
Jakarta , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah terlalu besar dan diluar kontrol. Korupsi sudah merasuki semua sendi kehidupan dan telah terjadi baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Pernyataan presiden yang disampaikan pada acara Presidential Lecture di Istana Negara pada Rabu, 2 Agustus 2006, itu mengisyaratkan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia masih jauh dari harapan.
-
Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya
@ 2007-05-28 – 11:46:52
-
MENCINTAI HINGGA TERLUKA
@ 2007-05-28 – 11:13:08
Keteguhan hati wanita itu bulan : berpisah !
Hari itu , ketika Shanty tahu perkawinan itu ternyata pahit. Bukan hikayat 1001 malam yg terus gemerlap mempesona. Ia harus berpisah , meski cinta atas suaminya membara di hatinya.Ia bawa pulang duka itu ke tanah airnya Indonesia. Dan di atas perjalanannya dari Hongkong, ia tumpahkan kesedihannya kepadaku.
-
CATATAN KECIL (PENA KUNO)
@ 2007-05-28 – 11:08:07

Setiap malam aku terbangun dan membuka lembaran putih di samping bantal dan mengambil pena kuno pemberian orang yang paling kusayangi di dunia ini.
Aku tak pernah tahu apa yang ingin aku tulis. Aku begitu ketakutan. Aku takut jika aku tak punya waktu lagi untuk menulis dan takut karena kadang aku terlalu malas untuk mengangkat tubuhku dari tempat tidur, duduk dan menulis. Rasa kantuk dan lelah setelah seharian bekerja membuat aku kalah terhadap impianku.
-
DIA TETAP ALLAH
@ 2007-05-28 – 10:53:34
Jim (Ayah Becki, pelayan Tuhan ): Ketika mereka membawa putri saya, Becki, ke unit gawat darurat di rumah sakit, saya tahu bahwa mereka akan segera keluar bersamanya. Lagipula, bukankah jemaat gereja kami sedang mendukung kami dalam doa?
-
PERCAYA SEPERTI SEORANG ANAK
@ 2007-05-28 – 10:20:13

Ayah saya seorang yang berperawakan besar. Tingginya hampir seratus delapan puluh lima meter. Dia mempunyai tangan yang besar dan kuat. Ketika masih kecil saya suka sekali berlari ke dalam pelukannya. Lalu dia mengangkat saya tinggi-tinggi, kemudian melemparkan tubuh saya dan menangkap saya dengan tangannya yang kuat dan memberi saya pelukan hangat. Sekarang dia sudah pergi kepada Bapa di sorga, tetapi ketika masih hidup, dia adalah seorang teman yang luar biasa.
-
Apa sih specialnya dari XL & Xplor?
@ 2007-05-28 – 09:58:31
Great promotion, advertisement, tariff, service?
I dont think so deh
Ok XL-Xplore mungkin punya great campaign of
commercial things such as marketing promotions,
advertisement. . tapi ga banget deh kl buat
service-nya. . its really2 disappointed! !!Belom jadi pelanggan aja dah dibikin repot, bt, n
kesel gini gimana kl dah jd pelanggan??. .Ok, here are the stories..
Tanggal 4 May 2007, aku visit exhibition ICT 2007 di
JCC, tugas kantor untuk review and seeing all products
di exhibition tsb. Ketika di booth XL, salesnya biasa
deh nawar2in kita buat jadi customer post paid XPlor,
tadinya aku sempet ga mau bgt karna pasti ribet untuk
isi form and kelengkapan dokumen lainya, serta survey2
segala gt.. karena saat itu (dan masih hingga saat
ini) aku masih menggunakan Telkomsel untuk operator
GSM phone ku, and actually sama sekali ga ada niat
buat ganti karna penggunaannya sendiri sudah cukup
nyaman dan memuaskan meskipun msh prepaid (Simpati).
Sales XL tersebut membujuk dan mempromosikan bahwa
this is not complicated registration process, hanya
dengan KTP dan di survey ke kantor aja udah, dalam
waktu 5-7 hari nomor sdh bs aktif, dan katanya jg
untuk Xplor tariffnya lumayan murah Ga yakin jg sih
krn blm pernah coba.., tp well akhirnya aku terbujuk
jg untuk ambil 1 nomor Xplor (bs pilih nomor), dan
bahkan salesnya saat itu ngebujuk aku untuk ambil 5!!
