-
Makna Dibalik Suatu Kesuksesan
@ 2007-05-12 – 10:29:20
Di sebuah desa terpencil, hidup seorang pemuda yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi. Si pemuda tersebut tinggal bersama dengan ayahnya yang adalah seorang buruh tani harian dan dua orang adik perempuan yang masih kecil. Ibunya telah lama meninggal sejak melahirkan adik bungsunya. Kehidupan keluarga pemuda itu sangat sederhana dan penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari mereka berempat. Melihat kondisi perekonomian keluarganya yang serba berkekurangan, si pemuda tersebut bertekad ingin mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Dia berencana ingin sekolah sambil bekerja dikota besar, menuntut ilmu setinggi tingginya sehingga dia dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya di desa. Maka diputuskannya pada suatu hari, dengan berbekal sekedarnya, si pemuda pamit kepada ayahnya untuk pergi ke kota. " Ayah, doakan saya agar berhasil kelak di kota, saya tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kita sekarang ini dengan tetap tinggal di desa, saya harus merubah nasib saya dan juga keluarga kita ini?!", ujar pemuda pada ayahnya. Walaupun dengan sangat berat hati, ayah si pemuda tersebut akhirnya merestui kepergian si pemuda tersebut. Sesampainya dikota, si pemuda berkenalan dengan seorang anak tabib terkenal dikota tersebut. Dari perkenalan tersebut si pemuda menceritakan perihalnya ke kota serta keinginannya untuk mencari kerja di kota. Mendengar cerita si pemuda timbul rasa iba anak tabib tersebut, maka akhirnya si pemuda itu diajaknya bekerja di toko obat ayahnya. Si pemuda begitu rajin bekerja dan mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal belajar. Hal ini membuat si tabib menjadi sayang dan perhatian kepada si pemuda. Diajarkannya beberapa ilmu pengobatan sederhana hingga cara meracik obat. Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa telah 8 tahun si pemuda telah meninggalkan desa tercintanya. Berkat semangat juang yang sangat tinggi dan tidak mengenal putus asa serta dilandasi tujuan yang sangat jelas, akhirnya si pemuda tersebut menjadi seorang tabib yang sangat hebat, keahliannya dalam mengdiagnosa penyakit serta meracik obat terkenal sangat manjur. Berbagai kalangan masyarakat telah diobatinya, dari masyarakat miskin hingga pejabat di kota tersebut. Namun si pemuda tersebut tidak melupakan keluarganya di desa. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang kepada ayahnya, sehingga adik adiknya dapat bersekolah di desa, dan kehidupan keluarganya di desa berkecukupan. Melihat keahlian dan bakti si pemuda pada keluarganya, membuat semakin bangga si tabib pada muridnya itu. Dia berminat ingin mewariskan segala ilmunya kepada si pemuda itu, dengan harapan si pemuda tersebut suatu hari kelak dapat menjadi orang yang ahli mengobati semua penyakit dan melayani semua kalangan masyarakat tanpa memandang derajat seseorang. Si pemuda tersebut tetap terus mempelajari ilmu pengobatan dari berbagai sumber untuk semakin menambah ilmunya. Keahlian dan kehebatan si pemuda tersebut semakin lama semakin terkenal. Tidak hanya di dalam kota bahkan namanya telah dikenal orang di seluruh negeri. Kerapkali dia diundang menjadi pengajar di beberapa sekolah, balai pengobatan hingga universitas di segala penjuru negeri. Kesibukan dan kesuksesan si pemuda tersebut akhirnya membuat dia lupa pesan gurunya untuk tetap melayani kaum miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkannya. Kesuksesannya telah membuat dia"buta". Dia hanya mau melayani orang kaya, pejabat pejabat dan orang yang dirasa cukup dekat dengannya. Si pemuda menjadi sangat sombong dan bangga dengan ketenarannya sebagai "Tabib No. 1" di negeri ini, sehingga bila ada orang asing yang meminta bantuannya, dia acap kali beralasan sangat sibuk dan tidak punya waktu. Pembaca yang budiman, dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa menggapai cita-cita untuk menjadi orang sukses dan berhasil itu adalah hal yang sangat baik, selama proses pencapaian kesuksesan tersebut dilandasi kemauan dan semangat yang pantang menyerah dan itikad serta cara yang benar . Namun ada satu hal yang selalu dilupakan orang ketika telah mencapai kesuksesan yang selama ini diharapkan yaitu "HATI", "Hati" untuk tetap berbuat baik, "Hati" untuk semakin rendah hati, "Hati" untuk melayani sesama, dan "Hati" untuk tetap kembali kepada Sang Pencipta. Kesuksesan sesungguhnya bukan hanya mengejar materi di dunia ini, tapi kesuksesan yang sesungguhnya adalah kita mampu untuk melawan Ego kita dan tetap menjaga hati kita tetap bersih dan melayani sesama dengan tulus tanpa mengharapkan balasan atau demi mencari ketenaran nama baik. Saya jadi ingat dalam ajaran agama Budha, diajarkan : " Bila kita menolong seseorang dengan tulus, maka kita harus dengan segera melupakan perbuatan baik kita tersebut, namun bila kita ditolong oleh seseorang, maka kita harus membalas kebaikannya 10 x lipat". Filosofi tersebut menginspirasi saya untuk menulis artikel ini, dimana pada jaman sekarang ini orang-orang berlomba-lomba berusaha menuju kesuksesan yang diidamkan, namun ketika berada dipuncak kesuksesan tersebut, dia telah dibutakan oleh materi, karena yang dikejar adalah kesuksesan materiil, sehingga kita menjadi lupa akan nilai hakiki hidup ini, yaitu Melayani sesama dan Tuhan sebagai Segala-galanya didunia ini. Dalam hal ini saya tidak bermaksud ingin mengajari siapapun, namun melihat keadaan yang saya alami dan tujuan hidup kita kelak sesudah meninggal, alangkah disayang kalau kesuksesan materiil yg telah kita capai tidak kita sempurnakan dengan kesuksesan hati kita. Dalam doa saya, saya senantiasa berharap pada Tuhan agar senantiasa diingatkan untuk tidak menjadi orang sombong karena sikap yang saya takuti dalam diri saya adalah menjadi orang sombong. -
Ketabahan Hidup Sebelum Menuai Sukses
@ 2007-05-12 – 10:23:27
Di suatu pagi yang permai, di sebuah areal persawahan yang indah, seorang petani terlihat berdiri sambil memandangi tanaman padi di sawahnya yang cukup luas hijau membentang. Sudah sebulan lebih padi di tanam, kini daunnya sudah menghijau. Setelah berkeliling di antara petak-petak sawahnya, matanya terhenti pada rumput-rumput liar di antara tanaman padinya. Rumput itu terlihat tumbuh subur dan bahkan lebih subur dari tanaman padinya.
Hari semakin siang, matahari semakin terik. Tanpa tunggu lama, pak Tani menyingsingkan lengan bajunya, turun ke sawah dan menyiangi rerumputan di sela pepadian itu. Petak demi petak dia bersihkan, sementara panas matahari kian menyengat. Keringat pak Tani bercucuran, sesekali ia menyeka mukanya dengan lengan bajunya. Ia tak peduli dengan panas yang membakar kulitnya.
Tanpa terasa adzan Dhuhur berkumandang dari kejauhan. Ia terhenti sejenak, kemuadian melangkah ke tepi, berjalan menyusuri pematang dan berhenti di sebuah gubug kecil di tengah sawahnya. Ia kipas-kipaskan tudung di kepalanya ke wajahnya yang terlihat kelelahan, hembusan angin sepoi-sepoi terasa menyegarkan tubuhnya yang memerah dan basah oleh keringat. Sebuah botol minuman ia raih, dengan beberapa tegukan ia obati dahaga yang dari tadi ia rasakan. Sejurus kemudian ia mengambil bekal makanan di sampingnnya, membukanya, dan memakannya dengan lahap, habis tak tersisa. Ah…, betapa nikmatnya makan di tengah sawah yang mulai menghijau dengan angin yang sepoi-sepoi, diiringi kicauan burung-burung. Sungguh alami pemandangan di depan sana, hamparan hijau di bawah birunya langit…
Setelah merasa cukup istirahat, ia bergegas ke sebuah sungai kecil di samping sawahnya. Ia ambil air wudlu, kembali ke gubug, berganti pakaian, dan …Alloohu akbar! Ia berdiri mengahadap kiblat dengan penuh kekhusyu’an. Masya Alloh, di tengah sawahnya ia tiada lalai untuk bersujud menghadap Ilahi. Setelah selesai sholat, ia pun melanjutkan pekerjaannya yang masih panjang, membersihkan rumput-rumput yang tumbuh di antara tanaman padinya.
Setelah beberapa lama, tiba-tiba langit berubah warna, biru dan cerah yang sejak pagi menghiasi angkasa tiba-tiba menjadi mendung yang menyelimuti, beberapa kali terdengar petir mulai menyambar. Tanpa menunggu lama hujan pun turun dari langit dengan derasnya membasahi seluruh tanaman yang tumbuh di persawahan itu. Sejenak pak Tani menghentikan pekerjaannya, tertegun memandang sekeliling, sepi tak ada seoarangpun yang masih berada di persawahan sekitarnya, kemudian ia melanjutkan pekerjaannya lagi.
Hujan kian deras, petir berderu di angkasa memekakkan telinga. Pak Tani tiada bergeming dari kegiatannya, walau badannya basah kuyup, dengan cangkul kecilnya ia terus menyusuri sela-sela tanaman padinya, menggemburkan tanah dan mencabut rerumputan yang tumbuh liar. Panas yang tadi membakar telah sirna dan berganti dingin yang menusuk tulang. Sesekali badannya bergetar seperti menggigil, tapi ia tak peduli, ia terus melangkah. Tiba-tiba sebuah kilat menyambar seperti di depan wajahnya, kemudian… DUARRR!! Gelegar petir membahana mengikuti kilat kuning emas yang merambat dari langit ke bawah dalam seper sekian detik. Sontak pak Tani terkejut, badannya berguncang dan hampir terjatuh ke belakang. Ia mengusap dadanya sambil berguman, “Subhanalloh…”. Ia berdiri terdiam, kembali ia pandangi keadaan sekeliling. Sejauh mata memandang, hanya air hujan yang terlihat, dedaunan tertunduk menahan air, sunyi…, hanya air hujan yang terdengar. Ia baru sadar tinggal dirinya seorang yang masih berdiri di tengah persawahan itu. Kesunyian mencekam, tiada seekor jangkrik pun yang berani bersuara, hanya deru angin dan hujan serta petir yang silih berganti bergemuruh. Tiba-tiba hati kecilnya berkata, “Kamu harus pulang, alam sedang tidak bersahabat, kamu bisa celaka disambar petir…”. Kemudian ia pandangi seluruh sudut sawahnya, terlihat dedaunan padi tertunduk kedinginan, ia menghela nafas sejenak dan bergumam, “Apapun yang terjadi aku akan tetap merawatmu wahai padi…, karena aku yakin suatu hari esok aku pasti akan memanenmu”. Lalu, ia pun melanjutkan pekerjaannya.
Tak berapa lama kemudian, sayup-sayup terdengar suara adzan Ashar dari kejauhan di sela-sela suara gemericik air yang mulai mereda. Pak Tani menghentikan kerjanya, berlajan ke tepi menyusuri pematang menuju gubug, membenahi bekal lalu melangkah pulang dengan hati bahagia, tak peduli badannya basah kuyup, dingin menusuk tulang.
Demikianlah perjuangan pak Tani yang tak kenal lelah, tak peduli panas dan hujan, demi tanaman padinya yang yakin dengan pasti kelak akan ia panen. Ia yakin suatu hari nanti akan menikmati hasil jerih payahnya hari ini. Maka, ia pantang menyerah menghadapi segala tantangan dan hambatan yang menghadang. Ia bulatkan tekad untuk mempersembahkan yang terbaik.
Seharusnya, demikian juga kita dalam mengarungi kehidupan, kita harus punya tujuan yang jelas dan pasti yang akan kita capai esok lusa, dan kita bulatkan tekad dan segala daya upaya untuk mencapainya. Jangan mimpi semuanya akan berjalan lancar tanpa rintangan. Menanam padi saja pasti rumput akan ikut tumbuh, demikian juga impian yang kita tanam, pasti juga akan ditumbuhi semak dan ilalang. Kalau semak dan ilalang tidak kita bersihkan, bisa jadi impian kita akan layu dan mati.
Jadi, sebelum kita menuai sukses, kuatkah kita menghadapi cobaan dan rintangan yang menghadang??
Sebelum kita menuai sukses, tabahkah kita menghadapi penderitaan dan ujian hidup??
Sebelum kita menuai sukses, bersabarkah kita dalam menjalani proses?
Mari kita wujudkan impian sukses kita, walau keringat dan darah harus jadi taruhannya…!
Salam sukses luar biasa!
-
Menyikapi Kritik
@ 2007-05-12 – 10:22:14
Kritik sering kali menjadi musuh besar kita. Berapa banyak dari kita yang langsung bereaksi tidak sehat manakala kritik menerpa? Apa yang terjadi saat kita mengkritik? Bagaimana menyikapi kritik?
LUKA YANG KITA BUAT
Bayangkanlah kita menikam dada orang yang kita cintai.
Saat bilah pisau itu terbenam ke dalam dadanya, ia tersedak mencoba menghirup udara, ia mencoba meraup apa yang masih bisa digapainya. Dengan liar, wajahnya menyemburkan teror dan ketakutan. Memancarkan kesakitan yang teramat sangat pedih rasanya. Ia mulai kehilangan darah, dan ia mulai mengalami shock yang parah. Ia pun terjatuh. Sekarat dan bersimbah darah.
Mungkin ia masih beruntung, karena ada yang sempat mengantarnya ke rumah sakit dengan ambulan. Tapi sekalipun ia akan sembuh dari penderitaannya, dadanya tetap akan menyisakan goresan luka besar yang tidak sedap untuk semua mata.
SENJATA ITU ADALAH KRITIK
Tak terbayangkan bahwa Anda akan mampu melakukannya. Dan jikapun Anda tetap melakukannya, segera setelah Anda menyadari apa yang telah Anda lakukan, yakinlah; Anda tidak akan pernah mengulanginya.
Begitulah, mungkin hampir setiap hari, banyak dari kita yang terus dan lagi-lagi, menikam orang-orang yang kita cintai. Kita menggunakan pisau yang tak terlihat, pisau yang tidak membuat darah muncrat. Senjata itu adalah senjata pilihan. Dan pilihan itu adalah KRITIK. Luka yang kita buat, sama dalam dan pedih seperti luka oleh pisau dari baja.
KRITIK ADALAH MESIN PENGHANCUR
Kritik yang kita lontarkan merontokkan rasa percaya diri. Orang yang kita kritik merasa tak dicintai lagi. Mereka mulai masuk ke alam yang penuh dengan keragu-raguan. Dan sebelum luka mereka sempat sembuh kembali, Kita menikamnya lagi, dan lagi. Tepat di tempat yang sama.
KRITIK ITU MENIPU
Mengapakah kita bisa menjadi begitu sadis pada orang-orang yang kita cintai?
Kita telah tertipu, karena bilah yang di tangan dan luka yang kita buat tak pernah terlihat nyata.Mengapakah kita bisa menjadi begitu jahat dan dengki?
Jawabnya, adalah karena rasa tak aman kita sendiri.BAYANGKAN BILAH PISAU ITU
Bagaimanakah kita bisa memperbaiki diri?
Saat kita mulai merasa melakukan pembantaian terhadap orang lain,
dengan kata-kata yang pedas dan sengit,
dengan ungkapan yang tajam bak bilah pedang,
dengan suara dan kata yang membakar jiwa serta semangat,Berhentilah sebentar, dan bayangkanlah senjata kita itu menjadi nyata.
Dan jika kita bisa melihat, luka seperti apa yang akan kita buat, STOP!
KRITIK DILAKUKAN DENGAN KATA
Kita sering tidak menyadarinya. Contoh: kata "tapi."
"Lihatlah Ayah, Saya dapat nilai A untuk olah raga di raport Saya."
Ayah menjawab, "Wow.. itu bagus sekali anakku, TAPI, kamu dapat C untuk matematika."Kata "tapi" adalah tombol "cancel" atau tuts "esc" di pojok kiri atas keyboard komputer kita. Kata itu membatalkan semua puja dan puji yang telah kita lontarkan sebelumnya. Dan tidak lebih, pembicaraan di atas telah berubah jadi begini.
"Lihatlah Ayah, Saya pintar di sekolah."
"Tidak. Kamu goblok!"HARGAI SEKECIL APA PUN
Bandingkan jika respon itu diubah lebih baik dengan menjadi begini.
"Wow.. itu bagus sekali anakku, nanti Ayah bilang sama Ibu betapa pintarnya kamu. Pertahankan ya."Ia akan terinspirasi dan berupaya lebih keras untuk matematikanya, karena ia ingin menangguk lebih banyak puji dan puja, dari orang-orang yang dicintanya. Itu lebih baik ketimbang ia jadi merasa tak berguna karena "tapi" dari mulut Ayah atau Ibunya.
JIKA ANDA DIKRITIK
1. Jadikan kritik sebagai sarana belajar. Yaitu, INGAT RASA LUKANYA, dan berupayalah untuk tidak melakukannya pada orang lain;
2. Ingat bahwa PISAU YANG DIGUNAKAN TIDAK TERLIHAT, itulah sebab mereka tak menyadari luka yang dibuatnya. Maafkan mereka;
3. INGAT LUKA MEREKA. Saat seseorang menjadi sengit, sadis, kasar atau tidak bertenggang rasa, mereka tidak membenci Anda. Mereka mengalami derita akibat sesuatu di dalam dirinya. Jika mereka mengumpat, bukanlah Anda yang diumpat. Yang mereka tuju adalah sesuatu di dalam diri mereka, yang tak pernah ditunjukkan atau diceritakan. Mungkin itu orang lain yang telah kejam kepada mereka. Mungkin itu sesuatu yang telah mempermalukan mereka;
4. SETIAP ORANG TIDAK SAMA. Itulah berkah Tuhan. Pahami mereka sebagai manusia yang masing-masingnya tidak sama;
5. Setelah Anda menerima kritik, BERTERIMAKASIHLAH PADA MEREKA atas nasehatnya. Berjanjilah untuk mempertimbangkan apa yang mereka katakan. Dengan berterimakasih, Anda telah melucuti senjata mereka, antagonismenya, dan mengakhiri bicara dengan damai dan melegakan;
6. LUPAKAN. Orang yang mengkritik Anda mungkin tidak kompeten, penuh curiga, atau cemburu buta. Jika demikian, setelah berterimakasih kepada mereka, lupakan semuanya;
7. EVALUASI KRITIK MEREKA. Mungkin mereka tidak objektif. Tapi mungkin juga ada poin mereka yang memang benar. Gunakan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk tumbuh. Ingat, Anda tidak sempurna. Belajarlah dari mereka kapan saja dan di mana saja. Tapi jangan, jadikan itu alasan untuk mengkritik orang lain.
Bahaya kritik bukan pada kritiknya, tapi pada karakternya yang bisa memunculkan siapa Anda sebenarnya.
-
Mengejar Sukses
@ 2007-05-12 – 10:16:50
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau.
Kuatkanlah hatimu, Dan bertindaklah!
~ EzraHal apa yang paling diinginkan semua umat manusia? Jawabannya: sukses.
Sukses telah menjadi impian bahkan kebutuhan mutlak setiap manusia. Berbagai jenis pendidikan diambil, beragam jenis pekerjaan ditekuni demi mencapai kesuksesan.Sayangnya, meski semua manusia ingin sukses, tidak semuanya memahami apa itu kesuksesan. Bahkan, dalam ratusan seminar Dan training yang saya bawakan, saya sering menemukan beragam definisi tentang apa itu kesuksesan. Tidak sedikit yang masih menganggap kesuksesan identik dengan punya harta banyak.
Bisa jadi mereka mungkin lupa atau tidak sadar mengenai begitu banyak orang kaya (secara materi) yang hidup daam stres, depresi hingga mati dengan cara bunuh diri. Ironis!Ada juga yang menganggap sukses id! entik dengan meraih sebuah prestasi atau cita-cita. Terhadap definisi ini, saya sering balik bertanya, "Bagaimana dengan Michael Jordan yang sudah meraih semua prestasi puncak dalam olahraga basket? Atau produser sekaligus sutradara terkenal semacam Steven Spielberg yang sudah meraih penghargaan tertinggi sebagai seorang sineas? Mengapa Jordan masih bermain basket Dan Spielberg masih juga memproduksi film lainnya?"
Seiring perjalanan hidup, saya semakin menyadari kalau sukses sangatlah berbeda dengan pengakuan sukses. Dalam buku REACH YOUR MAXIMUM POTENTIAL, saya menulis bahwa sukses adalah sebuah perjalanan (success is a journey).
Sukses bukanlah sebuah tujuan akhir (success is not a destination).Perjalanan sukses itu akan sangat berarti jika Kita senantiasa melakukan yang terbaik yang bisa Kita lakukan. Dengan kata lain, sukses adalah perjalanan untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta yang sudah Tuhan percayakan pada setiap Kita Dan menjad! ikannya berkat bagi hidup sesama.
Mentor saya, Dr. John C.! Maxwell pernah mengatakan kalau sukses terdiri dari tiga hal penting, yakni mengetahui tujuan hidup Anda (knowing your purpose in life), bertumbuh menggapai potensi maksimal Anda (growing to your maximum potential), Dan menaburkan benih yang membawa keuntungan bagi orang lain (sowing seeds that benefit others).Bertolak dari definisi sukses adalah sebuah perjalanan maka seorang mahasiswa tidak boleh berkata dia akan sukses jika IA diwisuda. Mengapa?
Jika IA berkata demikian, maka pada saat IA diwisuda kemungkinan besar IA akan medefinisikan ulang kesuksesannya dengan berkata, "Saya akan sukses jika saya sudah dapat pekerjaan".Hal tersebut dapat terus berlanjut. Misalnya setelah mendapatkan pekerjaan IA akan berkata kalau IA akan sukses jika IA sudah menjadi manager di perusahaan tersebut. Ketika jadi manager, IA akan berkata, IA akan sukses jika IA menjadi direktur. Tatkala menjadi direktur, IA berkata, IA akan sukses jika IA berhasil membawa perusahaannya menja! di nomor satu dalam hal penjualan, Dan seterusnya. Cara pandang seperti ini bisa jadi akan membuatnya stres karena IA merasa belum meraih apa-apa.
Jika seseorang telah melakukan yang terbaik sepanjang perjalanan hidupnya IA sebenarnya sudah sukses. Dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, Hari ke Hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, jika IA senantiasa melakukan yang terbaik, IA sebetulnya sudah sukses hanya mungkin IA belum mendapatkan pengakuan atas kesuksesannya. Persis sebuah pepatah bijak mengatakan, "You can become the star of the hour if you make the minutes count." Ya, Anda dapat menjadi bintang pada jam ini jika Anda menjadikan setiap menitnya berarti.
Lalu bagaimana dengan wisuda? Itu adalah pengakuan atas kesuksesan seorang mahasiswa yang telah menjalani masa studinya dengan baik. Saya berikan contoh lainnya. Ketika saya menulis buku, saya tentu punya target kira-kira berapa halaman tebal buku tersebut. Saya kemudian mengatur jadwal untuk ! studi literatur, melakukan sejumlah wawancara dengan narasumbe! r, membu at kerangka buku, mempresentasikan kerangka tersebut kepada penerbit, lalu mulai menulis Dan seterusnya.
Jika proses itu saya lakukan dengan sepenuh hati Dan saya memberikan upaya terbaik saya, maka sesungguhnya saya sudah sukses. Halaman demi halaman yang saya lalui dengan proses kerja keras Dan juga kerja cerdas demi memberikan yang terbaik kepada para pembaca, itu juga sebuah kesuksesan.
Lalu bagaimana dengan pengakuan sukses atas buku tersebut? Salah satunya adalah ketika buku tersebut memberikan manfaat bagi hidup orang lain sehingga berbagai pujian datang kepada saya. Salah satu bentuk pujian bisa jadi adalah ketika buku itu cetak ulang dalam waktu singkat atau masuk dalam kategori buku laris (best seller).
Sayangnya, orang sering mencampuradukkan antara sukses Dan pengakuan sukses.. Tidak mengherankan jika dalam pertemuan alumni beberapa tahun setelah wisuda, orang mulai menilai kesuksesan berdasarkan apa yang telah diraih teman sekampusnya dul! u. Misalnya, kalau IA sudah bisa membeli rumah di kompleks perumahan elit Dan memiliki Mobil mewah maka oleh teman-temannya IA akan dikatakan sukses. Padahal, itu adalah pengakuan sukses. Dan, pengakuan itu tidak akan banyak gunanya jika cara IA memperolehnya tidak baik, misalnya melalui jalan curang atau korupsi. Bagaimana menurut Anda?
-
Menghukum Diri Sendiri
@ 2007-05-12 – 10:13:26
Suatu ketika, Raden Permadi didatangi sekelompok “orang kampung” dalam keadaan cemas. Kelompok orang tersebut minta pertolongan sang ksatria untuk menumpas sekawanan perampok yang sedang merajalela di kampungnya.
Terdorong rasa kemanusiaan yang mendalam, apalagi mentaati posisinya sebagai penjaga ketentraman, Raden Permadi tanpa pikir masuk ke gudang senjata, mengambil panah sebagai sarana untuk menghadapi pengacau.
Betapa terkejutnya dia, karena didapati kakaknya, Raden Yudisthira sedang memadu kasih dengan Dewi Drupadi. Suatu tindakan tidak sopan bagi adik untuk menyaksikan keadaan ini. Apa boleh buat, dia tetap memasuki gudang, mengambil senjata untuk membantu rakyat.
Setelah selesai menumpas perampok, sang adik menghadap kakaknya, mengahaturkan maaf. Sang kakak memaklumi dan membenarkan alasan kepentingan yang dihadapi adiknya, memaafkan. Sang adik yang sudah mengakui kesalahannya siap menerima hukuman, namun sang kakak tidak mau memberikan hukuman.
Menghadapi hal ini, Raden Permadi kemudian pamit pergi bertapa, mawas diri serta mencari jalan bagaimana agar tidak terjadi kesalahan yang terulang. Dia menghukum dirinya sendiri.
Itulah sekelumit kisah lama. Suri teladan yang terkandung perlu kita renungkan dan ambil hikmahnya.
Pada saat ini, banyak orang yang sulit untuk mengakui kesalahan yang pernah dilakukan, apalagi kalau ditegur oleh orang banyak.
Demi gengsi dan harga diri, dia berusaha untuk memebersihkan diri, mencari alibi dengan menunjukkan bahwa kesalahan bukan pada dirinya, namun pada pihak lain.
Kalaupun tidak ada orang yang pantas disalahkan, dia akan menyalahkan keadaan dan kondisi yang ada.
Apakah kita tidak ada usaha untuk memperbaiki paradigma baru yang masih tidak disepakati oleh orang yang punya hati nurani ?
Sudah merupakan suatu kewajiban hidup bahwa kita melaksanakan aktivitas. Mulai dari aktivitas dalam rumah kita sendiri, dalam lingkungan kampung, di tempat kerja, di tengah masyarakat, dalam lingkup negara maupun secara global, mendunia !
Kita punya kewajiban untuk menciptakan suasana yang tentram, menyenangkan dan penuh tenggang rasa dalam masyarakat.
Sebagian besar dari kita mendapatkan ajaran moral yang merupakan motivasi untuk hidup layak, sejahtera lahir batin dan meciptakan keselarasan dengan lingkungan manusia, binatang serta alam sekitar.
Suatu ekosistem bahwa kita hidup saling memerlukan dengan berbagai binatang, lingkungan dan alam. Romantika kehidupan menimbulkan bebagai masalah.
Kalau ada binatang kerbau, kuda, anjing, kucing dls yang bisa bersahabat dengan kita, da juga yang menjadi ancaman, seperti harimau, buaya, kalajengking, tikus dls.
Dengan akal sehat, kita berusaha menjadi saling membutuhkan dengan yang merugikan bagi kita, agar dapat dimanfaatkan.
Pada saat ini, saling memanfaatkan sesuai dengan “hukum alam” sudah berubah. Suatu paradigma baru yang ”valid” sudah terbentuk sesuai dengan proses kehidupan.
Kerbau, kuda, anjing, kucing dls bisa disembelih untuk dikonsumsi dagingnya, sementara harimau, buaya, kalajengking, tikus dls dijadikan binatang peliharaan, berarti mernjadi sahabat manusia.
