Search blog.co.uk

Posts archive for: 16 April, 2007
  • Galaxy Bujuk Zidane Gabung Beckham

    Galaxy Bujuk Zidane Gabung Beckham
    Reky Herling Kalumata - detikSport

    AFP
    Los Angeles - David Beckham masih belum cukup bagi Los Angeles Galaxy. Klub Amerika Serikat ini sedang membujuk Zinedine Zidane guna membatalkan pensiunnya dan bergabung dengan Beckham.

    Usaha sedang dilakukan Galaxy untuk membawa Zidane kembali persepakbolaan profesional. General Manager Galaxy Alexi Lalas mengungkapkan mereka telah melakukan kontak dengan representasi bintang asal Prancis itu guna memuluskan harapannya tersebut.

    "Kami telah melakukan kontak dengan perwakilannya. Semua ini baru awal saja. Jika itu terjadi maka ini akan sangat indah, bukan hanya untuk Galaxy, tapi juga untuk liga kompetisi kami," ungkap Lalas seperti dilansir Sky.

    "Saya pikir kami dia akan sangat menikmati kompetisi ini karena dia sangat kompetitif dan dia ingin menang. Dia adalah pemain yang hebat dan dia tidak hanya ingin duduk santai di kota Prancis sambil minum anggur," ujarnya.

    Zidane menyatakan pensiun usai Piala Dunia 2006, sementara Beckham siap berkarir di Negeri Paman Sam mulai musim panas nanti. Lalas ingin kembali melihat Zidane bermain dengan Bekham di mana keduanya sempat bersama-sama di Real Madrid selama tiga tahun.

    "Dia (Beckham) sangat mengenal dengan baik Zidane. Ini akan sangat luar biasa jika kesepakatan besar guna mendapatkan Zidane bisa dilakukan," harap mantan bek timnas Amerika Serikat itu.

  • Usia Muda dan Gangguan

    Jeff bekerja sebagai seorang konsultan IT di sebuah perusahaan yang sangat ternama di Jakarta. Jeff adalah seorang professional berusia muda berotak cemerlang dan menyandang gelar Magister dari sebuah Universitas terkenal di USA. Setelah lulus ia langsung diterima bekerja di perusahaan konsultan tersebut dan sudah dijalaninya selama 1 tahun. Hampir tidak ada hambatan internal yang dialami Jeff dalam bekerja, kecuali masih adanya sikap dari klien (terutama klien yang baru bertemu Jeff) yang seringkali menganggap remeh dan selalu bertanya tentang usia Jeff. Hampir setiap kali ia bertemu dengan para Top Manager (kebanyakan dari mereka sudah berusia senior) maka kesan pertama yang diperoleh Jeff adalah bahwa mereka menganggap remeh dirinya karena dinilai terlalu muda untuk bisa menjadi konsultan. Sikap yang menganggap remeh tersebut baru berangsur-angsur hilang manakala mereka sudah mengetahui siapa Jeff, bagaimana cara ia bekerja dan bagaimana hasil kerjanya.

    Kenyataan ini tentu saja sangat menggangu Jeff, apalagi jika ia mengingat bahwa dalam bekerja dirinya tidak pernah memandang usia karena baginya hanya ada dua kategori yaitu orang yang tahu dan mampu bekerja dan orang yang tidak memiliki pengetahuan dan tidak mampu bekerja. Selain itu ia merasa memiliki kemampuan akademik yang sangat bagus, apalagi ia adalah lulusan dari sebuah universitas terkenal di luar negeri.

    Kejadian diatas mungkin sering dialami oleh para professional muda, termasuk anda. Dalam kasus yang berbeda seringkali juga para professional muda dianggap remeh oleh para rekan kerja mereka yang senior. Meski usia bukanlah suatu faktor yang cukup relevan untuk menilai kemampuan seseorang, namun budaya senioritas yang masih sangat melekat dalam masyarakat kita menyebabkan hal ini sulit untuk dihilangkan.

    Penilaian oleh para senior yang seringkali menganggap remeh professional berusia muda akan bisa memberikan dampak yang sangat merugikan bagi sang professional muda tersebut jika ia tidak menanganinya secara elegan. Kesalahan dalam menyikapi dan menangani kondisi tersebut dapat berakibat gagalnya sang professional muda memperoleh proyek yang diinginkan, tidak mendapat promosi, bahkan bisa justru menjadi rival (lawan) bagi rekan kerjanya sendiri. Oleh karena itu, demi menjaga kelanggengan karir anda, maka anda perlu melakukan beberapa usaha untuk mengubah penilaian para professional senior atau pun rekan kerja anda sehingga mereka menjadi "respect" (hormat) dan kagum karena di usia yang masih muda anda telah mempelajari banyak hal dan kemampuan atau ketrampilan anda sudah tidak kalah dengan mereka.