What buat apa coba?, trus sales XL tsb (lupa namanya)
terus berpromosi kl memang sesama Xplore pasti lebih
murah Karena alasan tersebut akhirnya aku ambil 2
nomor Xplor (yang satu lagi niatnya untuk suamiku).
Tp ternyata aku jg yg tetep disuruh isi form sendiri
(2 form).. it takes time to fill in those 2 form!!
actually.
Anyway, after all registration finished, mereka janji
akan proses dalam jangka waktu 5-7 hari ini, dan
billingnya akan mengikuti billing cycle per tanggal 16
tiap bulannya (FYI, katanya billing cycle mereka per
tanggal 4 dan 16 setiap bulannya).Well, hari berlalu dan (hingga saat ini) tidak pernah
ada XL officer yang menghubungi saya untuk melakukan
survey, hanya saya yang menghubungi XL customer
service perihal nomor registrasi XPlor saya tersebut.
Singkat cerita saya telah beberapa kali melakukan
pengaduan masalah ini hingga complaint ke XL customer
service 818, namun hingga sekarang tidak ada hasilnya
sama sekali, bahkan data saya yang telah saya berikan
tersebut (Form + KTP) tidak pernah masuk sama sekali
ke XL center, dan follow up dari customer service atas
semua telepon yang saya lakukan tersebut tidak pernah
ada hasilnya dan tidak pernah ada yang menghubungi
saya untuk follow up, yang ada saya hanya disuruh
menunggu & bersabar oleh semua customer service yang
saya hubungi tersebut... (lho sebenernya siapa sih
yang butuh gtloh? Saya jadi bingung deh )
Kesannya ko jd saya yg ngemis2 mo nomor XL?..
Sebenernya yaa kl emang ngerasa dah kebanyakan
pelanggan ga usah pake jualan segala dong di
exhibition.. masih butuh pelanggan ga sih sebenernya
menyebalkan sekali.. udah customer servicenya semua kl
nge-hold lamaaa bangets.. sumpah bener2 lama sampe
tlp-nya mati, or ke disconnect or bahkan sering ga ada
suaranya / ke reject diawal tlp jd hrs redial trs.Hari ini saya ada menghubungi XL customer service
kembali (and it will be my last call), tp tetep tidak
ada hasil apa2.. kl dah gini ceritanya dah bener2
hilfill deh sm XL...Well I surely will stick and loyal with my Telkomsel,
which so far satisfaction Nyape2in aja pake pindah..
ke XL.. makan atii -
TIGA SAHABAT
@ 2007-05-28 – 09:51:36
Tokoh Perjanjian Lama Ayub dan Daniel mempunyai banyak kemiripan. Keduanya mengalami berbagai percobaan dan tantangan berat. Akan tetapi, keduanya juga memperoleh sukses besar berkat kehadiran Allah di dalam hidup mereka. Keduanya dipandang sebagai raksasa-raksasa iman, yang seorang karena kesabarannya dalam menanggung penderitaan, dan yang lain karena kesuciannya di tengah budaya yang najis.
Ayub dan Daniel mempunyai persamaan yang lain, yaitu masing-masing mempunyai tiga orang sahabat yang berarti. Akan tetapi, persamaan mereka berakhir di sini. Teman-teman Ayub menjadi duri dalam daging. Mereka justru menyalahkannya ketika ia membutuhkan belas kasih dan pendampingan. Pada saat Ayub bergumul dengan kehilangan dan kesedihan, Elifas, Bildad, dan Zofar tampaknya cenderung menambah kesakitannya daripada memberi pertolongan dalam kesengsaraannya.Ketiga teman Daniel sangat berbeda. Ketika mereka bersama-sama ditangkap, Daniel dan sahabat-sahabatnya; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego saling mendukung serta menguatkan dalam masa-masa sulit ini. Mereka berdiri bersama-sama untuk menghormati Allah (Daniel 1) dan berdoa (2:17,18), serta menolak untuk menyembah patung raja (3:16-18). Sahabat-sahabat seperti inilah yang kita butuhkan!
Jadi, sahabat seperti apakah saya? Amsal 17:17 mengatakan demikian, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu." Siapakah yang membutuhkan Anda untuk menjadi sahabatnya pada hari ini?