Aliran sungai sudah tidak lagi memerlukan selokan, karena jalan raya sudah mempunyai dwi fungsi, tempat berlalu lalangnya kendaraan yang berisi manusia dengan segala keperluannya dan tempat belalunya air di kala hujan. Selokan sudah tidak mampu menampung air, sebagian air sudah melalui jalan raya baik di kota maupun di desa.
Kalau semasa “normal” wilayah pegunungan tidak pernah ada banjir, maka pada abad ke 21 ini tersebutlah banjir melanda wilayah Ungaran, Parakan serta beberapa wilayah pegunungan.
Dalam keadaan yang demikian, pada masa kini kita hidup, marilah kita mencari kesalahan pada diri kita sendiri.
Sudah layakkah kita hidup sebagai manusia yang punya cipta, rasa dan karsa ? Sudah benarkah kita bertindak sehingga kita tidak menyalahi norma susila maupun norma agama ? Sudah benarkah kita memelihara lingkungan dengan sesama manusia, binatang serta dengan alam ?
Sudah sanggupkah kita dengan potensi kecil yang kita miliki tidak membuang sampah sembarangan sehingga selokan tidak tersumbat ?
Sudahkah kita berani mengakui kesalahan yang kita perbuat dan memutuskan untuk menghukum diri kita sendiri agar masyarakat sekitar kita menjadi trentram dan damai ?
Mulai dari saat ini, hari ini seyogyangyalah kita menyadari bahwa diri kita masing-masing mempunyai potensi untuk memperbaiki keadaan menyedihkan yang kita alami.
Dengan penuh kerendahan hati, kita coba mengingat ajaran moral yang diajarkan ayah ibu kita. Sedikit apapun pesan beliau, diamanatkan pada kita untuk dilaksanakan.
Dengan penuh kekuatan nurani, kita bertekad untuk mempraktekkan ajaran agama yang penuh dengan nuansa perdamaian, pengorbanan serta perjuangan untuk sesama manusia.
Marilah kita bertekad (bukannya cuma nekad) untuk membuat diri kita lebih baik, menjauhkan semua perbuatan tercela untuk mengganti dengan perbuatan terpuji.
Kita dipuji tetap jangan sombong. Ingatlah ilmu padi, makin berisi makin tunduk.
Kita bertekad untuk memperbaiki diri sendiri, sekaligus akan memperbaiki Indonesia. Tidak usah ada rasa iri kalau orang lain tidak melakukan, tapi bertekadlah untuk melakukan.
-
Sukses Itu Meninggalkan Petunjuk
@ 2007-05-12 – 10:11:54
Ya, sukses itu meninggalkan petunjuk, kata Anthony Robbins. Ada pola-pola tertentu, cara-cara tertentu, sistem tertentu yang kalau diikuti akan menghasilkan output yang kurang lebih sama dengan orang lain yang melakukannya. Masuk akal kan?
Buku klasik berjudul The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles menawarkan cara-cara menjadi kaya dengan pendekatan ilmiah dan matematis. Intinya, kita tinggal mengikuti saja cara-cara itu dan hasilnya akan kurang lebih sama. Sayangnya, di sekolah kita tidak diajari ilmu-ilmu ini.
Bahkan diharamkan untuk mencontek kesuksesan orang lain. Padahal, di dunia bisnis, mana ada sih orang yang bisa sukses tanpa mencontek (baca: terinspirasi) dari orang lain?
Anda ingin membentuk tubuh jadi kekar? Carilah Ade Rai.
Anda ingin jadi juara Indonesian Idol? Ikuti Elfa Secioria.
Anda ingin jago memasak? Kenapa tidak berguru kepada Rudi Choirudin?
Anda ingin sukses? Kenapa tidak berguru kepada orang yang sudah sukses?
Ingin belajar properti, ada pakarnya. Ingin belajar bisnis, banyak ahlinya. Jadi, tinggal ikutin aja pola-pola yang telah mereka rintis dan terbukti sukses itu. Simple kan?Secara umum, ada tiga cara mencari petunjuk untuk sukses itu, kata Canfield:
1. Carilah seorang guru, pelatih, pembimbing, manual, buku, atau program audio; atau sumber dari internet untuk membantu anda mencapai salah satu tujuan utama anda.
2. Carilah seseorang yang sudah melakukan apa yang ingin anda lakukan, dan tanyai orang itu apakah anda bisa mewawancaranya selama setengah jam tentang cara terbaik melakukan rencana anda.
3. Minta izin mengikuti seseorang selama satu hari dan melihat cara mereka bekerja. Atau menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan, asisten, atau pekerja magang untuk seseorang yang menurut anda bisa mengajari anda.
Sebenarnya yang saya tulis ini sudah "basi" sih. Sudah banyak diulang-ulang. Tapi juga diulang lagi di buku The Success Principles-nya Jack Canfield yang menjadi salah satu buku favoritnya Joe Vitale. Pengulangan adalah induk cara belajar, kata Ghazali (kalau tidak salah).
Maka, tak heran kalau di masyarakat sekitar kita ada Pak Haji yang kaya dari berjualan ikan bakar, maka akan ditiru dan diikuti oleh sanak familinya yang lain. Seorang anak belajar kepada ayahnya, kemenakan belajar kepada pamannya, seorang adik kepada kakaknya, dan seterusnya. Rupanya hal seperti ini adalah "science" atau "ilmiah" menurut Wallace, puluhan tahun lalu. Dan itu juga diamini oleh Anthony Robbins dan Jack Canfield.
-
From her first top-24 performance, LaKisha Jones let America know exactly who she is.
@ 2007-05-12 – 10:10:25
The 27-year-old from Fort Meade, Maryland, tore down the American Idol semifinals stage with her powerful take on the Dreamgirls showstopper "And I Am Telling You I'm Not Going." Simon Cowell's response was equally powerful: "I am very tempted to say to 23 people, 'Book your plane tickets home.'"
But three of those people managed to outlast the single mom, who was voted off after her Bee Gees-night performances of "Stayin' Alive" and "Run to Me."
We caught up with the latest Idol castoff on Thursday (May 10) to talk about her friendship with Sanjaya, what kind of album she wants to put out and how Simon rates as a kisser (hint: she might want a repeat performance).
Q: What was your favorite performance?
A: "And I Am Telling You." That was my opening number, and the message was, "I'm telling you, America, I'm gonna stay. I'm not going nowhere."
Q: Do you think it hurt you to start out as an early favorite?
A: It did. I believe that everybody wanted the "And I Am Telling You" moment every week. And when you're singing different genres of music, and because it's such a different style of music, those styles don't necessarily have the big song that everybody's expecting every week. I think I did the best with what I was given, and I went out there every week and I gave it my all.
Q: Did you know you were going home on Wednesday?
A: I was hoarse on Tuesday, and I tried to sing past my hoarseness and give it my all, because on "American Idol" you can't say, "My voice is jacked up and I can't sing this week." ... You have to just kind of do what you gotta do, and I kind of knew [on Bee Gees night] that those weren't the best songs, but I did the best with what I was given.
Q: When you were singing your second song on Tuesday and your voice cracked, what was going through your mind?
A: I kinda gave up, because I was hoarse, as I am now, and you can only sing so much until your voice is like, "OK, enough." ... We do dress rehearsal before the actual show, so I had sung that song at least four times that day. It put a strain on my voice.
Q: What did your daughter have to say after your elimination?
A: I was crying last night. She wiped my face and said, "Mommy, I'm not mad." I just thought that was really cute. It's almost as if she was telling me, "You know what? I'm proud of you."
Q: How do you feel about finishing fourth?
A: Only thing I can say is, look at Chris Daughtry.
Q: Some people questioned your song choices, especially when you performed songs by two "Idol" winners back to back. What was the thought process behind that?
A: I was thinking that they were two winners, and I was also thinking of the message within the song. [Carrie Underwood's] "Jesus Take the Wheel" — I was going through some things, and I needed Jesus to take the wheel, period. I was like, "You know what? I can't do this competition by myself. Lord, you're gonna have to help me get through it." And then [Fantasia's] "I Believe" — I do believe in myself, and I do believe that no matter what happens, God has a plan for me and that I will be successful.
Q: What was your favorite comment from Simon?
A: My favorite comment would have to be "She's in a league all her own."
Q: What was your least favorite?
A: "You're shouting."
Q: Is Simon a good kisser?
A: He is a good kisser, and I would do it again. His lips were really soft and thin.
Q: It seemed like you and Sanjaya were close when he was on the show. How did you spark up that friendship?
A: Sanjaya was like a little brother that got on your nerves all the time. ... He has this energy, and I could be just having a moment, and he's jumping all over the place, and I'm like, "Sit down somewhere!" I appreciate the fact that he trusted my judgment, he took my advice and he was also there for me when I needed him.
Q: Who do you think will win the competition?
A: They're all talented, and whoever's supposed to be the "American Idol" will be the "American Idol."
Q: What do you like about the remaining contestants?
A: I like Jordin. One, she's so doggone cute, and she just has a really wonderful spirit about her. She's really genuine. Blake, oh my God, I love him. Blake keeps me going. I tell you, at times when I was like, "Oh my God," Blake was like, "Nope, uh-uh, come here" [she mimics Blake's beatboxing], making up something to make me laugh and smile. He was really cool, and he has originality and personality. He's great. [And] Melinda, oh my God, that girl has so much soul and power.
Q: If you had a do-over on any song or performance, what would you change?
A: Tuesday night's performance [Bee Gees night]. The songs, I wouldn't have sung either one of 'em.
Q: You mentioned during a clip package on Wednesday night that everyone has a story, and then you kind of teared up. What were you thinking about?
A: Everyone has a story, but nobody knows mine like I know.
Q: When do we get to hear that story?
A: I don't know, maybe a movie or something.
Q: After the tour, will it be back to the bank or will you pursue a music career?
A: I just plan on singing, and hopefully great opportunities come my way.
Q: What kind of album do you want to record?
A: I'm not sure exactly what I want to do yet. I know that I want it to be kind of sassy and soulful with a little inspiration.
-
ANDA MUNGKIN SERING MEREMEHKAN
@ 2007-05-12 – 10:08:24
Anda mungkin sudah sangat sering mendengar nasehat ini, "api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan". Saat api masih kecil ia adalah energi yang bersahabat dan menghangatkan. Akan tetapi, saat ia menjadi besar dan tidak terkendali, ia akan menjadi malapetaka yang menyengsarakan. Anda, biasa mencontohkannya dengan kebakaran.
Api yang kecil sering kita remehkan. Mungkin saja karena ia masih "no harm", cuma hangat dan sama sekali tidak panas. Api kecil kita remehkan hanya karena ia bersahaja dan bersahabat. Terus begitu sampai semuanya sudah terlambat. Itulah yang bisa terjadi sesungguhnya, yaitu sikap yang meremehkan. Maka, tidak jarang kita mendengar musibah kebakaran, yang terjadi "hanya karena" sepuntung rokok, setengah sisa lilin, atau sepercik sulut dari colokan AC yang "konslet".
Disadari atau tidak, kita juga sangat mungkin sering memandang sesuatu dengan sebelah mata. Plastik kresek di tengah jalan. Botol air mineral yang menyumbat selokan. Sedikit air menggenang di batok kelapa yang telentang. Seulas oli yang merembes di sela-sela sil mesin kendaraan, dan sebagainya.
Bisa jadi, kita juga sering meremehkan apa yang ada pada orang lain. Orang yang cacat, orang yang tidak mampu, orang yang berpenampilan buruk, orang yang tak terdidik, orang yang ber-iq rendah, orang yang tidak bisa menyebutkan huruf "r" dengan benar, orang yang tidak ngganteng, dan sebagainya.
Bahkan disadari atau tidak, kita mungkin sudah terbiasa juga dalam meremehkan, apa-apa yang ada pada diri dan di dalam jiwa kita. Bahwa Anda perlu mencoba menulis, sebanyak Anda berbicara atau mendengar, Anda belum tentu melakukannya. Bahwa kita perlu secara teratur berolahraga, kita mungkin lebih memilih bergelung di pagi buta. Bahwa Anda perlu juga berekreasi dan tidak terlalu gila dalam bekerja. Bahwa kita tidak perlu terlalu banyak bagadang. Bahwa Anda musti selalu berpikiran positif. Bahwa kita perlu untuk sering bersilaturahim. Bahwa Anda perlu ikhlas dan menerima keadaan tanpa terlalu banyak bertanya, dan sebagainya.
Semua itu mungkin saja kita remehkan, sampai semuanya mulai terbuka. Terbuka menyeruak dan menunjukkan sikap protesnya. Maka, mulailah tubuh Anda merasa kurang fit. Hati Anda lebih mudah terguncang dan tergoyahkan. Fisik Anda mulai melemah. Pikiran Anda mulai kacau. Iri dan dengki mulai menghinggapi. Bermacam-macam implikasinya. Bagaimana dengan tekanan darah? Bagaimana dengan kondisi jantung yang mungkin bisa menjadi lemah?
Kesadaran itu seperti hampir selalu terlambat datangnya. Sebabnya, hanya karena kita telah terlanjur meremehkan dan menunda. Jika Anda tidak termasuk dalam contoh di atas, ya syukurlah. Anda, bisa jadi sehat jiwa dan raga. Congratulation!
HAL KECIL BISA MERUBAH HIDUP ANDA
Dua pertanyaan yang paling sering harus Saya jawab berkaitan dengan workshop sehari Saya adalah:
Apakah satu hari bisa merubah hidup Saya?
Apakah perubahan itu akan permanen sifatnya?Saya biasa menjawabnya dengan gambaran yang sederhana. Saya jelaskan sambil bertanya, "apakah satu detik bisa merubah hidup seseorang?" Kemudian Saya jawab sendiri, "ya!" Bagaimana hal itu bisa terjadi? Di sinilah Anda sering lupa, karena sebenarnya jawaban pertanyaan itu selalu berseliweran di depan mata Anda!
Bukan bermaksud mendoakan terjadinya musibah dan bencana, ini hanya gambaran dan cerita.
Seseorang yang terbiasa berkendaraan di jalan tol, mungkin saja meremehkan aktivitas berkendaranya. Jika tidak berhati-hati, "kemelengannya" akan membawa celaka. Dan "meleng" itu, adalah jelas sebuah tanda meremehkannya. Atau jikapun yang bersangkutan sudah cukup berupaya untuk selalu fokus dan berkonsentrasi dengan kemudinya, mungkin saja tiba-tiba mobilnya pecah ban. Sangat mungkin bukan? Berapa detikkah itu terjadi? Berubahkah hidupnya? Berubahkah hidup keluarganya? Berubahkah hidup anak dan istri atau suaminya?
Sebuah pesawat yang terjun menghunjam ke laut dan terus merasuk sampai ke dasarnya, berapa detik? Kapal yang tenggelam ke dasar laut, berapa menit? Berubahkah kehidupan mereka, kehidupan sanak dan familinya? Ya! Hidup ini tidak akan pernah sama lagi bagi mereka.
Tapi Pak Sopa, bukankah semua itu adalah persoalan besar dan bukan hal kecil seperti yang Bapak maksud? Ya saudaraku, kita tidak bisa tidak, akan melihatnya sebagai sebuah peristiwa besar yang memilukan setiap hati dan mata. Peristiwa kemanusiaan yang penuh tragedi dan bela sungkawa. Memang itulah adanya.
Akan tetapi, bagaimanakah selama ini Anda melihatnya dengan kaca mata self development, dari kacamata pengembangan diri Anda sebagai seorang pembelajar? Anda mungkin lupa, atau bahkan Anda mungkin belum melihatnya. Itulah yang terjadi, dan itulah yang mungkin sudah terlanjur menjadi kebiasaan. Anda mungkin telah melupakan, bahwa itu bukan hanya peristiwa sosial yang nyata, akan tetapi juga pelajaran untuk pengembangan.
Maka, tidak aneh jika kemudian muncul berbagai reaksi terhadap semua itu, yang seolah-olah berkata, "kok bisa ya?" Ya tentu saja bisa! Lha wong selama ini sudah terlihat dengan jelas bahwa arahnya memang ke sana kok. Hanya saja, selama ini banyak orang hanya melihatnya sebagai sebuah fenomena sosial, fenomena melorotnya ekonomi, fenomena mundurnya sikap ke arah yang lebih "semau gue" dan "yang penting gue". Di mana fungsinya sebagai alat pengembangan diri, sebagai alat belajar dan antisipasi?
Hidup Anda bisa berubah hanya dalam sekian detik. Dan itu, Anda yang melakukannya, bukan Saya. Bukan siapa-siapa. Hidup kita bisa berubah dalam sekian detik, dan itu karena kita sendiri. Jika belajar Insya Allah positif, dan jika tidak tentu negatif.
Pertanyaan kedua, biasanya Saya jawab dengan berkaca pada berbagai kenyataan lain, yang melekat pada diri kita. Apakah uang Anda permanen? Apakah Anda akan selalu sehat sejahtera? Apakah nyawa Anda permanen? Apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja memeliharanya selagi bisa!
Dan khusus untuk workshop Saya yang tentang percaya diri itu, Saya kembalikan saja kepada si penanya, bahwa semua ini adalah tentang mempercayai diri sendiri. Maka, seberapa jauh dan kuatkah keinginannya, untuk mempertahankan dan memelihara rasa percaya diri itu? Seberapa percayakah Anda, bahwa Anda memang akan selalu percaya diri? Tahukah Anda cara mempertahankannya?
Pada intinya, Anda tidak punya pilihan lain, kecuali melakukan tugas memelihara, sebagai limpahan tugas dari Tuhan Yang Maha Pemelihara. Sebesar apapun yang diamanatkan kepada Anda, dan tentu saja: sekecil apapun.
TIDAK ADA YANG KECIL UNTUK PENGEMBANGAN DIRI ANDA
Perubahan hidup seseorang adalah sebuah titik sentak. Adalah benar bahwa prosesnya berjalan dengan durasi dan eskalasi tertentu. Namun demikian, event perubahan itu sendiri adalah sebuah titik. Sebuah titik puncak, yang karena merupakan puncak, seringkali terlewatkan dan dianggap kecil. Dan jika itu yang terjadi, maka bahkan prosesnya pun kita sering lupa. Kok bisa begini ya? Aku nggak habis pikir hasilnya seperti ini?
Apa yang disebut dengan proses perubahan, adalah kumpulan dari titik-titik event perubahan. Kumpulan dari sentakan-sentakan yang mendaki. Ketahuilah bahwa pendakian perubahan tidak akan pernah mulus. Maka, proses perubahan lebih akurat digambarkan sebagai serangkai undakan anak tangga, ketimbang sebuah grafik yang melengkung dengan halus.
Adalah tidak aneh bahwa hidup seseorang bisa berubah - ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk, hanya dalam waktu yang singkat dan dengan sebuah peristiwa yang "kecil". Betapa banyaknya kisah sufi yang memberi contoh, bahwa hal kecil adalah pelajaran yang sangat besar dan berharga. Maka, janganlah lagi Anda meremehkan apa yang Anda sebut dengan kecil, sebentar, singkat, "se-upil", "teri", minim, pendek, atau sekilas saja. Berhati-hatilah, karena semua itu sangat mungkin bisa merubah hidup Anda.
Jika Anda mabuk, kemudian Anda menusuk seseorang hingga mati, maka hidup Anda jelas berubah. Jika Anda tidak sengaja menabrak orang lain hingga sekarat, hidup Anda juga akan berubah. Berapa detik?
Perubahan besar di dalam hidup Anda, juga bisa terjadi "hanya" karena hal-hal yang "kecil".
Seorang peserta workshop Saya, menyatakan sangat puas di sore hari setelah selesai acaranya. Akan tetapi, ada pernyataan dia yang membuat Saya ingin menyelidiki. Pernyataan kepuasan itu, diutarakan dengan menyisipkan kata "padahal". "Saya sangat puas, padahal Saya ikut workshop ini dengan tanpa sengaja." Dua hal bahkan yang menggoda Saya, "padahal" dan "tanpa sengaja".
Waspadalah, there is no such thing as "padahal" dan "kagak sengaja". Semuanya adalah keputusan Anda. Dan tidaklah bijaksana jika Anda mengatakan "padahal" dan "tidak sengaja", hanya berdasarkan fenomena fisik saja. Sebab jika Anda terjerat olehnya, Anda cenderung mengecilkan berbagai hal yang sebenarnya besar dan bisa merubah hidup Anda.
Besar atau kecil, tidak terletak pada fenomena fisiknya. Sebab, bukan itu realitanya. Realitanya, adalah apa yang ada di kepala Anda. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk tidak berhenti membaca sebuah buku, jika telah selesai membacanya sekali. Setiap orang bijak, akan mengatakan, "bacalah lagi, bacalah lagi, dan bacalah lagi". Jika Anda berhenti membacanya setelah satu kali, maka Anda telah mengecilkan makna sebuah buku, hanya karena frekuensi bacanya. Padahal, jika sekali baca belum berpengaruh pada diri Anda, tidak berarti membacanya sekali lagi akan begitu juga.
Jika Anda mendapatkan kado ulang tahun dari "yayang" Anda, dan Anda hanya mendapatkan sebuah figura, padahal Anda berharap mendapatkan berlian dan permata, apa reaksi Anda? Kecewa dan kemudian mengecilkannya? Jangan! Berpikirlah bahwa "yayang" Anda telah berupaya sekerasnya, dengan sepenuh cinta, dengan setulus hati, dengan rasa sayang setengah mati. Hanya itulah yang akan membuat Anda, tidak kehilangan makna.
Saya menelusuri ke staf Saya, berkaitan dengan "sejarah" dari peserta workshop Saya tadi. Dan ternyata, dia sudah menunda untuk mengikuti workshop Saya sampai tiga kali. Beginilah cerita peserta itu kepada Saya.
Di suatu siang, ia memasuki sebuah kantin di bilangan Kuningan, untuk lunch. Hari itu, kebetulan ia sendirian. Di pintu kantin, ia melihat sebuah meja agak di pojokan, kosong tanpa penghuni. Ia menuju ke sana. Duduk dengan manis, dan mulai membaca menu mencari penganan yang dia mungkin suka. Dari sudut matanya, ia memperhatikan bahwa mejanya belum dibersihkan. Di sudut yang lain, matanya tertumbuk pada selembar kertas lusuh yang sudah setengah basah. Pikirnya, itu adalah kertas yang ditinggalkan oleh pejajan sebelumnya. Hmm, kertas yang sedang diremehkan dan dianggap tak berguna.
Selesai makan, ia penasaran. Disambarnya kertas itu, dan dibawanya pulang ke kantor. Entah bagaimana, kertas itu tetap dipertahankan dan tidak dibuangnya ke tong sampah. Mungkin, karena ia mulai tertarik dengan isinya, informasi tentang workshop Saya.
Saya tidak tahu apakah brosur workshop Saya itu sering dibacanya atau tidak, akan tetapi menurut staf Saya, ia menunda ikut sampai tiga kali, sebelum akhirnya memutuskan untuk hadir dan mengikuti. Mungkin, fenomena fisik yang sama juga masih menghinggapinya, hingga ia belum juga terpengaruh olehnya. Atau, waktunya yang belum memungkinkan, tapi ia sendiri juga mengatakan bahwa waktunya longgar karena ia cukup "boss" di kantornya.
Dan seperti yang sudah Saya ungkapkan di atas, ia mengatakan sangat puas setelah mengikuti workshop Saya. Berubahkah hidupnya? Ya! Berulang kali ia menelepon Saya, hanya untuk berbincang dan mengingatkan kembali, bahwa kini ia sudah lebih percaya diri.
Hidupnya berubah. Dan itu terjadi, "hanya karena" selembar brosur, yang telah lusuh dan kumuh tertumpah kuah mi ayam, yang semula diremehkannya dan ditemukan "tanpa sengaja"! Waspadalah, dan berhentilah membesar-kecilkan makna, hanya karena fenomena fisiknya. Tidak baik untuk Anda.
HAL KECIL BISA BERBAHAYA UNTUK ANDA
Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita ini.
Seorang jenderal, berkuda di depan memimpin pasukannya memasuki sebuah kota. Ia dan pasukannya, baru saja menaklukkan kota itu. Maka, parade kemenangan itu mulai dirayakan saat memasuki kota taklukan dengan gagahnya. Dagu Sang Jenderal terangkat saat memasuki gerbang kota. Kudanya pun melangkah dengan gagah. Begitu pula pasukannya.
Di sepanjang jalan utama, di kiri dan kanan jalan setiap orang duduk bersimpuh. Merendahkan diri sebagai bangsa yang telah takluk. Mengangkat kepala pun mereka tidak berani. Dipancung nanti. Begitulah, Sang Jenderal dan pasukannya, derap demi derap menyusuri jalan utama kota.
Di suatu belokan, Sang Jenderal melihat seorang tua terbungkuk-bungkuk, tertatih melangkah perlahan menyeberangi jalan. Sang Jenderal tersinggung melihatnya. Ia yang merasa sebagai penakluk, harus terhalang jalan oleh seorang tua renta yang kumuh dan baunya tercium kemana-mana. Ditegurnya Pak Tua itu dengan keras, "Hei tua renta! Tahukah engkau siapa aku? Akulah penguasa kota ini sekarang!"
Pak tua itu mengangkat kepalanya perlahan, memandang Sang Jenderal sebentar, dan kemudian tanpa acuh meneruskan langkahnya menyeberang jalan. Perlahan dan menggemaskan. Sang Jenderal pun naik pitam. Jika saja tidak tua renta, ia sudah menghunus dan menebaskan pedangnya. Ia sekali menghardik, "Hai kau tua renta, engkau pikir dirimu siapa! Minggirlah sebelum kupancung kepala busukmu itu!"
Sekali lagi, Pak Tua berhenti dan mengangkat kepalanya, dan sekarang ia mengangkat tangannya, menegakkan jari telunjuknya, memberi isyarat tanda memanggil. Bukan kepalang kemarahan Sang Jenderal. Sesak dadanya dan mendidih kepalanya. Tanpa sadar, ia menggiring kudanya mendekati Pak Tua renta. Dipelototinya Pak Tua itu tanpa bisa berkata apa-apa. Pak Tua, dengan nekatnya terus menggerakkan telunjukknya. Kurang dekat, mungkin itu maksudnya. Ia ingin mengatakan sesuatu.
Di atas kuda, Sang Jenderal sudah tertelan oleh kemarahannya atas "keremehan" Pak Tua. Tapi saking tak tahu harus bagaimana, ia malah menjulurkan kepalanya untuk bisa mendengar bisikan Pak Tua. Setelah begitu dekat telinga Sang Jenderal ke mulut Pak Tua, Pak Tua itu membisikinya dengan desahan lirih yang hampir tak terdengar.
"Saya Izroil..."
Jenderal itu melorot dari kudanya dan langsung mati.
Berhentilah mengecilkan sesuatu, hanya karena fenomena fisiknya. Anda akan kehilangan makna. Padahal itu, mungkin saja bisa merubah hidup Anda.
-
ANDA MUNGKIN SERING MEREMEHKAN
@ 2007-05-12 – 10:08:02
Anda mungkin sudah sangat sering mendengar nasehat ini, "api kecil adalah kawan, api besar adalah lawan". Saat api masih kecil ia adalah energi yang bersahabat dan menghangatkan. Akan tetapi, saat ia menjadi besar dan tidak terkendali, ia akan menjadi malapetaka yang menyengsarakan. Anda, biasa mencontohkannya dengan kebakaran.
Api yang kecil sering kita remehkan. Mungkin saja karena ia masih "no harm", cuma hangat dan sama sekali tidak panas. Api kecil kita remehkan hanya karena ia bersahaja dan bersahabat. Terus begitu sampai semuanya sudah terlambat. Itulah yang bisa terjadi sesungguhnya, yaitu sikap yang meremehkan. Maka, tidak jarang kita mendengar musibah kebakaran, yang terjadi "hanya karena" sepuntung rokok, setengah sisa lilin, atau sepercik sulut dari colokan AC yang "konslet".
Disadari atau tidak, kita juga sangat mungkin sering memandang sesuatu dengan sebelah mata. Plastik kresek di tengah jalan. Botol air mineral yang menyumbat selokan. Sedikit air menggenang di batok kelapa yang telentang. Seulas oli yang merembes di sela-sela sil mesin kendaraan, dan sebagainya.
Bisa jadi, kita juga sering meremehkan apa yang ada pada orang lain. Orang yang cacat, orang yang tidak mampu, orang yang berpenampilan buruk, orang yang tak terdidik, orang yang ber-iq rendah, orang yang tidak bisa menyebutkan huruf "r" dengan benar, orang yang tidak ngganteng, dan sebagainya.
