Search blog.co.uk

Posts archive for: 1 May, 2007
  • Seni Ketika Marah

    Orang kuat itu bukan orang yang badannya besar dan kekar.

    Orang kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya.

    Bagi seorang muslim, tentu sudah akrab dengan kata-kata diatas. Siapapun kita, bisa belajar untuk menjadi orang yang kuat dengan mencoba untuk bisa menahan amarah setiap kali ada perasaan yang membuat kita jengkel atau kecewa. Menang, amarah itu manusiawi, kerap kita mengalaminya. Hanya saja, kita perlu mengelola dan mengendalikan amarah kita agar tidak terlalu membuncah. Mengapa..? karena dengan ?hobi? marahnya kita, justru akan membuat citra yang buruk tentang diri kita. Mana ada pemarah menjadi idola, atau sosok yang menyenangkan. Dimana-mana seorang pemarah itu dibenci oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan kerap dicap sebagai biangkerok dan pengacau.

    Menyoal tentang marah,
    Tadi siang saya punya pengalaman menyaksikan pemandangan itu.

    Sewaktu saya akan pergi ke warnet, saya melewati sebuah rumah yang dijadikan tempat loundry pakaian. Tepatnya berdekatan dengan lapangan Grendeng Kampus Unsoed Purwokerto. Rumah yang depannya mengalir sungai kecil. Seorang perempuan mengendarai sepeda motor menuju rumah itu. Disana ada seorang lelaki yang hanya mengenakan celana kolor saja, sedang nongkrong didepan rumah. Saat perempuan itu sampai tepat di depan rumah, tiba-tiba lelaki itu melemparkan sandalnya. Hampir saja mengenai muka perempuan itu. Rupanya perempuan itu berhasil mengelak. Tapi perempuan itu hanya diam, lalu masuk rumah. Lelaki itu mengejar masuk dan membanting ember yang ada didepannya. Melihat pemandangan itu, saya hanya bisa mengelus dada dan bergumam pelan ?astaghfirulllahalad him?.

    Entah, apa masalah keduanya,
    Yang pasti, melihat orang marah itu, sebuah pemandangan yang tak mengasyikkan.

    Hemm, kok sampai begitu ya. Setiap orang mungkin pernah marah. Hanya saja model marahnya itu berbeda-beda. Ada yang meluapkan amarahnya dengan meledak-ledak, mengungkapkan kata-kata kasar sambil melempar dan membanting sesuatu, atau ada yang meluapkan amarahnya cukup dengan sikap diam saja.

    Satu hal yang pasti, dalam ilmu kesehatan, marah itu bisa mengundang dan mudah terkena penyakit. Di dalam darah orang yang sedang marah terkandung banyak hormon adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini akan dilepaskan ke dalam darah ketika ada rangsangan emosi. Akibatnya adalah denyut jantung akan bertambah cepat dan tekanan darah meninggi, keadaan ini yang mengakibatkan penyakit mudah datang. Ini sedikit efek marah yang saya ketahui dari beberapa bacaan kesehatan.

    Nah, untuk itulah, ketika terpaksa harus marah, gunakanlah seni.
    Mainkan seninya agar kita terhindar dari efek yang negatif tersebut.

    Saya sendiri pernah marah secara meledak-ledak. Tapi, menurut pengalaman saya, marah yang meledak-ledak itu kadang memang lebih banyak berdampak buruk. Bagi diri kita, dari sisi psikologis, tentu mempertaruhkan citra akan kepribadian yang jelek Bagi orang lain, jelas, ketika meluapkan amarah terlalu berlebihan, seringkali begitu menyakitkan bahkan berujung pada dendam. Kadang dendam ini juga menjadi awal bagi orang lain untuk melakukan pembalasan. Banyak kan kita baca disurat kabar atau berita televisi, ada orang yang melakukan pembunuhan atas dasar dendam karena pernah disakiti.

    Makanya, kalau terpaksa marah, sekedarnya saja. Saya sendiri berusaha memilih diam ketika sedang marah kepada seseorang. Kalau ada teman yang saya diamkan, kadang bertanya sesuatu saya cuekin saja, itu tandanya saya sedang marah. Dan ternyata, ini seni marah yang jitu. Kadang teman saya pelan-pelan mengerti maksud sikap saya melakukan itu. Kalau diluapkan secara berlebih, kadang malah membuat suasana menjadi rumit, ribet dan panas. Ah, semoga saja kita semua bisa belajar mulai dari sekarang untuk bisa mengelola amarah agar bisa menjadi seorang muslim yang kuat.

    Anda tidak dihukum karena kemarahan anda, anda dihukum oleh kemarahan anda.

    Orang yang berdoa tetapi tidak berusaha adalah seperti orang yang menembakkan panah tanpa tali busur. (Ali Bin Abi Thalib R.A.)