SAHABAT SEJATI BAGAIKAN PENOPANG UNTUK DINDING YANG MIRING
-
KESAKSIAN WILLY KALIGIS
@ 2007-05-28 – 09:42:46
Pengalaman yang sempat meresahkan terjadi pada musim dingin dimana salju turun dimana-mana didaerah tempat kami tinggal. Rumah hunian kami dipinggir kota Frankfurt yang memang sudah termasuk daerah industri dan business. Disamping banyak pendatang asing yang sudah lama tinggal dan beranak cucu (termasuk kami keluarga), berkembanglah kota Frankfurt menjadi suatu metropol yang tingkat kriminalnya juga sangat tinggi.
Pagi itu saya, istri dan dua anak berumur 4 dan 3 tahun, sudah siap seperti biasa untuk menjalankan tugas sehari-hari, berangkat kerja dan anak-anak saya sekaligus antar ke taman kanak-kanak (Kindergarten).Kami berangkat dengan mobil, dalam perjalanan yang disertai dengan hujan dimana sepanjang jalanan sudah penuh dengan es serut sisa salju kemarin yang menginap semalaman.
Setelah mengantar istri, biasa terus saya mengantar anak-anak dan kemudian saya langsung ketempat kerja. Dalam perjalan menuju ke Kindergarten setelah melewati jalan tol, masuklah kami ke jalan perkotaan di Frankfurt tiba-tiba supir Taxi menyelinap disamping kemudi saya dan membuka jendela pintunya dan berteriak supaya saya menghentikan mobil karena ban dibelakang sebelah kanan gembos (kempes). Saya menepi dan langsung berhenti dalam pikiran saya: Puji Tuhan tidak terjadi di jalan Tol dengan mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Setelah saya cari parkir, saya antar terlebih dahulu kedua anak ke Kindergarten dan saya kembali ketempat parkiran mobil tadi dimana ternyata setelah saya amati ban belakang sebelah kanan ada beberapa paku 2 cm yang sudah tertancap penuh masuk kedalam, ditambah sebuah skrup yang di skrup kedalam ban tapi tidak penuh persis masuk diantara profil penampang ban.
Saya hanya bersyukur dan berterimakasih atas kebaikan Tuhan dengan menjaga dan melindungi kita sekeluarga sejak mulai masuk mobil dan melewati perjalan ke Tol.
Dan memang selama perjalanan pagi itu kami tidak merasa ada kejanggalan entah mobil sedikit miring posisinya kami sama sekali dalam perjalan itu tidak mengalami kelainan.
Saya telepon pengalaman itu ke istri dan anak-anak juga tahu itu hanya mereka pikir termasuk saya jah itu lumrah dijalanan banyak paku, banyak pecahan glas, banyak skrup, segala yang kotor juga banyak di jalanan. Itu biasa.
Saat itu juga saya ganti ban serep tentunya dengan menyita beberapa jam sampai akhirnya tiba di tempat kerja. Hari itu saya tidak ada persangkaan apa-apa, bahkan praduga yang bukan-bukan.
Minggu depannya, saya sedang berjalan kearah tempat parkir menuju mobil dimana hari itu adalah hari Sabtu, hari libur. Kami akan pergi belanja keperluan mingguan. Saya bilang ke istri saya mau coba lihat ban mobil dulu sebab rencana saya akan ganti peleg (felgen) ban supaya seragam empat peleg, karena jangan nanti pincang jalannya.
Sewaktu saya sedang memeriksa peleg ban sampai pada ban yang terakhir yaitu ban depan sebelah kanan astaga: sebuah skrup tertancap setengah badan masuk kedalam ban dalam posisi tegak lurus seperti suatu kesengajaan yang disengaja. Ini bukan suatu kebetulan lagi karena dijalanan seperti sangkaan saya banyak kotoran, melainkan ini suatu tindakan kriminal.
Saya tidak punya bukti dan saksi. Itu yang membuat saya jadi bertambah was-was. Hari itu kami belanja dengan transport umum. Dan pendek cerita: saya teruskan pengalaman ini kekantor polisi setempat dengan keterangan bahwa tempat itu akan dikontrol. Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan lebih lanjut dari polisi.