Bahkan disadari atau tidak, kita mungkin sudah terbiasa juga dalam meremehkan, apa-apa yang ada pada diri dan di dalam jiwa kita. Bahwa Anda perlu mencoba menulis, sebanyak Anda berbicara atau mendengar, Anda belum tentu melakukannya. Bahwa kita perlu secara teratur berolahraga, kita mungkin lebih memilih bergelung di pagi buta. Bahwa Anda perlu juga berekreasi dan tidak terlalu gila dalam bekerja. Bahwa kita tidak perlu terlalu banyak bagadang. Bahwa Anda musti selalu berpikiran positif. Bahwa kita perlu untuk sering bersilaturahim. Bahwa Anda perlu ikhlas dan menerima keadaan tanpa terlalu banyak bertanya, dan sebagainya.
Semua itu mungkin saja kita remehkan, sampai semuanya mulai terbuka. Terbuka menyeruak dan menunjukkan sikap protesnya. Maka, mulailah tubuh Anda merasa kurang fit. Hati Anda lebih mudah terguncang dan tergoyahkan. Fisik Anda mulai melemah. Pikiran Anda mulai kacau. Iri dan dengki mulai menghinggapi. Bermacam-macam implikasinya. Bagaimana dengan tekanan darah? Bagaimana dengan kondisi jantung yang mungkin bisa menjadi lemah?
Kesadaran itu seperti hampir selalu terlambat datangnya. Sebabnya, hanya karena kita telah terlanjur meremehkan dan menunda. Jika Anda tidak termasuk dalam contoh di atas, ya syukurlah. Anda, bisa jadi sehat jiwa dan raga. Congratulation!
HAL KECIL BISA MERUBAH HIDUP ANDA
Dua pertanyaan yang paling sering harus Saya jawab berkaitan dengan workshop sehari Saya adalah:
Apakah satu hari bisa merubah hidup Saya?
Apakah perubahan itu akan permanen sifatnya?Saya biasa menjawabnya dengan gambaran yang sederhana. Saya jelaskan sambil bertanya, "apakah satu detik bisa merubah hidup seseorang?" Kemudian Saya jawab sendiri, "ya!" Bagaimana hal itu bisa terjadi? Di sinilah Anda sering lupa, karena sebenarnya jawaban pertanyaan itu selalu berseliweran di depan mata Anda!
Bukan bermaksud mendoakan terjadinya musibah dan bencana, ini hanya gambaran dan cerita.
Seseorang yang terbiasa berkendaraan di jalan tol, mungkin saja meremehkan aktivitas berkendaranya. Jika tidak berhati-hati, "kemelengannya" akan membawa celaka. Dan "meleng" itu, adalah jelas sebuah tanda meremehkannya. Atau jikapun yang bersangkutan sudah cukup berupaya untuk selalu fokus dan berkonsentrasi dengan kemudinya, mungkin saja tiba-tiba mobilnya pecah ban. Sangat mungkin bukan? Berapa detikkah itu terjadi? Berubahkah hidupnya? Berubahkah hidup keluarganya? Berubahkah hidup anak dan istri atau suaminya?
Sebuah pesawat yang terjun menghunjam ke laut dan terus merasuk sampai ke dasarnya, berapa detik? Kapal yang tenggelam ke dasar laut, berapa menit? Berubahkah kehidupan mereka, kehidupan sanak dan familinya? Ya! Hidup ini tidak akan pernah sama lagi bagi mereka.
Tapi Pak Sopa, bukankah semua itu adalah persoalan besar dan bukan hal kecil seperti yang Bapak maksud? Ya saudaraku, kita tidak bisa tidak, akan melihatnya sebagai sebuah peristiwa besar yang memilukan setiap hati dan mata. Peristiwa kemanusiaan yang penuh tragedi dan bela sungkawa. Memang itulah adanya.
Akan tetapi, bagaimanakah selama ini Anda melihatnya dengan kaca mata self development, dari kacamata pengembangan diri Anda sebagai seorang pembelajar? Anda mungkin lupa, atau bahkan Anda mungkin belum melihatnya. Itulah yang terjadi, dan itulah yang mungkin sudah terlanjur menjadi kebiasaan. Anda mungkin telah melupakan, bahwa itu bukan hanya peristiwa sosial yang nyata, akan tetapi juga pelajaran untuk pengembangan.
Maka, tidak aneh jika kemudian muncul berbagai reaksi terhadap semua itu, yang seolah-olah berkata, "kok bisa ya?" Ya tentu saja bisa! Lha wong selama ini sudah terlihat dengan jelas bahwa arahnya memang ke sana kok. Hanya saja, selama ini banyak orang hanya melihatnya sebagai sebuah fenomena sosial, fenomena melorotnya ekonomi, fenomena mundurnya sikap ke arah yang lebih "semau gue" dan "yang penting gue". Di mana fungsinya sebagai alat pengembangan diri, sebagai alat belajar dan antisipasi?
Hidup Anda bisa berubah hanya dalam sekian detik. Dan itu, Anda yang melakukannya, bukan Saya. Bukan siapa-siapa. Hidup kita bisa berubah dalam sekian detik, dan itu karena kita sendiri. Jika belajar Insya Allah positif, dan jika tidak tentu negatif.
Pertanyaan kedua, biasanya Saya jawab dengan berkaca pada berbagai kenyataan lain, yang melekat pada diri kita. Apakah uang Anda permanen? Apakah Anda akan selalu sehat sejahtera? Apakah nyawa Anda permanen? Apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja memeliharanya selagi bisa!
Dan khusus untuk workshop Saya yang tentang percaya diri itu, Saya kembalikan saja kepada si penanya, bahwa semua ini adalah tentang mempercayai diri sendiri. Maka, seberapa jauh dan kuatkah keinginannya, untuk mempertahankan dan memelihara rasa percaya diri itu? Seberapa percayakah Anda, bahwa Anda memang akan selalu percaya diri? Tahukah Anda cara mempertahankannya?
Pada intinya, Anda tidak punya pilihan lain, kecuali melakukan tugas memelihara, sebagai limpahan tugas dari Tuhan Yang Maha Pemelihara. Sebesar apapun yang diamanatkan kepada Anda, dan tentu saja: sekecil apapun.
TIDAK ADA YANG KECIL UNTUK PENGEMBANGAN DIRI ANDA
Perubahan hidup seseorang adalah sebuah titik sentak. Adalah benar bahwa prosesnya berjalan dengan durasi dan eskalasi tertentu. Namun demikian, event perubahan itu sendiri adalah sebuah titik. Sebuah titik puncak, yang karena merupakan puncak, seringkali terlewatkan dan dianggap kecil. Dan jika itu yang terjadi, maka bahkan prosesnya pun kita sering lupa. Kok bisa begini ya? Aku nggak habis pikir hasilnya seperti ini?
Apa yang disebut dengan proses perubahan, adalah kumpulan dari titik-titik event perubahan. Kumpulan dari sentakan-sentakan yang mendaki. Ketahuilah bahwa pendakian perubahan tidak akan pernah mulus. Maka, proses perubahan lebih akurat digambarkan sebagai serangkai undakan anak tangga, ketimbang sebuah grafik yang melengkung dengan halus.
Adalah tidak aneh bahwa hidup seseorang bisa berubah - ke arah yang baik maupun ke arah yang buruk, hanya dalam waktu yang singkat dan dengan sebuah peristiwa yang "kecil". Betapa banyaknya kisah sufi yang memberi contoh, bahwa hal kecil adalah pelajaran yang sangat besar dan berharga. Maka, janganlah lagi Anda meremehkan apa yang Anda sebut dengan kecil, sebentar, singkat, "se-upil", "teri", minim, pendek, atau sekilas saja. Berhati-hatilah, karena semua itu sangat mungkin bisa merubah hidup Anda.
Jika Anda mabuk, kemudian Anda menusuk seseorang hingga mati, maka hidup Anda jelas berubah. Jika Anda tidak sengaja menabrak orang lain hingga sekarat, hidup Anda juga akan berubah. Berapa detik?
Perubahan besar di dalam hidup Anda, juga bisa terjadi "hanya" karena hal-hal yang "kecil".
Seorang peserta workshop Saya, menyatakan sangat puas di sore hari setelah selesai acaranya. Akan tetapi, ada pernyataan
-
Simpsons Video Game Lets You Bounce Homer-Ball, Fly With Super-Bart
@ 2007-05-12 – 03:01:24
Two years ago it was the French using video games to make fun of video games. Now the Simpsons are joining in.
Video game publisher Electronic Arts and some of the top creative people behind "The Simpsons" announced Tuesday that this fall's game based on the cartoon will be a wild send-up of 20 years of video games.
"Anything from 'Pong' on has been looked at to be made fun of," Scott Amos, executive producer of "The Simpsons Game," told MTV News at a yellow-carpet celebration of the new adventure and the cartoon's 400th episode.
Not since 2006's French-developed "Asterix & Obelix: XXL2" has a game been made to parody other games (see "Lara Croft Grows A Gut, Becomes A Man In Video Game Spoof"). And it hadn't really been done before then.
But the cartoon's producers and video game writers Tim Long and Matt Selman said parody was key to their reboot of the "Simpsons" gaming franchise. The plot, Long said, is that Homer, Bart, Marge and Lisa "become aware that they are in the game, which allows them to exploit all kinds of crazy new powers and to deliciously lampoon all sorts of video games people might know." He said this while standing in front of posters of Homer dressed as Link from "Zelda" and a Rockstar-style collage for "Grand Theft Scratchy: Blood Island."
"The title 'The Simpsons Game,' although not particularly hilarious, I admit, is sort of meant to signify that we're restarting the 'Simpsons' gaming franchise," Selman said. "This is a big, new, fresh game that takes on video games and hilarious things of all time. That's why we didn't feel the need, as of yet, for a hilarious subtitle like 'Extreme Action' or 'In the Mix.'"
Series creator Matt Groening has left others to handle the details of the game but has liked the bits shown to him for approval. Has he played it? "I'm not quite good enough," he said. "It's hard. It's not an easy game, but I'm hoping that with practice I'll get to play my own game."
The game might not be so hard for more experienced gamers. EA showcased some levels -- called episodes -- that flesh out a game-long season. Graphically, they looked like a three-dimensional version of the hand-drawn Springfield. As for gameplay, the members of Homer's nuclear family could run through episodes two at a time, with the second player dropping in or out on the flight to provide cooperative support, as in the "Lego Star Wars" games. Some of the sections shown had Bart donning his Bartman costume and using a zip-line to span rooftops. Homer inflated himself into a ball and rolled through the Duff Beer brewery.
The game opens like it's an ordinary "Simpsons" game. But then the famous family realizes what they're a part of. "It's like, 'Oh my gosh, we're actually in the video game of our life,' " Amos said. "They actually have this transcending moment that, 'If we're in a video game, then we can do things. What are our powers?' And they have to discover who they are and what they can do as characters. In Homer's case — being true to his personality — the more food he eats, he turns into this giant, fat, blubbery Homer-ball." Marge has the power to nag large groups of people into doing what she wants. Bart can be a superhero.
Selman, Long and Amos wanted to keep a lot of their game secret, but they did let out a few secrets. The game will have an hour of non-interactive storyline scenes written by show writers. It will include 200 characters, 100 from the show. Selman said the Wii version will include a speed-eating contest, which he generated by holding an imaginary fork and making rapid shoveling motions toward his mouth.
"The Simpsons" TV show often has celebrity cameos. EA often puts celebrities in the games. But no one would admit if celebrities will appear in the EA "Simpsons" game. "I might be in the game," Groening said.
"He's not in the game," Selman retorted.
There have been "Simpsons" games before — the "Crazy Taxi"-style "Simpsons Road Rage," the arcade beat-'em-up from the show's early days, to name just two. How is this, the first one from EA, truly different than the ones made with other big game companies? "It's a completely different corporate monolith to deal with and all the problems that go with that," Selman joked.
The game, which everyone at the event seemed quite happy about, all jokes aside, will be released for PS2, PSP, PS3, Xbox 360, Nintendo DS and Wii this fall.
-- Stephen Totilo, with reporting by Larry Carroll (MTV.com)
-
Roda Nasib itu Default nya Memang Selalu Berputar
@ 2007-05-12 – 03:00:36
Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia untuk selalu berkarya dan meraih kesuksesan di jalan yang diridhoi-Nya. Namun ada satu pertanyaan yang menggoda, "Siapkah Anda untuk turun saat (berhasil) tiba di puncak kesuksesan?" Banyak orang yang mungkin tidak rela bila harus turun tahta dari puncak kesuksesan yang telah mereka raih. Dan, masak iya sih Tuhan tega membawa kita kembali ke "jaman susah" dulu?
Adalah sebuah kenyataan, sebuah hukum alam bahwa sebuah puncak gunung itu pasti dikelilingi oleh lembah. Ini adalah ketentuan universal yang tidak bisa dilawan. Saat anda tiba di puncak, maka di saat itu pula bersiap-siaplah untuk turun. Namun ini bukan berarti Tuhan menciptakan ketentuan yang kejam. Tuhan menciptakan "lembah" dengan maksud agar manusia bersiap-siap untuk mendaki puncak berikutnya yang lebih tinggi lagi.
Dalam dunia bisnis, ada istilah product life cycle. Setiap produk mempunyai masa-masa sun rise, masa puncak dan masa sun set. Inovasi menjadi kunci dari terciptanya produk-produk baru. Di saat ada suatu produk yang sudah tenggelam dan ketinggalan jaman, pastilah akan muncul produk penerusnya yang menyempurnakan pendahulunya. Dan siklus ini akan selalu berulang.
Prof. Yohanes Surya telah mengemukakan Teori Mestakung, bahwa di titik balik, di point of no return, seluruh semesta akan mendukung agar kondisi kritis dapat terlewati. Ini adalah sebuah hukum fisika, bahwa roda nasib memang akan selalu berputar, naik lalu turun, kemudian naik lagi, dan seterusnya. Bahkan Prof. Yohanes menganjurkan, kalau kita ingin sukses, maka ciptakanlah kondisi kritis.
Tuhan pun sesungguhnya sudah sejak awal mengajarkan kepada manusia bahwa "Sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan." Dalam kitab suci Al Quran ayat ini bahkan diulang sampai 2x berturut-turut. Ini artinya sebuah penegasan dari Tuhan, bahwa untuk meraih kesuksesan, manusia harus bersusah payah terlebih dahulu. There is no such thing as a free lunch. Anda ingin sukses? Siap-siaplah untuk berjuang. Anda ingin "kembali" meraih sukses? Maka siap-siaplah untuk "kembali" berjuang.
Ada dua hal yang menjadi implikasi dari ketentuan universal ini. Pertama, bagi Anda yang sedang berada di puncak kesuksesan, Anda harus mulai mawas diri. Kenapa? Karena ilmu, kelebihan dan kapasitas Anda yang berhasil melejitkan diri Anda saat ini kemungkinan akan expired dalam beberapa waktu ke depan. Anda dituntut untuk terus belajar dan terus berinovasi.
Kedua, bagi Anda yang sedang dalam periode kegagalan, sadarilah bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Lembah kegagalan diciptakan-Nya sebagai sarana awal pendakian Anda menuju kesuksesan. Mendaki toh harus selalu dari bawah, dan menyalip toh harus selalu dari belakang.
Tak ada kesuksesan yang abadi, demikian pula, tak ada kegagalan yang abadi.Ditulis oleh Tommy Setiawan, pengamat MLM, penulis buku "BLOW!"
-
Mariah To Be Honored At VH1 Event, Plus Justin Timberlake, Kelly Clarkson, Paris Hilton, Amy Winehouse & More
@ 2007-05-12 – 02:59:32
Mariah Carey will be honored for her dedication to VH1's Save the Music Foundation at the group's 10th anniversary gala, to be held September 20 at New York's Lincoln Center for the Performing Arts. Jon Bon Jovi has also been added to the event — he will perform as part of a tribute to founder John Sykes — which will be co-headlined by John Mayer. ...
Justin Timberlake recently revealed to MTV News that he had written and produced a new song for Reba McEntire, but he didn't let us know that he'll be singing with the country crooner as well on the yet-unnamed track. Kelly Clarkson joins McEntire on "Because of You," the first single from Reba Duets, due September 18. ...
Speaking of Clarkson, we already knew she was going to be hitting the road hard this summer in support of her upcoming third album My December (due July 24), but now she's finally revealed the venues for the outing. After an appearance at the U.S. portion of the July 7 Live Earth event — which will take place at New Jersey's Giants Stadium — the 36-date tour will kick off July 11 at the Rose Garden Arena in Portland, Oregon, and take her to cities including Denver, St. Louis, Chicago, Boston, Philadelphia, Cleveland, Dallas and Los Angeles in August before wrapping up at the MGM Grand Arena in Las Vegas on September 28. ...
Paris Hilton might not have to serve her full 45-day sentence due to jail overcrowding and a state requirement that grants inmates time off for good behavior, The Associated Press reported Thursday (May 10). "It's possible that it could be 21 days, 23 days," Los Angeles County sheriff's spokesman Steve Whitmore told the news service. "It's a complicated formula that the state sets down. It's possible that she could do less time." He said the amount of time the heiress will spend in jail will be determined when she is booked into the county system. ...
Amy Winehouse stopped by New York's Aer on Thursday night to celebrate the U.S. gold certification of her Back to Black album. The Bombay Sapphire-sponsored bash included appearances by Mos Def, Talib Kweli and L.A. Reid. ... Meanwhile, producer Nate "Danjahandz" Hills was honored Thursday night at a dinner held at Manhattan's Gin Lane. The Timbaland protégé was recognized for his contributions to multiple hit singles and presented with his two Grammy Awards. ...
"Pirates of the Caribbean: At World's End" hasn't even opened yet, but Johnny Depp is already saying he's open to the idea of starring in a fourth installment, according to an Entertainment Weekly interview, Reuters reports. "As long as you're doing it for the right reasons, why not?" he says in the magazine, which hits newsstands Friday. "If we came up with a story where we could explore something absurd or funny or totally insane." ...
According to Little Rock, Arkansas, radio station KHTV, Evanescence frontwoman Amy Lee got married over the weekend to her therapist/fiancee Josh Hartzler — the same weekend news of guitarist John LeCompt's firing and drummer Rocky Gray's resignation went public. A spokesperson for Lee would not confirm the nuptials on Wednesday, but John Lee — Amy's dad — confirmed to EvanescenceFan.net that his daughter tied the knot Sunday during a very private ceremony. ... Korn frontman Jonathan Davis and wife, Deven, welcomed their second son, Zeppelin, two weeks ago, according to various reports. The child joins the couple's other son, Pirate, as the newest member of the Davis kith. ...
As expected, Static-X have been added to the bill for this summer's Ozzfest, alongside headliner Ozzy Osbourne, Lamb of God, Lordi and others. Of course, this year's fest will be free for fans, and the news comes just days before the distribution of ticket codes begins Saturday. Ozzfest launches July 12 in Seattle. ... English rockers New Order are no more, according to bassist Peter Hook. In a post on Hook's MySpace page, he wrote that revealing the band's demise was a relief and that he hated keeping the split a secret. Hook appears on the debut LP from Perry Farrell's Satellite Party, Ultra Payloaded, which hits stores on May 29. He has also formed a new band, Freebass, with former Smiths bassist Andy Rourke and Stone Roses/ Primal Scream member Mani. ...
This year's Austin City Limits (September 14-16) festival is packed with major talent. The Texas fest will feature White Stripes, the Killers, Björk, Amy Winehouse, Queens of the Stone Age, Muse, Bloc Party, Arcade Fire, Wilco, Bob Dylan, My Morning Jacket, Arctic Monkeys, Joss Stone, Spoon, Heartless Bastards, Yo La Tengo, Joseph Arthur, Peter Bjorn & John, the Decemberists, Paolo Nutini, Regina Spektor, M.I.A., Butch Walker, Ben Kweller, Kaiser Chiefs, LCD Soundsystem and about 100 other acts ranging from bluegrass to jam band, techno, country and gospel. ... Hot Hot Heat's forthcoming LP, Happiness, LTD, has been slated for a September 11 release. The album was produced by the band, along with Rob Cavallo (My Chemical Romance, Green Day), Butch Walker (Pink, Avril Lavigne) and Tim Palmer (Ozzy Osbourne, H.I.M.). ...
Tool have added several new dates to their touring schedule. The band will make stops in Cape Girardeau, Missouri (June 16); Evansville, Indiana (June 17); Sioux City, Iowa (June 25); Cincinnati (June 29); Youngstown, Ohio (July 1); Grand Rapids, Michigan (July 5); Huntington, West Virginia (July 7); and Mansfield, Massachusetts (July 12). ... Chevelle have been forced to postpone their current tour until further notice following the theft of the band's equipment trailer. Containing all the band's gear, the trailer was stolen Wednesday from the Clarion Dallas Park Central Hotel in Dallas. Most of the stolen goods were labeled "Chevelle," and the band has asked that anyone who notices the gear being sold on eBay report the matter to police. ...
Tim Roth is bulking up the cast of "The Incredible Hulk." The actor, who will play the green-eyed monster Abomination in the summer 2008 flick, joins Edward Norton as Bruce Banner/ the Hulk and Liv Tyler as Betty Ross. ... "The Terminator" is returning, but Arnold won't be back — and neither will director James Cameron, Variety reports. Halcyon Co. has bought out the franchise for an undisclosed sum from feuding producers Andy Vajna and Mario Kassar and is targeting "Terminator 4" for a summer 2009 release. Castmembers and a director have not been hired yet, but "Terminator: Rise of the Machines" scribes John Brancato and Michael Ferris have already penned a script. "T3" executive producer Moritz Borman will produce the fourth installment as well. ...
No thanks for smoking: The Motion Picture Association of America announced Thursday that smoking will be factored into movie ratings, the Los Angeles Times reports. "There is broad awareness of smoking as a unique public-health concern due to nicotine's highly addictive nature, and no parent wants their child to take up the habit," MPAA Chief Executive Dan Glickman stated. Depictions that glamorize smoking may receive a higher rating, according to the organization. ... During Wednesday night's "American Idol" results show, host Ryan Seacrest announced an upcoming spinoff contest that will seek the best band in the land. Groups of all ages and styles hoping to vie for that title were encouraged to send in their demo tapes for the tentatively titled "The Search for the Next Great American Band," with information on submissions available on the official "Idol" Web site. No airdate for the show has been announced. ...
Sculptor Daniel Edwards, who famously made a life-size nude of Britney Spears giving birth, now has Paris Hilton in his sights. According to Reuters, he has crafted a sculpture of the heiress dead, naked and holding a cell phone in one hand. "It's really kind of a wakeup call for anybody who really pays attention to Paris Hilton close enough that they might end up emulating her," Edwards said of the piece, which is called "The Paris Hilton Autopsy." ... The New York Dolls will play a full set for their fallen comrade at the seventh annual Joey Ramone Birthday Bash, to be held May 19 at the Fillmore New York at Irving Plaza. Slinky Vagabond, featuring members of the Sex Pistols, Blondie and David Bowie's touring band, will also perform. ...
Brad Pitt's green building project in New Orleans began construction Thursday, AP reports. An environmentally friendly house, based on the winning design in a competition Pitt staged, is expected to be finished in August and is intended to serve as a model for redevelopment in the area. "I'm crying out for one of our leaders to really make this a priority," Pitt, who is in Prague, said in a statement. ... Jason Wahler has checked into rehab, according to People. The "Laguna Beach" star was sentenced to 60 days in county jail and 36 months' probation after pleading no contest to misdemeanor-battery charges in March. ...
Michael Moore, who has been unabashed in his disdain for the Bush White House, is facing an investigation by the U.S. Treasury Department over his latest film, the health-care exposé, "Sicko." AP reports that the Academy Award-winning documentary filmmaker is under scrutiny for taking ailing 9/11 rescue workers to Cuba for treatment earlier this year, allegedly without the proper clearance from the government. The Treasury Department's Office of Foreign Assets Control notified Moore in a May 2 letter that it was conducting a civil investigation for possible violations of the U.S. trade embargo restricting travel to Cuba, AP reports. "Sicko" premieres May 19 at the Cannes Film Festival and hits U.S. theaters on June 29.
-
APAKAH 'BAHAGIA TANPA SYARAT' ITU ?
@ 2007-05-12 – 02:56:23
Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos "Saya akan bahagia jika .....". Misalnya :
Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu - dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal.Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali.
Bagaimana rasanya ? Anda merasa lebih segar, rileks dan nyaman, bukan ?
Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.
Kita sepenuhnya berhak, tanpa syarat. Tak perlu harus kaya dahulu, punya suami/istri yang istimewa, dan lain-lain.
Apa yang akan terjadi ketika anda tiba-tiba menyadari bahwa bahagia - seperti halnya nafas - adalah hak lahir anda ? Apa yang terjadi jika anda bisa merasakan bahagia yang TERBEBAS dari kondisi eksternal hidup anda?
MENGAPA MEMILIH 'BAHAGIA TANPA SYARAT'?
- Anda akan merasa senang, gembira, positif - sungguh sangat menyenangkan (mungkin ini jawaban anda juga)
- Anda akan lebih banyak mengisi waktu di masa sekarang daripada menyesali masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan
- Arah dan tujuan hidup akan semakin jelas seiring berjalannya waktu - mereka tidak datang via telegram tapi akan muncul dengan sendirinya ketika anda mulai rileks dan lebih bisa pasrah.
- Anda mendadak bisa mengerti apa yang telah dicapai dalam hidup dan mengapa.
Kemudian dengan perubahan sederhana, anda bisa memulai hidup yang sesuai dengan yang anda inginkan- Anda akan meninggalkan kekhawatiran dan mulai menikmati hidup. Mungkin anda akan berfikir tentang masa depan dengan penuh kegembiraan, antusiasme, kesenangan seperti yang anda nikmati di masa kini. Dan optimisme itu membuat anda tak sabar menunggu hari esok.
- Anda akan sering merasakan 'sukses' yang anda cari selama ini.
Orang-orang yang gembira & positif akan 'menarik' hal-hal, situasi dan pengalaman yang akan memberikan mereka kesenangan lebih lanjut, termasuk materi.
UNSUR-UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT
1.APA YANG ENGKAU FOKUSKAN AKAN MENINGKAT
Fokus, adalah titik utama dimana kita mengarahkan energi pikiran dan perasaan.
Jika kita fokus pada hal negatif, maka pikiran dan perasaan kita lebih peka untuk mendeteksi hal-hal yang negatif, akibatnya kita merasa porsi negatif dalam pengalaman hidup kita lebih banyak dari porsi positifnya.
Kalau saat ini anda belum tahu/menyadari dimana fokus anda, perhatikan saja pendapat anda sendiri tentang kualitas hidup anda. Apapun yang anda rasakan saat ini tentang hidup anda, menunjukkan dimana selama ini anda berfokus.
Ubah fokus anda jika perlu, dan pilihlah fokus yang akan mendatangkan apa yang anda inginkan. Jaga selalu fokus anda, karena mungkin saja anda kembali ke fokus yang lama.
2.RASA SYUKUR ADALAH PENDORONG UTAMA
Rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dengan bersyukur, seluruh energi anda tetap terfokus pada hal-hal yang sebenarnya anda inginkan.
Jika anda kecewa, tidak puas, maka disadari atau tidak, maka fokus anda akan bergeser kepada pada hal-hal yang mendatangkan kecewa dan energi anda tercurah kesana. Anda segera bisa menghitung betapa seringnya rasa kecewa anda alami. Jika ini membuat anda tidak nyaman, segeralah bersyukur !
3.MANUSIA MENYUKAI KEBIASAAN
Psikolog ternama, Virginia Satir, pernah berkata bahwa daya yang paling kuat dari manusia adalah mempertahankan kebiasaan. Kita punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan, terutama yang radikal.
Jika suhu tubuh tiba-tiba turun 20 derajat, atau keasaman darah turun beberapa PH, kita akan mati seketika. Tubuh dan otak kita mempunyai kontrol untuk menjaga keseimbangan yang disebut 'homeostasis'.
Ketika kita mengalamai perubahan, maka sensor-sensor 'kebiasaan' di jaringan syaraf kita akan memperingatkan otak dan sistem tubuh akan mengambil tindakan untuk mengembalikannya ke kondisi stabil. Ini dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang berusaha berubah tetapi kembali lagi ke kebiasaan lamanya.
Jadi, ketika anda bertekad untuk berubah, maka biasanya di fase awal berlangsung lancar, sampai mencapai ambang batas/ sensor2 kebiasaan tadi. Sehingga ada penolakan, baik dari tubuh maupun pikiran. Ini harus disadari & diterima sebagai bagian perubahan. Setelah itu, ketika kesetimbangan baru telah tercapai, maka anda akan merasakan 'point of no return' bahwa pikiran dan perasaan yang mengingatkan anda pada kondisi sebelumnya tidak lagi mengganggu anda. Itu berarti anda telah berhasil.
4.WHAT THE THINKER THINKS, THE PROVER PROVES
Menurut Robert Anton dalam buku "Promotheus Rising", akal sebenarnya mempunyai 2 bagian; thinker/pemikir dan prover/pembukti.
