Pagi ini saya dipanggil bos besar,direktur manufacturing. Sudah kuduga kalau dipanggil akhir bulan begini pasti ada masalah penting dan genting tentang laporan kinerja satu bulan ini. Jantung deg deg an. Kalau dipanggil diakhir tahun hati berbunga-bunga berarti akan dapat bonus atau promosi di awal tahun depan. Benar saja masalah laten produksi reject terulang lagi. Nggak tanggung-tanggung 15% dari total produksi melebihi reject bulan sebelumnya. Yang mengherankan dan membuat bos berang penyebabnya sama dengan bulan-bulan sebelumnya dan masalahnya cukup sepele tidak memerlukan pengetahuan teknis. Hasil pengelasan banyak yang bocor karena pasir flux yang dipakai untuk melindungi pengelasan kontak dengan udara luar lembab. Padahal sudah dimeetingkan berkali-kali dan dibuat SOP, Standard Operating Procedure dijelaskan lagi dengan WI, Work Instruction atau Petunjuk Kerja. Jangan menerima barang reject dari proses sebelumnya dan jangan meneruskan barang reject pada proses sesudahnya. Bila pasir flux dari gudang sudah lembab jangan diterima hentikan produksi atau panaskan lebih dahulu. Kalau proses pengelasan harus menunggu karena ada masalah pada proses sebelumnya lebih dari 2 jam panaskan lagi pasirnya baru mengelas. Kenyataannya petunjuk berupa tulisan dan instruksi langsung dari atasan tidak dipatuhi oleh bawahan. Proses pengelasan diteruskan dan dilanjutkan dengan proses annealing, shoot blasting, painting sampai tertangkap saat test kebocoran leak test. Hasilnya sebanyak 15% dari total produksi 100.000 unit barang siap kirim harus discrap yang bila dirupiahkan mencapai nilai jual 1,2 milyar rupiah belum lagi kerugian moral karena terlambat kirim kepada Customer.
Saya terpaku dan termenung. Apa yang salah dengan karyawan ?. Kenapa mereka tidak melaksanakan Petunjuk Kerja atau instruksi atasannya ? atau apa yang salah dengan atasan?. Tidak ada roh yang menggerakkan bawahan berbuat sesuai dengan Petunjuk Kerja atau mematuhi intsruksi atasannya. Bagaimana komunikasi atasan dengan bawahannya?. Ya barangkali atasan dan bawahan jarang bertemu. Kalaupun bertemu jarang bertukar pikiran hanya basa-basi saja. Jurang antara atasan dan bawahan dalam sekali dan tidak ada kontak batin atau hubungan sosial.
Kita juga jarang bertemu dengan Tuhan atau malah belum pernah sama sekali. Lalu bagaimana Tuhan berbicara dengan kita ?. Kalau Tuhan tidak pernah berbicara dengan kita bagaimana hubungan kita dengan Tuhan ?. Apa Tuhan itu memang benar-benar ada ?. Tuhan berbicara dengan kita dengan dua cara yaitu logos dan rhema. Bila kita sembahyang di Mesjid atau kebaktian di Gereja, Membaca kitab suci Al?Quran atau Alkitab mendengarkan kotbah, ceramah, ikut pengajian atau Pendalaman Alkitab kemudian kita mengerti dan melaksanakannya maka Tuhan telah berbicara kepada kita secara logos. Sebaliknya bila kita berbuat kebajikan dan kebaikan dalam hidup kita yang digerakkan dari dalam hati pikiran kita berarti Tuhan sedang berbicara kepada kita secara rhema. Sebagai ilustrasi sebutlah nama teman saya Ucok Poltak menemukan sebuah dompet di halte bis berisi KTP, SIM, ATM dan uang kontan Rp. 500.000. Dia mengantonginya tidak ada niat mengembalikannya kepada pemilik sah sesuai KTP. Kemudian Ucok Poltak mendengar kotbah di televisi tentang hukum Taurat bahwa mencuri itu dilarang. Pengkotbahnya membahas tentang pencurian itu bukan hanya mengambil langsung kepunyaan orang lain termasuk menggunakan kepunyaan orang lain tanpa se-izin pemiliknya. Ucok Poltak mengerti lalu pergi mengembalikan dompet tersebut. Tuhan telah berbicara kepadanya secara logos melalui pengkotbah di televisi. Lain halnya bila saat menemukan dompet tersebut, ada suara yang menggerakkan hati dan pikiran Ucok Poltak segera mengantarkannya kepada pemiliknya sesuai yang tertulis di KTP berarti Tuhan telah dan sedang berbicara kepada Ucok Poltak secara rhema.
