Search blog.co.uk

Posts archive for: 11 May, 2007
  • Hiduplah Saat Ini

    Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

    Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil berkata, "Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?" Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat benar-benar datang kepadanya.

    Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku. Kematian adalah rahasia Tuhan".

    "Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini,” desak si murid. "Baiklah. Sebenarnya rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut." Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia pantas untuk mati?" Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa mengalami kematian". Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"

    Hiduplah Saat Ini
    ”Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti?” Dengan wajah gembira si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini, sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."

    Hiduplah Saat Ini
    Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok belum datang,

    Hari ini
    Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas!
    Sekali lagi,
    Hiduplah Saat Ini
    Hiduplah saat ini!!

  • Gak Punya Sahabat di Kantor

    Punya sobat di kantor itu asyik lho. Selain punya teman makan siang bareng kita juga punya tempat curhat untuk numpahin unek-unek di kantor. Bete abis diomelin atasan atau pusing karena pekerjaan menumpuk, bisa diaduin ke sobat. Ya walau dia cuma bisa mendengar, menghibur, dan sedikit memberi solusi tapi kehadiran sobat di kantor itu cukup berasa!

    Tapi memang sih, nggak semua orang punya sahabat di kantor. Dan nggak semua orang bisa menemukan sahabat di kantor. Jika anda termasuk orang yang tidak punya sahabat di kantor, ada beberapa kemungkinan penyebabnya.

    Pertama, karena tuntutan pekerjaan yang tidak memungkinkan. Misalnya setiap hari tingkat pekerjaan begitu tinggi. Sehingga anda nggak punya kesempatan untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan kantor. Di tambah lagi kondisi teman-teman anda pun 'sami mawon'. Artinya mereka juga cukup disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. Jadi jangankan punya sahabat, sekedar ngobrol atau ngumpul baren! g teman kantor aja susah.

    Kemungkinan kedua adalah anda tidak bisa atau tidak suka bergaul. Hubungan pertemanan anda di kantor bisa dibilang sebatas kepentingan pekerjaan. Anda juga merasa nggak membutuhkan sahabat karena anda cukup merasa nyaman dengan diri sendiri. Atau bisa jadi anda justru merasa nggak nyaman jika harus sharing dengan sahabat. Anda merasa terganggu jika ada teman yang ingin bergaul lebih akrab dengan anda. Anda merasa lebih 'enjoy' sendiri karena lebih bebas dan tidak terbelenggu oleh hal-hal yang sering dilakukan bersama sahabat.

    Tapi mungkin juga kondisi anda yang tanpa sahabat disebabkan karena tidak ada yang tertarik menjadikan anda sahabat. Penyebabnya mungkin karena anda kurang menyenangkan dalam pergaulan atau anda terlalu egois dan menganggap diri anda paling hebat. Sehingga teman-teman di lingkungan kantor pun merasa enggan bersahabat dengan anda.

    Jika anda lebih 'enjoy' tanpa sobat di kantor it's oke! Tapi pikirkan juga apakah selamanya anda bisa bertahan tanpa satu orangpun yang dapat jadikan tempat bicara dan diskusi saat anda membutuhkan? Percaya deh semandiri-mandirinya anda, suatu saat anda memerlukan seseorang yang dapat mendengarkan keluh kesah, kesedihan sekaligus kegembiraan dan keceriaan anda.

    Nah, anda yang nggak punya sobat di kantor, nggak ada salahnya kalau anda mulai menjalin pertemanan yang lebih akrab dengan satu atau dua orang teman di kantor. Mulailah untuk lebih membuka diri. Cobalah untuk mendekati beberapa rekan kerja yang anda rasa cocok dengan anda.

    Jika anda sudah menemukan sobat yang pas bagi anda, pasti anda akan merasakan bedanya dibanding saat anda tidak punya sahabat. Paling tidak anda nggak akan 'jutek' lagi kalau lagi suntuk di kantor. Apalagi kalau kebetulan sobat anda bekerja di bidang yang sama dengan anda. Anda dapat diskusi dan 'sharing' jika ada kesulitan dalam pekerjaan. Tapi ingat, pertemanan yang anda bangun jangan sampai didasari oleh niat mencari keuntungan sepihak. Lebih baik jika persahabatan anda di kantor dilandasi oleh prinsip 'saling menguntungkan'. Artinya anda sama-sama mau saling berbagi, memberi, dan menerima dengan tulus.

    Pendek kata, persahabatan anda di kantor harus bisa menimbulkan dampak positif bagi perkembangan pribadi dan pekerjaan anda dan sobat anda. Anda harus bisa mengembalikan semangatnya jika sobat anda sedang 'down'. Dan anda pun nggak boleh sirik jika sobat anda mendapatkan promosi jabatan sementara anda tidak. Begitu juga sebaliknya.

    Namun, patut anda garis bawahi, jangan sampai hubungan persahabatan anda mengganggu hubungan dengan teman-teman lain di kantor. Akrab dengan sohib boleh, tapi bersosialisasi dengan rekan-rekan lain sekantor juga perlu lho. Nah, selamat menjalin persahabatan di kantor..!

  • Bertahan Hingga Menang

    Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan yang cerah. Ia punya perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik. Pada malam Natal, ia dalam perjalanan menuju ke rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka. Karena perjalanan panjang, ia capai dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.

    Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, "Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama." Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri. Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan melakukan olah raga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak. Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.

    Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.

    Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan putus asa! Hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang

  • Kisah kelinci

    Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata:

    "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

    Sang Rubah jantan merasa tertantang,

    "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

    Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.

    Sang Kelinci kembali bersantai, Sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata :

    "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

    Sang serigala merasa tertantang,

    "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

    Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.

    Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang seekor beruang besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata:

    "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."

    Sang Beruang merasa tertantang,

    "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?"

    Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar
    sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.

    Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai

    "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan!!"

    Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata

    "Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."

    The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara
    The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.

    Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama:

    (MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA

  • Positioning Diri

    Anda bisa membantu membentuk diri yang sukses di dalam dengan memposisikan diri berdasarkan kesadaran akan mindset sukses dan rasa syukur yang besar. Sangat sulit bagi setiap orang untuk menilai diri sendiri dengan obyektif karena sering kali perasaan-perasaan subyektif sangat dominan. Bisa saja Anda menilai diri sebagai seorang yang bermindset positif dan pemberani, namun bisa saja tindakan-tindakan Anda banyak yang didasarkan oleh perasaan takut dan kawatir. Ini sangat sering saya jumpai.

    Sekarang mari kita menciptakan suatu citra diri yang baru. Lepaskan segala macam pengenalan diri yang telah Anda akui sebagai diri sendiri. Lepaskan stigma-stigma yang secara tidak sadar Anda bawa ke mana-mana, seperti "anak kampung," "janda kembang," "anak yatim," "perawan tua," "perjaka tua," "orang bodoh," "kurang berpendidikan," dan lain-lain. Gunakan kesempatan ini untuk mengeksplor hal-hal yang baru dan citra-citra yang lain. Dengan sadar pandanglah diri Anda sebagai sepotong kertas putih yang bisa Anda lukis sendiri. Dalam istilah pemasaran, ini adalah positioning and branding. Seperti apa posisi maupun brand yang ingin Anda sampai kepada dunia?

    Tanggalkan segala perasaan sungkan, malu, dan kurang percaya diri. Tanamkanlah anggapan bahwa Anda orang yang serba bisa. Dengan mindset sukses yang sudah disadari penuh (lihat bab pertama), sudah waktunya Anda memberikan obyektif (tujuan) dalam posisi yang tercermin di dalam citra (brand) Anda. Apa maksudnya? Ingat ada tiga elemen: tujuan, posisi, dan citra.

    Supaya memudahkan, saya beri contoh diri saya sendiri. Tujuan paling tinggi dari hidup saya adalah menjadi orang yang mewarisi legenda kebaikan (legacy) kepada generasi-generai penerus dengan perbuatan-perbuatan amal dan etika tertinggi. Tujuan hidup ini yang juga disebut sebagai obyektif, mencakup lingkungan luar dan masyarakat yang memberi makna besar bagi semua perbuatan kita.

    Posisi saya artikan secara rileks sebagai profesi dan pilihan hidup saya yang saya jalankan sebaik mungkin hingga mencapai hasil yang melebihi rata-rata. Dalam Ilmu Pemasaran, positioning mencakup target audiens dari produk maupun jasa yang diperjual-belikan. Dalam konsep sukses yang dibahas dalam buku ini, positioning jelas juga mencakup lingkungan internal yang hendak Anda gauli secara intens. Dengan kata lain, jenis-jenis kelompok macam apa yang hendak Anda masuki di mana Anda akan dikenal sebagai diri yang sepenuhnya dan mampu menghasilkan diri yang melebihi rata-rata?

    Kurang lebih tujuh tahun yang lalu, saya banyak bergaul dengan para humanis dari berbagai negara dan mengidentifikasikan diri sebagai seorang pasifis (pacifist). Saat itu saya banyak melakukan kegiatan-kegiatan humanis sebagai seorang sukarelawan. Memang pada masa itu hanya itu yang ada di dalam pikiran dan perasaaan saya, apalagi setelah mengalami guncangan mental yang cukup dalam sebagai justifikasi perbuatan-perbuatan saya.
    Namun, hari ini adalah hari yang berbeda. Saya tidak lagi menjadi pelaku kegiatan-kegiatan humanis secara langsung. Melainkan, saya memilih untuk memberikan dukungan moral dan finansial semampu saya. Memang benar saya adalah seorang pasifis di dalam hati terdalam, namun positioning diri saya di dalam masyarakat telah bermetamorfosa. Saya yakin sumbangsih saya kepada dunia sama besarnya atau bahkan lebih besar lagi dengan posisi yang baru ini.

    Positioning yang tepat merupakan tanah yang subur untuk tumbuh menjadi pribadi dengan segala kelebihannya. Maka, sangatlah urgen untuk menemukan posisi yang tepat agar berkembang. Dengan memilih posisi sebagai motivator dan penggerak secara mental dan sekali-kali secara finansial pula, saya mempunyai tujuan lebih lanjut yang sangat jelas mengenai apa yang sedang saya kerjakan.

    Misalnya, segala bisnis yang saya jalankan akhirnya akan bermuara untuk memuaskan nurani yang pasifis ini. Saya memilih untuk memaksimalkan kesuksesan dari dalam agar bisa memberikan kontribusi lebih jauh di dalam masyarakat dunia, sekecil apa pun itu. Mengapa saya memilih untuk berbisnis? Ini akan saya bahas secara terperinci di dalam buku kedua saya akan diterbitkan bulan Februari atau Maret 2007.

    Jelas, saya tidak menyarankan Anda untuk mengikuti jejak saya 100%, namun Anda pasti bisa mencerna bagian-bagian dari prinsip-prinsip yang dibahas di dalam buku tersebut untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi Anda sendiri. Khusus bagi saya sendiri, salah satu cara untuk memenuhi tujuan hidup (obyektif) yang humanis dan melengkapi panggilan posisi di dalam masyarakat sebagai motivator mental dan finansial ternyata adalah dengan melakukan bisnis sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.

  • Sikap Mental Yang Membuat Perbedaan

    Saat perang Vietnam berkecamuk, ribuan tentara Amerika Serikat tertangkap oleh pasukan Vietcong. Mereka mengalami berbagai siksaan yang mengerikan. Berita tentang penyiksaan ini disebarkan sebagai propaganda atau 'psy-war' (perang urat syaraf) untuk menghancurkan mental pasukan AS.

    Banyak tahanan mengalami ketakutan yang luar biasa. Yang tertanam di benak mereka: "Saya tidak akan sanggup menahan siksaan seberat ini terus menerus." Akibatnya, beberapa bulan kemudian banyak dari mereka yang mengalami gangguan jiwa.

    Sebagian tahanan lain menjadi putus asa : "Siksaan ini sungguh tak tertahankan. Tidak ada harapan bagi saya untuk ke luar dari penjara ini dalam keadaan hidup." Mereka hanya sanggup bertahan beberapa bulan, kemudian mati dengan mengenaskan.

    Nixon_greets_POW_McCainTidak seperti para tahanan lain, John McCain, memiliki sikap mental pantang menyerah yang luar biasa. Ia melakukan monolog batin untuk menguatkan dirinya: "Saya harus kuat dan mampu bertahan agar dapat keluar dari penjara ini dalam keadaan hidup, karena ada tugas besar yang menanti". Sikap mental positif ini membuat ia mampu bertahan, walaupun setiap minggunya dua atau tiga kali dia disiksa sampai pingsan di penjara Hoa Lo (artinya dapur api yang menyala-nyala). Setelah mengalami siksaan berkepanjangan selama 5 ½ tahun, McCain dapat keluar dari penjara tersebut dalam keadaan hidup. Ia kembali berdinas di Angkatan Laut, kemudian menjadi seorang senator, bahkan di tahun 1997 ia dipilih oleh majalah Time sebagai salah satu dari 25 orang paling berpengaruh di Amerika Serikat.

    Dalam setting kehidupan para profesional masa kini: Alkisah, dua orang karyawan dipanggil menghadap Direktur Utama. Mereka sama sama mendapat teguran keras karena kesalahan besar yang telah mereka lakukan.

    Karyawan pertama menanggapi teguran itu dengan sikap mental negatif. Ia tertunduk lesu. Yang terpikir dalam benaknya :"Celaka benar nasibku ini. Habislah sudah karirku". Teguran itu menjadi beban baginya, sehingga dia menjadi apatis, prestasinya kian menurun, dan akhirnya karirnya benar-benar terhenti disana.

    Sedangkan Karyawan ke dua menanggapi teguran itu dengan sikap mental positif. Yang terpikir dalam benaknya :"Saya harus mengatasi segala kegagalan ini, dan membuktikan bahwa saya mampu bekerja dengan lebih baik." Teguran itu dijadikannya sebagai cambuk untuk meningkatkan prestasinya. Dia menjadi lebih tekun, prestasinya meningkat terus, dan akhirnya mencapai sukses yang luar biasa.

    Para pembaca,
    Kisah heroik John McCain (difilmkan dengan judul 'Faith of My Fathers', Sony Pictures - 2005) dan cerita tentang dua karyawan di atas, menggambarkan kepada kita bagaimana sikap mental dapat membuat perbedaan. Saat orang lain mengalami kegagalan atau kehancuran, orang yang memiliki sikap mental positif akan mampu bertahan, menjadi lebih baik, dan berhasil mencapai sukses.

    Tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk mencapai sukses yang sejati. Sukses yang sejati hanya dapat dicapai setelah kita melalui berbagai rintangan, kesulitan, bahkan kegagalan-kegagalan, yang kesemuanya harus kita hadapi dengan sikap mental positif.

    Saat menghadapi kesulitan, tak perlu kita buang waktu untuk mengeluh, hadapi dengan sikap mental pantang menyerah, saat menghadapi kegagalan, tak perlu kita buang waktu untuk menyesalinya, bangkit dan hadapi dengan sikap mental pasti bisa, saat mendapat teguran atau hinaan, tak perlu kita buang waktu untuk marah atau sakit hati, jadikan teguran atau hinaan ini sebagai pendorong untuk membuktikan bahwa kita mampu bekerja dengan lebih baik, bahkan menjadi yang terbaik.

    Selamat mencapai sukses yang luar biasa.

  • Optimisme Dan Suka Cita Dalam Hidup

    Saya ingin menarik perhatian Anda pada peristiwa atau hal yang tidak mendapat perhatian masyarakat, dan pada umumnya dianggap tidak mempunyai pengaruh penting pada jiwa, serta kehidupan manusia, ataupun pada perasaan hati manusia.

    Mengapa hal itu dianggap tidak begitu penting? Apakah sebenarnya uang berpengaruh besar pada pendirian hati, jiwa, kehidupan pribadi, dan terlebih lagi berpengaruh pada orang lain?

    Jawabannya adalah: KATA-KATA PRAKTIS, yang Anda pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang selalu dipakai setiap saat.
    Apakah Anda menggunakan kata-kata yang membangkitkan RASA HORMAT dan MENGHARGAI DIRI SENDIRI?

    Ketika berbicara tentang sesuatu, khususnya tentang diri sendiri; tanpa mengenal diri sendiri, bukannya kata-kata positif, melainkan kata-kata negatif yang berhamburan keluar; yang dikatakan dengan wajah tanpa ekspresi bersalah, dan dilakukan tanpa disertai pikiran, bahwa ITU ADALAH SUATU HAL YANG BURUK.

    Akan tetapi, semakin sering kita berbicara tanpa memikirkan, bahwa hal itu buruk, maka ini tidak saja membuat diri sendiri bodoh, tetapi juga membawa pengaruh buruk pada jiwa orang yang mendengarnya.
    Ini sama seperti pepatah yang mengatakan, "adanya sebuah apel busuk di dalam keranjang, akan merusak seluruh apel-apel cantik yang ada di sekitarnya".

    Jika lebih jelas lagi, ada perasaan nurani yang tersembunyi dalam kehidupan spiritual manusia. Walaupun hanya sepatah kata diucapkan, apa yang disebut perasaan nurani tersembunyi ini, seakan secara otomatis bereaksi terhadap suara, baik disadari ataupun tidak.
    Pada saat menyadari perasaan alam bawah sadar ini, keadaannya akan menjadi seperti itu.

    Maka, lahirlah KATA-KATA AGUNG dan KATA-KATA SUCI. Dengan kata lain, jika segala sesuatu diutarakan dengan KATA-KATA OPTIMIS dan POSITIF, maka dalam kehidupan akan muncul dalam keadaan baik.

    Akan tetapi, sekali saja, kata-kata seperti "kemarahan", "kesedihan", "penderitaan", "kebingungan", dan "kecemburuan", yang tanpa segan-segan berhamburan keluar dari mulut, maka pada saat itu juga, selain dikatakan Bodoh, hal itu juga akan mengundang akibat yang mengerikan. Ini Kenyataan!!

    Tidak ada kekuatan lebih besar, yang dapat dirasakan manusia secara langsung, melebihi "kata-kata praktis" yang dipakainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menentukan tindakan yang benar-benar disadari lebih dari kekuatan yang dirasakan yaitu "kekuatan batin".

    Dapat dikatakan, bahwa orang yang dapat memahami hal ini dengan benar, dan menerapkannya dalam kehidupannya; maka orang itu akan menjadi ORANG LUAR BIASA PRIMA.

    Sekian, semoga bisa membawa manfaat positif dan optimis di dalam menjalani kehidupan ini.

    Salam LUAR BIASA PRIMA,

  • Selalu Semangat

    Mendekati akhir tahun, Budi semakin hilang semangat. Tidak mungkin mengejar target bulan ini. Apalagi kalau dihitung-hitung waktu yang tersisa bulan ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Sebentar lagi banyak calon pelanggan yang berlibur akhir tahun. Budi kesal. Orang lain senang kalau ada libur panjang, tapi Budi paling kesal kalau musim liburan tiba. Apalagi libur panjang. Mau menawarkan produknya kepada siapa?

    Semua orang yang dikenalnya pasti pergi berlibur. Kalaupun tidak libur, biasanya tidak banyak kegiatan di kantor mereka. Biasanya order ditunda tahun depan.

    Pagi ini Budi menghadiri undangan salah seorang teman yang berulang tahun. Acaranya sederhana saja. Makan pagi ramai-ramai di pinggir jalan. Menunya bubur ayam lengkap. Enak juga sih, soalnya gratis.

    Selesai makan, mereka masih bercakap-cakap dan bercanda. Saat itu kebetulan di samping mereka terdapat sekelompok orang yang sedang makan bubur ayam juga.

    Dari pembicaraan mereka, agaknya orang-orang itu adalah karyawan dari sebuah perusahaan yang baru saja selesai mengikuti acara akhir tahun di perusahaannya. Mereka dari berbagai daerah. Hari ini sebagian dari mereka akan pulang ke kotanya masing-masing.

    Ketika semua sedang berbincang-bincang, tiba-tiba salah seorang dari mereka melihat seseorang yang baru saja turun dari mobil dan berjalan memasuki sebuah gedung perkantoran tak jauh dari tempat mereka makan.

    Dia terkejut dan berkata,

    "Eh, itu dia Bapak Agus. President director-nya. Wah susah sekali menemui beliau. Sudah tujuh bulan aku belum juga berhasil menemuinya. Sibuk sekali dia. Presdir sih."

    Semua teman-temannya memandangi Bapak Agus yang sedang berjalan cepat masuk ke gedung. Sambil makan, mereka mengangguk-angguk.

    Tiba-tiba, salah seorang dari mereka, seorang ibu yang mungkin berusia sekitar 50 tahun, langsung berdiri. Dia berdiri dengan mulut yang masih mengunyah ayam, meninggalkan bubur ayamnya, menyambar
    tasnya lalu berlari cepat-cepat ke gedung tersebut.

    Semua orang kaget. Tak ada seorang pun dari mereka yang bergerak. Tak ada seorang pun yang menyusulnya. Semua hanya kaget dan memandanginya berlari-lari. Beberapa orang menggeleng-gelengkan kepala.

    Budi melihat semua kejadian ini dengan jelas. Budi mencoba meneba-nebak apa yang sedang dilakukan oleh ibu tadi.

    Apa tujuannya masuk ke gedung itu? Apakah ada hubungannya dengan Bapak Agus itu? Apakah dia akan mengejar dan menjumpai Bapak Agus? Apakah dia hanya kebetulan saja ingin ke kamar kecil cepat-cepat?
    Apakah dia ada janji, dan hampir lupa janjinya? Entahlah.

    Budi ingin mengetahui jawabannya. Karena itu Budi memutuskan untuk menunggu ibu itu kembali. Dia ingin tahu apa yang dilakukannya.

    Sekitar 20 menit kemudian, ibu itu kembali ke tempat bubur ayam sambil tersenyum-senyum. Semua teman-temannya menyambutnya dengan antusias.

    Mereka menanyakan apa yang telah dilakukan ibu itu. Budi juga ingin tahu. Sambil tersenyum-senyum, ibu itu berkata,

    "Saya mengejar Bapak Agus." Teman-temannya kaget. Malah pria yang tadi mengenali Bapak Agus, terheran-heran,

    "Hah?? Pak Agus?? Bisa ketemu? Berhasil?!"

    Ibu itu mengangguk.

    "Ketemu, dong. Pak Agus sudah masuk lift. Saya kejar. Hampir saya kejepit pintu lift. Tapi saya berhasil masuk. Malah Pak Agus yang membantu menahan pintu untuk saya. Jadinya malah berkenalan di dalam lift."

    "Terus bagaimana?" tanya teman-temannya.

    "Ya, udah. Saya langsung bilang bahwa saya memang ingin menemui Pak Agus. Jadi saya langsung meminta waktu untuk bertemu. Eh, dia oke. Asyiiik."

    Teman-temannya bertepuk tangan.

    "Terus bagaimana hasil pertemuannya?" tanya mereka.

    Budi semakin tertarik untuk mendengarkan.

    "Ya, bagus. Saya langsung presentasi singkat. Dia sih pada dasarnya oke. Hanya saja dia minta saya presentasi lagi minggu depan di hadapan para manajernya. Katanya hanya untuk berkenalan dengan mereka. Soalnya dia juga bilang sudah oke dengan produk kita. Pasti beli deh!"

    Teman-temannya bertepuk tangan lagi.

    Wah! Budi tercengang melihat peristiwa itu. Ibu yang tadi betul-betul luar biasa. Sudah tahu Pak Agus sulit ditemui, eh begitu melihat Pak Agus, dia langsung memanfaatkan kesempatan untuk menemuinya. Ibu itu bisa menggunakan kesempatan dalam kesempitan.

    Dia berpikir cepat, juga segera mengikuti dorongan hatinya, dan berani langsung bertindak. Pada saat semua orang sedang santai, bahkan saat itu mereka sedang tidak bekerja, sedang santai, sedang libur, tapi ibu itu tetap bersemangat tinggi.

    Budi sangat senang. Rasanya kepalanya yang tadi kusut jadi ringan, hatinya menjadi gembira. Semangatnya bangkit kembali. Dia yang tadinya kesal karena sudah musim liburan, kini melihat bahwa yang menentukan keberhasilan seseorang bukan suasana atau hari libur, tapi orang itu sendiri.

    Semangat orang itu sendiri. Juga tindakan yang cepat. Ibu itu berhasil menjual di saat yang tidak disangka-sangka. Bahkan ibu itu juga tidak menyangka. Dia hanya bermodalkan semangat.

    Budi kini sadar. Dia tidak perlu kesal. Tidak perlu frustrasi. Tidak perlu menyalahkan liburan. Yang penting tetap bersemangat. Manfaatkan tiap kesempatan. Never give up!!! Whatever happens!!!

  • Mobil Mogok

    Suatu ketika Customer Service Chrysler mendapat surat keluhan dari pelanggannya, yang pada intinya berbunyi begini,

    "Mobil yang baru saya beli sebulan lalu, selalu mogok setiap kali kami sekeluarga membeli es krim strawberry"

    Surat tersebut tentu saja diabaikan oleh Customer Service, rasanya kita semua juga mungkin akan melakukan hal yang sama. Beberapa saat kemudian surat kedua dari bapak tersebut datang lagi, isinya sama. Dicuekin lagi.

    "Orang gila kali ye, masak mobilnya mogok karena beli es krim?" Tull nggak?

    Kali ketiga surat tersebut datang, tidak lagi dicuekin... Mungkin karena sistem layanan pelanggan Chrysler yang begitu bagus, atau VP (Vice President) Customer Support-nya yang kekurangan kerjaan... Surat tersebut dibaca dan ditindaklanjuti. Sang VP kemudian menugaskan seorang engineer untuk menemui si
    Bapak. Sambil menggerutu (Tapi gimana lagi, kan perintah Boss?) si engineer pergi ke kota tempat tinggal si Bapak itu.

    Keluarga itu tinggal di pinggiran suatu kota kecil yang agak terpencil. Sesampai disana si Engineer disambut oleh keluarga itu dan diajak makan malam bersama.

    "Nanti, deh setelah makan malam kita membeli es krim strawberry" kata si Bapak. Si Engineer sih ikut aja....

    Sehabis makan mereka membeli eskrim di toko langganan mereka di tengah kota. Setelah membeli eskrim, si Bapak berkata

    "Mas George (engineernya khan Bule...), dalam perjalanan pulang nih... bentar lagi mobil saya akan mogok".

    Dan ternyata benar, mobil itu mogok. Si Engineer nggak percaya.

    "Nggak mungkin karena es krimnya, Pak." katanya.

    Ok, deh... besok kita beli es krim yang lain. Kata si Bapak. Esoknya, mereka membeli eskrim rasa coklat. Dan mobil itu lancar sampai di rumah kembali.

    "Besok kita coba es krim strawberry lagi, yah... kata si Bapak". Dan esoknya lagi... ternyata mobil itu mogok kembali.

    Dengan rasa malu dan penasaran, si Engineer melaporkan pada VP-nya.

    "Benar, pak. Symtoms(indikasi) -nya... Mobil itu mogok karena membeli eskrim strawberry" Dan si Engineer ditertawakan rekan - rekan sedivisinya.

    Tetapi karena hasil assessement seorang engineer dan support sang VP, Chrysler menindaklanjuti case ini dengan serius (Sebuah kepedulian pada customer yang patut dicontoh). Setelah penelitian sebulan penuh
    dengan mengirimkan segala peralatan, lab, ilmuwan dan tim ahlinya...

    Pada akhirnya Chrysler harus mengakui bahwa mobil itu memang akan mogok bila digunakan untuk membeli es krim strawberry disitu. Masalahnya memang pada mobilnya dan Chrysler akhirnya menarik semua mobil tipe tersebut dari pasaran.

    TAPI KENAPA????

    Ternyata begini,

    Es Krim Strawberry adalah tipe es krim andalan dan paling laku di toko tersebut. Sehingga diletakkan dibagian depan etalase yang mudah dan cepat dijangkau pembeli. Sedangkan eskrim lainnya diletakkan
    dibelakang sehingga membutuhkan waktu pelayanan yang lebih lama.

    Kota tersebut cukup kecil dan sepi, sehingga jarak jangkau dari rumah keluarga itu membutuhkan waktu yang singkat.

    Karena adanya ketidaksempurnaan desain sistem pengapian di mobil itu, dalam kasus yang sangat jarang dan sangat spesifik... mobil keluarga itu belum cukup panas dan belum berhenti cukup lama sehingga ketika
    dijalankan kembali terjadi kondensasi pada sistem pengapian yang mengakibatkan mobilnya mogok.Ketika membeli eskrim yang lain, mereka berhenti cukup lama, sehingga kondensasi tidak terjadi.

    APA YANG BISA KITA PELAJARI?

    * Apa yang dikeluhkan oleh pelanggan kita tidak selalu secara langsung menunjukkan apa masalahnya. (SYMPTOMS tidak selalu berhubungan langsung dengan PROBLEM)
    * Semua keluhan pelanggan, seyogyanya ditindaklanjuti (memang tidak semua worthed, tetapi mereka yang mengeluh secara serius mungkin memang mengalami masalah serius)
    * Semakin jauh Symtoms dari problem, mungkin menunjukkan kualitas produk kita semakin baik (Karena symtoms yang biasa2 saja pasti sudah diketahui saat testing, kan ?) Sebaliknya, Semakin dekat symtoms dengan problem... artinya testing dan Quality Control kita buruk.
    * Kalau memang problem ada di produk kita, menarik dan memperbaikinya akan lebih murah daripada membiarkannya menjadi image yang buruk bagi kualitas kita dimata pelanggan.
    * Dalam kasus ini, sang VP pada akhirnya menjadi pahlawan karena "care" pada keluhan pelanggan, bukannya "kekurangan pekerjaan"

  • Semua orang terlahir untuk menjadi pemenang

    "You were born to win, but to be a winner you must plan to win, prepare to win, and expect to win." – Zig Ziglar

    “Semua orang terlahir untuk menjadi pemenang“, katanya, karena sejak dari kandungan kita memang sudah tercipta untuk menjadi pemenang, namun masalahnya seiring dengan berjalannya waktu , pemikiran mengenai kemenangan terkikis sedikit demi sedikit, karena mungkin pengalaman dan kejadian-kejadian yang dialami sepanjang kehidupan yang mengakibatkan kita kehilangan kepercayaan dan jati diri sendiri. dan tidak tertutup kemungkinan hal itu hilang tanpa kita sadari dan di suatu saat kita baru menyadari kalau kita sudah kehilangan banyak hal.

    Apabila kita menghadapi kenyataan seperti itu apa yang seharusnya kita lakukan ? kemana kita harus mencari pertolongan untuk menemukan jati diri kita sendiri yang telah hilang itu ?

    Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang dapat menolong kita untuk menemukan kembali jati diri kita yang pernah hilang, orang lain mungkin hanya bisa menganjurkan, menyarankan dan memberi nasehat, itu hal yang wajar, kenapa ? karena orang lain hanya bisa menjadi pendengar dan penonton, “oh dia sedang mengalami hal yang susah”. Tapi pertolongan sebenarnya datang dari diri kita sendiri, pertolongan sejati itu datang dari pribadi kita sendiri, kita sendirilah yang harus segera sadar dan menolong serta membantu diri kita sendiri untuk bisa mengubah dan menemukan kembali jati diri kita sendiri, kita secara pribadi yang harus mencari kemana sebenarnya hilangnya jati diri kita, kemana perginya sang jati diri itu. Dan mengapa jati diri itu telah hilang.

    Mengapa jati diri kita hilang? kegagalan yang berlarut dan berulang , mengakibatkan kita lupa kalau kita adalah pemenang, mendengar perkataan orang yang ada sekitar kita yang berkata “Tuh, kan kata saya juga kamu kan ngak cocok dengan pekerjaan ini, kamu tidak berbakat, kamu ngak mampu mengerjakan semua ini” itu adalah perkataan yang keluar dari teman, saudara bahkan mungkin dari orang yang terdekat, bagaimana kita bersikap ketika orang lain mengatakan hal itu kepada kita ? dengar teman, biarlah perkataan itu diucapkan oleh orang lain dan jangan biarkan perkataan itu bersarang di pikiranmu, buang dan hapus perkataan yang negative, perkataan yang tidak membangun spirit kita, dan isi kembali pikiran kita dengan hal yang positif, lalu rencanakan langkah selanjutnya yang bisa memulihkan keadaan kita lalu bertindak dan lakukan apa yang sudah di rencanakan, dengan kedisiplinan, coba terus dan coba lagi, selalu harapkan hasil yang terbaik karena tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan kecuali kita tidak mau menyelesaikannya,

  • Spirit Bekerja

    Spirit ada di udara, mudah terasa dan tercium. Bagi sebagian orang, spirit tidak sulit diciptakan. Terkadang hanya perlu "dipancing" dengan gorangan di sore hari atau kebersamaan saat lembur sampai pagi. Namun, di beberapa organisasi tertentu, terasa bahwa spirit ini sulit dikembalikan, walaupun sudah "diangkat" dan "ditarik-tarik". Organisasi yang penuh birokrasi, misalnya, sering membuahkan karyawan
    yang terlalu berhati-hati, "cari selamat", terlalu berhitung, takut berubah, hanya menunggu ide untuk berubah dari orang lain dan enggan mengeluarkan ide baru. Tidak ada dinamika, kewaspadaan dan kenikmatan untuk berinisiatif lagi.