Setelah mengetahui dari bengkel mobil setempat bahwa kejadian seperti ban dengan skrup yang di putar/diskrup setengah badan masuk tegak lurus kedalam ban, itu adalah sengaja keesokan harinya saya parkir mobil ketempat parkir yang berbeda. Dan sampai sekarang Puji Tuhan tidak ada kejadian ulangan seperti itu.
Saya ceritakan kepada istri saya, dan kesaksian ini memang bisa mengena kepada semua saja. Hanya yang menjadi suatu kebesaran dan penghiburan dalam hati kami, bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita sekeluarga dari kecelakaan dan malapetaka. Setiap malam sebelum tidur, saya sering merenungkan hal ini dimana pelaku kriminalnya sendiri masih merupakan tanda tanya: siapa?
Kejahatan dimana-mana, sama seperti yang dialami oleh Daud, dimana dia mendapat ancaman, khianat, aniaya, dan ketidakadilan. Musuh yang terus menerus mengintai dia tidak berbeda dengan kehidupan kita sekarang sebagai pengikut Tuhan. Rasul Paulus yang mengalami penderitaan memberikan banyak nasehat supaya kita tetap teguh didalam Dia.
Hanya pada Tuhan saja kiranya aku tenang, sebab daripadaNyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Tuhan ada keselamatanku dan kemuliaanku: gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Tuhan. Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat! Curahkanlah isi hatimu dihadapanNya! Tuhan itu tempat perlindungan kita! Haleluya!
Mazmur 62:6-9 (Perasaan tenang dekat Tuhan!)
Frankfurt am Main, May 2005
Willy Kaligis
Josef-Fenzl-Str.26
65929 Frankfurt
Germany
Comments
Add NewSeberapa besarkan peran keberuntungan dalam keberhasilan seseorang ?
Peran keberuntungan hanya 10 %.
Sedangkan yang 90 % adalah USAHA,KEMAUAN,KERJA KERAS dan KEGIGIHAN. -
SAAT BERBELAS KASIH
@ 2007-05-28 – 09:40:48
Pada tahun 2002 saya berada di Jakarta, Indonesia. Saat itu saya menjadi pengajar selama dua malam dalam suatu konferensi Alkitab. Malam pertama, saya berangkat lebih awal ke gereja yang menjadi penyelenggara acara, dan sang pendeta mengajak saya untuk berkeliling gedung. Keindahan gereja itu mengesankan saya. Kemudian sang pendeta mengajak saya ke ruangan yang besar di tempat yang lebih rendah. Di bagian depan terdapat mimbar dan meja Perjamuan Kudus. Di belakangnya tampaklah dinding beton sederhana dengan salib kayu menempel di dinding. Di bawahnya tertera tulisan berbahasa Indonesia. Saya menanyakan apa bunyi tulisan itu, dan saya terkejut saat ia mengutip perkataan Kristus yang dilontarkan-Nya dari atas kayu salib, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Saya menanyakan apakah ada alasan khusus sehingga tulisan itu tertulis di situ. Ia lalu menjelaskan bahwa beberapa tahun sebelumnya di kota ini pernah terjadi kerusuhan hebat, dan 21 gereja dibakar habis dalam satu hari. Dinding beton itu merupakan satu-satunya yang tersisa -- dari gereja pertama yang dibakar.
Dinding dan ayat tersebut mengingatkan mereka pada belas kasih yang ditunjukkan Kristus di atas kayu salib, dan hal itu menjadi pesan gereja bagi kota mereka. Balas dendam dan kepahitan bukanlah respons yang menyembuhkan kebencian dan kemarahan dunia yang terhilang ini. Akan tetapi, belas kasih Kristus dapat menjadi respons yang memulihkan, seperti halnya yang terjadi 2.000 tahun silam
BELAS KASIHAN DIBUTUHKAN UNTUK MENYEMBUHKAN LUKA DAN HATI SESAMA
-
ZHANG DA
@ 2007-05-28 – 09:35:27
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da. Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.
Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya...ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan.... bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.
-
Continu : Mengapakah ada pribadi yang lebih berhasil daripada orang lain?
@ 2007-05-28 – 09:19:10
Karena pribadi yang lebih berhasil itu lebih banyak melakukan/berupaya untuk mencoba sesuatu dan menerobos batas-batas penghambat menuju keberhasilan.