Thinker sangat fleksibel, bisa berpikir bumi itu bulat atau rata, pria itu rasional dan wanita itu intuitif atau sebaliknya, ia bisa berpikir dunia ini sempit atau luas, dunia ini penuh penderitaan atau kebahagiaan, dan seterusnya.
Jargon NLP mengenai hal ini adalah "The lunch is not the meal and the map is not the territorry".
Prover perilakunya sangat sederhana : apa yang dipikirkan 'thinker' maka ia akan membuktikannya. Ia akan memilih/mencari data-data di dalam otak anda untuk mendukung pernyataan 'thinker'. Jika kita berpikir bahwa orang miskin adalah orang yang malas dan bodoh, maka 'prover' akan mencari bukti-bukti yang mendukung ide tersebut.
Jika kita meyakini diri kita bodoh, maka prover akan menyediakan bukti bahwa klaim tersebut 'benar' dan menolak bukti yang mengatakan sebaliknya, demikian pula jika kita menganggap diri kita ini brilyan. What the thinker thinks the prover proves.
Mudah sekali melihat hal ini pada orang lain, misal : "si Anu itu kok PD amat ? Padahal dia itu bla...bla...bla..." (sekarang anda bisa memahami mengapa si Anu demikian - karena the prover dalam dirinya memberikan bukti yang mendukung) tetapi ternyata sulit untuk menyadari hal yang sama pada diri sendiri, karena anda - begitu juga saya - percaya bahwa memang hal tersebut 'sungguh-sungguh benar dan faktual'.
Padahal, mungkin itu hanya 'limiting belief' (kepercayaan yang membatasi) dikarenakan kita sudah terbiasa - lihat kembali no. 3.
5.PENERIMAAN ADALAH PELUMAS PERUBAHAN & PERKEMBANGAN
Penerimaan berarti bahwa kita mengenali realita dari situasi yang ada.
Penerimaan adalah lawan dari pengingkaran. Banyak orang menggunakan pemikiran positif untuk mengingkari realitas situasinya saat ini. Ini justru membuat keadaan makin buruk.
Dengan menerima kondisi apa adanya, anda berada di posisi yang paling baik untuk membuat perubahan. Jika seorang alkoholik telah mengakui dan menerima keadaannya, maka ia sudah berada di jalur yang benar untuk berubah.
6.YANG DIINGINKAN ADALAH 'RASA'
Bukanlah 'kaya raya', 'turun berat badan', 'bebas secara finansial' dst yang diinginkan melainkan 'rasa' yang muncul ketika kondisi-kondisi tersebut tercapai.
Jangan salah paham, menjadi kaya, berlibur, hubungan yang harmonis, makan siang yang lezat adalah hal-hal yang menyenangkan, hanya saja, dengan pemahaman diatas, kita menyadari bahwa pengalaman eksternal tersebut tidak menjamin anda merasa bahagia, damai dan berpuas diri. 'Rasa' itu TIDAK bergantung pada hal-hal eksternal di atas. 'Rasa' itu adalah produk internal diri kita sendiri .
Ironisnya, semakin sering kita menggunakan 'rasa' tersebut, semakin cepat dan semakin mudah hal-hal eksternal tadi muncul dalam hidup kita. Jadi, biasakanlah (ingat kembali unsur no 3) diri kita dengan 'rasa' itu dan kita akan segera berada dalam situasi yang diinginkan.
7.BERSEDIALAH MENERIMA
Seandainya ada seseorang ingin memberikan uang 100 juta kepada anda, maukah anda menerimanya? Kemungkinan besar, anda akan bertanya dulu "apa syaratnya?". Sejak awal, anda tak percaya bahwa itu gratis, karena anda TIDAK MERASA LAYAK MENERIMANYA.
Bahagia adalah hak lahir anda, jadi bersedialah untuk menerimanya.
Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tetapi pada menit-menit terakhir - karena merasa tidak layak menerimanya - melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.
Jadi kita perlu berkata pada diri sendiri "Saya memutuskan/mengijinkan diri saya untuk untuk berbahagia setiap saat", dan terimalah (unsur no 5) apapun pikiran & perasaan yang muncul dan berterimakasih serta bersyukur karenanya (unsur no 2).
Lakukan setiap hari sampai engkau terbiasa dan tak merasa perlu melakukannya lagi (unsur no 3)
8.GUNAKAN AFFIRMASI PENUH KEKUATAN
Bahasa merupakan sarana utama untuk memfokuskan pikiran seseorang. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat dalam Affirmasi menjadi penting untuk mendapatkan fokus yang jelas dan bisa dibuktikan (tips no 4 : What the thinker thinks the prover proves)
Misalnya, affirmasi 'saya ingin kaya' dapat diubah menjadi 'saya bersyukur semakin kaya'. 'Saya mencoba menurunkan berat badan' diubah menjadi 'saya berhasil mengurangi berat badan saya' dan seterusnya.
Pengalaman yang didapat adalah 'bersyukur', berhasil, dan 'semakin kaya' serta' 'mengurangi berat badan saya' dapat diterima sebagai suatu progress/kemajuan tanpa mengingkari realita (unsur no 5).
9.SEMUANYA BAIK-BAIK SAJA, TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN
Ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan hanya akan datang jika seseorang membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan di masa lalu atau di masa datang. Ketika kita mengijinkan diri kita untuk memikirkan hanya saat ini saja, maka kita akan menyadari bahwa semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu ditakutkan.
Rasa takut berguna untuk mengingatkan kita sebagai bagian dari insting survival. Tetapi ketika dikombinasikan dengan kemampuan manusia untuk membayangkan masa lalu dan masa depan, ia hanya menciptakan problem seperti stress, was-was & rasa cemas.
Berhentilah membaca sesaat. Fokuskan perhatian anda pada napas anda dan ijinkan diri anda untuk mengamati pikiran dan perasaan yang mengalir melalui kesadaran anda.
Ingatlah, pikiran dan perasaan tersebut BUKANLAH anda, mereka hanyalah proses yang timbul dalam diri anda. Sensasi apapun yang muncul terhadap masa depan atau masa lalu anda adalah perasaan TENTANG pikiran, bukan terhadap realitas anda saat ini.
10.ANDA SUDAH BERADA DISANA !
Hal yang menghalangi anda untuk merasakan ketenangan dan kepuasan saat ini adalah gagasan bahwa ketenangan dan kepuasan ada DISANA, di tempat lain, di suatu saat nanti, di pengalaman yang berbeda, di kesempatan yang akan datang dan seterusnya.
Kenyataannya, ketika anda mencapai 'disana' maka, segera saja 'disana' itu berubah menjadi disini karena anda akan mempunyai gagasan-gagasan baru tentang adanya 'disana-disana' yang lain. Jadi berhentilah bergulat dengan kenyataan, sadarilah dan rasakan kenyamanan dari kesadaran anda bahwa anda selalu berada di TEMPAT YANG TEPAT.
Ketika anda mencari kedamaian, maka anda berasumsi bahwa anda tidak memilikinya. What the thinker thinks the prover proves, sehingga pikiran anda akan memfilter sedemikian rupa untuk membuktikan bahwa anda tidak memilikinya. Semakin anda mencari, semakin jelas dalam pikiran anda bahwa tidak memilikinya atau bahkan berpikir tidak layak mendapatkannya. Sehingga menjadi pencarian tiada akhir, atau akhirnya anda putus asa.dan memutuskan bahwa kedamaian (atau apapun
itu) tidak ada. Kalaupun ada, bukan untuk anda.Berhentilah mencari. Kedamaian, cinta, kepuasan ada di dalam diri anda sendiri. Ketika anda berhenti dari kesibukan mencari hal-hal tersebut di tempat lain, ketika anda berserah diri dan pasrah, justru pengalaman-pengalaman yang anda inginkan mulai mendatangi anda.
KESIMPULAN
Jika kita membiasakan diri memfokuskan pikiran kita pada 'rasa' yang ingin kita dapatkan, maka kita berada di jalur yang tepat menuju 'bahagia tanpa syarat'.
Itu karena segera 'the prover 'dalam diri kita akan memberikan bukti-bukti yang mendukung.
Gunakan affirmasi yang tepat disertai kesadaran bahwa bahagia adalah hak lahir anda dan bahwa anda memutuskan untuk menerimanya dan sudah berada di tempat yang tepat untuk menerimanya. Tak ada yang perlu diingkari Pengingkaran hanya membuat anda tidak mengenali situasi anda sendiri dengan jernih.
Fokuskan 'rasa' itu disini, di saat ini juga, bersedialah menerima pengalaman yang muncul dan bersyukurlah. Karena bahagia akan segera timbul dari dalam diri anda.
-
APAKAH 'BAHAGIA TANPA SYARAT' ITU ?
@ 2007-05-12 – 02:56:20
Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos "Saya akan bahagia jika .....". Misalnya :
Saya akan bahagia jika punya rumah, mobil, pasangan yang baik dan seterusnya. Artinya kita telah dikondisikan bahwa bahagia itu hanya bisa dicapai jika memenuhi persyaratan tertentu - dan biasanya syarat itu berupa faktor eksternal.Berhenti sejenak dari kegiatan anda. Tarik napas dalam-dalam, rasakan udara yang masuk dan keluar paru-paru anda, dan lakukan lah beberapa kali.
Bagaimana rasanya ? Anda merasa lebih segar, rileks dan nyaman, bukan ?
Kita tak perlu punya status atau jabatan tertentu, bekerja keras atau tidak, tak perlu memenuhi kualifikasi apapun untuk merasakan nikmatnya bernafas.
Kita sepenuhnya berhak, tanpa syarat. Tak perlu harus kaya dahulu, punya suami/istri yang istimewa, dan lain-lain.
Apa yang akan terjadi ketika anda tiba-tiba menyadari bahwa bahagia - seperti halnya nafas - adalah hak lahir anda ? Apa yang terjadi jika anda bisa merasakan bahagia yang TERBEBAS dari kondisi eksternal hidup anda?
MENGAPA MEMILIH 'BAHAGIA TANPA SYARAT'?
- Anda akan merasa senang, gembira, positif - sungguh sangat menyenangkan (mungkin ini jawaban anda juga)
- Anda akan lebih banyak mengisi waktu di masa sekarang daripada menyesali masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan
- Arah dan tujuan hidup akan semakin jelas seiring berjalannya waktu - mereka tidak datang via telegram tapi akan muncul dengan sendirinya ketika anda mulai rileks dan lebih bisa pasrah.
- Anda mendadak bisa mengerti apa yang telah dicapai dalam hidup dan mengapa.
Kemudian dengan perubahan sederhana, anda bisa memulai hidup yang sesuai dengan yang anda inginkan- Anda akan meninggalkan kekhawatiran dan mulai menikmati hidup. Mungkin anda akan berfikir tentang masa depan dengan penuh kegembiraan, antusiasme, kesenangan seperti yang anda nikmati di masa kini. Dan optimisme itu membuat anda tak sabar menunggu hari esok.
- Anda akan sering merasakan 'sukses' yang anda cari selama ini.
Orang-orang yang gembira & positif akan 'menarik' hal-hal, situasi dan pengalaman yang akan memberikan mereka kesenangan lebih lanjut, termasuk materi.
UNSUR-UNSUR BAHAGIA TANPA SYARAT
1.APA YANG ENGKAU FOKUSKAN AKAN MENINGKAT
Fokus, adalah titik utama dimana kita mengarahkan energi pikiran dan perasaan.
Jika kita fokus pada hal negatif, maka pikiran dan perasaan kita lebih peka untuk mendeteksi hal-hal yang negatif, akibatnya kita merasa porsi negatif dalam pengalaman hidup kita lebih banyak dari porsi positifnya.
Kalau saat ini anda belum tahu/menyadari dimana fokus anda, perhatikan saja pendapat anda sendiri tentang kualitas hidup anda. Apapun yang anda rasakan saat ini tentang hidup anda, menunjukkan dimana selama ini anda berfokus.
Ubah fokus anda jika perlu, dan pilihlah fokus yang akan mendatangkan apa yang anda inginkan. Jaga selalu fokus anda, karena mungkin saja anda kembali ke fokus yang lama.
2.RASA SYUKUR ADALAH PENDORONG UTAMA
Rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dengan bersyukur, seluruh energi anda tetap terfokus pada hal-hal yang sebenarnya anda inginkan.
Jika anda kecewa, tidak puas, maka disadari atau tidak, maka fokus anda akan bergeser kepada pada hal-hal yang mendatangkan kecewa dan energi anda tercurah kesana. Anda segera bisa menghitung betapa seringnya rasa kecewa anda alami. Jika ini membuat anda tidak nyaman, segeralah bersyukur !
3.MANUSIA MENYUKAI KEBIASAAN
Psikolog ternama, Virginia Satir, pernah berkata bahwa daya yang paling kuat dari manusia adalah mempertahankan kebiasaan. Kita punya kecenderungan alami untuk menolak perubahan, terutama yang radikal.
Jika suhu tubuh tiba-tiba turun 20 derajat, atau keasaman darah turun beberapa PH, kita akan mati seketika. Tubuh dan otak kita mempunyai kontrol untuk menjaga keseimbangan yang disebut 'homeostasis'.
Ketika kita mengalamai perubahan, maka sensor-sensor 'kebiasaan' di jaringan syaraf kita akan memperingatkan otak dan sistem tubuh akan mengambil tindakan untuk mengembalikannya ke kondisi stabil. Ini dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang berusaha berubah tetapi kembali lagi ke kebiasaan lamanya.
Jadi, ketika anda bertekad untuk berubah, maka biasanya di fase awal berlangsung lancar, sampai mencapai ambang batas/ sensor2 kebiasaan tadi. Sehingga ada penolakan, baik dari tubuh maupun pikiran. Ini harus disadari & diterima sebagai bagian perubahan. Setelah itu, ketika kesetimbangan baru telah tercapai, maka anda akan merasakan 'point of no return' bahwa pikiran dan perasaan yang mengingatkan anda pada kondisi sebelumnya tidak lagi mengganggu anda. Itu berarti anda telah berhasil.
4.WHAT THE THINKER THINKS, THE PROVER PROVES
Menurut Robert Anton dalam buku "Promotheus Rising", akal sebenarnya mempunyai 2 bagian; thinker/pemikir dan prover/pembukti.
Thinker sangat fleksibel, bisa berpikir bumi itu bulat atau rata, pria itu rasional dan wanita itu intuitif atau sebaliknya, ia bisa berpikir dunia ini sempit atau luas, dunia ini penuh penderitaan atau kebahagiaan, dan seterusnya.
Jargon NLP mengenai hal ini adalah "The lunch is not the meal and the map is not the territorry".
Prover perilakunya sangat sederhana : apa yang dipikirkan 'thinker' maka ia akan membuktikannya. Ia akan memilih/mencari data-data di dalam otak anda untuk mendukung pernyataan 'thinker'. Jika kita berpikir bahwa orang miskin adalah orang yang malas dan bodoh, maka 'prover' akan mencari bukti-bukti yang mendukung ide tersebut.
Jika kita meyakini diri kita bodoh, maka prover akan menyediakan bukti bahwa klaim tersebut 'benar' dan menolak bukti yang mengatakan sebaliknya, demikian pula jika kita menganggap diri kita ini brilyan. What the thinker thinks the prover proves.
Mudah sekali melihat hal ini pada orang lain, misal : "si Anu itu kok PD amat ? Padahal dia itu bla...bla...bla..." (sekarang anda bisa memahami mengapa si Anu demikian - karena the prover dalam dirinya memberikan bukti yang mendukung) tetapi ternyata sulit untuk menyadari hal yang sama pada diri sendiri, karena anda - begitu juga saya - percaya bahwa memang hal tersebut 'sungguh-sungguh benar dan faktual'.
Padahal, mungkin itu hanya 'limiting belief' (kepercayaan yang membatasi) dikarenakan kita sudah terbiasa - lihat kembali no. 3.
5.PENERIMAAN ADALAH PELUMAS PERUBAHAN & PERKEMBANGAN
Penerimaan berarti bahwa kita mengenali realita dari situasi yang ada.
Penerimaan adalah lawan dari pengingkaran. Banyak orang menggunakan pemikiran positif untuk mengingkari realitas situasinya saat ini. Ini justru membuat keadaan makin buruk.
Dengan menerima kondisi apa adanya, anda berada di posisi yang paling baik untuk membuat perubahan. Jika seorang alkoholik telah mengakui dan menerima keadaannya, maka ia sudah berada di jalur yang benar untuk berubah.
6.YANG DIINGINKAN ADALAH 'RASA'
Bukanlah 'kaya raya', 'turun berat badan', 'bebas secara finansial' dst yang diinginkan melainkan 'rasa' yang muncul ketika kondisi-kondisi tersebut tercapai.
Jangan salah paham, menjadi kaya, berlibur, hubungan yang harmonis, makan siang yang lezat adalah hal-hal yang menyenangkan, hanya saja, dengan pemahaman diatas, kita menyadari bahwa pengalaman eksternal tersebut tidak menjamin anda merasa bahagia, damai dan berpuas diri. 'Rasa' itu TIDAK bergantung pada hal-hal eksternal di atas. 'Rasa' itu adalah produk internal diri kita sendiri .
Ironisnya, semakin sering kita menggunakan 'rasa' tersebut, semakin cepat dan semakin mudah hal-hal eksternal tadi muncul dalam hidup kita. Jadi, biasakanlah (ingat kembali unsur no 3) diri kita dengan 'rasa' itu dan kita akan segera berada dalam situasi yang diinginkan.
7.BERSEDIALAH MENERIMA
Seandainya ada seseorang ingin memberikan uang 100 juta kepada anda, maukah anda menerimanya? Kemungkinan besar, anda akan bertanya dulu "apa syaratnya?". Sejak awal, anda tak percaya bahwa itu gratis, karena anda TIDAK MERASA LAYAK MENERIMANYA.
Bahagia adalah hak lahir anda, jadi bersedialah untuk menerimanya.
Manusia menghabiskan waktu mengejar kebahagiaan, tetapi pada menit-menit terakhir - karena merasa tidak layak menerimanya - melakukan apapun untuk menghindarinya. Konyol, tetapi demikianlah kenyataannya.
Jadi kita perlu berkata pada diri sendiri "Saya memutuskan
-
Fergie previewed her solo show
@ 2007-05-12 – 02:55:32
Fergie previewed her solo show Tuesday night with a private concert for contest winners at Franklin High School in Seattle. Her 20-date Verizon VIP Tour — which is skipping paper tickets in favor of cell phone photo-message passes — officially kicks off May 21 with a show in Pittsburgh. Following shows in cities including Cleveland (May 23), Atlanta (June 2), Dallas (June 6) and New York (June 21), the tour will wrap up July 24 in Portland, Oregon. Fergie is also Seventeen's June cover girl, and contributed a "Letter to Me at 17" to the magazine. The 32-year-old calls out her 17-year-old self's "giant bangs" and "bad perm" but congratulates her for not compromising her principles or disrespecting her body. "Sure, you'll be a giant flirt and wear sexy clothes, but you'll never take it to an unhealthy level and act on it," she says in the note. Fergie also warns young Stacy about the rough patches ahead (massive debt, drug addiction) and tells her to stay strong for the big bright spots in her future (Black Eyed Peas, solo success, Josh Duhamel). "Don't worry," she concluded. "You'll always come back to your roots." ...
Paris Hilton is "ready to face the consequences of violating probation," she said in a statement released Wednesday afternoon (May 9) by her attorney, according to The Associated Press. "I do not expect to be treated better than anyone else who violated probation. However, my hope is that I will not be treated worse." The heiress, who has retained a new attorney, DUI specialist Richard Hutton, said she felt the "need to correct what I believe are misperceptions about me." She added that she is not "above the law." ...
Jay-Z swung by New York's City Hall on Wednesday to watch his mother receive a proclamation from the City Council for her "outstanding contributions to the community," AP reports. Gloria Carter oversees the Shawn Carter Scholarship Fund, which offers higher-education aid and mentoring programs for disadvantaged youth, and she helped victims of Hurricane Katrina recover in Houston in 2005. "Very proud of her," Jay-Z said as they left the Council Chambers. ... Diddy, Nelly Furtado and Tom Jones have joined the lineup for the Concert for Diana, a July 1 event that will be held at Wembley Stadium in London to commemorate what would have been the late Princess of Wales' 46th birthday. Kanye West, Pharrell, Elton John, Lily Allen, Joss Stone and Duran Duran are also on the bill. ...
Akon has released a statement in the wake of a video that surfaced online and allegedly featured him dancing suggestively with an underage girl onstage in Trinidad. His statement also comes amid sponsor Verizon pulling out of Gwen Stefani's The Sweet Escape tour, which the rapper has been a part of. "I want to sincerely apologize for the embarrassment and any pain I've caused to the young woman who joined me onstage, her family and the Trinidad community for the events at my concert in Port of Spain on April 12," he said in the statement. "It was never my intention to embarrass or take advantage of my fans in any way, especially those under the age of 18. That is why we tried to make sure that the club did not admit anyone under 18 in the audience. Somehow, that standard was not met. Again, I apologize to those concerned and to all my fans and I pledge to all that we will strive to make sure this type of incident does not happen again." A spokesperson for Verizon confirmed to MTV News that the company has backed out of not just the Stefani tour but a new V Cast cell phone campaign that was set to feature Akon. The spokesperson stated the decision was made for a variety of reasons, not solely the underage-dancing incident. ...
A third woman has now testified that Phil Spector pulled a gun on her in the past, AP reports. Stephanie Jennings said in Los Angeles Superior Court on Wednesday that the record producer previously threatened her with a gun and held her hostage in a hotel room. When she called 911, "[Spector] made the comment that, 'You can call your mom all you want, she can't help you now,' " Jennings said, adding that he didn't realize she was calling the emergency number. Spector was gone by the time police arrived, according to Jennings, and they didn't take her claims seriously. "They were treating me as if I was a call girl," she said. Jennings said she did not press charges and that Spector later invited her to subsequent parties. ...
Katharine McPhee and Kelly Rowland performed a musical tribute to the Bee Gees on Tuesday night as the group was honored at the BMI Pop Awards. The Gibb brothers were saluted as BMI Icons at the event, which was held in Beverly Hills, California. ... Red Hot Chili Peppers drummer Chad Smith is ganging up with an unlikely ally — ex-Black Sabbath frontman Glenn Hughes — for a performance at West Hollywood, California's Whisky a Go Go on June 2. The two worked together on Hughes' solo project from last year, Music for the Divine. This is the singer's first performance in support of the album. ...
Mandy Moore will perform "Extraordinary" on the season finale of "Extreme Makeover: Home Edition" on May 20. The "Makeover" team will spend the two-hour show rebuilding the home of a single mother with two adopted, HIV-positive sons and lending a hand at Camp Heartland, which helps children with HIV. ... Chrisette Michele, who was featured on singles by both Jay-Z ("Lost One") and Nas ("Can't Forget About You") earlier this year, will open for Musiq Soulchild on tour. The two hit the road beginning July 6 in Baltimore and make stops in cities including Chicago (July 11), Philadelphia (July 20) and Los Angeles (August 4) before wrapping things up August 6 in San Francisco. ...
Clap Your Hands Say Yeah will be in Los Angeles Thursday and Friday shooting scenes for "The Great Buck Howard," a film starring John Malkovich, Tom Hanks and Emily Blunt. CYHSY will play themselves in the film and contribute new songs as well. ... Is Ozzy Osbourne taking a tip from Stephen Colbert and the Decemberists? The Ozzman is asking fans to craft the video for his new single, "I Don't Wanna Stop," using performance footage of him and his band that was shot on green screen from seven angles. The winning entry will be serviced as the official clip for the song. Get your hands on the hi-res footage right here. ... Coheed and Cambria are beginning recording sessions for their next LP with producer Nick Raskulinecz (Foo Fighters, Stone Sour) in Los Angeles. Bassist Michael Todd, who left the band last August citing unspecified "personal reasons," has returned to the fold, and will contribute to the tentatively titled No World for Tomorrow. The disc should surface this fall, and will be the final chapter in the ongoing saga of Coheed and Cambria Kilgannon, the main characters in a story that wraps all the band's concept albums into one.
-
Meraih Sukses Dengan Melayani
@ 2007-05-12 – 02:54:03
“Semua orang bisa menjadi orang hebat karena semua orang bisa melayani. Anda tidak memerlukan ijazah perguruan tinggi untuk dapat melayani. Anda tidak perlu menimbang-nimbang dan memutuskan untuk melayani. Yang Anda butuhkan hanya hati yang penuh belas kasihan. Jiwa yang digerakkan oleh kasih.” - Martin Luther King -
Ketika selesai melakukan transaksi di sebuah Bank Swasta, teller dengan senyumnya yang ramah meminta saya memilih salah satu dari dua kertas kecil yang beda warna dan memasukannya ke dalam kotak, sebagai penilaian kinerja pelayanannya. Rupanya Bank yang memiliki jutaan nasabah pemegang ATM ini secara sadar berorientasi untuk mencetak karyawan yang memiliki orientasi pada “customer focus” dalam kinerjanya.
Demikian juga ketika memasuki bangking hall sebuah bank swasta lainnya, saya menjumpai personil dengan sikap yang seragam, dari satpam yang mulai membukakan pintu, petugas customer service, teller sampai ke manager cabangnya. Rupanya Bank ini secara sadar juga berorientasi mencetak karyawan untuk menginternalisasikan dan saling menularkan nilai-nilai pelayanan dan integritas yang diekspresikan dalam tindakan nyata.
Derap persaingan yang semakin komplek, apalagi dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, semakin menuntut adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan. Organisasi dan perusahaan tidak mengizinkan lagi seorang karyawan tidak memberikan pelayanan dengan baik. Setiap karyawan merupakan bagian dari keunggulan organisasi perusahaan, sehingga harus berorientasi pada “customer focus” untuk memberikan kepuasaan pelanggan.
Perhatikan pada setiap perusahaan besar, apa kunci prestasi mereka sehingga perusahaan mereka bisa bertahan ? Apa kunci keberhasilan mereka untuk dapat terus bertumbuh menjadi besar ?.
Anda akan menemukan salah satu kunci terpenting adalah pelayanan kepada pelanggannya. Maka banyak perusahaan mengangkat tema “kepuasan pelanggan” menjadi bagian penting dalam beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan yang senantiasa mau mendengarkan dan memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen niscaya akan lebih mudah dalam meraih dan mempertahankan kesuksesannya.
Paradigma melayani sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena sudah sejak dulu para guru spiritual selalu mengajarkan akan hal ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana agar kita juga bisa memiliki hati yang mau melayani?
1. Memandang pekerjaan adalah ibadah
Jadikanlah setiap apa yang kita kerjakan dalam kehidupan hanyalah berorientasi untuk pengabdian kita kepada Allah dan pelayanan kepada orang lain. Kesadaran ini, dapat menjadikan pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan kepada orang lain.
Kita dapat memberikan keikhlasan hati untuk senantiasa melayani orang lain dengan baik. Apakah itu pelanggan kita, apakah itu teman-teman kita, apakah itu bos dan pemimpin kita. Dengan demikian orang lain akan memberikan apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Kalau hal ini dijadikan sebagai kedisiplinan, inilah modal bagi kesuksesan kita.
2. Kehidupan adalah kesempatan membantu orang lain.
Motivator kelas dunia, Zig Ziglar pernah berkata, “Anda bisa memperoleh apa pun dalam kehidupan ini sepanjang Anda juga mau menolong orang lain memperoleh apa yang mereka inginkan.” Inilah sebuah prinsip bahwa memperoleh apa yang kita inginkan dapat dimulai dengan membantu orang lain memperoleh keinginannya.
Setiap orang mengemban amanah yang secara tegas disebutkan oleh Allah dalam kitab suci, sebagai wakil Allah dimuka bumi ini. Manusia memiliki kewenangan sebagai “khalifah” penguasa kehidupan di muka bumi. Dengan demikian kehadiran setiap manusia adalah untuk mensejahterakan kehidupan orang lain dan alam semesta ini, bukan menghancurkan orang lain dan alam semesta untuk kepentingannya sendiri. Gunakan kehidupan yang kita miliki sebagai kesempatan berharga untuk membantu banyak orang lain, memberikan manfaat bagi orang lain.
3. Siapa Menabur Dialah Yang Akan Menuai
Pepatah bijak mengatakan siapa yang menabur dialah yang akan menuainya. Saya sangat sepaham, bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai. Kalau kita menaburkan benih-benih kebaikan, maka kita akan memanen hasil kebaikan. Kalau kita menebarkan pelayanan, maka kita akan menuai kemudahan-kemudahan dalam kehidupan. Begitupun sebaliknya.