    Bila kita terjebak berada dalam organisasi seperti ini, namun secara pribadi memiliki spirit yang kuat, kita tentunya bertanya-tanya, apakah saya nanti tidak aneh sendiri ? Bukankah spirit itu bersumber dari suasana kerja tim ? Akankah kita bisa mempertahankan spirit yang segar dari waktu ke waktu ? Bagaimana menyuntikkan spirit ke dalam diri sendiri, bahkan sampai mempengaruhi organisasi ?

    Ingat umur
    Bila kita sudah kehilangan spirit bekerja, ingatlah umur. Bayangkan profesional seperti Martha Tilaar, yang berusia 70 tahun, tetapi semangatnya serasa 30 tahun. Beliau mengisi kehidupan karirnya dengan passion dan urgensi. Berapa usia kita sekarang ? Masih berapa tahunkan kita harus berproduksi ? Bila sekarang saja semangat kita sudah kempis, bagaimana kita akan giat berkarya pada tahun-tahun mendatang ?

    Hati-hati dengan "menerima apa adanya"
    Bayangkan sebuah rapat yang 'garing', tidak bersemangat, di mana kebanyakan orang tidak mempunyai persiapan materi yang menantang, hanya menjawab bila ditanya atasan, tidak mempunyai ide dan pasrah menjalankan kehidupan perusahaan apa adanya. Saat seseorang mengemukakan ide berbeda, semua pandangan menghujam padanya. Dan si kreatif ini bisa-bisa kemudian meragukan idenya. Kita lihat bahwa sikap 'menerima apa adanya' bisa mematikan spirit sehingga perlu diwaspadai dan diperangi.

    Pandanglah ke depan
    Bukan saja enterpreneur seperti Henry Ford (Ford Motor Comp), Bill Gates (Microsoft Corp), Larry Page dan Sergey Brin (Google) yang mempunyai kemampuan untuk memandang ke depan, kita pun bisa ! Kita selalu bisa melakukan benchmark ke perusahaan yang mempunyai aspek yang bisa ditiru. Kita pun selalu bisa memiliki obsesi untuk meningkatkan produktivitas kita sebagai individu, kelompok atau bahkan perusahaan. Bacaan-bacaan mengenai best practice profesi dan perusahaan serupa tidak terbatas jumlahnya. Dari sini kita bisa menumbuhkan mood untuk maju, mentransfer dan merealisasikan ide dan berobsesi untuk lebih sukses.

    Bertanyalah "bagaimana caranya ?"
    Bisnis dan situasi negara kita sekarang membutuhkan produk baru, cara dan metode produksi, pasar baru, kecepatan, transfer kekuatan, dan informasi. Bagaimana mungkin kita tinggal diam dan menunggu ? Kita bisa mengaktifkan otak dan selalu mencari cara baru. Seberapa pun kecil peranan kita di perusahaan, bantulah untuk memikirkan improvement, karena hal ini pasti akan berguna bagi perusahaan, tim dan diri Anda sendiri. Selain itu, kekuatan spirit Anda akan terasa oleh atasan. Dengan demikian kita secara tidak langsung membuat harapan baru bagi diri sendiri setiap saat dan terbiasa menanggulangi ancaman.

    Kembangkan mindset "memulai"
    Menjadi orang yang pertama maju ke depan memimpin diskusi, memberi tanggapan atau email kolega, mengirimkan notulen rapat ke pelanggan yang baru dikunjungi, sama sekali tidak sulit. Dampaknya terhadap diri sendiri-lah yang lebih besar. Kita akan mendapatkan apresiasi orang lain, dipandang sebagai orang yang gesit. Bayangkan kalau kita selalu menjadi orang yang pertama menyapa 'halo' di setiap kontak dengan orang lain. Kita pasti akan menebar semangat. Dan, untuk diri sendiri, kita akan menumbuhkan semangat ekstra sebagai pemulai dan penyerang, tidak sekadar responsif.

    Cintai teknologi
    Pemrosesan data, jaringan internet, telekomunikasi, tidak pernah bisa kita hindari. Teknologi juga berkembang sedemikan pesat sehingga sulit diikuti. Rasanya baru beberapa tahun saja kita menikmati teknologi GPRS, CDMA, sekarang kalau tidak ber-3G- ria, rasanya kuno. Baru saja kita menikmati iPod, sekarang kita perlu bersiap-siap memahami iPhone. Bila kita sedikit berusaha untuk menyukai dan memperdalam teknologi, kita secara tidak langsung terpaksa mengadaptasi derap inovasi dan perubahan dari perkembangan teknologi. Menjaga agar tetap ber-spirit ibarat menjalankan dinamika kehidupan seorang artis. Seorang artis tidak pernah berhenti memperhatikan, berpikir, mengembangkan ide, bereksperimen, mencari ide baru, antusias, bekerja tak kenal waktu dan berupaya menciptakan sesuatu yang unik dan baru.
    Jadilah orang yang senantiasa hidup dengan spirit. Hidup akan terasa lebih artistik.

  • KISAH POHON APEL

    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

    Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.

    Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.

    Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

    Waktu terus berlalu.

    Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

    Suatu hari ia mendatangi pohon apel.

    Wajahnya tampak sedih.

    "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.

    "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.

    "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

    Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

    Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.

    Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

    Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.

    Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

    "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.

    "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.

    "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

    "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.

    Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

    Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

    Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

    Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.

    Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

    "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.

    "Aku sedih," kata anak lelaki itu.

    "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

    "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

    Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.

    Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

    Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

    "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

    "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,"jawab anak lelaki itu.

    "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.

    "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

    "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.

    Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

    "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.

    "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

    "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

    Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

    Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

    Ini adalah cerita tentang kita semua.
    Pohon apel itu adalah orang tua kita.
    Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
    Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika
    kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

    Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

    Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

  • Menumbuhkan Semangat Kerja Dalam 2½ Menit

    Setiap individu dalam hidupnya tentu memiliki keinginan, apakah itu dari segi materi, kesehatan, kebahagiaan, penampilan atau yang lainnya. Dalam mencapai berbagai tujuan tersebut sedikit banyaknya tentu dibutuhkan kerja. Ber! bagai tujuan yang relatif kecil dan sederhana mungkin hanya membutuhkan sedikit kerja. Sementara untuk berbagai tujuan yang relatif lebih kompleks tentunya membutuhkan kerja yang lebih keras dan lebih lama. Bahkan terkadang walaupun menurut anda anda telah melakukan serangkaian kerja yang dibutuhkan, tujuan yang anda inginkan belum tercapai. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka anda harus kembali bekerja, melanjutkan berbagai hal yang telah anda lakukan sebelumnya.

    Anda dapat terus bekerja keras yang berkelanjutan dalam mencapai tujuan jika anda memiliki semangat yang dibutuhkan. Ketika anda bersemangat melakukan suatu hal, anda tentu tidak akan memperhatikan rasa lelah atau jenuh saat bekerja. Sehingga anda semakin cepat mendapatkan! hasil akhir dari kerja yang anda lakukan.

    Tahukah anda akan hobi anda? Tahukah anda pada suatu hal yang anda senang lakukan? Ingat kembali ketika anda melakukan hal tersebut. Apakah anda mudah merasa lelah atau jenuh saat melakukan hobi? Apakah anda selalu menunda melakukan hobi? Mungkin seringkali tanpa anda sadari anda melakukan hal tersebut lebih lama dari yang anda kira. Berbagai kesenangan yang anda dapatkan saat melakukan hal tersebut telah “membius” anda sehingga anda terlupa pada rasa lelah atau jenuh saat bekerja. Berbagai kesenangan yang anda dapatkan saat melakukan hal tersebut telah memberikan semangat yang sangat besar kepada anda untuk melakukan hal tersebut.

    Namun terkadang ada beberapa pekerjaan yang harus anda lakukan, mau tidak mau, suka tidak suka. Bagaimana jika berbagai pekerjaan tersebut bukanlah hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan? Tanpa semangat untuk melakukan berbagai hal tersebut, anda dapat segera terjebak pada jurang penundaan yang dapat segera berakhir dengan masalah. Sehingga pertanyaan selanjutnya adalah; apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan semangat kerja pada setiap hal yang anda ingin lakukan?

    1. Pikirkan Kesenangan Tentang Pekerjaan Tersebut

    Umumnya individu termotivasi untuk melakukan suatu hal jika ia mengetahui kesenangan yang akan didapatkan atau resiko yang mengancam ketika tidak melakukan. Anda pun demikian. Anda dapat termotivasi melakukan suatu pekerjaan jika anda mengetahui berbagai hal menyenangkan yang akan anda dapatkan setelah melakukan pekerjaan tersebut. Demikian pula sebaliknya anda dapat sangat termotivasi ketika menyadari berbagai resiko yang mengancam jika tidak melakukan pekerjaan tersebut.

    Hal ini berarti di setiap pekerjaan anda dapat menemukan suatu kesenangan. Rasa senang yang anda rasakan saat bekerja dapat menjadi motor penggerak bagi anda untuk terus bekerja, melupakan berbagai hal yang dapat menghambat anda. Ketika anda berhasil menemukan kesenangan dalam melakukan suatu kerja, anda berhasil melampaui kelembaman/resistensi di saat awal melakukan kerja.

    Hal ini mengingatkan saya pada film “the Pianist” yang diperankan oleh Adrien Brody. Film yang menceritakan tentang kehidupan seorang pianist asal Polandia, Wladyslaw Szpilman. Kecintaannya pada musik (utamanya piano) mengalahkan rasa takutnya pada ancaman resiko Perang Dunia II, dimana saat itu tentara Nazi tengah menginvasi Polandia. Berbagai larangan dan kekangan yang dikeluarkan oleh tentara Nazi, tidak dapat menghentikanya untuk terus bermain dan berkarya. Kecintaannya pada musik membuat ia berhasil menjadi yang terbaik di bidangnya.

    Jika anda tidak dapat memikirkan kesenangan yang akan anda dapatkan ketika anda melakukan suatu pekerjaan, anda dapat mengimajinasikannya. Anda dapat mengimajinasikan berbagai hal yang menyenangkan bagi anda dan menghubungkannya dengan pekerjaan yang ingin anda lakukan. Jangan batasi pikiran anda, karena semua hal sangat mungkin tejadi di pikiran.

    Namun, jika berimajinasi mengenai suatu kesenangan masih merupakan suatu hambatan, anda cukup mengingat saja suatu kesenangan yang pernah anda rasakan di masa lampau. Kemudian menghubungkan kesenangan tersebut dengan pekerjaan yang akan anda lakukan. Ingat kembali berbagai hal menyenangkan yang pernah terjadi, biarkan pikiran anda kembali ke saat itu. Lihat kembali setiap hal yang anda lihat, dengarkan setiap hal yang anda dengar. Dan biarkan rasa senang itu kembali muncul secara alami.

    2. Bakar Kapalnya

    Pada suatu pertempuran diceritakan seorang Panglima yang ingin menaikan moral pasukannya. Moral pasukan yang dipimpinnya telah jatuh akibat kelelahan yang didapat dari serangkaian pertempuran sebelumnya. Jumlah pasukan musuh yang lebih besar semakin memperparah moral pasukan yang dipimpinnya. Untuk menaikan moral pasukannya, ia memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi untuk sampai di medan pertempuran. Ia membatasi pasukannya hanya pada dua pilihan, menang atau mati di medan pertempuran. Mundur bukan lagi pilihan.

    Hal yang sama juga dinyatakan oleh Sun Tzu dalam karyanya The Art of War. Sun Tzu menyatakan bahwa untuk memperbesar peluang kemenangan dalam pertempuran seorang Panglima perlu memberikan ilusi jalan keluar bagi pasukan lawan. Dengan melakukan hal tersebut pasukan lawan tidak akan berperang sekeras yang mereka bisa.

    Prinsip yang sama juga dapat pula anda aplikasikan ke diri anda. Anda dapat membatasi diri hanya pada dua pilihan, lanjut atau tidak sama sekali. Seorang klien suatu ketika datang kepada saya dan menyatakan bahwa ia memiliki keraguan yang sangat untuk memulai bisnis. Pada saat yang sama dia juga kurang antusias dengan pekerjaannya saat ini. Satu-satunya motivasi yang terus membuatnya bekerja pada pekerjaannya saat ini hanyalah kebutuhan finansial.

    Menyadari bahwa saya bukanlah seorang pakar bisnis yang sering bicara di TV, saya mengatakan kepadanya bahwa keraguan tidak akan merubah kondisinya. Saya katakan pula bahwa jika ia memang benar-benar ingin memiliki usaha sendiri maka sebelumnya ia harus menetapkan pilihan.

    Menurut saya memiliki usaha serupa dengan memulai perjalanan. Ketika anda telah memutuskan untuk menapaki suatu jalan, satu-satunya hal yang perlu anda lakukan hanyalah terus menatap ke depan sambil memastikan untuk menempatkan satu kaki di depan yang lain di setiap saat. Tidak boleh ada keinginan untuk melihat ke belakang yang pada akhirnya hanya akan menimbulkan keraguan.

    Ketika anda telah menetapkan pilihan dan tidak memberikan kesempatan pada diri anda untuk melihat ke belakang, maka pada saat yang bersamaan anda telah memunculkan semangat kerja di diri anda. Hal ini semata-mata disebabkan karena pilihan yang tersisa bagi anda hanya dua, lanjut atau tidak sama sekali. Dan karena anda ingin mengalami perkembangan dan pertumbuhan dalam hidup maka anda menempatkan seluruh tenaga, pikiran, waktu dan berbagai sumber daya yang anda miliki, hanya untuk melanjutkan hal yang telah anda lakukan sebelumnya. Anda tidak lagi memberikan sebagian tenaga dan pemikiran anda pada keraguan.

    3. Modifikasi Lingkungan Anda

    Di sekitar kita tentunya terdapat banyak hal yang dapat memberikan inspirasi ataupun membangkitkan semangat. Saya pribadi dapat bersemangat ketika melihat berbagai tulisan yang menginspirasi. Itulah sebabnya saya mengkoleksi banyak kartu ucapan atau poster yang dapat memberikan semangat ketika membacanya. Salah satu favorit saya adalah produksi Hardknocks Factory Sdn Bhd. Saya memasang berbagai poster tersebut di ruang kerja saya sehingga setiap kali saya membacanya, saya dapat kembali bersemangat.

    Ketika anda memajang berbagai poster yang mampu menginspirasi anda, anda memelihara semangat kerja di setiap saat. Mungkin anda akan ditertawai pada awalnya, namun hal itu akan segera berlalu. Segera setelahnya, mereka yang dulunya mentertawai berubah menjadi kagum ketika melihat semangat anda dalam bekerja. Sehingga bukan tidak mungkin mereka meniru hal yang anda lakukan.

    4. Dapatkan Kelompok yang Tepat

    “Berteman dengan tukang ikan berbau amis, berteman dengan tukang bunga berbau harum….”

    Setiap individu tentunya memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi. Seberapa pun kuatnya seorang individu, tetap ia membutuhkan teman untuk dimintai tolong atau untuk berbagi kesenangan. Hal yang paling menyenangkan saat anda didera kesulitan adalah memiliki teman yang bersedia mendengarkan dan membantu anda.

    Dalam proses pertemanan, terjadilah interaksi, proses saling mempengaruhi, langsung maupun tidak. Interaksi dalam kelompok tentunya dapat mempengaruhi pola pikir anda. Menciptakan pola pikir yang dapat semakin mendekatkan atau menghambat anda dalam mencapai tujuan. Sehingga tidak berlebihan jika saya katakan bahwa pola pikir sangat menular. Ketika anda memilih kelompok teman yang memiliki pola pikir optimis, maka tentunya anda pun dapat pula berpikir secara optimis.

    Ketika suatu hal menginspirasi anda untuk mengganti pola pikir, anda beresiko untuk kehilangan teman. Namun pada saat yang bersamaan anda juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan teman-teman baru, mereka yang mendukung pola pikir anda. Sehingga menurut saya, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa teman yang anda pilih mendukung anda dalam mencapai tujuan yang ingin anda capai.

    Banyak klien saya yang berusia belasan hingga dua puluhan tahun yang memiliki kesulitan dalam menentukan kelompok teman yang akan dipilih. Adalah benar, sangat penting untuk memiliki teman. Namun ketika anda pasrah dalam memilih teman dan membiarkan diri anda berada di tengah teman yang tidak mendukung anda, sebenarnya anda menyiksa diri. Berada terus di dalam kepura-puraan sama halnya dengan membiarkan diri anda untuk tidak pernah mendapatkan tujuan yang anda cita-citakan. Hal itu juga berarti bahwa sebenarnya anda tidak memiliki teman, karena anda tidak dapat menikmati pertemanan itu sendiri. Sebagian dari mereka ada yang berkeyakinan lebih baik berpura-pura dari pada tidak ada yang menemani. Namun menurut saya jika berteman malah menyiksa anda, akan lebih baik jika anda tidak berteman sama sekali. Bukankah anda ingin menikmati kesenangan ketika anda memutuskan untuk berteman.

    Teman yang baik akan semakin mendekatkan anda mencapai tujuan. Seseorang yang dapat mendukung anda, dan bukan yang menghambat anda. Sehingga jika menurut anda teman yang anda miliki saat ini tidak mendukung, sebaiknya anda segera memutuskan untuk berkata “tidak”. Anda tidak perlu khawatir untuk tidak memiliki teman. Anda selalu dapat memiliki teman baru di setiap saat. Saya dapat menjadi teman anda.

    5. Kumpulkan Berbagai Hal yang Dapat Menginspirasi

    Hal berikut hampir sama dengan hal yang telah saya sampaikan pada bagian ketiga. Hanya saja bagian ini akan lebih berorientasi pada diri anda, sementara bagian tiga lebih berorientasi pada lingkungan.

    Pola pikir pada dasarnya hampir sama seperti lahan pertanian. Anda perlu menggarap dan memeliharanya. Lahan pertanian yang tidak terpelihara segera dengan mudah ditumbuhi gulma. Dan untuk menumbuhkan gulma pada pola pikir anda adalah hal yang sangat-sangat mudah. Anda cukup….tidak melakukan apa pun.

    Berbagai aktifitas dan interaksi yang anda dapatkan disetiap hari juga berpotensi untuk menumbuhkan gulma pada pikiran anda. Sehingga di setiap hari anda perlu merawat pola pikir dengan memberinya berbagai informasi yang inspiratif. Anda dapat pula meraih semangat melalui berbagai hal seperti membaca buku-buku motivasi, mendengarkan audio book dan lainnya. Dengan menggali dari berbagai sumber ini anda merawat pola pikir anda untuk selalu bersemangat

    Khusus prinsip yang satu ini, jika anda ingin lebih mengoptimalkan waktu anda sambil pada saat yang bersaman menyuburkan pola pikir, anda dapat melakukannya dengan mendengarkan audio book di waktu yang non produktif, misalnya saat berkendara. Untuk lebih mempelajari tentang hal ini, anda dapat membaca artikel saya tentang “Menumbuhkan Disiplin Pribadi Dalam 2½ Menit”.

    6. Hentikan Pengaruh Negatif Ke Diri Anda

    Di era informasi saat ini, informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah dari berbagai media. Hal itu sebenarnya juga dibarengi dengan berbagai resiko. Jika anda kurang bijaksana dalam memilih informasi yang masuk ke pikiran anda, sebenarnya anda juga memasukan berbagai pengaruh negatif ke pikiran anda. Berbagai pengaruh negatif yang anda dapatkan tentu dapat berakibat buruk bagi pikiran anda. Tidak hanya menjauhkan anda dari tujuan yang ingin anda raih, bahkan terkadang dapat menghancurkan diri anda, tanpa anda sadari. Sehinga sangat penting bagi setiap individu untuk benar-benar menseleksi informasi yang dapat masuk ke pikirannya.

    Salah satu hal yang dapat dilakukan misalnya dengan menseleksi tayangan TV yang anda simak. Saat ini, TV adalah sarana hiburan dan informasi yang telah umum di masyarakat. Namun sebenarnya tidak semua tayangan TV cocok bagi anda. Bahkan jika anda teliti lebih lanjut, terdapat banyak tayangan TV yang sebenarnya hanya membawa pengaruh buruk bagi pikiran anda. Kegagalan anda dalam menseleksi tayangan TV akan mengarahkan anda pada berbagai resiko, seperti pemborosan waktu, gaya hidup konsumtif dan masih banyak lagi. Pertimbangkan contoh berikut; apa manfaatnya mengatahui kabar perceraian artis X pada perjuangan anda dalam mencapai tujuan?

    Walaupun dapat membawa pengaruh buruk, TV pun sebenarnya juga dapat bermanfaat. Anda dapat menikmati berbagai tayangan TV humoris yang mengajak anda untuk tertawa riang sehingga membuat anda lebih optimis dan bersemangat dalam menjalani hari-hari anda. Atau mempelajari berbagai informasi inspiratif yang dapat memotivasi anda untuk bekerja lebih keras dalam mencapai tujuan. Hal yang perlu diingat adalah tidak membiarkan diri anda memboroskan waktu melihat tayangan TV yang hanya akan membuat diri anda merasa hampa setelahnya.

    7. Pelihara Penampilan Anda

    Khusus hal yang satu ini saya pelajarinya dari seorang pebisnis yang saya temui di suatu hari. Setiap kali saya bertemu dengannya, ia selalu dalam penampilan yang sangat baik. Ia mengatakan kepada saya bahwa penampilan sangat penting dalam bisnis karena menentukan per! sepsi orang lain atas kompetensi yang dimiliki seseorang. Dress for success… katanya. Walaupun hal itu tidak harus berarti menilai buku dari sampulnya.

    Menjaga penampilan diri membawa pengaruh besar pada semangat yang anda miliki dalam bekerja. Di setiap hari anda mungkin melewati cermin lebih dari satu kali. Setiap kali anda berada di depan cermin dan melihat pantulan diri anda, tentunya ada suatu rasa yang muncul ketika melihat penampilan diri. Ketika anda menjaga penampilan anda mungkin anda akan bangga dengan diri anda. Anda menjadi lebih bergairah dalam bekerja. Dapatkah anda bayangkan rasa apa yang muncul ketika anda melihat diri anda berpenampilan lusuh?

    Semenjak saya berkuliah, saya lebih senang berbusana casual dengan polo shirt, celana jeans dan sepatu sandal. Menurut saya tidak ada busana lain yang lebih nyaman selain ini. Namun seiring saya semakin banyak bertemu klien, mau tidak mau saya harus merubah penampilan untuk lebih menghormati klien. Selain itu saya pun merasa perlu merefleksikan kompetensi saya melalui penampilan saya. Saya mendapatkan tuntunan yang cukup baik dari buku “Padu Padan Busana Pria Karangan” karangan Ratih Poeradisastra dan Chic Simple “Men’s Wardrobe”! karangan Kim Johnson Gross dan Jeff Stone.

    8. Self-Hypnosis

    Anda dapat lebih mendapatkan suntikan semangat yang lebih besar dengan anda melakukan self-hypnosis. Dengan melakukan self-hypnosis secara teratur, anda mengkondisikan berbagai ide ke pikiran bawah sadar, dalam hal ini ide untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Setelah beberapa waktu, anda segera dapat merasakan efek permanen di diri anda. Respon anda terhadap berbagai stimulus dari lingkungan menjadi sangat refleks dan otomatis.

    Untuk membuat diri anda lebih bersemangat di setiap hari, anda dapat menggunakan salah satu metode NLP, new behaviour generator. Hal pertama yang perlu anda lakukan adalah melihat diri anda seolah dalam film ketika telah mendapatkan semangat kerja yang anda inginkan. Lihat semua hal yang anda lihat, perhatikan bagaimana penampilan diri anda saat itu. Dengarkan pula setiap suara yang muncul saat itu. Pastikan setiap gambar dan setiap suara sejelas mungkin. Segera setelahnya buat diri anda seolah masuk ke dalam layar dan menjadi pemeran film tersebut. Rasakan aliran semangat yang muncul saat itu. Setelahnya anda dapat kembali menjalani aktifitas yang ingin anda lakukan.

    Satu hal yang perlu diingat, hypnosis bukanlah pil, melainkan skill. Hal ini berarti anda perlu melakukankanya secara teratur untuk mendapatkan hasil yang efektif.

    9. Praktek

    Hal terpenting dari seluruh hal di atas adalah tindakan. Membaca setiap hal yang telah saya uraikan tidak akan membawa perubahan pada diri anda. Perubahan hanya terjadi setelah anda melakukan berbagai hal tersebut. Anda akan mendapatkan hasil dengan tindakan anda. Pemikiran anda, seberapa pun pintarnya anda, tidak akan membawa anda hasil tanpa tindakan.

    So, apa yang anda tunggu. Segera siapkan diri anda, dan bergeraklah sekarang. Selamat mendapati semangat kerja baru !!!

  • Tiga Sikap Seorang Pengubah

    "God grant me the SERENITY to accept the things I can not change, COURAGE to change the things I can and WISDOM to know the difference".

    Plakat yang berisi kalimat bijak tersebut terpampang di dekat meja kerja lebih dari sepuluh tahun. Pada bulan puasa ini, kalimat ini kembali menyentak saya. Tanpa sadar, sewaktu melewatkan waktu untuk bermeditasi siang hari di saat perut kosong, saya seakan-akan ditarik ke plakat yang berbentuk kitab suci tersebut. Kalimat itu seakan berkotbah pada saya.
    Inti kedamaian dari kegalauan hati adalah serenity, courage dan wisdom.

    Tiga sikap yang mesti selalu dimainkan dan ditimbang. Bagai seperangkat senjata yang tak harus diayunkan secara bersama. Kadang harus memilih yang satu dan melupakan yang lain. Tentunya, dengan kesadaran konsekuensi masing-masing.

    Keinginan mengubah sesuatu di sekitar yang tak cocok dengan kata hati dan pikiran memang membuat hati galau dan gundah. Kenapa begitu dan bukan begini? Kenapa sulit menerima paradigma baru? Kenapa yang seharusnya didemosi malah selalu mendapat promosi? Kenapa yang bergaya preman malah jadi petinggi, sedangkan yang bergaya ulama hidupnya terseok ke belakang? Semakin bertanya, semakin hati ini tak nyaman karena jawaban makin jauh tersedia.

    Karena berpuasa, siang itu saya punya waktu luang untuk membaca buku Joel Osteen yang jadi best seller di New York Times. Judulnya, Your Best Life Now. Pikiran saya kembali ditarik pada sebuah cerita yang tertulis di sana. Ini cerita lama yang sudah sering saya baca. Namun entah kenapa, siang itu, cerita ini menjadi bersinar. Sangat sejalan dengan tulisan di plakat tadi.

    Begini ceritanya. Pada suatu malam yang sangat gelap pekat, seorang nakhoda kapal melihat ada sinar di depan yang seakan-akan muncul mendekat. Kepekatan malam dan awan membuat ia seolah-olah tak sempat bermanuver untuk menghindari tabrakan. Dengan sigap ia menggunakan radio untuk mengirim sinyal agar kapal tersebut berubah haluan 10 derajat ke timur.

    Beberapa detik kemudian, ia mendapat pesan balik:

    "Tak dapat saya lakukan. Ubahlah haluan Anda 10 derajat ke barat", begitu pesan singkatnya.

    Kapten kapal tersebut menjadi sangat marah. Ia kembali mengirimkan pesan:

    "Saya kapten Angkatan Laut, saya minta engkau yang mengubah haluan." Ia mendapat pesan balik yang berbunyi: "Saya hanya pelaut kelas dua, tak dapat lakukan itu. Ubah haluan Anda."

    Kapten menjadi curiga dan mengirimkan pesan terakhir:

    "Saya berada di kapal perang dan saya tidak akan mengubah arah".

    Tak lama kemudian ia mendapat pesan balik lagi:

    "Saya berada di mercusuar. Tak mungkin saya mengubah arah. Terserah Anda Tuan."

    Saya tersenyum lepas. Saya juga seperti kapten yang sering bersitegang dengan mercusuar dan batu karang. Saya lelah karena berupaya tanpa hasil nyata. Benar kata pepatah, "Smart work is better than hard work". Kadang sudah bekerja keras untuk mengubah, tapi tak ada hasil nyata. Kadang dengan upaya yang sedikit, perubahan datang deras bagai air bah. Ini bukan soal mistis. Akan tetapi, mengenali dengan hati terbuka apa yang ada di depan sana. Perubahan terbesar kadang bukan pada objek yang di depan, justru pada diri sendiri.

    Ada tiga sikap yang perlu menjadi pertimbangan dalam menangani sebuah perubahan. Baik perubahan soal nilai hidup, pekerjaan, keluarga, ekonomi maupun bidang spiritual sekalipun.

    Sikap pertama soal perubahan yang penting adalah serenity. Suatu sikap yang tenang, tenteram, dan berani menerima kenyataan bahwa banyak hal yang tidak mungkin kita bisa ubah, apalagi secara frontal dan instan.

    Budaya perusahaan yang sudah merasuk, praktik bisnis yang telah mendarah daging, konflik politik antarpemimpin yang kronis dan berbagai sistem prosedur yang sudah terkontaminasi pikiran dikorupsi adalah sedikit contoh sesuatu yang lebih kokoh dari mercusuar.

    Serenity berarti berani berkontemplasi, mampukah melakukan perubahan.

    Kalau tidak, hanya ada dua pilihan. Menerima kenyataan itu dengan legowo, bukan lantas frustasi dan apatis. Namun langkah demi langkah, menundukkan sesuatu yang mudah dikalahkan. Memerlukan waktu tahunan untuk mengubah kultur yang sudah berusia satu generasi. Bukan berarti mustahil. Hanya butuh kesabaran untuk jadi pengubah. Bahkan kadang, hasilnya baru akan terlihat pada pemimpin selanjutnya. Setidaknya, Anda telah jadi penabur benih perubahan. Atau, mundur teratur dari gelanggang dan mencari tempat lain.

    Sikap pengubah kedua adalah pada courage, semangat melakukan perubahan kala kemungkinan itu ada. Menggunakan otoritas yang ada untuk menegakkan kebenaran adalah mutlak. Untuk kasus yang satu ini, tidak ada kata lain selain bertempur sampai titik darah penghabisan. Kebenaran harus di atas kebaikan. Nilai-nilai hidup harus di atas kinerja bilangan. Ini harus dilawan tanpa kompromi sekalipun harus meletakkan jabatan. Berperang melawan prinsip adalah soal sikap hidup. Sebuah keberanian hakiki yang mutlak bagi yang menganut "principles driven leadership".

    Sikap ketiga adalah pada aspek wisdom, kebijakan membedakan kapan memakai senjata serenity dan kapan mengayunkan courage. Wisdom bukan berarti kompromi dalam arti sempit. Wisdom adalah simbol kesadaran mutlak kapan mengalah dan kapan harus mengalahkan. Kapan harus marah dan kapan harus ramah. Ini hanya bisa dipupuk dengan knowledge dan knee.

    Knowledge berarti pengetahuan dan pengalaman. Dan, knee artinya banyak doa alias modal dengkul kepada sang Pencipta. Sikap inilah yang akan secara gamblang dan gampang mampu membuka mata hati kita apakah kita sedang menghadapi mercusuar, kapal musuh atau kapal rekan.

  • Berhentilah Jadi Gelas

    Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

    "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

    "Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.

    Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

    Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

    "Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru.

    "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."

    Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

    "Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

    "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

    Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

    "Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.

    "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."

    Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan murid, begitu pikirnya.

    "Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

    Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,

    "Bagaimana rasanya?"

    "Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

    Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

    "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

    "Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

    "Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.

    "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
    dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

    Si murid terdiam, mendengarkan.

    "Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

  • Jangan Menyerah... Tetap Semangat

    Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memikirkan diri sendiri, namun demikian... ampunilah mereka. Bila anda baik hati, mereka mungkin menuduh anda egois, atau punya mau, namun demikian... tetaplah berbuat baik.

    Bila anda sukses, anda akan menemui teman-teman yang tidak bersahabat, dan musuh-musuh sejati anda, namun demikian... teruskan kesuksesan anda.

    Bila anda jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu anda, namun demikian... tetaplah jujur dan tulus hati.

    Hasil karya anda bertahun-tahun dihancurkan orang dalam semalaman, namun demikian... tetaplah berkarya

    Bila anda menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin banyak yang iri, namun demikian... syukurilah kebahagiaan anda

    Kebaikan anda hari ini sering dilupakan orang, namun demikian... teruslah berbuat kebaikan

    Berikanlah yang terbaik dari anda, namun itu pun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian... tetaplah memberi yang terbaik

    Pada akhirnya...

    Perkaranya adalah antara anda dan Sang Khaliq... dan bukan antara anda dan mereka.

  • Harga Sebuah Kesuksesan

    Sebuah pelajaran menarik, mitra bisnis, dimana kita harus selalu bersedia membayar harga yang pantas untuk suatu hasil yang luar biasa pula. Anda bisa lihat para superstar, mereka yang paling laris, paling cantik, paling sexy, dan paling digemari adalah mereka yang paling banyak juga berolah raga, berlatih, menjalani diet ketat, dan mati – matian mempertahankan kondisi puncaknya demi mempertahankan kesuksesan yang telah diraih dengan susah payah.