Dengan banyak mencoba, akan lebih banyak kesempatan untuk berhasil.
Keberhasilan, dapat saya definisikan sebagai kemudahan seseorang melakukan terobosan satu ke terobosan berikutnya dalam rangka menuju keberhasilan.
Hidup yang diisi dengan melakukan banyak hal, akan menjadi hidup yang penuh rasa percaya diri, melangkah dari satu terobosan ke terobosan berikutnya. Orang yang melakukan sesuatu akan lebih mudah merasa percaya kepada kemampuan dirinya, daripada mereka yang hanya membayangkan.Jadi, hanya dengan lebih banyak melakukan sesuatu-lah, ada pribadi yang lebih berhasil daripada orang lain.
Meraih dan Menikmati Sukses
"Banyak orang berhenti hidup walaupun mereka masih terus bekerja.
Mereka lupa akan saat-saat penuh pesona yang dibawa setiap hari dan
keajaiban hidup yang datang tiap menit." (Paulo Coelho)Pembaca, apa yang Anda rasakan dalam hati ketika Anda sedang
mengalami kesuksesan atau mimpi Anda terwujud? Pasti senang bukan.
Nah, meraih kesuksesan dan menikmati kesuksesan ibarat dua sisi mata
uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan.Tanpa usaha dan perjuangan meraih sebuah kesuksesan, kenikmatannya
sulit dirasakan. Karena itu, banyak kesuksesan yang diwariskan yang
tidak bertahan lama. Namun ingat, perjuangan terus-menerus tanpa
menikmati sebuah sukses juga sesuatu yang menyedihkan.Ada seorang bapak yang seumur hidupnya berjuang dan menabung.
Sekarang, dalam usia memasuki kepala tujuh, dia tergolek lemah di
ranjangnya karena kanker pelan-pelan menggerogoti daya tahan
tubuhnya.Dia mulai menyadari perlunya menikmati apa yang dia raih. Dulu, saat
masih berjuang, dia menolak makanan enak. Dia berusaha menabung.
Bahkan, jarang sekali meluangkan waktu untuk melancong atau sekadar
jalan-jalan.Di akhir hidupnya, dia minta dibelikan anggur dan berbagai buah yang
enak. Tapi, sayang, dia kini hanya bisa memandangnya. Dia tidak bisa
memakannya lagi. Dia harus merasakan sakit yang sedang menggerayangi
raganya.Ada sepotong kisah lain. Seorang direktur produksi sebuah pabrik
hidup sukses di masa pensiunnya. Karena kelebihannya, di masa pensiun
itu pun, dia masih tetap dibutuhkan. Karirnya dibilang sukses dan
perusahaan memenuhi semua kebutuhannya.Tapi sayang, dia tidak bahagia. Dia mengaku tidak mampu menikmati
semuanya lantaran secara psikis dia menderita oleh persoalan
keluarga.Istri dan anaknya kabur meninggalkannya. Padahal, dulu dia berjanji
akan memberikan waktu bagi anak dan istrinya. Tapi, sampai hubungan
dengan istrinya memburuk, dia masih belum sadar. Dan rasa sesal pun
menggantung di hati saat masa pensiun tiba. Dia kesepian.Bicara tentang menikmati sukses, saya teringat sebuah kisah satu lagi
yang mungkin Anda pernah mendengar atau membacanya. Konon, ada
seorang kaisar berkata kepada seorang pengelana.Kaisar mengatakan, jika dia mampu menjelajahi daerah seluas apa pun,
kaisar akan memberikan semua daerah yang sanggup dijelajahinya itu.
