudah lama di dunia ini ya aku memutuskan untuk penuhi jadwal. Paling kalau pulang syuting masih memungkinkan untuk jalan, aku jalan. Kalau nggak ya sudah, nggak masalah sih!”

    PEKERJA KERAS DAN TIDAK MENGELUH

    Ditemui di lokasi syuting, Yuliana, sang ibu yang turut hadir membuka suara, “Chelsea bukan tipe pengeluh. Ia tahu ia capek, tapi ia tetap menjalaninya seprofesional mungkin.”Memberi warna tersendiri dalam ranah hiburan bukan berarti Chelsea kebal penolakan. Penolakan-penolakan itulah yang justru memicunya untuk pantang menyerah dan membentuknya jadi pekerja keras. “Ngomong-ngomong soal perjuangan, banyak banget! Mulai dari kasting ke kasting, ditolak, gagal; semua lengkap. Jadi untuk sekarang lebih bisa menghargai semuanya.”Kalau banyak orang menudingnya hanya bermodalkan tampang, ia menepisnya. Lewat pengalaman, ia sendiri membuktikan tampang saja tidak cukup. Dibutuhkan skill yang nyata. “Kalau ada yang bilang aku modal tampang saja, itu salah besar.” Makin tinggi sebuah pohon makin besar pula angin yang menerpa.

    Tak berbeda jauh dengan pemeran Nayla dalam sinetron Buku Harian Nayla ini. Tudingan sebagai miss jiplakan pun mendarat dalam perjalanan kariernya. Menurutnya sebagai pekerja seni, gosip dan berita miring merupakan risiko yang tak terelakkan. Tak ada pilihan lain selain menghadapi dengan caranya. “Siap untuk semua hal!” ujarnya singkat. Dalam dunia show biz tiap pekerja seni dituntut untuk siap menerima pujian dan kritik. “Aku nggak hanya mendapatkan pujian tapi juga kritikan, karena memang apa pun yang kita perbuat selalu diikuti pro dan kontra.” Ia tak akan membiarkan dirinya jatuh secara mental hanya karena kritikan dan berita miring. Chelsea memutuskan untuk tak peduli dengan pemberitaan yang tak benar seputar dirinya.

    Terkait dengan sinotron jiplakan, diam-diam putri pasangan Yacub Wijaya dan Yuliana ini pun sedikit curhat tentang kekecewaannya. “Waktu aku berperan di sebuah sinetron, aku sama sekali nggak tahu kalau sinetron itu jiplakan. Dan aku main sungguh-sungguh dan sepertinya tidak dihargai. Tapi seperti yang aku bilang tadi, di dunia hiburan aku siap dengan apa pun. Jangan terlalu yakin apa yang kita kerjakan dengan baik akan baik juga hasilnya, ini untuk mengantisipasi agar tidak terlalu kecewa,” paparnya. Ke depan ia ingin menunjukkan kualitas akting yang lebih baik lagi kendati sinetronnya ternyata jiplakan. Seperti sinetron Buku Harian Nayla, ia mencontohkan. Kritikan terhadap sinteron ini sebelum tayang pun sudah menggunung. Namun kenyataannya setelah tayang justru banyak pemirsa yang meminta sinetron tersebut tayang ulang. “Prinsipnya biarkan kritikan orang membangun diri kita. Semua hal yang ditujukan untuk aku, aku sampaikan ke Tuhan lewat doa.”

    DEWASA LEWAT PEKERJAAN

    Perjalanan kariernya yang jauh dari mulus membuat Chelsea yang sewaktu kecil sering didaulat jadi Bunda Maria saat acara drama sekolah Minggu, kian menghargai tiap usahanya. “Sekarang aku lebih bisa menghargai karena nggak mudah mendapatkan semuanya. Aku sudah melewati masa sulit. Makanya kalaupun capek banget dan jadi agak malas, aku seperti diingatin lagi akan usaha-usaha yang sudah aku jalani.”Banyak hal yang membentuknya jadi pribadi yang matang dibandingkan usianya. Saat ditanya soal pengenalan dirinya sendiri ia berujar, “Aku bukan orang yang moodyan. Kalau sudah tidur lama dan dibangunkan untuk ngapa-ngapain aku bisa kesal. Aku suka menasihati orang kalau ada yang curhat,” akunya jujur.Menggeluti profesinya yang sarat pemberitaan mulai dari hal remeh temeh sampai soal pribadi ia tak terlalu memusingkannya. Tapi kalau ibunda tercinta yang bicara Chelsea pun menyimaknya. “Mama pengkritik sejati. Semuanya bisa dikritik mulai dari pakaian, akting, ya semuanyalah….”