    Demikan pula hakikat sukses dalam hidup kita. Tiap kesuksesan yang datang menuntut kerja keras, usaha, latihan, dan perjuangan yang tidak main – main. Anda tidak bisa menghindarinya, itu adalah harga dari sebuah kesuksesan yang selalu anda inginkan. Setiap orang yang meraih sukses luar biasa selalu juga memberian usaha yang luar biasa, kesungguhan yang luar biasa, perjuangan yang keras, sebelum akhirnya datang satu kesuksesan membuat mereka dikenang sepanjang masa.

    Kalau anda ingin menghasilkan kesuksesan yang luar biasa, mengapa anda tidak mau berusaha lebih keras dari yang lainnya? Kesuksesan tidak pernah datang dengan mudah dan murah! Anda selalu harus membayar penuh harganya, menebusnya dengan perjuangan anda.

    Selama berusaha anda akan mengalami berbagai hal. Mungkin anda akan ditolak. Mungkin anda akan jatuh terpuruk dulu. Mungkin anda akan gagal berulang – ulang dan terus – menerusjuga. Tapi kemauan anda untuk terus maju dan mencoba lagi pada ahirnya akan selalu memberikan hasil yang luar biasa.Sukses tidak pernah jatuh dari langit, maka andalah yang harus mendaki tangga hingga sampai ke langit dan meraih sukses otu dengan tangan anda sendiri.

    Tidak ada sukses yang bisa anda raih tanpa anda usahakan. Tidak ada sukses yang datang tanpa anda membayarnya dengan kerja keras. Dan anda harus selalu membayarnya di depan! Anda harus BERUSAHA DULU barulah bisa sukses. Tidak bisa sebaliknya, dan pembayaran atas sukses ini tidak bisa dicicil separuh – separuh! Anda harus membayar dengan penuh setiap hari, sampai apa yang anda idam – idamkan ada di tangan anda.

    Mitra bisnis, Stephen King Sang penulis thriller kondang pernah berkata juga, “Yang membedakan batak dengan kesuksesan adalah kerja keras, dan kerja keras itu yang membawa kesuksesan dalan hidup”. Maka bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda membayar harga kesuksesan yang harus anda bayar hari ini dengan penuh?

  • Jalan menuju sukses

    Seorang anak muda berbicara dengan gurunya. Ia bertanya,

    “Guru, bisakah engkau tunjukkan dimana jalan menuju sukses ?”

    Uhm….., Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata, sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Anak muda itu segera berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa saat melangkah tiba-tiba ia berseru,

    “Ha! Ini jalan buntu!”

    Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia terpaku kebingungan,

    “Barangkali aku salah mengerti maksud sang guru.”

    Kembali, Anak muda itu berbalik menemui sang guru untuk bertanya sekali lagi,

    “Guru, yang manakah jalan menuju sukses?”

    Sang guru tetap menunjuk ke arah yang sama. Anak muda itu kembali berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok yang menutupi. Ia berpikir, ini pasti hanya gurauan. Dan anak muda itupun merasa dipermainkan.

    Emosi dan dengan penuh amarah ia menemui sang guru,

    “Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan
    buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, bicaralah!”

    Sang guru akhirnya berbicara,

    “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya beberapa langkah saja di balik tembok itu.”

    Siapa bilang tembok adalah tujuan akhir?

  • Kisah seekor Belalang

    Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati
    kebebasannya.

    Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

    Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya,

    “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?”.

    Belalang itu pun menjawabnya dengan pertanyaan,

    “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.

    Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

    Renungan :
    Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang.

    Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

    Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu?

    Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan Anda?

    Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai
    apapun yang Anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

    Kehidupan Anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.

  • Apa Yang Kita Sombongkan?

    Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”

    Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

    Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

    Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

    Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

    Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

    Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

    Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

    Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.

    Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

    Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.

    Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.

    Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.

    Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

    Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

  • Catatan Harian Seorang Pramugari

    Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

    Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

    Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

    Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

    Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

    Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

    Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

    Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

    Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

    Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

    Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

    Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

    Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

    Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

    Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

    Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.

  • Catatan Harian Seorang Pramugari

    Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

    Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

    Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

    Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

    Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

    Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

    Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

    Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

    Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

    Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

    Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

    Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

    Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.

    Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

    Sebenarnya kami mengangga

  • Bill William Gates : King of Microsoft

    Williams Henry Gates III lahir pada tahun 1955,anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington.

    Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi ia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapat kesulitan di sekolah. Ketika berumur sebelas tahun, orangtuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.

    Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan pada komputer, jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini meropotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Ia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, ia melewatkan waktu berjam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. "Ia adalah seorang 'nerd' (eksentrik)," sebagaimana seorang guru memberikan Gates julukan itu.

    Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikrokomputer.Seperti cerita di popular Electronics mengenai "era komputer di rumah-rumah" dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana : Paul dan Gates membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang memperhatikan sungguh pendapat kami. Semuanya berubah dalam dua dekade terakhir.

    Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga menghabiskan waktu dua jam sehari membaca dan menjawab electronic mail yang dikirim 15.000 karyawan Microsoft. Selain itu banyak sekali e-mail dari luar Microsoft.

    Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana pengalaman orang berkeluarga (menyenangkan), film apa yang saya sukai (schindler's List dan Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka dulu buku untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).
    Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari menjawab e-mail dan berceramah atau mengelola perusahaannya. Gates mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali e-mail yang tidak sempat dijawab. Gates senang sekali menulis karena melalui tulisan ini membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong atau tersaring oleh persepsi seseorang. Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan melalui e-mail. Kadang orang mencegat Gates di bandar udara atau mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-pameran komputer atau anak sekolah mengirim surat kepadanya.

    Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu pertanyaan yang penting untuknya. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat filosofis, seperti yang mungkin Anda duga misalnya mengenai ekonomi pasar bebas. Ia hanya ingin tahu, "Apakah Gates sudah terlambat terjun ke industri software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?"

    Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama, "Inilah saatnya terjun ke bisnis software." Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun Microsoft lainnya. Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta dolar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS. Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja.

    Karena Gates ingat bagaimana menariknya memulai sebuah perusahaan software, ia juga menikmati cerita keberhasilan orang lainnya. Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan memulainya. Perusahaan dimulai dari seseorang yang memiliki gagasan. Ia, pria atau wanita, mencari beberapa teman yang tahu bagaimana membuat program dan mereka kemudian menelorkan sebuah produk.

    Banyak sekali karya kesenian yang mereka lakukan karena mereka peduli dengan pekerjaan itu. Biasanya mereka membuat produk untuk satu pelanggan dan karena hasilnya memuaskan, mereka segera mendapat pembeli lainnya.

    Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan program pengolah kata untuk menulis,atau program spreadsheet untuk menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya sudah banyak. Sebaliknya,ciptakan produk yang bisa menolong penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan informasi praktis dalam bidang seperti obat-obatan,asuransi,akunting,arsitektur atau bidang pemerintahan. Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang kecil-kecilan.

    Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-kecilan itu, Anda harus sampai pada tahapan peralihan generasi. Kali ini mahal dan berisiko.

    Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi memberikan jalan baru. Ingat munculnya IBM PC di awal tahun 1980-an. Microsoft bertaruh IBM PC akan menjadi penting. Kemudian Microsoft menciptakan sistem operasi MS-DOS untuk IBM PC. Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam software sistem operasi. Tidak ada yang pernah mendengar mengenai Lotus sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan generasi menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang dirancang khusus IBM PC.

    Apple's Macintosh dan Microsoft Windows adalah sang pemenangnya selanjutnya, ketika dunia menginginkan pengolahan grafik dan meninggalkan program lama yang hanya menampilkan teks. Untuk mendapatkan kemenangan besar, Anda pun harus mengonsentrasikan diri pada perubahan generasi, sesuatu yang diabaikan perusahaan besar. Dan taruhannya mahal sekali. Baru-baru ini sejumlah wiraswastawan berspekulasi software yang bisa digunakan pemakai komputer dengan cara menulis dengan tangan, bukan lagi menekan pada huruf, akan menjadi generasi baru software pengolah kata ada spreadsheet.

    Mereka memulai menciptakan produk baru yang mereka pikir akan memenangkan persaingan. Mereka salah. Suatu spekulasibesar. Apa yang harus saya anjurkan pada seorang mahasiswa yang ingin menjadi wiraswastawan software?

    Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada. Carilah lingkungan sosial Anda sendiri. Berhubunganlah dengan modal ventura. Temukanlah orang cerdas. Dan janganlah lupakan coke dan pizza. Pecayalah,akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.

  • Helmy Yahya Sukses Bisnis Si Raja Kuis

    Di tengah kesibukannya Helmy Yahya masih menyempatkan menulis novel. Triwarsana perusahaan yang kini ditanganinya mungkin adalah Production House tersibuk di Indonesia. Akhir tahun ini saja mereka akan menangani 30 program acara televisi.

    Tampaknya sulit mencari orang yang tidak mengenal Helmy Yahya. Tokoh pengusaha muda yang akrab dengan dunia hiburan televisi, se-abrek aktivitas kini ditekuninya. Namun kalau boleh memilih antara menjadi seorang entertainer, pembawa acara (MC), dosen, manajer, artis, penyanyi atau menjadi seorang pengusaha, Helmy Yahya lebih suka jika orang mengenalnya sebagai seorang pengusaha. Karena menurutnya, terceburnya ia ke dunia entertainment hanyalah sebuah kebetulan semata.

    Di tengah kesibukannya Helmy masih tercatat sebagai Dosen STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) untuk mata kuliah pemasaran, Teori Akuntansi, dan Etika Bisnis, pastilah menyenangkan menjadi salah seorang mahasiswanya. Menjadi dosen adalah salah satu komitmennya yang akan terus ia lakoni, "Saya berasal dari dunia kampus, jadi saya tidak akan meninggalkannya," ujarnya.

    Semua berawal dari sebuah pertunjukan musik di STAN, Helmy saat itu bersama teman-temannya mengundang Ireng Maulana. Tampaknya Ireng Maulana sangat terkesan dengan gaya Helmy memanajemeni pertunjukan tersebut, kebetulan saat itu Ireng Maulana All Stars adalah band pengisi acara "Berpacu Dalam Melodi" yang diasuh oleh Master of Quis Indonesia Ibu Ani Sumadi. Sejurus kemudian Helmy telah bergabung dengan Ani Sumadi Production, sepuluh tahun lamanya (kurun waktu 1989-1999) ia menimba ilmu dari Ibu Ani Sumadi. Merasa dirinya harus lebih berkembang, maka pada tahun 1999 ia memutuskan keluar dari Ani Sumadi Production, dan langsung mengibarkan bendera Joshua Enterprise dan Helmy Yahya production House, keduanya kemudian dilebur dalam wadah Triwarsana yang merupakan perusahaan patungan antara Helmy Yahya, Joddy Suherman (ayah Joshua) dan Liem Sio Bok.

    Helmy tidak pernah memimpikan keberhasilan ini dan tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang entertainer atau memiliki perusahaan. Cita-citanya adalah menjadi seorang dokter, namun anehnya ia tidak pernah menempuh pendidikan yang seharusnya ditempuh untuk menjadi seorang dokter. Ia malah memilih akuntansi, karena pada saat itu ia harus mencari sekolah yang "gratis"

    karena ia yakin kedua orangtuanya tidak akan pernah mampu membiayai sekolahnya. Oleh karena itu ia keluar dari IPB dan masuk STAN.

    Helmy menyikapi anggapan orang yang menganggapnya sekarang lebih tinggi dari kakak kandungnya, Tantowi Yahya. Ia akui banyak belajar dari kakaknya. Mereka berdua sama-sama memulai dari nol, jadi mereka sama-sama mensyukuri apa-apa yang telah mereka dapatkan.

    Helmy tidak pernah membuat penahapan dalam mencapai apa yang kini ia dapatkan. Ia bukan orang yang begitu rigid dan menyusun planning, filosofinya adalah mengalir saja, yang penting ia berusaha untuk jalan terus dan berusaha agar setiap hari ada sesuatu yang bertambah. Namun demikian ia tidak pernah terkejut dengan apa yang ia dapatkan, karena apa yang ia dapatkan adalah hasil dari sebuah proses. Jadi,ia tidak pernah mengenal apa yang dikatakan orang "aji mumpung" atau mendapatkan sesuatu dari sebuah ketidaksengajaan. Walaupun menurutnya Kuis "Siapa Berani" itu merupakan sebuah serendipity, sebuah kebetulan yang kemudian menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.

    Masa-masa ketika Helmy hanya menjadi dosen di STAN dengan gaji yang sangat terbatas, dengan tiga orang anak adalah masa-masa yang sulit dalam perjalanan kariernya, saat-saat seperti inilah ia mendapatka pelajaran kehidupan. Masa kecilnya sangat memprihatinkan, ia tidak pernah minum susu, tidak pernah mengenal sabun mandi, tidak pernah mengenal sampo, baju pun seadanya, celananya hanya dua hingga tiga potong saja, seringkali ia bermain dengan bertelanjang dada, tidak ada yang istimewa, ia lebih banyak belajar di jalanan. Itu juga yang dialami oleh keempat saudaranya termasuk Tanto, kehidupan yang sangat memprihatinkan inilah kemudian memotivasi mereka untuk menggapai kesuksesan. Ayah mereka senantiasa mengatakan, "jangan keduluan gaya daripada penghasilan." Jadi sebelum berhasil jangan gaya-gayaan dulu namun jika sudah sukses mau gaya apa pun silakan saja. Satu lagi yang ia ingat, kedua orang tua mereka adalah orangtua yang tidak dengan mudah akan memenuhi apa yang mereka minta, mereka baru mau memberikan sesuatu,setelah anak-anaknya melakukan sesuatu untuk mendapatkanya. Kenyataannya pahit di masa lalu inilah kemudian menjadi semacam bekal untuk menghadapi keadaan sesulit apa pun, dan apa saja yang ia dapatkan sekarang adalah akumulasi dari kerja keras dan keprihatinan yang telah ia lalui selama ini.

    Dari setiap kegagalan Helmy selalu dapat menarik pelajaran,seperti ketika banyak orang yang mengatakan film "Joshua Oh Joshua" gagal, namun menurut saya tidak. Karena ternyata ketika film itu ditayangkan di televisi pada malam tahun baru ratingnya 17, dan itu adalah rating tertinggi,lebih tinggi dari acara yang dikemas secara khusus dengan biaya yang tinggi pada malam yang sama. Produser film Joshua Oh Joshua masih kerap menghubungi mereka, namun mereka sendiri yang merasa kapok. Pembuatan film terlalu banyak menyita waktu, dan pada awalnya mereka menggarap film itu tak lain sebagai bentuk apresiasi mereka kepada perfilman nasional.

    Helmy selalu bersiap diri untuk mengantisipasi kegagalan, bersiap diri untuk menghindari kegagalan. Misalnya ia ditunjuk untuk membawakan acara yang sama sekali baru baginya,tentunya ia nervous, dan untuk menghilangkannya ia mempersiapkan diri. Contoh lainnya ketika beberapa saat yang lalu ditantang oleh Renny Jayusman untuk menyanyikan lagu-lagu rock di Hard Cafe, jujur ia akui ini adalah sesuatu yang baru baginya, dan jika selama ini ia kerap menantang orang di Kuis Siapa Berani, lalu ia pikir mengapa ia harus mundur jika mendapatkan tantangan. Saat itu ada rasa takut dalam dirinya jika ia gagal. Bahkan Tanto marah besar ketika ia menerima tantangan itu,bagi Tanto buat apa mempertaruhkan reputasi untuk hal yang menurut Tanto tidak patut untuk dilaksanakan. Akhirnya ia mempersiapkan dirinya, bukan lari, dan Alhamdulillah ia berhasil. Malah setelah pertunjukan, ia berhasil mendpatkan kontrak untuk rekaman dan juga mendapatkan kontrak untuk sebuah acara musik di televisi.

    Menurut Helmy, kita membutuhkan tantangan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik,dan jika Anda dihadapkan pada sebuah tantangan jangan mengelak dari tantangan itu, namun cobalah sekeras mungkin untuk menjawab tantangan itu, belajarlah dan berlatihlah secara terus-menerus, dan ini yang ia lakukan.

    Jika Tanto dikenal pertama kali lewat Kuis Gita Remaja, maka Helmy dikenal oleh khalayak luas lewat Kuis Siapa Berani, walaupun sebelumnya ia juga telah terlibat dalam banyak acara olahraga seperti NBA Games. Pengalamannya membawakan acara olahraga juga menarik, karena di sana ia bersama dengan Agus Maulo dan Reinhard Tawas seperti membawa genre baru. Karena mereka membawakan acara olahraga tersebut dengan emosi yang baru, mereka biasa berteriak, atau melakukan hal lainnya yang tidak pernah ditemui pada acara serupa di waktu-waktu sebelumnya. Ia juga sempat mendapatkan kritik,karena ia berbicara dengan speed yang tidak wajar, namun ia bilang kepada mereka inilah sport, inilah basket ball semuanya berlangsung cepat. Dan lihat sekarang hampir semua pembawa acara olahraga telah berubah,dan ia senang jika dirinya bisa membawa sebuah perubahan.

    Helmy juga butuh sekali tim yang baik untuk mendukung kariernya dan tentunya untuk kepentingan Triwarsana. Saat ini Triwarsana telah menangani 17 program acara televisi, dan di akhir tahun nanti akan menjadi 30 program acara. Karena bagi mereka melakukan semua ini adalah tuntutan agar mereka dapat terus berkembang, dan ia tidak pernah ambil pusing jika ada orang yang kemudian menganggapnya greedy. Tim saya kini berjumlah 70-an orang. Setiap program setidaknya harus ditangani oleh 5-6 orang,ini artinya timnya telah bekerja dengan baik. Ia tidak pernah dibuat pusing atau frustasi memikirkan segala sesuatunya agar dapat berjalan seperti yang ia harapkan, karena ia percaya timnya sangat mengetahui apa yang mereka lakukan. Kepercayaan adalah kata kuncinya, dan nya bersyukur seluruh timnya adalah anak-anak muda yang dapat dipercaya, dan mereka bekerja selama 24 jam,mereka juga melakukan hal ini dengan hati yang tulus. Uniknya, tidak ada satu pun dari anggota timnya yang berlatar belakang dunia broadcast, termasuk saya yang berasal dari disiplin ilmu akuntansi, namun karena kita telah komitmen untuk terus belajar maka mereka sebagai team work dapat dikatakan berhasil. Tidak berlebihan jika kemudian ia mengatakan, "Jika Anda ingin menyaksikan secara langsung the magic of team work lihatlah bagaimana kami bekerja."

    Helmy baru bisa tidur jam 12 malam. Biasanya ia menyempatkan diri untuk berenang sebentar antara 10 hingga 15 menit, bagi saya saat seperti ini adalah saat saya dapat melakukan relaksasi, sehingga kepenatan seharian bisa saya tuntaskan. Setelah itu ia lanjutkan dengan membaca buku. Aktivitasnya dibuka dengan melaksanakan Shalat Subuh. Jam 8 pagi ia harus sudah berada di Indosiar untuk Kuis Siapa Berani. Anda bayangkan dengan 17 program acara, kadang-kadang ia harus menyusun waktu sedemikian rupa agar ia bisa menyaksikan proses pengambilan gambar dari ke-17 program tersebut. Belum lagi dengan 6-7 kali meeting dalam seharinya. Malam harinya ia juga kerap didaulat untuk menjadi MC pada acara-acara tertentu. Dan ia bersyukur masih dapat mengaturnya dengan baik,sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal, terutama perhatiannya kepada keluarganya yang merupakan prioritas baginya.

  • Lima Langkah Untuk Lebih Percaya Diri

    Tak dipungkiri, pasti kita semua ingin jadi lebih percaya diri dan merasa nyaman tentang diri sendiri, sehingga dapat menjalankan kehidupan terbaik kita. Namun sayangnya, menumbuhkan rasa percaya diri tidaklah semudah mengucapkannya. Berikut kami berikan beberapa panduan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan menumbuhkan harga diri:

    1. Lakukan Sesuatu Yang Membutuhkan Keputusan Dan Tindakan

    Anda mungkin telah lama berkeinginan menyambung hubungan dengan teman semasa kuliah, atau mungkin telah lama ingin membersihkan rumah dan menyotir barang-barang yang tak berguna ke gudang. Apapun itu, Anda akan merasa lebih percaya diri dengan merancang tujuan (walau hanya tujuan kecil) dan bertindak untuk mencapainya.

    2. Nikmati Hal Yang Anda Kerjakan Dengan Bagus

    Apa Anda memiliki hobby atau olah raga yang sangat Anda nikmati? Seperti berenang atau yoga, melukis atau menulis, hal yang menyita perhatian dan membuat Anda lupa waktu saat mengerjakannya. Lalu, ini membuat Anda merasa kompeten dan mampu melakukannya dengan baik. Melakukan hobby juga dapat jadi cara luar biasa untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Jika Anda tak memiliki hobby khusus atau hiburan yang dapat Anda nikmati, coba lakukan sesuatu yang selalu ingin Anda coba. Bayangkan Anda melakukan itu, dan lalu lakukan! Tak perlu hal yang besar, bisa juga hal sederhana seperti bergabung dengan club jalan sehat misalnya. Anda akan menemukan diri Anda lebih terpusat dan bahagia dengan melakukan sesuatu yang membuat Anda terlibat
    setidaknya selama seminggu sekali.

    3. Ganti Fokus

    Terbukti selama ini orang-orang yang memiliki rasa rendah diri biasanya adalah orang-orang yang terlalu banyak berfokus pada diri sendiri. Anda dapat lebih meningkatkan rasa percaya diri dengan mengerjakan sesuatu yang membuat Anda terfokus pada orang lain atau satu hal. Seperti saat Anda bertemu orang-orang baru, Anda akan menemukan rasa gugup Anda menghilang begitu lebih berfokus pada orang yang Anda temui, bukan diri sendiri. Pada akhirnya, Anda akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain dan merasa lebih cerah.

    4. Bersikap Rileks

    Belajar tentang bagaimana bersikap rileks merupakan sebuah peningkatan hidup yang luar biasa. Orang-orang yang bersikap rileks lebih sedikit mengalami masalah dengan kenangan buruk mereka dan mengikuti alur kehidupan. Melakukan meditasi juga cara populer untuk menumbuhkan perasaan rileks, Anda bisa memilih ikut yoga atau tai chi. Apapun metode yang Anda gunakan, lakukan relaksasi dengan serius. Keuntunngan dari hal ini amat luar biasa untuk sekedar diabaikan begitu saja. Jika selama ini Anda tak pernah memikirkan relaksasi sebagai hal penting, maka pikirkanlah sekarang juga.

    5. Buat Daftar Hal Yang Anda Kuasai

    Buat daftar dalam skala kecil. Anda dapat membuat apapun yang berhasil Anda kuasai dalam sebuah daftar, seperti misalnya: lulus ujian mengemudi dan mendapat SIM, mencetak angka tertinggi saat main basket, mengatur tabungan dan masi banyak lagi. Mengetahui banyak hal yang Anda kuasai akan membuat Anda menyadari akan apa yang telah Anda capai.

    Lima hal yang kami sampaikan di atas merupakan prinsip dasar yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri, namun Anda juga perlu menambah hal-hal ini secara permanen dalam kehidupan Anda. Selalu tanamkan dalam pikiran, karena tak semua orang terlahir dengan bakat percaya diri, kebanyakan dari kita harus bekerja untuk membangunya. Jadi, bangun rasa percaya diri dan harga diri ini dari pikiran Anda sendiri dan lakukan setiap hari untuk membuat Anda merasa nyaman.

  • Rahasia Sukses Bos-bos di Jepang!

    Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana disbanding dengan rekan-rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.

    Pernah orang Jepang dijuluki les marchands des transistors (pedagang transistor) oleh de Gaulle. Namun sekarang mereka bukan hanya juara dunia dalam hi-fi, tetapi juga dalam microprocessor, mobil, bioindustri dan lain-lain.

    Dalam sepuluh tahun terakhir produksi Jepang meningkat dua kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Apa rahasianya?

    Berikut ini kita akan menjenguk orang-orang yang mempunyai andil besar dalam kemajuan tehnik Jepang.

    Mula-mula kita jumpai Akio Morita si pencipta perusahaan Sony. Dia menyukai olahraga golf, sekaligus menjadi pengagum musikus Beethoven. Saking gandrungnya pada musik sampai-sampai di lapangan pun dia ingin bermain golf sambil mendengarkan Symphony kesembilan.

    "Saya membutuhkan sebuah alat kecil dengan pengeras suara," kata Akio Morita pada anak didiknya. Tak lama kemudian tcrciptalah walkman.

    Dia berusia sekitar enampuluhan, kurus, rambutnya putih dan matanya hampir kuning. Tapi ia Nampak seperti umur duapuluh karena semangatnya yang tak kenal lelah.

    Rumahnya di daerah kedutaan, di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan sebuah kolam renang. Boleh dikata dia seorang boss Jepang yang sudah berorientasi ke Barat. Dia tak berkeberatan istrinya turut menjamu tamu dalam pakaian Barat. Tetapi, ia tetap menjalani hidup sederhana dan kekeluargaan menurut tradisi.

    Setiap pagi pukul delapan tepat Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai anak buahnya, meskipun jas luarnya buatan Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat demokratis yang menjiwai setiap perusahaan Jepang.

    Pada tahun 1947 Akio Morita mendirikan perusahaan Sony; memasarkan transistor yang pertama, televisi berwarna pertama, dan walkman pertama. Saat ini perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70% dari produknya. "Pasaran kami adalah seluruh dunia," katanya.

    Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat untuk menyegerakan, dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi untuk mewujudkan mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek, Jepang hanya bisa membuat sepeda yang rodanya tidak bisa berputar dan jam-jam yang tidak bisa dipercaya. Karikatur tahun tigapuluhan pernah menunjukkan gambar seorang pemburu menyandang sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik maka larasnya menggembung. Capnya: made in Japan (bikinan Jepang).

    Tetapi tiba-tiba orang Jepang tergila-gila pada perlombaan matematika dan fisika. Ujian-ujian di

    berbagai universitas menjadi sangat berat dan terjadi persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang-orang yang pandai. Di Pusat Penelitian Sony, jejak kaki para direktur yang sukses dicetakkan di atas tanah, seperti halnya jejak kaki para bintang Hollywood di studio MGM.

    Saingan istrinya sebuah computer

    Sama dengan majikannya, Makoto Kikuchi direktur baru pada Pusat Penelitian Sony ini bisa berbahasa Inggris, dengan tujuan dapat berbicara dengan robotnya; sebuah "Apple" Amerika.

    "Masih yang terbaik untuk saat ini," ucapnya jujur.

    Laki-laki berusia 45 tahun ini sebelumnya sudah sangat terkenal di Jepang sebagai ilmuwan yang paling mengagumkan dari Pusat Penelitian Negara. Ia mengkhususkan diri dalam microprocessor. Ia pindah ke Sony enam tahun yang lalu.

    Dalam sebuah rumah yang amat kecil berbentuk bujur sangkar dan terbuat dari kertas minyak itulah ia tinggal bersama istrinya dan hidup dengan sederhana. Dengan kimononya dan berlutut di atas tikar Jepang, istrinya dengan setia menemani suaminya bermain dengan komputer.

    Mottonya: Research Makes The Difference, menggambarkan keambisiusan Makoto Kikuchi. Motto ini ditulis pada truk-truk perusahaan dalam bahasa Inggris supaya menimbulkan kesan eksotis.

    Ia punya rencana untuk beberapa tahun mendatang: membuat komputer yang bisa menguraikan bahasa percakapan orang Jepang supaya setiap orang Jepang dapat berbicara dengan komputer.

    Dengan senang hati, dia mengundang 190 penyelidik datang ke pusat penelitiannya. Kata Makoto: "Sony memberikan 3,5 sampai 5% penghasilannya untuk penelitian." Tambahnya: "Sebelum ini saya bekerja di sebuah laboratorium di Amerika Serikat. Di Sony, cukup hanya satu jam bagi saya untuk memperoleh sebuah alat yang harganya setengah juta dolar. Saya lalu bisa menghargai perbedaan ini." Ia tetap seorang Jepang Tulen meskipun lama tinggal di Amerika Serikat.

    Para peneliti Sony mempelajari sinar energi matahari, teknologi silikon dan lainnya. Tetapi bidang yang paling disukainya adalah semiconductor. Dia memulai segalanya dari nol pada tahun 1976.

    Di perusahaan Sony, kaitan penelitian produksi dengan pemasaran merupakan satu keharusan yang permanen. Contohnya, setiap Minggu pagi Makoto sarapan bersama Akio Morita dan Direktur Marketingnya. Hubungan yang begitu wajar dan akrab antara peneliti dan pemimpin ini jarang sekali terjadi di Amerika maupun di Eropa.

    Morita yang sudah begitu kebarat-baratan, yang kalau bermain golf memakai kemeja dan topi Amerika, tetap membungkukkan badan sampai ke tanah bila berjumpa dengan kawan. Dalam mobil ia memiliki telepon, televisi dan magnetoskop; tetapi ia tetap mengenakan seragam yang sama seperti 35.000 anggota Sony.

    Honda tidak memberi warisan kepada anak

    Soichiro, 78 tahun, adalah pendiri Honda Motor. Ia juga mengenakan seragam karyawan biasa di perusahaan, kemeja dan topi putih. Dia lebih suka bekerja di bengkel, meskipun tersedia ruangan di setiap perusahaannya. Sebelum pecah perang, ia pernah menjadi montir biasa.

    Sedikit demi sedikit ia turut meletakkan dasar perusahaan. Sekarang ia mengepalai 23.000 buruh dan membawahi 43 perusahaan di 28 negara (enam ada di Jepang).

    Anak buahnya diberi kepercayaan total dan tanggung jawab pribadi atas apa yang dihasilkannya.

    Soichiro tidak memiliki harta pribadi. Dia tinggal dalam sebuah rumah sederhana. Kegemarannya melukis di atas kain sutra dan bermain golf. Barangnya yang berharga cuma sebuah helikopter dan mobil biasa. Penghasilannya dipakai untuk penelitian dan bea siswa kaum muda. Dia bahkan tak memberi warisan kepada anak-anaknya.

    "Warisan paling berharga yang dapat saya berikan adalah membiarkan mereka sanggup berusaha sendiri," katanya.

    Hadiah untuk gagasan yang paling baik

    Kyoto Ceramics adalah salah satu pabrik pembuat microchips (elemen-elemen kecil komputer) yang paling kuat di dunia.

    Omset Kyoto Ceramics 400 juta dolar dan menghasilkan keuntungan luar biasa, 12% setelah dipotong pajak.

    Ada tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat dan tiga di Jepang. Inamori sang pemimpin, seperti juga Soichiro Honda dan Kaku pemimpin Canon, menganggap dirinya sebagai karyawan biasa. Selisih gaji direktur dan buruh baru di Jepang lebih kecil bila dibandingkan dengan di Eropa dan Amerika Serikat.

    Cara hidup pemimpin Jepang sangat sederhana dibanding dengan rekan-rekan di Barat. Rasanya mereka memandang rendah kemewahan. Suatu barang harus ada fungsinya.

    Bagaimana mereka bisa memegang prinsip sebaik itu?

    Mari kita menengok ke Gamo, salah satu pabrik keramik di Kyoto. Kurang lebih 50 kilometer dari Kyoto. Di sini pada pukul delapan pagi seluruh karyawan Gamo berkumpul dalam ruang-ruang besar. Dari tiap ruang, di atas sebuah panggung seorang laki-laki meneriakkan: berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat. Ratusan laki-laki dan perempuan dalam seragam biru berdiri siap. Laki-laki lalu melaporkan hasil pekerjaan bulan lalu dan menambahkan delapan pesan produksi, tentang mutu, penurunan ongkos dan sebagainya.

    Selesai laporan, dia memanggil lima orang maju ke depan. Mereka diberi hadiah, karena telah menyumbangkan gagasan yang paling baik, pada bulan sebelumnya. Di semua perusahaan Jepang, para insinyur dan buruh diundang menyumbangkan gagasan untuk lebih memajukan produktivitas, keamanan dan semua bidang yang berkaitan dengan kehidupan perusahaan.

    Di Canon, setahun yang lalu, masuk sekitar 146.242 gagasan yang ternyata dapat menghemat lebih dari tujuh juta yen!

    Sebulan sekali mereka berkumpul, memberi laporan pekerjaan selama ini, bertukar pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.

    Hadiah bagi gagasan mereka yang terpilih antara lain medali, jam tangan, tiket kereta atau pesawat terbang. Yang kurang berinisiatif tak akan mendapat apa-apa. Tak pernah terjadi seseorang mendapat sanksi negatif.

    Setiap pekerja memiliki saham dan dividen dari perusahaan. Benar-benar merupakan perwujudan demokrasi yang didasarkan pada penghargaan hasil kerja dan atas hierarkinya. Di Jepang, persaingan ditumbuhkan sejak kanak-kanak. Keluaran sekolah bereputasi tinggi lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baik.

    Di tiap perusahaan ada serikat buruh, yang setiap tahunnya mengorganisir pemogokan untuk memperoleh kenaikan gaji yang disebut Shunto. Tetapi Shunto ini cuma suatu upacara tradisi, bukan pemogokan seperti layaknya di Barat.