Sayangnya, banyak orang sering kurang menyadari hal ini. Rejeki yang kita peroleh sesungguhnya melalui orang lain, maka sebaiknya sebagian dibagikan bagi orang lain. Kalau kita sebagai karyawan, maka sesungguhnya gaji yang kita peroleh itu berasal dari pelanggan, bukan dari sang pemilik atau pemimpin perusahaan. Sebagai pengusaha, sesungguhnya keuntungan yang kita peroleh asalnya dari sang pelanggan. Maka penting memiliki kesadaran untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan secara baik dan memuaskan. Perusahaan akan menuai keuntungannya yang akhirnya dapat menghidupi pengusaha dan karyawannya.
Kehidupan ibarat ladang pertanian yang subur. Setiap benih yang kita sebarkan akan tumbuh dan memberikan hasil. Kalau benih kebaikan dan pelayanan yang kita taburkan, maka akan memberikan hasil kebaikan dan kemudahan bagi kita.
Eko Jalu Santoso Adalah Penulis Buku “The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex Media dan Founder Motivasi Nurani Indonesia
-
Fergie Previews Tour, Plus Paris Hilton, Jay-Z, Diddy, Nelly Furtado, Akon, Gwen Stefani & More
@ 2007-05-12 – 02:53:22
Fergie previewed her solo show Tuesday night with a private concert for contest winners at Franklin High School in Seattle. Her 20-date Verizon VIP Tour — which is skipping paper tickets in favor of cell phone photo-message passes — officially kicks off May 21 with a show in Pittsburgh. Following shows in cities including Cleveland (May 23), Atlanta (June 2), Dallas (June 6) and New York (June 21), the tour will wrap up July 24 in Portland, Oregon. Fergie is also Seventeen's June cover girl, and contributed a "Letter to Me at 17" to the magazine. The 32-year-old calls out her 17-year-old self's "giant bangs" and "bad perm" but congratulates her for not compromising her principles or disrespecting her body. "Sure, you'll be a giant flirt and wear sexy clothes, but you'll never take it to an unhealthy level and act on it," she says in the note. Fergie also warns young Stacy about the rough patches ahead (massive debt, drug addiction) and tells her to stay strong for the big bright spots in her future (Black Eyed Peas, solo success, Josh Duhamel). "Don't worry," she concluded. "You'll always come back to your roots." ...
Paris Hilton is "ready to face the consequences of violating probation," she said in a statement released Wednesday afternoon (May 9) by her attorney, according to The Associated Press. "I do not expect to be treated better than anyone else who violated probation. However, my hope is that I will not be treated worse." The heiress, who has retained a new attorney, DUI specialist Richard Hutton, said she felt the "need to correct what I believe are misperceptions about me." She added that she is not "above the law." ...
Jay-Z swung by New York's City Hall on Wednesday to watch his mother receive a proclamation from the City Council for her "outstanding contributions to the community," AP reports. Gloria Carter oversees the Shawn Carter Scholarship Fund, which offers higher-education aid and mentoring programs for disadvantaged youth, and she helped victims of Hurricane Katrina recover in Houston in 2005. "Very proud of her," Jay-Z said as they left the Council Chambers. ... Diddy, Nelly Furtado and Tom Jones have joined the lineup for the Concert for Diana, a July 1 event that will be held at Wembley Stadium in London to commemorate what would have been the late Princess of Wales' 46th birthday. Kanye West, Pharrell, Elton John, Lily Allen, Joss Stone and Duran Duran are also on the bill. ...
Akon has released a statement in the wake of a video that surfaced online and allegedly featured him dancing suggestively with an underage girl onstage in Trinidad. His statement also comes amid sponsor Verizon pulling out of Gwen Stefani's The Sweet Escape tour, which the rapper has been a part of. "I want to sincerely apologize for the embarrassment and any pain I've caused to the young woman who joined me onstage, her family and the Trinidad community for the events at my concert in Port of Spain on April 12," he said in the statement. "It was never my intention to embarrass or take advantage of my fans in any way, especially those under the age of 18. That is why we tried to make sure that the club did not admit anyone under 18 in the audience. Somehow, that standard was not met. Again, I apologize to those concerned and to all my fans and I pledge to all that we will strive to make sure this type of incident does not happen again." A spokesperson for Verizon confirmed to MTV News that the company has backed out of not just the Stefani tour but a new V Cast cell phone campaign that was set to feature Akon. The spokesperson stated the decision was made for a variety of reasons, not solely the underage-dancing incident. ...
A third woman has now testified that Phil Spector pulled a gun on her in the past, AP reports. Stephanie Jennings said in Los Angeles Superior Court on Wednesday that the record producer previously threatened her with a gun and held her hostage in a hotel room. When she called 911, "[Spector] made the comment that, 'You can call your mom all you want, she can't help you now,' " Jennings said, adding that he didn't realize she was calling the emergency number. Spector was gone by the time police arrived, according to Jennings, and they didn't take her claims seriously. "They were treating me as if I was a call girl," she said. Jennings said she did not press charges and that Spector later invited her to subsequent parties. ...
Katharine McPhee and Kelly Rowland performed a musical tribute to the Bee Gees on Tuesday night as the group was honored at the BMI Pop Awards. The Gibb brothers were saluted as BMI Icons at the event, which was held in Beverly Hills, California. ... Red Hot Chili Peppers drummer Chad Smith is ganging up with an unlikely ally — ex-Black Sabbath frontman Glenn Hughes — for a performance at West Hollywood, California's Whisky a Go Go on June 2. The two worked together on Hughes' solo project from last year, Music for the Divine. This is the singer's first performance in support of the album. ...
Mandy Moore will perform "Extraordinary" on the season finale of "Extreme Makeover: Home Edition" on May 20. The "Makeover" team will spend the two-hour show rebuilding the home of a single mother with two adopted, HIV-positive sons and lending a hand at Camp Heartland, which helps children with HIV. ... Chrisette Michele, who was featured on singles by both Jay-Z ("Lost One") and Nas ("Can't Forget About You") earlier this year, will open for Musiq Soulchild on tour. The two hit the road beginning July 6 in Baltimore and make stops in cities including Chicago (July 11), Philadelphia (July 20) and Los Angeles (August 4) before wrapping things up August 6 in San Francisco. ...
Clap Your Hands Say Yeah will be in Los Angeles Thursday and Friday shooting scenes for "The Great Buck Howard," a film starring John Malkovich, Tom Hanks and Emily Blunt. CYHSY will play themselves in the film and contribute new songs as well. ... Is Ozzy Osbourne taking a tip from Stephen Colbert and the Decemberists? The Ozzman is asking fans to craft the video for his new single, "I Don't Wanna Stop," using performance footage of him and his band that was shot on green screen from seven angles. The winning entry will be serviced as the official clip for the song. Get your hands on the hi-res footage right here. ... Coheed and Cambria are beginning recording sessions for their next LP with producer Nick Raskulinecz (Foo Fighters, Stone Sour) in Los Angeles. Bassist Michael Todd, who left the band last August citing unspecified "personal reasons," has returned to the fold, and will contribute to the tentatively titled No World for Tomorrow. The disc should surface this fall, and will be the final chapter in the ongoing saga of Coheed and Cambria Kilgannon, the main characters in a story that wraps all the band's concept albums into one.
-
Kisah Seekor Kupu-Kupu
@ 2007-05-12 – 02:52:01
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.
Dia tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah SWT untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allah SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan…Dan Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.Kita memohon kebijakan…Dan Allah SWT memberi kita Berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran…Dan Allah SWT memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati…Dan Allah SWT memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Kita memohon Cinta…Dan Allah SWT memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati. Dan Allah SWT memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Begitulah cara Allah SWT membimbing Kita.
Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?
Kadang Allah SWT tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Allah SWT, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.
Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…
Jika itu yang terbaik maka pasti Allah SWT akan memberikannya untuk kita.
-
XL Kembali Bangun Infrastruktur Di Lahan KA
@ 2007-05-12 – 02:49:52
Jakarta, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) akan kembali membangun infrastruktur jaringannya di sepanjang lahan milik PT Kereta Api (KA) setelah keduanya menyepakati perjanjian baru.
Perjanjian baru itu ditandatangani oleh Presdir XL Hasnul Suhaimi dan Dirut PT KA Ronny Wahyudi di Kantor Pusat XL, Jumat (11/5/2007). Nota kesepahaman itu berlaku dua tahun sejak diteken kedua belah pihak.
Hasnul mengatakan PT KA memiliki lahan di tempat-tempat yang sangat sesuai dengan kebutuhan XL, baik untuk membangun menara transmisi, maupun menanam kabel serat optik. "Untuk itulah kami menjalin perjanjian sewa lahan dengan PT KA," kata dia.
Sepuluh tahun yang lalu, XL telah menyewa lahan PT KA yang berada di 34 lokasi yang terletak di wilayah sembilan daerah operasi di seluruh Pulau Jawa.
Kemudian, pada September 2006, XL dan PT KA juga mengikat perjanjian sewa lahan di sepanjang rel KA untuk penanaman serat optik, dari Anyer hingga Jember, di jalur utara dan selatan.
Sedangkan pada Mei 2007 ini, keduanya kembali membuat perjanjian baru yang intinya menyangkut tiga hal, yakni kesepakatan tentang besaran nilai sewa tanah milik PT KA yang akan dipakai oleh XL, amandemen I mengenai sewa tanah untuk 34 lokasi tower XL yang dilakukan setiap sepuluh tahun, serta amandemen IV tentang pemasangan kabel serat optik di sepanjang jalur rel KA.
Perjanjian baru ini juga mengubah kesepakatan tentang alokasi pulsa GPRS dan Expand menjadi pulsa GSM full features untuk layanan komunikasi data yang digunakan PT KA melalui jaringan XL.
-
Jadilah Yang Pertama dan Terbaik
@ 2007-05-12 – 02:49:34
Kita dilahirkan dengan ciri-ciri dan karakter yang tidak akan sama dengan manusia yang lainnya yang akan ada atau yang sudah pernah ada didunia ini.
Konsep ini yang menjadikan kita yang pertama yang pernah ada di dunia ini.
Keunggulan ini seharusnya dipahami oleh kita untuk menjadi yang terbaik.
Kita mempunyai kecenderungan ingin berbeda dengan manusia lainnya, yang hidup dan beraktivitas disekitar kita.
Kalau kita sadari, sebenarnya Allah SWT menciptakan manusia dengan perbedaan-perbedaan sifat dan karakter serta ciri-ciri yang unggul dan itu semua sesuai untuk kita, misalnya, DNA, bola mata, sidik jari dan lain-lainnya. Bukti perbedaan ini bisa kita lihat dikehidupan sehari-hari dimana dijadikan standard untuk membedakan manusia satu dengan manusia lain.
Coba renungkan..sudahkan kita mengakui dan mengagumi bahwa anda,atau saya mempunyai keunggulan masing-masing ini?
Apabila kita ingin menjadi yang terbaik haruslah keunggulan ini kita jadikan bola salju yang akan kita gelindingkan menjadi bola salju yang lebih besar dan bertambah besar dan akan terlihat serta menggetarkan orang lain yang melihat dan merasakannya.
Bagaimana Menjadi yang Terbaik
Selama jiwa dan raga sehat maka:
1. Tetapkan misi dan target
2. Bangun semagat bahwa kita yang pertama dan tidak akan ada yang menyerupai kita
3. Selalu tanamkan optimisme
4. Jalani proses positif dengan melakukan yang tersingkat (dengan cara gali ilmu dari kasus-kasus yang sama yang pernah ada)
5. Berdoalah dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT, yang sudah memberi keunggulan yang berbeda dari manusia lain."Kau adalah yang Pertama dan Terbaik"
Salam Sukses Luar Biasa
-
Mozilla Pertimbangkan buat Mobile Browser
@ 2007-05-12 – 02:46:17
Jakarta, The Mozilla Foundation, selaku pembuat browser Mozilla Firefox, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk membangun browser bagi perangkat bergerak (mobile).
Hal itu diungkapkan Chief Excecutive Officer (CEO) Mozilla Foundation Mitchell Baker ketika diinterview majalah APC, yang dikutip detikINET dari cellular news, Jumat (11/5/2007).
"Kami telah mempunyai proyek kecil untuk mempertimbangkan pembuatannya, kami akan memutuskan setelah melihat teknologi yang berkembang dan yang kami miliki," tutur Baker.
Baker menambahkan, meski perusahaannya telah mempunyai sebuah penelitian kecil-kecilan untuk membuat aplikasi ini, namun ia mengaku perlu waktu yang cukup lama agar 'si rubah api' dapat segera meramaikan pasar mobile browser.
"Kami sedang terus meneliti bagaimana mendapatkan seluruh isi web yang sempurna ke dalam perangkat kecil tersebut dengan hambatan yang ada ataupun yang belum kami ketahui," imbuhnya.
Sampai saat ini, pangsa pasar browser di perangkat bergerak masih dikuasai Opera. Pengembang asal Norwegia ini tercatat telah mendistribusikan lebih dari 50 juta Opera di handset yang beredar.
-
Penyemir Sepatu Jadi Kontraktor
@ 2007-05-12 – 02:42:36
Nasib. Begitu biasanya orang menyebutkan keberhasilan atau keterpurukan yang menimpa seseorang. Tapi untuk Abdilah kecil, kerja keras dengan motivasi bakti kepada orang tua, menjadi bekal keberhasilannya saat ini.
Ketua Kompartemen Pertambangan dan Energi Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Abdilah Abdul Chair terharu saat menceritakan pengalaman masa lalu. Di usianya yang ke-8 ia harus menjadi seorang anak yatim. Sang ayah, Abdul Chair, meninggal dunia. Ibunya, Su'dah Mas'oed, banting tulang menafkahi tiga anaknya. Melihat perjuangan ibu, Abdilah kecil ingin membantu. Mulailah ia bekerja serabutan, mulai dari menjadi penyemir sepatu, loper koran, pencuci piring, pengangkut sampah, hingga kuli bangunan.
Ketika duduk di bangku SMP Taman Siswa Rawa Mangun, Jakarta Timur, Abdilah mendapat beasiswa dari Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI). Tidak tanggung-tanggung, persyaratan yang diberikan sangat keras, harus menjadi juara kelas selama tiga tahun. Jika tidak, beasiswa dicabut. Beasiswa ini terus diraihnya sampai lulus dari SMA Negeri 5 Sumur Batu, Jakarta Pusat. Abdilah berupaya mempertahankan beasiswa dengan berkonsentrasi pada pelajaran.
Ia juga membuka layanan pengajaran privat. Ketika duduk di kelas 1 SMA, ia mendapat 60 siswa SMP yang hendak menghadapi Ebtanas. Selama tiga bulan, hanya 11 murid yang bertahan. Murid-muridnya ini lulus dan di terima di sekolah negeri. Sebagai siswa yang selalu mendapat peringkat juara, tak mengherankan jika Abdilah lulus Sipenmaru di Teknik Sipil UI. Namun ketika itu, ia tidak mendaftarkan dirinya. ''Saya masih harus membantu ibu menghidupi dua adik,'' katanya. Maka ia mendaftar sebagai mahasiswa di Politeknik UI jurusan Teknik Sipil.
Ketika menjadi mahasiswa pun, ia masih terus mencari uang. Bukan hanya untuk adik-adiknya, tapi juga diri sendiri. Pasalnya, ia sudah tidak lagi memeroleh beasiswa. Maka setiap ada kesempatan membatu dosen melakukan kegiatan pembangunan, ia menawarkan diri. Beberapa proyek besar sempat ada campur tangan dirinya, seperti Jakarta Interchange Cawang-Bogor. Pria kelahiran 20 Oktober 1965 ini sempat menjadi karyawan di PT Astra Internasional. Namun karena ingin mandiri, ia memutuskan membentuk usaha sendiri.
Pada 1996, Abdilah membentuk PT Cipta Bangun Yasa. Bermodal Rp 1,5 juta ia mendirikan perusahaan kontraktor dan perawatan bangunan. Proyek pertamanya adalah memasang ubin di Hotel Century, Wisma Nusantara, dan Hotel Sahid. Kemudian, ia mengerjakan beberapa rumah pribadi manajer-manajer beberapa perusahaan. ''Saya memang spesialisasi rumah pribadi karena saya orangnya idealis,'' kata Abdilah, ayah dari Achmad Zulfikar (16) dan Prya Chairullah (14). Perusahaan yang sudah berdiri selama 11 tahun ini memiliki 10 karyawan tetap.
Suami dari Chrisan Priyandaning ini memiliki semangat kuda. Kata Abdilah, kuda adalah kuat, ulet, dinamis, dan agamis. Semangat ini juga yang menjadikan dia berkreasi dan memanfaatkan situasi. Ketika menjenguk kawan yang terbaring di rumah sakit, ia melihat tumpukan kapas yang ada di temat sampah. Dari sinilah ia membuka usaha distribusi kapas ke pasar-pasar tradisional.
-
Kompetisi Hacking Indonesia Terbesar Berhadiah 'Ferrari'
@ 2007-05-12 – 02:39:55
Yogyakarta, Pazia-Acer National Hacking Competition (PANHAC) ke-2 akan kembali digelar tahun ini. Tahun lalu, ajang yang sama juga pernah diadakan dan mendulang sukses. Ajang tersebut kemudian tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), yang menurut klaim pengelolanya, sebagai event pertama dan terbesar di dunia dengan membawa 100 notebook Acer ke 9 kota besar di Indonesia.
Ajang unjuk gigi para hacker Indonesia ini disponsori oleh PT Pazia Pillar Mercycom yang merupakan distributor Acer notebook, Acer LCD Monitor dan Acer DLT Projector.
PANHAC 2 kali ini akan diadakan di 10 kota besar Indonesia dengan memboyong 110 notebook Acer Aspire 5052. Kompetisi ini sedianya akan dimulai pada 26 Juni di Medan, kemudian berturut-turut Padang, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Jakarta. Demikian disampaikan oleh Michael Sunggiardi, penggagas PANHAC 2 kepada detikINET, Jumat, (11/5/2007) di Universitas Atmajaya Yogyakarta.
Sementara Grand Final kompetisi ini sendiri akan dilangsungkan pada 1 Agustus mendatang di Jakarta, dengan mengambil pemenang utama di setiap kota untuk ditandingkan kembali.
Kompetisi yang dikenal dengan nama 'Capture The Flag' (CTF) ini, diklaim sebagai ajang yang dipenuhi unsur game dan edukasi dalam bidang teknologi keamanan komputer. Didalamnya, peserta dimungkinkan tak hanya menyerang 6 komputer server yang sudah disediakan, namun komputer sesama peserta pun dapat menjadi sasaran.
CTF memberikan tantangan bagi peserta untuk mencari dan menemukan celah keamanan pada jaringan komputer yang sudah disiapkan oleh panitia. Jaringan ini dibuat dan disimulasikan seperti layaknya jaringan Internet. Tugas para peserta adalah mencari lubang keamanan yang sengaja diciptakan panitia.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, PANHAC tahun ini juga mengusung kompetisi hacking online. Panitia menyediakan satu server yang terkoneksi ke jaringan Internet, yang memungkinkan peserta yang tidak bisa hadir di acara kompetisi hacking di tiap kota, dapat mengikuti kompetisi hacking secara online di Internet.
Sayangnya, peserta kompetisi online tersebut hanya dibatasi untuk peserta yang berada di Indonesia saja. Menurut Michael, tujuan kompetisi semacam ini adalah untuk memberikan media hacking yang aman bagi para hacker yang banyak bertebaran di Indonesia.
Dalam ajang ini, juri lain yang dihadirkan adalah Dani Firman Syah, yang pernah menjadi 'bintang' akibat kesuksesannya membobol situs KPU. Gelimang hadiah dijanjikan bagi para juara. Salah satunya adalah 1 unit notebook ACER Ferrari 1005.
-
Menunggu
@ 2007-05-12 – 02:39:07
Seperti biasa, Poppy tiba di kantor pukul sembilan kurang lima menit. Padahal seharusnya jam kerja dimulai pukul delapan tiga puluh. Hari ini masih lumayan loh, biasanya pukul sembilan lebih dia baru tiba di kantor. Poppy sudah biasa begitu sejak sebulan yang lalu. Dulu dia selalu datang lebih pagi, malah paling pagi. Betul-betul karyawan teladan. Entah mengapa. Mungkin karena melihat karyawan lain tidak datang sepagi dia, maka kemudian Poppy mulai datang siang.
Atasan Poppy, Bapak Hary, sangat rajin. Beliau sangat sibuk, banyak sekali strategi yang harus dipikirkannya untuk memajukan perusahaan. Apalagi sifat beliau memang bukan orang yang cerewet. Melihat Poppy datang terlambat, biasanya beliau hanya melirik sebentar ke arahnya sambil terus melanjutkan pekerjaannya. Tentu saja Poppy merasa senang. Rupanya beliau tidak marah melihatnya terlambat.
Poppy terus menerus datang terlambat ke kantor. Suatu hari, dia tiba di kantor hampir pukul setengah sepuluh. Tanpa rasa bersalah, dia masuk ke kantor dan melihat Pak Hary sibuk seperti biasa. Tiba-tiba Pak Hary menoleh kearahnya dan bertanya:
"Kok kamu terlambat lagi?". Merasa terkejut, Poppy menjawab:
"Ada kecelakaan di jalan, pak, jadi jalanannya macet luar biasa."
"Saya perhatikan akhir-akhir ini kamu selalu datang siang. Dulu kamu tidak begini. Dulu kamu selalu bisa datang lebih pagi kan?"
"Iya, pak," jawab Poppy sambil sedikit tersenyum malu.
"Poppy, kalau saya tidak pernah menegur kamu karena terlambat, bukan berarti saya setuju terhadap hal tersebut. Saya bukan tipe orang yang cerewet. Tapi saya mengharap kalian semua yang bekerja di sini mampu bersikap sebagai orang dewasa yang tahu mana sikap dan perbuatan yang baik, pantas dan benar, serta mana yang tidak. Saya tidak suka memperlakukan kalian seperti anak kecil yang harus ditegur dan dimarahi."
"Waktu dulu kamu masuk kerja di sini, sudah tahu kan bahwa kantor dimulai pukul delapan tiga puluh? Saya harap kamu bisa tetap bekerja sesuai dengan persetujuan pertama kita. Dulu kamu tidak keberatan kan? Kenapa sekarang jadi terlambat terus? Jangan menunggu ditegur atau dimarahi untuk berubah."
Poppy merasa bersalah dan minta maaf. Dia berjanji akan datang lebih. Satu hal yang paling menggugah hatinya adalah perkataan Pak Hary yang bunyinya: "Jangan menunggu ditegur atau dimarahi untuk berubah." Poppy sadar, selama ini memang demikianlah kebiasaannya berpikir. Bukan hanya masalah terlambat masuk kantor. Tapi dalam segala hal, dia selalu begitu.
Misalnya, dia suka mengejek teman kerjanya dengan sebutan "Doraemon" karena menurut Poppy, dia sangat mirip Doraemon. Orang tersebut hanya tersenyum saja kalau dipanggil Doraemon. Sampai suatu hari, orang itu berkeluh kesah kepada sahabatnya. Ternyata dia termasuk orang yang sangat tidak percaya diri. Setiap kali dipanggil Doraemon, dia sebenarnya sangat sedih dan terluka. Rasa percaya dirinya hilang. Waktu sahabatnya menyuruhnya menyampaikan hal ini kepada Poppy, dia tidak berani. Takut menyinggung. Akhirnya seluruh keluh kesahnya disimpannya dalam hati.
Sahabat inilah yang kemudian mengatakan kepada Poppy agar berhenti menyebut orang itu dengan nama panggilan tersebut. Memang yang bersangkutan tidak pernah marah, tapi sahabat ini berkata kepada Poppy:
"Dia tidak marah bukan berarti dia suka dipanggil demikian. Saya tahu hatinya terluka. Sebaiknya jangan memanggilnya demikian lagi."
Sebenarnya Poppy heran. Menurut dia, panggilan itu hanya untuk bercanda kok. Mengapa mesti sakit hati? Bukankah itu lucu? Tapi kata orang itu, mungkin saja bagi Poppy lucu, tapi bagi yang bersangkutan hal tersebut mengurangi rasa percaya dirinya. Poppy pun menurut. Dia tidak pernah menggunakan nama panggilan itu lagi.
Selain itu, kalau tidak ditanya oleh atasannya mengenai perkembangan kerjanya, Poppy juga menyadari bahwa dia justru senang. Untung! Tidak ditanya! Sehingga kalau Pak Hary tidak menanyakan hasil kerjanya, dia juga tidak melapor apa-apa. Karena Pak Hary tidak menegurnya atau marah, dia merasa Pak Hary tidak keberatan. Jadi Poppy tenang-tenang saja. Baru kalau ditanya dia melapor. Kalau tidak ditanya, ya... kebetulan. Aman!
Kini merenungkan semua kebiasaannya dalam bekerja dan bergaul, Poppy merasa malu sendiri. Selama ini dia selalu bersikap seperti anak kecil. Menunggu ditegur atau dimarahi, baru dia mau mengubah sikapnya. Betapa bodohnya dia. Kurang peka terhadap perasaan orang lain. Mempunyai atasan seperti Pak Hary, yang sabar, tidak cerewet dan jarang marah, seharusnya dia bersyukur. Eh, dia malah memanfaatkan sikap Pak Hary demi kepentingannya sendiri.
Poppy kini memutuskan tidak akan menunggu ditegur atau dimarahi. Dia akan mencoba lebih peka dan selalu memperbaiki sikapnya. Dia tidak akan terlambat lagi ke kantor. Dia tidak akan memanggil Doraemon. Dia akan mengubah kebiasaannya sebelum ditegur. Banyak hal yang
harus dia perbaiki.Improve Yourself! Do not wait!
Sumber: Menunggu oleh oleh Lisa Nuryanti, Director Expands
Consulting & Training Specialist -
Koordinat Ponsel Selamatkan Penerima Donor Jantung
@ 2007-05-12 – 02:37:41
Jakarta, Sebuah rumah sakit anak kebingungan ketika harus melacak keberadaan seorang bocah berusia 10 tahun. Anak tersebut masuk dalam daftar pasien transplantasi jantung. Jika pihak rumah sakit tak segera menemukannya, maka nyawa si bocah tersebut menjadi taruhannya.
Rumah Sakit Anak Pittsburgh, Amerika Serikat sebelumnya telah berhasil mendapatkan pendonor jantung untuk ditransplantasikan ke anak tersebut. Usia organ jantung, jika tak segera ditanamkan kembali ke dalam tubuh, tentulah sangat singkat.
Walhasil, pihak rumah sakit segera menghubungi polisi untuk meminta bantuan darurat guna menemukan bocah yang tak tentu rimbanya tersebut. Upaya pertama, adalah dengan menghubungi ponsel ibunya. Sayang, ponselnya tak dapat dihubungi.
Polisi berinisiatif untuk mencari koordinat lokasi ponsel Sue, nama ibu bocah tersebut, melalui operatornya, Sprint Nextel Corp.Berdasar koordinat yang telah ditemukan, polisi akhirnya menemukan lokasi ponsel tersebut. Sue dan sang anak berada di dalam gedung Slippery Rock University dan tengah menyaksikan konser musik jazz.
Tanpa membuang waktu, polisi kemudian menghentikan konser dan mengumumkan bahwa mereka sedang mencari seorang ibu bernama Sue dan anaknya. Masih didepan pengunjung konser yang dihentikan mendadak tersebut, polisi mengumumkan bahwa pendonor jantung bagi anan Sue telah ditemukan.
Kontan seketika itu juga, setelah mendengar pengumuman polisi tersebut, sekitar 500 orang pengunjung berdiri dan memberikan standing applause mengiringi beranjaknya si bocah dan ibunya dari tempat duduk dan beranjak meninggalkan ruang konser.
"Saya telah berada dalam bisnis hiburan selama hampir 30 tahun dan belum pernah mengalami saat emosional dan mengejutkan secara langsung seperti ini," ujar Steve Hawk, profesor musik yang tengah mengadakan konser tersebut, seperti dilansir oleh AP dan dikutip detikINET, Jumat (11/5/2007).
-
Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau
@ 2007-05-12 – 02:37:22
Suatu ketika seorang hartawan kaya meninggal dunia dengan sebelumnya telah menuliskan terlebih dahulu pembagian harta untuk kedua orang putranya. Istrinya sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya.
Sepanjang hidup, si hartawan mengumpulkan hartanya satu per satu sedikit demi sedikit sehingga ia sangat mengenal semua harta miliknya. Oleh karena itu ia dapat membagi semua hartanya menjadi dua dengan nilai kurang lebih sama. Akan tetapi karena jenis-jenis harta itu tidak persis sama yang diterima oleh masing-masing anaknya maka keduanya dengan penuh iri menganggap bahwa anak yang lain mendapatkan warisan lebih banyak dibanding dirinya.