    Dibalik semua kerja keras dan jerih lelahnya, ia menyadari berkat Tuhan Yesus, sang Maha Pemberi. “Kasting—diterima atau tidak—semuanya itu berkat, termasuk gabung di BBB. Banyak yang lebih cantik dan suaranya juga bagus dari aku tapi aku yang diterima. Itu karena Tuhan Yesus,” jelas pesinetron yang tengah mempersiapkan film perdananya.“Kalau nggak ada Tuhan Yesus nggak ada seorang Chelsea Olivia di dunia ini. Semua ini sama sekali bukan karena kehebatanku, yang paling utama adalah karena berkat-Nya. Tuhan memberikan berkat sekaligus menguji aku, apa aku bisa bertanggung jawab. Tuhan Yesus benar-benar berharga buatku,” paparnya serius meski didera lelah malam itu di lokasi syuting. Di masa remajanya ia tahu betul bahwa di luar sana masih banyak orang yang beranggapan dunia entertaint akrab dengan dunia gemerlap dan segudang hal negatif lainnya. Demi mematahkannya ia senantiasa menunjukkan perbuatan seorang anak Tuhan. Meski hal kecil, begitu ia menilai, tak segan-segan ia berbagi nasihat ataupun dengan tidak merokok.

    AKTRIS PEMBELAJARPemain sinetron yang masih terus berlatih menajamkan aktingnya ini menganggap latihan itu adalah sebuah keharusan. Dan itu dijalaninya dengan satu kata, profesional. Ini lantaran sang mama selalu bertanya serius sebelum menandatangani kontrak. “Sebelum tanda tangan kontrak, mama tanya mau atau nggak. Kalau iya, berarti harus siap bertanggung jawab. Kalau pun nggak diambil ya sudah. Jadi, lebih kepada tanggung jawab dan profesional,” jawab aktris bermata indah yang selalu menyempatkan diri membaca satu ayat Alkitab setiap hari. Melihat usianya, tentu perjalanan kariernya masih panjang. Chelsea kini tengah merendanya dengan tekun. Menuai sukses saat ini bukanlah se-buah akhir.

    Baginya meraih sukses terasa lebih mudah daripada mempertahankan. Diakuinya selama ini ia hanya berusaha semampunya untuk meningkatkan kualitas akting dengan banyak bertanya dan melihat para seniornya ketika sedang beradu akting. Tak disembunyikannya kenyataan kalau tiap hari bermunculan wajah baru. “Setiap harinya lebih banyak lagi orang yang cantik, yang lebih keren, yang lebih imut mukanya. Persaingan itu pasti ada dan yang dicari memang yang punya keahlian. Jadi, bukan cuma ngandalin cantik atau keren saja.”

    Alasan kualitas pula yang dijadikannya sebagai cambuk untuk meningkatkan aktingnya. Karena itu, ia tidak pernah mau cepat puas dan merasa tahu semua hal. “Kadang aku juga cepat puas. Misalnya adegan menangis. Wah, aku sudah puas bisa menangis. Padahal menangis itu kan berbeda-beda. Kayak gitu deh. Jadi, harus terus belajar dan mau menerima masukan untuk perbaikan akting,” tukas pesinetron yang lebih memilih memberikan perpuluhannya pada kaum papa dan panti asuhan.

    (Rumintar Silitonga, Yudi)

  • 10 Indikasi Talenta Anda

    Untuk menemukan talenta seseorang, Dr. John C. Maxwell menyarankan agar kita mencari bidang pekerjaan yang membuat kita bergairah (passion) atau bidang yang kita ahli (strength). Setidaknya 10 indikasi yang kalau sebuah bidang pekerjaan merupakan talenta seseorang, yaitu:

    1. kita menyukai pekerjaan tersebut,
    2. kita mau melakukan pekerjaan tersebut meski tidak dibayar,
    3. kita merasakan kemudahan ketika melakukan pekerjaan tersebut,
    4. kita terus bertumbuh dalam bidang pekerjaan tersebut,
    5. kita sering dipuji orang karena pekerjaan tersebut,
    6. kita bersemangat ketika membicarakan pekerjaan tersebut,
    7. kita sering lupa waktu ketika melakukan pekerjaan tersebut,
    8. kita merasa puas ketika melakukan pekerjaan tersebut,
    9. kita merasa bangga bisa melakukan pekerjaan tersebut, dan
    10. kita mudah mempengaruhi orang dalam bidang pekerjaan tersebut.

    (Paulus Winarto, Discover Your Talent, Bahana —ed. Maret 2006)

  • Tokoh-tokoh Cerdas dalam Alkitab

    Orang sering rancu mempermasalahkan antara bakat, talenta, dan kecerdasan. Lantas dibuat pusing mana yang harus didahulukan. Padahal jelas ada benang merah yang tak dapat dipisahkan.