    Bagaimana cara membuat mereka kagum dan menghormati anda? Beberapa cara di bawah ini mungkin patut anda pertimbangkan:

    * Kenali Karir. Dalam memilih karir anda tentu harus yakin dengan pilihan tersebut. Oleh karena itu anda harus mampu menyusun rencana karir yang jelas bagi anda sendiri. Kenali berbagai hal yang bisa membantu anda dalam pengembangan karir. Namun demikian anda perlu bersikap realistis dan tidak memasang target yang muluk- muluk. Untuk memperoleh kredibilitas tidaklah berarti bahwa anda harus menjadi seorang yang sempurna (perfect); karena tidak ada manusia yang sempurna. Kredibilitas anda akan dinilai berdasarkan pada apa yang anda ketahui dan apa yang tidak ada ketahui dan bagaimana anda menyikapi hal tersebut. Dengan kata lain ada harus bersikap realistis untuk mau mengakui apa yang tidak bisa anda kerjakan dan apa yang bisa anda kerjakan. Jika anda dapat melakukannya maka orang lain (termasuk klien dan rekan kerja senior) pasti akan menaruh "respect" dan percaya pada anda.

    * Ikuti Aturan. Dalam dunia kerja selalu ada aturan-aturan main yang berlaku baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Sebagai contoh sederhana adalah cara berpakaian dan cara-cara berkomunikasi dengan sopan. Sehebat apapun anda atau seberapa banyak pun gelar yang anda sandang, aturan atau norma-norma tersebut tidak boleh anda abaikan. Anda harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang ada dalam perusahaan. Jika anda yang kebetulan berusia muda mau mengikuti aturan (cth: bisa berkomunikasi dengan baik dan memiliki cara berpakaian yang pantas) maka gap antara senior dan junior akan dapat diminimalisasikan dengan cepat.

    * Terus Belajar. Satu cara paling efektif menghilangkan kritik atau pun pandangan negatif dari orang lain adalah dengan menunjukkan kinerja. Intinya adalah orang lain jarang peduli bagaimana anda mengerjakan tugas atau pekerjaan yang diberikan, tetapi yang menjadi pokok perhatian adalah apakah anda mampu mengerjakan tugas dengan baik. Sekali orang yang mengkritik anda melihat bahwa anda melakukan suatu pekerjaan atau tugas dengan sukses maka ia akan berhenti menganggap remeh dan mengkritik anda. Oleh karena itu lakukan berbagai upaya untuk dapat menunjukkan performa yang optimal. Lakukan semua pekerjaan sekecil apapun tugas yang diberikan dan jangan takut untuk bertanya atau berbagi pengalaman atau pengetahuan dengan orang lain. Teruslah membuka diri untuk menerima informasi atau pengetahuan baru. Gunakan berbagai sarana ada untuk belajar dan meningkatkan kemampuan anda.

    * Hargai Perbedaan. Tak bisa dipungkiri bahwa meskipun anda telah melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan gap antara senior dan junior, namun tetap saja masih ada perbedaan-perbedaan . Dalam hal ini anda tidak perlu berkecil hati, sebab bisa saja hal tersebut mungkin bukan disebabkan oleh anda melainkan memang sudah menjadi karakteristik dari senior anda. Satu-satunya cara untuk membuat anda tidak frustrasi adalah dengan mengakui adanya perbedaan tersebut dan menunjukkan bahwa memang ada perbedaan cara dan gaya kerja antara anda yang berusia muda dengan para senior anda yang berusia lebih tua. Sejauh tidak menyalahi aturan yang berlaku maka kerjakan tugas-tugas yang menurut gaya anda meskipun para senior anda tidak melakukannya. Hal ini kadang-kadang dipandang perlu untuk memberikan penyegaran bagi perusahaan, terutama jika perusahaan tersebut lebih banyak mempekerjakan pegawai yang berusia terbilang senior dan masih memakai pola kerja lama. Selain itu anda pun wajib menghargai senior yang memiliki perbedaan cara dan gaya kerja dengan anda karena hal ini akan turut memperkaya wawasan anda.

    * Bersikap Rendah Hati. Dalam bekerja ada banyak kesempatan dimana kita dituntut untuk bersikap rendah hati dengan mau berbagi atau mendelegasikan tugas-tugas kepada orang lain, terutama untuk hal-hal yang bukan menjadi kompetensi kita. Pada saat anda tahu bahwa ada orang lain yang lebih kompeten untuk mempresentasikan suatu materi pada klien anda atau kepada atasan anda, maka tidak ada salahnya jika anda memberikan kesempatan kepada rekan anda tersebut. Selain itu, anda pun harus berani untuk menolak suatu tugas-tugas yang bukan menjadi kompetensi anda.