    Robot membuat robot

    Di kaki Gunung Fuji ada robot membuat robot. Robot-robot itu bekerja dengan diam-diam. Beberapa manusia membaca lembaran kertas besar yang keluar dari terminal robot.

    Di Honda Motor Cie, di sebuah dusun dekat Tokyo, kita bisa melihat mobil yang di-assembling oleh robot, yang mematri 160 kali setiap detiknya. Grup-grup yang terdiri dari lima atau enam buruh memeriksa hasil kerja robot. Setiap buruh diizinkan menghentikan pekerjaan dengan cara menekan tombol merah, bila ada yang kurang beres.

    Hasilnya: pada produksi akhir hanya ada 0,1% yang apkir, dibanding dengan 20% di Eropa. Di Sony, semua karyawannya teliti. Para majikan di Eropa memimpikan pabrik mereka bisa menyamai Jepang, dan mendambakan buruh-buruh yang serupa pula.

    Di perusahaan Canon, Tuan Kaku yang adalah presiden direkturnya itu dan para buruhnya, saling menundukkan kepala mereka sama dalamnya. Percakapan antara mereka bisa membuat heran telinga-telinga Perancis.

    Tuan Kaku menjelaskan secara mendetil target keuangan dan tehnik yang ingin dicapai perusahaan. Kepala serikat buruh Canon meyakinkan majikannya, keberhasilan Canon merupakan satu kepuasan bagi seluruh karyawan dan mereka ingin bekerja sama sepenuhnya bersama direksi.

    Majikan-majikan Eropa sangat kagum melihat modernisasi Jepang. Kagum bukan hanya karena melihat sindikat-sindikat buruh dapat bekerja sama begitu baik dangan majikannya, tetapi juga melihat para majikan yang tak pernah memecat buruhnya itu.

    Mereka melihat suatu industri di mana otomatisasi tidak menciptakan pengangguran, dan setiap buruh mau dan dapat memahami apa pun yang mereka lakukan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai jalannya perusahaan. Yang nampak di depan mereka adalah sebuah dunia, di mana disiplin yang mirip disiplin militer itu dapat berjalan berdampingan dengan rasa hormat pada setiap individu. Inilah rahasia kemajuan Jepang.

  • Memijak Bumi, Menjunjung Langit

    Sejak kembali aktif menulis di berbagai media di tanah air, setelah hampir sembilan tahun vakum karena kesibukan kerja dan perjuangan hidup lainnya di perantauan, beberapa nama yang cukup dikenal di tanah air kembali mengontak saya melalui e-mail. Ada beberapa hal yang saya perhatikan dari komunikasi dengan mereka tersebut, yang sebenarnya cukup menarik ditinjau dari perbedaan kultur dan beberapa jenis perbedaan lainnya.

    Pertama, kultur Indonesia sangat membedakan kelas sosial. Karena jurang ini, maka komunikasi antar pribadi sering kali menjadi "terhalang" oleh birokrasi yang sebenarnya tidak perlu eksis. In the end, komunikasi terhalang, sehingga hasil akhir bisa jadi kurang optimal. Contohnya saja, dengan menyuruh sekretaris untuk mengetikkan e-mail, sebenarnya ada beberapa hal yang cukup transparan, salah satunya adalah tingginya" status sosial orang tersebut sehingga ia lebih senang segala sesuatu dioperasikan oleh orang lain (terlepas dari sibuk atau tidak sibuknya seseorang).

    Saya sendiri selama di perantauan belajar untuk down-to-earth, dari ke mana-mana diantarkan oleh supir menjadi my own personal driver alias nyupirin diri sendiri. Dari seringnya menyuruh-nyuruh errand runner ("office boy" kalau di Indonesia), sekarang membersihkan toilet di kamar mandi pun sendiri, padahal di kartu nama saya, tercantum jelas posisi saya sebagai Chief Executive Officer.

    Perjuangan hidup yang keras membuat saya sangat menghargai pekerjaan "sepele" demikian, dari menjawab semua e-mail sendiri, termasuk e-mail dari "fans," menjawab telpon sendiri, memasak sendiri (well, kadang-kadang makan di restoran juga kalau sudah jenuh), membersihkan rumah sendiri, menjawab semua pertanyaan mahasiswa saya sendiri, sampai mempersiapkan proyek-proyek konsultasi saya yang bernilai ribuan bahkan puluhan ribu dollar sendiri. Di lain kesempatan, saya pula yang membawa mobil ke bengkel untuk segala macam tetek-bengeknya.

    Di samping itu saya sendiri pula yang memilih produk-produk investasi sebagai safety net masa depan. On top of that, sebagai seorang istri, saya juga mesti make sure bahwa rumah tangga berjalan dengan sebaik-baiknya dan rumah dalam keadaan sebersih-bersihnya, sehingga suami merasa nyaman.

    Jadi, pekerjaan saya merangkap dari pembantu rumah tangga, office girl, ibu rumah tangga, CEO, guru, konsultan, CFO dan CIO. Kalau tidak percaya, Anda bisa tes pengetahuan saya soal membersihkan spot di karpet. Juga cara memilih pakaian yang bisa dicuci dengan mesin cuci tanpa menyebabkan banyak kerutan. Di samping itu, Anda juga bisa ajak saya menganalisa harga properti di berbagai negara, termasuk AS, Australia dan Inggris. Apalagi soal eCommerce. Mungkin pengetahuan ini bisa saya tuangkan dalam 10 buku. Saya punya pilihan dan financial resources untuk tidak down-to-earth, namun saya memilih untuk down-to-earth karena perasaan gratitude yang besar.

    Dengan beraktifitas sebagaimana seorang pembantu rumah tangga, apakah ini berarti kelas sosial saya turun? Anda bisa menjawab sendiri, karena sebenarnya kelas sosial tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan-pekerjaan "sepele" yang down-to-earth, yang kadang-kadang di pandang "rendah." Bahkan teman-teman saya yang masih gadis tidak jarang yang berkata, "Setelah menikah, gua cuma jadi babu saja di rumah." Sayang, ternyata banyak manusia yang memberi "nilai" bagi suatu pekerjaan, padahal semua itu sama saja di dalam spiritual realm.

    Semua itu merupakan meditasi yang kembali mengingatkan saya akan akar perjuangan hidup saya. Sesuatu yang sangat saya hargai setiap hari. Bahkan, ini juga mengingatkan bahwa saya ini dalam keadaan kesehatan yang baik, sehingga bisa mengerjakan ini semua. Bukankah dengan demikian artinya menyapu dan mencuci piring adalah berkah yang tidak terhingga? Bahkan dalam ajaran Zen, seorang pengikut pemula diwajibkan untuk selalu membersihkan dwelling-nya dengan penuh awareness.

    Berkah yang lainnya adalah kesempatan saya untuk berkomunikasi sama tinggi dengan orang lain tanpa perantara birokrasi yang tidak perlu.

    Bahkan walikota New York City Mayor Bloomberg saja menerima telpon di rumah sendiri. Nomor telponnya bisa dicari di buku telpon (white pages) kota New York, dan semua warga kota itu punya akses untuk menelponnya secara langsung. Hal seperti ini di dalam arena percaturan politik suatu negara merupakan contoh demokrasi yang paling nyata. (Yang jelas Pak Bloomberg ini luar biasa sibuknya karena memanage satu kota yang bukan main kompleks dan besarnya yaitu New York City. Jadi, kalau Anda baru mengepalai satu divisi atau bahkan satu perusahaan saja, semestinya tidak ada alasan untuk tidak down-to-earth. Semuanya adalah pilihan.)
    Bukankah sayang sekali jika kita menciptakan barrier dengan orang lain demi "meninggikan status sosial" kita, padahal ini tidak menguntungkan bagi diri kita sendiri? Kalau Mayor Bloomberg saja begitu down-to-earth, bukanlah tempatnya bagi saya untuk tidak berbuat demikian, bukan?

    Kedua, menjadi pelayan bagi diri sendiri dan orang lain merupakan ungkapan penghargaan yang sebesar-besarnya akan apa yang kita miliki. Orang-orang religius menyebutnya sebagai "give thanks for God's blessings."

    Dengan memijak bumi sedemikian dalamnya, maka langit (sebagai analogi dari Yang Maha Kuasa) semakin dijunjung. Sebaliknya, semakin tidak memijak bumi, selain direct communications dengan orang lain tidak berjalan dalam garis paralel (yang nota bene memungkinkan terjadi berbagai jenis misunderstanding), awareness yang dimiliki tidak diasah sebagaimana mestinya.

    In the end, segala macam intelligences (multiple intelligences) bermuara kepada awareness. Ini juga yang menyebabkan mengapa many smart people do stupid things (banyak orang pintar yang melakukan hal-hal bodoh). Tentu saja untuk seorang bodoh seperti saya, semakin perlu bagi saya untuk meninggikan awareness supaya suatu hari saya bisa keluar dari belenggu kebodohan saya.

    Salah satu cara yang jitu adalah berpijak kepada bumi (down-to-earth) dalam kehidupan sehari-hari dan selalu ingat bahwa dengan berlaku demikian, semakin banyak pintu yang akan terbuka karena law of attraction. Prinsip ini memungkinkan orang-orang yang sejenis kepribadiannya untuk saling tertarik. Jelas saya sendiri lebih tertarik untuk bergaul dengan orang-orang yang terbuka hati dan pikirannya serta down-to-earth daripada yang inferior dengan cara menutupi kekurangannya melalui penggunaan status sosial orang lain.

    Percayalah akan kemampuan Anda dalam berkarya dan pijaklah pada bumi senantiasa. Langit pun akan kau junjung.

    Sumber: Memijak Bumi, Menjunjung Langit oleh Jennie S. Bev. Jennie S. Bev adalah penulis, edukator dan konsultan perantauan yang telah menerbitkan 19 buku dan lebih dari 900 tulisan di manca negara. Bermukim di Kalifornia Utara, prestasinya telah dimuat oleh berbagai media internasional. Baca tentang prestasi dan perjuangan hidupnya di JennieSBev.com.

  • Positif

    Luangkan 5 menit waktu anda untuk membaca kisah nyata dibawah ini, semoga sedikit banyak dapat memberikan manfaat bagi diri Anda...

    Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya.

    Pengadilan Negara menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.

    Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya.

    Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan

    "Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih. Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan.. semakin lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !”

    Mereka pun kemudian eksekusi, sang kriminal mulai merasakan potongan di pergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran darahnya menetes.. tes..tes... suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia semakin kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah.. sampai jantungnya berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun mati.

    Ironisnya... walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah teknologi canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi.. yang mereka lakukan hanyalah.. mengambil sepotong es dingin yang tajam.. kemudian digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang sesungguhnya tidak memotong apapun!

    Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi 'kenyataan' karena sang kriminal memang mempercayainya!

    Apa inti cerita diatas?? Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai informasi apapun, walaupun itu palsu! Jika kita mempercayainya, maka tubuh kita akan bereaksi seolah-olah itu adalah kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berguna setiap harinya.. maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak berguna.

    Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif.. Jika ingin kaya.. isilah otak Anda dengan kekayaan.. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda dengan kesuksesan.

    Statistik menyatakan 90% dari orang di sekitar Anda adalah Negatif! Apakah Anda salah satunya?? Jika ya, maka segera keluarlah dari zona nyaman Anda serta isilah segera diri Anda dengan ide-ide dan kepercayaan dari 10% orang yang kaya dan sukses!!! Kebanyakan orang berpikir bahwa 'Orang Kaya' itu berbeda, mereka lebih pintar, mereka lebih beruntung, atau lebih berpendidikan daripada kita.

    Sesungguhnya 'Orang Kaya' berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda!!! Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, maka Anda harus belajar kepercayaan-kepercayaan dan pola pikir mereka tentang uang. Jika Anda ingin kaya, buang semua kepercayaan lama, ubah mindset negatif Anda tentang uang, ubah kepercayaan Anda tentang uang, maka Anda akan segera berhenti mengejar uang, dan yang terjadi malah sebaliknya Uang yang akan mengejar Anda!!!

    Untuk mengubah keadaan di sekitar Anda, semua harus dimulai dari dalam pikiran Anda dan dari kepercayaan Anda..

  • Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire

    Minggu lalu saya berada di New York City, tepatnya Manhattan, yang jaraknya kurang lebih 2500 mil dari kediaman saya di San Francisco Bay Area. Seorang "mogul" alias pengusaha kelas kakap yang berteman dekat dengan Donald Trump memanggil saya untuk membantunya dalam mendirikan divisi baru institusi pendidikannya yang sudah mendunia. Sebutlah namanya Mr. JC.

    Sebagai seorang konsultan yang sering mendengar nama Mr. JC ini disebut-sebut, tentu saja saya sangat girang ketika dikontak oleh asistennya untuk mengunjungi Si Mogul ini untuk business meeting. Dengan harap-harap cemas saya mempersiapkan segala sesuatunya agar presentasi saya nanti tidak memalukan. Namanya saja berbisnis dengan seorang pengusaha kelas kakap. Siapalah saya ini di matanya.

    Ternyata, di luar dugaa n saya, Mr. JC sangat ramah dan informal. Kecerdasannya tampak jelas dari "being comfortable in his own skin." Ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri, tidak ada unsur intimidasi maupun berusaha tampak lebih cerdik daripada lawan bicaranya. Sungguh saya sangat terkesan.

    Selama kurang lebih 6 jam perjalanan pulang di pesawat, saya banyak merenungkan pertemuan ini, terutama mengenai kepribadian Mr. JC yang sangat menawan. Otak saya yang gemar melakukan studi komparasi kembali bekerja. Satu per satu wajah orang-orang sukses muncul di benak saya. Wah, ternyata banyak sekali kemiripan sifat dan perilaku mereka dengan Mr. JC, yang tampaknya sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat dan perilaku mereka yang kurang berhasil.

    Sepuluh unsur kepribadian seorang billionaire yang saya sarikan berdasarkan komunikasi dan pergaulan pribadi dengan para billionaies dan beberapa pengusaha sukses adalah sebagai berikut:

    1. Keberanian untuk berinisiatif.
    Di sinilah letak keunikan utama pengusaha kelas kakap dunia. Mereka selalu punya ide-ide jenial. Sebagai contoh, lihat saja si Raja Real Estate, kebangkitannya dari bangkrut beberapa tahun yang lalu sekarang sudah membuahkan lebih dari sekedar kerajaan properti belaka. Ada boneka Donald, ada seri TV The Apprentice, ada online university TrumpUniversity.com, bahkan ada t-shirt "You're Fired" dan buku-buku best-sellernya. Semua berangkat dari inisiatif belaka, yang bisa kita pelajari dan tiru.

    2. Tepat waktu.
    Selalu menepati janji dan tepat waktu karena ini adalah bukti kemampuan memanage sesuatu yang paling terbatas di dalam hidup kita, yaitu waktu. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis. Respek terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri send iri dan partner bisnis.

    3. Senang melayani dan memberi.
    Seorang billionaire pasti mempunyai kepribadian sebagai pemimpin dan seorang pemimpin adalah pelayan dan pemberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Syukur-syukur kalau ada karma baik sehingga mendapat kebaikan juga dari orang lain. Paling tidak dengan memberi dan melayani, kita sudah menunjukkan kepada dunia betapa berlimpahnya kita. Alam bawah sadar kita akan terus membentuk blue print sukses berdasarkan kemampuan memberi ini.

    4. Membuka diri terlebih dahulu.
    Pernah Anda bertemu orang yang selalu mau bertanya soal hal-hal pribadi tentang orang lain namun tidak pernah mau membuka diri? Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, yang pasti mereka akan sangat sulit untuk mencapai kesuksesan karena dua hal ini adalah lawan dari unsur-unsur yang membangun sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, sesuatu yang dicari oleh para partner bisnis sejati. (Siapa yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius?)

    5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik dengan para partner bisnis.
    Teamwork jelas adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Donald Trump dan Martha Stewart pun mempunyai tim-tim mereka yang sangat loyal sehingga mereka bisa mencapai sukses luar biasa. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

    6. Senang mempelajari hal-hal baru.
    Kembali kita mengambil contoh Pak Trump yang baru saja membuka online university. Apakah beliau adalah ahli pendidikan? Seorang profesor? Jelas tidak, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung mengaplikasikannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis baginya adalah tempat bermain yang luas dan tidak terbatas. Kuncinya hanya satu: senang belajar dan mencari hal-
    hal baru.

    7. Jarang mengeluh.
    Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, "There are two kinds of days: good days and great days.

    "Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik".

    Jangan sekali-kali mengeluh di dalam bisnis, walaupun suatu hari mungkin Anda akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal adalah kesempatan untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana Anda gagal tetap adalah a good day (hari yang baik).

    8. Berani menanggung resiko.
    Jelas, tanpa ini tidak ada kesemp atan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day (lihat di atas). So, untuk apa takut? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari kan?

    9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).
    Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

    10. "Comfortable in their own skin"
    Alias nyaman dengan diri sendiri tanpa perlu berusaha menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak "lebih" dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan billionaire yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Saya yakin tidak ada. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.

    Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

    Apakah Anda mempunyai kepribadian seorang billionaire? Hanya Anda yang bisa menjawab. Salam sukses, sampai bertemu di puncak gunung kesuksesan

    Sumber: Sepuluh Unsur Kepribadian Billionaire oleh Jennie S. Bev. Jennie S. Bev adal ah konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator berbasis di San Francisco Bay Area. Baca perjuangan dan prestasinya di JennieSBev.com.

  • 8 Prinsip Kesuksesan

    Menurut Dr. William James ia ahli spikologi, pada saat memulai sesuatu, prinsip kesuksesan adalah jaminan kesuksesan. Karena dengan prinsip itu menentukan arah dan masa depan kita. Ia merupakan sumber kerja yang kuat. Apabila seseorang percaya tentang prinsip kesuksesan yang dia pegang, tidak akan ada sesuatu yang tidak bisa dilaksanakannya.

    8 Prinsip Kesuksesan yang penting adalah :

    1. Masa lalu tidak sama dengan masa yang akan datang
    Sylverter Stallone sebelum menjadi bintang film terkenal, dia sangat miskin. Ia ditolak ratusan kali tetapi ia berprinsip “Masa lalu tidak sama dengan masa yang akan datang. Hari ini tidak diterima, tidak berarti akan ditolak selamanya.”

    2. Tidak ada kegagalan, hanya ada keberhasilan
    “Sukses itu tidak final sifatnya dan kegagalan itu tidak fatal sifatnya.” Winston Churchill
    “Kegagalan bukan berarti jatuh. Kegagalan berarti tetap disana bila Anda sudah jatuh.” Anonim
    Thomas Alfa Edison (1847 – 1931) dalam penciptaan lampu bola, gagal 9.999 kali. Banyak temannya menyarankan agar ia menghentikan percobaan tersebut. Tetapi ia menjawab, “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah ini tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok.

    3. Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan saya
    Ingatlah selalu, orang sukses senantiasa mencari jalan, sedangkan orang gagal selalu mencari alasan.

    4. Semua yang terjadi adalah yang terbaik
    Setiap kali muncul masalah atau tantangan, beri tahulah diri sendiri, “Apapun yang diberikan oleh Tuhan, pasti ada alasannya. Semua pasti ada hikmahnya guna menunjang kesuksesan kita.”

    5. Kalau saya mau, saya pasti bisa!
    Sekalipun buta, tuli dan bisu, Hellen Keller tidak kehilangan semangat untuk menjalani hidupnya dan bercita – cita menjadi pendidik. Ia percaya bahwa apabila seorang berani menghadapi cahaya matahari, maka bayanh-bayang akan tertinggal dibelakangnya. Akhirnya impiannya menjadi kenyataan.

    Napoleon Bonaparte pernah berkata, “Tidak mungkin adalah kata yang hanya muncul di kamus orang bodoh.”

    Robert Schuller mengatakan “masa – masa sulit tidak pernah berakhir, namun orang-orang tegar selalu dapatmengatasinya).

    6. Tidak ada kesuksesan tanpa Komitmen
    Michael Jackson mulai berlatih menari sejak usia 5 tahun. Ia melakukan latihan 2 jam setiap hari dan tidak pernah berhenti selama 30 tahun.

    Jachie Chan, superstar Asia, berusaha lebih dari 30 tahun baru menjadi seorang bintang film internasional.

    “Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.” Thomas Edison

    7. Orang yang ingin sukses tidak pernah putus asa
    Mohammad Ali, “Hanya orang yang pernah merasakan getirnya kekalahan yang dapat menjangkau jiwanya dan bangkit kembali dengan kekuatan yang sedikit lebih besar, yang dibutuhkannya untuk menang ketika pertandingannya seri.”

    8. Tidak ada sesuatu yang abadi, perubahan adalah abadi
    Mahatir Mohammad, “Milenium baru akan membawa tantangan baru di semua bidang. Kita tidak bisa lari dari perubahan ini. Yang penting adalah bahwa kita siap menanggung semua peristiwa dan meraih kesempataan yang bisa kita peroleh dari perubahan ini.”

    Disadur dari tulisan: Setio Budi Cahyono, "Bearbookstore.com"
    posted by Dodi - Ryan @ 1:19:00 AM 0 comments
    Thursday, January 04, 2007
    Blog Berani Gagal goes to Detik Inet.com

    Alhmadulillah, berkat dukungan dan partisipasi dari para pembaca, blog kami di liput oleh salah satu portal berita yang terkenal yaitu detik.com. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat ulasannya di sini. Semoga blog kami ini akan terus berguna bagi para pembaca dan selalu menjadi motivasi dan inspirasi dalam hidup anda. Tidak lupa kami mohon saran dan masukan-masukan motivasi dari anda.

    Salam sukses selalu!

  • Soichiro Honda "Lihat Kegagalan Saya"

    Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...

    Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu
    lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

    Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

    "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih,karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

    Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

    Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

    Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

    Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

    Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam.

    Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?

    Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

    Kuliah

    Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel,mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

    "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil.

    Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

    Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

    Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota.

    Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

    Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
    Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

    Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

    Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.

    "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya.

    Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.

    Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

    5 Resep keberhasilan Honda :

    1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.

    2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.

    3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.

    4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.

    5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

  • Berkorban Itu Indah...

    Telah 2 musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau . Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yg menghijau bergoyang-goyang di terpa angin .

    ''Apa kabar daun hijau'' katanya .....

    Tersentak daun hijau menoleh kearah suara yg datang .

    ''Ohh...kamu ulat , badanmu keliatan kurus dan kecil...mengapa ?'' tanya daun hijau .

    ''Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku , bolehkan engkau membantuku sahabat ? '' kata ulat kecil .

    ''Tentu....tentu, dekatlah kemari ,'daun hijau berpikir ' Jika aku memberikan sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau . Hanya saja aku akan keliatan berlobang-lobang...tapi tak apalah .''

    Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau .

    Setelah makan dengan kenyang ulat berterima kasih kepada daun hijau yg telah merelakan sebagian tubuhnya menjadi makanan si ulat .

    Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yg penuh kasih dan pengorbanan itu , ada rasa puas di dalam diri daun hijau . Sekali pun tubuhnya kini berlobang di sana sini namun ia bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yg lapar .
    Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna . Akhirnya ia jatuh ketanah di sapu orang dan dibakar .

    Renungan......
    Apa yg berarti di kehidupan kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? Nahh......akhirnya semua yg ada akan mati bagi sesamanya yg tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesukaran .

    Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak meminta tolong . Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak melupakan kepentingan diri sendiri .
    Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah , tetapi indah .

    Ketika berkorban diri kita sendiri mnjadi seperti daun hijau yg berlobang namun sebenarnya itu tidak mempengaruhi kehidupan kita , kita akan tetap hijau ...Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita .

    Bagi daun hijau berkorban merupakan sesuatu perkara yg mengesankan dan terasa indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat sesamanya dapat tersenyum karena pengorbanan yg ia lakukan . Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal menjadi daun hijau , suatu hari ia akan kering dan jatuh .

    Demikianlah kehidupan kita , hidup ini hanya sementara...kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik, kasih, pengorbanan , pengertian , kesetiaan , kesabaran , dan kerendahan hati .

    Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yg menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda . Kita dapat berkorban dalam banyak perkara , mendahulukan kepentingan sesama , melakukan sesuatu bagi mereka , memberikan apa yg kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yg dapat kita lakukan .

    Yang mana yang sering kita lakukan ?
    Menjadi ulat kecil yg menerima kebaikan orang atau menjadi daun hijau yg senang memberi ....?
    jawabannya.......ada di dalam hati kita sendiri

  • Selalu optimis....

    Kisah ini tentang seorang raja yang memiliki kawan yang selalu optimis, yang melihat segalanya dari kacamata positif sehingga segalanya tampak lebih baik. Raja sangat menyukai kawan yang satu ini. Bersamanya, selalu ada keceriaan sehingga hatinya terhibur.

    Suatu hari, raja mengajak kawan tersebut untuk berburu. Sang kawan bertugas membawa senapan-senapan sang raja dan mengisi pelurunya. Dalam perburuan itu, raja melihat seekor rusa jantan, yang segera dikejarnya dengan mengendarai kuda, sementara sang kawan, di atas kuda yang lain mengikutinya sambil memberikan senapan sang raja. Naas bagi raja, rupanya senapan tersebut tidak terkunci dan ketika berpindah ke tangannya, picunya tertarik dan raja menembak kakinya sendiri.

    Raja terjatuh dari kuda, kaki kanannya berlumuran darah. Sambil mengerang kesakitan, ia melihat bahwa Ibu jari kakinya putus tertembak. Sang kawan turun dari kuda dan mendekati sang raja, tetap dengan sikapnya yang ceria. Ia berusaha menghibur raja,

    "Tak apa-apa" katanya,

    "Baginda bisa saja terluka lebih parah. Ini hal yang baik".

    Bukan main marahnya raja mendengar komentar tsb, segera ia memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakan sang kawan. Itu hukuman yang setimpal karena menyebabkan raja kehilangan ibu jari kakinya.

    Selang beberapa tahun kemudian, raja kembali berburu. Kali ini, karena asyiknya, rombongan raja tersesat, melewati perbatasan negaranya dan akhirnya ditangkap oleh suku kanibal.

    Bukan main takutnya sang raja, Ia sudah melihat beberapa pengawalnya sudah mengalami nasib yang mengerikan, dipanggang untuk menjadi makanan lezat bagi

    seluruh anggota suku. Dan kini tiba gilirannya. Ia melihat api unggun sudah disiapkan di luar gubuk, ia memohon agar dibebaskan, menawarkan harta dan wilayah, tetapi suku kanibal itu tak menggubrisnya.

    Tetapi, ketika suku tersebut melucuti pakaiannya, mereka tiba-tiba berhenti dan berteriak, bicara satu sama lain dalam bahasa yang tak dimengerti raja, sambil menunjuk-nunjuk ibu jarinya yang cacat. Akhirnya, raja mengetahui bahwa suku kanibal tersebut mempunyai pantangan untuk tidak memakan manusia yang anggota tubuhnya tidak lengkap. Mereka meyakini bahwa anggota tubuh yang hilang tersebut akan datang mencari dan menghantui mereka.

    Raja kemudian dibebaskan, ia satu-satunya yang selamat dalam rombongan tersebut. Sepanjang jalan ke ibukota, raja memikirkan kejadian yang dialaminya. Ia teringat akan ucapan sahabatnya dan sekarang ia bisa menerima bahwa benar kawannya dahulu, kecelakaan itu adalah 'hal yang baik'. Terbayang apa yang telah ia lakukan kepada sahabat baiknya itu dan ia sangat menyesal.

    Sesampainya di ibukota, ia segera mendatangi penjara dan memerintahkan agar sahabatnya itu dibebaskan. Dilihatnya, kawannya tampak kurus dan pucat, walau tetap ceria. Ia sangat terharu. Dipeluknya sang sahabat seraya memohon maaf atas kesalahannya, ia ceritakan pengalaman yang baru saja terjadi.

    "Sahabat, sungguh-sungguh aku menyesal. Engkau memang benar. Kehilangan ibu jari kaki itu hal yang baik, mohon engkau maafkan aku atas perlakuan yang engkau terima selama ini" .

    "Tak apa-apa, baginda" ujar kawannya sembari tersenyum,

    "Ini hal yang baik".

    "Bagaimana ini jadi hal yang baik?" ujar raja heran.

    "Engkau dipenjarakan disini, kehilangan kebebasanmu, statusmu, harus hidup bersama sampah masyarakat selama ini ?"

    "Tentu saja ini hal yang baik, baginda" ujar temannya sambil tersenyum lebar,

    "Jika saya tidak dipenjarakan, maka pasti saya ikut rombongan baginda berburu...."

  • Menembus Keterbatasan!

    Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

    Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!" Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya lelah dibatasi oleh lingkungannya.

    Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

    Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda. Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

    Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer.

    Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

    Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.

    Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

    Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.

    BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !

    Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun .......

  • Sudahkah anda bersyukur?

    Musim terus berganti, waktu terus berlalu, usia kian bertambah. Banyak yang sudah kita lalui di kehidupan ini.

    Ada masa dimana kita merasa senang. Tatkala Anda menemukan pekerjaan idaman Anda, mendapatkan promosi, dan terus menapaki tangga karir yang lebih tinggi dengan fasilitas yang lebih baik pula, Anda memiliki perasaan senang. Ini mungkin merupakan salah satu titik puncak dalam kehidupan Anda. Dunia seakan sangat indah masa itu.

    Tak dapat dielakkan, ada pula masa dimana Anda mengalami begitu banyak masalah. Anda merasa sangat tertekan. Proyek Anda mengalami hambatan ini dan itu, atasan Anda terus menuntut Anda dengan kinerja tertentu, persoalan rumah tangga, kejenuhan dan lain sebagainya. Pada titik ini, Anda menjadi sangat bingung, konsentrasi Anda terpecah, wajah Anda muram, dan antusiasme serta semangat Anda semakin menurun.

    Musim boleh berganti, waktu boleh berlalu, tapi Anda harus terus belajar menjadi orang yang bijak. Bila Anda sedang melalui masa-masa yang senang, apa yang Anda lakukan? Anda tentunya bersyukur. Bila Anda sedang melalui badai dalam hidup Anda, apa yang Anda lakukan? Biasanya, mengeluh. Setiap manusia normal, pasti pernah mengeluh. Memang hal tersebut bukan sesuatu yang salah, tapi mengeluh juga bukan sesuatu yang baik dan bijak. Anda merasa kecewa, Anda merasa jenuh, bahkan Anda marah terhadap orang lain sebagai manifestasi dari permasalahan yang Anda hadapi. Jelas ini tidak baik bagi mental Anda. Lalu apa yang harus Anda lakukan?

    Yang harus Anda lakukan adalah BERSYUKUR.

    Mari kita ubah paradigma berpikir kita. Anda harus mensyukuri segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Anda. Jadilah orang yang memiliki sikap yang positif. Sebagian dari Anda (yang memiliki sikap negatif) mungkin akan berpikir " Ah, teori... Ngomong sih gampang... Belum tau aja." Kalau Anda berpikir demikian, tidak apa, Anda dapat terus melanjutkan kehidupan dengan cara-cara lama dan paradigma Anda sendiri. It's your life anyway. Sebagian lagi dari Anda (yang memiliki sikap positif atau memiliki keinginan untuk berubah) akan bertanya "Saya mau, bagaimana caranya?"

    Mulailah dengan hal-hal kecil yang dapat menjadi latihan mental bagi Anda.

    Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki Anda masih dapat bernafas sementara banyak orang yang untuk bernafas saja masih memerlukan bantuan. (lihat di rumah sakit)

    * Bersyukur atas hari ini. Anda memiliki pekerjaan sementara banyak orang terpaksa harus mengemis untuk hidup. (lihat di jalanan, anak-anak dan orangtuanya mengemis)
    * Bersyukur atas hari ini. Anda dapat mengenyam pendidikan yang layak sementara banyak orang yang membacapun tidak bisa. (lihat di daerah terpencil tanpa sekolah)
    * Bersyukur atas hari ini. Anda masih dapat makan enak sementara di belahan dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kurag gizi ( lihat berita di TV yang terjadi di Afrika)
    * Bersyukur atas hari ini.
    * Bersyukur karena Anda mengalami masalah.
    * Bersyukur karena masalah diperkenankan terjadi dalam hidup Anda.
    * Bersyukur karena masalah hadir membantu untuk membentuk pribadi Anda.

    Ambil waktu tenang sejenak di sela-sela kesibukan Anda atau mungkin malam hari sebelum Anda tidur. Pejamkan mata Anda agar dapat lebih berkonsentrasi. Lakukan refleksi diri. Lihat kembali perjalan hidup Anda. Mengapa Anda ada di sini saat ini? Berapa banyak sudah hal-hal luar biasa, hal-hal baik dan positif yang terjadi pada hidup Anda? Syukurilah. Lihat juga berapa banyak permasalahan yang muncul dan sudah Anda lalui? Syukurilah. Rasakan di setiap detik kehidupan Anda.

    Bersyukurlah karena badai pasti berlalu. Ingat, ada musim berikutnya dalam hidup Anda. Ada babak baru di hadapan Anda. Siapkan diri Anda untuk musim yang baru dengan sejuta keindahan di dalamnya.