    Pertanyaannya bagaimana mene-mukan, mengembangkan, dan memaksimalkan talenta yang dimiliki setiap orang? Alkitab mencatat banyak kisah bahwa sekecil apa pun sebuah talenta, jika diasah, pasti bisa membawa hidup dalam kemaksimalan.

    PROSES MENEMUKAN TALENTA

    Tidak semua orang menyadari talenta apa saja yang ia miliki. Musa misalkan. Bahkan ia harus diyakinkan berulang-ulang oleh Tuhan bahwa ia punya kecerdasan interpersonal (kecerdasan memimpin banyak orang) sekalipun agak gagap dan berat lidah. Gideon pun sama. Dia tidak percaya diri, merasa tidak layak melakukan apa-apa hanya karena berasal dari kaum yang terkecil dan juga belum cukup umur (Hak.6:15). Tapi Tuhan tidak salah pilih. Butuh waktu saja untuk Gideon menyadari bahwa ia memiliki talenta.

    Petrus juga sebelumnya tidak pernah tahu bahwa ia memiliki kecerdasan interpersonal dan linguistik-verbal (kecerdasan bahasa). Mungkin tak pernah ia sadari bahwa pidatonya bisa membuat 3.000 orang bertobat. Yang ia tahu, ia hanya seorang nelayan. Dan nelayan kerjanya hanyalah menebar jala, menangkap sebanyak mungkin ikan untuk dijual. Itu saja. Tapi Yesus menyadarkan Petrus bahwa ia punya bakat yang perlu digali dan dimaksimalkannya. Bahwa ia bisa menjadi seorang penjala manusia (Luk.5:1–11).

    Banyak orang tidak menyadari bahwa ia memiliki talenta. Setelah sadar pun, tidak lantas orang mudah percaya diri mengembangkannya. Masa lalu, merasa tidak mampu, dan kurang percaya diri membuat orang harus diyakinkan berulang-ulang bahwa ia bisa meraih potensi maksimal dengan mengembangkan dan memaksimalkan talentanya. Terbukti, ketiga tokoh yang awalnya tidak percaya diri ini, toh akhirnya menjadi orang-orang yang menghasilkan karya besar. Musa dikenal sebagai seorang pemimpin besar dalam sejarah. Gideon dipakai Tuhan untuk menaklukkan raja-raja orang Midian—musuh yang sudah menindas Israel 7 tahun lamanya. Dan Petrus? Kisah Rasul mencatat bagaimana ia mampu menjadi pemimpin besar di gereja mula-mula.

    TALENTA: SATU ATAU LIMA SAMA SAJA

    Bayangkan kalau seorang Franky Sihombing (yang jelas-jelas punya bakat musik) menjadi pelukis! Bisakah dia? Tentu saja bisa. Tapi hasilnya tentu kalah jauh dibandingkan Affandi misalkan, yang sudah punya bakat itu sejak lahir. Atau bayangkan jika Tukul Arwana menjadi pedangdut? Tentu saja dengan ekstra kerja keras dia bisa menyanyi dangdut tapi tidak akan pernah melebihi seorang Inul yang secara bakat mudah menguasai cengkok lagu dangdut. Bahkan bisa jadi dia tidak akan menjadi Tukul yang dikenal sebagai pelawak sekaligus presenter laris.

    Dalam beberapa kasus, Tuhan sengaja menaruh satu bakat khusus dalam diri seseorang. Hanya satu! Tapi dengan satu bakat itu pun, Tuhan bisa pakai dengan luar biasa. Hiram contohnya (1 Raj.7:14-45). Ia tidak dikenal punya bakat lain selain kecerdasan spasial-visual. Dia tidak cerdas dalam memimpin, juga tidak cerdas dalam berbicara. Hanya satu saja yang dia punya. Tapi dari satu talenta itu saja, Hiram mampu membuat, mendesain, dan menyelesaikan semua perkakas tembaga dalam Bait Suci yang dibangun Salomo.

    Bezaleel dan Aholiab sama kasus-nya (Kel.31:1–11). Mereka tidak punya banyak kecerdasan dan bakat. Mereka hanya punya kecerdasan spasial-visual dan natural. Tapi lewat kecerdasan itu, mereka mampu membuat berbagai benda dari emas, perak dan tembaga. Mereka juga mampu membuat segala perkakas dalam Kemah Pertemuan yang dibangun Musa. Masalahnya bukan cuma menemukan talenta, tapi memprioritaskan untuk mengembangkan talenta yang paling menonjol dalam diri kita. Kalau kita berbakat dalam logis matematis, mengapa kita harus menghabiskan banyak waktu dan uang untuk melukis, padahal kita tahu kita tidak berbakat dalam bidang itu? Pada akhirnya kita harus mampu memprioritaskan talenta mana yang menonjol untuk kita maksimalkan, bukan malah mencari yang kita tidak punya.