Demikian juga dalam hal bekerja. Dengarkan suara Tuhan yang menggerakkan hati pikiran kita saat melakukan tugas yang diamanatkan perusahaan kepada kita. Tuhan telah memelihara dan memberkati kita beserta keluarga yang menjadi tanggungan kita melalui pekerjaan. Bagi anda para atasan yang memiliki bawahan PD-PD pandai pandai maksudnya. Anda tidak perlu membuang waktu banyak memberikan instruksi secara logos kepada anak buah dengan berkali-kali memberikan perintah, petunjuk atau membuat SOP, WI, Petunjuk Kerja serta membahasnya secara mendetail. Mereka cepat paham dengan SOP dan instruksi anda. Cuma anda harus mampu menumbuhkan rhema di hati mereka agar berbuat sesuai SOP dan petunjuk anda. Banyak cara yang bisa anda lakukan dengan predikat anda sebagai Manager, Supervisor atau atasan lainnya. Apakah dengan puji dan tegur, personal approach seperti makan siang bareng, atau macam-macam cara lainnya. Yang penting ada ikatan batin antara anda dengan bawahan sehingga kalaupun anda tidak masuk kerja niscaya mereka tetap mematuhi instruksi anda melalui SOP yang telah anda buat sebelumnya. Sebaliknya bila bawahan anda BD-BD, kurang pandai maksudnya. Anda harus ekstra keras berbicara kepada mereka secara logos memberikan instruksi berulang-ulang, membahas dan menjelaskan SOP, WI berkali-kali sampai mereka mengerti. Bila penyampaian logos berupa perintah, instruksi kerja secara berulang-ulang cenderung cerewet kepada bawahan cukup simpatik, menghargai mereka sebagai asset dan memperlakukan mereka sebagai orang penting niscaya rhema juga akan tumbuh dengan sendirinya dihati mereka. Mereka akan melakukan pekerjaan dengan senang hati. Awalnya mereka akan bekerja berdasarkan petunjuk anda tapi lama kelamaan akan ada suara dari hati pikiran mereka untuk bekerja tanpa perintah ataupun pengawasan anda. Ada semacam dorongan moral dari dalam hati mereka bila melihat pekerjaan belum diselesaikan sesuai dengan kriteria yang anda berikan, rasanya wajah anda dan suara anda terbayang diwajah mereka dan terngiang-ngiang di telinga mereka.
Selanjutnya bila keadaan logos dan rhema sudah berimbang dilingkungan kerja anak buah anda. Anda para atasan tinggal mempertahankannya dengan PUJI dan TEGUR. Berikan pujian kepada anak buah anda, senantiasa rhema akan semakin tumbuh dihati mereka. Jangan lupa juga tetap tegur mereka bila mereka berbuat kesalahan. Kadang rhema tidak selalu tumbuh saat kita butuhkan apalagi dalam keadaan tidak mood. Maka logos selalu mengingatkan mereka. Penerapan PUJI dan TEGUR bisa anda laksanakan dengan bermacam cara sesuai dengan gaya kepemimpinan anda, saya berikan contoh seperti ini dengan mendefenisikan PUJI dan TEGUR sebagai singkatan dari : P-Pergoki bawahan saat emas, saat mereka tekun bekerja. U-Ungkapkan perhatian secara tulus, mereka pantas mendengarnya dari atasannya. Tetapi J-Jangan berlebihan saat memujinya dan I-Inspirasikan untuk maju dan berkembang. Maka bawahan anda akan selalu bekerja sesuai dengan logos anda dan dituntun oleh rhema dari dalam hati pikirannya. Bila bawahan anda membuat kesalahan tetap TEGUR : T-Tunjukkan kesalahannya. E-Elaborasi sebab-akibat nya terhadap dirinya, karyawan lainnya, perusahaan sampai kepada customer dan supplier pemasok barang lainnya. G-Gunakan kecerdasan emosional saat menegurnya. Jangan pulanya anda mengatakan dasar orang??tidak tau diri, tidak tau diuntung, tidak tau kerja dan lain sebagainya. Kemudian tetap U-Ungkapkan harapan kedepan bahwa dia bisa berkembang kalau tidak mengulangi kesalahannya. Dan selanjutnya R-Rehabilitasi harga dirinya. Dia telah anda caci maki tetap minta maaf bila ada kata-kata kasar yang sempat keluar dari mulut anda.
Nah sekarang, andaikan bawahan anda sudah bekerja sesuai dengan petunjuk logos anda dan rhema dihati mereka sudah tumbuh serta lingkungan kerja nya telah anda pertahankan dengan Puji dan Tegur. Apakah tugas anda sudah selesai ?.Belum, saatnya anda berpikir untuk masa depan anda. Kembangkan karir anda dengan melakukan inovasi-inovasi baru. Cari ilmu-ilmu baru secara logos seperti baca buku-buku terbitan baru, browsing di internet, menjalin networking dan dengarkan suara hati anda secara rhema. Adakah suara dari dalam untuk mempromosikan salah satu anak buah anda ?. Adakah rhema untuk mengubah system kerja yang ada biar lebih effisien, effektif atau lebih ekonomis ?. Atau malah ada suara dari dalam yang menyuruh anda pindah pekerjaan?. Selalu ambil waktu luang untuk mendengarkan rhema dan renungkan. Lengkapi logos anda untuk melakukan suatu tindakan atau menentukan pilihan yang tepat dari rhema yang anda dengar.
Selamat bekerja dan berkarya.
-
« KEKAYAAN YANG UTUH | Summary channel FM Radio »
Dengarkan Suara Tuhan Saat Bekerja
@ 2007-05-11 – 04:31:38
0 Trackbacks to Dengarkan Suara Tuhan Saat Bekerja
Related posts
-
Prakata
on 2007-07-16 – 13:54:28 -
title-2644767
on 2007-07-16 – 13:54:23 -
Berita Bulan Juli 2007
on 2007-07-16 – 13:30:45 -
Apakah biaya utama yang harus Anda bayar ?
on 2007-07-16 – 08:24:58 -
Catatan Bulan Juli 2007
on 2007-07-11 – 13:21:14 -
menilai dan dinilai
on 2007-07-11 – 13:15:44 -
title-2614144
on 2007-07-11 – 11:09:10 -
Bola suka
on 2007-07-11 – 11:08:34 -
Angka Kemiskinan Turun!
on 2007-07-11 – 10:56:11 -
bagus untuk yang Jomblo
on 2007-07-11 – 10:32:51