Setelah upacara penguburan yang meriah, kedua putra tersebut segera saling ribut dan bersikeras bahwa orang tuanya telah bertindak tidak adil karena anak yang lain mendapatkan harta warisan yang lebih banyak dari dirinya.
Karena keributan yang tak kunjung selesai dan bahkan makin memuncak, orang-orang sekitar mengusulkan keduanya untuk membawa masalah mereka ke pengadilan. Berharap bisa memenangkan pengadilan karena merasa dirinyalah yang paling benar dimana warisan saudaranya lebih banyak dari yang dimiliki, kedua putra yang seakan melupakan bahwa mereka bersaudara dan datang dari orang tua yang sama, akhirnya sepakat untuk mencari penyelesaian melalui jalur hukum.
Di pengadilan, sang Hakim yang dikenal sangat pandai dalam menangani kasus-kasus yang rumit, dengan sabar dan hati-hati mendengarkan keterangan dari kedua orang putra orang kaya tersebut secara bergantian.
Dengan cerdik, sang Hakim setelah berpikir sejenak kemudian berkata mereka, "Tuliskanlah semua harta kekayaan yang dikatakan oleh orang tuamu telah diwariskan untuk kalian masing-masing. Jangan sampai ada yang ketinggalan karena harta yang ternyata tidak tercantum dalam tulisan tersebut akan menjadi milik umum". Demikian teliti keduanya dalam melakukan inventarisasi dan menuliskan semuanya dalam daftar masing-masing.
Sang Hakim dengan sabar menunggu sampai keduanya selesai menulis dan kemudian bertanya, "Apakah semuanya sudah lengkap kalian tuliskan ?". Keduanya mengiyakan.
Hakim tersebut kemudian meminta keduanya untuk saling bertukar daftar dan memeriksa secara teliti daftar dari saudaranya. "Apakah kalian masih merasa bahwa warisan dari saudaramu lebih banyak dari yang kalian terima untuk diri masing-masing ?". Tanpa ragu keduanya segera menjawab, "Iya Pak Hakim, orang tua saya memang tidak adil. Harta yang diwariskan kepada saudara saya jauh lebih banyak daripada yang kuperoleh. Kami meminta penyelesaian yang seadil-adilnya". "Baiklah, karena kalian masing-masing menganggap bahwa daftar harta yang dimiliki oleh saudara kalian jauh lebih banyak dari daftar kalian sendiri maka silakan untuk saling menukarkan daftar masing-masing dan harta dalam daftar tersebut sekarang menjadi milik kalian".
Sungguh suatu penyelesaian perkara yang rumit dengan cara yang sangat sederhana akan tetapi pandai dan adil. Sang Hakim mengecoh kedua putra yang tamak dengan keserakahan mereka sendiri.
Seperti pepatah populer yang sudah dimodifikasi, "Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau daripada rumput sendiri". Setelah pindah ke rumah tetangga dan memiliki rumput tersebut, ternyata tidaklah sehijau rumput sendiri sebelumnya.
Kita sering melihat orang lain lebih baik, lebih enak, lebih bahagia, lebih pandai, lebih menarik dan berbagai 'lebih-lebih' lainnya. Bisa terjadi sebenarnya malah orang lain yang kita pandang 'lebih' tersebut ternyata sebenarnya juga menganggap dirinya kalah dibanding diri kita.
Mulailah untuk bisa menerima keadaan diri sendiri apa adanya, mempertahankan apa-apa yang sudah baik dan memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki. Jadilah orang yang mudah bersyukur. Inilah jalan terbaik dalam menjalani kehidupan.
-
Telkom Tambah BTS Flexi Untuk Jangkau Daerah Pinggiran
@ 2007-05-12 – 02:35:04
Semarang, PT Telkom Divre Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menargetkan Flexi menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah dengan menyiapkan 102 BTS (Base Tranceiver Station).
Manajer Komunikasi PT Telkom Divre IV Semarang, Sudjatmiko, menyatakan, saat ini jangkauan Flexi masih terbatas pada kota saja. Banyak daerah pinggiran belum terjangkau.
"Tahun ini, Flexi menjangkau seluruh kabupaten dan kota, termasuk daerah pelosok. Saat ini, 102 BTS tengah disiapkan," katanya kepada detikINET melalui telepon, Jumat (11/5/2007).
Sudjatmiko mencontohkan, sebagai persiapan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Jateng, pihaknya telah membangun dan mengaktifkan dua BTS di daerah Grobogan. Dengan BTS tersebut, Flexi mampu menjangkau daerah terpencil.
"Untuk beberapa waktu ke depan, kami menyiapkan BTS untuk daerah pinggiran. Namun, kami juga terus membangun BTS tambahan di kota besar seperti Semarang," jelasnya.
Dijelaskannya, PT Telkom akan menambah 14 BTS baru di Kota Semarang. BTS-BTS ini ditempatkan di kawasan pingggiran yang sebelumnya masuk area blank spot.
Sudjatmiko menyebutkan, hingga saat ini, PT Telkom telah membangun dan mengaktifkan 156 BTS di seluruh Jateng-DIY. Meski demikian, di beberapa daerah tertentu sinyal flexi tak berkutik."Seperti di daerah Suruh (Kabupaten Semarang) atau Karanggede (Boyolali), flexi belum bisa menjangkau. Tahun ini, daerah-daerah seperti itu akan di-cover," demikian Sudjatmiko.
-
Think Like A Child
@ 2007-05-12 – 02:32:59
Sasha, anak saya yang pertama, punya sebuah “buku impian” yang ditulis diam2 di kamarnya. Kemarin, saya memperoleh privilege untuk membaca buku impian nya. Dan saya cukup kaget dengan apa yang ditulis anak saya. Isinya dahsyat. Mulai dari nama SMP favorit (dengan tulisan besar2 dibawahnya: Diterima!), nilai yang ingin dicapai lulus SD nanti, dengan siapa dia ingin menikah (ya, padahal dia baru 11 tahun), keinginan punya pesawat terbang sendiri, rumah di Hollywood dan Itali, bahkan dicantumkan juga punya uang sebesar $ 96 trilyun. Ya, dia menulis dalam dollar dan nol dua belas. Bapak nya saja tidak berani bermimpi se-dahsyat itu. Hampir saja saya nyletuk: “Emang kamu siapa? Paris Hilton?”
Saya jadi teringat cerita ikon internet marketing Indonesia, Anne Ahira, sewaktu mengikuti seminar internet marketingnya beberapa waktu lalu. Ahira kecil juga adalah pengkhayal yang hebat. Saking ingin nya keliling dunia, ia pernah menempelkan foto diri nya di kalender yang berisi gambar2 kota dunia. Jadi waktu kecil Ahira sudah punya “foto” dirinya didepan obyek wisata dunia, seperti misalnya di depan Golden Gate, Menara Eiffel, dsb. Gambar-gambar tadi di fotocopy dan ditempel di dinding. Ahira kecil ngotot, sekalipun Ibu nya mencoba meyakinkan bahwa keliling dunia hanyalah mimpi bagi anak seorang buruh pabrik dan penjual gado-gado.
Dan belakangan, Ahira dan Ibu nya menangis terharu setelah melihat foto Ahira yang dimuat di Kompas yang menggambarkan dia sedang di depan Golden Gate. Pose nya sama persis dengan foto khayalan Ahira sewaktu kecil. Luar biasa. Thoughts become Things.
Pikiran anak-anak memang sangat jernih. Saya yakin sewaktu kecil kita semua berani bermimpi dengan segala kepolosan kita. Tanpa ada ketakutan-ketakutan apakah mimpi kita akan menjadi nyata atau tidak. Barangkali konsep-konsep seperti: berpikir positif, law of attractions, dsb. sebenarnya sudah diinstall oleh Tuhan di otak kita semua sejak kita lahir. Hanya lambat laun pikiran jernih tadi hilang. Hingga saat kita dewasa, seringkali sangat sulit untuk diinstall ulang.
Anak-anak berpikir dengan cara yang berbeda dengan kita. Ada sebuah cerita, seorang konsultan yang sedang membantu memecahkan masalah di sebuah perusahaan yang sudah listed di bursa suatu ketika ikut menghadiri manajemen meeting untuk memecahkan suatu masalah. Sang konsultan membuat sebuah titik di papan tulis. Dan bertanya:“gambar apa ini?“. Seluruh anggota manajemen kompak dengan jawaban:“sebuah titik hitam di papan tulis putih“. Sang konsultan tiga kali mengulang pertanyaan yang sama, dan mendapat jawaban yang sama. Sang konsultan pun geleng-geleng kepala.“Kemarin saya menanyakan pertanyaan yang sama di sebuat TK, dan mendapat 50 jawaban yg berbeda...“ Ya, bagi anak-anak, titik hitam tadi dapat menjadi mata seekor burung, bola semut, lalat nemplok, dsb. Kreatifitas para pemimpin puncak perusahaan tadi kalah jauh dengan anak TK. Padahal kreatifitas sangat diperlukan dalam memecahkan masalah.
Tidak heran jika Picasso sampai pernah berkata: "Every child is an artist. The challenge is to remain an artist after you grow up". Ya, pelan-pelan kita berubah menjadi orang dewasa dengan meniadakan kehebatan cara berpikir anak-anak yang super kreatif itu.
Menurut pengamatan saya, anak-anak ternyata selalu menerapkan 3B yang seringkali sudah kita lupakan:
Berimajinasi
Anak-anak adalah gudang nya imajinasi. Hari ini mereka bisa menjadi guru, besok menjadi perawat, besok lagi menjadi pembalap, dsb. Hari ini bisa perang-perangan di tengah hutan, besok bisa di dalam pesawat angkasa. Imajinasi ternyata sangat penting dalam dunia pemasaran. Saya teringat cerita salah seorang teman saya yang pekerjaannya seorang marketer. Sebelum merumuskan strategi marketing. Bahkan jauh pada saat produk baru sedang di rumuskan, tim mereka berimajinasi. Misalnya dengan membayangkan bahwa produk tadi adalah sesosok manusia. Berapa umurnya, apa hobby nya, pekerjaanya, kemana kalau “hang-out”, minumnya apa, makanya apa, dst. Ini yang kemudian menjadi bahan untuk mengembangkan materi-materi iklan. Karena sudah memiliki imajinasi tentang “karakter“ produk tadi, maka penyusunan program marketing menjadi lebih mudah.Buat anak-anak, tidak ada yang tidak mungkin. Imajinasi mereka spontan dan tidak terlalu memikirkan “the how” nya. Karena bagi anak-anak semuanya mungkin terjadi. Justru orang dewasa yang sering “menyabotase” pikiran jernih mereka dengan kata2: “ah, mana mungkin”.Bayangkan kalau cara berimajinasi anak-anak ini kita terapkan dalam menetapkan visi kita kedepan. Kita tidak akan diganggu dengan pikiran-pikiran negatif “ah mana mungkin” tadi.
Bermain
Bagi anak-anak semuanya hanyalah permainan. Dengan demikian tidak ada “masalah” bagi anak-anak. Semua hal bisa dilihat dari sisi yang menyenangkan. Lihat saja, sewaktu bencana banjir di Jakarta yang baru lalu, anak-anak yang justru ceria bermain di tengah banjir. Anak-anak lebih pandai melihat sisi menyenangkan dari setiap “persoalan”. Coba kalau ini kita terapkan dalam keseharian. Betapa “persoalan” akan lebih mudah kita hadapi. Semua menjadi permainan yang menyenangkan.Saya dulu punya teman yang hampir putus asa karena punya banyak hutang. Saya juga sudah bingung mau ngomong apa. Ketika saya ucapkan kata-kata:” its just a game man …”, ternyata dia langsung bangkit kembali. Dia mendapat inspirasi bahwa bisnis yg dia jalani toh hanyalah permainan. Bahwa skor nya saat ini minus, hanyalah skor, dan mulai sekarang dia bisa bermain lebih bagus untuk mendapay skor yang lebih besar. Its just a game. And its fun!
Belajar
Siapa bilang anak-anak malas belajar. Justru mereka belajar setiap waktu. Saya pernah baca berita suatu penelitian di MIT yang menyimpulkan bahwa cara belajar anak2 itu seperti para scientist. Mereka sangat tertarik hubungan kausalitas. Bagaimana kalau saya melakukan ini, apa reaksi nya. Ini adalah dasar eksperimen. Dan banyak eksperimen yang mereka lakukan. Bagaimana kalau mobil-mobilan ini ban nya dicopot? Bagaimana kalau rambut boneka Barbie ini dipotong, dsb. Rasa ingin tahu yang besar ini, sebenarnya bisa menjadi pendorong kesuksesan yang luar biasa jika kita pertahankan hingga dewasa.Anak-anak belajar secara alamiah untuk menjadi lebih baik. Seorang bayi yang belajar berjalan, setiap kali jatuh akan bangkit kembali. Berapa kali seorang anak terjatuh dari sepeda? Apakah dia akan berhenti dan meratap. Tidak, dia akan tertawa, bangkit lagi, dan bersepeda lebih baik. Ini adalah proses belajar yang luar biasa. Berani mencoba, berani jatuh dan berani mengevaluasi diri, ini yang sayangnya sering hilang pada saat kita menjadi manusia dewasa.
Jadi, kalau Anda sekarang adalah anak-anak, Anda mau menjadi siapa? Menjadi Spiderman? Batman? Donald Trump? Atau mau jadi Paris Hilton? Selamat berimajinasi.
-
Software Suite Nokia Jadikan Komputer Rentan Diobok-obok
@ 2007-05-12 – 02:31:25
Jakarta, Software Suite Nokia, yang menjadi perantara antara ponsel Nokia dengan komputer, disinyalir mengandung lubang keamanan. Celah ini memungkinkan hacker jahat atau penyusup mengambil alih komputer.
Menurut perusahaan keamanan Secunia, celah ini bisa dieksploitasi melalui serangan Denial of Service (DoS) atau secara teknik serangan cross-site scripting.
Dikutip detikINET dari Softpedia.com, Jumat (11/5/2007), celah ini mendera Software Suite Nokia versi 6.4.31.2, 6.6.0.107 dan 6.6.2.2, namun
tidak menutup kemungkinan versi lain dapat terkena serangan.Dijelaskan Secunia, pengecekan autentikasi yang tidak ada dalam beberapa script ASP (seperti userList.asp, userStatusList.asp) juga dapat dieksploitasi dan dimodifikasi oleh black hacker untuk mendapatkan informasi pengguna atau bahkan menon-aktifkan account pengguna.
Walaupun hingga kini belum ada solusi resmi untuk menghindari eksploitasi tersebut, Secunia mengimbau para pengguna untuk selalu memperbaharui solusi keamanan yang dikeluarkan oleh Nokia.
Beberapa waktu terakhir ini, keamanan komputer makin terancam dengan ditemukannya sejumlah celah keamanan yang ada dalam aplikasi komputer. Contohnya, celah keamanan yang ditemukan pada pemutar audio, MP3 dan perangkat kompresi Winzip.
-
Selalu Ada Pagi bagi Suwarti
@ 2007-05-12 – 01:50:50
Tidak ada pagi yang tak cerah bagi Suwarti. Pagi adalah matahari bagi hidupnya. Angin yang basah dan dingin, mendung, kabut bahkan hujan, tak pernah menjadi penghalang baginya menyongsong pagi dan matahari hidupnya. Setiap pagi, tak pernah lewat dari pukul 6:30, ketika banyak ibu rumah tangga masih bersiap-siap memberangkatkan putra-putrinya ke sekolah, ketika orang-orang yang akan ke kantor mungkin masih belum menyiapkan baju kerjanya, Suwarti sudah beredar di jalanan kompleks perumahan kami di Ciputat. Suaranya yang nyaring tetapi dengan nada rendah sudah kami kenal dengan akrab. "Kue….kue…..Kue Pak? Kue Bu?" Suara itu berkumandang diiringi dengan langkah kakinya yang cepat dan suara sandalnya yang kadang seperti terseret.
Menggendong kue jualannya, ia berjalan kaki sepanjang perumahan berisi ratusan rumah itu. Suaranya masih terdengar terus bahkan dari kejauhan. Pertama kali saya tertarik pada Suwarti adalah karena wanita ini masih demikian muda, 30 tahun, tetapi ia benar-benar berwajah orang Jawa tempo dulu. Menggendong jualannya dengan busana seperti mbok-mbok jamu, dengan langkah yang gesit, dan, ya, ia selalu hadir dalam ukuran waktu yang tak pernah meleset. Tak urung saya menyetopnya sekali waktu, sepulang ia menjajakan jualannya. Dan, ia dengan kesopanan seorang ibu yang tak mau menaruh curiga kepada siapa pun, melayani pertanyaan-pertanyaan saya.
Suwarti adalah seorang wanita kelahiran Solo. Ibu dari dua orang anak, berumur 10 tahun dan enam tahun, ia bagi saya adalah potret wanita Indonesia yang seharusnya membuat kita selalu bangga jadi orang Indonesia. Tiga tahun terakhir ia jalani hidupnya dengan menjajakan kue di perumahan kami di Vila Dago Tol, dengan berjalan kaki. Dengan mengambil 150 potong kue dari juragannya yang tinggal di belahan lain daerah Ciputat, ia mengantongi keuntungan Rp 25 ribu setiap hari. Dari rumah ia berangkat subuh-subuh, untuk mengejar pagi yang penuh rejeki di perumahan kami itu. Ketika hari sudah menunjukkan jam 10, ia biasanya menuntaskan `perjalanannya' sebagai penjaja kue hari itu. Jam 11, ia sudah tiba di rumah kontrakannya seharga Rp 200 ribu per bulan, untuk kembali sebagai ibu rumah tangga. Suaminya seorang pekerja bangunan yang rajin, tetapi tak selalu ada proyek yang membutuhkan tenaganya. Dengan kombinasi profesi yang demikian, ia dan suaminya bisa menyekolahkan kedua anaknya, satu di kelas empat SD satu lagi di kelas satu. Kedua anak itu dititipkan di kampung mertuanya, Purwodadi. Setiap bulan mereka mengirimkan uang untuk biaya sekolah anak-anaknya itu.
Suwarti dulunya adalah pembantu rumah tangga. Perkawinannya dengan suaminya yang dia kenal di Jakarta ini, membuat ia lama-lama berpikir untuk menyudahi saja pekerjaannya sebagai PRT, yang ia istilahkan `ikut orang.' Setelah pernah mencoba berjualan macam-macam barang, akhirnya ia menemukan juragan kue yang bagi dia memberikan harapan. Dari juragannya itu ia mengambil kue setiap pagi lalu menjualnya dengan harga yang ia tetapkan sendiri. Setiap hari ia menyetor kepada juragannya Rp 50 ribu. Kue yang tersisa dapat ia kembalikan. Dan ini, bagi Suwarti adalah sistem yang benar-benar ia sukai. Makin hari makin besar keuntungan yang ia peroleh. Tiga tahun terakhir ia rasakan sebagai tahun yang penuh pertumbuhan, menyebabkan ia selalu memandang pagi sebagai pagi yang penuh pengharapan.
Tidak menamatkan SD, anak bungsu dari empat bersaudara, pada tahun 1995 Suwarti meninggalkan orang tuanya di kampung halamannya yang hidup sebagai petani kecil. Seperti kebanyakan cerita orang-orang marginal, ia kala itu tak punya pilihan selain menjadi PRT untuk bisa bertahan di Jakarta. Kota ini bagi Suwarti adalah kota yang keras, tetapi kota yang selalu memberikan harapan. Hidup sebagai orang yang termarginalkan tidak dihabiskannya dengan kemarahan dan dendam kepada hidup. Ia, sebagaimana yang dapat saya lihat dari bagaimana ia bekerja, menjalani hari-harinya dengan ketekunan seorang yang menikmati apa yang dapat ia nikmati. Mensyukuri kesehatannya yang menyebabkan ia tampak tak pernah kelelahan di terik Jakarta. Dan, ia tak pernah merasa ada yang perlu ia menangkan karena ia tak pernah menganggap ada yang harus ia taklukkan.
Ketika makin banyak pedagang roti mengendarai motor bahkan mobil, ia tak merasa dagangannya bakal tersingkir. Justru dengan berjalan kaki, ia bisa mengetok pintu demi pintu, bisa berbicara dan berbasa-basi dengan tiap rumah. Ia tidak seperti pedagang roti yang mengendarai mobil, yang sapaannya terkadang terdengar angkuh lewat klakson atau lagu-lagu dari rekaman kaset yang membosankan. "Bu…. Kuenya Bu?" adalah sapaannya yang khas. Lalu dengan cepat ia akan membeberkan dagangannya dari gendongannya. Tahu dan tempe goreng, onde-onde, lepat pisang, lontong, kroket, dadar gulung, kue lapis, bertebaran tinggal pilih. Walau pun ia tahu, tak semua rumah akan sudi menyetopnya dan membeli dagangannya, senyumnya selalu mengembang.
"Tiap orang ada rezekinya Pak. Alhamdulilah, selama tiga tahun ini, saya merasa makin banyak langganan. Makin hari makin baik-baik saja orang-orang kepada saya. Syukur alhamdulillah, tidak ada yang marah-marah. Tidak ada anjing yang mengejar-ngejar saya," kata dia.
Pagi bagi Suwarti adalah harapan. Seburuk apa pun cuaca, seberat apa pun perjalanan yang harus ia tempuh, ia selalu pasti bahwa rezekinya ada pada pagi. Payungnya akan ia kembangkan manakala hujan turun kepagian. Ketika saya menduga bahwa hujan adalah malapetaka baginya karena itu akan menghambat perjalanannya, apalagi ia harus berjalan kaki memutar kompleks kami, ia malah tersenyum.
"Justru kalau turun hujan Pak, orang malas keluar cari sarapan. Kue saya malahan lebih laku kalau turun hujan," katanya. Sebuah jawaban yang bagi saya penuh optimisme dan pengharapan.
Pertanyaan klasik yang sesungguhnya tak perlu lagi dilontarkan manakala berkenalan dengan orang seperti Suwarti adalah untuk apa dan mengapa ia bekerja membanting tulang. Sudah barang tentu orang seperti dia harus membanting tulang. Untuk makan-minum dirinya. Untuk menyambung hidupnya anak beranak. Tetapi toh, saya harus menanyakan itu, untuk mengeksplorasi siapa tahu ada lagi yang membuat dirinya mempunyai energi yang luar biasa. Dan, ternyata memang ada.
Dua anaknya, semuanya diasuh oleh keluarga mertuanya dengan biaya dari suami dan dirinya, adalah energi yang tak pernah habis. Ia selalu membayangkan anak-anaknya itu kelak mendapat pendidikan yang baik. Ia ingin mereka kelak dapat menikmati hidup lebih dari yang dinikmatinya kini. Kemana pun dan sampai setinggi apa pun, ia ingin mendukung anak-anaknya, sepanjang itu berarti menempuh pendidikan yang baik dan lebih tinggi.
"Saya sepenuhnya tergantung mereka. Kalau mereka bersekolah dengan baik, mereka belajar dengan baik, saya akan usahakan. Tidak ada kata berhenti bagi saya, Pak," kata dia. Senyumnya pasti.
Tentulah berat bagi Suwarti menggali energi itu. Anak-anak itu tinggal di tempat yang jauh, yang mungkin hanya bisa ia temui sekali dalam setahun manakala lebaran tiba. Tetapi semakin ia pikirkan itu, semakin besar ia rasakan tenaga yang bisa ia gunakan. Ia bayar kerinduannya kepada anak-anaknya itu dengan bekerja lebih antusias. Menyapa anak-anak di kompleks kami seperti ia menyapa anaknya sendiri. Menjajakan kue kepada orang-orang dengan keyakinan kue-kue itu akan jadi sumber energi juga bagi orang-orang yang bekerja untuk anak-anak mereka.
Tidak kecewa dengan harga-harga yang mulai naik, dan BBM yang membubung?, tanya saya sedikit menggoda pemikirannya untuk berpikir menyalahkan keadaan. Tetapi Suwarti rupanya tak tertarik membicarakan apa yang ia rasa bukan urusannya. "Saya tidak mau memikirkan yang membuat pusing kepala saya Pak," kata dia. Menurut dia, sepanjang ia masih bisa menabung, dan sepanjang uang yang harus ditabungnya setiap bulan tak berkurang, ia tak mau berpikir susah-susah. Walau pun untuk itu ia mungkin harus mencukupkan uang sisa setelah tabungan itu untuk makan ala kadarnya bersama suaminya. Dan, berarti juga, ia tak boleh sakit. Kalau pun sakit, ia harus berpura-pura tidak sakit.
Lebaran ini Suwarti tidak mudik. Menurut dia, beberapa bulan lalu suaminya telah mudik karena mertuanya laki-laki berpulang. Itu artinya sang suami telah mudik yang berarti pula kemewahan untuk mudik tahun ini telah terpakai, walau pun bukan pada waktunya. Kerinduannya kepada anak-anaknya, mungkin harus ia bayar pada lebaran tahun depan, atau di suatu masa di bulan-bulan depan, manakala ada rezeki yang berlebih.
Ketika saya mengatakan terimakasih banyak, sudah mau saya ajak berbincang-bincang, ia tersenyum dan juga mengucapkan terimakasih. Ketika saya silakan, teh manis yang disuguhkan istri saya ia habiskan sekali teguk, pertanda ia mungkin sudah kehausan sejak tadi. Saya menyalahkan diri sendiri, betapa egoisnya saya tak mempersilakannya minum dari tadi, dan lebih medahulukan kepentingan saya menanyai dia. Ia kemudian merapikan keranjang kuenya dan menggendongnya kembali. Hari masih jam 10 lewat sedikit, ketika ia akan pulang ke rumahnya, lebih kurang lima kilometer dari tempat kami. "Mari Pak," katanya mengangguk. Senyumnya itu, akan selalu membuat saya bangga sebagai orang Indonesia.***
Sumber: Selalu Ada Pagi bagi Suwarti oleh Eben Ezer Siadari, wartawan, pemimpin redaksi majalah WartaBisnis dan BisnisKita, tinggal di Jakarta |
-
Meraih Hidup Penuh Makna
@ 2007-05-12 – 01:46:15
"Hidup bukan hanya untuk diri sendiri", pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut? Kalau kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas yakni Hidup ini sesungguhnya bukan kehendak kita, tetapi kehendak Allah Tuhan Yang Maha Memiliki Kehidupan. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan HIDUP untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan alam semesta ini.
Kalau kita melakukan sebuah perjalanan ke dalam diri kita sendiri "inner journey", maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan. Bahwa hidup kita ini sangat mengagumkan, maka sepantasnya kalau kemudian kita menghargai kehidupan kita ini, menggunakan hidup ini untuk lebih bermakna. Menghargai HIDUP berarti menjalani hidup ini penuh makna, menggunakan hidup ini untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana menggunakan hidup kita agar menjadi lebih bermakna ? Bagaimana menghargai hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan Yang Memiliki Kehidupan ? Apa yang harus dilakukan dalam hidup agar menjadi lebih bermakna ? Tentu banyak sekali jawaban-jawaban yang bisa dituliskan dalam menghargai hidup ini. Banyak sekali cara-cara dalam menggunakan hidup menjadi lebih bermakna. Namun disini saya berbagi bebera tips dalam menghargai hidup kita ini.
1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin pekerjaan lebih baik, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin rumah lebih mewah, ingin mobil mewah baru, ingin bisnis lebih besar, ingin hidup lebih kaya dan ingin-ingin yang lainnya. Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri.
Dalam buku saya The Art of Life Revolution, yang diterbitkan oleh Elex Media, salah satu cara untuk "merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu memberikan pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup.
2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain.
Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.
3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang sedang benar-benar kesuksesan, misalnya ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain, maka berbagilah semangat, ide dan solusi itu dengan orang lain. Anda memiliki pemikiran-pemikiran posisitif, maka jangan malas menulisnya dan kirimkan melalui milis untuk orang lain. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi positif yang keluar dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup bahkan bisa saja berbagai kemudahan rejeki, dll.
4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah
Hidup ini hanyalah 'pemberian' dari Yang Maha Memberi. Maka Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali. Dialah Allah Tuhan yang mengatur kehidupan kita ini. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Menghadapkan wajah kepada Allah, artinya menjaga keseimbangan dalam hidup ini hanya selalu mengorbit dan beredar dalam lingkaran yang berpusat pada hati nurani. Karena hati adalah pusat makna tertinggi dalam kehidupan yang didalamnya sudah ada sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa. Menghadapkan wajah kepada Allah artinya, bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Hidup hanya untuk mengabdi kepada Allah, melalui berbagai bidang pekerjaan, melalui bisnis, ma upun kehidupan lainnya. Bersyukur menerima kehidupan ini dan bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras. Lebih lengkap dapat dibaca di buku "The Art of Life Revolution" yang diterbitkan Elex Media. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Sumber: Meraih Hidup Penuh Makna Oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution, Founder Motivasi Nurani Indonesia
-
Berani Tampil Beda
@ 2007-05-12 – 01:45:53
Masa muda adalah masa yang penuh dengan gejolak dan emosi. Masa pencarian jati diri, ingin diakui dan perasaan menggebu ingin mencoba sesuatu yang baru. Namun sebenarnya di masa inilah karakter dan masa depan seseorang dibentuk. Aktualisasi diri di masa ini membuat kita sadar akan tujuan hidup kita. Banyak yang menemukan tujuan hidupnya, banyak juga yang hidup hanya sekedar melalui hari demi hari tanpa arah yang pasti.