    MANUSIA MULTITALENTA

    Tak banyak memang orang yang selama hidupnya mampu mengembangkan ragam talenta yang ia miliki. Tapi bukan berarti tidak bisa. Daud adalah sosok manusia multi talenta. Gubahan mazmurnya berjumlah ratusan. Kemahiran jarinya memainkan kecapi (ke-cerdasan musikal) mampu memesona dan menenangkan jiwa Saul—sang raja. Kecerdasannya menyusun strategi perang (kecerdasan logis matematis dan spasial-visual) berkali-kali terbukti membuat musuh mengibarkan bendera putih. Dalam memahami dan tanggap perasaan orang (kecerdasan interper-sonal), Gua Adulam menjadi saksi bisu bagaimana Daud mampu memimpin sekitar 400 orang bermasalah seperti terlibat utang, sakit hati, dan berada dalam kesukaran. Dan untuk menambah daftar panjang kecerdasan-nya, Daud mampu mengenali dirinya sendiri dengan sangat baik (kecerdasan intrapersonal). Terbukti ia tak mudah dibuat gentar oleh seorang raksasa sekaligus mudah menerima teguran ketika jatuh dalam dosa.

    Salomo—manusia seribu istri ini juga tidak biasa. Kecerdasan naturalisnya sangat tinggi. Dalam 1 Raja 5:33 dicatat jelas oleh Alkitab bagaimana Salomo mampu bersajak tentang po-hon, burung, binatang melata, ikan, bahkan tentang gunung dan hisop yang tumbuh di bukit batu. Kecerdasan linguistiknya dibuktikan dengan 3.000 amsal. Kecerdasan musiknya pun di atas rata-rata. Ia pencipta lagu yang sangat produktif karena berhasil menggubah 1.005 lagu (1 Raj.4:32). Hikmatnya tak ada yang menandingi bahkan rasa-rasanya tidak ada lagi manusia yang hikmatnya setara dengan Salomo—sampai sekarang.

    Nehemia awalnya hanya dikenal sebagai juru minuman raja. Tapi runtuhnya tembok Yerusalem justru menjadi satu pemicu untuk Nehemia menemukan talenta-talenta yang selama ini belum digali dalam dirinya. Seiring dibangunnya kembali tembok Yerusalem, kecerdasan interpersonal maupun intrapersonal Nehemia diasah dengan maksimal. Kalau saja tidak ada peristiwa itu, bisa jadi Nehemia hanya menganggap dirinya sebagai seorang juru minum raja. Satu atau lima talenta bukanlah tolok ukurnya. Justru lebih pada bagaimana kita mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi yang Tuhan sudah percayakan dalam diri kita. Punya lima talenta pun, jika tidak dikembangkan, tidak akan membuat hidup kita maksimal.

    SETIA DALAM PROSES

    Thomas Alfa Edison pernah berkata bahwa sukses itu 1% bakat ditambah 99% keringat. Bakat bawaan orok tidak lantas membuat kita mulus melenggang di “jalan tol” kesuksesan—sebesar apa pun bakat tersebut. Tanpa kerja keras, komitmen untuk terus belajar mengembangkan talenta, bakat itu pun tidak akan banyak berguna. Semua orang punya bakat. Tapi tidak semua berkomitmen mengembangkan dan memaksimalkannya. Tuhan memang bisa memakai setiap talenta kita. Dia pasti melakukan hal itu. Tapi jika kita tidak berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memaksimalkannya, Tuhan juga tidak akan bisa memakai kita secara maksimal.

    Untuk menggubah seribu lebih lagu, tentu Salomo membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk membuat Daud mahir dalam strategi perang, itu juga tentu tidak dalam semalam. Dia harus learning by doing di medan perang. Untuk mahir mendesain, memahat, dan membuat barang dari emas atau tembaga, Hiram, Bezaleel maupun Aholiab pasti harus menjalani proses ribuan jam memakai pahatnya sampai titik ia mahir dan terampil. Dan untuk sampai pada mahir khotbah di hadapan ribuan orang, Petrus melatihnya sejak berkomitmen jadi salah satu murid Yesus.

    Menemukan bakat itu hanyalah poin awal. Tapi kerja keraslah yang membuat hasil akhirnya berbeda. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang—tanpa terkecuali talenta dalam dirinya. Namun, kita juga dituntut untuk mengembangkan dan memaksimalkannya. Semua orang bisa meraih keberhasilan dan kebermaknaan hidup asalkan dia tahu bakatnya dan mengembangkannya sampai titik maksimal.

    (Eva Yunita)

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.