    Amarah adalah pencuri yang mencuri saat-saat manis anda. (Joan Lunden)

    Ia yang bijak akan merasa malu, jika kata-katanya lebih baik daripada
    tindakannya. (Kung Fu-Tze)

    Carilah kebenaran sebelum kebenaran mencari kamu.
    Jauhilah harta duniawi karena akan membawamu pada kebutaan hati, dan
    kebutaan hati akan membawamu pada kematian.

    Terlalu lama 'berpikir-pikir' untuk melakukan, seringkali berakhir
    dengan tidak melakukan

  • EMOSI & INTI RAHASIA KEBIJAKSANAAN

    Dari data yang dihimpun Indonesia Police Watch, dalam beberapa waktu
    terakhir ini setidaknya ada tujuh kasus anggota polisi yang melampiaskan
    kemarahannya dengan menembak mati orang dekatnya, mulai dari istri, mantan
    pacar, mertua, teman atau atasannya sendiri. Sebagian besar korbannya lebih
    dari satu orang dan bahkan dalam kasus penembakan oleh anggota polres
    Bangkalan, korbannya empat orang, sebelum akhirnya pelakunya menembak
    dirinya sendiri.

    Dalam kehidupan keluarga, mudah ditemui orang tua yang marah besar dipicu
    oleh kesalahan biasa yang dilakukan anaknya, suami yang secara emosional
    menganiaya istrinya hanya dipicu masalah-masalah kecemburuan dan
    pertengkaran rumah tangga. Suami atau istri yang marah kepada pasangannya
    dan tega melampiaskan kemarahannya dengan menganiaya pasangannya, bahkan
    anaknya sendiri. Dalam pekerjaan, ada pimpinan yang marah-marah besar hanya
    dipicu oleh kesalahan kecil bawahannya. Dalam kehidupan sehari-hari, mudah
    ditemui orang yang marah-marah dijalanan karena dipicu oleh sikap pengguna
    lalu lintas yang kurang disiplin atau saling baku hantam hanya gara-gara
    saling tersinggung.

    Mengapa belakangan ini semakin banyak orang yang mudah sekali dipicu emosi
    amarah ? Mengapa mereka seakan tidak memiliki hati nurani kemanusiaan,
    padahal sebagian dari mereka adalah orang-orang berpendidikan atau bahkan
    aparat keamanan pengayom masyarakat ?

    Sahabat semua, memiliki emosi amarah adalah manusiawi dan merupakan hal yang
    wajar, sejauh itu dapat dikelola dengan benar, tepat waktu dan tepat sasaran
    sehingga tidak merusak orang lain. Karena emosi amarah adalah salah satu
    watak dasar manusia. Menjadi hal yang aneh bila ada seseorang yang
    mengatakan tidak punya rasa marah. Karena sesungguhnya rasa marah merupakan
    bentuk kekayaan bathin kita sebagai manusia. Namun bagi mereka yang tidak
    mendengarkan suara hati nuraninya, akan mudah dikendalikan nafsu amarahnya.
    Mereka menjadi budak nafsu dari amarahnya.

    Berbeda dengan mereka yang memiliki kecerdasan hati nurani, memiliki
    kepribadian cerdas dan tenang, mereka dapat mengendalikan reaksinya agar
    tidak menjadikan kemarahan sebagai tindakan yang agresif, merusak dan
    menimbulkan kebenciaan. Kemampuan seseorang untuk menguasai diri, kemampuan
    untuk menghadapi badai emosional dengan kesabaran, kemampuan mengendalikan
    dorongan hati yang dikuasai emosi dan bukannya membiarkan dirinya
    dikendalikan atau menjadi "budak nafsu" merupakan salah satu kunci rahasia
    kebijaksanaan. Kemampuan seperti ini dijunjung tinggi sejak zaman nabi Adam
    sampai dengan nabi akhir zaman Muhammad saw dan selalu dibawa dalam setiap
    ajaran beliau.

    Kalau dalam istilah Yunani kuno dikenal dengan istilah "sophrosyne" atau
    "hati-hati dan cerdas dalam mengatur kehidupan, keseimbangan dan
    kebijaksanaan yang terkendali", sebagaimana diterjemahkan oleh Page Du Bois
    yang dikutip oleh Daniel Goleman. Tujuannya adalah keseimbangan emosi, bukan
    menekan emosi. Karena setiap perasaan memiliki nilai dan makna. Sebagaimana
    yang diamati oleh Aristoteles, bahwa yang dikehendaki adalah emosi yang
    wajar, keselarasan antara perasaan dan lingkungan.

    Mengendalikan emosi berarti dapat menjaga keselarasan antara perasaan dan
    lingkungannya. Kemampuan seperti ini memiliki nilai sangat penting bagi
    peningkatan kualitas kepribadian seseorang. Demikian pentingnya dalam
    mengendalikan amarah ini, maka ketika Muhammad Rasulullah saw didatangi oleh
    seorang sahabatnya yang memintanya untuk memberikan nasehat, wasiat beliau
    adalah, ''Janganlah kamu melampiaskan amarah.'' Dan kata-kata itu
    diulanginya lebih dari satu kali.