  • Kekuatan Keberanian

    Hidup adalah perjuangan! Entah kapan dan siapa yang memulai mengucapkan kata-kata tersebut diatas, yang jelas semua dari kita tidak hanya sering kali mendengar, tidak hanya sering kali membaca, namun sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, menyadari atau tidak, kita sendiri telah mengalami dan merasakan bahwa memang "Hidup adalah perjuangan".

    Berbagai macam perjuangan telah kita jalani antara lain perjuangan dalam mengatasi setiap kelemahan dan kesulitan yang selalu hadir di tengah kehidupan ini dan perjuangan dalam merealisasikan cita-cita yang didambakan. Untuk bisa tampil sebagai pemenang dan sukses di setiap perjuangan ini, sudah tentu kita harus memiliki berbagai macam faktor sebagai kekuatan yang dapat diandalkan. Diantara sekian banyak faktor sebagai penunjang, ada satu faktor yang mutlak kita miliki yaitu:

    KEBERANIAN
    Catatan sejarah telah membuktikan, begitu banyak prestasi spektakuler di segala bidang tercipta di dunia ini karena faktor KEBERANIAN. Baik prestasi yang diciptakan oleh para ilmuwan, olahragawan, tokoh politik, wiraswastawan, profesional dll. Sebaliknya begitu banyak orang mengalami kegagalan karena kurangnya keberanian, mungkin mereka mempunyai ide cemerlang, namun karena takut gagal dan takut untuk mencoba, akhirnya semua ide menjadi layu dan mati. Di lain pihak, orang lain bisa sukses karena mereka lebih berani dengan bergerak lebih cepat! Maka bila ingin lebih berkembang dan sukses, sudah pasti harus mempunyai KEBERANIAN. Keberanian untuk mencoba, keberanian untuk memperjuangkan apa yang di cita-citakan.

    Kekuatan keberanian
    "Keberanian" merupakan aset yang sangat berharga bagi pribadi kita. Keberanian bisa menjadikan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Keberanian bisa mejadikan sikap negatif menjadi positif, loyo menjadi semangat, takut jadi berani, pesimis menjadi optimis, miskin menjadi kaya, gagal menjadi sukses.

    Dengan menyadari akan besarnya kontribusi KEKUATAN KEBERANIAN bagi kita, mari pastikan untuk memanfaatkan KEBERANIAN semaksimalnya dengan:

    * Berani menentukan cita-cita yang tinggi
    * Berani bangkit lagi dari kegagalan
    * Berani belajar dari kelemahan dan kesalahan
    * Berani membayar harga untuk keberhasilan
    * Berani memastikan untuk berjuang sampai sukses!!!

    Salam sukses luar biasa!!

  • Menggali Kekuatan Diri

    Siapa yang tak ingin punya kekuatan? Selama ini kita mengasosiasikan kekuatan dengan harta dan materi, jabatan, kekuasaan atau keahlian. Menurut Hukum Sebab-Akibat (The law of cause and effect) pengertian kekuatan di atas lebih banyak mengarah pada pengertian kekuatan sebagai akibat dari pada sebuah sebab. Kepemilikan materi adalah akibat, karena tidak ada orang yang lahir dengan materi. Jabatan adalah akibat karena jabatan tidak pernah mendatangi seseorang kecuali setelah kita memiliki alasan untuk menerima jabatan (kehormatan). Keahlian pun akibat karena tidak semua orang yang punya ilmu atau punya pengalaman bisa dikatakan ahli kecuali setelah ada usaha mensinergikan keduanya. Jadi, jika ada akibat, pastilah ada sebabnya. Lalu apakah atau siapakah yang layak menjadi sebab itu? Jawabannya adalah, kekuatan diri…

    Perjuangan, Keputusan, dan Tanggung Jawab
    Kekuatan diri adalah kekuatan yang lahir dari dalam diri pribadi kita. Kalau menurut pengalaman sejumlah orang berprestasi di bidangnya dan pendapat para pakar SDM, kekuatan diri ini bisa bermacam-macam bentuknya tetapi mengacu pada sebuah poin penting berikut ini.

    Arnold Schwarzenegger menyimpulkan bahwa kekuatan itu tidak didapat dari kemenangan (winning) misalnya saja kekuasaan, kekayaan atau keahlian tetapi dari perjuangan meraih kemenangan itu. “Ketika kamu terus berjuang melawan rintangan dan bersumpah tidak akan menyerah, maka itulah kekuatan”. Kalau kita menang lalu kemenangan itu akan membuat kita kuat, tentu ini sudah pasti, tetapi adakah kemenangan yang diraih oleh lemahanya perjuangan?

    Perjuangan (baca: Usaha) akan membuat orang dari yang semula bukan apa-apa berubah menjadi apa-apa; mengubah seseorang dari yang semula tidak memiliki apa-apa menjadi memiliki apa yang diinginkan. Sebaliknya tanpa kekuatan dan perjuangan akan membuat orang yang semula memiliki, berubah menjadi tidak memiliki; mengubah orang yang semula ‘menjadi’ ke tidak menjadi.

    Kekuatan diri juga mengacu pada kekuatan keputusan hidup. Semua orang pada dasarnya sudah mengambil keputusan untuk hidupnya dan sepanjang hidupnya. Tetapi, ada keputusan yang mencerminkan kekuatan diri dan ada pula keputusan yang mencerminkan kelemahan. Keputusan yang pertama adalah keputusan yang lahir dari dalam diri kita dengan kesadaran bahwa kita sedang memutuskan sesuatu; dengan pemahaman bahwa keputusan yang kita ambil tidak bertentangan dengan aspek ke-diri-an kita, kemampuan kita dan arah hidup yang kita tuju. Lao-Tzu menyimpulkan bahwa orang yang sudah menang melawan dirinya (baca: bisa menyuruh dan melarang) adalah orang yang punya kekuatan.

    Sementara keputusan yang kedua adalah, keputusan yang didapat dengan cara menerima semua pendapat orang lain ATAU menolak semua pendapat orang lain. Menerima seluruhnya adalah kelemahan sedangkan menolak seluruhnya adalah kekerasan-kepala (stubborn) yang juga cermin dari kelemahan. Menerima dan menolak seluruhnya adalah cerminan dari keputusan yang bukan dengan kesadaran dan pemahaman dari dalam melainkan ikut-ikutan pada tawaran (stimuli) dari luar tanpa proses pengolahan di dalam, atau bisa jadi karena impulsivitas emosi. Sehingga, ketika keputusan itu dijalankan, perbuatan yang dilahirkan oleh keputusan itu biasanya bukanlah aksi (tindakan atas dasar niat) tetapi reaksi (tindakan tanpa niat).

    Kekuatan diri juga bisa berbentuk tanggung jawab untuk mengambil, memilih dan melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan untuk menjadi penyebab (sumber solusi) bagi diri kita. Memang, manusia lahir sebagai akibat dari kreativitas Tuhan. Namun kita pun diberi tugas untuk mengubah keadaan kita yang awalnya “hanya” sebagai akibat, menjadi sebab.

    Sebenarnya, kita sudah diberi kemampuan untuk menjadikan tugas sebagai sebab, namun kemampuan itu masih bersifat laten (tidak actual/termanifestasikan). Kita sendiri yang harus menggali, mengasah dan mengembangkan kemampuan yang ada (potensi, prestasi, keahlian, ketrampilan), yang sejauh ini masih bersifat latent.

    Agar kita tidak terlalu lama “menganggur” dan jadi “passive” dalam status “akibat”, adalah dengan mengubah paradigma berpikir kita, dan memperbaharui pemahaman diri – bahwa kita adalah penyebab. Konsekuensinya, kita harus makin bertanggung jawab pada hidup dan diri kita sendiri, karena kitalah yang menginginkan hidup ini menjadi lebih baik. Besar-kecilnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap perubahan status hidupnya, dari akibat menjadi penyebab – akan menentukan besar-kecilnya aksi serta usaha yang dikeluarkan untuk meraih prestasi. George Washington Carver menyimpulkan bahwa 99 % kegagalan, justru berasal dari sikap mental kita yang membiarkan diri ber-status “akibat”.

    Selama kita tidak pernah mengaktifkan potensi itu menjadi prestasi atau pun kemampuan aktual, selama itu pula kita tidak akan pernah tahu kelebihan kita. Seperti yang dikatakan oleh Martina Grim bahwa kreasi yang kita hasilkan, sesungguhnya merupakan materi yang menunjukkan siapa diri kita. Selama kita menyalahkan orangtua, lembaga, atau lingkungan sebagai penyebab kelemahan kita, selama itu pula kita tidak pernah berusaha untuk memperkuat diri. Kathy Simmons dalam “EQ: What Smart Managers Know” (Executive Update: 2001) menyimpulkan bahwa kekuatan diri, akan selalu dibangun di atas keahlian dan kecerdasan emosional. Oleh sebab itu, manusia sebaiknya bersikap proaktif dalam menyambut dan mengambil tanggung jawab demi mengubah keadaan diri sendiri, dari sumber persoalan – menjadi sumber solusi.

    Proses Belajar

    Ada beberapa strategi yang mungkin sekali dapat kita pilih sebagai cara untuk menambah kekuatan diri, yaitu:

    a. Learning to be

    Kalau materi adalah kekuatan, keahlian adalah kekuatan atau jabatan adalah kekuatan, maka semua itu benar dan semua itu sudah diketahui oleh hampir setiap orang. Tetapi, hanya sedikit orang yang tahu, apa yang membuat diri kita memiliki kekuatan internal yang diinginkan. Memang, “memiliki” (to get – to have) adalah keinginan umum semua orang - sementara, “menjadi” belum tentu keinginan semua orang. “menjadi” atau to be, adalah sebuah keinginan spesifik untuk mewujudkan apa yang sesuai dengan kesejatian diri kita.

    Charles Handy pernah menulis yang isinya antara lain menyayangkan mengapa sebagian besar orang mengedepankan cara berpikir untuk memiliki lebih dulu (to get / to have), bukannya “menjadi” (to be) lebih dulu. Tidak berarti salah, tetapi memiliki itu lebih banyak bernuansa “akibat” yang diciptakan oleh “sebab”. Berpikir untuk “Memiliki” (to get/to have) bersumber dari pendekatan hidup yang memposisikan kekuatan eksternal sebagai Sebab yang berarti diri kita adalah Akibat. Jadi, dalam konteks demikian, diri kita menjadi peserta pasif dalam hidup kita sendiri, bukan lah pelaku atau sebab, melainkan obyek penderita – alias akibat.

    Pendapat di atas rasa-rasanya sudah klop dengan ajaran leluhur kita yang mengutamakan cita-cita (willing to be) lebih dulu. Hampir semua orangtua sudah terbiasa menanamkan semangat untuk “menjadi” (to be) lebih dulu kepada putera-puterinya ketimbang semangat untuk “memiliki” (to get/to have). Dari tipikal kehidupan masyarakat yang demikian ini, seharusnya sebagian besar dari kita dipastikan sudah mempunyai gambaran mental untuk menjadi (to be). Persoalan bahwa ada gambaran mental yang masih cocok dan ada yang meleset sama sekali, atau ada yang belum cocok, tentu ini urusan lain alias tergantung pilihan kita dan proses-proses kehidupan yang akan kita lalui: bisa diperkecil, disesuaikan, diperjuangkan, di-break-down, dilanjutkan dan seterusnya.

    b. To know

    Untuk “menjadi” menurut apa yang kita inginkan, jelas bukan gratis tetapi membutuhkan cakupan pengetahuan yang disyaratkan oleh hukum alamiah dan tatanan ilmiah yang sifatnya sangat spesifik, yaitu : tergantung pada pilihan kita (depend on our own choice). Bagaimana agar kita mengetahui apa yang dibutuhkan untuk bisa merealisasikan proyek-proyek pengembangan diri kita untuk “menjadi” ? Ada beberapa cara :

    1. Mengetahui diri kita (self-knowledge): keinginan / peluang kemampuan / kekuatan, hambatan dan kelemahan
    2. Mengetahui situasi dan kondisi, tuntutan dan tantangan yang akan, perlu dan harus dihadapi sebagai konsekuensi dari pilihan yang kita ambil untuk “menjadi”
    3. Mengetahui beberapa alternative cara yang disajikan oleh berbagai pengetahuan dan pengalaman kita untuk menjadi seperti apa yang kita inginkan.

    Pengetahuan menyeluruh dan spesifik tentang aspek diri, kita akan membuat kita tahu tentang hal yang penting dan yang tidak penting bagi kita. Kalau kita menyimpulkan gelar akademik itu tidak penting tetapi keinginan kita untuk “menjadi” (to be) secara riil mensyaratkan adanya gelar itu, berarti pemahaman kita belum akurat.

    c. To Do

    Dalam hal kekuatan, unsur mendasar dalam melakukan adalah kecocokan. Melakukan asal melakukan (ber-aktivitas harian) sudah dijalani oleh semua orang, tetapi sedikit orang yang menjalankan apa yang memang cocok dengan pengetahuan dan keinginan – sesuai dengan tujuannya untuk “menjadi”. Melakukan seperti ini jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran kecil (target) dan perencanaan beraksi (action plan) yang fleksibel dan kokoh sehingga kita tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.

    Menjadi (To be), Mengetahui (To know), dan Melakukan (To do) adalah tiga elemen yang punya relevansi tinggi dengan kadar perjuangan, bobot keputusan ber-aksi, dan kadar tanggung jawab. Tinggi-rendahnya keinginan kita untuk “menjadi” berhubungan dengan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan. Keinginan (standar prestasi) yang rendah akan menggoda kita untuk melihat tantangan kecil menjadi besar dan sebaliknya keinginan yang tinggi akan memberikan pil “ketidakrelaan” kalau kita sampai dikalahkan oleh tantangan kecil maupun besar.

    “Mengetahui” (to know) punya hubungan dengan keputusan untuk bertindak (decision to do). Seperti kata Jhon C. Maxwell, kalau kita benar-benar tahu apa yang kita inginkan maka tidak sulit bagi kita untuk melakukan apa yang kita ketahui. Dengan menjalankan keputusan menurut apa yang dijabarkan oleh pengetahuan yang kita dapatkan dari konsep dan praktek, akan membuat keputusan itu bergerak maju (beraksi), dari dalam ke luar, bukan hanya aktivitas, kesibukan dan gerakan yang tidak jelas arahnya (reaksi).

    “Melakukan” (to do) punya hubungan dengan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya”, begitulah kata Dietrich Bonhoeffer. Tanggung jawab adalah aksi yang bisa melahirkan solusi, kalau tidak seluruhnya ya sebagiannya atau minimalnya tidak menambah jumlah problem.

    Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekkan!

  • Belajar dari kisah perjalanan usaha Nyonya Meneer

    Saya baru saja selesai membaca buku berjudul “Perjalanan panjang usaha NYONYA MENEER”.

    Buku itu bercerita tentang sejarah pendirian PT nyonya meneer oleh nyonya meneer sendiri, konflik konflik besar yang bersifat internal dan kisah dari dari DR. Saerang selaku cucu dari nyonya meneer (Lauw ping nio) serta juga direktur utama dari PT NYONYA MENEER hingga saat buku itu dituliskan.

    Cerita itu dimulai dari kisah sebelum kelahiran nyonya meneer, lalu cerita tentang kisah hidup nyonya meneer dalam membangun kerajaan bisnis nya yang justru dimulai semenjak meninggalnya suami ke dua.

    Dikarenakan cintanya akan bidang yang ditekuni, kegigihan, disiplin, visi dan dukungan total dari anak anak beliau, usaha itu berkembang dari suatu usaha yang bersifat rumahan dan tradisional menjadi usaha yang sangat terpandang di Indonesia dan mempekerjakan ribuan pegawai.

    Semua anak anak beliau yaitu Nonnie, Hans, Lucy, Marie (dari suami pertama) dan Hans pangemanan (dari suami kedua) mampu memperlihatkan kontribusi luarbiasa terhadap kemajuan usaha keluarga tersebut. Masing masing anak memperlihatkan peranan yang significant, hingga sulit lagi untuk bisa secara persis berkata anak yang satu lebih berjasa dari pada anak yang lain.

    Sampai pada tahap ini, banyak pelajaran yang bisa di ambil, dimana dukungan total yang diberikan pihak keluarga dan kecintaan akan profesi merupakan faktor faktor dominan keberhasilan beliau.

    Pada tanggal 23 april 1978, seorang besar ini akhirnya menghembuskan napasnya yang terakhir kali dan kemudian beralihlah tongkat estafet kepemimpinan PT.nyonya meneer ke generasi kedua.

    Konflik pertama dalam organisasi ini dimulai pada tahun 1985, dipicu oleh perebutan kekuasaan dan upaya upaya untuk meningkatkan peranan didalam mesin organisasi. Konflik ini berlangsung sangat panas, diliput oleh banyak media sehingga tidak kurang sudomo selalu menteri tenaga kerja ikut terlibat saat itu sebagai penengah. Konflik itu berjalan selama kurang lebih setahun, melibatkan proses pengadilan dalam agenda saling menuntut dan akhirnya diselesaikan dengan cara pelepasan saham oleh 2 anak nyonya meneer beserta keluarga mereka yaitu lucy saerang dan marie kalalo.

    Prahara kedua berlangsung antara desember 1989 – 1994 antara keluarga Hans pengemanan disatu sisi dengan keluarga Nonie saerang bergabung dengan Charles saerang (cucu nyonya meneer dari anak laki laki nya yang bernama Hans) disisi yang berbeda.
    Ini termasuk prahara yang paling panjang dan paling melelahkan diantara keturunan wanita besar yang bernama nyonya meneer.

    Melibatkan kekerasan dalam perebutan ruang direksi, keputusan pengadilan sampai di tingkat MA, liputan luas media massa skala nasional, juga keterlibatan petinggi daerah dan nasional dalam upaya nya memediasi perselisihan ini.

    Bahkan pada saat konflik itu, Charles saerang sempat tinggal di Amerika selama beberapa waktu karena alasan adanya upaya pembunuhan melalui tembakan yang menghancurkan kaca belakang mobilnya.

    Konflik ini akhirnya selesai secara damai dengan disepakatinya pelepasan saham oleh keluarga Hans pangemanan terhadap keluarga Nonie saerang dan Charles saerang.

    Pada situasi dimana komposisi saham bernilai seimbang yaitu 50% bagi keluarga nonie saerang dan 50% keluarga Charles saerang, ternyata konflik belum berhenti sampai di titik itu. Masih juga dipicu oleh perebutan kekuasaan, pada tahun 1995 – 2000, akhirnya keluarga Nonie Saerang harus berhadapan dengan keponakannya sendiri yaitu keluarga Charles Saerang.

    Perselisihan yang sempat diwarnai oleh peng-rusak-an nama baik masing masing pihak dengan menggunakan kekuatan media massa, kedua keluarga yang berseteru ini akhirnya melibatkan juga pihak pengacara dan pengadilan dalam agenda saling menuntut dan menjatuhkan.

    Bahkan Paul Saerang yang merupakan anggota keluarga dari Nonie Saerang (generasi ke 3 dari nyonya meneer), sempat merasakan bui selama seminggu akibat tindakan yang dianggap salah, yaitu mencemarkan nama baik.

    Salah satu hal penting yang terjadi selama prahara ke tiga dalam keturunan salah satu wanita besar Indonesia ini, yaitu mulai dilibatkannya issue issue dan fitnah mengenai keterlibatan satu pihak terhadap komunisme, tapi akhirnya issue ini mereda dengan sendirinya setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang dan tidak ditemukannya bukti signifikan, selain dari pemalsuan tanda tangan untuk keperluan fitnah tersebut.

    Setelah pertarungan yang melelahkan, akhirnya pihak keluarga besar Nonie saerang memutuskan untuk mengalah dan memilih untuk melepaskan saham yang dimilikinya kepada keluarga Charles Saerang yang merupakan keponakan pada tanggal 27 oktober 2000. Pada hari ini, kepemilikan saham dari PT nyonya meneer, dimilki secara penuh oleh Charles saerang dan keluarga nya.

    Dan semenjak itu, Charles saerang bisa berkonsentrasi penuh tanpa di ganggu oleh prahara prahara internal dengan level yang serupa, maka pertumbuhannnya seolah tidak bisa dihentikan oleh siapapun.

    Pada saat membaca cerita ini, pertanyaan saya hanya satu: Apa perasaan sang wanita besar Indonesia itu bila beliau masih hidup, dan menyaksikan usaha yang dirintisnya yang saya percaya dicita citakan nya sebagai warisan berharga bagi keturunan keturunan nya tapi justru akhirnya menjadi akar dari perselisihan antar keluarga?

    Saya percaya, nyonya meneer telah sangat berhasil dalam menemukan teknik tingkat tinggi dalam menciptakan lapisan generasi generasi kuat, tahan banting, kompetitif, bersifat unggul dan berharga seperti pahlawan perang dibanding dengan kebanyakan dari kita, hanya saja maafkan kalau saya dianggap menghakimi, dan dengan tidak mencoba menyederhanan kompleksnya permasalahan di dalam keluarga nyonya meneer kedalam satu kesimpulan yang bersifat umum dan dangkal, saya berpendapat ada yang salah dalam penanaman nilai nilai mendasar mengenai penting nya hubungan dan ikatan keluarga antara satu dengan yang lain.
    Saya membayangkan ini, karena kebetulan mami saya juga berjuang dalam bidang usaha kecil dan cita cita terjauh beliau sama, yaitu berharap melalui usaha yang dirintisnya itu, keluarga kami bisa terpelihara sampai ke generasi generasi berikutnya.

    Sementara usaha saya sendiri, dirintis oleh saya dan adik adik saya, dimana peranan mereka sangat signifikan dalam bertumbuhnya bisnis kami sampai pada titik ini. Dari garasi rumah di Tg priok sampai dengan Tuhan ijinkan untuk memilki beberapa kantor di Jakarta (Kelapa g! ading, m ega mall, kuningan dan pasar baru), luar daerah dan Melbourne.

    Jadi pada dasarnya, ini bukanlah konflik yang bukan tidak mungkin terjadi pada kami maupun para pembaca lainnya dimasa mendatang.

    Pada saat umur saya 19 (10 tahun lalu), begitu saya memulai usaha pertama saya, doa utama saya kepada Tuhan ialah agar diberi kesempatan usaha yang saya mulai bisa diijinkan menjadi besar dan mampu meninggalkan jejak kaki yang dalam di dunia bisnis.

    Tapi pada saat membaca kisah ini, saya langsung minta ampun pada Tuhan kalau saya berpendapat doa saya selama ini salah. Saya berdoa ulang bahwa pada level apapun tingkatan bisnis saya, saya akan selalu mengucap syukur bila itu selalu akan membawa kebaikan bagi keluarga besar kami di masa mendatang yaitu di generasi kedua, ketiga, kelima, ke sepuluh dan seterusnya.

    Untuk saya, kalau memang untuk menjadi besar itu berarti harus membuang ikatan persaudaraan dan saling menyikut satu dengan yang lain agar salah satu garis keturunan lebih unggul dibanding keturunan yang lain, maka biarlah kami hanya hidup oleh kasih karunia Tuhan saja tapi bisa menikmati persaudaraan yang saling mendukung dan menopang dan biarlah garis keturunan kami bisa saling menolong dan mengandalkan satu dengan yang lain bila ada dari mereka yang berkesusahan atau ditimpa masalah.

    Saya berpendapat, itulah seharusnya salah satu tujuan terbesar dari semua upaya pendirian bisnis yang telah kami rintis.

    Saya akan memandang, antara usaha/bisnis yang Tuhan percayakan ini dalam hubungannya terhadap keluarga ialah untuk bisa memberi kesempatan kepada keturunan keturunan kami media belajar yang memadai dan untuk mengembangkan kapasitas diri mereka semua secara maksimal dalam mencapai tujuan-tujuan terbesar mereka masing masing yaitu hadir ke dunia untuk membawa berkat bagi sekeliling.

    Saya berdoa setulus tulus nya agar keluarga dan keturunan keturunan dari nyonya meneer, dapat pulih seperti sedia kala dalam hubungan mereka satu dengan yang lain dan mereka akan bisa bertumbuh makin besar dalam bisnis mereka, menjadi berkat bagi banyak sekali orang dengan tetap mendasarkan semuanya pada KASIH yang sejati.

    Sebagai penutup, ada baiknya kita merenungkan satu pepatah kungfu;

    Apalah gunanya pedang paling tajam didunia, bila tanpa disertai gagang yang memadai. Ia hanya akan melukai pemiliknya.

    Wishnu Iriyanto

  • Belajar dari kisah perjalanan usaha Nyonya Meneer

    Saya baru saja selesai membaca buku berjudul ?Perjalanan panjang usaha NYONYA MENEER?.

    Buku itu bercerita tentang sejarah pendirian PT nyonya meneer oleh nyonya meneer sendiri, konflik konflik besar yang bersifat internal dan kisah dari dari DR. Saerang selaku cucu dari nyonya meneer (Lauw ping nio) serta juga direktur utama dari PT NYONYA MENEER hingga saat buku itu dituliskan.

    Cerita itu dimulai dari kisah sebelum kelahiran nyonya meneer, lalu cerita tentang kisah hidup nyonya meneer dalam membangun kerajaan bisnis nya yang justru dimulai semenjak meninggalnya suami ke dua.

    Dikarenakan cintanya akan bidang yang ditekuni, kegigihan, disiplin, visi dan dukungan total dari anak anak beliau, usaha itu berkembang dari suatu usaha yang bersifat rumahan dan tradisional menjadi usaha yang sangat terpandang di Indonesia dan mempekerjakan ribuan pegawai.

    Semua anak anak beliau yaitu Nonnie, Hans, Lucy, Marie (dari suami pertama) dan Hans pangemanan (dari suami kedua) mampu memperlihatkan kontribusi luarbiasa terhadap kemajuan usaha keluarga tersebut. Masing masing anak memperlihatkan peranan yang significant, hingga sulit lagi untuk bisa secara persis berkata anak yang satu lebih berjasa dari pada anak yang lain.

    Sampai pada tahap ini, banyak pelajaran yang bisa di ambil, dimana dukungan total yang diberikan pihak keluarga dan kecintaan akan profesi merupakan faktor faktor dominan keberhasilan beliau.

    Pada tanggal 23 april 1978, seorang besar ini akhirnya menghembuskan napasnya yang terakhir kali dan kemudian beralihlah tongkat estafet kepemimpinan PT.nyonya meneer ke generasi kedua.

    Konflik pertama dalam organisasi ini dimulai pada tahun 1985, dipicu oleh perebutan kekuasaan dan upaya upaya untuk meningkatkan peranan didalam mesin organisasi. Konflik ini berlangsung sangat panas, diliput oleh banyak media sehingga tidak kurang sudomo selalu menteri tenaga kerja ikut terlibat saat itu sebagai penengah. Konflik itu berjalan selama kurang lebih setahun, melibatkan proses pengadilan dalam agenda saling menuntut dan akhirnya diselesaikan dengan cara pelepasan saham oleh 2 anak nyonya meneer beserta keluarga mereka yaitu lucy saerang dan marie kalalo.

    Prahara kedua berlangsung antara desember 1989 ? 1994 antara keluarga Hans pengemanan disatu sisi dengan keluarga Nonie saerang bergabung dengan Charles saerang (cucu nyonya meneer dari anak laki laki nya yang bernama Hans) disisi yang berbeda.
    Ini termasuk prahara yang paling panjang dan paling melelahkan diantara keturunan wanita besar yang bernama nyonya meneer.

    Melibatkan kekerasan dalam perebutan ruang direksi, keputusan pengadilan sampai di tingkat MA, liputan luas media massa skala nasional, juga keterlibatan petinggi daerah dan nasional dalam upaya nya memediasi perselisihan ini.

    Bahkan pada saat konflik itu, Charles saerang sempat tinggal di Amerika selama beberapa waktu karena alasan adanya upaya pembunuhan melalui tembakan yang menghancurkan kaca belakang mobilnya.

    Konflik ini akhirnya selesai secara damai dengan disepakatinya pelepasan saham oleh keluarga Hans pangemanan terhadap keluarga Nonie saerang dan Charles saerang.

    Pada situasi dimana komposisi saham bernilai seimbang yaitu 50% bagi keluarga nonie saerang dan 50% keluarga Charles saerang, ternyata konflik belum berhenti sampai di titik itu. Masih juga dipicu oleh perebutan kekuasaan, pada tahun 1995 ? 2000, akhirnya keluarga Nonie Saerang harus berhadapan dengan keponakannya sendiri yaitu keluarga Charles Saerang.

    Perselisihan yang sempat diwarnai oleh peng-rusak-an nama baik masing masing pihak dengan menggunakan kekuatan media massa, kedua keluarga yang berseteru ini akhirnya melibatkan juga pihak pengacara dan pengadilan dalam agenda saling menuntut dan menjatuhkan.

    Bahkan Paul Saerang yang merupakan anggota keluarga dari Nonie Saerang (generasi ke 3 dari nyonya meneer), sempat merasakan bui selama seminggu akibat tindakan yang dianggap salah, yaitu mencemarkan nama baik.

    Salah satu hal penting yang terjadi selama prahara ke tiga dalam keturunan salah satu wanita besar Indonesia ini, yaitu mulai dilibatkannya issue issue dan fitnah mengenai keterlibatan satu pihak terhadap komunisme, tapi akhirnya issue ini mereda dengan sendirinya setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang dan tidak ditemukannya bukti signifikan, selain dari pemalsuan tanda tangan untuk keperluan fitnah tersebut.

    Setelah pertarungan yang melelahkan, akhirnya pihak keluarga besar Nonie saerang memutuskan untuk mengalah dan memilih untuk melepaskan saham yang dimilikinya kepada keluarga Charles Saerang yang merupakan keponakan pada tanggal 27 oktober 2000. Pada hari ini, kepemilikan saham dari PT nyonya meneer, dimilki secara penuh oleh Charles saerang dan keluarga nya.

    Dan semenjak itu, Charles saerang bisa berkonsentrasi penuh tanpa di ganggu oleh prahara prahara internal dengan level yang serupa, maka pertumbuhannnya seolah tidak bisa dihentikan oleh siapapun.

    Pada saat membaca cerita ini, pertanyaan saya hanya satu: Apa perasaan sang wanita besar Indonesia itu bila beliau masih hidup, dan menyaksikan usaha yang dirintisnya yang saya percaya dicita citakan nya sebagai warisan berharga bagi keturunan keturunan nya tapi justru akhirnya menjadi akar dari perselisihan antar keluarga?

    Saya percaya, nyonya meneer telah sangat berhasil dalam menemukan teknik tingkat tinggi dalam menciptakan lapisan generasi generasi kuat, tahan banting, kompetitif, bersifat unggul dan berharga seperti pahlawan perang dibanding dengan kebanyakan dari kita, hanya saja maafkan kalau saya dianggap menghakimi, dan dengan tidak mencoba menyederhanan kompleksnya permasalahan di dalam keluarga nyonya meneer kedalam satu kesimpulan yang bersifat umum dan dangkal, saya berpendapat ada yang salah dalam penanaman nilai nilai mendasar mengenai penting nya hubungan dan ikatan keluarga antara satu dengan yang lain.
    Saya membayangkan ini, karena kebetulan mami saya juga berjuang dalam bidang usaha kecil dan cita cita terjauh beliau sama, yaitu berharap melalui usaha yang dirintisnya itu, keluarga kami bisa terpelihara sampai ke generasi generasi berikutnya.

    Sementara usaha saya sendiri, dirintis oleh saya dan adik adik saya, dimana peranan mereka sangat signifikan dalam bertumbuhnya bisnis kami sampai pada titik ini. Dari garasi rumah di Tg priok sampai dengan Tuhan ijinkan untuk memilki beberapa kantor di Jakarta (Kelapa g! ading, m ega mall, kuningan dan pasar baru), luar daerah dan Melbourne.

    Jadi pada dasarnya, ini bukanlah konflik yang bukan tidak mungkin terjadi pada kami maupun para pembaca lainnya dimasa mendatang.

    Pada saat umur saya 19 (10 tahun lalu), begitu saya memulai usaha pertama saya, doa utama saya kepada Tuhan ialah agar diberi kesempatan usaha yang saya mulai bisa diijinkan menjadi besar dan mampu meninggalkan jejak kaki yang dalam di dunia bisnis.

    Tapi pada saat membaca kisah ini, saya langsung minta ampun pada Tuhan kalau saya berpendapat doa saya selama ini salah. Saya berdoa ulang bahwa pada level apapun tingkatan bisnis saya, saya akan selalu mengucap syukur bila itu selalu akan membawa kebaikan bagi keluarga besar kami di masa mendatang yaitu di generasi kedua, ketiga, kelima, ke sepuluh dan seterusnya.

    Untuk saya, kalau memang untuk menjadi besar itu berarti harus membuang ikatan persaudaraan dan saling menyikut satu dengan yang lain agar salah satu garis keturunan lebih unggul dibanding keturunan yang lain, maka biarlah kami hanya hidup oleh kasih karunia Tuhan saja tapi bisa menikmati persaudaraan yang saling mendukung dan menopang dan biarlah garis keturunan kami bisa saling menolong dan mengandalkan satu dengan yang lain bila ada dari mereka yang berkesusahan atau ditimpa masalah.