Masa muda yang sukses adalah masa muda yang di manfaatkan untuk mencari ilmu dan pengalaman positif sebanyak mungkin. Namun, kebanyakan pemuda menganggap masa ini adalah masa yang indah untuk mendekati lawan jenis, untuk hura-hura, every day dugem, dan lain-lain. Hal itu sangat umum terjadi di mana saja, baik di kota maupun di desa. Apalagi di jaman sekarang, yang mana nilai-nilai moral sudah mulai bergeser dan ditinggalkan. Banyak dari mereka terpengaruh mode, trend, dan suguhan media televisi yang sering tidak mendidik.
Saya prihatin dengan pergaulan bebas muda-mudi sekarang. Sepertinya bangsa yang dulu terkenal berbudi luhur dan religius, kini harus mulai menata kembali pendidikannya. Segala yang glamour dan wahh jadi idola, maksiat jadi kebanggaan, popularitas dikejar-kejar, pergaulan bebas ala binatang merajalela, bahkan mulai meracuni para pelajar. Sementara prestasi yang positif jarang dipublikasikan, seperti jadi barang kuno saja.
Mau ke mana ya kaki ini melangkah? Ke tempat A, acaranya cuma hura-hura; ke tempat B pesta miras dan narkoba… Dengan si A, sukanya nongkrong; dengan si B, makan ati, pacaran melulu…
Kenapa bingung sahabat…? Kenapa kita harus sama dengan mereka? Bukankah kita mempunyai impian sukses sendiri. Mereka tak akan membantu mewujudkan impian sukses kita. Jadi, beranikah Anda untuk tampil lain dari yang lain, demi mengejar impian kita. Beranikah Anda tampil beda?
Sibukkan diri kita menuntut ilmu, sementara teman-teman nongkrong di mall atau tempat hiburan lainnya. Sibukkan diri kita untuk belajar bisnis, sementara yang lain pergi ke pesta atau diskotik. Teman-teman sibuk pacaran, sibukkan diri kita mengikuti seminar investasi atau seminar MLM. Biasakan kita rajin berolah raga, sementara kebanyakan orang malas-malasan. Jadikan diri kita taat beribadah, sementara kebanyakan orang ingat Tuhan hanya kalau lagi susah. Pendek kata, kalau kegiatan itu positif, kenapa tidak kita lakukan, walau kebanyakan orang enggan melakukan. Walau awalnya sendirian, pasti nanti kita akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita.
Kalau tidak ingin menjadi orang rata-rata, maka beranikan diri tampil beda, melakukan pekerjaan sebaik-baiknya, melakukan pekerjaan menantang yang banyak dijauhi orang. Membuka lapangan kerja contohnya, atau berwiraswasta. Dari pada pusing cari kerja, sementara unemployment di mana-mana, lapangan kerja sangat terbatas. Beranikah kita tampil beda, dengan menjadi solusi bagi mereka, atau minimal bagi diri sendiri…? Bagi yang sudah bekerja di bidang apa saja, beranikah Anda tampil beda dengan melakukan tugas sebaik-baiknya? Menjadi yang terbaik di bidang Anda…
Sukses menantang keberanian dan kerja keras kita, beranikah kita tampil beda, dengan menjemputnya di barisan paling depan. Dalam pendidikan, karier, bisnis, sosial-politik, dan semua aspek kehidupan; beranikah kita tampil beda, menjadi di atas rata-rata? Mengutip ceramah Dato’ Dr. H. Mohd Fadzilah Kamsah dari Malaysia, “Orang cemerlang suka lakukan apa yang orang gagal tak suka lakukan…!”
Selamat meraih sukses yang luar biasa! -
Awali Dengan Kebiasaan Memberi
@ 2007-05-12 – 01:43:41
Pernah saya bertanya kepada anak saya yang masih SD, apa yang paling menyenangkan dalam hidup ini? Jawabnya adalah menerima hadiah yang bagus, bukan hanya pada hari ulang tahun, tetapi kalau bisa menerima hadiah setiap hari.
Menerima hadiah dari orang lain, pasti sangat menyenangkan. Tidak hanya bagi anak-anak, siapapun Anda, apakah orang tua atau muda, orang kaya atau miskin, direktur atau karyawan biasa, tentu merasa senang menerima hadiah atau sesuatu dari orang lain. Apalagi kalau hadiah itu adalah sesuatu yang memang kita harapkan dan kita tunggu-tunggu, inilah momen paling menyenangkan. Inilah perasaan dari sisi seseorang yang menerima sesuatu pemberian orang lain.
Bagaimana dengan seseorang yang menjadi "subjek" atau orang yang memberikan sesuatu kepada orang lain? Perasaan apa yang dirasakannya? Apa imbalan yang akan didapatkannya? Seringkali orang salah mengartikan memberikan sesuatu kemudian berharap segera mendapatkan imbalan dari orang yang diberinya. Ini adalah prinsip yang salah, yang dapat menghilangkan nilai dari pemberian itu, karena tidak dilakukan dengan niat keikhlasan hati.
Prinsip mendahulukan kebiasaan memberi, bukan menunggu dan meminta, adalah prinsip melepaskan energi kebaikan dari dalam diri. Ingatlah prinsip aksi dan reaksi. Bahwa sebuah aksi akan menciptakan reaksi. Dan kebiasaan memberi kebaikan akan menghasilkan pula sesuatu kebaikan. Ini adalah prinsip investasi kepercayaan, yakni berupa meningkatnya energi kepercayaan dari orang lain. Dan kepercayaan adalah modal bagi kesuksesan.
Kebiasaan memberi adalah melepaskan energi positif dari dalam diri. Energi ini sesungguhnya tidak pernah hilang dari muka bumi, hanya akan berubah bentuk saja. Inilah prinsip hukum kekekalan energi. Energi positif berupa kebaikan ini akan kembali kepada diri kita dalam jumlah yang berlipat ganda. Bisa saja dalam bentuk yang berbeda-beda, misalnya mendapatkan kebahagiaan hati, kesenangan batin yang menyentuh aspek spiritual, ketenangan hati, kemudahan hidup, rejeki atau ditolong orang lain.
Apa sih yang harus diberikan?
Apa sih yang harus dibagikan?Banyak hal yang dapat diberikan kepada orang lain selain harta dan uang, di antaranya:
- Penghargaan kepada orang lain
- Perhatian yang tulus
- Mendengarkan orang lain bicara
- Menjadikan orang lain merasa penting di hadapan kita
- Pujian kepada orang lain
- Menolong orang yang memerlukan bantuan
- Berbagi pengalaman dan pengetahuan
- Berbagi semangat dan motivasi
- Mengerti perasaan orang lain, dll.Kalau kita ingin mendapatkan kemudahan, kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup, awalilah dengan kebiasaan memberi, bukan meminta atau menunggu. Apakah Anda seorang karyawan, seorang pengusaha, atau apapun profesi Anda, mulailah dengan kebiasaan memberi. Memberi dan berbagi adalah prinsip
pelayanan. Hal ini merupakan wujud "ihsan" manusia kepada sifat-sifat mulia Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yakni Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang sudah "built in" dalam hati kita. Lakukanlah hal ini menjadi kebiasaan dan rasakan kehidupan akan memberikan banyak kemudahan tak terduga bagi diri Anda.Salam Motivasi Nurani Indonesia.
Eko Jalu Santoso, Founder Motivasi (Nurani) Indonesia, Penulis Buku "Life Revolution" yang akan segera diterbitkan Elex Media.
-
Pedagang Dan Nelayan
@ 2007-05-12 – 01:42:49
Suatu hari, seorang pedagang kaya datang berlibur ke sebuah pulau yang masih asri. Saat merasa bosan, dia berjalan-jalan keluar dari villa tempat dia menginap dan menyusuri tepian pantai. Terlihat Di sebuah dinding karang seseorang sedang memancing, dia menghampiri sambil menyapa,
"Sedang memancing ya pak?", sambil menoleh si nelayan menjawab,
"Benar tuan. Mancing satu-dua ikan untuk makan malam keluarga kami".
"Kenapa cuma satu-dua ikan pak? Kan banyak ikan di laut ini, kalau bapak mau sedikit lebih lama duduk disini, tiga-empat ekor ikan pasti dapat kan?"
Kata si pedagang yang menilai si nelayan sebagai orang malas. "Apa gunanya buat saya ?" tanya si nelayan keheranan.
"Satu-dua ekor disantap keluarga bapak, sisanya kan bisa dijual. Hasil penjualan ikan bisa ditabung untuk membeli alat pancing lagi sehingga hasil pancingan bapak bisa lebih banyak lagi" katanya menggurui.
"Apa gunanya bagi saya?" tanya si nelayan semakin keheranan.
"Begini. Dengan uang tabungan yang lebih banyak, bapak bisa membeli jala. Bila hasil tangkapan ikan semakin banyak, uang yang dihasilkan juga lebih banyak, bapak bisa saja membeli sebuah perahu. Dari satu perahu bisa bertambah menjadi armada penangkapan ikan. Bapak bisa memiliki perusahaan sendiri. Suatu hari bapak akan menjadi seorang nelayan yang kaya raya".
Nelayan yang sederhana itu memandang si turis dengan penuh tanda tanya dan kebingungan. Dia berpikir, laut dan tanah telah menyediakan banyak makanan bagi dia dan keluarganya, mengapa harus dihabiskan untuk mendapatkan uang? Mengapa dia ingin merampas kekayaan alam sebanyak-banyaknya untuk dijual kembali. Sungguh tidak masuk diakal ide yang ditawarkan kepadanya.
Sebaliknya, merasa hebat dengan ide bisnisnya si pedagang kembali meyakinkan, "Kalau bapak mengikuti saran saya, bapak akan menjadi kaya dan bisa memiliki apa pun yang bapak mau".
"Apa yang bisa saya lakukan bila saya memiliki banyak uang?" tanya si nelayan.
"Bapak bisa melakukan hal yg sama seperti saya lakukan, setiap tahun bisa berlibur, mengunjungi pulau seperti ini, duduk di dinding pantai sambil memancing".
"Lho, bukankan hal itu yang setiap hari saya lakukan tuan, kenapa harus menunggu berlibur baru memancing?", kata si nelayan menggeleng-gelengkan kepalanya semakin heran.
Mendengar jawaban si nelayan, si pedagang seperti tersentak kesadarannya bahwa untuk menikmati memancing ternyata tidak harus menunggu kaya raya.
Pepatah mengatakan, jangan mengukur baju dengan badan orang lain.
Si pedagang mungkin benar melalui analisa bisnisnya, dia merasa apa yang dilakukan oleh si nelayan terlalu sederhana, monoton dan tidak bermanfaat. Mengeruk kekayaan alam demi mendapatkan uang dan kekayaan sebanyak-banyaknya adalah wajar baginya.Sedangkan bagi si nelayan, dengan pikiran yang sederhana, mampu menerima apapun yang diberikan oleh alam dengan puas dan ikhlas. Sehingga hidup dijalani setiap hari dengan rasa syukur dan berbahagia.
Memang ukuran "bahagia", masing-masing orang pastilah tidak sama. Semua kembali kepada keikhlasan dan cara kita mensyukuri, apapun yang kita miliki saat ini.
-
Memperbaiki Konsep Anda
@ 2007-05-12 – 01:42:47
PEMAHAMAN YANG “KURANG TEPAT”
Begitu banyak aspek bahasa Inggris yang harus anda pelajari/kuasai, tetapi begitu sempit waktu anda. Belum lagi ditambah tugas-tugas rutin kantor serta masalah-masalah yang tidak pernah berhenti. Anda tidak bisa menghentikan waktu ataupun dunia ini untuk beraktivitas dan anda tetap harus meningkatkan kemampuan berbahasa anda. Jadi, bagaimana sebaiknya ....?
Konsentrasi pada pemahaman-pemahaman anda yang ”keliru”.
Kata ”keliru” kami tempatkan di antara tanda petik karena belum tentu pemahaman anda sepenuhnya keliru. Boleh jadi hanya sedikit saja yang kurang tepat.
Pada waktu anda mulai mempelajari kembali bahasa Inggris, anda akan menemukan bahwa pengajar anda menerangkan sesuatu yang ”baru” atau yang selama ini tidak ada dalam benak anda. Fokuskan perhatian anda pada aspek tersebut, sampaikan kepada pengajar anda tentang pemahaman yang selama ini anda punya. Dengan demikian pengajar anda akan dapat dengan mudah ”mematahkan” pemahaman tersebut dengan penjelasan yang pas.
Misalnya:
- Anda berpendapat bahwa semua kata kerja harus diawali dengan ”to,” sehingga kalimat anda menjadi: She can to open the files everyday atau We didn’t to receive your letter. Sampaikan hal ini pada pengajar anda, katakan saja tanpa ragu-ragu bahwa pemahaman anda selama ini.
- Kalimat I’m flying to Bangkok this weekend buat anda sangat tidak dapat diterima; pola kalimat I’m flying atau She’s reading hanya dipakai untuk aktivitas yang dikerjakan pada saat ini, pada saat kalimat tersebut diucapkan dan tidak bisa dipakai untuk kerangka waktu di masa mendatang (future).Terbuka pada konsep-konsep tertentu
Pada umumnya, penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahami konsep waktu dan kata-kata benda countable & uncountable. Bila ini menjadi kendala, ada baiknya anda berusaha untuk menerima bahwa ini-lah bahasa Inggris, bahwa ada beberapa aspek yang tidak bisa dipertanyakan.Misalnya: sebaiknya anda jangan pertanyakan lagi mengapa furniture dan money termasuk uncountable. Sebaiknya jadikan aspek ini sebagai fokus anda, sehingga di masa mendatang anda tidak lagi membuat kalimat yang tidak tepat dengan kata-kata tersebut.
Dicatat & sering diulang
Agar memori anda bekerja dengan baik, catatlah konsep-konsep dan pemahaman dari setiap topik pembahasan. Semakin sering anda baca ulang catatan anda, semakin baik hasilnya. -
Rahasia Kebahagiaan Anda
@ 2007-05-12 – 01:40:46
TIDAK BAHAGIA ADALAH TANDA PERLUNYA PERUBAHAN
Ya. Jika Anda merasa kurang atau tidak berbahagia, ketahuilah: itu adalah tanda bahwa Anda memerlukan perubahan. Dan perubahan, selalu punya teman. Namanya pilihan. Dengan demikian, Anda tidak akan bisa lebih berbahagia, jika Anda tidak berubah. Anda juga tidak akan bisa berubah, jika Anda tidak segera menjatuhkan pilihan.
PILIHAN UTAMA ANDA ADALAH MENERIMA
Pilihan utama Anda, adalah menerima segala sesuatu dengan ikhlas dan apa adanya, dan menerima tanggung jawab untuk merubahnya. Setiap pilihan Anda ada konsekuensinya. Dan biasanya, pilihan itu adalah antara kebebasan atau perbudakan. Antara hidup dengan mimpi-mimpi indah, atau hidup di dalam mimpi buruk.
BAHAGIA TERCIPTA DENGAN MERUBAH DIRI SENDIRI
Apa yang harus diubah untuk menciptakan rasa bahagia? Anda tidak perlu jauh-jauh mencarinya. Apa yang perlu diubah adalah diri Anda sendiri.
Jika Anda tidak berbahagia dengan penghasilan yang Anda terima saat ini, maka daripada mengeluh tentang pelitnya boss Anda atau perusahaan Anda, mendingan Anda merubah diri Anda. Jadikanlah diri Anda lebih "berharga", dan dengannya lebih berhak atau penghasilan yang lebih besar. Banyak yang bisa Anda lakukan untuk itu. Misalnya bersekolah lagi, mengambil berbagai kursus dan mengikuti macam-macam seminar, belajar teknologi dan teknik baru, membuka bisnis sendiri, dan sebagainya. Atau, Anda cukup menjadi lebih produktif di tempat kerja, dan berupaya menjadi bagian dari solusi yang dibutuhkan oleh boss atau perusahaan Anda.
Untuk sesuatu yang Anda minta lebih, Anda harus bekerja lebih.
Untuk sesuatu yang Anda ingin ekstra, Anda harus bekerja ekstra.
There is no gain, if there is no pain.
If You want to eliminate the debt, You can not have it without the sweat.Begitu pula, untuk apapun yang menjadikan Anda kurang atau tidak berbahagia selain dari penghasilan Anda. Begitu pula, untuk apa saja. Begitu pula, untuk apapun yang Anda minta dari-Nya.
SEGALA SESUATU PUNYA HARGA
Harga itu diformulasikan dalam bentuk upaya dan usaha, perjuangan dan pengorbanan. Makin besar hadiah yang Anda minta, makin mahal harganya. Makin besar hasil yang Anda kira, makin besar usaha dan upayanya. Dan itu, setara dengan perngorbanan dan perjuangan Anda. Jika Anda berupaya dan bekerja mengejar impian Anda, maka Anda tak akan pernah menyesalinya.
KEBAHAGIAAN ANDA BUKANLAH KEAJAIBAN
Kebahagiaan Anda adalah hasil karya. Andalah pembuatnya. Hal terburuk yang biasa terjadi pada setiap orang, adalah saat ia mulai mencari jalan pintas yang tidak pantas. Mengandalkan magic bullet, quick fix, atau miracle cure. Atau, mendatangi para dukun dan orang pintar. Itu tidak cukup lengkap dan malah membuat Anda makin terjerembab.
MULAILAH DENGAN KEMAUAN DAN KOMITMEN
Berhentilah membuat pertanyaan yang membuat keraguan. Berhentilah mencari alasan.
Jangan pilih ini:
"Saya merasa susah dan Saya ingin hidup Saya berubah."
Tapi pilihlah ini:
"Saya ingin berubah."
HIDUP ANDA tidak akan berubah jika ANDA-nya tidak berubah.
Membaca tips ini saja, tidak akan menciptakan perubahan apa-apa. Melakukannyalah yang membuat Anda bisa mencapainya.
JANGAN MENYERAH PADA APA YANG ANDA BELUM TAHU
Pernah mendengar kisah ini? Seseorang yang bersekolah ke Jepang untuk mengambil S3 di bidang ekonomi. Ia asli Indonesia, dan tidak mengerti sama sekali bahasa Jepang atau huruf kanji. Di Jepang sana, ia menyambi bekerja di sebuah restoran. Menjadi pelayan dengan hanya tahu bahasa Tarzan. Selain itu, ia juga mencoba-coba menjadi translator yang menterjemahkan berbagai dokumen berbahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia. Sepulang dari sana, karirnya melejit sebagai jebolan S3. PLUS, ia juga berhasil membuka restoran sendiri di tanah air. Restoran tempura dan sukiyaki. PLUS, ia juga berhasil membuka sebuah kursus bahasa Jepang untuk anak-anak negeri.
Maka, jika Anda punya bisnis sendiri, kemudian ingin berjualan lewat internet, pikirkanlah yang satu ini. Janganlah Anda terlalu bergantung pada orang lain. Buatlah blog sendiri. Kerjakan situs Anda sendiri. Anda tidak akan pernah menduga, siapa tahu Anda juga berbakat menjadi pakar internet marketer, atau punya usaha web hosting, menjadi konsultan SEO (search engine optimisation), menjadi selebriti blog, atau bahkan menjadi penulis buku best seller berdasarkan pengalaman bisnis Anda sendiri. Sebagai pebisnis, Anda pasti hanya tahu satu hal, yaitu bahwa semua itu adalah MUNGKIN!
Dengan tidak langsung menyerah pada apa-apa yang Anda tidak tahu mulanya, penghasilan Anda mungkin akan berlipat ganda. Lihatlah apa yang dilakukan Andrie Wongso dan Tung Desem Waringin. Lihatlah Cak Bukhin. Dan Anda tahu bahwa semuanya memang mungkin. Jika Anda mau merelakan melonggarnya keamanan dan kenyamanan, Anda akan mendapatkan lebih banyak untuk keduanya.
Ya. Segala perubahan ada harganya. Tapi ingatlah yang satu ini: harga paling mahal yang harus Anda bayar, adalah jika Anda tidak merubah apa-apa.
RISIKO TERTINGGI ANDA ADALAH MENGHINDARI RISIKO
Risiko itu adalah hilangnya kesempatan untuk mendapatkan lebih. Jika Anda ingin tetap nyaman, maka Anda cenderung ingin tetap diam. Padahal, matahari masih terbit setiap pagi. Dan saat petang, ia juga masih tetap tenggelam. Penanggalan berubah, dan waktu masih berjalan. Hanya itulah yang Anda punya. Apa yang perlu Anda lakukan, adalah mengikutinya. Mengikutinya dengan berbagai perubahan, perencanaan, penyesuaian dan pengejaran.
PERUBAHAN ADALAH ALAMIAH BAGI ANDA
Jika hari mulai pagi, Anda mulai mencari rizki. Jika petang telah datang, Anda pun bersiap untuk pulang. Jika hari hujan, Anda menepi atau menggunakan payung. Jika jalan yang Anda lewati sedang banjir, Anda memutar dan mencari jalan lain. Tidakkah itu hanya punya satu terjemah? Bahwa Anda adalah manusia yang secara alamiah terus berubah!
Lantas mengapakah lagi, Anda masih saja terus membaca-baca tips ini?
Do something! Mulailah perjuangan dan pengorbanan Anda! Dan dapatkan apa yang lebih berharga.
Posted by Ryan at 8:27 AM 0 comments
Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru."
Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?"
Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya.
Hamba tak bisa meninggalkannya l! ama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?"
Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?"
Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Pojok Renungan : Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
-
Semakin Tergesa-gesa, Semakin Lambat
@ 2007-05-12 – 01:39:02
Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.
Akhirnya ia menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, kurus namun penuh wibawa. "Guru, ijinkan hamba belajar ilmu pedang dari guru."
Sang Guru mengangguk-angguk.
Tanya anak muda, "Jika hamba belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?"
Jawab guru, "Hemm, barangkali sepuluh tahun"
Tanya anak muda, "Guru, ayah hamba sudah tua dan hamba harus merawatnya.
Hamba tak bisa meninggalkannya l! ama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?"
Jawab guru, "Hemm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun."
Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, "Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, hamba bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?"
Jawab guru sambil terkekeh-kekeh, "Kalau yang ini, kau akan memerlukan tiga puluh tahun."
Pojok Renungan : Sabarlah dalam mencapai tujuan. Jangan bebani langkah dengan hal-hal selain tujuan kita. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apa pun pada akhirnya.
-
Mengeluh
@ 2007-05-12 – 01:37:16
Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami
membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu
mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja
ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda."Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."
-
Kekayaan Manusia Yang Terbesar
@ 2007-05-12 – 01:36:20
SEORANG sahabat yang mulai kelelahan hidup, pagi bangun, berangkat ke kantor, pulang malam dalam kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit, kemudian bertanya: untuk apa hidup ini? Ada juga orang tua yang sudah benar-benar lelah mengungsi (kecil mengungsi di rumah orang tua, dewasa mengungsi ke lembaga pernikahan, tua mengungsi di rumah sakit), dan juga bertanya serupa.
Objek sekaligus subjek yang dikejar dalam hidup memang bermacam-macam. Ada yang mencari kekayaan, ada yang mengejar keterkenalan, ada yang lapar dengan kekaguman orang, ada yang demikian seriusnya di jalan-jalan spiritual sampai mengorbankan hampir segala-galanya. Dan tentu saja sudah menjadi hak masing-masing orang untuk memilih jalur bagi diri sendiri.
Namun yang paling banyak mendapat pengikut adalah mereka yang berjalan atau berlari memburu kekayaan (luar maupun dalam). Pedagang, pengusaha, pegawai, pejabat, petani, tentara, supir, penekun spiritual sampai dengan tukang sapu, tidak sedikit kepalanya yang diisi oleh gambar-gambar hidup agar cepat kaya. Sebagian bahkan mengambil jalan-jalan pintas.
Yang jelas, pilihan menjadi kaya tentu sebuah pilihan yang bisa dimengerti. Terutama dengan kaya materi manusia bisa melakukan lebih banyak hal. Dengan kekayaan di dalam, manusia bisa berjalan lebih jauh di jalan-jalan kehidupan. Dan soal jalur mana untuk menjadi kaya yang akan ditempuh, pilihan yang tersedia memang amat melimpah. Dari jualan asuransi, ikut MLM, memimpin perusahaan, jadi pengusaha, sampai dengan jadi pejabat tinggi. Namun, salah seorang orang bijak dari timur pernah menganjurkan sebuah jalan: contentment is the greatest wealth. Tentu agak unik kedengarannya. Terutama di zaman yang serba penuh dengan hiruk pikuk pencarian keluar. Menyebut cukup sebagai kekayaan manusia terbesar, tentu bisa dikira dan dituduh miring.
Ada yang mengira menganjurkan kemalasan, ada yang menuduh sebagai antikemajuan. Dan tentu saja tidak dilarang untuk berpikir seperti ini. Cuma, bagi setiap pejalan kehidupan yang sudah mencoba serta berjalan jauh di jalur-jalur "cukup", segera akan mengerti, memang merasa cukuplah kekayaan manusia yang terbesar. Bukan merasa cukup kemudian berhenti berusaha dan bekerja.
Sekali lagi bukan. Terutama karena hidup serta alam memang berputar melalui hukum-hukum kerja. Sekaligus memberikan pilihan mengagumkan, bekerja dan lakukan tugas masing-masing sebaik-baiknya, namun terimalah hasilnya dengan rasa cukup.
Dan ada yang berbeda jauh di dalam sini, ketika tugas dan kerja keras sudah dipeluk dengan perasaan cukup. Tugasnya berjalan, kerja kerasnya juga berputar. Namun rasa syukurnya mengagumkan. Sekaligus membukakan pintu bagi perjalanan kehidupan yang penuh kemesraan. Tidak saja dengan diri sendiri, keluarga, tetangga serta teman. Dengan semua perwujudan Tuhan manusia mudah terhubung ketika rasa syukurnya mengagumkan. Tidak saja dalam keramaian manusia menemukan banyak kawan, di hutan yang paling sepi sekalipun ia menemukan banyak teman.
Dalam terang cahaya pemahaman seperti ini, rupanya merasa cukup jauh dari lebih sekadar memaksa diri agar damai. Awalnya, apapun memang diikuti keterpaksaan. Namun begitu merasa cukup menjadi sebuah kebiasaan, manusia seperti terlempar dengan nyaman ke sarang laba-laba kehidupan. Di mana semuanya (manusia, binatang, tetumbuhan, batu, air, awan, langit, matahari, dll) serba terhubung, sekaligus menyediakan rasa aman nyaman di sebuah titik pusat.
Orang tua mengajarkan hidup berputar seperti roda. Dan setiap pencarian kekayaan ke luar yang tidak mengenal rasa cukup, mudah sekali membuat manusia terguncang menakutkan di pinggir roda. Namun di titik pusat, tidak ada putaran. Yang ada hanya rasa cukup yang bersahabatkan hening, jernih sekaligus kaya. Bagi yang belum pernah mencoba, apa lagi diselimuti ketakutan, keraguan dan iri hati, hidup di titik pusat berbekalkan rasa cukup memang tidak terbayangkan. Hanya keberanian untuk melatih dirilah yang bisa membukakan pintu dalam hal ini.
Hidup yang ideal memang kaya di luar sekaligus di dalam. Dan ini bisa ditemukan orang-orang yang mampu mengkombinasikan antara kerja keras di satu sisi, serta rasa cukup di lain sisi. Bila orang-orang seperti ini berjalan lebih jauh lagi di jalan yang sama, akan datang suatu waktu dimana amat bahagia dengan hidup yang bodoh di luar, namun pintar mengagumkan di dalam. Biasa tampak luarnya, namun luar biasa pengalaman di dalamnya. Ini bisa terjadi, karena rasa cukup membawa manusia pelan-pelan mengurangi ketergantungan akan penilaian orang lain. Jangankan dinilai baik dan pintar, dinilai buruk sekaligus bodoh pun tidak ada masalah.