    Makna dari nasehat ini bukanlah maksud beliau untuk melarang memiliki rasa
    marah. Karena rasa marah itu bagian dari watak dasar manusia yang pasti ada.
    Makna dari nasehat Muhammad saw ini adalah berusahalah menguasai diri ketika
    muncul rasa marah. Supaya emosi kemarahan itu tidak menimbulkan dampak yang
    merugikan orang lain maupun diri sendiri. Inilah inti dari nasehat dalam
    meraih kebijaksanaan hidup.

    Bagaimana dengan emosi amarah yang ada dalam diri Anda sendiri ? Apakah
    sudah dikelola dengan baik? Bagaimana mengekspresikan emosi kemarahan yang
    tanpa menimbulkan sakit hati ? Bagaimana mengelola emosi dalam diri agar
    mencapai kebijaksanaan ?

    Eko Jalu Santoso

    Penulis Buku “The Art of Life Revolution”

    Weblog: www.ekojalusantoso.com

  • The Beginning . . .

    My love for you will never diminish,
    I'm with you from start to finish.
    You have bettered my life in ways you can't imagine,
    without you, I wouldn't have anything.
    You make me laugh, you make me smile,
    being with you is all that's worthwhile.
    Life for me was so hard to bear,
    not anymore because you'll always be there.
    I hope you will love me always,
    and not let it slip away in a matter of days.
    The beginning for me was the day I met you,
    the start of life anew,
    of having someone my whole life through.
    Having someone to care,
    at times when life is so hard to bear,
    and having tales with whom to share.
    Having someone to say "I LOVE YOU"
    and mean it with all his heart,
    that is what I have because I have you . . .

  • You are an Indian if .....................

    1. Everything you eat is savored In garlic, onion and tomatoes.
    2. You try and reuse gift wrappers, gift boxes, and of course aluminium foil.
    3. You have mastered the art of bargaining in shopping.
    4. You are standing next to the two largest size suitcases at the Airport.
    5. You arrive one or two hours late to a party - and think its normal.
    6. You peel the stamps off letters that the Postal Service missed to mark up.
    7. You recycle Wedding Gifts.
    8. You name your children in rhythms (example, Honey & Money, Sita & Gita, Ram & Shyam.)
    9. All your children have pet names, which sound n! owhere close to their real names.
    10. You take Indian snacks anywhere it says "No Food Allowed"
    11. You talk for an hour at the front door when leaving someone's house.
    12. You load up the family car with as many people as possible.
    13. You use plastic to cover anything new in your house whether it's the remote control, VCR, carpet or new couch.
    14. Your parents tell you to not care what your friends think but they won't let you do certain things because of what others "Uncles & Aunties" will think.
    15. You buy and display crockery, which is for special occasions, which never happen.
    16. You have a vinyl tablecloth on your kitchen table.
    17. You use grocery bags to hold garbage.
    18. You keep leftover food in your fridge in as many numbers of bowls as possible.
    19. Your kitchen shelf is full of jam ja! rs, varieties of bowls and plastic utensils (got free with some household items).
    20. You carry and stash of your own food whenever you travel (and travel means any car ride longer than 15 minutes).
    21. You own a rice cooker or a pressure cooker.
    22. You fight over who pays the dinner bill.
    23. You majored in engineering, medicine or law and now........are after Software and only Software no matter which field you belong to.
    24. You live with your parents and you are 40 years old.(And they prefer it that way).
    25. You don't use measuring cups when cooking.
    26. You feel like you've gotten a good deal if you didn't pay tax.
    27. You never learnt how to stand in a queue.
    28. You can only travel if there are 5 persons at least to see you off or receive you whether you are travelling by bus, train or plane.
    29. If she is NOT your daughter, you always take interest in knowing whose daughter has run with whose son and feel proud to spread it at the velocity of more than the speed of light.
    30. You only make long distance calls after 11 p.m.
    31. If you don't live at home, when your parents call, they ask if you've eaten, even if it's midnight.
    32. You call an older person you never met before "uncle/auntie."
    33. When your parents meet strangers and talk for a few minutes, you discover you're talking to a distant cousin.
    34. Your parents don't realize phone connections to foreign countries have improved in the last two decades, and still scream at the top of their lungs when making foreign calls.
    35. You have bed sheets on your sofas so as to keep them from getting dirty.
    36. When dining out, ! you think Rs 10 is enough of a tip.
    37. It's embarrassing if your wedding has less than 600 people.
    38. You list your daughter as "fair and slim" in the matrimonial no matter what she looks like.
    39. You treat the NRI persons (especially from America) as if they are the only persons living in this world (including YOU).
    40. All your Tupperware is stained with food color.
    41. You have drinking glasses made of steel.
    42. You have really enjoyed reading this mail

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.