    Saya berpendapat, itulah seharusnya salah satu tujuan terbesar dari semua upaya pendirian bisnis yang telah kami rintis.

    Saya akan memandang, antara usaha/bisnis yang Tuhan percayakan ini dalam hubungannya terhadap keluarga ialah untuk bisa memberi kesempatan kepada keturunan keturunan kami media belajar yang memadai dan untuk mengembangkan kapasitas diri mereka semua secara maksimal dalam mencapai tujuan-tujuan terbesar mereka masing masing yaitu hadir ke dunia untuk membawa berkat bagi sekeliling.

    Saya berdoa setulus tulus nya agar keluarga dan keturunan keturunan%2

  • Bangun Dunia Hidup Baru Yang Positif

    Seorang kawan saya mengeluh, dia mengalami kebosanan dalam kehidupannya. Gairah hidupnya seakan menurun tajam, semangat juangnya hampir habis. Dia merasa lelah sudah berjuang keras dalam hidupnya, namun belum mencapai keberhasilan yang diinginkannya. Hidupnya merasa gagal, frustasi, kecewa, stress bercampur menjadi satu. Dunia seakan runtuh baginya.

    Pernahkah Anda mengalami hal yang sama ? Marilah kita lihat realita kehidupan. Setiap orang pernah merasakan suatu kekecewaan, kegagalan dan frustrasi dalam hidupnya. Bahkan kadang semuanya bisa datang sekaligus menimpa seseorang. Kalau sudah demikian, kita merasa dunia seakan runtuh. Hidup menjadi terasa berat dan seperti memikul beban tinggi. Biasanya banyak orang kemudian melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Segala sesuatunya terlihat berantakan dan sangat mengesalkan.

    Bagaimana untuk bangkit kembali ?.
    Bagaimana caranya membangkitkan spirit kita yang sudah turun ?

    1. Lakukan Hal Positif Untuk Diri Sendiri

    Marilah sekarang kita mencoba melihat sesuatu dari sisi lain, yakni dari sisi yang positif. Lakukanlah sesuatu hal kecil-kecil dulu yang positif. Yang terpenting bertindaklah. Lakukan sesuatu yang positif bagi diri Anda dulu. Walau itu mungkin hanya merapikan file-file tua dari komputer Anda, merapikan file-file buku-buku Anda, menata kembali ruang kerja Anda, merapikan kembali tata ruang rumah Anda, dll.

    Kita adalah penguasa hidup kita sendiri. Lakukan tindakan untuk diri sendiri yang positif. Dengan melakukan tindakan positif untuk diri sendiri akan dapat mengubah sikap hidup Anda secara ajaib. Anda akan merasa terfokus pada hal-hal positif sehingga melupakan hal yang negatif. Hari-hari Anda akan berubah lebih baik.

    2. Lakukan Hal Positif Untuk Orang Lain

    Mulailah melakukan sesuatu untuk orang lain. Meskipun kecil, lakukan hal positif untuk orang lain. Pikirkan sejenak, apa yang dapat Anda kerjakan untuk orang lain. Kemudian bertindaklah. Misalnya menolong orang lain, melayani orang lain, memikirkan orang lain, dll. Bentuknya bsia bermacam-macam mulai dari yang bisa Anda lakukan dulu, rasakan sebuah kebahagiaan ketika Anda membantu orang lain. Rasakan kepuasan ketika Anda dapat meringankan beban orang lain.

    Ingatlah bahwa hidup kita tidak untuk diri sendiri. Hidup untuk memikirkan orang lain juga. Demikian juga orang lain tercipta juga untuk memperbaiki hidup kita. Memikirkan orang lain, sebenarnya juga memikirkan diri sendiri. Memikirkan orang yang kesusahan, membantu orang yang kesulitan, sama halnya dengan membantu diri sendiri. Sekarang giliran Andalah memperbaiki hidup melalui orang lain.

    3. Hitunglah Hal Positif Dalam Hidup Anda

    Pikirkan bahwa Anda memiliki kedua mata yang indah untuk menatap dunia, kedua kaki yang kuat untuk menopang tubuh Anda, kedua tangan yang kuat untuk menggenggam kehidupan dunia dan kelengkapan panca indra yang sempurna. Pikirkanlah, keluarga yang sangat mencintai Anda, suami atau istri yang mencintai Anda, anak-anak yang sehat dan cerdas yang menunggu kedatangan. Anda, sahabat-sahabat yang setia mendukung Anda, dll.

    Banyak hal positif dan baik dalam hidup anda, dan seringkali anda lupa bersyukur. Hargai dan bersyukurlah atas semua hal-hal baik dan positif yang sudah Anda terima. Bersyukurlah ata apa yang Anda terima, seperti tempat tinggal yang nyaman, kesehatan anda, keluarga anda, pengalaman hidup anda, teman-teman yang mendukung anda, atas ketrampilan anda, pengetahuan anda, dan hidup yang anda miliki.

    4. Bangun Dunia Hidup Baru

    Bayangkan kehidupan yang hampa dengan tidak memiliki ide baru dan hanya pasrah dengan keadaan kehidupan sekarang. Kegagalan, kekecewaan dalam kehidupan adalah hal yang manusiawi. Namun pasrah dengan semua itu akan mematikan spirit Anda untuk tumbuh menjadi lebih besar.

    Setiap orang harus berani melakukan hal-hal yang memotivasi dirinya dan yang memberi ilham. Temukan tantangan baru. Arahkan kembali energi negatif dan rasa frustrasi anda pada sesuatu yang dapat menantang anda untuk berbuat lebih baik. Dari pada menghabiskan energi untuk hal-hal negatif dan merugikan, alihkan energi Anda untuk suatu tantangan hidup bagi dunia baru.

    Semoga Anda terinspirasi dan termotivasi hari ini!

  • Do Good, Look Good, Feel Good

    Tahukah Anda melakukan sesuatu yang baik akan membawa keuntungan positif dalam hidup Anda . Memberi jauh lebih baik dari menerima. Menolong dan memberi orang lain memiliki pengaruh psikologi dan fisik positif pada kesehatan.

    Dalam beberapa penelitian di Amerika pada orang dewasa menunjukkan bahwa peserta yang memberikan dukungan dan cinta pada orang lain memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka cenderung awet muda dan terhindar dari depresi dibanding mereka yang tidak pernah memberikan.

    Sehingga, jika Anda ingin terlihat lebih baik, hidup sehat dan mungkin awet muda, sisihkan waktu untuk membantu orang lain. Mulailah dan terus lakukan dengan sesuatu yang kecil. Berikut cara sederhananya:

    1. Melakukan sesuatu bagi orang lain
    Tawarkan untuk membuat atau mendapatkan secangkir kopi atau teh saat Anda telah mendapatkannya. Cucikan gelas rekan kerja Anda ketika Anda selesai mencuci milik Anda.

    2. Tawarkan bantuan pada orang asing
    Berikan tempat duduk di kereta atau bis yang penuh atau membawakan makanan bagi mereka yang lapar.

    3. Menjadi sukarelawan dalam masyarakat
    Jangan hanya memikirkan atau membicarakannya tetapi lakukan!

    4. Membantu pekerjaan-pekerjaan rumah
    Bantulah ibu Anda dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah, kemudian tetangga yang memerlukan bantuan untuk menyapu rumah atau bahkan menyiram tanaman.

    5. Berikan tumpangan pada teman atau rekan kerja
    Jika Anda memiliki kendaraan, tanyalah tetangga apakah perlu tumpangan ke kantor atau hanya ketempat pemberhentian bus atau kereta. Dan janganlah minta uang!

    Ada banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain sehari-hari. Dalam melakukannya, faktor berbuat baik yang harus selalu dikedepankan. Ini adalah sesuatu yang uang tidak bisa beli dan bahkan tidak melibatkan uang.

    Kebaikan sejati
    Sungguh teramat mudah menjadi orang yang bijaksana. namun teramat sulit menjadi seorang yang benar. Lebih mudah memberitahu orang lain tentang kesalahannya daripada merubah kesalahan kita sendiri, karena itu teman, lebih baik kiranya kita banyak bekerja daripada melulu berteori. Kebaikan terjadi bila seseorang berbuat bukan karena berbicara tentangnya.

  • Hidup Jangan Tertidur!

    Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan ''tertidur.'' Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan ''tertidur.''

    Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

    Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!

    Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah ''rahmat terselubung'' karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

    Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

    Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata,

    ''Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!''

    Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas,

    ''Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.''

    Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.

    Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

    Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin,

    ''Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.''

    Manusia bukanlah ''makhluk bumi'' melainkan ''makhluk langit.'' Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ''rumah'' untuk mencari ''rumah'' yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

    Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya.

    Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup!

    Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

    Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah:

    Belajarlah MENDENGARKAN.

    Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.

  • Pentingnya Waktu

    Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu. Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.

    Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.

    Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bias menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta uang muka untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda. Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

    1. Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
    2. Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan
    3. bayi prematur.
    4. Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
    5. Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
    6. Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
    7. Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
    8. Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

    Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa.
    posted by Dodi - Ryan @ 11:10:00 PM 1 comments
    Berani Mimpi (Dare to Dream)
    Di alkisahkan di sebuah sekolah di sebuah desa kecil, ada seorang ibu guru yang mengajar di suatu kelas dengan murid yang sedikit, dikarenakan anak-anak di desa itu lebih banyak membantu orangtuanya di rumah. Suatu hari bu guru memberikan tugas kepada murid-muridnya,

    "Kalian tolong tuliskan di kertas cita-cita kalian, besok dikumpulkan yah".

    Demikian suara dari sang ibu guru.

    Keesokan hari tugas murid-murid dikumpulkan, dan ibu guru meminta anak-anaknya untuk membacakan didepan kelas. Ada yang mau menjadi insinyur, dokter, pilot dll. Sampai tiba giliran seorang anak dengan pakaian yang lusuh dan kurus membacakan apa yang ditulisnya di kertas.

    "Saya ingin mempunyai rumah dengan taman yang luas, disertai dengan bunga-bunga yang indah beserta pohon-pohon yang rindang di atas pegunungan yang tinggi dengan pemandangan yang indah".

    Kemudian kelas menjadi gaduh karena tertawa yang mendengarkan cerita anak itu. Ibu guru merasa anak itu yang membuat gaduh kelas, anak kecil yang kamu tulis bukan cita-cita tapi itu adalah impian kamu dan kamu tidak akan bisa memenuhinya karena tidak mungkin. Demikian suara lantang dari ibu guru. Tapi si anak tetap bersikeras kalau itu adalah cita-citanya. Ibu guru meminta anak itu untuk mengubah yang ditulis di kertas dan dibawa esok hari.

    Keesokan hari si anak kecil itu tetap dan tidak melakukan apa yang diminta ibu guru. Karena bersikeras kalau yang ditulis olehnya adalah cita-citanya, sehingga anak kecil itu mendapat nilai jelek dari bu guru.

    Waktu terus berlalu, 30 tahun kemudian ibu guru masih mengajar di sekolah tersebut dan membawa murid-muridnya berkunjung ke suatu taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Sang ibu guru terkagum-kagum kepada taman tersebut dan berkata kepada penjaga taman;

    "Pasti yg membuat taman ini adalah orang yang hebat".

    Kemudian muncul suara dari penjaga taman kalau yang lebih hebat lagi kalau guru yang mengajar anak kecil ini.

    Ketika bertemu dengan pemilik rumah, bu guru begitu kaget kalau itu adalah anak kecil yang dulu di jelek-jelekkan karena tidak mungkin untuk mencapai cita-citanya.

    Pesan moral dari cerita ini:

    Kadangkala kita tidak sadar dengan karya-karya yang telah kita buat, kita sering merasa gagal ketika orang sekitar kita berkata sebaliknya dengan yang kita harap. Ketika kita punya impian kita harus tetap fokus sama yang kita harapkan, dengan kerja keras, percaya diri kita dapat menaklukan ketakutan kita. Tentunya kita harus punya mental untuk gagal tapi kita harus jadi pemenang bagi diri kita sendiri karena kegagalan adalah awal sukses bagi kita. Jadi kita jangan takut untuk punya impian karena impian itu adalah kenyataan kita bukan mimpi kita. Salam sukses!

  • KEKUATAN DAN KELEMAHAN atau POTENSI DAN KETERBATASAN?

    Berbekal dari pengertian bahwa positif lawannya negatif, seringkali ada persepsi kalau Kekuatan lawannya Kelemahan, lebih celaka lagi bahwa sejak 30 tahun yang lalu kita dijejali oleh konsep SWOT didalam membuat perencanaan organisasi sehingga hampir semua orang dewasa yang sudah bekerja mengenali istilah ini dan berbagai konsultan membuat versi lain yang prinsipnya sama saja yaitu TOWS (agar persepsinya "menarik") dan ada juga yang hampir benar seperti SLOT (dengan mengganti Weakness menjadi Limitation).

    Dalam konteks tersebut diatas, tidak heran kalau ada persepsi bahwa kalau bisa "memperbaiki" kelemahan maka akan timbul kekuatan dan itu juga sebabnya pada hampir semua organisasi, butir butir kelemahan menjadi perhatian utama untuk dijadikan masukkan didalam perencanaan untuk "diperbaiki" yang dijabarkan dengan detil didalam "rencana tindakan" yang istilah kerennya "Action Planning".

    Jarang sekali ada organsasi yang justru berfokus pada "kekuatannya" didalam membuat "action planning".

    Yang menarik adalah di Amerika ada study tentang butir butir rencana tindakan hasil analisis SWOT di banyak perusahaan. Ternyata lebih dari 50% butir-butir tersebut selalu timbul dari tahun ke tahun dan ini membuktikan bahwa tidak sedikit kelemahan yang tidak bisa diperbaiki.

    Apa ada yang salah?

    Saya menemukan tiga hal penting dalam menjelaskan hal tersebut diatas

    Pertama : persepsi bahwa dengan memperbaiki kelemahan maka akan mendapatkan kekuatan

    Kedua : persepsi bahwa manusia bisa memperbaiki segala macam kelemahan

    Ketiga : pengertian yang salah tentang arti kelemahan

    Kalau kita menganggap bahwa kekuatan dan kelemahan berada pada kutub yang berlawanan, maka memperbaiki kelemahan hanya akan mengakibatkan hilangnya kelemahan yang posisinya ditengah tengah atau netral dan ini bukan berarti menjadi kekuatan.edua : Manusia bisa ki

    Obsesi manusia untuk memperbaiki kelemahan merupakan peluang yang dimanfaatkan oleh Self Help Industries yang menyebabkan orang orang di Amerika menghamburkan milyaran dollar dengan hasil yang sangat amat tidak memadai.

    Persepsi bahwa manusia bisa berubah menyebabkan pelatihan dan seminar tentang Individual Development laku keras akan tetapi kita semua tahu bahwa pelatihan pelatihan semacam ini hanya membawa dampak beberapa minggu saja, bahkan pelatihan Asia Works yang dianggap paling hebatpun tahu kalau manusia itu seperti bandul yang sewaktu waktu akan kembali keposisi semula.

    Ada pendapat bahwa manusia bisa berobah kalau ada krisis

    Tetapi apa yang terjadi lihat komentar dibawah ini:

    What if a heart specialist told you that you had to change some lifestyle patterns or die? Could you change to save your life?

    The odds against your being able to do it are nine to one according to Dr. Raphael “Ray” Levey, founder of the Global Medical Forum in November 2004 at IBM’s Global Innovation Outlook” Conference. (As reported in Fast Company, May 2005)

    Dr. Edward Miller, Dean of Medical School at John Hopkins University said:

    “They must make changes to live, but they can’t seem to do it. We’re missing a link there somewhere.”

    Bayangkan saja, ancaman kematian yang merupakan krisis yang paling hebatpun sulit membuat manusia berubah.

    Jadi apa betul manusia tidak bisa memperbaiki kelemahannya?

    Kita harus bisa memilah milah yang dimaksud dengan kelemahan

    Kalau kelemahan tersebut terkait dengan:

    Skill (Keterampilan – def: kemampuan melakukan langkah langkah yang benar dari suatu kegiatan).............maka biasanya dengan berlatih orang bisa menjadi semakin terampil

    Knowledge (Pengetahuan)... maka dengan belajar orang bisa semakin tahu

    Values (Tatanilai)...... tidak sedikit contoh orang yang tadinya penjahat menjadi orang baik

    Behaviour (Perilaku/Tingkah laku).... supir angkot di cimindi yang sulit diatur tiba tiba menjadi sangat teratur setelah menjadi supir TransJakarta (Busway)

    Jadi ada kelemahan yang bisa diperbaiki tetapi ada juga kelemahan yang tidak bisa diperbaiki dan ratusan tahun yang lalu sudah ada do’a yang namanya Serenity Prayer yang menyatakan keinginan besar untuk bisa mengetahui mana yang bisa diperbaiki mana yang tidak bisa diperbaiki:

    “ God, grant me Serenity to accept the things I cannot change, Courage to change the things I can and Wisdom to know the difference”

    Yang dapat diperbaiki dengan mudah adalah Skill yang tidak membutuhkan bakat tertentu dan Knowledge.

    Yang juga bisa diubah adalah Behaviour yang didukung oleh bakat bakat dominannya, karena kalau tidak, maka akan membuat seseorang menjadi stress berat

    Yang juga bisa diperbaiki adalah Values

    Dan ini yang penting :

    Pada umumnya hal hal yang terkait dengan personality traits seseorang, sangat sulit diubah bahkan tidak bisa berubah.
    tiga : Pengertian yang salah tentang Kelemahan
    Sebenarnya akan lebih jelas apabila kita menambah istilah kekuatan dan Kelemahan dengan Potensi dan Keterbatasan agar pengertiannya menjadi lebih gamblang sbb:

    Allah memberikan Potensi dan Keterbatasan kepada setiap makhluknya sedang Kekuatan dan kelemahan adalah merupakan pilihan dan upaya manusia atas potensi dan keterbatasannya masing masing.

    * Manusia diberikan potensi akal dan keterbatasan terbang maupun bernafas didalam air
    * Burung diberikan potensi terbang dan keterbatasan berlari
    * Ikan diberikan potensi bernafas di air dan keterbatasan memanjat
    * Cacing diberikan potesi menembus , hidup didalam tanah dan keterbatasan berlari

    Kalau makhluk makhluk tersebut diatas berusaha melatih potensinya maka akan timbul kekuatan,

    * Kalau manusia berlatih dan belajar dengan menggunakan akalnya maka kekuatannya akan timbul
    * Kalau burung berlatih terbang maka kekuatannya timbul akan tetapi kalau makhluk tersebut memaksa bertindak dengan menggunakan keterbatasannya, maka akan timbul kelemahan.
    * Kalau manusia memaksa untuk bernafas didalam air dia akan kelemahannya timbul
    * Kalau cacing berusaha untuk berlari maka kelemahannya timbul
    * Kalau ikan berusaha untuk terbang maka kelemahannya tombul

    Dengan begitu, kalau kita menggali Potensi dan Keterbatasan kita maka akan jelas bahwa rencana tindakannya akan lebih berfokus kepada mengasah potesi menjadi kekuatan lalu menggunakan kekuatan tersebut untuk maju kedepan ketimbang berusaha memperbaiki keterbatasan ataupun memaksa bertindak berdasarkan keterbatasan.

    * Kalau manusia ingin terbang, maka gunakan akalnya untuk membuat kapal terbang
    * Kalau manusia ingin menyelam maka gunakan akalnya untuk membuat alat penyelam

    Jadi kalau Gallup bilang:

    “Focus on your Strength and manage around your Weakness”

    ( Fokus pada Kekuatan dan siasati Kelemahan)

    Maka Abah Rama bilang :

    ” Fokus pada Kekuatan siasati Keterbatasan”

  • Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri sendiri

    "Miskin dan kaya adalah nasib" ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.

    Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan dari "sononya" kaya, maka usaha apa pun, bahkan kerja "seenaknya"pun bisa menjadikan kita sukses dan kaya.

    Entah sudah berapa abad umur mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos m! odern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah, hanya lulusan SMA/SMP/ SD, ( bahkan S1, namun merasa hanya lulusan universitas lokal), maka spontan yang timbul di benak kita adalah kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.

    Dengan rendahnya persepsi terhadap diri sendiri seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup "ala kadarnya" atau sekedar hidup. Jika mitos seperti ini terus menerus dipercaya dan sampai memasuki pikiran bawah sadar kita, maka mitos seperti itu akan melahirkan "nasib gagal", dan kalau mitos negative seperti itu dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa, yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.

    Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas untuk dicapai,disiplin, mau kerja keras, ulet, siap berjuang dan semangat belajar, maka pasti akan terbuka kemungkinan- kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya!

    Bangun karakter sukses!Seperti pepatah dalam bahasa Inggris "character is destiny", kharakter adalah nasib.

    Hancurkan mitos "Miskin adalah nasib saya"

    Tidak peduli bagaimanapun Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!

    Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri kita adalah penentu masa depan kita sendiri!

    Seperti filosofi yang lahir dari kristalisasi perjuangan sepanjang kehidupan saya, yang telah terbukti yakni : Success is my right! Sukses adalah hak saya! atau arti panjangnya : Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.

    Dengan semangat dan sikap mental sukses adalah hak saya! serta siap berjuang habis-habisan , saya yakin nasib kita pasti berubah lebih baik, karena Tuhan tidak akan tinggal diam untuk membantu kita!

    Success is my right !

    Oleh : Andrie Wongso

  • Bidang-bidang bisnis yang menjadikan Kaya

    Ada suatu artikel yg berbentuk drama....:D:p

    Beberapa minggu lalu, saya, istri saya dan beberapa client berkumpul di apartment teman tanpa alasan yang benar benar khusus.

    Kenapa disebut tidak khusus, karena yang mengundang hanya bilang sedang mencoba resep masakan baru dan mengundang kita kumpul kumpul untuk men-cobai hasil eksperiment nya, jadi bukan karena alasan yang benar benar khusus, sekedar kongkouw kongkouw saya kira.

    Pada waktu ngobrol ngobrol, seperti biasa, topik netral paling menarik untuk dibahas adalah uang dan bisnis. Walau yang kumpul disana ada beberapa orang, tapi percakapan berikutnya kebanyakan dilakukan oleh saya dan teman yang sebut saja namanya Alex (nama samaran).

    Alex; Wishnu, ada ide nggak bisnis bagus nggak yang bisa saya bawa pulang ke indo (dia sudah mau pulang ke indonesia karena sekolahnya sudah selesai)? Ya..kira kira yang bisa bikin gue kaya dalam waktu nggak terlalu lama deh…(dia ketawa ketawa)..

    Wishnu; Memang kamu mau buka bisnis jenis apaan?

    Alex; Saya berharap bisa buka bisnis apa saja yang pemain di indonesia nya masih kurang.
    Mungkin bisnis makanan kali ya, karena khan bisnis makanan nggak pernah mati di indo. Jadi ya semacam beli franchise dari makanan makanan unik yang kira kira akan disukai dan memang di Australia nya juga terbukti laku. Ada ide nggak usaha mana yang jual ?

    Wishnu;Memang berapa alokasi modal maksimum yang dikasih bokap-nyokap elo?

    Alex; kalau sampai platform 2 M, gue percaya masih bisa dikasih, asal bokap gue yakin usaha itu sudah punya nama di aussie sih.

    Wishnu; 2 milyar kalau usaha di Indonesia sih kelihatan banyak, tapi kalau mau beli franchise terkenal dari aussie dan berharap nantinya bakal jadi master franchise untuk Indonesia, gue rasa bakalan susah.

    Karena pertama harga initial franchise fee nya saja nggak murah, gue percaya sih diatas 1 milyar, itu baru initial franchise fee nya doank lho, belum standard dekorasi minimal yang mereka tetapkan, dan itu juga nggak murah.

    Berikutnya, mereka pasti minta lokasi yang elo pilih harus benar benar kelas 1 dan terbaik punya, no less than that. Elo tahu aja, biaya betapa mahalnya sewa di mall mall besar atau kalaupun elo pilih lokasi di pinggir jalan, pasti sewanya juga nggak murah punya.

    Sewa satu ruko di Kelapa gading aja seperti yang gue sewa, harganya 100 jutaan keatas pertahun, dan bayar sewa idealnya per 4 tahun dimuka, karena kalau ambilnya per 2 tahun, pas usaha elo jalan dan mau perpanjang, nanti owner nya ketok harga lagi.

    Itu baru satu ruko, tapi gue nggak yakin kalau pemilik franchise nya mau ijinin elo buka cuma dengan satu ruko, gue rasa 2-3 ruko adalah minimal banget. Jadi elo hitung aja berapa costnya.

    Nah yang paling serem adalah, beberapa dari mereka men-syaratkan elo harus buka beberapa outlet dalam waktu tertentu. Misalnya dalam 4 tahun elo harus sudah buka 6 outlet. Ingat lho, kalau usaha nya sudah terkenal, persyaratan untuk bisa beli franchise nya bisa macam macam.

    Ini juga masih belum bicara biaya marketing, overhead dll.

    Nah, walau 2 M itu kelihatan besar di Indonesia, tapi kalau sudah bicara franchise luar negeri apalagi yang punya nama, segitu sih nggak ada apa apa nya man.

    Alex; Jadi gimana donk….susah banget sih cari bidang usaha untuk kaya dengan modal terbatas… ;(

    Wishnu; ketawa ketawa……elo mau denger nasihat gue nggak untuk masalah beginian?

    Alex; nasihat apaan?

    Wishnu; Kalau cuma pertanyaan bidang usaha apa di Indonesia yang bisa bikin orang jadi kaya, justru sebetulnya pertanyaan nya sekarang gue balik, yaitu; kalau sekedar kaya jadi tujuan terdekat elo, bidang apa sih di Indonesia yang nggak bisa bikin kaya?

    Alex; apa maksudnya?

    Wishnu; Sekarang coba kita bahas sedikit lebih dalam.

    Pertama tama, sebelum bicara tentang kaya, yang harus kita samakan persepsi adalah, berapa banyak keuntungan yang elo harapkan perbulannya dari bisnis elo.

    Assume elo mau 50 juta perbulan.

    Sepanjang gue tahu, nggak ada bisnis di Indonesia yang tidak bisa bikin kaya.

    Bisnis peniti yang murah meriah itu, kalau elo main dalam skala Indonesia, pasti juga bisa bikin kaya. Bisnis peternakan telur ayam, ayam pedaging, usaha warteg, jual mie ayam, jualan bakso dll pokoknya apa saja yang elo bisa kembangkan dalam skala tertentu, bisa kok menghasilkan keuntungan 50 juta sebulan, malah bisa lebih dari itu, tapi itu hanya mungkin bila elo memang sudah punya kapasitas pribadi untuk kaya.

    Alex; Kapasitas pribadi ? apaan tuh?

    Wishnu; mari gue kasih contoh sederhana, biar elo gampang nangkap nya;

    Kita ambil contoh bisnis makanan paling sederhana yang pernah gue pelajari kecl kecil-an, yaitu siomai. Dulu di kelapa gading itu ada tukang siomai keliling yang wilayah operasi nya disekitar kompleks kantor gue (INKOPPAL). Tuch siomai enak banget, harga jualnya dia 2 kali lipat dari harga normal. Tukang siomai ini bawa barang dagangannya naik sepeda. Dan sangking enaknya, kalau elo nyarinya jam 5 sore an, dia sudah habis.

    Setelah gue korek korek dari tukang jualannya, ternyata siomai ini ada bossnya. Elo tahu, yang hebat dari bossnya adalah; kalau gue nggak salah ingat, pada saat gue nanya, dia punya armada lebih dari 150 - 180 sepeda.

    Bayangin, kalau elo sebagai boss-nya, untung elo per-sepeda cuma sekitar 30.000 aja, karena yang gue tahu, omset harian per-sepeda itu sekitar 250 - 300 ribuan, jadi kalau 150 sepeda itu kita bicara sekitar 4.5 juta perhari….itu untung man…bukan omset..

    Diasumsikan kerjanya armada itu cuma 20 hari se-bulan, kita sekarang bicara angka untung di kisaran 90 juta sebulan…..menurut elo, angka seperti ini sudah cukup memuaskan ekspektasi pendapatan elo nggak?

    Alex; segitu mah, udah banyak banget man. Kalau bisa untung 30 juta sebulan aja, sebagai awal gue rasa gue udah happy banget kok.

    Wishnu; Nah sekarang, mari kita masuk ke point utama nya.

    Alex; point apaan?

    Wishnu; Kapasitas pribadi untuk kaya.

    Alex; Hubungannnya apaan memang?

    Wishnu; Anggap kita masih bicara soal siomai dan assume elo mau penetrate pasar yang sama.

    Man, walau elo lulusan bachelor dan master dari University terkenal di Melbourne, tapi untuk ngelola usaha siomai bersepeda itu tidak semudah dari yang elo bayangkan.

    Gelar dan academic transcript elo nggak akan bisa bikin elo otomatis terampil ngelola bisnis. Karena sebetulnya elo baru saja diperlengkapi dengan teori – belum ketrampilan dalam eksekusi bisnis.

    Ini baru daftar singkat kesulitan kesulitannya usaha siomai yang bisa gue amati sebagai orang luar:

    1. Elo bisa bikin siomai lebih enak dari dia nggak? Dia bikinnya beneran enak lho. Kalau cuma sama enaknya aja sih, gue nggak yakin usaha elo bakal jalan mulus, elo harus lebih enak. Punya kapasitas pribadi yang memadai untuk area ini nggak?

    2. Elo sudah punya channel untuk recruit pegawai pegawai dalam jumlah banyak yang sesuai dengan kebutuhan elo dan yang terpenting jujur dan setia nggak? Kalau elo cuma bisa recruit tapi nggak tahu bagaimana cara bikin dia setia dan memisahkan mana pegawai baik dan mana pegawai curang, usaha gini an mah bisa bikin elo stroke muda.

    Selain stroke, elo juga cuma bakal nge-rusak pasar, karena elo tahu aja, jualan siomai itu entry barrier nya rendah banget, para tukang siomai elo saja dengan modal cuma 2 juta-an aja, sudah bisa bikin bisnis yang sama dan hancurin harga. Punya kapasitas pribadi yang memadai nggak untuk pecahkan situasi ini?

    3. Tukang tukang siomai itu khan umumnya harus elo kasih akomodasi, elo punya kapasitas pribadi untuk tangani masalah ini nggak? Ngurusin semua problem problem nya, pegawai berantem sama tetangga, pegawai elo berantem satu sama lain dll….

    Dan banyak permasalahan lainnya.

    Jadi kemampuan elo untuk merugi 90 juta/bulan atau untung 90 juta perbulan adalah sepenuhnya tergantung dari kapasitas pribadi elo

    Dan di masa mendatang, pelajaran penting lain yang harus elo ingat dalam meneliti bisnis yang cocok dan akan elo tekuni, adalah sebelum elo mau tahu berapa untungnya seorang pengusaha, elo harus ngerti dulu, berapa harga yang dia sudah bayar untuk tingkat keSUKSESan-nya.

    Harga yang dibayar artinya bisa banyaknya airmata yang jatuh untuk bangun bisnis itu atau kapasitas pribadi yang dia kembangkan sedemikian rupa hingga bisnisnya bisa mencapai skala tertentu.

    Elo musti ingat satu hal;

    Tidak pernah ada bisnis yang benar benar semudah kelihatannya.
    Selalu ada harga yang harus dibayar – dan harga itu nggak pernah murah.

    Elo harus ingat, kegagalan orang memahami pentingnya prinsip ini, membuat dia men-ceburkan diri dalam peperangan yang tidak akan pernah dia bisa menangkan.

    Kalau pinjam saduran kata katanya Sun Tzu dan dirubah ke bidang bisnis, kebodohan terbesar dalam memasuki bisnis baru adalah kegagalan dia untuk mengukur kapasitas pribadi nya dan kapasitas pribadi pesaing pesaing nya secara properly

    Sebetulnya, kalau ditarik lagi alasan mendasar dari kenapa orang orang pintar bisa gagal dalam meng-ukur secara persis baik kapasitas pribadi nya dan kapasitas pribadi lawan lawan nya adalah anggapan dimana; Orang orang pintar itu seringkali mengukur dirinya lebih hebat dari kenyataan sesungguhnyanya, makanya.

    Obat untuk penyakit jenis ini cuma satu; KERENDAHAN HATI.

    Alex; Kok elo bisa tahu masalah begini-an, memangnya elo sudah kaya? (nada heran)

    Wishnu; Man, kalau cuma untuk tahu menyelam lama didasar laut itu butuh alat bantu pernapasan, mah nggak perlu jadi ahli selam terlebih dahulu untuk bisa tahu.

    Prinsip prinsip yang mengandung kebenaran bisnis, kehidupan dll itu sebetulnya murah dan tersedia dimana mana, masalahnya kita cukup rendah hati nggak untuk belajar dan diajar.

    Kalau elo berpendapat bahwa elo HANYA mau diajar oleh mereka yang sudah kaya terlebih dahulu, maka gue jamin elo bakal jadi kaya-nya lebih lama dari yang seharusnya.

    Orang yang gagal kaya juga bisa kok ngajarin semua kesalahan kesalahan yang telah diperbuat dan menunjukkan arah yang benar menuju kekayaan.