Sontak, sang pengelana girang. Dia pun bergegas menaiki kuda dan
melarikannya dengan sangat cepat untuk menjelajahi daratan seluas
mungkin.Dia terus melaju sampai lupa makan dan minum. Bahkan, ketika lapar
mengusik perutnya dan haus mengusik kerongkongannya, dia tidak
peduli. Yang ada di pikirannya cuma satu, menjelajahi daratan seluas-
luasnya.Akhirnya, tibalah dia pada sebuah tempat setelah berhasil menjelajahi
daerah yang sangat luas. Tapi, dia sudah sangat kelelahan dan hampir
mati. Lalu, dia sadar. "Buat apa aku paksa diri begitu keras untuk
menguasai daerah seluas ini. Tapi, kini aku nyaris mati. Dan aku
hanya membutuhkan tanah seluas dua meter persegi untuk menguburkan
jasadku sendiri," katanya.Dia menyesali usaha yang membuatnya tidak
bisa menikmati buahnya. Akhirnya, sang pengelana itu pun mati
berbalut kesunyian.Nah, cerita-cerita itu mirip dengan perjalanan kesuksesan kita. Di
zaman sekarang, banyak orang memaksakan diri mengumpulkan uang,
popularitas, materi, penghargaan, pangkat, dan posisi. Tapi, di tahap
akhir, yang ada hanyalah ratapan batin yang tak pernah puas dan mau
meraih lebih banyak lagi. Mereka bukan lagi berjuang meraih
kesuksesan, tetapi kecanduan untuk sukses. Sampai akhirnya mereka
lupa untuk menikmati hidup yang bahagia.Kehampaan
Harold Kushner, seorang filosof religius tersohor, mengatakan dalam
bukunya Melimpah Namun Gersang (Kanisius), sukses bukanlah sukses
kalau membuat kita menderita. Kenyataannya, banyak orang mencapai
kesuksesan tetapi tidak mampu menikmatinya. Yang ada hanyalah
kehampaan. Itulah dilema besar manusia kontemporer.Di satu sisi, kita dipacu untuk semakin keras berusaha, meningkat
dalam karir, menambah harta dan tabungan. Tapi, di sisi lain, kalau
tidak disadari, kita bisa lupa untuk menikmati, mencecap kebahagiaan
yang menyertainya.Banyak di antara kita yang kecanduan sukses. Bahkan menganggap
menikmati sukses sebagai suatu dosa atau kebiasaan buruk yang hanya
membuatnya malas. Akibatnya, kesuksesan mereka lebih banyak dinikmati
oleh temannya, keluarga besar, sahabat, maupun orang lain yang
sebenarnya memperalatnya. Sungguh malang manusia seperti ini.Untuk terhindar dari jebakan sukses ini, Anda sesekali meluangkan
waktu untuk sebuah jeda. Coba Anda duduk santai, merenung, mensyukuri
jalan-jalan sukses yang sudah Anda lalui, dan ucapkan terimakasih
pada Sang Pemberi Hidup. Dengarkanlah dengusan nafas Anda, nafas yang
setia menemani Anda meraih sukses.Apa gunannya seorang memperoleh seluruh dunia, jika tidak bahagia?
Tantangan dari tulisan ini bagi Anda hari ini adalah menanyakan
kepada diri Anda sendiri, apakah perencanaan Anda dalam tahun ini
untuk merayakan dan menikmati kesuksesan yang telah Anda raih selama
ini, khususnya bersama orang-orang yang penting dalam hidup Anda?Sumber: Meraih dan Menikmati Sukses oleh Anthony Dio Martin,
Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing
Director HR Excellencyeberapa besarkah peran keberuntungan dalam keberhasilan seseorang?
Dan, jawaban saya adalah :
Sangat besar sekali ! Saya sendiri sangat merasakan adanya peran si 'keberuntungan'. Saya sangat yakin bahwa keberuntungan itu berperan dalam setiap usaha yang dilakukan oleh pribadi-pribadi yang sedang mengusahakan dirinya untuk lebih baik.Beruntung = siap ketika kesempatan datang.
Kesiapan ditentukan oleh Kita melalui pengembangan diri
Kesempatan akan datang kepada Kita jika Kita juga berada di lingkungan yang memungkinkan munculnya kesempatan.Jadi untuk Beruntung Kita memerlukan kesiapan dan kesempatan. Kedua-duanya lebih banyak ditentukan oleh Kita sendiri.
Seberapa besarkah peran keberuntungan dalam keberhasilan seseorang?
-----Jawaban saya: SANGAT BESAR!
Karena beruntung, semua upaya itu memiliki hubungan sangat dekat dengan hasil.
Karena beruntung, pada banyak hal, ditemukan ketidak-ada hubungannya antara hasil yang diperoleh dengan upaya-upaya yang dilakukan.Kita semua, memang sangat beruntung.
Seberapa besarkah peran keberuntungan dalam keberhasilan seseorang ?