    Selain beberapa cara di atas, saya yakin masih ada cara-cara lain yang bisa anda lakukan untuk menjaga kelanggengan karir anda. Akhir kata, usia hanya akan menjadi hambatan karir jika anda membiarkannya. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan keberhasilan anda dalam menunjukkan kompetensi yang anda miliki maka usia berapapun bukan masalah untuk meraih kesuksesan karir. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. :DD

  • Tukul oh Tukul......

    Dunia terperangah ketika Beckham dihadiahi kontrak senilai US$ 250 million
    untuk berlaga 5 tahun di Los Angeles Galaxy. Dengan asumsi bahwa Beckham
    terus berlaga nantinya, diperkirakan Beckham meraih 1 juta rupiah per menit
    untuk penampilannya di lapangan hijau. Walau sebenarnya revenue yang didapat
    oleh Beckham, ternyata "masih kurang mahal" dibandingkan para atlet di
    cabang golf, yakni Tiger Woods, ataupun para atlet basket seperti Shaquille
    O'Neill, Kobe Bryant dll.

    1 juta rupiah per menit? Weww, jumlah yang fantastis. Di USA dan Eropa,
    biasanya ke-fantastis- an itu dihitung dalam berapa waktu yang diperlukan
    untuk meraih US$ 1 juta? Berapa menit kah? Berapa jam kah?

    FYI, aktualitasnya, dalam hal fantastis pun bangsa kita tidak ketinggalan.
    Kenalkah anda dengan Mas Tukul Arwana, host Acara Empat Mata yang kini
    ratingnya tengah menjulang? Konon untuk penampilan dalam 1 jam itu, doi
    dibayar 20 juta rupiah. Karena iklan yang bertubi-tubi, kira-kira masa Mas
    kocak ini membawakan acara hanyalah 40 menit saja (asumsinya). 20 juta dalam
    40 menit didapatnya, atau dengan kata lain, yang diraih doi adalah:
    0.5 JUTA RUPIAH PER MENIT atau 1 JUTA RUPIAH PER 2 MENIT !!

    Wewww, fantastis bukan? Ternyata Mas yang satu ini cuma kalah setengahnya
    dari Beckham. Itu belum termasuk penghasilan off air beliau. Silahkan
    bandingkan dengan UMR buruh kita, yang rata-rata 750 ribu per bulan, alias
    750 ribu dalam 160 jam kerja atau 750 ribu dalam 40 x 160 = 6400 menit, atau
    0.5 juta dalam 4300 menit. Bisa dibilang penghasilan Mas Tukul adalah 4300 x
    UMR para buruh.

    Hebat yahh, sekali ngoceh "Tak sobek-sobek mulutmu",grin udah dikasih 0.5
    juta lho! Semoga apa yang didapatnya saat ini adalah karena memang dia
    deserve untuk meraihnya, dan bukan karena over paid. Yang jelas,
    penghasilannya jauh di atas para pejabat eksekutif dan legislatif, dengan
    catatan para pejabat tersebut tidak korupsi.

    Kesimpulan akhir, ternyata Indonesiapunya "David Beckham" juga lho.
    Kesimpulan tambahan, inilah gambaran ketimpangan penghasilan di Nusantara.

    TANYA KENAPA?
    Bagaimana dengan diri anda? Berapa waktu yang anda perlukan untuk meraih 1
    juta rupiah? Apakah sanggup mengalahkan rekor Mas Tukul yang cuma memerlukan
    2 menit saja?
    Apalagi kalo main iklan? Tampil 30 detik sampai 1 menit saja bisa mencapai
    50-100 juta lhoo

    Sumber : http://www.forumbeb as.com/viewtopic.php?pid= 115765

    Komentar :

    ikutan komentar ahhh...
    rasanya kok nggak etis yaa, ngomongin gaji orang...
    gimana pun juga, gaji yang di dapat juga karena kerja keras...
    gak perlulah di bahas...1/2 menit dia dapet satu juta..
    lah wong tukul dan beckham di gaji gede juga karena kerja keras kok...

    perkara angkanya si Tukul..
    karena pemberi informasi masih mengatakan "konon" artinya bisa ya bisa tidak..
    tapi bisa saya pastikan kok...angkanya masih jauh dibawah 20 juta...
    "konon" juga...yang angkanya 20 juta..itu ya selevelan Farhan, Ferdi Hasan..dll..
    tapi sekali lagi...ngapain juga sih..ngomongin gaji orang......

    Bagaimana dengan diri anda? Berapa waktu yang anda perlukan untuk meraih 1
    juta rupiah? Apakah sanggup mengalahkan rekor Mas Tukul yang cuma memerlukan
    2 menit saja? -- > JANGAN CUMA MIMPI BUNG !

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.