    Masalahnya cuma satu; Mau rendah hati nggak untuk membuka diri untuk diajar?

  • Gaji Tinggi Bukan Segalanya

    Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?

    Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia ...

    Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

    Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. "Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini,"kata Lesmana "Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini".

    Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.

    Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

    Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.
    Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka.

    Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.

    Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja.

    "Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya,"kata para ahli SDM.

    Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya, bukan oleh hal lain.

    Jika anda mengalami masalah turnover , maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah?

    Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka..
    Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik.

    Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan. Simak saja kisah yang dikutip langsung dari"medan perang" ini.

    Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.

    Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan "penyiksaan" yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Agus benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan.

    "Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru," keluh Agus.

    "Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya". Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus mengundurkan diri.

    Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.

    Pada awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.
    Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan "pasif".

    Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting.

    "Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita," papar Agus.

    Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya.
    Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas.

    Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

    Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya.

    Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan,

    "Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!".

    Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.

    Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan. Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi "duta" untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu.

    Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya.

    "Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya," kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric.

    Umumnya nilai suatu perusahaan terletak "diantara telinga" para karyawannya. Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu serta harga diri .....

    JUNIUS LEE,CEO & Managing Consultant
    JCI Kimberley Executive Search International
    (Recruitment Consultants)

  • Tuhan Tahu

    Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan!

    Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
    Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

    Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
    Tuhan sudah menghitung airmatamu.

    Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
    Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

    Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
    Tuhan selalu berada disampingmu.

    Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.

    Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
    Tuhan dapat menenangkanmu.

    Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
    Tuhan sedang berbisik kepadamu.

    Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
    Tuhan telah memberkatimu.

    Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
    Tuhan telah tersenyum padamu.

    Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
    Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

    Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU

  • Mengasah Kapak

    Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

    Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata,

    "Bagus, bekerjalah seperti itu!"

    Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.

    "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.

    Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi.

    "Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang majikan bertanya.

    "Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.

    Catatan:
    Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga
    tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. "Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?

    Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.

    Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.

  • Kehidupan Yang Berarti

    Berapa umur kita saat ini?
    25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
    Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
    Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan?
    Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

    Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.

    Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

    Tak terasa, siang menjemput..."Waktunya istirahat..makan-makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...

    Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...

    Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

    Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.

    Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" . "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali". Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

    ..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.

    Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

    Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas...sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.

    Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
    * Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa .. Kehidupan adalah ... dll.

    Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
    Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
    Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita ?
    Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?

    Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

    Hanya Tuhanlah yang tahu...

    Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......

    Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

    Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.

    Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

    Kata-Kata Bijak Hari Ini
    Kegagalan tidak sama artinya dengan kekalahan, karena kekalahan adalah saat Anda tidak mampu bangkit dari kegagalan

  • Yang dibutuhkan untuk menjadi expert

    Yang dibutuhkan untuk menjadi expert hanyalah kemauan keras, terus latihan tanpa mengenal lelah, hadapi hidup dengan santai anggap semuanya adalah permainan jadi tanpa beban, tidak perlu menyalahkan siapa siapa karena itu tidak akan merubah keadaan.

    Kita tidak bisa merubah apa persepsi orang tentang kita, apa yang akan mereka lakukan atau katakan tentang kita..... Kita juga tidak bisa mengontrol mereka untuk hanya mengatakan atau melakukan hal hal yang kita inginkan.

    Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mengeset mindset kita saat menghadapi faktor faktor external, jangan pernah memposisikan diri kita jadi victim karena ini akan membuat kita mati kelelahan atau mati merana... meratapi nasib yang terkadang tidak berpihak pada kita.

    Seberat apapun serangan itu hadapi dengan tenang, kendalikan diri agar kita tidak terpancing yang akhirnya hanya membuahkan tindakan tolol yang mungkin akan kita sesali seumur hidup kita.

    Ingat Tuhan tidak akan mencoba umatNya melebihi kemampuannya, hanya terkadang kita yang mengeset kemampuan kita terlalu rendah sehingga merasa beban yang kita tanggung seolah tak tertanggungkan padahal mungkin dua kali lipat dari beban itu masih mampu kita atasi.

  • Alasan Salah untuk Maju dan Berubah

    Anda, pasti punya target, sasaran, cita-cita, dan tujuan.

    Ya itu pasti, tapi lebih pasti lagi ini: Semuanya bukan tentang Anda yang sekarang, bukan Anda yang hari ini, bukan Anda yang saat ini, dan bukan Anda pada detik ini. Anda tidak ingin tetap sama seperti sekarang. Anda ingin yang lebih baik, yang lebih membahagiakan.

    Ingatlah, semua itu hanya punya satu arti: Anda ingin perubahan.

    Anda, sedang menjalani perubahan. Anda memutuskan berbagai hal dan menjalankan berbagai tindakan, dalam rangka perubahan. Silahkan itu Anda teruskan, tapi mungkin, Anda perlu merenungi beberapa hal. Beberapa hal berkaitan dengan sebab dan musabab, yang menyebabkan Anda memilih untuk berubah. Tepat atau tidaknya alasan Anda, akan menentukan hasil dari upaya perubahan Anda.

    ALASAN UNTUK BERUBAH HARUS BENAR

    Alasan untuk berubah (baca: maju), bisa bermacam-macam. Apa yang perlu Anda waspadai adalah, jika alasan Anda tidak tepat, maka apa yang Anda targetkan, sasar atau tuju, tak akan pernah kesampaian. Jadi, Anda perlu untuk selalu mengevaluasi sebab-sebab yang membuat Anda ingin berubah.

    Contoh paling sederhana. Jika Anda sebagai karyawan telah memutuskan untuk "mengundurkan diri" dan berubah menjadi enterpreneur, pertanyaan pertama yang harus Anda jawab adalah, benarkan Anda "mengundurkan diri", atau apa yang sesungguhnya Anda lakukan adalah "memajukan diri"?

    Pak Arief (mantan direktur eksekutif WTC Jakarta), menginspirasi Saya dengan pertanyaan ini. Saat beliau mengetahui Saya memutuskan untuk "mengundurkan diri" dari perusahaan tempat Saya bekerja, lima bulan yang lalu, dan berganti profesi menjadi trainer, beliau lewat stafnya berkomentar, "Bagus, dan ingatlah bahwa Anda bukan mengundurkan diri, melainkan memajukan diri." Beliau benar, sebab untuk itulah Saya mengambil sikap dan memutuskan untuk berubah. Untuk memajukan diri. Bagaimana dengan Anda?

    Apapun yang menjadi target perubahan Anda, alasan Anda untuk berubahlah yang menjadi tolok ukur keberhasilan Anda. Dan salah satu alasan yang tidak boleh Anda tinggalkan, adalah karena Anda telah siap MENERIMA segala konsekuensinya.

    Kini Anda telah melakukannya. Maka Anda, memang harus siap menerima. Anda tidak akan bisa menerima, jika alasan Anda untuk berubah telah melenceng kemana-mana. Dan jika itu terjadi, mungkin Anda perlu sekali lagi meng-adjust-nya.

    Sikap menerima erat kaitannya dengan penerimaan terhadap diri sendiri dan terhadap diri orang lain. Berikut ini, adalah beberapa hal yang bisa Anda renungkan, dan Anda kaitkan dengan alasan Anda untuk maju dan berubah.

    MENERIMA DIRI ADALAH KUNCI SUKSES UNTUK PERUBAHAN

    Ingatlah bahwa untuk maju dan berubah, Anda memerlukan stamina. Ingatlah bahwa stamina Anda hanya akan kuat dan bertahan, hanya jika memenuhi dua kondisi:

    - Bersyukur jika berhasil;
    - Bersabar jika belum berhasil.

    Khusus untuk soal bersabar, sikap MENERIMA yang SEIMBANG dengan keterbatasan diri sebagai manusia, adalah hal terpenting yang harus Anda pegang. Anda ingin sukses, tapi suksesnya manusia. Anda ingin mampu berhadapan dengan hambatan dan kendala, tapi yang masih bisa ditolerir manusia. Sikap menerima keterbatasan dengan benar inilah, yang akan menjadikan Anda benar-benar bisa mencapai apapun yang Anda inginkan.

    Saat Anda bersikap terlalu 'nrimo', Anda tidak akan pergi ke mana-mana. Anda hanya akan tetap diam atau sekedar berjalan di tempat saja. Saat Anda bersikap tidak bisa atau tidak mau menerima, maka Anda bukan akan bahagia, tapi malah merasa berhadapan dengan malapetaka.

    Bagaimana Anda menyikapi lesunya bisnis?
    Bagaimana Anda menghadapi rendahnya cash flow?
    Bagaimana Anda melihat dan merasakan 'malas'nya orang-orang Anda?
    Bagaimana Anda jika kantor yang Anda bangun roboh terkena gempa?
    Bagaimana Anda mengakali persaingan bisnis yang makin ketat?

    Jika Anda tetap bersikap menerima dengan seimbang, maka sekalipun segala sesuatunya tetap sama, akan selalu ada yang berubah di hari-hari mendatang. Minimal, ya mood Anda tentu saja. Lumayan toh?

    Dengan sepenuhnya menerima segala kesulitan, Anda telah membuka diri terhadap segala kemungkinan. Di situlah, Anda akan mulai melihat berbagai kesempatan, yang sebelumnya mungkin terlihat sebagai hambatan. Di tingkat syaraf, Anda telah menciptakan koneksi syaraf yang baru, dan dari situ, akan tercipta berbagai jawaban. Dengan menerima Anda akan menjadi lebih kreatif.

    Maka, marilah kita gali lagi berbagai alasan, yang menjadi motivasi kita untuk berubah. Kita mulai saja dari yang salah.

    ALASAN SALAH UNTUK MAJU DAN BERUBAH MENCIPTAKAN SIKAP SULIT MENERIMA

    Salah Keinginan

    Motivasi kita untuk berubah, bisa bersifat negatif atau positif. Perubahan itu, bisa didasarkan pada kepuasan, atau ketidakpuasan.

    Orang yang merasa terlalu gemuk, bisa memutuskan untuk berolahraga dan menjadi lebih kurus. Jika ia tidak berhasil mencapainya, ia akan merasa sedih. Sebelumnya, ia merasa sedih, dan sesudahnya ia tetap merasa sedih. Tidak terlalu positif bukan?

    Padahal, ia tetap bisa merasa senang dan berbahagia dengan tubuhnya. Ia bisa melakukannya, dengan lebih berfokus pada berbagai hal yang telah dicapainya. Pada hal-hal lain yang ia inginkan dan telah didapatkannya.

    Bagaimana dengan ini? Seseorang yang sebenarnya sudah punya tubuh ideal. Ia sangat menyukainya, dan ia ingin rasa senangnya bertambah lagi. Maka, secara sengaja ia mulai menikmati berbagai makanan dan minuman yang bisa menjadikannya lebih gemuk. Ia menikmati sekali berbagai makanan dan minuman yang lezat dan enak di lidah.

    Kemudian, ia menyadari bahwa dirinya mulai bertambah gemuk. Lantas ia berpikir, jika ia kembali ke tubuh idealnya, ia akan merasa jauh lebih senang daripada sebelumnya. Ia senang dan berbahagia sebelumnya, dan ia senang serta bahagia setelahnya. Jauh lebih positif bukan?

    Kuncinya, adalah memahami KEINGINAN. Apa yang Anda INGINKAN?

    Buatlah perubahan di atas dasar apa-apa yang berasal dari dalam.

    Salah Kick Start

    Alasan salah yang lain untuk berubah, adalah tekanan lingkungan sejawat dan media. Segala hal di sekitar kita mengatakan apa yang SEHARUSNYA kita lakukan, dan bagaimana SEHARUSNYA kita menjadi seseorang. Mencoba untuk memenuhi semua tuntutan itu, hanya akan bermuara pada rasa frustrasi dan penolakan.

    Adalah SULIT untuk melakukan apa yang kita HARUS, dan lebih MUDAH melakukan apa yang kita INGIN. Maka, bangunlah kekuatan keinginan Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri, apa yang diinginkannya. Kemudian, kejarlah peningkatan-peningkatan sederhana yang bisa dicapainya.

    Salah Pendekatan

    Pendekatan Anda juga bisa menciptakan alasan yang salah untuk maju dan berubah. Jika Anda perfeksionis, Anda akan men-set target yang tidak realistik. Dengan begitu, Anda telah mengutuk diri sendiri untuk gagal dan tidak berbahagia. Tujuan Anda adalah self improvement dan bukan self perfection.

    Anda tidak akan pernah bisa terbang dengan sayap Anda sendiri, sebab Anda bukan malaikat. Anda hanya bisa melakukannya, dengan sayap pesawat.

    Salah Obsesi

    Perilaku obsesif juga merupakan alasan yang salah. Sikap obsesif itu disfungsional. Ia mengamputasi. Turun berat badan pasti berbeda dari bulimia atau anorexia nervosa. Yang pertama masih sehat, yang kedua bisa membuat Anda lewat.

    Semua pengembangan diri yang Anda jalani, adalah untuk menguasai dan untuk mengerti, bukan untuk membuat Anda sempurna. Sekali lagi, satu-satunya keharusan Anda adalah menyeimbangkan sikap menerima, dengan berbagai keterbatasan yang Anda punya. Anda tidak bisa sekedar 'nrimo', dan Anda juga tidak bisa sekedar 'nggak terima'.

    MENERIMA KETIDAKSEMPURNAAN ADALAH SEMPURNANYA MANUSIA

    Ingat ini. Di dalam dunia yang sempurna, setiap orang akan sama. Setiap orang terbuat dari plastik, yang dibentuk dengan cetakan kesempurnaan. Setiap orang tidak hidup, karena semuanya seragam. Padahal, hidup adalah keragaman.

    Di dalam dunia yang nyata, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Inilah yang mendefinisikan manusia. Inilah yang menciptakan kepribadian atau personality. Ini jugalah yang memberi Anda peluang, untuk mendemonstrasikan kekuatan, dan mengambil tindakan, ketimbang menjadi takut karena keragaman.

    TERIMALAH BAHWA ANDA TELAH SEMPURNA

    Jika Anda pikir-pikir, Anda bisa menemukan bahwa kelemahan itu tidak ada, sebab Yang Maha Kuasa telah menciptakan Anda dengan sebaik-baiknya. Anda juga telah dibekali-Nya dengan pedoman yang sempurna. Kelemahan Anda hanya terletak pada kemanusiaan Anda. Dalam "kesempurnaan" dari tidak sempurnanya Anda, apa yang ada adalah peluang untuk menunjukkan kekuatan, karakter dan kepribadian sesuai pedoman-Nya.

    Jadi, terima saja segala sesuatu apa adanya. Terimalah dengan penerimaan yang seimbang, dan dengan aktivitas berubah demi kemajuan yang seimbang. Terimalah diri Anda sebagai manusia, yang telah sempurna dengan keterbatasannya.

    MENERIMA ORANG LAIN ADALAH KUNCI SUKSES UNTUK PERUBAHAN

    Selain alasan berubah yang bersifat pribadi, alasan Anda juga pasti bersifat sosial. Dalam menuntut orang-orang di sekitar Anda untuk berubah sejalan dengan keinginan Anda, Anda harus bisa melihat alasan perubahan mereka, juga dengan kacamata yang benar dan positif. Apapun alasan Anda untuk berubah, selalu mempengaruhi orang lain di sekitar Anda, yang juga mau berubah dan maju menurut versinya. Anda, harus memahaminya.

    1. Ingatlah untuk selalu berusaha meyakinkan orang-orang di sekitar Anda, tentang apa yang Anda inginkan untuk berubah.
    2. Nikmatilah kenyataan bahwa setiap orang di sekitar Anda, membutuhkan pekerjaan yang berarti. Tak ada yang bisa membunuh semangat lebih cepat, dari pada tugas-tugas yang keterlaluan remehnya. Keragaman dan tanggung jawab, akan membuat mereka termotivasi.
    3. Selalulah menyediakan diri, untuk mendengar apa kata orang lain. Berilah mereka penghormatan, dan dengarkan setiap kata yang diucapkan. Jangan hanya diam untuk berpikir dan mencari tahu mengapa mereka salah, atau menebak-nebak apa yang akan mereka katakan selanjutnya.
    4. Pujilah mereka atas upayanya, sekalipun upaya mereka gagal atau tidak sesuai harapan. Jelaskan apa yang perlu lebih baik mereka lakukan di masa mendatang.
    5. Ikutkanlah setiap orang yang cocok dan relevan, dalam proses pengambilan keputusan.
    6. Respeklah pada teman kerja dan bawahan Anda. Pertimbangkanlah pekerjaan dan perasaan setiap orang, seperti Anda melakukannya untuk diri Anda sendiri.
    7. Entah bagaimana hasilnya nanti, selalulah mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik, bagi Anda semua dan bagi diri mereka sendiri.

    Terimalah orang lain yang juga punya alasan untuk berubah. Sikapilah alasan mereka dengan benar. Silahkan Anda berubah, dan silahkan meraih kemajuan. Seperti juga Anda, orang-orang di sekitar Anda pun menginginkan hal yang sama, yaitu maju dan berubah.

    KESIMPULAN

    Majulah. Letakkanlah sasaran Anda jauh di luar jangkauan, tapi janganlah pernah sampai tidak kelihatan. Satu hal yang perlu selalu bisa Anda lihat, adalah alasan Anda untuk berubah. Letakkanlah alasan Anda dengan benar, buatlah agar selalu kelihatan.

    Berubahlah. Kemudian, terimalah apa saja yang muncul dan terkait dengan perubahan. Terimalah keterbatasan Anda. Keterbatasan sebagai manusia yang telah sempurna.

    Berkaitan dengan orang-orang lain di sekitar Anda yang juga ingin berubah, Anda hanya perlu melakukan hal yang cukup sederhana. Anda gabungkan saja huruf-huruf awal dari semua paragraf di atas yang ada nomornya.

    Dari situ Anda bisa membacanya: I.N.S.P.I.R.E.

    Ikhwan Sopa

    Trainer E.D.A.N.

  • Bisnis itu permainan, bukan ilmu pengetahuan!

    Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: "belajar!". Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.

    Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.

    Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.

    Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa:

    "Leaders are made, not born".

    Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi "ilmu bisnis", wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya.

    Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.

    Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?

    Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.

    Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?

    Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.

    Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.

    Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.

    Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.

    Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

    Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.

    Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.

    Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel. Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.

    Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.

    Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar "keras" seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.

    "Kesia-siaan" mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan "Marketing Mix" 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.

    Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat "ulah" para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P.

    Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?

    Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam "arus ilmu pengetahuan" yang dibuat oleh mereka yang "pakar ilmu pengetahuan", sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus dipaksa" mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.

    Pertanyaannya: "Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?"

    Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya "The Art Of The Leader" : "Success is acquired by playing hard, not by working hard..".

    Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main.

    Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.

    Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.

    Rusman Hakim
    Pengamat Kewirausahaan
    Web: http://www.gacerindo.com
    Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com

  • Bisnis itu permainan, bukan ilmu pengetahuan!

    Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: "belajar!". Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.

    Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.

    Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.

    Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa:

    "Leaders are made, not born".

    Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi "ilmu bisnis", wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya.

    Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.

    Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?

    Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.

    Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?

    Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.

    Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.

    Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.

    Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.

    Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

    Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.

    Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak be

  • Pola Pikir Orang Kaya

    Anda pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini sangat digemari oleh banyak orang karena kisah heroiknya yang merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.

    Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya
    bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya sebagian kecil dari masyarakat.

    Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang sama.

    Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas. Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara
    merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan. Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula. Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian besar uang yang ada.

    Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir

    "Enaknya uang ini digunakan untuk membeli apa ya?".

    Kemudian uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang. Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan, mereka kembali menjadi miskin.

    Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatangkan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpulkan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

    Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.

    Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan sendirinya.

  • Bos Jangan Tahu

    Kiki sedang bingung. Sebenarnya bukan dia yang seharusnya bingung, tapi Erna. Masalahnya, Kiki ikut-ikutan bingung karena dia juga terlibat. Erna sudah sering datang terlambat di kantor. Bukan itu saja. Dia juga sering pulang lebih awal kalau atasan mereka sedang tidak di kantor. Seperti bermain kucing-kucingan deh. Kalau atasan pergi, Erna pulang lebih cepat. Malah, kadang-kadang pada jam makan siang, Erna bisa keluar makan hingga dua jam lamanya. Tapi kalau atasan ada di kantor, Erna tampaknya rajin bekerja.

    Kiki dan teman-teman lainnya sebenarnya tidak senang dengan sikap Erna. Mereka sendiri tidak pernah berbuat demikian. Bahkan ada yang sudah bekerja enam tahun lamanya, tapi tidak pernah berbuat seperti Erna. Sulitnya, setiap kali Erna akan terlambat, dia minta tolong teman-temannya agar mewakilinya mengisi buku absensi. Demikian pula ketika dia pulang lebih awal, dia titip absensi. Selain itu, dia selalu bilang:

    "Jangan bilang-bilang Bos ya?"

    Kiki dan teman-temannya merasa sungkan dan tidak enak sehingga mereka terpaksa diam saja dan tidak melapor ke atasan. Tapi sebenarnya dalam hati kecilnya mereka merasa bersalah dan takut ketahuan atasan juga.

    Hari ini, tanpa disangka-sangka, atasan mereka datang ke kantor setelah makan siang. Erna belum kembali dari istirahat makan siang. Ketika atasan menanyakan Erna kemana, Kiki mengatakan Erna sedang makan siang. Tapi setelah hampir pukul dua Erna belum kembali, atasannya bertanya lagi. Kiki bingung. Terpaksa dia menjawab bahwa dia tidak tahu kemana Erna pergi. Ternyata Erna kembali ke kantor pukul dua lebih. Atasan langsung menanyakan Erna dari mana. Sambil terbata-bata Erna mengatakan tadi dia makan siang. Tapi ketika ditanya mengapa sampai demikian lama, dia tidak bisa menjawab.

    Merasa ada sesuatu yang tidak wajar, atasan mereka langsung bertanya kepada bagian keamanan yang berjaga di depan kantor. Bagian keamanan mengatakan apa adanya dengan jujur. Dari mereka, akhirnya ketahuan bahwa Erna selalu pergi makan siang hingga dua jam lebih. Dia juga sering datang terlambat dan pulang lebih awal.

    Tentu saja atasan marah sekali. Selama ini beliau tidak pernah marah karena memang bukan termasuk orang yang emosional. Tapi dalam kasus ini, mau tak mau beliau marah. Erna dipanggil dan diajak bicara mengenai hal itu. Beliau bertanya mengapa Erna berbuat semacam itu.

    "Apakah karena tidak suka bekerja di sana? Atau apa?"

    Dengan perasaan bersalah, Erna meminta maaf dan mengaku sebenarnya dia suka bekerja di perusahaan itu. Hanya saja dia memang sering terlambat bangun pagi. Kemudian rumahnya jauh, sehingga kalau dia bisa pulang lebih awal, maka dia tidak perlu bermacet-macet di jalan.

    Adapun dia perlu waktu agak lama untuk makan siang karena dia selalu makan siang bersama pacarnya. Tempat makannyapun selalu berpindah-pindah dan agak jauh dari kantor, sehingga dia terlambat tiba di kantor.

    Atasannya sangat menyayangkan hal itu. Beliau berpendapat, kalau dari awal sudah tidak suka bekerja di sana, apalagi nanti. Kalau sejak awal bekerja, Erna sudah tidak jujur, bagaimana beliau bisa percaya lagi? Apalagi Erna masih dalam masa percobaan. Belum tiga bulan bekerja. Akhirnya, terpaksa Erna diminta mengundurkan diri.

    Setelah itu, Kiki dan teman-teman lain dipanggil atasan. Beliau menanyakan mengapa selama ini tidak ada yang melaporkan masalah Erna kepadanya. Beliau berkata:"Satu hal yang saya paling tidak suka adalah perkataan 'Jangan bilang-bilang Bos', atau 'Bos jangan sampai tahu

    Beliau menjelaskan bagi beliau, kepercayaan adalah nomor satu dalam bekerja.

    "Saya percaya pada kalian. Saya harap kalian percaya saya dan kalian juga memang bisa dipercaya. Dengan demikian, bekerja menjadi nyaman dan menyenangkan. Hanya orang yang melakukan kesalahan yang akan mengucapkan kata-kata 'Bos jangan tahu'. Hanya orang yang merasa bersalah yang akan merasa takut kalau ketahuan. Selama kita berbuat benar, tidak ada yang perlu ditakuti bukan? Supaya tidak takut, berbuatlah benar dan juga jangan berpihak kepada yang salah."

    Betul juga sih, pikir Kiki. Kiki bersyukur. Untung beliau bijaksana. Kiki dan teman-temannya dimaafkan. Tapi kini Kiki dan semua temannya mengerti bahwa selama ini mereka ikut merasa bersalah karena telah ikut melindungi kesalahan Erna. Tanpa sadar, mereka ikut merasa takut ketahuan, padahal yang bersalah bukan mereka semua. Mereka semua hanya menjadi korban perbuatan Erna.

    Sekarang, Kiki berniat menghindari ungkapan 'Bos jangan tahu!'. Caranya? Tidak melakukan kesalahan. Kalaupun salah, lebih baik mengaku dan meminta maaf serta berniat mengubahnya. Toh, akhirnya pasti ketahuan juga. Mana ada sih perbuatan buruk yang pada akhirnya tidak ketahuan?

    Do the right thing! It will set you free from fear!

    Sumber:
    Bos Jangan Tahu
    Lisa Nuryanti
    Director Expands Consulting & Training Specialist

  • Menjadi Pemenang

    Martin Luther King Jr. berkata, "Jadilah tukang sapu jalanan layaknya Michael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenap penghuni bumi akan tertegun lalu berujar, Wahai inilah tukang sapu jalan yang melakukan tugasnya dengan baik." Bekerja dengan baik, itulah yang ditempuh banyak orang untuk memetik keberhasilan. Kemmons mencium kebutuhan pelancong akan motel sederhana tapi bersih, Ia pun mendirikan Holiday Inns.

    Sam Walton bercita-cita membangun jaringan toko kelontong dengan harga murah dan pelayanan ramah, hasilnya Wal-Mart jaringan pasar swalayan terbesar di AS.

    Menjadi orang sukses tak perlu menunggu punya gelar, mulailah sekarang juga.

    Pilih hal yang sederhana baru kemudian mengembangkannya. Misalnya, adakah yang lebih sederhana dari menjawab telepon? Tapi berapa orang yang bisa melakukannya dengan baik? Saya harus mewawancarai puluhan pelamar sebelum menemukan seorang resepsionis yang mampu menjawab dan berbicara melalui telepon dengan baik.

    Bersungguh-sungguhlah melakukan apapun, entah itu berkebun, berbenah rumah, mencuci, memasak, dll. Bila ada pelayan hotel terbaik di dunia, yang membersihkan kamar hotel sebagai kerja seni; atau juru masak yang mengesankan tamu dgn hidangan sederhana tapi disiapkan dgn lezatnya; atau pramuniaga yang melayani pelanggan seperti melayani orang terpenting di dunia, Saya yakin orang akan berebut mempekerjakan dan membayar mereka dgn gaji tinggi.

    Pelajari minat, bakat, dan kemampuan anda. Peluang tidak pernah berujung.

    Banyak orang yg tidak kreatif dgn kemampuannya sendiri. Mereka malah mengharapkan kemampuan yg tidak dimiliki, sementara kemampuan sendiri tidak dimanfaatkan. Ini ibarat orang pendek kecil menghampiri kawannya yg tinggi besar, lalu berkata : "Kalau badanku sebesar kamu, akan kurambah gunung, kutangkap beruang terbesar, lalu kurobek-robek badannya." Si besar menatap si kecil sambil tersenyum, "Beruang kecil kan juga banyak di hutan!"

    Renungkanlah itu. Anda pernah mengeluh karena tidak mampu mengatasi beruang besar, sementara beruang-beruang kecil yg bisa anda atasi menari-nari di sekitar anda? Kita mesti mau memanfaatkan apa yg kita punyai, di mana kita berada, dan mengambil yg terbaik dari situ. Rahasia yg mengubah orang menjadi pemenang: lakukan hal yg biasa dgn cara yg luar biasa.

    Juga harap diingat:

    Pemenang selalu mencari jalan untuk menang, sementara pecundang mencari dalih jikalau kalah.

    Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

  • Strategi Meraih Kemenangan

    Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya:

    1. Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri.

    Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.

    2. Yakinlah pada diri Anda.

    Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.

    3. Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia.

    Jika Anda adalah orang yang senang berada ditengah orang banyak sementara Anda bekerja disebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.

    4. Evaluasi talenta Anda dengan jujur.

    Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.

    5. Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda.

    Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma ‘saya ini orang malang’ jika tidak berhasil mencapai sukses.

    6. Ikuti teknik visualisasi cepat ini: gambarkan diri Anda tengan berlari dengan tim sepak bola.

    Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

    7. Kekuatan untuk menang adalah ditangan Anda.

    Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan.

  • Sukses adalah Pilihan Hidup

    "Kebebasan berarti memilih beban Anda." Eudora Welty

    Suatu hari anak saya memilih beberapa jenis permainan puzzle, semacam permainan menggabung-gabungkan potongan-potongan gambar. Anak saya kemudian memilih jenis puzzle yang terdiri dari 1.000 keping potongan gambar. Setelah menentukan pilihan, mulailah ia melaksanakan langkah-langkah menyusun keping demi keping puzzle.

    Rupanya ia mempunyai strategi menyusun kepingan-kepingan gambar itu. Mula-mula ia membuat kerangka gambar. Kemudian ia mengelompokkan kepingan-kepingan itu berdasarkan warnanya. setelah itu barulah ia menyusun atau meletakkan kepingan-kepingan tersebut pada tempat yang semestinya. Semakin banyak kepingan permainan itu, maka akan semakin sulit dikerjakan.

    Sebenarnya ia bisa saja memilih jenis permainan puzzle yang terdiri dari 5 keping, 6, keping dan seterusnya. Tetapi anak saya sengaja memilih permainan yang terdiri dari ribuan keping. Ia beralasan bahwa semakin sulit permainan akan menghasilkan gambar yang lebih berwarna, bernuansa indah, dan lain sebagainya.

    Selain memperhatikan anak saya bekerja menyusun potongan gambar itu, saya juga sibuk berpikir. Jika tanggung jawab hidup semakin besar, mungkin kehidupan ini terasa lebih berat. Namun bila tanggung jawab tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka kehidupan inipun akan terasa lebih berarti, menyenangkan, berwarna dan nikmat.

    Hakekat pencapaian kesuksesanpun tidak berbeda. Sama seperti yang dikatakan oleh Dwight D. Eisenhower.

    "The history of free men is never written by chance but by choice, their choice. - Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri," katanya.

    Hakekat kesuksesan adalah pilihan kita sendiri.

    Terserah diri kita, akan memilih tanggung jawab hidup yang lebih besar ataukah sedikit? Jika mengambil tanggung jawab yang besar, maka kehidupan akan terasa lebih sulit tetapi mendapatkan nilai hidup yang lebih besar. Apakah kita ingin mendapatkan kehidupan yang sukses dan berharga? Jika Anda benar-benar menginginkannya, ada empat
    tanggung jawab yang paling mendasar dan menjamin keberhasilan Anda.

    Tanggung jawab yang pertama adalah bersikap jujur. Orang-orang yang tulus dan jujur sangat mudah meraih kesuksesan bagi dirinya sendiri sekaligus orang lain. Mengapa demikian? Karena sikap jujur menjadikan kita mudah dipercaya orang lain. Selain itu, kita juga akan semakin percaya diri berusaha mencapai sukses di masa depan. Sebuah pepatah bijak mengatakan,

    "Confidence is the companion of success. - Percaya diri merupakan pasangan dari kesuksesan."

    Tanggung jawab selanjutnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sukses dan bermakna adalah kemauan untuk berbagi dengan orang lain.

    Sadari satu prinsip bahwa `you reap what you sow' - Anda akan memanen apa yang Anda tanam. Jika Anda memilih untuk hidup lebih sukses, maka jangan pernah membiarkan diri Anda pelit untuk berbagi dengan sesama.

    "False happiness renders men stern and proud, and that happiness is never communicated. True happiness renders kind and sensible, and that happiness is always shared. - Kebahagiaan semu cenderung menjadikan seseorang kejam dan sombong, dan kebahagiaan seperti itu tidak akan pernah berarti. Kebahagiaan yang sesungguhnya menjadikan seseorang baik hati dan peka, dan kebahagiaan seperti itu yang akan sangat berharga dan bermakna tidak saja untuk diri sendiri," kata Charles de Montesquieu.

    Jika Anda berkeras untuk memilih kehidupan yang lebih sukses, maka tanggung jawab yang harus Anda laksanakan berikutnya adalah giat bekerja. Sejarah lebih banyak membeberkan fakta bahwa upaya yang bersungguh-sungguh selalu mewarnai dinamika kehidupan mayoritas orang-orang sukses di dunia ini. Bila Anda berkomitmen untuk bekerja keras berarti Anda sudah memastikan pada pilihan kehidupan yang lebih sukses.

    Giat dalam arti mengerjakan pekerjaan yang benar, bukan pekerjaan yang kita sukai.

    Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang sangat berharga bukan hal yang hanya bisa kita gunakan untuk hidup, melainkan untuk hidup dengan benar. "What most counts is not to live, but to live aright," katanya. Bila Anda memilih untuk melakukan hal-hal yang benar, berarti Anda sudah memilih kehidupan yang sukses dan penuh integritas.