Salah satu manusia yang sudah sampai di sini bernama Susana Tamaro. Dalam novel indahnya berjudul 'pergi ke mana hati membawamu' ia kurang lebih menulis: kata-kata ibarat sapu. Ketika dipakai menyapu, lantai lebih bersih namun debu terbang ke mana-mana. Dan hening ibarat lap pel. Lantai bersih tanpa membuat debu terbang. Dengan kata lain, pujian, makian, kekaguman, kebencian dan kata-kata manusia sejenis, hanya menjernihkan sebagian, sekaligus memperkotor di bagian lain (seperti sapu). Sedangkan hening di dalam bersama rasa cukup seperti lap pel, bersih, jernih tanpa menimbulkan dampak negatif.
Manusia lain yang juga sampai di sini bernama Chogyum Trungpa, di salah satu karyanya yang mengagumkan (Shambala, The sacred path of the warrior), ia menulis: this basic wisdom of Shambala is that in this world, as it is, we can find a good and meaningful human life that will also serve others. That is our richness. Itulah kekayaan yang mengagumkan, bahwa dalam hidup yang sebagaimana adanya (bukan yang seharusnya) kita bisa menemukan kehidupan berguna sekaligus pelayanan bermakna buat pihak lain.
-
Menjadi Pribadi Yang Tangguh
@ 2007-05-12 – 01:35:46
Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah. Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan
pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati"
untuk menentukan suasana yang diinginkan. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, instruksi agar kita menyesal atau sedih karena habis bertengkar.Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.
Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat
merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.
Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi
optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah
yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.
Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam
duka.Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan.
-
Anda Memiliki Potensi Untuk Menjadi Yang Terbaik
@ 2007-05-12 – 01:33:58
Pada dasarnya setiap manusia bisa menjadi yang terbaik dari dirinya apapun latar belakangnya, status sosial maupun ekonomi . Namun mengapa masih banyak manusia bahkan lebih dari lima puluh persen dari jumlah manusia di dunia yang tidak merasa demikian. Lalu dimana letak kesalahannya? Apakah semua itu sudah suratan takdir alias Nasib? Seandainya benar, apakah kita yakin kalau Tuhan menginginkan manusia yang notabene ciptaanNya yang paling sempurna ini menjadi sengsara dan merana. Tentu saja tidak. Hal ini bisa saya buktikan dengan kelebihan-kelebihan yang dianugerahi oleh Sang Pencipta kepada mahluk ciptaanNya yang disebut Manusia.
Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk ciptaan lainnya. Selain dikarunia dengan bentuk tubuh yang fungsional, susunan tulang dan otot yang dapat memungkinkan untuk melakukan gerakan yang berbeda-beda, manusia masih dikarunia sebuah otak yang super canggih yang dapat mengontrol denyut jantung kita sampai dengan 100.000 kali/hari dan mampu mengatur kinerja memompa 25 000 liter darah melalui pembuluh darah yang panjangnya kalau dihubungkan dari ujung ke ujung panjangnya mencapai 100,000 km dan ini sama dengan panjang 2 kali bumi apabila ditarik garis lurus mengitari garis khatulistiwa. Itupun hanya sebagian kecil dari kemampuan otak kita dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya uraikan. Sungguh luar biasa apa yang mampu dilakukan oleh otak kita yang beratnya hanya 1.5 kg. Semua itu pula diatur dengan sendirinya oleh otak tanpa harus dipantau oleh si pemilik otak. Sungguh menakjubkan! Sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini saya ingin anda merenung sejenak untuk menyadari betapa kita memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk kita dayagunakan untuk keberhasilan kita.
Jadi setelah menyadari keistimewaan diatas lalu apakah masih ada alasan bagi kita untuk menyalahkan Sang Pencipta apabila kita tidak dapat menjadi yang terbaik? Jadi apa yang menjadi penyebab bahwa manusia tidak bisa berprestasi? Ada beberapa faktor namun ada satu faktor yang sangat dominan dan hampir dialami oleh sebagian besar orang yaitu keyakinan, atau lebih spesifik-keyakinan akan kemampuan meraih sasarannya atau istilah lainnya Belief System. Keyakinan adalah sebuah kekuatan yang akan mendorong anda untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan anda. Keyakinan bagaikan kompas atau peta bagi manusia untuk menuju sasarannya. Faktor terbesar untuk menjadi yang terbaik adalah bukan terletak pada kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki melainkan pada Keyakinan.
Namun Keyakinan atau Belief System adalah dapat menjadi faktor penentu keberhasilan ataupun penentu kegagalan bagi manusia.Mari kita lihat bagaimana keyakinan dapat sangat berpengaruh pada proses tercapai atau tidaknya sebuah prestasi. Bagaimana keyakinan itu tercipta? Keyakinan bisa tercipta dari pengalaman seseorang dan juga dari referensi atau contoh. Keyakinan berdasarkan pengalaman tercipta ketika anda melakukan suatu kegiatan, sedangkan keyakinan yang berdasarkan referensi atau contoh tercipta setelah anda melihat orang lain melakukannya. Misalnya anda melakukan suatu usaha ,apabila berhasil maka hasil tersebut akan menambah keyakinan dalam diri anda bahwa anda mampu, sebaliknya kalau gagal maka hasil tadi juga akan menambah keyakinan bahwa anda memang tidak mampu.
Dan kalau yang diambil oleh anda sebagai kesimpulan terakhir adalah ketidakmampuan maka selamanya anda tidak mampu. Kesimpulan ini sangat berbahaya karena akan terprogram secara tak sadar di dalam otak sebagai sebuah keyakinan baru yang negatif.Para Achiever atau orang yang berprestasi didunia memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap kemampuan mereka dalam meraih prestasi puncak dalam karir maupun kehidupan.
Salah satu contohnya adalah Michael Dell, dia adalah salah seorang dari 10 orang terkaya didunia saat ini yang hanya berumur 39 tahun dari Amerika Serikat yang mana kekayaan pribadinya mencapai Rp 156 triliun (US$ 17 milyard), Dell adalah seorang pendiri dan CEO Perusahaan komputer raksasa DELL yang memproduksi PC (Personal Computer) dan Note book yang terbesar didunia dan perusahaan yang dibangun 19 tahun yang lalu dan mampu mengalahkan perusahaan raksasa lainnya seperti HP dan Compaq yang telah berumur lebih dari 50 tahun. Diusia 29 tahun Michael Dell sudah masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia. Padahal sebelumnya di usia 19 tahun Michael Dell memulai usahanya sebagai salesman komputer dan mulai merakit dan menjualnya di kampus dan dia pun tidak menyelesaikan studinya namun hanya dalam waktu yang relatif singkat Dell dapat menguasai penjualan PC didunia.Apa yang membuat Dell mampu berprestasi begitu luar biasa? Keyakinan, jawabnya. Keyakinan yang sangat kuat bahwa dia mampu menjadi yang terbaik. Usia yang muda dan minimnya pengalaman ketika dia memulai usahanya tidak membuat dia takut untuk bersaing dengan perusahaan sekelas HP dan IBM, bagi Dell usia muda berarti memiliki waktu yang lebih panjang untuk mencoba dan melakukan untuk menjadi yang terbesar dan terbaik didunia dan itulah yang dinamakan KEYAKINAN.
Bagaimana dengan kita? Karena keyakinan juga dapat tercipta karena referensi atau contoh pengalaman orang lain maka anda juga bisa mengambil atau bahkan "memodel" keyakinan dari orang-orang sukses seperti Michael Dell, Bill Gates, Michael Jordan atau siapa saja yang anda kagumi. Belajarlah dengan mereka, belajar cara mereka menghadapi tantangan, belajar belief system mereka dan hal lain yang anda butuhkan untuk menjadi yang terbaik karena untuk tujuan itulah manusia dilahirkan.Semoga artikel ini bermanfaat, Salam Outstanding!
-
Sikap Dan Bakat
@ 2007-05-12 – 01:31:15
Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna, dengan keunikan masing-masing dan dengan caranya sendiri.
Dia tidak akan meninggalkan anda dan saya, karena Dia bukan seperti watch maker yang membuat lalu diserahkan pada orang lain untuk mengurusnya. Tuhan punya mekanisme tersendiri, Dia menciptakan apa yang disebut bakat, yakni potensi dasar yang dimiliki setiap anda dan saya.
Dengan bakat manusia dapat berkembang, dengan bakat manusia dapat bertahan, dengan bakat manusia dapat melakukan banyak hal, dengan bakat pula manusia dapat meningkatkan kemampuannya. Karena itu jangan pernah merasa diri tidak berharga, setiap orang punya bakat, kalau orang lain dapat melakukan sesuatu, andapun pasti bisa melakukannya.
Pikirkanlah itu.Bukanlah situasi dan kondisi yang anda, melainkan apa yang anda buat terhadap situasi dan kondisi itu, yang akan menentukan apa yang akan anda capai dengan hidup anda. Itu semua dipengaruhi oleh bakat yang ada dalam diri. Karena itu yang perlu anda lakukan adalah cuma memupuk dan mengarahkan bakat yang ada, setelah itu nikmatilah, anda akan merasakan bahwa segalanya akan berjalan dengan mudah, segalanya akan berjalan lancar dan segalanya akan respek dengan diri anda. Seiring dengan berjalannya waktu dan jam
terbang anda, bakat akan terlihat mengkilat dan mengkilau sehingga orang disekitar akan merasakannya, akan melihatnya dan akan percaya dengan kemampuan anda.Renungan :
Urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk bersaing, menang dan mendahului orang lain tetapi bersaing dengan diri sendiri, mendahului diri sendiri, berpacu dengan diri sendiri. Potensi atau bakat yang Tuhan ciptakan cukup untuk memulainya, tinggal berjuang, memupuk dan mengarahkannya. Kalau orang lain bisa kenapa diri ini tidak?Tip dan Latihan
1. Hari ini saya akan memikirkan kembali tentang apa yang saya miliki dan bukannya yang tidak saya miliki, saya akan memikirkannya dengan serius
2. Hari ini saya akan …………
posted by Dodi - Ryan @ 1:13:00 AM 0 comments
Friday, February 09, 2007
Jarak ribuan kilometer dimulai dari sebuah langkah kecil
Pencapaian sesuatu atau kesukesan seringkali dilihat hanya dari hasil akhirnya saja. Padahal dibalik itu semua banyak sekali pelajaran penting yang bisa diambil dari proses menuju kesuksesan tersebut.Seringkali kita membaca atau mendengar kisah sukses seseorang yang ternyata diawali dari suatu yang sangat kecil. Misalnya pemilik jaringan salon Rudy hadisuwarno yang memulai usaha dari sebuah salon kecil bahkan kacanyapun masih pinjam dari orang tuanya. Martha Tilaar pemilik Sari Ayu memulai usaha dari sebuah salon kecil di garasi
rumah. Demikian juga kisah sukses Apple komputer, Campina Ice Cream semuanya berawal dari garasi rumah.Jadi kesuksesan tidak selalu diraih dengan kemewahan dan modal miliaran rupiah. Lari maraton 10 KM pun dimulai dari sebuah langkah kecil. Jadi mengapa harus berkecil hati ? Yang terpenting adalah langkah itu diambil atau dimulai. Jangan hanya diimpikan.
Memang tidak ada semua proses itu mulus. Tidak ada seorang sukses pun yang tidak pernah gagal. Hinaan & cibiran malah menjadi cambuk bahkan menjadi hiburan bila kita bisa melihat dengan bijak. Kita mesti berterima kasih kepada mereka yang menghina kita karena dengan adanya hinaan tsb tekad kita menjadi semakin kuat untuk terus membuktikan bahwa kita bukan orang gagal.
Seperti yang dikatakan AA Gym mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri. Jadi apakah kita akan diam saja atau mulai berjalan ?
Semoga menjadi inspirasi,
-
Bola masuk ke kantung kertas
@ 2007-05-12 – 01:28:16
Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?
Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.
Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.
Smiley...! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.
How good we are could find out the best of us in solving problem, especially during under pressure ??
-
Bodoh Teriak Bodoh
@ 2007-05-12 – 01:28:05
Dua orang Bos 'berlomba' menonjolkan kebodohan sopirnya. Bos A kemudian memanggil sopirnya, "Sono, tolong beli mobil BMW seri terbaru dengan uang Rp 100 ribu ini". "Baik Tuan". Dengan cepat Sono berlalu.
Bos A dengan senyum kemenangan, "Tuh lihat sendiri kan betapa bodohnya sopir saya". "Ah itu sih belum apa-apa dibanding kebodohan sopirku", sahut Bos B. "Sunu, tolong cek apakah Bapak (Bos
ada di rumah saat ini". "Segera Tuan" sahut Sunu. Diapun segera berlalu. Dengan tertawa keras Bos B memandang Bos A untuk menunjukkan bahwa dialah yang menang dalam 'pertandingan kebodohan' ini.Kedua sopir kemudian bertemu di jalan. Sono berkata, "Ampun deh Bosku itu sangat tolol". "Ah kamu sih belum tahu kalau Bosku jauh lebih tolol dibanding Bosmu", respon Sunu.
Tidak mau kalah Sono menyambung, "Bayangkan Bosku memberi uang Rp 100 ribu untuk membeli BMW seri terbaru. Mana mungkin itu ???". "Masa Bos tidak tahu kalau hari ini hari Minggu. Mana ada show room yang buka sehingga aku bisa membeli mobil BMW seri terbaru ?".
"Iya.. ya benar juga. Tapi dengar dulu ceritaku sebelum kamu berpikir bahwa Bosmulah yang paling bodoh". "Masa Bosku minta tolong aku untuk mengecek apakah dia yang saat ini bersama Bosmu di sini, ada di rumah saat ini ?. Aneh sekali". "Kan Bosku punya HP, kenapa dia tidak langsung telpon ke rumah untuk menanyakan apakah dia ada di rumah atau tidak saat ini?".
Mungkin kita akan tersenyum lebar membaca cerita di atas sambil berpikir apakah benar ada orang sebodoh Sono dan Sunu, kedua sopir tersebut.
Dalam dunia nyata, kita sangat dekat dengan orang-orang 'bodoh' yang teriak 'bodoh' seperti kedua sopir yang mengatakan kedua Bos mereka bodoh tanpa mereka mengerti bahwa sebenarnya mereka 'lebih bodoh'. Bahkan, tanpa bertendensi apapun, jangan-jangan kitapun termasuk kelompok 'bodoh teriak bodoh' ini.
Banyak orang yang terbiasa mencela orang lain terutama karena kesalahan dan kekurangan orang lain tersebut. Tidak jarang celaan itu muncul dari pikiran iri, dengki, takut kalah, dan lain-lain penyakit pikiran yang banyak menghinggapi orang jaman sekarang. Padahal setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada keterbatasan dalam diri setiap orang. Tidak ada yang sempurna segala-galanya. Apakah kita memiliki hak untuk mengatakan orang lain bodoh, selalu salah, jelek, dan lain-lain yang tidak baik ? Bukankah kita sendiri pasti pernah melakukan kesalahan dan 'kebodohan' sewaktu kita belum 'sepintar' saat ini ?
Bos A dan B juga termasuk kelompok 'bodoh teriak bodoh' karena mempertandingkan kebodohan sopirnya. Mereka tidak sadar bahwa merekapun dikatakan bodoh oleh kedua sopir yang dibodoh-bodohi oleh mereka walaupun pemberian 'cap bodoh' oleh kedua sopir kepada kedua Bos dalam konteks yang berbeda.
Kita perlu sering 'berkaca' dan mengevaluasi diri untuk terus melakukan perbaikan terhadap diri sendiri baik dalam tataran pemahaman maupun perbuatan langsung melalui pikiran, ucapan dan perbuatan.
Jangan habiskan waktu kita untuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang lain. Manfaatkan waktu tersebut untuk mengolah diri menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita menjadi orang-orang yang punya daya saing tinggi untuk berkompetisi dalam dunia bisnis atau profesional, dan sosial kemasyarakatan.
Pada akhirnya kita tidak akan terperosok ke dalam kelompok 'bodoh teriak bodoh' dan bisa menjadi orang-orang yang 'pintar', yang tidak mudah memberikan klaim atau label (terutama 'bodoh') kepada orang lain.
-
Bangun Bisnis, Bangun “Kerajaan” Sendiri?
@ 2007-05-12 – 01:27:00
Sampai saat ini, konsep Kiyoshaki tentang pentingnya orang memasuki dunia bisnis masih dijadikan sumber inspirasi. Jutaan orang berhasil dirubah mindset-nya untuk segera meninggalkan dunia emplyoee (karyawan) menuju business owner.
Jangan terlalu lama jadi orang gajian. Menjadi orang gajian (pekerja/karyawan) di samping penghasilannya terbatas, tetapi juga kebebasannya terbatas: jadi budak uang (kalau tidak kerja tidak dibayar). Tidak hanya jadi budak uang, tetapi budak waktu (hari-harinya) dibelenggu oleh tumpukkan pekerjaan sehingga nyaris tidak ada waktu untuk pengembangan dirinya maupun untuk keluarga. Padahal, semua itu dapat diatasi dengan mudah bila kita mau sedikit merubah mindset dalam melihat uang. Bukan kita yang bekerja untuk uang, tapi uanglah yang bekerja untuk kita melalui investasi (usaha).
Menjadi seorang karyawan, lanjut Kiyoshaki, artinya ia hidup dan bekerja untuk orang lain (pengusaha).
Apa lagi kalau yang bersangkutan terlibat hutang kantor untuk keperluan konsumtif, keringat dan bahkan darah digadaikan pada majikan. Berbeda dengan kalau menjadi pengusaha, ia mampu menghidupi orang lain, mampu mengendalikan orang lain sesuai dengan kemauannya.
Sedikit berbeda dengan Kiyoshaki, beberapa mentor Entrepreneur University mengungkapkan alasan mengapa mereka berani keluar dari tempat kerjanya dan segera memulai bisnis. Bukan hanya karena panggilan jiwa, tetapi mereka melihat dunia kerja (swasta dan pemerintah) bak penjara yang kurang sehat yang pengap lingkungan. Betapa tidak, hari-hari kerja selalu tidak lepas dari gosip, sikut-menyikut, kadang teman jadi lawan hanya karena jabatan. Payahnya lagi, bukannya belajar untuk mengukir prestasi tapi waktu demi waktu nyaris habis untuk ngrumpi, kalau tidak mempergunjing temannya, ya ganti pimpinannya. Kebiasaan hidup yang demikian adalah cara “cerdas” untuk memperbodoh diri.
Menurut hemat saya, orang yang secara totalitas untuk tetap bertahan sebagai karyawan (swasta atau peerintah) tanpa ada usaha sampingan bisnis, suatu saat nanti (pada saat pensiun) akan mengalami tantangan hidup kritis. Tanpa persiapan sejak masih bekerja untuk membuka bisnis, masa pensiun bukannya masa yang menyenangkan seperti yang dibayangkan semula. Masa pensiun adalah masa kelam yang mengerikan. Saya melihat banyak orang pensiunan yang mengalami depresi, terkena post power syndrom, dan tanpa gairah hidup alias layu (cepat tua sekali). Berbeda dengan mereka yang sejak semula sudah mempersiapkan masa pensiunnya untuk bisnis, tetap terlihat segar dan energik, hidup penuh gairah di masa tua.
Anda perlu berpikir ulang bila totalitas hidupnya hanya untuk perusahaan/kantor. Untuk berpikir ulang (khususnya karywan kelas bawah) bila waktu senggangnya hanya habis untuk memanjakan diri.
Pertanyaan kritis yang perlu diajukan adalah :apakah perusahaan/kantor Anda tengah memperiapkan Anda secara sistematis untuk masa pensiun?Atau perusahaan Anda hanya mengekspoitasi hidup Anda sehingga Anda merasa “dipenjara” oleh pekerjaan lalu dicampakan begitu saja ketika usia pensiun?
Bila itu terjadi, kita pantas bersedih. Di usia pensiun mestinya tinggal menikmati hidup malah kesengsaraan yang terjadi: “dicampakan” dengan alasan sudah tidak produktif lagi. Maka agar yang demikian tidak terjadi, membangun sendiri kerajaan bisnis sejak dini jauh lebih rasional, kalau tidak ingin terlunta-lunta hidupnya di masa tua (pensiun).
Sampai di sini perlu saya ingatkan lagi apa yang dikatakan oleh Kiyosahaki di atas bahwa dunia kerja adalah dunia hidup untuk orang lain. Yang bekerja di perusahaan swasta, hidupnya diabdikan untuk sang majikan: gaji dan pola hidup ditentukan oleh sang majikan; yang bekerja di pemerintahan (PNS, pegawai negeri sipil) juga mengalami nasib yang sama: hidup untuk mengabdi, setelah tua silakan “kembali” ke rumah alias pensiun.
Jabatan struktural di swasta dan di pemerintahan memang menjanjikan. Paling tidak gajinya dari segi pendapatan dan fasilitas. Tetapi perlu diingat bahwa semua itu bukan milik Anda. Jabatan dan fasilitasnya yang diterima adalah milik Pemilik Perusahaan itu sendiri bila Anda bekerja di swasta; dan milik publik bila Anda bekerja di pemerintahan. Apa artinya? Artinya bahwa jabatan yang Anda kejar dengan segala daya upaya itu sesungguhnya adalah milik orang lain. Pesan yang terkandung didalamnya adalah nasib Anda ditentukan oleh pemilik perusahaan, sehinga kalau dipandang tidak cocok lagi, atau tidak produktif lagi Anda diberhentikan (pensiun). Dan segera diganti oleh orang lain. Alangkah tragisnya hidup ini bila setelah bekerja keras, akhirnya hanya untuk orang lain.
Berbeda dengan bila Anda bangun usaha sendiri. Katakanlah mulai hari ini Anda memulai bisnis, maka mulai hari ini juga Anda sedang membangun sebuah “kerajaan” bisnis sendiri. Segala modal, pikiran, tenaga dan waktu Anda curahkan untuk diri Anda sendiri, demi kerajaan (impian) Anda sendiri. Bila berhasil nanti, semua jerih payah akan Anda nikmati sampai anak cucu. Tidak ada yang berani memberhentikan Anda, tak Ada yang berani mencampakkan Anda, kecuali kehendak Tuhan.
Bila karir di perusahaan/pemerintah ada batas-batasnya, kenapa kita tidak bangun bisnis sendiri? Bangun bisnis ibarat bangun “kerjaan” sendiri.
Waidi, Pengelola EU Purwokerto, Trainer dan Penulis buku-buku NLP: “The Art of Re-engineering Your Mind for Success” (best seller), dan buku “Jangan Mau Seumur-umur Dibodohi Diri Sendiri”, dosen Entrepneurship UNSOED.
-
Singa Jantan dan Kucing
@ 2007-05-12 – 01:26:27
Singa jantan jangan belajar mengaum kepada kucing (Beres).
Seringkali tanpa disadari, kita yang dilahirkan sebagai anak-anak Singa yang perkasa dan mandiri, anak-anak Raja, tidak menyadari kelebihan dan rencana besar yang sedang dan mau dikerjakan oleh Tuhan didalam diri kita. Kita menganggap diri kita bahkan lebih rendah dari Kucing, dan ingin belajar darinya.
Kucing memang memiliki banyak kelebihan dari Singa, Kucing lebih kecil sehingga dia lebih lincah dan mampu memanjat dengan cepat. Kucing lebih kecil dan suaranyapun tanpa wibawa, sehingga tidak banyak yang takut dan gentar pada kehadirannya.
Kucing bukanlah Singa meskipun banyak kelebihan dan kemiripannya, Kucing tidak mungkin mengaum dengan penuh wibawa, kucing hanya bisa mengeong dengan suara keras melengking atau dengan menghiba.
Singa Jantan jangan belajar Mengaum kepada Kucing (Beres), itu sesuatu hal yang mustahil terjadi. Potensi Mengaum hanya ada pada Singa bukan pada Kucing. Singa Jantan harus belajar mengaum pada sesama Singa lainnya.
Singa memburu dan menangkap buruannya. Singa makan dari hasil buruannya, dan Singa hanya memburu untuk memakannya. Kucing mendapatkan makanannya dari belas kasih pemiliknya, atau dari hasil mengais-ngais sisa makanan dari tempat pembuangan sampah, ada juga yang diperoleh dari hasil curian.
Kucing dikenal beberapa tipe, Kucing Peliharaan yang makan dan tinggal dari belas kasih tuannya, Kucing Kurap, kucing liar sipembuat onar dan makan dari sisa-sisa makanan atau hasil curian. Kucing Hutan, yang liar namun hanya memburu binatang yang lebih kecil dari dirinya, sering juga mempermainkan hasil tangkapannya sebelum menikmatinya.
Kucing yang menangkap hasil buruannya memiliki naluri mempermainkannya, karena buruan hasil tangkapannya umumnya lebih kecil dari dirinya. Sifat kucing ini menggambarkan suatu karakter yang ingin diakui kehebatannya meskipun sebenarnya biasa saja, karena buruannya memang lebih kecil dari dirinya.
Singa jantan adalah gambaran setiap anak manusia, yang terbentuknya dan rencana hidupnya ditentukan Tuhan untuk jadi penguasa alam ini, untuk jadi pemenang dan pemimpin.
Sayangnya banyak Singa Jantan (anak manusia) belajar mengaum kepada kucing, sampai akhir hidupnya mereka tidak menyadari anugerah dan kuasa serta kemampuan yang diberikan Sang Khalik kepadanya. Jangankan "Auman", suara "Ngeong" pun akhirnya tidak keluar dari mulutnya.
Ada Singa Jantan lainnya, terperangkap dalam sangkar Pelatihnya. Singa Sirkus, yang lupa akan kodratnya, yang menyianyiakan tenaganya, kekuatannya dan anugerahnya. Tunduk kepada arahan orang lain (pelatihnya) untuk menjadi penghibur penonton. Masih bisa mengaum, karena itu jadi menarik untuk ditonton, dia tetap Singa, tapi sudah
seperti Kucing piaraan.Hai Singa-singa Jantan (anak manusia), belajarlah mengaum dari Singa-singa Jantan yang sudah terlebih dahulu mengaum dari anda (berhasil, sukses). Anda adalah Singa Jantan, benih dan power untuk mengaum dan berburu ada didalam diri anda, gunakan, latih dan kembangkan supaya aumannya semakin besar dan buruanmu semakin besar.
Celakalah engkau hai anak manusia. Karena engkau yang bisa meniru hampir semua suara-suara alam. Engkau bisa meniru suara Singa, suara Kucing, bahkan suara Guruh dan Air Bah. Celakalah engkau yang hanya bisa meniru suara-suara namun tidak pernah menjadi seperti pemilik suara tadi.
Bila engkau terlalu mahir meniru suara-suara alam, setidaknya engkau dapat jadi penghibur penonton, dan mungkin dapat mengumpulkan rejeki darinya.
Ingat Tuhan menciptakan kita anak-anak manusia untuk menguasai alam ciptaanNya dan untuk menjadi pemenang serta diberkatiNya, untuk menjadi berkat bagi mereka disekeliling kita dan alam sekitarnya.
-
Jangan Pernah Menyerah!!
@ 2007-05-12 – 01:25:58
Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya.
"Tuhan", kataku, "Berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"
Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
"Lihat ke ke selilingmu", kataNya.
"Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?"
"Ya", jawabku.
Lalu Tuhan berkata,
"Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama. Aku beri mereka cahaya, Aku beri mereka air, pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah namun...,pada benih bambu tidak ada terjadi apa-apa, tapi Aku tidak berhenti merawatnya.
Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku
tetap tidak menyerah begitu juga dengan tahun ke empat. Lalu pada tahun ke lima sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan
yang tidak bisa mereka tangani.""Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu."
Tuhan berkata,
"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah."
"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.
"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"
"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh Tuhan?" tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya.
"Setinggi yang mereka mampu?" aku bertanya.
"Ya." jawabNya,
"Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."
Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap anda. Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberi pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini. -
Kelinci Vs Kura-Kura
@ 2007-05-12 – 01:25:47
Di suatu masa dan di suatu dimensi,kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat. Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya.
Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi,
"Ah, gue istirahat dulu, ntar klo si kura-kura dah deket baru gue lari lagi." Kelinci duduk di bawah pohon (ga di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.
Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.
Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya
Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh dan lalai. "Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue kalah" pikir kelinci.
Ditantangnya lah si kura-kura,
"Hei kura-kura, sini loe. Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang" .
Si kura-kura nyante aja ngejawab,
"hayyuukk, siapa takut?" Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish, beneran juga, kelinci yang menang.
Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan alon-alon asal kelakon .
Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari ke suatu tempat.
"Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?"
Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang.
Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.
"Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang." pikir kelinci.
Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai.
"Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi" termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai.
Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.
Moral : ketahui yu punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai kemapuan yang yu punya .
Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan bilang,
"Dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-bareng."
Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.
Moral : pinter dan berkemapuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .
Hikmah :
1. yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon
2. kerjalah sesuai kemapuanmu
3. kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. jangan menyerah bila gagal
5. berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan
Posts archive for: 12 May, 2007