    Sukses atau gagal adalah hasil dari apa yang kita pilih.

    "Events, circumstances, etc., have their origin in ourselves. They spring from seeds which we have sown. - Setiap kejadian, keadaan yang sedang kita alami, dan lain sebaginya..., kembali kepada diri kita sendiri. Semua itu berasal dari benih yang sudah kita tanam," kata Henry

    David Thoreau. Apakah Anda memilih untuk hidup sukses, bahagia, dan bermakna dengan melaksanakan tanggung jawab seperti yang diuraikan diatas, ataukah sebaliknya? Semua pilihan ada di tangan Anda sendiri.

    Sumber: Sukses adalah Pilihan Hidup oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah penulis buku-buku best seller, seorang motivator, dan pengusaha.
    posted by Dodi - Ryan @ 10:41:00 PM 0 comments
    Monday, December 25, 2006
    Berani Mencoba
    Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.

    "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"

    "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

    "Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"

    "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

    "Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"

    "Dalam satu jamharus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

    Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

    "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"

    "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

    Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

    Renungan :
    Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita
    anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

    Kata Bijak :

    Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.

  • Tetaplah Bersemangat!

    Seringkali situasi berjalan tak sesuai kehendak. Atau mungkin meninggalkan anda. Mulai dari, promosi terhambat, usulan di tolak, hingga hal sepele: data komputer rusak.

    Semua itu bisa jadi mengecewakan dan getir. Anda di persilakan memilih sikap apa pun yang anda mau, namun jangan sampai kehilangan semangat. Saat anda memilih untuk tetap semangat dan positif, sesungguhnya pilihan itu tak banyak. Pertahankan semangat anda meski situasi sulit dan tidak memihak anda.

    Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh empat jam terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan harapan baru. Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala sesuatunya. Kesulitan itu hanya sementara datang untuk pergi. janganlah kehilangan antusiasme dan semangat, karena itulah pegangan yang kokoh.

    Semangat adalah milik anda yang hakiki. Bukankah semangat adalah kata lain dari "sepirit"? Sedangkan "spirit" adalah roh dan jiwa anda.

  • Tiga Pengemudi Bus

    Jika kita sebagai calon penumpang sebuah bus, manakah di antara ketiga sopir berikut yang akan kita pilih ?

    Sopir pertama selalu melihat spion kiri dan kanan serta kaca di tengah untuk memperhatikan situasi di belakang. Dia tidak sadar di depannya lampu lalu lintas sedang menyala merah, atau ada orang yang sedang menyeberang, atau ada ‘polisi tidur’, dan lain-lain.

    Sopir kedua selalu melihat jauh ke depan, ke arah yang dituju. Dia tidak sadar ada mobil lain yang akan menyalipnya, lampu lalu lintas di depannya sedang menyala merah, atau ada orang yang sedang menyeberang, atau ada ‘polisi tidur’, dan lain-lain.

    Sopir ketiga tahu persis tujuan yang ingin dicapai sehingga tahu arah ke depan yang harus ditempuh. Juga berdasarkan pengalamannya, dia sadar bahwa sesekali harus melihat spion kiri, kanan dan tengah untuk mengantisipasi kondisi di belakangnya. Dan yang terpenting, sopir ini memberikan perhatian sepenuhnya pada jalan di depan yang sedang dilalui.

    Hampir semua dari kita akan memilih sopir ketiga karena kita lebih yakin bisa mencapai tujuan tanpa mengabaikan keselamatan sepanjang perjalanan.

    Kenyataannya banyak orang yang tanpa disadari berlaku sebagaimana halnya sopir pertama dan kedua. Yang lebih memprihatinkan adalah orang-orang yang sebenarnya sadar bahwa dirinya berlaku seperti sopir pertama dan kedua tapi tidak pernah berupaya secara sungguh-sungguh untuk melakukan transformasi dirinya menjadi sopir ketiga yang sebenarnya memiliki ‘cara mengemudi‘ yang jauh lebih aman dan pasti dalam mencapai tujuan.

    Sopir pertama adalah orang yang selalu terbenam pada masa lalunya, yang baik maupun kurang baik, keberhasilan atau kegagalan, dan lain-lain. Dia kurang memberikan perhatian pada saat sekarang dan tidak pula mencoba untuk menentukan arah dan tujuan hidupnya. Jika bisa waktu akan diputar olehnya kembali ke masa lalu.

    Sopir kedua adalah orang yang penuh ambisi dan semangat untuk mencapai banyak hal dalam hidupnya di masa mendatang. Dia kurang memberikan perhatian pada saat sekarang dan sedikit sekali belajar dari pengalaman masa lalunya untuk dipakai sebagai pengungkit bagi dirinya dalam menghadapi kehidupannya sekarang dan di masa mendatang. Jika bisa waktu akan diputar olehnya lebih cepat ke masa depan.

    Sopir ketiga adalah orang yang memberikan perhatian terhadap kekinian, terhadap saat sekarang dengan selalu berkonsentrasi pada apapun yang sedang dihadapi.

    Jika kita bisa menjadi sopir ketiga dan mampu mempraktekkan perhatian penuh pada setiap saat, sedikit demi sedikit hasil yang kita raih dari setiap aktivitas yang kita lakukan akan meningkat kualitasnya. Pada akhirnya kita akan menjadi orang-orang yang lebih baik dan lebih berkualitas, yang mampu bersaing dalam kompetisi hidup profesional maupun sosial kemasyarakatan yang begitu ketat dewasa ini.

    Bukan berarti kita dilarang mengingat masa lalu ataupun merencanakan dan berpikir tentang masa depan. Akan tetapi kita secara sadar dan tepat meletakkan diri, pikiran dan perhatian kita berkaitan dengan tiga horizon waktu (masa lalu, saat sekarang, masa depan). Gunakan masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran untuk menjadi lebih baik, dan masa depan sebagai tuntunan, penunjuk jalan dan visi ke depan dalam hidup kita. Yang paling utama adalah berikan totalitas kita terhadap masa sekarang, maka masa depan pada akhirnya akan menjadi masa sekarang dan selanjutnya bergerak menjadi masa lalu yang tidak akan pernah kita sesali karena sudah diisi dengan sebaik-baiknya.

    Toni Yoyo, STP, MM, MT
    (toni_yoyo@yahoo.com)

  • Gubuk yang Terbakar

    Satu-satunya orang yang selamat dari sebuah kapal yang karam, terapung dan terdampar di sebuah pulau tidak berpenghuni. Ia berdoa tanpa henti agar Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari ia menatapi horison mencari-cari tanda bantuan, tapi tidak ada tanda-tanda. Kelelahan, ia akhirnya berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari sisa-sisa kayu yang hanyut, sebagai pelindung dirinya. Ia pun hidup sehari-hari dengan cara-cara primitif yang bisa diingatnya, termasuk menyalakan api dengan batu dan kayu. Suatu hari, setelah kembali dari mencari makanan, ia tiba kembali di gubuknya dan menemukan gubuknya habis terbakar, dan yang tersisa hanyalah asap yang mengepul dan membumbung tinggi. Yang terburuk pun sudah terjadi, pikirnya. Segalanya sudah hilang. Ia tersengat amarah dan kekecewaan. “Tuhan, bagaimana Tuhan bisa tega melakukan ini kepada saya?” serunya.

    Pagi berikutnya, ia terbangun oleh suara kapal, yang terlihat mendekati pulau. Ternyata kapal itu datang untuk menyelamatkannya. Masih terkejut bercampur riang, ia bertanya, “Bagaimana kalian bisa tahu saya ada di sini?” Para kelasi kapal, sambil membantunya naik menjawab, “Kami melihat tanda asap yang kamu buat!”

    ============ ===

    Moral kisah

    Mudah sekali untuk hancur saat segala sesuatunya menjadi buruk. Janganlah kehilangan hati, karena Tuhan tetap bekerja walaupun di tengah penderitaan dan kesakitan kita. Ingatlah kali berikut gubuk Anda terbakar dan hancur, mungkin itu adalah tanda asap sebagai kemuliaan Tuhan.

    Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?'

    Kekayaan itu sendiri luas cakupannya,
    Lahir dan Batin.

    Namun dalam korelasi dengan Kebahagiaan Bisnis itu sendiri,
    Segala isi dari penguasaan berbisnis secara utuh kita kuasai dan
    terpenuhi.

    Dimulai dari :
    1. Diri sendiri, mencakup : Bakat, Minat, Keahlian, Ketrampilan,

    Penguasaan, Pengendalian,
    Pemikiran,
    Karakter dan Kepemimpinan.
    2. Bisnisi itu sendiri, mencakup : Bidang usaha, Management dan
    Pegawai.

    Dimana keseluruhan itu semua Utuh terpenuhi, sehingga Kecemerlangan
    hidup dan Kesejahteraan hidup kita kita Rasakan, Dapatkan dan Nikmati.

    Have a positive day!

  • Apakah yang disebut dengan kekayaan yang utuh?

    Kekayaan utuh adalah memiliki semua hal - tidak hanya materi - yang memungkinkan bisa kita melakukan apa yang ingin kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuan menghasilkan income yang halal, keluarga yang bahagia, Anak-anak yang sehat, rumah yang bersih, teman-teman yang memuliakan, lingkungan yang menentramkan, dll

    Kekayaan yang utuh ialah kekayaan tersebut tidak mengatur kehidupan kita , tetapi melengkapi kehidupan ini, hingga kita bisa merasakan kebebasan dari kebahagian bisnis yang utuh juga.

    Kekayaan utuh yang sudah kita miliki saat ini, haruslah dinikmati untuk tujuan positif, dimana sebenarnya kekayaan yang utuh tersebut merupakan titipan sementara kepada kita dari Sang Pencipta agar dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya atas nama NYA bagi kebutuhan kita, dengan kita bisa membantu hamba lain yang membutuhkan walau sedikit, maka Beliau pasti akan mengganti lebih,

    Kekayaan yang utuh bermakna, kaya akan inspirasi, kaya akan dedikasi, kaya akan informasi.
    Jauh dari sakit hati, jauh dari iri hati, jauh dari patah hati.

    Apapun kita, siapapun kita, bersyukurlah atas apa yang telah diberi melalui proses perbuatan yang telah kita jalani.

    Perhatikanlah bagaimana engkau sering mengeluhkan

    yang tidak mau miliki

    dengan menyepelekan yang telah ada pada mu?

    Kita - Anda dan saya - tidak boleh membiasakan diri dengan tidak-ada-nya perubahan pada kualitas hidup kita; dan itu sebabnya kita harus pandai menggunakan waktu sebagai penanda kecepatan maju kita.

    Berapa lama kah kita bisa berada dalam sebuah pangkat atau jabatan, sebelum kita disebut menua dalam sebuah pangkat dan jabatan yang tidak berubah?

    Tidak sedikit orang yang sebetulnya sedang tersiksa dengan pertanyaan itu, tetapi dia tetap tenggelam dalam kesibukan yang sama; di dalam pekerjaan yang telah terbukti tidak cepat meninggikannya.

    Mengapakah ada orang yang bertahan melakukan yang terbukti tidak membahagiakannya?

  • ANAK MUDA INDONESIA : JANGAN BUGIL DIDEPAN KAMERA!

    KAMPANYE NASIONAL : "ANAK MUDA INDONESIA : JANGAN BUGIL DIDEPAN KAMERA!"

    Mencermati kasus peredaran film porno amatir yang
    dibuat dengan berbagai peralatan kamera dan Handphone
    setahun belakangan ini, kami dari komunitas Video Film
    Mania, TV Lab Communications dan Komunitas Penulis
    Tangguh menggelar kampanye via internet berjudul

    "ANAK MUDA INDONESIA : JANGAN BUGIL DIDEPAN KAMERA!"

    Disinyalir terdapat 500 lebih cuplikan film porno
    yang menggambarkan hubungan sex orang-orang Indonesia
    yang dibuat dengan menggunakan Handphone dan Video
    Kamera. 90% adegan cuplikan film porno dilakukan oleh
    anak muda SMA dan Mahasiswa. 8%nya berasal dari
    rekaman prostitusi, para pejabat pemerintah (DPR dan
    Pegawai Negeri). 2%nya adalah cuplikan kamera
    pengintai yang mengambil gambar para wanita-wanita
    muda yang sedang bugil tanpa sadar di toilet ataupun
    di kamar hotel.

    Perkembangan teknologi kamera Handphone ternyata
    berefek buruk. 500 lebih cuplikan film porno dibuat
    para pelakunya atas dasar senang-senang, tidak sengaja
    dan sebagian dijadikan alat kejahatan (rekaman
    perkosaan, penistaan, pelecehan).

    Hal ini menjadi fenomena gunung es. Jangan-jangan,
    jumlah cuplikan film porno yang dibuat anak muda
    Indonesia telah mencapai ribuan klip? Jangan-jangan,
    anak muda kita tidak sadar bahaya yang mengancam, yang
    semula hanya iseng dan main-main, berubah menjadi
    mimpi buruk yang kelak akan menghancurkan masa depan
    mereka?

    Tentunya tidak dengan menggunakan kotbah dan himbauan
    yang tidak mempan masuk ketelinga Anak muda. Jalan
    alternatif dan ampuh untuk menghentikan atau
    mengurangi peredaran dan pembuatan film porno amatir
    buatan anak muda Indonesia adalah dengan cara
    melakukan janji bersama, SUMPAH bersama untuk tidak
    BUGIL di depan KAMERA!

    Maka , bila Anda mempunyai anak, teman atau Anda
    sendiri yang senang bereksperimen dengan kamera (baik
    Handphone kamera maupun Handycam Camera) mari bersama
    mengucapkan janji dibawah ini :

    "DEMI MASA DEPAN KITA DAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK,
    KAMI BERJANJI, TIDAK AKAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!"

    (Janji ini telah dimulai sebagai sebuah gerakan pada
    bulan Januari 2007, disebuah acara diskusi kuliah
    bersama mahasiswa FISIKOM UPN Jogjakarta. Embrio
    gerakan ini berusaha menyebarkan pesan untuk tidak
    terjebak dalam arus pornografi)

    Ajak teman, saudara, anak, ayah, ibu dan siapa saja
    untuk mengucapkan janji di atas. Stop penyebaran dan
    pembuatan cuplikan film porno Indonesia. Selamatkan
    Generasi kita. Selamatkan Anak Muda Indonesia !

    Salam

    Sony Set 0818 936 046
    Adi Prasetyo 0813 929 820 71
    TV Lab Communications Indonesia

    [Siapa saja yang satu visi dengan kami, silahkan
    menyebarkan artikel ini dan Logo Kampanye yang bisa anda
    ambil lewat situs http://tvlab. blogspot. com . Kami
    berencana menyebarkan kampanye ini sampai ke seluruh
    penjuru negeri. Membangkitkan semangat anak muda untuk
    melawan pornografi. Apabila Anda berminat bermitra dan
    membantu kami, silahkan email kami di
    tvlabcomm@.. . , blog : http://tvlab. blogspot. com
    atau hubungi kami di 0813 929 820 71 dengan Adi
    Prasetyo. Segala support yang anda berikan, akan
    menyelamatkan generasi kita, hari ini dan nanti]

  • Drama : Mimpi-mimpi Tejo

    Tejo bersenandung kecil, sambil mengumpulkan sisa -sisa makanan ke garbage-bin. Pikirannya terlintas betapa orang-orang di belahan nusantara ini, banyak yang kesulitan makan, sedangkan dia sendiri menjadi saksi, betapa setiap hari banyak sisa-sisa makanan yang terbuang begitu saja.

    Sambil membilas piring-piring itu, sebelum dimasukkan ke dishwashing-machine, Tejo berceloteh kepada Sulis temannya sesama steward.

    "Lis, aku tadi...lihat di internet, mobil Jaguar yang serie XJ...Super V-8"
    "Aku suka yang warnanya Ebony-Black"
    "Wuik....yang tahun 2007, harganya sekitar 91.000 US Dollar............"
    "Itu berapa rupiah, ya Lis......."

    Sulis, yang aslinya anak Dampit-Malang ini, tanpa menoleh terus berbicara :

    "Rego sakmono iku, duik kabeh ta....."
    (harga sebegitu, apakah uang semua....)

    Tejo yang sudah mengerti sifat temannya ini menimpali :
    "Gak....Lis, campur daun kelor....."
    "Ya....duitlah............"

    Sulis menatap Tejo dengan serius. Dengan lengan baju seragam sebelah kanannya, ia menghapus keringat yang meleleh di dahinya.

    "Kon..iku kelincipen Jho........."
    "Koyo cecak katene nguntal empyak..."
    (Kamu itu terlalu tinggi khayalannya, seperti cicak hendak menelan kayu kasau).

    Tejo bingung, tak mengerti falsafah Jawanya si Sulis :
    "Maksudmu, Lis......"

    Sulis menerangkan dengan bahasa Indonesia yang berdialek nDampit :

    "Sampean itu ndak mengukur diri......."
    "Wong cuma jadi steward, punya Honda-Tiger kreditan juga sudah hebat.."

    Tejo nyengir mendengar kata-kata Sulis.....:

    Iya...iya Lis, aku setuju dengan-mu....
    Pokoknya yang sejenis itulah, pertama tiger, terus panther, sepatu puma.........
    Yang terakhir harus Jaguar...........

    Sulis bingung atas kekerasan hati si Tejo :

    "Ooooo lambe-mu...."
    (Oo....bicaramu ngawur)

    Sulis memberikan saran kepada Tejo...
    "Gini aja Jho....."
    "Dari pada kerja begini gajinya berapa seeh........."
    "Mending kamu pulang kekampungmu di mBangka sana....."
    "Gali timah sehari dapat 100 kg saja, dengan harga 5 US dollar.per kilo...."
    "5 tahun bisa beli Jaguar ...!

    Tejo mencibirkan bibirnya :

    Ya nggak bisalah, waktu mahasiswa dulu, aku khan sering mengeritik pemerintah.
    Tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan.
    Tak boleh serakah, ingat anak cucu nanti, kalau hutan menjadi rusak : BAHAYA...

    Arek Dampit ini menjadi kesal :
    "Wuah....sudah susah sok moralis...trus apa yang kau harapkan dari pekerjaan ini....?"

    Sambil memasuk-masukkan piring yang sudah dibilas dari pre-wash basin tadi kedalam kabinet dishwashing machine, Tejo mengungkapkan kegalauannya :

    "Itulah Lis,...sebuah persoalan yang dialami oleh kita, harus dipecahkan oleh pola pikir yang sudah bertaraf di atas kita"
    "Coba kamu perhatikan itu....toples kaca, kalau dirumahmu untuk pelihara ikan cupang"
    "Kalau di Coffe Shop kita ini, digunakan untuk meletakkan kartu nama-nya para tamu..."
    "Disitu setiap hari tersimpan berpuluh nama orang-orang terbaik di perusahaannya..."

    "Saya jadi ingat cerita teman tentang FB Manager yang lama, beliau sangat antusias sekali mengumpulkan kartu-kartu nama itu."
    "Sesekali menghubunginya, dan diantara mereka ada yang melakukan repeat-order"
    "FB Manager kita yang lama, juga anak orang kaya, sekolahnya juga di Amerika"
    "Tapi dengan bekerja di sini dia bisa mengenal menteri, wawasannya bertambah, dia bisa membangun jaringan, saya yakin suatu hari nanti dia kan berusaha sendiri, setelah mendapat ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama dia bekerja....."

    Sulis masih belum faham benar arah pembicaraan ini :
    "Lantas, kelanjutan karir kita disini akan berujung dimana...?

    Tejo berujar :
    " Ya, kalau kita bekerja lebih baik lagi, kita bisa naik menjadi cook-helper..."
    Disini kita setiap hari bertemu dengan juru-masak hebat. Kita bisa belajar di garde-manger untuk membuat sushi atau memroses salmon fillet.
    Kita bisa belajar sepuasnya membuat croisant atau tiramizu......
    Atau kita bisa belajar membuat ice-carving....
    Bukankah itu ilmu pengetahuan semua.......

    Para profesional yang menjabat di tempat-tempat yang tinggi adalah pribadi besar, berwibawa, bisa kaya dan terhormat. Tetapi juga telah terlatih untuk tidak mengeluh saat harus dipanggil hadir dihari libur untuk bekerja.

    Sedangkan kita nanti, bila sudah cukup mempunyai ilmu dan jaringan, bisa mengutamakan kebebasan pribadi. Memilih untuk memiliki semua kemampuan sang pejabat tadi............
    Kecuali pangkatnya.....tentu tidak bisa.
    Namun dengan kebebasan penuh dalam penggunaan waktunya...........

    Ya....kita berusaha sendiri.

    Lis....Lis dengar ini, kamu harus sepakat dulu ya......

    Bila kamu sudah sepakat dengan kemandirian, pastikan bahwa kamu adalah seorang profesional yang menghasilkan kontribusi yang luar biasa super, sebelum kamu menjadi seorang pengusaha,karena dengannya kamu sebetulnya menjadi karyawan bagi dirimu sendiri.

    Sulis terheran-heran pada Tejo yang suka berkhayal dan pencerita itu :

    "Kon koq iso cerito koyok ngono....."
    (kamu bisa cerita seperti itu..?)
    "Dari mana kamu dapet kata-kata canggih seperti itu......."

    Tejo tersenyum, sambil mengangkat dagunya, ia berkata :
    "Lho.....makanya jadi orang harus mudah membantu. Aku khan sering membantu sekretarisnya FBM dikantornya, sekarang saya diperbolehkan down-load ilmu pengetahuan dari komputernya..."

    Terus usaha pertama kita apa.....?sela Sulis.

    Tejo berfikir sebentar, usaha apa yang terjangkau dan sesuai dengan kemampuan mereka :
    Begini...disekitar Blok M ini khan banyak orang yang jualan gorengan, Bagaimana kalau kita menawarkan yang mensuplai pisang dan bolet...?

    Bolet....,apa itu....? tanya Sulis

    "Bolet itu bahasa Kuningan, artinya ubi-jalar...".

    Sulis manggut-manggut : Oooo....telo...ta...?

    Aku punya teman,orang Kuningan,namanya Kang Mochtar. Dia sekarang kondektur bis Luragung Jaya. Nah disana kita bisa mendapatkan pisang dengan harga yang bagus.
    Dan kita bisa menjualnya kemari dengan sedikit keuntungan...
    Ya.....itung-itung belajarlah.....
    Gimana coi, setuju........?

    Sulis cuma mesem-mesem.

    Salam
    Komar Kurniadi

  • It's time to trade with Cuba

    Capitalism's appeal

    Two things should be clear concerning America's Cuba policy: Everything the United States has tried over the past five decades has failed, and it is high time that Washington does something to help transform the country's Communist system.

    The impending transition of power from Fidel Castro to his brother Raúl gives Washington the chance to adopt a new strategy. But if the United States sticks to the current approach it will help consolidate Communist rule for many years to come.

    A changed stance is crucial for many reasons, not least because it offers the chance to cut the link between Cuba's professional skills and Venezuelan oil wealth. Thanks to its great success in education, Cuba has large reserves of well-trained doctors, nurses, teachers and engineers. The government of Hugo Chávez can now pay for these professionals to help not only Venezuelans, but people in many other countries. Venezuela is heavily out-spending the United States in humanitarian and development aid in the region, and Cuban skills are making Venezuelan money effective. This is occurring not just in Latin America. Cuban aid, paid for by Caracas, is now going to earthquake victims in Asia.

    All of this is not bad in itself. The danger is that this Cuban-Venezuelan axis will stimulate anti-American populism across the whole region.

    If the risks of keeping the status quo in place seem obvious, it is even more evident that Washington's travel bans, economic sanctions, and the refusal to extend diplomatic ties to Cuba have not only failed, they have damaged Washington's interests.These tough measures have harmed both ordinary Cubans and Washington's relations with Latin America and Europe. They have strengthened Cuba's Communist regime by increasing the state's grip on key economic resources, and they have helped cement Cuba's alliance with Venezuela.

    Since we have not succeeded in bullying the Cubans into submission, we should try to woo them by offering trade with the United States and integration into the international market system. How long could the Communist economy - or the Communist government - survive such an opening?

    There may be good arguments for imposing tough sanctions against particular countries at particular times to bring about specific policy changes. This is true of the sanctions imposed on Iran and North Korea to curb their nuclear ambitions. But for such sanctions to work they must have international support, and, in the case of Cuba, there is no chance of this whatsoever.

    There is a key practical and ethical difference between sanctions with specific goals and sanctions extended over decades that are intended to bring about regime change. Sanctions leveled against Iran today may be justified. But U.S. sanctions imposed in the era before President Mahmoud Ahmadinejad came to power blocked Iranian reforms, undermined the country's liberals, strengthened the clerical regime's grip on the economy and perpetuated its rule.

    The Washington establishment talks of the superiority of the free market system, and America's duty to spread that system in the world. Capitalism is by no means a cure-all, and even a capitalist Cuba might still challenge U.S. policies.

    Nonetheless, the course of human development would tend to suggest that free market states are far more likely to try to resolve their problems in ways that do not disrupt the international economic stability on which all depend.

    We stand to lose nothing by trying this approach with Cuba. We have already tried everything else without success.

    Anatol Lieven is a senior research fellow at the New America Foundation in Washington and co-author, with John Hulsman, of "Ethical Realism: A Vision for America's Role in the World."

  • Sudah sehatkah air yg kita minum selama ini?

    Telah ditemukan teknologi kesehatan baru dari Jerman, dengan
    menggunakan teknologi resonansi nano (bagian terkecil dr atom).
    BIODISC ditemukan oleh dr.Ian Lyons , dengan penelitian yang
    dilakukan selama 25 tahun. Sebelum memproduksi BIODISC, dr. Ian
    sudah mencobakan alat ini ke anaknya yang menderita leukimia
    (kanker darah) dan kondisinya sembuh dengan treatment dalam waktu 3
    bulan.

    BIODISC dapat mengeluarkan energi-energi negatif pada tubuh anda,
    hanya dengan menggunakan air putih yg sudah di treatment oleh
    BIODISC. Karena air yang telah ditreatment oleh BIODISC membentuk
    struktur kristal yang bagus sehingga merupakan salah satu therapy
    kesehatan yg paling baik (baca: the true power of water oleh prof.
    masaro emoto)

    Sudah banyak sekali kesaksian dari pengguna BIODISC & air treatment
    nya, Beberapa kesaksian bahkan menyebutkan air yang sdh di treatment
    oleh biodisc efeknya lebih bagus daripada air hexagonal yang marak
    ada di pasaran.
    Bahkan efeknya akan sangat langsung dirasakan untuk yang sakit
    kanker, asam urat, darah tinggi, diabetes, stroke, batu ginjal,
    maag,asma,typus, penyakit kulit, kelamin, hiv/aids,paru2, dll.

    Pembuatan BIODISC:
    Mineral-mineral alami yang telah direkayasa teknis telah diikat
    terstruktur dalam gelas, pada tingkat molekular, dengan menggunakan
    beberapa metode fusi panas tinggi.(mechanic quantum).
    Kombinasi dari teknik-teknik ini menyebabkan sebuah konversi energi
    katalis yang menimbulkan resonansi Nano spesifik yang tahan lama.

    Menyalurkan "Frekuensi Energisasi Nano" ke dalam atau melalui cairan
    mempengaruhi struktur molekul nano di dalam cairan. Saat nano-nano
    mineral berinteraksi dengan frequensi tertentu, mereka bertindak
    sangat berbeda dengan atom aslinya, energi yang dihasilkan dapat
    memperbaharui struktur molekul yang terdapat dalam semua cairan

    Manfaat :
    •Meningkatkan rasa, kualitas dari buah2an, makanan dan minuman,
    .Membantu memperbaiki kualitas tidur anda,
    •Memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan "Yin dan Yang" dan
    menciptakan tenaga prana atau "energi CHI",
    •Meningkatkan system kekebalan tubuh,
    •Dengan minum air berenergi tadi, semua sel-sel tubuh akan
    dibersihan dan dihidrasi
    •Mengurangi tingkat stress, (sangat baik utk penderita autis atw
    gangguan mental)
    •Meningkatkan penyerapan nutrisi,
    •meningkatkan daya konsentrasi
    •Meningkatkan kandungan oksigen dalam darah
    •Memiliki efek penenang dari resonansi yang meningkatkan kestabilan
    mental,
    •Memperbaiki sel-sel kulit mati (utk kecantikan),
    •Memperbarui jaringan sel yang mati dalam tubuh.
    •DETOKSIFIKASI penyakit yg ada dlm tubuh anda, mengeluarkan zat2
    beracun dr dalam tubuh
    •Teknologi ini juga terbukti bs membantu food industry dan agro
    industry, meningkatkan bobot sampai 32% dan mempercepat proses
    tumbuh tanaman, ikan, dll…

    Spesifikasi produk:
    Penampilan : Gelas bundar bening
    Ukuran : Diameter 9 cm, Ketebalan 10 mm
    Berat : 130 gram
    Negara asal : Jerman
    Ketahanan : tahan terhadap suhu hingga 3000 derajat celcius
    Pengunaan : bisa digunakan utk 50 tahun
    Sudah diuji dengan mesin prognos dan mendapatkan sertifikasi
    prognos , Jerman.
    Prognos adalah badan sertifikasi penguji bahan-bahan material
    astronout NASA www.prognos.com

  • They Don't Know What to Say

    A dear friend sent me this poem. It was written by Alice Kerr of Lower Bucks, PA. She is a member of the Compassionate Friends, an organization for parents who have lost a child. I thought our readers might benefit from its words.

    "Now I know I never knew,
    when you lost your child,
    What you were going through.
    I wasn't there,
    I stayed away,
    I just deserted you.

    I didn't know the words to say,
    I didn't know the things to do.
    I think your pain so frightened me,
    I didn't know how to comfort you.

    And then one day me child died.
    You were the first one there.
    You quietly stayed by my side, listened,
    And held me as I cried.
    You didn't leave, you didn't go.
    The lesson learned is . . . Now I know."

    by: Alice Kerr

  • Mexico City's Legislature Votes to Legalize Abortion

    MEXICO CITY, April 24 -- After months of furious debate and threats of excommunication by the Catholic Church, Mexico City's legislative assembly on Tuesday overwhelmingly voted to legalize abortion for the first time in the capital's history.

    Riot police held back thousands of protesters, some hoisting coffins and others waving plastic fetuses, as lawmakers wrangled over a measure that would allow abortion in the first 12 weeks of pregnancy and abolish a seven-decade- old law that levied criminal penalties against women who have abortions.

    The bill, which was approved 46 to 19 and which Mayor Marcelo Ebrard has promised to sign into law, would make Mexico City the largest city in Latin America to legalize abortion and could give momentum to efforts to legalize the procedure nationwide in this predominantly Catholic country. Currently, abortion is allowed in limited cases, including rape and when the mother's life is in danger.

    Abortion opponents vowed to appeal the law to the Mexican Supreme Court.

    Inside the old stone legislative building in downtown Mexico City, some lawmakers opposed to the bill slipped into black T-shirts that read "Yes to Life" and placed placards next to their gold-filigreed chairs that said "Adoption is another option." Backers of the bill propped signs on their desks that read "Legal abortion so women don't die."

    Antiabortion lobbyists poured into the white-columned chambers to apply last-minute pressure, even though the bill was expected to sail through with the backing of a coalition led by the left-leaning Democratic Revolutionary Party, or PRD, which has a large majority.

    At the entrance to the chambers, an antiabortion activist cut off Assemblyman Jorge Schiaffino, a vocal backer of legalizing abortion.

    "What about all those people in the streets?" Beatriz Rodr?guez demanded.

    "We don't vote in the streets, we vote in here," Schiaffino responded before sliding away.

    Activists such as Rodr?guez fear the vote in Mexico City, a federal district that functions much like a state, will create a domino effect, leading to similar laws elsewhere in Mexico. Last year, after the assembly passed the country's first gay civil unions law, the northern state of Coahuila passed its own civil union law, and a raft of similar proposals are now working their way through other state legislatures.

    Outside the legislative building Tuesday, abortion opponents lamented what they had dubbed "Black Tuesday." Carlos Valencia, the bass player in a reggae band that entertained the demonstrators, said he worried about the effect of the laws.

    "My wife had a spontaneous abortion and it caused us so much emotional pain," Valencia said. "I don't want others to have to go through the same."

    Lawmakers prepared to vote amid increasing pressure from the Catholic Church and leading figures in President Felipe Calder?n's National Action Party, or PAN, which opposes broadening access to abortion. First lady Margarita Zavala, who has kept a low profile since her husband took office in December, strongly denounced the measure in a speech on the eve of the vote.

    "It's possible to see heart, lungs and head and arms after a boy or girl has been in the mother's womb for 12 weeks," Zavala, a mother of three, told a political gathering.

    The Vatican issued a statement that was widely distributed in Mexico over the weekend describing abortion as "terrorism with a human face." Felipe Aguirre Franco, archbishop of Acapulco, said recently that it is a sin not to protest the procedure.

    In the assembly, Schiaffino, of the Institutional Revolutionary Party, or PRI, argued with Rodr?guez over statistics, a common point of dispute in an intense propaganda war. Schiaffino asserted that more than 8,000